5 Alasan Ebola Dinyatakan Darurat Internasional

Nigeria.jpg

Analisa Emergency Committe tentang ebola menunjukkan adanya lima masalah penting di tiga negara episenter Ebola itu.

Pertama, sistem kesehatan tidak berjalan baik, meliputi SDM, anggaran dan peralatan.

Kedua, tidak berpengalaman menangani virus ebola khususnya karena terdapat salah pendapat di masyarakat.

Ketiga, mobilitas perpindahan penduduk yang tinggi sehingga meningkatkan resiko penularan penyakit.

Keempat, sudah terjadi penularan dalam beberapa generasi, khususnya di ibu kota ke 3 negara itu.
Masalah kelima adalah sudah terjadinya penularan di fasilitas kesehatan dan rumah sakit.

Berbagai pertimbangan ini menunjukkan bahwa penularan penyakit telah meluas dan belum dapat dikendalikan. Selain itu berpotensi menyebar ke negara-negara lain.

Dengan dinyatakan sebagai PHEIC (Public Health Emergency of International Concern) atau kedaruratan kesehatan masyarakat, maka upaya penanggulanan dinegara terjangkit akan ditingkatkan maksimal. Sementara itu dunia internasional akan turun tangan membantu.

Dengan deklarasi PHEIC ini maka negara-negara pada umumnya akan meningkatkan kemampuan pencegahan, deteksi, surveilans dan respons dalam sistem kesehatan mereka masing-masing.

Dari pengalaman H1N1 pandemi yang dinyatakan sebagai PHEIC maka angka kejadian penyakit dan kematian dapat diturunkan, penularan antarnegara dikontrol baik serta terjadi peningkatan penguatan sistem kesehatan di masing-masing negara.

Prof dr Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Kementerian Kesehatan RI

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Dua Cara Dapatkan Perut Rata Ketika Usia Tua

Dua Cara Dapatkan Perut Rata Ketika Usia Tua

Untuk mendapatkan perut rata, berat badan ideal, sehat, dan ukuran pinggang yang normal di usia tua, sangat dianjurkan untuk menggabungkan olahraga angkat beban dan aerobik selama melakukan aktivitas fisik.Para pakar di bidang olahraga mengatakan bahwa latihan beban jauh lebih efektif untuk menjaga perut senantiasa rata, ketimbang hanya melakukan aerobik (berjalan atau bersepeda) ketika berusia tua.Frank Hu, Peneliti dari Harvard School of Public Health, mengatakan, "Kami ingin menggarisbawahi bahwa melakukan latihan beban dapat mengurangi obesitas di perut, terutama di kalangan orang tua." Pria yang rutin melakukan latihan beban selama 20 menit, lanjut Frank, kemungkinan untuk mengalami peningkatan lemak perut karena usia sangatlah kecil. "Bila dibandingkan dengan pria yang menghabiskan waktu yang sama untuk latihan aerobik," kata dia menjelaskan seperti dikutip Daily Mail, Rabu (24/12/2014)Tapi, dari penelitian yang mereka lakukan selama beberapa tahun diketahui kalau menggabungkan latihan beban dengan aerobik akan menghasilkan sesuatu yang optimal. [...]

Selain Antiiritasi, Madu Juga Efektif Cegah Jerawat

Selain Antiiritasi, Madu Juga Efektif Cegah Jerawat

Siapa yang tidak kenal zat alami yang dihasilkan lebah? Ya, khasiat madu memang telah diujicoba sejak zaman dulu dan merupakan pelembab alami yang sangat baik bagi kesehatan kulit, khususnya wajah. Bagaimana tidak, selain anti iritasi, madu juga efektif mencegah jerawat.Begitu disampaikan dokter kecantikan dari Floe Beauty Cottage, Dr. Theresia Tedjasukmana. Menurutnya, madu dapat mengurangi kelebihan minyak pada kulit. Sehingga sangat baik dipalikasikan pada wajah orang yang memiliki kulit berjerawat dan sensitif."Madu itu antibakteri. Baik untuk jerawat dan bisa menyerap kelebihan minyak. Selain itu, madu juga bisa digunakan apabila kulit sedang iritasi, kemerahan atau terjadi pengelupasan kulit," kata Theresia saat ditemui di Floe Beauty Cottage, ditulis Jumat (26/9/2014). Theresia mengungkapkan, semua jenis madu khususnya yang kental bisa langsung diaplikasikan di wajah untuk mencegah munculnya jerawat. "Gunakan ketika iritasi atau lakukan masker rutin 2-3 kali seminggu, dapat mencegah jerawat muncul," jelasnya. [...]

Anak Demam Selama di Umrah, Orangtua Jangan Panik Dulu

Anak Demam Selama di Umrah, Orangtua Jangan Panik Dulu

Takut terpapar virus Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV) selama menjalani ibadah umrah di Tanah Suci Makkah, sejumlah jamaah langsung memeriksakan kondisi tubuhnya di rumah sakit atau pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) satu hari setelah mendarat di Indonesia. Terlebih, para jamaah yang mengikutsertakan buah hatinya dalam perjalanan itu."Dengan adanya informasi tentang MERS-COV ini, begitu turun dari Airport, orang-orang langsung menghubungi saya dan memeriksakan kondisinya. Mereka bertanya, apakah saya atau anak saya terpapar virus itu." kata Spesialis Infeksi Pencernaan yang pernah bekerja di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr. Mulyadi Tedjapranata, MD, FIAS dalam acara `Cara Aman Menangani Virus MERS-CoV dan Pencegahannya` di STANMED Center, Jalan Hang Lekir, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (14/5/2014)Meski anak-anak memiliki risiko cukup besar untuk terpapar virus berjenis RNA itu, bukan berarti orangtua langsung panik, dan memperlakukan buah hatinya secara berlebihan, saat ia terserang flu. Ia menjelaskan, hal pertama yang harus dilakukan adalah memberikan obat untuk menaikkan daya tahan si anak."Ketika anak flu selama berada di sana, jangan diberikan a [...]

2 Syarat Agar Jamaah Umrah Kebal Virus Korona

2 Syarat Agar Jamaah Umrah Kebal Virus Korona

Penyebaran virus korona memang begitu cepat karena melalui udara. Tapi yang penting Anda ketahui, semua virus bisa menyusup ke dalam tubuh kita karena sistem kekebalan tubuh menurun. Dalam beberapa kasus seperti ibadah umrah atau haji, Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kesehatan saat beribadah. Seperti disampaikan Kepala Pusat Kesehatan Haji, Dr. dr. Fidiansyah, Sp.KJ, MPH bahwa dalam menjalankan ibadah umrah yang terpenting adalah dua hal: 1. Bagaimana tetap menjaga hidup bersih dan sehat 2. Tidak memforsir tubuh saat beribadah "Baik umrah atau haji, ibadah ini membuat lelah. Kita imbau mereka untuk menjaga dan mempertimbangkan risiko pada yang sakit. Karena pasti melelahkan, kalau di forsir, daya tahan tubuhnya pasti turun. Saat itulah virus masuk," kata Fidiansyah yang ditemui di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Sabtu (3/5/2014). Yang perlu diingat lagi, lanjut Fidiansyah, rukun wajib umrah. Artinya, bila kondisi tubuh sedang prima, maka silahkan untuk mengulang ibadah umrah, tapi bila kondisinya tidak baik maka tidak disarankan karena mereka yang memiliki ketahanan tubuh lemah rentan sakit. "Umrah cuma wajib sekali. Kalau 2-3 kali ko [...]

Penyakit yang Bikin Fungsi Otak Lenyap, Waspadalah

Penyakit yang Bikin Fungsi Otak Lenyap, Waspadalah

Alzheimer merupakan salah satu jenis demensia (pikun). Kondisi ini terjadi akibat kerusakan otak yang berpengaruh pada hilangnya fungsi otak secara bertahap. Dr. dr. Czeresna Heriawan Soejono, SpPD, KGER menjelaskan bahwa sejumlah penyakit yang umum diderita oleh masyarakat Indonesia seperti diabetes millitus (DM), hipertensi, gagal jantung, obesitas, tanpa disadari bisa menjadi pencetus atau penyebab terjadinya kondisi ini. "Itu kan sebenarnya faktor risiko yang dapat dimodifikasi (diubah). Kalau dari muda sudah mampu mencegahnya, maka proses terjadinya kondisi ini akan lambat," kata Dr. Heriawan. Dalam acara 'Demensia: Bisakah Kita Kurangi Risikonya?' di Erasmus Huis, Pusat Kebudayaan Belanda, HR. Rasuna Said, Jakarta, Rabu (10/9/2014) Direktur Utama Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menjelaskan, faktor risiko yang tidak dapat diubah dari tiap individu hanyalah usia lanjut, jenis kelamin, dan kondisi genetik. "Tua? Semua orang pasti tua. Pun dengan jenis kelamin, hanya ada pria dan wanita. Kita tidak dapat mengubah kodratnya," kata dia menambahkan. Sebenarnya, lanjut Dr Heriawan, setiap individu mampu memperlambat terjadinya kondisi mengguncang jiwa ini, asalkan dia meny [...]

Minggu, Yayasan Jantung Indonesia Gelar Aksi di Bundaran HI

Minggu, Yayasan Jantung Indonesia Gelar Aksi di Bundaran HI

Memeringati hari jantung sedunia yang berlangsung tiap 29 September, Yayasan Jantung Indonesia bakal gelar aksi tematik di Car Free Day, Bundaran HI, Minggu pagi (28/9). Sebagai penyakit yang menyebabkan kematian nomor wahid di dunia, hari jantung sedunia telah dicanangkan oleh Federasi Jantung Dunia (WHF) sejak tahun 2000. Hal ini senada dengan korban penyakit jantung yang terus bertambah dan memakan 17,3 juta orang setiap tahunnya. WHF mencatat, ada empat faktor utama risiko penyakit jantung yaitu merokok, mengonsumsi makanan yang kurang sehat, kurang aktivitas fisik dan konsumsi alkohol berlebihan. Yayasan Jantung Indonesia sendiri dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, mengajak semua lapisan masyarakat dalam suatu gerakan yang dapat menopang gaya hidup sehat dimanapun kita tinggal, bekerja maupun bermain. "Besok akan digelar aksi tematik di bundaran HI. Aksi ini merupakan puncak dari serangkaian acara yang bertujuan mengajak masyarakat luas untuk mencanangkan hidup sehat dan peduli pada lingkungan yang bersih, bebas polusi dan asap rokok," jelasnya. Aksi ini rencananya akan diramaikan dengan senam jantung dan long march yang diikuti oleh anggota dari klub jantung [...]

Dokter Penerbangan Berharap Tes Kesehatan Pilot Tak dipersulit

Dokter Penerbangan Berharap Tes Kesehatan Pilot Tak dipersulit

Selama ini, tes kesehatan pilot komersial dianggap kurang efektif. Pasalnya, Balai Kesehatan Penerbangan hanya ada di Jakarta sehingga pilot yang berada di daerah harus ke Jakarta. Seperti disampaikan Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Penerbangan dr Soemardoko Tjokrowidigdo SpM, SpKP bahwa pilot sebenarnya tidak harus ke Jakarta untuk melakukan tes kesehatan lantaran Balai Kesehatan atau primary care di Bandara, di beberapa daerah bisa dibangun. Sehingga tidak buang waktu pilot ke Jakarta hanya untuk check up."Primary care di Bandara lebih efektif, tidak usah penerbang hanya untuk license check up harus ke Jakarta. Cukup di daerah saja, nanti hasilnya bisa dikirim online bila telah diterbitkan. Jam kerjanya lebih efektif. Kalau sekarang, primary care diluar jakarta dikerjakan TNI AU di pangkalan udara masing-masing jadi dokter komersil di Papua misalnya harus ke Jakarta dulu," katanya. "Kita mau meningkatkan indonesia memenuhi syarat internastional. Kalau masih tidak berubah juga, di era Open Sky 2015, kita tidak bisa mendapatkan ijin terbang ke Amerika atau Eropa. Sekarang saja hanya ijin khusus untuk pesawat tertentu. Jadi tidak semua pesawat sipil, terbang ke Eropa," uja [...]

Tomat Turunkan Risiko Kanker Prostat

Tomat Turunkan Risiko Kanker Prostat

Sebuah penelitian yang dilakukan Universitas Bristol, Cambridge dan Oxford menemukan bahwa mengonsumsi tomat dapat menurunkan resiko kanker prostat hampir 20 persen. Penelitian ini meneliti 1.806 pasien kanker prostat antara usia 50 dan 69, dan membandingkannya dengan 12.005 orang bebas kanker. Penelitian yang dipublikasikan di Cancer Epidemiology, Biomarkers and Prevention ini menemukan bahwa pria yang makan lebih dari 10 tomat selama seminggu dapat mengurangi risiko kanker prostat sebesar 18 persen. (Baca: Tomat Bisa Tingkatkan Kesuburan Pria) Penulis penelitian percaya, penurunan risiko ini terkait dengan kandungan lycopene dan antioksidan yang kuat pada tomat. Sehingga dapat melawan racun yang dapat menyebabkan kerusakan DNA dan sel. (Baca: Saus Tomat Bantu Lawan Penyakit Jantung)"Temuan kami menunjukkan bahwa sering mengonsumsi tomat bisa mencegah kanker prostat," kata pemimpin peneliti, Vanessa Er, seperti dikutip Foxnews, Kamis (28/8/2014). Meski demikian, peneliti mengatakan, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan mengingat pria memang sebaiknya harus tetap makan berbagai buah dan sayuran untuk menjaga berat badan yang sehat dan tetap aktif. Para peneliti dari World Can [...]

Helen Obati Kanker Ayahnya dengan ASI Miliknya

Helen Obati Kanker Ayahnya dengan ASI Miliknya

Helen Fitzsimmons (39), ibu dua anak dari Cheltenham berusaha membantu ayahnya yang menderita kanker myeloma (kanker sel plasma) dengan Air Susu Ibu (ASI) miliknya. Dan ternyata ASI memperlihatkan perubahan yang menggembirakan. Multiple myeloma merupakan kanker sel plasma, sejenis sel darah putih yang ada dalam sumsum tulang. Sel plasma umumnya membuat protein (antibodi) untuk membantu melawan infeksi. Tapi, pada multiple myeloma, sekelompok sel plasma (sel myeloma) menjadi kanker, meningkatkan jumlah sel plasma melebihi tingkat normal. Karena sel-sel normal membuat protein (antibodi), tingkat protein abnormal dalam darah juga dapat naik. Semua itu dimulai pada 6,5 tahun yang lalu. Ayahnya didiagnosa mengalami myeloma. Menurut ibunya, kanker tersebut sulit disembuhkan. Pengobatan hanya bisa memperlambat pertumbuhan sel kanker. Sang ayah akhirnya menjalani operasi untuk memasukkan pin ke lengannya untuk memperkuat area tempat sel kanker mulai merusak dan melemahkan tulangnya. Operasi berjalan lancar dan ayahnya kembali pulih."Hidup kembali normal atau seperti biasa dengan diagnosis terminal melekat di kepala," tulis Helen yang dikutip dari IBTime, Sabtu (27/12/2014).Setelah 18 [...]

Agar Bencana Tertangani secara Terpadu, Ini Resepnya

Agar Bencana Tertangani secara Terpadu, Ini Resepnya

Dengan dibentuknya Klaster Nasional, koordinasi antara pihak-pihak terkait yang menangani penanggulangan bencana di Indonesia diharapkan makin optimal. Sebenarnya, kerjasama seperti ini sudah lama berjalan, hanya kurang koordinasi. "Kita sering tidak tahu siapa teman atau tim kita, yang akhirnya membuat kita menangani hal yang sama, yang akhirnya jadi overlapping (berlebihan). Dengan Klaster Nasional ini, kita jadi tahu siapa saja tim kita, dan kita pun dapat berbagi tugas," kata Dr. Ina Agustina. Kepala Sub Bidang Pemulihan Krisis ini menjelaskan, dengan mengetahui siapa saja tim yang akan bekerjasama sebelum bencana muncul, maka dapat dengan mudah mengatur rencana kerja dan membuat kesepakatan apa saja yang harus dijalankan. "Misalnya dalam penanganan kesehatan jiwa setelah bencana. Dengan adanya Klaster Nasional ini, kita jadi tahu siapa-siapa saja bertugas untuk mencegah agar korban tidak mengalami psikotraumatik yang dapat terjadi selama bertahun-tahun. Karena memang, ada program-program di mana dapat mencegah terjadinya trauma pada korban," kata Ina. Hal senada juga disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Untung Suseno Sutarjo, M. Kes [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *