3 Alasan Utama Anda Harus Mengganti Sprei Kasur

membersihkan-tempat-tidur-kutu.jpg

Bagi para ibu rumah tangga tentu sudah menjadi kewajibannya untuk menjadwalkan kapan sprei di rumah harus diganti.

Sprei yang menjadi alas bagi kita tidur tentunya harus diperhatikan kebersihannya, apalagi bagi si kecil atau orang-orang dengan bakat alergi.

Meskipun demikian, ada beberapa alasan medis lainnya yang memperkuat alasan kenapa Anda harus mengganti sprei secara rutin.

Pasalnya, jika kebersihan alas tidur dibiarkan tidak terjaga, maka akan muncullah ancaman-ancaman kesehatan lainnya yang bermunculan.

Apa saja konsekuensinya?

Berikut ini adalah beberapa paparannya dan alasan kesehatannya:

1. Sel Kulit yang Mati Mengundang Tungau

Saat tidur, terutama malam hari sel-sel tubuh kita diperbaiki dan diperbaharui dengan sel baru, begitu pula halnya dengan kulit.

Sisa-sisa kulit mati kita tentunya menempel pada sprei yang kita gunakan walaupun tidak terlihat dengan mata telanjang. Sisa-sisa kulit mati inilah yang akan menjadikan sprei tempat yang digemari tungau.

Tungau merupakan hewan mikroskopik yang tidak dapat terlihat dengan mata telanjang. Tungau banyak terdapat di dalam debu rumah. Tungau yang terbawa debu dan hinggap di sprei akan memakan sisa-sisa kulit mati yang terdapat di sana sehingga sprei yang jarang diganti akan mengandung banyak tungau.

Tungau ini adalah semacam kutu yang pada sebagian orang tidak tahan atau alergi terhadap sekret yang mereka keluarkan. Karenanya, jarang mengganti sprei dapat menyebabkan gatal-gatal terutama bagi orang yang alergi tungau. Debu yang menempel di sprei pun bila terhirup dapat menyebabkan sesak napas.

2. Tungau adalah Penyebab Skabies

Salah satu yang penyakit yang mudah muncul dari kondisi tempat tidur yang kotor adalah skabies. Skabies hadir karena munculnya tungau atau kutu di tempat tidur yang lama tidak dibersihkan.

Skabies adalah suatu bentuk penyakit kulit yang disebabkan oleh sensitisasi terhadap parasit tungau kecil Sarcoptes scabiei var, hominis dan produknya. Skabies dikenali apabila ditemukan minimal dua dari keluhan-keluhan berikut:

  • Rasa gatal di daerah lesi pada malam hari
  • Umumnya terjadi dalam kelompok yang memiliki kontak dekat (seperti rumah, asrama, dsb)
  • Adanya lesi (perlukaan) khas berupa terowongan putih atau keabuan rata-rata sepanjang 1 cm yang pada ujungnya terdapat lesi kulit seperti jerawat atau lenting. Umumnya terdapat di sela jari, pergelangan tangan, sisi lengan bawah bagian dalam, siku bagian luar, lipat ketiak, puting, pusar, bokong, kelamin dan perut bagian bawah.
  • Ditemukan adanya tungau baik dalam bentuk telur, larva ataupun tungau dewasa.

Permasalahannya adalah skabies seringkali menyerupai kelainan kulit lain yang juga memiliki keluhan gatal sehingga menyulitkan diagnosis, dan tentu saja, menyulitkan pengobatannya.

3. Sprei Lembab Menjadi Biang Kuman dan Jamur

Selain itu, saat tidur tidak jarang kita mengeluarkan keringat terutama bila saat udara panas. Keringat yang mengenai sprei dapat menimbulkan kelembaban yang menjadi tempat yang disukai oleh kuman dan jamur. Mengganti dan mencuci sprei secara berkala tentunya akan mengurangi kemungkinan kita untuk terjangkit berbagai penyakit.

Lalu apakah hal ini bisa terjadi juga pada alat tidur yang berada di ruangan ber-AC, yang notabene ruangan berAC lebih sedikit risiko mengundang kelembaban dan cenderung kering. Jawabnya adalah sama. Meskipun dirasa kering, kadar kelembaban tak kasat mata dan perkembangannya tidak dapat tertakar kecuali dengan piranti canggih. Jadi, untuk pencegahan keseluruhannya sangat disarankan untuk mulai rutin menjaga kebersihan alas tidur Anda.

Jadi, meskipun mengganti sprei terdengar sebagai sesuatu hal yang sepele namun ternyata jika diabaikan dapat berdampak bagi kesehatan kita.

Sumber: KlikDokter.com

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Gatal di Selangkangan? Awas Celana Dalam Kotor!

Gatal di Selangkangan? Awas Celana Dalam Kotor!

Celana dalam yang kotor membawa ancaman kepada kesehatan selangkangan Anda. Jika Anda terbiasa memakai celana dalam berkali-kali atau lama tidak diganti, tidak pelak lagi sederet penyakit kulit siap mengintai siap mampir membuat Anda kewalahan. Berbeda dengan pakaian lainnya, celana dalam justru bisa lebih kotor dibandingkan pakaian lainnya, sekalipun tersimpan di lapisan dalam pakaian. Pasalnya suhu dan kelembaban yang ada membuat bakteri lebih mudah berkembang. Lalu kalau pakaian dalam kotor dibiarkan akibatnya apa? Berikut beberapa kondisi yang paling umum bisa terjadi karena kebiasaan tidak mengganti celana dalam diantaranya adalah: Kehadiran jamur dermatofita E.Floccosum, T. Rubrum, dan T. Mentagrophytes Mereka-mereka ini menyebabkan tinea kruris. Apa itu tinea kuris? Yang jelas tidak akan terdengar menyenangkan untuk selangkangan Anda. Biasanya mengenai daerah selangkangan atau sisi paha atas bagian dalam, dapat terjadi di kedua paha atau di salah satu paha saja. Keluhan utama adalah rasa gatal yang dapat hebat, terlebih jika kondisi kulit berkeringat. Lesi berbatas tegas, tepi meninggi yang dapat berupa bintil-bintil kemerahan atau lenting-lenting kemerahan, atau kadang ter [...]

5 Cara Agar Rumah Bebas Polusi

5 Cara Agar Rumah Bebas Polusi

Di kota besar, polusi menjadi masalah besar. Ketika ke luar rumah, Anda akan disambut oleh asap knalpot, debu dan kotoran, serta radikal bebas yang berbahaya. Akibatnya, kulit wajah menjadi kusam, kotor, dan berjerawat. Apalagi ditambah paparan radiasi sinar ultraviolet yang dapat menyebabkan kulit wajah menjadi berkerut. (Baca: Bahaya Sinar Matahari Terhadap Kulit) Tapi hati-hati, polusi tak hanya ada di luar rumah. Polusi pun ada di dalam rumah. Debu, asap rokok, kotoran yang menumpuk dari pendingin udara, semprotan yang mengandung aerosol adalah polusi dalam rumah yang dapat berdampak buruk pada kulit wajah Anda. Selain wajah jadi kusam dan kotor, polusi dapat membuat penuaan dini pada wajah. (Baca: Bahaya Polusi Terhadap Kulit) Memang sulit untuk menghindari polusi. Tapi Anda bisa mencegahnya dengan cara: Bijak memilih produk pembersih rumah yang mengandung bahan-bahan natural. Bersihkan rumah dari debu. Disarankan untuk membersihkan debu dengan cara mengelapnya daripada hanya disapu. Jika memakai alat penyedot debu, dan pilih yang menggunakan HEPA(High-efficiency Particulate Air)filter. Pastikan ada ventilasi di rumah sehingga ada pertukaran udara. Cegah a [...]

Ternyata Benda di Rumah ini Paling Penuh Kuman!

Ternyata Benda di Rumah ini Paling Penuh Kuman!

Sehari-hari, rumah tentunya menjadi tempat peristirahatan yang ditunggu-tunggu setelah seharian bekerja. Namun, sudahkah Anda mempraktikkan kebersihan yang baik di rumah? Jangan sampai rumah justru menjadi sarang kuman yang dapat mengganggu kesehatan! Tahukah Anda bahwa beberapa barang yang ?biasa? ditemukan di rumah justru mengandung kuman dalam jumlah besar?Hasil penelitian yang dilakukan oleh Donofrio RS dkk. tahun 2012 dari University of Calcutta yang dipublikasikan dalam Journal of Environmental Health berikut ini dapat membantu kita meningkatkan kewaspadaan akan pentingnya kebersihan, bahkan di rumah tangga sehari-hari.Berdasarkan kebiasaan, sering kali kita lebih memfokuskan kebersihan pada satu tempat, sementara mengabaikan kebersihan di tempat lainnya. Saat hal ini terjadi, kita akan rentan terhadap infeksi kuman dan perpindahan kuman dari barang-barang ke tubuh mudah berlangsung. Barang rumah tangga apa yang paling banyak mengandung kuman? Jawabannya adalah spons pencuci piring! Spons pencuci menjadi benda paling terkontaminasi di rumah. Selain itu, area dapur dan cucian piring menjadi area paling terkontaminasi, termasuk papan pemotong (talenan).Untuk itu, berinvestasila [...]

AC Membantu Kurangi Stres di Kantor

AC Membantu Kurangi Stres di Kantor

Ruang kerja yang dilengkapi pengkondisi udara atau AC jelas akan lebih nyaman dan lebih mendukung performa kerja karyawan. Dengan angka suhu yang pas, tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas maka produktivitas dapat terdongkrak dengan prestasi karyawan yang lebih kondusif. Suhu ruangan yang mendukung juga mengurangi kondisi stres dan depresi di kantor. Suhu yang tinggi akan mengakibatkan kondisi tubuh mudah berkeringat dan lembab. Tak ayal kondisi ini juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan yang mempengaruhi kelancaran performa kerja. AC juga membantu ruangan kerja terlindung dari polusi udara. Dimana polusi udara sendiri sudah menjadi biang penyakit yang menghantui kesehatan pekerja di area kerja. Para peneliti dari University of Michigan memaparkan bahwa menghirup udara berpolusi selama dua jam dapat meningkatkan tekanan darah dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Hypertension tersebut, para peneliti melibatkan 83 partisipan dengan memaparkan partisipan dengan udara yang sudah dikondisikan dengan udara yang tercemar di jalan raya kota. Hasilnya? Polusi udara menyebabkan peningkatan kadar tekanan diastolik (angka baw [...]

Mencegah Kuman Menyebar di Rumah

Mencegah Kuman Menyebar di Rumah

Anak yang sakit dapat menjadi sumber stres nomor satu orangtua.Untuk itulah, menjaga kebersihan dari rumah sangat diperlukan.Berikut ini empat cara untuk mencegah penyakit dan kuman berkembang di rumah Anda:1. Mencuci tanganMencuci tangan merupakan cara yang paling efektif untuk mencegah kuman menyebar.Sekitar 80% penyakit menular yang disebarkan oleh sentuhan tangan. Ajarkan anak-anak untuk mencuci tangan sebelum makan, saat mandi, dan setelah dari toilet.Supaya kegiatan mencuci tangan tidak membosankan, ajaklah mereka untuk melantunkan lagu sembari mencuci tangan.Para ahli merekomendasikan untuk mencuci tangandengan sabun selama 20 detik. Nah, nasihat yang samajuga berlaku untuk Anda. Ketika Anda sudah terlalu sibuk dengan anak, kadang Anda luput untuk menjaga kesehatan sendiri.Padahal, anak yang sakit bisa saja disebabkan oleh kuman yang ada pada tangan Anda.Berikut langkah pencegahan penyebaran kuman lainnya: Beri [...]

Tips Menyimpan ASI di Kulkas

Tips Menyimpan ASI di Kulkas

Oleh: dr. Tri Rejeki Herdiana Berbagai variasi dalam pemberian Air Susu Ibu (ASI) dapat dilakukan oleh seorang Ibu yang sedang menyusui. Misalnya, pemberian tidak harus selalu langsung dari payudara Ibu, tapi dapat dipompa dulu dan diberikan kemudian, karena ASI sendiri dapat diawetkan dengan cara menyimpannya di termos atau ditempat tertutup dan bersih, dalam hal ini kulkas dapat menjadi pilihan andalan. ASI dapat tahan 6 jam pada suhu kamar dan 2x24 jam bila disimpan dilemari es. Dengan demikian Ibu dapat memberi ASI tanpa kehadiran Ibu. Di bawah ini akan kami berikan penyimpanan ASI beserta dengan ketahanannya : Suhu ruang (19-22 C) : 4-10 jam Refrigerator (kulkas bawah) dengan suhu 0-4 C : 2-3 hari Freezer pd kulkas berpintu satu (suhu variatif < 4 C) : 2 minggu Freezer pd kulkas berpintu dua (suhu variatif < 4 C) : 3-4 bulan Freezer khusus ( -19 C) : 6 bulan atau lebih Untuk memudahkan bagi Anda, berikut saran cara menyimpan ASI di kulkas yang baik dan benar. Pastikan terlebih dahulu kondisi kulkas tidak rusak atau tengah mengalami kendala teknis. Tempatkan botol ASI yang paling pertama dipompa di bagian paling depan (paling mudah diraih), dan beru [...]

Mengendalikan Penyebab Alergi di Ruangan

Mengendalikan Penyebab Alergi di Ruangan

Bagi Anda yang terlampau peka terhadap debu atau suhu dingin di ruangan , Anda dapat mengikuti beberapa tips berikut ini untuk memudahkan Anda mendapatkan kenyamanan di tempat tinggal maupun kantor Anda. Yuk simak lebih lanjut: Gunakanlah AC ruangan atau Air Purifier yang memiliki fitur filter udara terhadap mikro-bakteri dan debu. Jaga sirkulasi ruangan tetap lancar. Atur waktu di pagi hari yang memungkinkan untuk membuka semua jendela dan ventilasi agar udara segar di pagi hari dapat membantu kelancaran sirkulasi udara ruangan. Jaga kelembaban udara ruangan tetap stabil. Seringkali AC hanya dapat mengeluarkan udara dingin dan kering saja, dimana dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri. Namun dewasa ini sudah terdapat AC dan air purifier yang memiliki fitur pengkondisi kelembaban udara guna mencegah pembentukan bakteri lebih optimal. Sedot debu di ruangan menggunakan mesin penyedot debu setidaknya 1 atau 2 kali sepekan. Usahakan jangan menyimpan mesin penyedot debu di dalam ruangan yang sama. Karena besar kemungkinan partikel debu dapat kembali mengudara ke ruangan yang telah dibersihkan. Jika memang terpaksa menyimpanny [...]

Sprei Kotor, Awas Skabies!

Sprei Kotor, Awas Skabies!

Oleh: dr. Salma Oktaria Tidak sedikit yang lupa akan kondisi kebersihan tempat tidurnya. Penatnya aktivitas membuat luput ingatan akan kebersihan kasur. Hal ini sangatlah berisiko, karena status kebersihan tempat tidur menjadi faktor penentu kesehatan kulit juga. Salah satu yang penyakit yang mudah muncul dari kondisi tempat tidur yang kotor adalah skabies. Skabies hadir karena munculnya tungau atau kutu di tempat tidur yang lama tidak dibersihkan. Skabies adalah suatu bentuk penyakit kulit yang disebabkan oleh sensitisasi terhadap parasit tungau kecil Sarcoptes scabiei var, hominis dan produknya. Skabies dikenali apabila ditemukan minimal dua dari keluhan-keluhan berikut: Rasa gatal di daerah lesi pada malam hari Umumnya terjadi dalam kelompok yang memiliki kontak dekat (seperti rumah, asrama, dsb) Adanya lesi (perlukaan) khas berupa terowongan putih atau keabuan rata-rata sepanjang 1 cm yang pada ujungnya terdapat lesi kulit seperti jerawat atau lenting. Umumnya terdapat di sela jari, pergelangan tangan, sisi lengan bawah bagian dalam, siku bagian luar, lipat ketiak, puting, pusar, bokong, kelamin dan perut bagian bawah. Ditemukan adanya tungau baik dalam bentuk te [...]

10 Kiat Penanganan Flu di Rumah

10 Kiat Penanganan Flu di Rumah

Flu yang tidak kunjung sembuh tentu akan mengganggu kegiatan sehari-hari. Diperlukan penanganan yang tepat untuk mengatasinya. Berikut adalah 10 kiat untuk mengusir flu yang bisa Anda lakukan sendiri di rumah:1. Minum Teh Hangat dengan MaduSaat Anda sedang flu, perbanyak konsumsi cairan terutama yang hangat. Teh dapat membantu meredakan tenggorokan. Tambahkan madu yang kaya akan antioksidan dan perasaan jeruk lemon sebagai tambahan vitamin C. 2. Minum Jus JerukJeruk kaya akan vitamin C, yang dapat membantu meredakan flu dan berfungsi sebagai dekongestan alami. Sumber vitamin C lainnya bisa didapatkan dari stroberi, tomat, dan brokoli.3. Makan SupMakan sup ayam hangat dapat membantu meredakan gejala flu. Terlebih jika disajikan hangat, uapnya akan melegakan hidung yang tersumbat.4. Menghirup Uap HangatAnda bisa mengisi baskom dengan air panas dan menambahkan 2 sdt jahe yang sudah dipotong-potong. Cobalah untuk menghirupnya agar meredakan gejala flu. Selain itu, cara lain yang bisa Anda terapkan adalah dengan menambahkan beberapa tetes minyak kayu putih atau minyak mint ke dalam baskom air panas tersebut. 5. Mandi atau Berendam Air HangatSewaktu Anda mandi dengan air hangat, tutup j [...]

Awas! Asal Simpan Makanan di Kulkas Bisa Keracunan!

Awas! Asal Simpan Makanan di Kulkas Bisa Keracunan!

Ya, betul. Potensi keracunan makanan bisa terjadi jika kita kurang tepat menyimpan makanan dan minuman di kulkas. Lho, kok bisa? Lebih lanjut kita simak saja langsung beberapa kiat sehat menyimpan makanan dan minuman yang baik dan sehat berikut ini: Pengaturan SuhuAtur suhu kulkas (non-freezer) diantara 3&#2013266096;C hingga 5&#2013266096;C. Terlampau dingin atau terlampau hangat juga tidak baik untuk makanan lainnya dan memungkinkan bakteri malah tumbuh lebih mudah. Penyimpanan Daging, Ikan, Ayam / UnggasJika Anda menyimpan ikan, ayam atau unggas-unggasan segar lainnya di area non-freezer usahakan jangan lebih dari 2 hari. Untuk daging segar, jangan lebih dari 3 apalagi 5 hari. Segera masak atau jika hendak menyimpannya lebih lama, maka bekukanlah dengan menyimpannya di dalam area freezer. Duren atau Makanan Aroma MenyengatJika Anda berencana menyimpan makanan-makanan yang beraroma, maka pastikan Anda memiliki tempat yang memiliki wadah yang bertutup rapat. Hal ini untuk menghindari rusaknya makanan lain karena aroma makanan yang menyengat tersebut. Simpan makanan yang beraroma menyengat di wadah tertutup dan tidak bocor udara. [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *