7 Hal yang Harus Dilakukan Pasien Ichthyosis Lamellar

083662900_1411726008-ariw3.jpg

Ichthyosis lamellar merupakan penyakit langka yang membuat kulit tampak kasar, bersisik dan pecah-pecah. Di Indonesia, salah satu remaja asal Tangerang bernama Ari Wibowo mengalami hal ini.

Menurut Mayo Clinic, penyakit ini adalah kelompok penyakit heterogen genetik akibat kelainan proses protein di jaringan kulit tanduk (keratinisasi) pada kulit resesif autosomal. Inilah yang menyebabkan kulitnya nampak bersisik.

Kondisi seperti ini menyebabkan banyak hal yang harus dilakukan pasien ichthyosis lamellar agar kulitnya lebih terasa nyaman. Seperti Ari, ia membasuh tubuh setiap jam, atau saat panas 15 menit sekali. Selain itu memberikan salep di sekujur tubuh empat kali sehari, lalu meneteskan obat tetes mata dan tetes telinga.

Selain itu, ada lagi yang seyogianya dilakukan pasien ichthyosis lamellar untuk menjaga kesehatan tubuh demi meningkatkan kualitas tubuh meski menderita penyakit ini. Dokter Gloria Novelita, SpKK menyampaikan apa saja yang harus dilakukan pasien Ichthyosis lamellar sehari-hari saat dihubungi Health-Liputan6.com Senin, (30/9/2014).

1. Lembapkan kulit
Kulit yang kasar dan nampak bersisik jika dibiarkan bisa membuat tubuh pasien jadi kaku sehingga sulit bergerak. Melembapkan dan melemaskan kulit dengan pelembap dilakukan sekitar tiga kali sehari.
Jika pelembap dirasa terlalu mahal, bisa disubtitusi dengan minyak kelapa yang punya fungsi melembapkan. Harganya pun tidak mahal.

2. Jangan mandi air panas

3. Gunakan sabun tinggi pelembap
Jangan gunakan sabun antibakteri, namun gunakan sabun lembut dengan PH balance yang memiliki banyak pelembap.

4. Lembapkan mata dengan tetes mata
Gunakan air mata buatan yang berfungsi sebagai pelembap untuk melumaskan mata sehingga mata tidak kaku dan berfungsi semestinya.

5. Bersihkan telinga
Kulit yang mengelupas bisa masuk ke lubang telinga yang kecil sehingga bisa menyebabkan gangguan pada telinga. Oleh karena itu rutin bersihkan telinga dengan cotton bud yang telah diolesi minyak kelapa.

6. Hindari panas

7. Konsumsi makanan tinggi protein
Berbeda dengan manusia berkulit normal, kulit pasien ichthyosis lamellar mengelupas lebih cepat. Padahal kulit mengandung protein, sehingga kulit yang mengelupas ikut membawa protein yang dibutuhkan tubuh. Oleh karena itu, perbanyak makanan yang mengandung protein seperti telur, ikan, susu agar pasien tidak malnutrisi.

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
USAID Sumbang Kursi Roda untuk 40 Penderita Difabilitas Kursi

USAID Sumbang Kursi Roda untuk 40 Penderita Difabilitas Kursi

Salwa, bocah penederita Cerebral Palsy (CP) asal Banjarsari, kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terlihat bahagia saat duduk di kursi roda barunya. Siswa kelas 3 sekolah dasar yang datang bersama ibunya, mendapat bantuan kursi roda yang dimotori oleh United States Agency of Internasional Development (USAID), bekerjasama dengan United Cerebral Palsy (UCP) Indonesia, di gedung BLK Dinsostranakertrans Banyumas, Rabu (22/10/2014). Salwa sejak lahir dinyatakan mengidap gangguan fungsi motorik akibat kelainan pada saraf otaknya itu. "Sebetulnya waktu umur dua tahun, Salwa mulai belajar berjalan seperti kebanyakan balita. Tapi kemudian dia terjatuh dan sakit panas tinggi. Sejak itu, kedua kakinya terlalu kaku untuk melangkah," kata Darini. Suwartono, Kasi rehabilitasi Sosial Dinsosnakertrans Banyumas mengatakan, tahun ini pihak UCP kembali memberikan bantuan kursi roda bagi penyandang disabilitas di Banyumas. Menurutnya, program yang bertajuk Wheels for Humanity yang diusung UCP kali ini, menjadi tindak lanjut program sebelumnya. UCP melalui Dinsosnakertrans mengundang 40 orang penerima yang sebelumnya sudah didata pihak dinas. "Mereka adalah orang-orang yang sebelumn [...]

Sebelum di Afrika, Ebola Lebih Dulu Ada di Filipina

Sebelum di Afrika, Ebola Lebih Dulu Ada di Filipina

Jauh sebelum menghantui masyarakat di kawasan Afrika, wabah virus Ebola telah lebih dulu terjadi di Filipina dan Tiongkok. Di Filipina, wabah ini terjadi pada 1980 dan 1990, pada monyet atau disebut dengan Macaca fasicularis, yang disebabkan oleh Reston ebolavirus (RESTV). Pada 2008, virus RESTV pun ditemukan pada babi.Fakta ini disampaikan oleh Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, drh Pudjiatmoko, PhD di Gedung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, pada Jumat (15/8/2014)"Data di kedua negara tersebut menunjukan bahwa para pekerja yang berhubungan langsung dengan monyet dan babi yang terinfeksi RESTV, bisa juga terinfeksi virus ebola RESTV di tubuhnya," kata Pudjiatmoko.Tapi, lanjut Pudjiatmoko, para pekerja itu tidak mengalami gejala seperti virus Ebola di Afrika, atau dalam keadaan sehat-sehat saja. Namun, dia menekankan bahwa masih diperlukan data penelitian lebih lanjut, khususnya yang berkaitan dengan daya tahan tubuh yang rendah, gangguan imunologis, anak-anak, wanita hamil, dan lain-lain."Spesies virus ebola yang terdapat di Afrika lebih ganas daripada Reston ebolavirus, karena mampu menyebabkan gejala klinis yang lebih parah, p [...]

Mengenali 3 Tanda Depresi

Mengenali 3 Tanda Depresi

Seseorang yang mengalami gangguan jiwa terutama depresi pada skizofrenia, gangguan bipolar serta depresi mayor berisiko melakukan upaya bunuh diri. Demikian disampaikan oleh Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia dokter Danardi Sosrosumihardjo, SpKJ (K). Karena itu mengenali depresi sangat penting sebagai salah satu cara mencegah seseorang melakukan upaya bunuh diri. Namun sayang, tak semua orang mengerti bagaimana cara mengenali gejala orang-orang yang mengalami depresi. Dalam kesempatan diskusi peringatan Hari Pencegahan Bunuh Diri Dunia di Kemenkes RI (11/9/2014), dokter Danardi menjelaskan tiga tanda utama pada orang depresi. 1. Rasa sedih yang berkepanjangan, minimal selama dua minggu. 2. Kehilangan minat dan rasa gembira 3. Lelah dan kehilangan energi berlebih Masih menurut dokter Danardi, ketiga tanda depresi ini biasanya diikuti oleh nafsu makan berkurang, tidur tak bisa nyenyak, konsenstrasi menurun, harga diri menurun, merasa bersalah, merasa tidak berguna, merasa pesimis hingga merasa tak ada yang menolong lagi sehingga memunculkan rasa ingin mengakhiri hidup. [...]

Ada Virus yang Bisa Bikin Anda Bodoh

Ada Virus yang Bisa Bikin Anda Bodoh

Para peneliti dari Johns Hopkins University dan University of Nebraska menemukan virus yang dapat membuat Anda bodoh. Virus ini ditemukan ketika ilmuwan melihat sistem pencernaan tikus.Menurut penelitian yang diterbitkan secara online dalam Prosiding National Academy of Science, tikus yang terinfeksi virus cenderung melakukan kesalahan, kebingungan dengan mainan baru dan sulit keluar dari kandang. Singkatnya, tikus itu bertindak bodoh dibandingkan tikus lainnya."Ini adalah contoh yang mencolok menunjukkan bahwa mikroorganisme berbahaya dapat mempengaruhi perilaku dan kognisi," kata pemimpin penelitian sekaligus ahli virus dan anak spesialis penyakit menular di Johns Hopkins Children Center di Baltimore, Dr Robert Yolken, seperti dikutip ABCnews, Kamis (13/11/2014).Yolken mengatakan, studi ini juga menunjukkan kalau perilaku dan psikis bisa diwarisi dari orang tua Anda. Beberapa sifat-sifat inidapat dibentuk dan dipengaruhi oleh triliunan virus, bakteri dan jamur yang menjajah tubuh kita."Virus tertentu dapat mengubah gen di daerah otak sehingga memengaruhi memori dan fungsi otak." [...]

Waktu Tepat Bercinta dan Remaja Menikah dengan Bapak, Terpopuler

Waktu Tepat Bercinta dan Remaja Menikah dengan Bapak, Terpopuler

Waktu tepat merupakan faktor penting yang harus diperhatikan ketika ingin berhubungan intim. Ada saat-saat tertentu di mana Anda merasa benar-benar terangsang sehingga menikmati aktivitas ini lebih baik dibandingkan waktu lain. Lalu, ada juga kisah seorang remaja asal Norwegia berusia 12 tahun menikah dengan pria berusia 37 tahun yang membuat masyarakat dunia penasaran. Dua artikel tersebut berhasil menarik perhatian pembaca setia Health-Liputan6.com. Selain itu, masih ada banyak artikel lain yang tak kalah menariknya. Berikut daftar Top 5 Health edisi hari Kamis, 16 Oktober 2014. 1. 5 Waktu yang Pas untuk Berhubungan IntimPaling tidak, ada lima waktu yang paling pas agar hubungan intim antara Anda dan pasangan lebih menggelora. 2. Remaja Ini Menikah dengan Pria Seumuran BapaknyaRemaja ini sedang jadi perbincangan dunia karena menikah dengan pria berusia 25 tahun lebih tua dibanding dirinya. 3. 4 Tahapan Orgasme pada Wanita Respon seksual wanita jauh lebih rumit daripada laki-laki. Begitu rumitnya hingga para dokter tidak terlalu yakin apa yang disebut dengan orgasme pada wanita. Namun, duo peneliti William Masters, MD dan Virginia Johson menemukan fase orgasme wanita. 4. Car [...]

Kanker Tak Akan Jadi `Penyakit Mahal`, Bila?

Kanker Tak Akan Jadi `Penyakit Mahal`, Bila?

Biaya perawatan untuk pengobatan kanker yang terhitung tidak murah, membuat kanker disebut sebagai `penyakit mahal`. Namun sebenarnya, penyakit kanker tidaklah mahal asal masing-masing individu memahami apa saja yang harus dilakukan."Penyakit kanker tidak akan menjadi penyakit mahal, bila setiap invidu mau berhenti merokok. Kalau bisa, hentikan kebiasaan merokok sejak sekarang, karena sesuatu yang `murah` berakibat pada yang sesuatu yang mahal," kata Direktur Utama Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), DR. Dr. Cz. Heriawan Soejono, SpPD, KGer., M. Epid dalam acara 'World Cancer Day: Menepis Mitos Kanker', di Lobby Gedung Radioterapi RSCM, Salemba, Jakarta, Senin (3/2/2014).Sebenarnya kanker bukan penyakit yang datang begitu saja. Lebih dari sepertiga kejadian kanker, sebenarnya dapat dicegah dengan pola hidup yang sehat, khususnya dalam konsumsi alkohol dan rokok yang merupakan faktor risiko pada lebih dari 20 persen kasus kanker."Pola makan yang tidak sehat, dan kurangnya aktivitas fisik menyebabkan terjadinya obesitas, merupakan faktor risiko pada banyak jenis kanker lainnya," kata dia menambahkan.Selanjutnya, tambah Dr. Heriawan, kanker tidak akan menjadi suatu penyakit mahal [...]

Mengapa Hubungan Intim Bisa Tingkatkan Kesehatan?

Mengapa Hubungan Intim Bisa Tingkatkan Kesehatan?

Tidak banyak yang mengetahui, bahwa hubungan intim atau hubungan seks bersama pasangan memiliki dampak yang baik bagi kesehatan. Makin banyak melakukan hubungan intim, makin sehat Anda, demikian banyak penelitian menyebutkan. Beberapa orang menganggap berhubungan intim dengan pasangan dapat meningkatkan mood. Itu benar, tetapi bukan hanya itu. Hubungan intim juga dapat memperlambat proses penuaan, melawan penyakit dan segudang manfaat lainnya. Tetapi, mengapa hubungan intim dapat tingkatkan kesehatan? Berikut ulasannya seperti yang dilansir dari Mens Health, Jumat (19/12/2014). 1. Hubungan intim dorong kesehatan jantung Telah banyak riset yang membuktikan hal tersebut. Riset yang dipublikasikan di Jurnal Cardiology menyebutkan bahwa pria yang berhubungan seks 2 kali seminggu memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit kardiovaskular. Dengan jantung yang sehat, maka kesehatan secara keseluruhan pun akan semakin baik. 2. Melakukan hubungan intim membakar kalori Hal ini tidak bisa disangkal, sebab, saat melakukan hubungan intim seluruh tubuh bergerak seperti sedang olahraga. Pada akhirnya, hubungan intim memang dapat membakar kalori. Akan tetapi, pembakaran kalori ini te [...]

Ini Bukan Botol Parfum Tapi Alat Bantu Seks

Ini Bukan Botol Parfum Tapi Alat Bantu Seks

Jangan senang dulu bila Anda mendapat bingkisan mewah seperti parfum. Pasalnya, sebuah perusahaan Inggris belum lama ini meluncurkan alat bantu seks berbentuk seperti botol parfum mewah. Mengutip Mirror, Sabtu (6/12/2014) alat bantu seks tersebut memang dinamai sesuai bentuknya yang menyerupai berlian, The Bijoux Diamond. Alat bantu seks ini dirancang khusus untuk menawarkan sensasi bercinta yang tidak biasa.Dihargai sekitar hampir Rp 1 juta, bentuk alat bantu seks ini disebut mirip dengan Paco Rabanne's Lady Million Eau de Parfum yang juga memiliki harga sekitar sejutaan.Lucunya, seorang penjaga alat bantu seks mengungkapkan kalau banyak wanita mengaku menemukan Bijoux Diamond di antara hadiah mereka tahun ini. Dan mengira itu parfum."Ini adalah mainan mewah yang memberikan pengalaman seksual baru untuk para penggemar 'getaran'. Bentuknya seperti berlian, ini adalah vibrator mewah berkilauan dengan fitur yang dapat merangsang 10 fungsi motorikm" ujarnya. [...]

Aliya Rajasa, Tak Pusing dengan Diet

Aliya Rajasa, Tak Pusing dengan Diet

Banyak wanita yang kerap pusing dan repot mengurus badannya. Satu hal yang kerap menjadi pusat perhatian adalah bentuk tubuh. Tak sedikit kaum hawa memilih jalan diet untuk mendapatkan bentuk tubuh yang ideal dan diidamkan.Namun rupanya hal seperti ini tidak berlaku bagi Siti Ruby Aliya Rajasa yang akrab dipanggil Aliya ini. Putri Menko Perekonomian Hatta Rajasa ini mengaku tidak pernah pusing dengan bentuk tubuhnya. Wanita kelahiran 26 April 1986 ini juga mengaku tidak pernah menjalani diet untuk menghasilkan tubuh idealnya."Dari dulu saya tidak pernah diet, paling menjaga makan saja. Kita makan ya tidak harus berlebihan, yang penting gizi seimbangnya diperhatikan," kata istri Edhi Baskoro Yudhoyono alias Ibas ini.Saat ditemui dalam acara Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) Expo di Senayan City, Jakarta, ditulis Kamis (23/1/2014), Aliya tampil cantik dengan atasan batik cokelat dan tatanan rambut yang membuat wajahnya tampak segar.Tubuhnya yang mungil dan ideal semakin membuat penampilan Aliya tidak bosan dipandang. Aliya mengatakan, untuk menghasilkan tubuh, kulit dan wajah yang segar hanya butuh perawatan dari dalam."Mau cantik itu ya happy saja. Kebahagian dan k [...]

Cameron Diaz Tak Takut Wajah Menua dan Keriputan

Cameron Diaz Tak Takut Wajah Menua dan Keriputan

Menjadi tua sudah kodrat alam yang harus dilalui setiap makhluk hidup. Namun, sejumlah wanita berusaha agar terhindar dari tua dan ingin menjadi muda lagi. Tapi tidak dengan aktris Hollywood Cameron Diaz yang melihat semakin tua usia maka seseorang semakin bijaksana.Bintang Film Carlie's Angels itu lebih senang menjadi dirinya saat ini dibanding harus terlihat seperti berusia 25 tahun. "Saya tak ingin terlihat seperti yang saya lakukan ketika berumur 25 tahun," kata wanita berusia 41 tahun itu kepada Majalah People seperti dikutip WomensHealthMag, Senin (13/1/2014)."Saya menyukai penampilan saya saat ini karena lebih baik ketimbang saya berusia 25 tahun," katanya.Aktris ini juga mengkritik banyaknya produk antipenuaan. Menurutnya, penampilan semakin tua itulah yang harus dihadapi. "Tak ada itu antipenuaan," katanya"Tak ada hal yang bisa membalikkan waktu dengan tangan. Itu bisa bikin saya gila. Kita hidup dalam masyarakat yang menjual sesuatu ke wanita agar kita percaya jika kita semakin tua, kita telah gagal, karena tidak mampu tetap muda. "Saya berharap semua wanita membiarkan wanita lain anggun dengan usianya dan membiarkan mereka menjadi tua dan memahami bahwa semakin kita tua, [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *