10 Sumber Zat Gizi untuk Si Kecil

10-Sumber-Zat-Gizi-untuk-Si-Kecil.jpg

Ketika Si Kecil bertambah besar, maka nutrisi yang dibutuhkan olehnya bukan hanya berasal dari ASI, namun juga dari MPASI. Biasanya ia akan menunjukkan tanda-tanda telah siap menerima MPASI pada usia 6 bulan, yakni:

  • Bayi mulai mengisap tangannya atau mencoba memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya

  • Bayi sudah bisa membuka mulutnya saat makanan diarahkan padanya

  • Bayi mulai tampak gelisah dan rewel karena lapar meskipun sudah diberikan ASI atau susu formula

  • Bayi memalingkan wajahnya dari payudara atau dari botol susunya, serta lebih tertarik kepada makanan yang Anda makan

Penting sekali untuk memperhatikan nutrisi di awal kehidupan Si Kecil, karena jika kualitas MPASI rendah atau buruk tentu akan berdampak pada kesehatannya di kemudian hari. Untuk itu, ketahuilah sumber zat gizi yang dibutuhkan oleh anak usia 6 hingga 24 bulan di bawah ini:

10 Sumber Zat Gizi untuk Si Kecil

  • Energi

Energi berfungsi untuk menunjang proses tumbuh kembang anak. Kebutuhan energi pada usia 6-24 bulan adalah 950 kkal per hari. Energi didapat dari asupan makanan keseharian. Jangan sampai terjebak pada persepsi semakin banyak makan, maka energi semakin banyak. Karena jika makan berlebihan tidak diimbangi dengan latihan olahraga, maka anak berisiko mengalami kegemukan.

  • Protein

Protein berfungsi untuk membentuk sel-sel baru yang akan menunjang proses pertumbuhan seluruh organ tubuh, juga pertumbuhan dan perkembangan otak anak. Kebutuhan protein pada usia 6-24 bulan adalah 20 gram. Protein bisa didapat dari daging-dagingan sebagai protein hewani, dan sayur serta buah untuk protein nabati.

  • Lemak

Lemak berperan penting dalam proses tumbuh kembang sel-sel saraf otak untuk kecerdasan anak. Lemak yang diperlukan adalah asam lemak esensial (asam linoleat atau omega 6, omega 3) dan asam lemak non-esensial (asam oleat atau omega 9, EPA, DHA, AA). Lemak sehat bisa didapat dari ikan-ikanan dan telur serta susu.

  • Vitamin A

Vitamin A berfungsi untuk menjaga kesehatan mata, menjaga kelembutan kulit, dan pertumbuhan optimal anak. Vitamin A untuk anak bisa didapat dari buah-buahan dan sayuran yang berwarna kemerahan, contohnya tomat, wortel dan lainnya.

  • Vitamin C

Vitamin C berfungsi untuk pembentukan kolagen (tulang rawan), meningkatkan daya tahan tubuh, dan penyerapan kalsium yang diperlukan untuk pembentukan tulang dan gigi yang kuat. Vitamin C bisa didapat dari buah-buahan, seperti jeruk, apel, mangga dan lainnya.

  • Yodium

Yodium berfungsi untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh, sehingga tidak mengalami hambatan, seperti kretinisme atau kerdil. Selain itu yodium juga berperan dalam proses metabolisme tubuh dengan mengubah karoten yang terdapat dalam makanan menjadi vitamin A.

  • Kalsium

Kalsium penting dalam pembentukan tulang dan gigi, kontraksi dalam otot, serta membantu penyerapan vitamin B12 untuk mencegah anemia dan membantu membentuk sel darah merah. Pastikan Anda memenuhi kebutuhan kalsium anak dengan memberikan susu, telur, brokoli, keju, alpukat dan lainnya.

  • Seng

Seng atau zinc tersebar di semua sel, jaringan, dan organ tubuh. Diperlukan untuk pertumbuhan dan fungsi otak anak.

  • Besi

Zat besi dibutuhkan untuk perkembangan fisik maupun mental. Bayi yang lahir mempunyai cadangan zat besi sampai usia 6 bulan. Sesudahnya sangat penting untuk mendapat zat besi dari tambahan makanan, karena kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia sehingga anak akan mudah lelah

  • Asam folat

Asam folat berguna untuk memproduksi sel darah merah dan sel darah putih dalam sumsum tulang, pematangan sel darah merah, dan mencegah anemia

Sumber: KlikDokter.com

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Beberapa Hal yang Perlu Anda Tahu untuk Meningkatkan Kecerdasan Anak

Beberapa Hal yang Perlu Anda Tahu untuk Meningkatkan Kecerdasan Anak

Orangtua mana yang tidak ingin anaknya cerdas? Karena anak yang cerdas menjadikan kebanggaan tersendiri bagi orangtua dan keluarga. Cerdas, pintar, rajin sehingga menjadikan bekal masa depannya.Namun bagaimana anak dapat terbentuk cerdas? Apakah faktor dari ?sononya?? Tentu tidak, peran orangtua tidak dapat diluputkan bagaimana anak dapat tumbuh dengan memiliki intelegensia yang tinggi. Dari aspek bagaimana cara membimbing, mendidik, membina serta cara mendukung anak lewat makanan bernutrisi yang dibutuhkan perkembangan otaknya agar tumbuh optimal.Beberapa hal yang banyak diluputkan dan disepelekan orangtua dalam usaha membentuk anak yang cerdas biasanya meliputi beberapa hal, antara lain:1. Hal bagaimana kecerdasan anak terbentukUntuk mengetahui cara meningkatkan intelegensia anak, orangtua perlu dibekali pengetahuan bagaimana awal dan proses intelegensia anak terbentuk. Jika meluputkan hal ini, bisa-bisa kiat Anda mencerdaskan anak menemukan titik buntu.2. Kiat dan cara meningkatkan kecerdasan anakUntuk mewujudkan tumbuh kembang optimal dan menjadikan anak cerdas dengan intelegensia yang mumpuni, pastinya diperlukan trik dan kiat dalam membimbing anak menjadi cerdas. Tanpa cara d [...]

Jadwal Pemberian MPASI Si Kecil

Jadwal Pemberian MPASI Si Kecil

Seiring dengan bertambahnya usia Si Kecil, frekuensi pemberian makannya pun akan meningkat. Menurut WHO, frekuensi yang dijadikan acuan bergantung pada kandungan energi yang terdapat dalam masing-masing bahan makanan, dan porsi standar yang diberikan setiap kali makan.Sebagai contoh, pada bayi yang mendapat ASI eksklusif, menginjak usia 6-8 bulan, pemberian MPASI perlu dilakukan 2-3 kali sehari. Pada usia 9-11 bulan, sebanyak 3-4 kali sehari. Dan pada usia 12-24 bulan, sebanyak 3-4 kali sehari dengan diselingi tambahan camilan bernutrisi sebanyak 1-2 kali sehari.Apabila bahan makanan yang dijadikan MPASI mengandung kadar energi yang rendah, atau pada bayi yang tidak lagi mendapatkan ASI, maka frekuensi makan perlu ditingkatkan.Kemudian dalam menyiapkan menu, pemberian protein atau lauk perlu dilakukan secara bertahap sesuai usia dan kemampuan bayi. Begitu pula dengan pemberian buah yang dapat ditingkatkan teksturnya, mulai dari puree, buah yang dilumatkan, hingga buah dalam potongan kecil.Berikut adalah contoh jadwal pemberian makan untuk Si Kecil, berdasarkan rekomendasi Kementerian Kesehatan RI: 6-7 bulan Pukul 06.00: ASIPukul 09.00: Buah/sari buahPukul 12:00: ASIPukul 15:00: Bu [...]

Obesitas pada Anak, Berbahayakah?

Obesitas pada Anak, Berbahayakah?

Bunda dan Ayah umumnya senang jika anaknya gemuk. Banyak orang berpandangan bahwa gemuk itu artinya sehat dan nafsu makannya baik. Anak kurus atau ?biasa-biasa saja? dianggap kurang sehat karena kurang makan. Apakah benar demikian?Berbagai penelitian yang dilakukan sekarang ini justru menyatakan yang sebaliknya. Para dokter justru menganggap bahwa obesitas pada anak adalah keadaan medis serius yang memerlukan penanganan lebih lanjut.Mengapa demikian? Karena kelebihan berat badan tersebut disinyalir akan meningkatkan risiko berbagai penyakit metabolik seperti pubertas dini, diabetes, hipertensi, kolesterol, perlemakan hati, dan penyakit jantung di kemudian hari. Selain itu, anak yang gemuk kerap mengalami depresi dan rasa tidak percaya diri karena bentuk tubuhnya. Tak jarang mereka menjadi bahan olok-olokan di kalangan teman-temannya.Namun demikian, jangan Bunda langsung merasa takut dan serta-merta menyuruh anak berdiet. Tidak semua anak yang kelebihan berat badan termasuk dalam kategori obesitas. Untuk menentukan hal tersebut, dapat digunakan parameter indeks massa tubuh atau grafik berat badan, tinggi badan, dan usia. Bunda dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai [...]

Panduan Memberi Makan Si Kecil

Panduan Memberi Makan Si Kecil

Memberi makan si kecil memang proses yang membingungkan. Apalagi bagi Anda yang baru menjadi orangtua. Hal-hal dasar seperti kapan waktu yang tepat, makanan apa yang harus diberikan, dan bagaimana cara supaya si kecil mau makan paling sering ditanyakan. Berikut adalah panduan bagi Anda bagaimana cara memberi makan si kecil hingga usianya 3 tahun.Memulai Memberi Makanan PadatBayi Anda kelihatan lapar meski sudah diberi ASI dan susu formula? Itu artinya si kecil sudah siap diberi makanan selain ASI. Mayoritas ahli kesehatan anak menyarankan bahwa usia 6 bulan, si kecil sudah diperbolehkan dikenalkan makanan padat. Hal ini dikarenakan sebelum usia 6 bulan, enzim pencernaan bayi belum sempurna sehingga bayi belum dapat mencerna makanan dengan baik, selain itu pada usia 6 bulan anak membutuhkan lebih banyak asupan zat besi yang tidak cukup didapatkan dari ASI sehingga membutuhkan asupan makanan pendampng ASI.Selain usia, kemampuan motorik dan tingkat perkembangan otak si kecil juga menjadi pertimbangan. Salah satunya adalah kemampuan bayi untuk bisa duduk tegak. Hal lainnya yang perlu diperhatikan juga tekstur makanannya. Tekstur makanan jangan terlalu encer atau terlalu kental. [...]

Membentuk Pola Makan Sehat untuk Si Kecil

Membentuk Pola Makan Sehat untuk Si Kecil

Perilaku makan yang diterapkan sejak dini akan menjadi dasar untuk membentuk pola makan Si Kecil di masa depan. Dengan mengajarkan Si Kecil, Anda dapat membantunya untuk memiliki berat badan yang sehat dan pertumbuhan yang baik. Oleh karena itu, peran orangtua sangatlah besar dalam mengajarkan perilaku makan yang baik untuk Si Kecil.Berikut adalah 6 cara yang bisa diterapkan untuk membentuk perilaku makan Si Kecil: Jadilah panutan untuk Si Kecil. Apa yang Anda lakukan tentu akan diikuti oleh buah hati. Contohnya, kesulitan Si Kecil dalam makan sayur mungkin juga dipengaruhi dengan kebiasaan Anda yang jarang mengonsumsi sayur. Jangan paksakan Si Kecil untuk menghabiskan makannya, karena seperti orang dewasa, anak juga tahu kapan ia lapar dan sudah merasa kenyang. Berilah pujian pada Si Kecil jika ia memiliki perilaku makan yang baik. Hindari memberikan imbalan berupa permen atau cokelat, semata agar mereka suka sayur atau mau minum susu. Apabila Si Kecil sudah memasuki usia sedikit besar, biarkan ia memilih makanan apa yang ingin ia makan. Namun, tetaplah menyajikan pilihan menu sehat di meja makan. Jangan membiasakan Si Kecil makan sambil menonton televisi atau bermain, kar [...]

Gizi Buruk Bisa Turunkan IQ Anak

Gizi Buruk Bisa Turunkan IQ Anak

Malnutrisi atau kekurangan gizi akan sangat mengganggu proses tumbuh kembang anak, karena pada usia dini zat gizi yang optimal diperlukan untuk membangun tubuh yang sehat dan mental yang kuat. Lebih dari itu, malnutrisi juga dapat berdampak pada munculnya berbagai penyakit ketika anak tumbuh remaja atau dewasa.Apa sajakah dampak dari kekurangan gizi pada anak?Efek jangka pendek pada seribu hari pertama kehidupan anak adalah gangguan tumbuh kembang otak, otot, komposisi tubuh, metabolisme glukosa, lemak, dan protein.Sementara itu, efek jangka panjangnya berupa rendahnya kemampuan belajar dan konsentrasi, rendahnya kekebalan tubuh sehingga rentan terhadap penyakit, produktivitas kerja yang rendah, serta meningkatnya risiko penyakit kronis seperti diabetes, obesitas, penyakit jantung dan pembuluh darah, stroke, kanker, dan penuaan dini.Bhoomika R. Kar dkk. dalam artikelnya yang berjudul ?Cognitive development in children with chronic protein energy malnutrition? (Behavioral Brain Function, 2008) mengatakan bahwa malnutrisi mengakibatkan perubahan struktural dan fungsional pada otak. Pada riset yang ia lakukan, 20 anak yang diidentifikasi sebagai kurang gizi dan 20 anak yang mendapat [...]

Jurus Orangtua Membangun Hubungan Berkualitas dengan Anak yang Baru Lahir

Jurus Orangtua Membangun Hubungan Berkualitas dengan Anak yang Baru Lahir

Bonding dengan bayi Anda adalah suatu ikatan dengan bayi Anda, dimana orangtua mempunyai keinginan untuk memberikan rasa sayang, cinta dan mempunyai keinginan untuk melindungi anak tersebut. Pada beberapa orangtua hal ini terjadi tidak memakan waktu lama, namun ada beberapa yang membutuhkan waktu lama. Bonding merupakan suatu proses, tidak perlu terburu-buru.Terkadang proses bonding menjadi sulit pada beberapa wanita yang mengalami sindroma baby blue. Faktor kelelahan dan nyeri saat melahirkan menjadi salah satu faktor penyebabnya. Jika ini terjadi pada Anda, untuk sementara waktu Anda bisa berisitirahat dan dalam mengasuh anak bisa dilakukan oleh suami dan keluarga Anda.Minggu pertama kehidupan bayi sangat membantu proses ikatan atau bonding Anda dengan bayi. Sebaiknya Anda sebagai orangtua menghabiskan waktu dengan berinteraksi sebanyak mungkin dengan bayi Anda dengan melakukan: Bonding dengan Anak yang Baru Lahir [...]

Menghadapi Si Kecil yang Sering Mengemut Makanan

Menghadapi Si Kecil yang Sering Mengemut Makanan

Apakah anak Anda tergolong lama untuk menghabiskan suatu makanan, karena ia sering kali mengemut makanan yang telah disuapkan? Jika jawabannya ?Ya?, hal ini dapat menandakan adanya masalah pada kesehatannya atau merupakan bagian dari berkembangnya pola makan Si Kecil.Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan orangtua adalah mencari tahu apa yang menjadi penyebab Si Kecil mengemut makanannya.Beberapa penyebab tersebut di antaranya: Lidah belum terampil mengolah makanan Terlalu banyak tekstur makanan dalam satu suapan, sehingga ia kesulitan memilah makanan yang ada di dalam mulut Trauma karena dipaksa untuk makan Bosan dengan jenis makanan yang diberikan Gangguan saluran pencernaan, sehingga ia merasa tidak nyaman untuk menelan makanan. Masalah gigi dan mulut. Hal ini dapat berupa gigi yang sedang tumbuh, gigi berlubang, atau sariawan. Proses mengunyah makanan dapat membuat anak merasa sakit sehingga ia memilih mendiamkan makanannya di dalam mulut. Gangguan persepsi sensorik. Dapat berupa gangguan persepsi menelan makanan maupun berupa kurangnya sensitivitas terhadap makanan, dimana anak menjadi kurang peka atau kurang merasakan adanya makanan di dalam mulut. Ketika Si Kecil mu [...]

Amankah Jika Si Kecil Tidur Tengkurap?

Amankah Jika Si Kecil Tidur Tengkurap?

Tidur yang yang berkualitas amat berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan kesehatan fisik dan mental, terutama pada bayi. Namun, beberapa masalah kesehatan pada anak dapat timbul akibat waktu tidur yang kurang, kebiasaan sebelum tidur, hingga posisi ketika tidur.Pada bayi, posisi tidur yang diyakini paling aman saat ini adalah posisi telentang. Namun, terdapat beberapa kondisi di mana anak mendapatkan manfaat lebih jika tidur dalam posisi tengkurap, seperti: Anak yang memiliki gejala refluks gastroesofageal (kembalinya isi lambung ke kerongkongan) Anak yang mengalami kelainan bentuk pada saluran napas (terjadi pada sindrom Pierre Robin, sindrom down, dan lain-lain) Anak yang lahir prematur dan mengalami masalah saluran pernapasan. Posisi tengkurap pada bayi baru lahir prematur diyakini dapat memperbaiki aliran oksigen dari paru-parunya Pada bayi di bawah usia 1 tahun, posisi tengkurap dapat meningkatkan risiko SIDS (Sudden Infant Death Syndrome atau sindrom kematian bayi secara mendadak). Namun tidak hanya posisi tengkurap, faktor risiko lain yang dikaitkan dengan peningkatan risiko SIDS antara lain ibu perokok, perawatan antenatal (sebelum melahirkan) yang buruk, ibu hamil [...]

Mengapa Anak Kurang Suka Sayur?

Mengapa Anak Kurang Suka Sayur?

Pemberian makan pada buah hati haruslah memenuhi kebutuhan zat gizi, baik makronutrien dan mikronutrien. Salah satu sumber zat mikronutrien terdapat pada sayuran. Namun, kebanyakan anak tidak menyukai sayur. Bila ini dibiarkan terus-menerus, maka akan berpengaruh terhadap perkembangan serta pertumbuhannya.Apa sajakah penyebab anak kurang suka mengkonsumsi sayur?Berikut adalah beberapa kemungkinan mengapa anak Anda kurang menyukai sayur: Tidak atau terlambat diperkenalkannya sayur pada saat MPASI. Menurut Academic American Pediatric, tidak ada urutan khusus dalam pengenalan jenis bahan makanan, yang penting tekstur dan konsistensinya harus sesuai dengan kemampuan bayi. Karena itu, perkenalkanlah sayur-sayuran saat memulai MPASI. Dengan memberikan sayur sedari dini, diharapkan anak dapat menyukai sayur pada kemudian hari. Tampilan menu sayur yang kurang menarik Tampilan menu sayur yang kurang menarik dan monoton, memicu anak enggan mengonsumsi sayur. Pilihlah sayuran beraneka warna seperti: oranye ada pada wortel, hijau ada pada brokoli dan bayam, kuning ada pada labu, dsb. Dengan memilih sayuran beraneka ragam, diharapkan anak tertarik untuk mencoba sayuran tersebut (karena warn [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *