4 Cangkir Kopi Sehari Cegah Diabetes?

000372100_1415937699-Kopi.jpg

Pada peringatan Hari Diabetes Dunia 2014, the Institute for Scientific Information on Coffee di Swiss, menerbitkan satu laporan tahunan terkait diabetes, serta mengumpulkan sejumlah penelitian yang menyoroti manfaat kafein bagi kesehatan.

Salah satu penelitian menyebutkan, minum tiga hingga empat cangkir kopi sehari dapat mengurangi risiko diabetes, bila dibandingkan mereka yang minum kopi kurang dari tiga gelas sehari.

Selain itu ditemukan juga waktu yang pas untuk minum secangkir kopi tanpa kafein yang disaring terlebih dahulu, yaitu saat makan siang.

Sebab, dalam penelitian yang melibatkan hampir 70.000 wanita di Prancis yang gemar minum secangkir kopi saat jam makan siang, diketahui terhindar dari diabetes.

Bahkan, jenis kopi memiliki pengaruh besar terhadap diabetes. Kopi yang disaring dan tanpa kafein menunjukan perlindungan yang lebih besar, daripada yang direbus.

Tidak hanya diabetes, kemungkinan untuk mengidap kanker, penyakit jantung, hipertensi, dan stroke sangat kecil bila rutin mengonsumsi kafein.

“Kopi dapat memengaruhi sensitivitas insulin dalam tubuh. Dalam satu studi, laki-laki di Jepang dianjurkan meminum beberapa cangkir kopi tanpa pemanis, dapat melindungi mereka terhadap resistensi insulin pada individu dengan berat badan normal,” kata para peneliti seperti dikutip Daily Mail, Jumat (14/11/2014)

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Jangan Diagnosa Penyakit dari Wikipedia, 90 Persen Tak Akurat

Jangan Diagnosa Penyakit dari Wikipedia, 90 Persen Tak Akurat

Teknologi internet memang banyak manfaatnya. Tapi jangan salah, menentukan penyebab gejala penyakit dari situs seperti Wikipedia mungkin merupakan ide buruk. Berdasarkan penelitian ternyata 90 persen diagnosa penyakit tidak sesuai dengan kondisi medis umum. Dailymail melaporkan, peneliti utama dari Universitas Campbell di AS, Robert Hasty yang menyebutkan Wikipedia bukan referensi penyakit, bahkan memperingatkan bahwa situs ini banyak dikunjungi para dokter muda. "Karena mencari suatu penyakit tertentu juga harus memperhatikan riwayat penyakit dan faktor risiko lain untuk menentukan perawatan terbaik. Jadi tidak bisa hanya berdasarkan situs tersebut." Meski begitu, Robert tidak menampik bahwa sejak diluncurkan pada tahun 2001, Wikipedia telah menjadi situs referensi umum di internet. Halaman ini berisi lebih dari 31 juta entri dalam 285 bahasa. Setidaknya 20.000 artikel berkaitan dengan kesehatan. Tim peneliti juga melihat informasi yang telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan medis seperti misalnya antidepresan tidak bermanfaat bagi anak-anak. Menurut peneliti, ini tidak benar karena ini bisa mencegah orangtua membiarkan anak-anaknya untuk berhenti minum obat. Perusahaan oba [...]

Rasullah Tidak Pernah Mencampur Makanan yang Disantapnya

Rasullah Tidak Pernah Mencampur Makanan yang Disantapnya

Mencampurkan berbagai jenis makanan sekaligus, menjadi pola makan yang dianut masyarakat saat ini. Nasi, daging, ikan, dan sayur tumpah ruah menjadi satu di atas piring. Selesai makan, buah segar pun kerap dijadikan pencuci mulut. Pernahkah kita berpikir apa yang akan terjadi di lambung ketika diisi oleh semua jenis makanan tersebut? Ketua Forum Kajian Islam dan Kedokteran Indonesia, dr Muhammad Suwardi mengatakan, hanya enzim pepsin yang berperan khusus untuk mencerna protein. Sedangkan makanan lainnya, tidak dapat dicerna dengan baik."Hanya nongkrong dalam waktu lama dan dengan kondisi asam pekat. klaua sudah seperti ini, maka orang tersebut berisiko mengalami penyakit lambung," kata Suwardi menjelaskan dalam bukunya yang berjudul `Solusi Sehat Islami` ditulis Health Liputan6.com pada Jumat (4/7/2014)Ada pun penyakit lambung yang dimaksud seperti gastritis (peradangan selaput lendir pada lambung) dengan gejala perut kembung, nek (berasa hendak muntah dan mual), perih ulu hati, atau perut seperti terbakar. "Jika Anda makan kekenyangan, dan tiba-tiba muncul cairan bercampur makanan naik ke tenggorokan Anda, itulah salah satu gejala awal lambung bermasalah," kata dia menambahkan. [...]

Pemerintah Nunggak Utang RS, Obat Kanker Jadi Langka

Pemerintah Nunggak Utang RS, Obat Kanker Jadi Langka

Banyaknya keluhan masyarakat yang menyebutkan kelangkaan obat kanker di sejumlah daerah terus menjadi masalah. Beberapa yayasan yang menangani pasien kanker bahkan menyebutkan obat kanker sering tiba-tiba menghilang dari pasaran. Menanggapi hal tersebut, Konsultan Hematologi Onkologi dari Divisi Hematologi Onkologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM, Prof. Dr. Djajadiman Gatot SpA(K) mengungkapkan bahwa sebenarnya tidak ada obat yang menghilang di pasaran. Karena ia pernah menelusuri bahwa kelangkaan obat kanker dikarenakan keengganan sejumlah perusahaan farmasi memberikan obat kanker pada RS. "Saya juga melihat kondisi ini. Tapi setelah diusut ke distributor obat, kenapa obat menghilang? Mereka bilang, `Dok tidak hilang, tapi RS belum bayar. Kita tidak bisa berikan lagi`. Saya bertanya, Kenapa? Karena masih ada tunggakan dari RS jadi kita tidak bisa berikan lagi," kata Prof Djajadiman saat temu media di acara pembukaan layanan kesehatan kanker anak gratis oleh Tahir Foundation di RS Mayapada, Senin (26/5/2014). Masalahnya, lanjut Prof Djajadiman, hal ini berdampak negatif pada pasien. Mereka antre di Instalasi Gawat Darurat tanpa kepastian. Ada pula yang tidak bisa masuk [...]

4 Dugaan Kuat MERS Ditularkan Unta

4 Dugaan Kuat MERS Ditularkan Unta

Penelitian mengenai asal muasal Sindrom Pernapasan Timur Tengah atau Middle East Respiratory Syndrome (MERS) memang masih diteliti lebih lanjut. Tapi sejumlah penelitian dan dugaan terus dikaitkan dengan unta.Seperti diungkapkan Kepala Badan Litbangkes Kemeterian Kesehatan Republik Indonesia yang juga salah satu anggota Emergency Committee WHO untuk MERS-CoV, Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama bahwa sejauh ini dugaan kuat MERS disebarkan melalui unta."Jamaah umrah atau calon haji jangan kontak langsung dengan unta, jangan kunjungi peternakan unta dan jangan konsumsi susu Unta mentah?," katanya pada laporan tertulis yang diterima Liputan6.com, Senin (9/6/2014).Tentang unta dan susu unta ini, Tjandra menyampaikan 4 hal, yaitu:1. Di tahun 2014 sudah ada 5 artikel penelitian di jurnal internasional tentang unta ini2. Artikel terakhir di ?New England Journal of Medicine oleh Jonathan Bell dan rekannya di Nottingham University menemukan, pasien MERS yang ternyata memelihara sembilan ekor unta. Pria berusia 44 tahun itu disebutkan sempat memberikan obat berupa tetes hidung pada unta-unta peliharaannya itu. Genom pasien dan genom di untanya adalah "match". (Baca: Pemerintah Arab mulai percaya [...]

Label Gizi pada Fast Food, Efektifkah?

Label Gizi pada Fast Food, Efektifkah?

Untuk mendidik masyarakat Indonesia dalam menilai makanan mana yang tinggi kalori, gula dan garam, pemerintah telah lama memiliki Permenkes No 30 tahun 2013 yang mewajibkan perusahaan fast food mencantumkan label gizi pada setiap makanan dan minuman. Namun hal ini ternyata dinilai tidak efektif tanpa kerjasama semua pihak.Seperti disampaikan pakar gizi dari Departemen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Endang L. Achadi bahwa label gizi sangat penting untuk mendidik dan membantu masyarakat untuk mengetahui zat-zat gizi dalam makanan cepat saji. "Cara ini bisa efektif dan tidak karena tidak semua orang mempunyai kebiasaan membaca label makanan, artinya harus ada upaya-upaya juga supaya masyarakat mau membaca label setiap membeli makanan baru. Kalau masyarakat mempunyai kebiasaan tersebut, bisa efektif. Tetapi, saya lihat belum semua masyarakat mempunyai kebiasaan tersebut, maka bisa jadi tidak efektif," jelas Endang saat ditemui di acara seminar Nutritalk, Yogyakarta, ditulis Selasa (2/9/2014).Jadi memang, kata Endang, intervensi tidak bisa sendirian, harus disertai dengan sosialisasinya, yakni merubah kebiasaan supaya membaca label.Kewajiban pencantuman label [...]

RS Pertamedika Memang Lain dari Rumah Sakit Lain

RS Pertamedika Memang Lain dari Rumah Sakit Lain

Sebagai pusat lever dan jantung di kawasan Bogor, Jawa Barat, Rumah Sakit Pertamedika juga memiliki harapan agar Indonesia dapat menjadi bagian medical tourism di dunia.Karena itu, Presiden Direktur RS Pertamedika Sentul City, Dr. Dany Amrul Ichdan, SE, MSc menyampaikan bahwa RS Pertamedika memiliki diferensiasi produk dan layanan dibandingkan dengan rumah sakit swasta lain."Dalam strategi diferensiasi produk dan pelayanan, kami memiliki paket pemeriksaan hati dan jantung yang didukung teknologi canggih dan spesialis yang kompeten. Kami juga memiliki paket untuk mereka yang kurang mampu dengan harga termurah sampai paket ekslusif untuk keluarga," kata Dany, seperti ditulis Selasa (21/1/2014).Sementara untuk diferensiasi pelayanan, RS Pertamedika memberi garansi waktu tunggu dan antrian dari konsultasi dokter, sharing, bayar obat, dengan standar pelayanan 30 menit."Jadi bisa dikira-kira kalau ada kepentingan lain setelah periksa dari rumah sakit," jelasnya. Selain itu, RS Pertamedika juga bekerjasama dengan ahli lever dari Jepang dengan harapan mereka juga akan melakukan transfer ilmu agar dokter Indonesia bisa mandiri dan punya kemampuan yang tak kalah hebat tentang lever."Kami jug [...]

70 Persen Kebutaan di Indonesia Akibat Katarak

70 Persen Kebutaan di Indonesia Akibat Katarak

Ketidaktahuan masyarakat bahwa sebagian besar penyebab kebutaan bisa ditanggulangi membuat angka kebutaan di Indonesia tinggi. Angka kebutaan masyarakat Indonesia nyaris tertinggi di dunia berdasarkan pertemuan di Asia Pacific Academy of Opthalmology di tahun 2010. "Menjadi tua kemudian mengalami kebutaan dianggap hal lumrah. Kebanyakan orang cenderung pasrah menghadapinya. Padahal hal ini bisa ditanggulangi dan dicegah sebelum masalah kebutaan terjadi," tutur direktur utama Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo, Hikmat Wangsaatmadja saat ditemui awak media pada Rabu (17/12/2014). Menurutnya sekitar 80 persen penyebab kebutaan di Indonesia sebenarnya bisa dihindari. Sekitar 71,7 persen penyebab kebutaan disebabkan oleh penyakit katarak yang sesungguhnya bisa ditanggulangi untuk tidak menjadi kebutaan. Menurut Hikmat, kebutaan yang sesungguhnya bisa dicegah ini membuat produktivitas pasien maupun orang di sekitarnya terganggu. "Kebutaan tentu membuat masa produktifnya tak berjalan seperti biasa. Selain itu, akan berdampak pada produktivitas satu-dua orang di sekitarnya terganggu karena membantu mengurusi diri pasien yang penglihatannya terganggu," tegasnya. Lalu, sekitar [...]

Mensos: Peduli dan Berbagi Kunci Revitalisasi Kearifan Lokal

Mensos: Peduli dan Berbagi Kunci Revitalisasi Kearifan Lokal

Setiap 20 Desember, diperingati sebagai Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN). Salah satu rangkaian acaranya, Kementerian Sosial menggelar Lintas Batas Kesetiakawanan Sosial (LBKS) 2014. ?Tahun ini, peringatan HKSN bakal digelar di Provinsi Jambi, ? kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di Lahat, Sumatera Selatan, Selasa (16/12/2014). Hari ini, Tim LBKS sampai di Lahat, Sumatera Selatan, dan akan berakhir di Jambi sebagai puncak peringatan HKSN 2014. Dalam perjalanan darat tersebut, dilaksanakan berbagai kegiatan penanganan masalah sosial. Sebelumnya, Mensos telah melepas secara resmi Tim LBKS di Silang Monas Selatan, Jakarta, Sabtu (13/12/2014), menuju Pandeglang, Banten. Kemudian perjalanan darat dilanjutkan ke Kalianda, Provinsi Lampung. Pemilihan tempat berdasarkan pada analisis peta masalah sosial yang paling beresiko dan perlu penanganan segera, seperti pemasangan kaki dan tangan palsu bagi penyandang disabilitas, santunan dan bantuan sembako bagi kelompok marjinal, donor darah, Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni, serta penyuluhan sosial. Peduli, berbagi dan toleransi adalah sikap yang harus dikuatkan dengan pendampingan dan revitalisasi nilai-nilai k [...]

Baru 50 Persen Perusahaan Rokok yang Pasang Peringatan Bergambar

Baru 50 Persen Perusahaan Rokok yang Pasang Peringatan Bergambar

Sudah empat bulan peraturan pemasangan gambar seram di bungkus rokok berjalan, baru 50 persen lebih perusahaan rokok yang mematuhi aturan tersebut, dan sisanya masih ada saja yang membandel."Bagi yang sudah patuh saya ucapkan terimakasih. Bagi yang belum mematuhinya, saya anggap tidak becus dan membangkang," kata Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH di Blitz Megaplex Auditorium 6, Mal Pacific Place Lantai 6, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (10/10/2014).Menkes menegaskan akan terus menegaskan perusahaan rokok yang belum mematuhi aturan mengenai pemasangan gambar seram tersebut akan akan terus diperingatkan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). "Kalau tidak salah, waktu baru dimulai pada bulan pertama, baru 11 persen yang mematuhinya. Tapi, karena terus menerus oleh BPOM, meningkat menjadi 50 persen, bahkan lebih," kata Menkes menambahkan.Badan POM, puji Menkes, giat melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap produsen rokok. BPOM juga terus berupaya agar mereka mau mematuhi aturan yang telah diterapkan itu.Menkes juga memiliki harapan cukup besar pada pemerintah yang baru nanti agar mau menaikan harga rokok atau menaikan cukai rokok.Se [...]

RSUD dr Soetomo Terima Dua Pasien Terduga MERS

RSUD dr Soetomo Terima Dua Pasien Terduga MERS

PeduliSehat.info, Surabaya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soetomo sejak 9 Mei hingga 11 Mei 2014 menerima dua pasien yang diduga menderita Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV). Keduanya dirawat intensif di ruang isolasi khusus. Kedua pasien tersebut diketahui berinisial W (54) warga Dupak, Surabaya, dan pasien berikutnya berinisial M (64) asal Lamongan.Menurut dr Winariani Koesumoprodjo SpPK MARS, setiba di RSUD dr Soetomo, pasien menjalani pemeriksaan dan dimasukkan ke RIK (ruang isolasi khusus) sekitar pukul 14.00 WIB. M juga telah menjalani pemeriksaan swab tenggorok dan hidung, tes darah lengkap, serta foto toraks.Berdasar riwayat medis, saat masuk ke RSUD dr Soetomo, suhu tubuh perempuan paruh baya itu mencapai 38 derajat Celsius. "M juga masih mengalami sesak napas serta batuk-batuk," tutur Winariani Koesumoprodjo, Selasa (13/5/2014).Winariani menambahkan, sesuai dengan gejala klinis, M dicurigai terinfeksi MERS. "Sebab ada faktor risiko. Yakni, M baru kembali dari Makkah. Dia juga punya gejala seperti MERS, batuk dan sesak napas," katanya.Tapi, dari hasil pemeriksaan foto dada ketika pasien pertama dirujuk ke RSUD dr Soetomo malah mengarah pada pneum [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *