5 Bumbu Dapur Pendongkrak Stamina

akar-manis-bantu-melawan-penyakit-hati-manusia.jpg

Tak sekadar menyenangkan lidah, bumbu-bumbu yang ada di dapur punya manfaat lebih dari hal tersebut. Berbagai kandungan penting di dalamnya mampu membuat bagian tubuh bekerja lebih baik hingga menangkal aneka penyakit datang sehingga membuat Anda lebih sehat dan panjang umur.

Berikut daftar lima bumbu dapur yang bisa membuat tubuh senatiasa sehat dan panjang umur seperti dikutip dari buku Rahasia Terkini Awet Sehat karya dokter Phaidon Toruan M.M. dan dokter Widya Murni, MARS pada Sabtu (25/10/2014).

1. Cabai
Bumbu pedas ini kaya kapsaicin yang memiliki sifat vasodilator atau melebarkan pembuluh darah.
Lalu, cabai rawit mengandung antioksidan, Vitamin C dan A. Rasa pedas yang ditangkap lidah merangsang otak mengeluarkan endorfin yang mengurangi rasa sakit dan timbul perasaan lebih sehat.

2. Bawang putih
Usai makan bawang putih mulut memang bau tajam namun kandungan senyawa aliin berkhasiat menghancurkan pembentukan pembekuan darah dalam arteri, mengurangi gejala diabetes dan tekanan darah.

3. Bawang merah
Pelezat makanan yang satu ini jangan ragukan lagi kandungan hebat di dalamnya. Ada kalsium, zat besi, fosfor, Vitamin A dan C,
Bahkan, bawang merah mengandung ‘antibiotik’ yang lebih kuat dibandingkan penisilin dan aeromisin.

4. Temulawak
Ingin miliki tubuh jarang sakit? Mengonsumsi rimpang ini dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit karena aktivitas imunomodulator dari kurkumin.
Selain itu, senyawa aktif kurkuminoid berkhasiat sebagai antioksidan, antiinflamasi, antibakteri, antikanker hingga antikolesterol.

5. Jahe
Bumbu dapur yang satu ini ternyata ampuh melindungi sistem pencernaan. Selain itu, mengandung bahan antirhinovirus. Rhinovirus adalah salah satu virus penyebab influenza.

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Cara Mudah Bersihkan Komedo dengan Buah Mangga

Cara Mudah Bersihkan Komedo dengan Buah Mangga

Komedo sulit dihilangkan. Bahkan seseorang rela sakit-sakitan demi menghilangkan bintik-bintik hitam di sekitar hidung ini. Contohnya saja dengan menggunakan alat yang yang mencabut satu per satu komedo. Padahal, ada cara yang terbilang sederhana, tanpa sakit, dan murah dengan menggunakan buah mangga.Caranya cukup campurkan satu sendok teh mangga yang sudah dihaluskan dengan setengah sendok teh susu dan madu. Lalu, oleskan campuran ini pada permukaan hidung yang terdapat komedo dan gosok dengan lembut hingga merata. Biarkan selama 30 menit dan bilaslah dengan air hangat. Dengan begitu, Anda dapat melihat perbedaan yang cukup nyata.Seperti dilansir laman Health Me Up, Senin (26/5/2014), selain untuk membersihkan komedo, buah berwarna kuning kehijauan yang mengandung vitamin A dan C itu berguna juga untuk menunda penuaan dan pigmentasi karena melindungi kulit terhadap radikal bebas yang dapat menyebabkan kanker kulit.Selain itu, mangga dapat membantu mencegah terjadi jerawat dan pelembab alami untuk kulit, dapat mengencangkan kulit dan meminimalkan munculnya pori-pori besar. [...]

Meditasi dalam Secangkir Teh

Meditasi dalam Secangkir Teh

Di mata pecandunya, kedamaian sejati bisa ditemukan hanya dari secangkir teh. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Apa makna teh di mata Anda? Mungkin sulit membayangkan maknanya karena sehari-hari kita minum segelas teh yang dibubuhi beberapa sendok gula pasir sebagai sebuah kebiasaan semata. Barangkali Anda akan menjawab biasa-biasa saja karena hal itu Anda lakukan setiap hari secara otomatis. Bahkan, dalam setiap kesempatan di tepi jalan Anda bisa minum teh dalam kemasan botol tanpa perasaan apa-apa, kecuali hilangnya rasa haus. Lain halnya bagi seorang master teh dari Jepang. Minum teh adalah bentuk meditasi. Minum teh adalah sebuah cara pelepasan atas segala kekhawatiran dalam hidup. Ada dasar filosofi yang amat dalam ini, maka menikmati secawan teh di Jepang menjadi sebentuk budaya. Bentuk meditasi itu bisa kita saksikan hingga saat ini dalam upacara minum teh. Bahkan, dapat dikatakan sebagai bentuk meditasi yang cukup rumit. Perlu keterampilan serta pelatihan khusus untuk bisa menyajikan teh dalam upacara minum teh ala Jepang. Secara sederhana di mata Diana Rosen, penulis buku Taking Time for Tea dan penggemar teh, meditasi lewat secangkir teh adalah menghentikan perhatian, me [...]

5 Jenis Tanaman Obat Herbal yang Cocok di Pekarangan Rumah

5 Jenis Tanaman Obat Herbal yang Cocok di Pekarangan Rumah

Obat herbal merupakan salah satu alternatif pengobatan saat ini. Dengan harganya yang relatif lebih murah dari obat-obatan biasa dan efek sampingnya yang lebih rendah, obat herbal semakin banyak diminati. Nah, bagaimana kalau pekarangan rumah Anda ditanami tanaman herbal? Pasti menarik sekaligus menjadikan keluarga Anda selalu sehat. Berikut 5 jenis tanaman herbal yang dapat di tanam di pekarangan rumah seperti dilansir The Self Sufficient Living, Kamis (9/10/2014). 1. Aloe Vera Tanaman aloe vera atau lidah buaya hanya membutuhkan tanah yang lembab dan cahaya matahari yang cukup untuk dapat tumbuh. Diantara manfaat dari tanaman ini adalah dapat menyembuhkan luka bakar dan luka-luka luar lainnya. 2. Marigold Iklim Indonesia sangat mendukung tumbuhnya tanaman ini. Tanaman yang mirip bunga matahari ini memiliki manfaat untuk mengobati gigitan serangga, sakit mata, hingga demam. 3. Ubi Tiongkok Selain enak dimakan saat hangat, ubi juga berguna untuk mengobati batuk kering, pencernaan yang buruk, diabetes, hingga sengatan ular dan kalajengking. 4. Lemon Daun lemon memiliki bau mint yang khas. Manfaat daun lemon diantaranya adalah untuk mengobati gigitan nyamuk, luka dan herpes. [...]

Hidangan Jamu Gantikan Teh Manis dan Kopi di Kantor Menkes

Hidangan Jamu Gantikan Teh Manis dan Kopi di Kantor Menkes

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia secara perlahan mengganti sajian teh manis dengan jamu tradisional. Menteri Kesehatan, Prof. Dr. dr. Nila F Moeloek, Sp.M(K), mengatakan,"Kami sudah memulai melakukan itu." Ditemui sesudah pengukuhan Dr. dr. Lestari Handayani, M.Med sebagai Profesor Riset ke-11 di Ruang J. Leimena, Gedung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jl. H.R Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Senin (24/11/2014), Menkes menjelaskan bahwa pihaknya telah meminta untuk minuman seperti teh manis dan kopi diganti dengan jamu tradisional. "Saya sudah merasakan manfaat dari minuman jamu tradisional, dan itu cukup hangat di tubuh," kata Menkes. Menkes, menjelaskan, tindakan sederhana dengan manfaat luar biasa ini telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. Terlebih pada pekan lalu, telah ditanam 100 lebih jenis tanaman herbal di lantai 4 gedung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. "Yang membeli bibit dan menanam adalah ibu-ibu dari Persatuan Kementerian Kesehatan," kata Menkes. Tidak hanya mengganti teh manis dan kopi dengan jamu tradisional saja, di Kemenkes juga telah mengganti camilan dengan buah-buahan lokal yang segar. [...]

Ingin Awet Muda? Konsumsi Bahan Alami Ini

Ingin Awet Muda? Konsumsi Bahan Alami Ini

Siapa yang tidak ingin memiliki kulit kencang tanpa kerut? Tidak perlu menyakiti kulit dengan operasi plastik, cukup dengan beberapa bahan alami berikut ini, dikutip Womansday, Senin (3/3/2014).1. OatMealMenu sarapan yang satu ini dilengkapi dengan asam amino dan vitamin E yang menyehatkan kulit. Kerusakan akibat sinar matahari dan radikal bebas dapat ditangkal dengan oatmeal.2. KopiKandungan kafein dalam kopi dapat membantu menyempitkan pembuluh darah dan memicu senyawa untuk menyehatkan kulit sehingga dapat menunjang penampilan.3. Keju MozzarellaMakanan tinggi kalsium ini melindungi dan memperkuat enamel gigi, meningkatkan produksi air liur dan membantu melawan bakteri yang membuat gigi menguning.4. Jeruk BaliVitamin C yang ada di jeruk bali ini dapat menimgkatkan pertumbuhan kolagen yang membantu mencegah kulit kendur.5. KenariKacang yang tinggi asam lemak omega 3 ini meningkatkan kadar kelembaban di kulit serta mencegah keriput. [...]

Jamur Cordyceps, Mengatasi Gangguan Napas Hingga Impotensi

Jamur Cordyceps, Mengatasi Gangguan Napas Hingga Impotensi

China sangat dikenal dengan pengobatan herbalnya. Berbagai jenis pengobatan lahir di sana. Salah satu tumbuhan yang bermanfaat untuk pengobatan itu adalah cordyceps. Cordyceps (juga disebut dengan Cordyceps sinensis) merupakan jamur yang tumbuh liar di daerah Barat Daya Cina. Dalam bahasa China, tumbuhan tersebut dinamakan Dong Chong Yia Cao atau winter warm summer grass, yang berarti herbal musim dingin dengan kehangatan musim panas. Cordyceps merupakan herbal yang sering digunakan pada pengobatan Cina. Tumbuhan tersebut umumnya ditemukan pada ketinggian 10.000 kaki di atas permukaan laut di Cina, Tibet, dan Nepal. Namun, cordyceps liar yang berasal dari Tibet yang disebut-sebut sebagai tumbuhan terbaik. Mengandung Nukleotida Secara umum, jamur yang diambil dan dimanfaatkan biasanya dikumpulkan dari jamur liar. Beberapa literatur menunjukkan bahwa cordyceps liar sangat kaya akan beberapa komponen penting. Namun, kandungan aktif tersebut justru berbeda pada cordyceps yang telah dibudidayakan. Karena itu, cordyceps dibiarkan tumbuh secara liar dan tidak dibudidayakan seperti jamur atau tanaman obat lainnya. Karena liar dan jumlah yang sangat jarang serta sulit ditemukan membu [...]

Indonesia Konsisten Angkat Jamu dalam Sistem Kesehatan Nasional

Indonesia Konsisten Angkat Jamu dalam Sistem Kesehatan Nasional

Menilik hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 sekitar 30,4 persen rumah tangga di Indonesia memanfaatkan pelayanan kesehatan tradisional di antaranya 77,8 persen rumah tangga memanfaatkan jenis pelayanan kesehatan tradisional keterampilan tanpa alat, dan 49,0 persen rumah tangga memanfaatkan ramuan. Pelayanan kesehatan tradisional ramuan juga dikenal luas di Indonesia sebagai Jamu dan secara empiris digunakan dalam upaya promotif, preventif bahkan selanjutnya berkembang ke arah kuratif dan paliatif. "Indonesia secara konsisten mengangkat kesehatan tradisional ke dalam Sistem Kesehatan Nasional.? Dalam meningkatkan pemanfaatan obat tradisional utamanya Jamu, Indonesia telah memiliki berbagai regulasi dan kebijakan mengenai pengobatan tradisional," ujar Kepala Balitbangkes, Prof. Tjandra Yoga Aditama, Sabtu (14/6/2014). Regulasi yang ada juga diperkuat dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Kesehatan No. 003 tahun 2010 tentang Saintifikasi Jamu yang antara lain mengatur penyediaan data dan informasi tentang jamu untuk mendukung Jamu evidence based decision making dalam upaya pengintegrasian Jamu dalam pelayanan kesehatan.Program Saintifikasi Jamu atau Scientific Based Jamu [...]

Atasi Kerutan dan Selulit dengan Minyak Zaitun

Atasi Kerutan dan Selulit dengan Minyak Zaitun

Semakin bertambah usia, kerutan pada wajah semakin terlihat dan membuat banyak wanita tidak percaya diri. Tak heran bila banyak yang menghabiskan dana lebih untuk memperlambat proses penuaan dini.Menurut anak dari cucu Raja Surakarta Hadiningrat ke-10 Sri Susuhunan Paku Buwono X l sekaligus Presiden Direktur PT. Mustika Ratu, Tbk, Putri Kuswisnu Wardani, merawat kecantikan tidak butuh biaya mahal. "Saat ini semua orang sepertinya ingin kembali ke perawatan alami dengan menggunakan tanaman herbal agar tubuh fit dan cantik. Tidak perlu mahal supaya cantik. Smakin bertambah usia, kerutan kan semakin terlihat nah biasanya orang Keraton itu menggunakan minyak zaitun," kata Putri, ditulis Jumat (21/2/2014).Putri yang sudah terbiasa dengan perawatan tubuh tradisional asli Keraton Solo ini mengatakan penggunaan minyak zaitun secara rutin dapat menghilangkan kerutan dan selulit."Biasanya kalau kerutan itu bisa membuat selulit semakin terlihat. Nah pakai minyak zaitun setelah mandi. Biasanya pemakaiannya itu pagi dan malam hari secara rutin," kata Putri.Minyak zaitun memiliki kandungan utama yaitu vitamin E dan oleic acid, yang keduanya memiliki banyak khasiat untuk kulit. Oleic acid dapat m [...]

Dokter Makin Ragu Ganja Bisa Jadi Obat yang Aman

Dokter Makin Ragu Ganja Bisa Jadi Obat yang Aman

Setelah beberapa waktu sempat ada penelitian tentang manfaat ganja bagi penderita radang sendi (Artritis reumatoid), kini peneliti lain bersikeras menganggap bahwa ganja sama sekali tidak memiliki manfaat kesehatan. Seperti dikutip laman Everydayhealth, Jumat (7/3/2014) sejumlah ahli kini menyatakan tidak menyarankan penggunaan ganja bagi penderita nyeri artritis karena penelitian sebelumnya kurang terbukti kuat. Seperti disimpulkan oleh penulis studi Mary-Ann Fitzcharles, MD dan rekan, dalamkajian studi pengobatan ganja yang diterbitkan dalam Arthritis Care & Research. Peneliti juga menyebutkan tentang manfaat ganja yang belum bisa dibenarkan secara medis karena kurangnya data, ketersediaan terapi dan potensi bahaya seperti kecanduan. Sebelumnya, satu studi menemukan bahwa 80 persen pengguna ganja medis di klinik pengobatan sendi di AS menggunakan ganja untuk mengobati nyeri myofascial, nyeri yang memengaruhi otot dan jaringan. Begitu pula di Kanada, sekitar 65 persen mengatakan tenaga medis menggunakan ganja sebagai obat untuk arthritis parah. Hal inilah yang membuat pro dan kontra antara para ahli Arthritis dan pasien. Seorang rheumatologist (dokter ahli rematik) di Wash [...]

Kesempatan Indonesia Internasionalkan Jamu

Kesempatan Indonesia Internasionalkan Jamu

Dalam kunjungan ke Jenewa mengikuti pertemuan penelitian di WHO minggu ini, saya mendapat informasi dari Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di Jenewa bahwa Indonesia (diwakili PTRI) menjadi Ketua Like Minded Countries (LMC) ?yang membahas Genetic Resources, Traditional Knowledge, Folklore (GRTKF). Pembahasan di tingkat PBB di Jenewa dikabarkan masih cukup ketat dan membutuhkan waktu diskusi panjang. Dalam kaitan dengan kesehatan, database jamu dan tanaman obat kita (yang dimiliki Balitbangkes) mungkin dapat dijadikan sebagai salah satu bahan diskusi GRTKF di UN Geneve ini, seperti hasil Ristoja, koleksi herbarium nasional yang sudah terdaftar, dan masih banyak lagi. Saya akan koordinasikan hal ini di tanah air, lalu komunikasikan dengan PTRI Jenewa. ?Saat ini kita juga sedang dalam proses memulai penelitian Randomozed Case Control Trial (RCT) tentang 3 saintifikasi Jamu, yaitu untuk jamu untuk osteoarthritis, dispepsia dan hemorhoid. Pelatihan para 94 dokter yang akan menjadi pelaksana (utamanya di Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur) telah selesai pada minggu lalu. Randomisasi untuk penelitian ini akan kami lakukan terpusat, artinya bisa saja 1 dokter mendapat plasebo saja [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *