Ada Suster Ditangkap Polisi Akibat Main Petak Umpat dengan Pasien

Nurse-2924499.jpg

Seorang perawat atau suster ditangkap pihak kepolisian Inggris setelah bermain petak umpat dengan seorang pasien. Menurut kepolisian, perawat ini telah melanggar etika karena juga memeluk pasiennya.

Saat ditangkap polisi, Sarah-Anne Baldwin (46) bersembunyi di bawah selimut sementara pasien (30) berada di tempat tidur. Keduanya menurut kepolisian tengah asyik bermain.

Namun seperti ditulis Mirror, Kamis (26/3/2014), Sarah bukan hanya lalai karena bermain dengan pasien. Tapi sidang dislipiner memberitahukan foto yang menunjukkan dirinya sedang memeluk pasien.”Ini artinya Ia gagal mempertahankan batas-batas seksual.”

Dihubungi terpisah oleh media setempat, Sarah sendiri mengatakan adanya aktivitas seksual gara-gara foto pelukan itu tidak benar. Beruntung akibat perbuatannya, Ia tidak dikenai denda oleh kepolisian.

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Kiat agar Terhindar Ebola Saat di Tanah Suci

Kiat agar Terhindar Ebola Saat di Tanah Suci

Minimnya penerbangan langsung ke Afrika menguntungkan Indonesia karena arus penularan virus ebola tidak terjadi secara langsung. Meski begitu, masyarakat Indonesia diharapkan tetap waspada saat mereka melakukan perjalanan ibadah haji atau umrah dalam waktu dekat ini.Penularan virus ebola memang dapat terjadi melalui cairan. Meski begitu, bukan berarti jamaah haji atau umrah tidak dapat tertular dari makanan yang disantapnya. Bisa saja, makanan tersebut sudah tercemar dari cairan orang yang memasaknya."Maka itu, selalu dianjurkan untuk memasak makanan olahan sendiri dengan baik. Sehingga, risiko untuk tertular akan sangat kecil," kata Prof. dr. Agus Purwadianto SH, M,si, Sp.F(K) di Gedung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jumat (15/8/2014)Pelaksana tugas (Plt) Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia itu menambahkan, sebelum berangkat menunaikan ibadah haji pada Oktober 2014, ada baiknya calon jamaah tetap menjalani pola hidup sehat dan menjaga kondisi tubuh agar tetap fit.Karena pada prinsipnya, virus hanya akan berkembang di tempat yang `jorok` dan tidak berperilaku sehat. [...]

Fahmi Idris Tergolek di Rumah Sakit Derita Kanker Darah

Fahmi Idris Tergolek di Rumah Sakit Derita Kanker Darah

Mantan Menteri Perindustrian Fahmi Idris saat ini tergolek di rumah sakit karena menderita kanker Myeloma sehingga harus menjalani operasi. "Pak Fahmi Idris sudah dinyatakan positif terkena kanker Myeloma. Kanker darah yang memang menjadi penyebab tulang belakangnya remuk," kata menantunya Poempida Hidayatullah di Jakarta, seperti dikutip Antara, Senin (20/10/2014). Menurut Poempida, hari ini mantan menteri perindustrian tersebut menjalani operasi penguatan tulang belakang lumbar lima yang remuk dan menyebabkan sarafnya sakit karena terjepit tulang remuk ini selama satu bulan terakhir. Menurut Poempida, setelah pemulihan dari operasi ini, beliau akan menjalani pengobatan lebih lanjut untuk menangani Myeloma ini. "Saya atas nama keluarga mohon doa dari semua teman-teman untuk kesembuhan," kata Poempida Hidayatulloh. [...]

Saat Menteri Susi Pudjiastuti Curhat di Media Sosial

Saat Menteri Susi Pudjiastuti Curhat di Media Sosial

Menteri Susi Pudjiastuti menjadi sorotan kali ini dengan gayanya yang khas cepat, tangkas, tanpa basa-basi, energik, berani dan pekerja keras. kebanyakan media merasa profil ini bernilai berita tinggi hingga tak pernah lepas menempelnya. Yang tadinya jarang menempati pos di Kementrian Kelautan dan Perikanan, sekarang setiap hari ada wartawan di situ. Menteri Susi pernah menyebutkan dirinya agak terganggu dengan awak media ini. Ia mau kerja, kerja dan kerja sama seperti bosnya. Namun demikian ia tetap melayani wartawan tanpa membuat mereka merasa disingkirkan. Bagia Menteri Susi yang adalah seorang perempuan apalagi single parent, siapa lagi yang bisa menampung curhatannya dengan segudang masalah yang dia punyai. Untung media sosial seperti Facebook bisa digunakannya. Di tempat inilah sang menteri menuliskan celotehannya. Unek-unek, curhatan, dan segala gundah gulana memang tidak boleh disimpan, dipendam dalam hati berlama-lama. Para pakar psikologi salah satunya Yohanes Heri Widodo, MPsi yang juga dosen Psikologi di Uuniversitas Sanata Dharma menyebutkan, curhat bisa membuat hati kita plong dan meningkatkan kesehatan mental. Segala (pikiran) yang dipendam akan merusak tubuh fisi [...]

Teknologi Bayi Tabung Time Lapse Butuh Waktu Singkat

Teknologi Bayi Tabung Time Lapse Butuh Waktu Singkat

Satu lagi pencapaian tenaga medis di Indonesia dalam hal pembuahan di luar rahim wanita atau yang kita kenal dengan bayi tabung. Karena kini hasil program bayi tabung cukup menjanjikan. Meskipun bayi tabung telah dikenal lama tapi tak banyak yang mengetahui ada teknologi time lapse di Klinik Teratai RS Gading Pluit. Apa itu teknologi time lapse dalam proses pembuahan rahim? Perwakilan tim seleksi embrio klimik Teratai RS Gading Pluit Jakarta, Ahmad Muhidin menjelaskan, time lapse merupakan waktu singkat yang dibutuhkan pasangan dalam pembuahan hingga wanita siap dibuahi. "Teknologi time lapse dalam teknik reproduksi dilakukan dengan cara mempertemukan sel sperma dan sel telur. Dulu dalam tabung makanya dinamai bayi tabung. Sekarang pakai cawan hingga terjadi pembuahan. Dalam teknologi ini, pembuahan hanya makan waktu 2-5 hari hingga nanti embrio dimasukkan kembali dalam Rahim melalui Vagina," kata Ahmad saat seminar bayi tabung di Hotel Aston, Jakarta, Sabtu (26/4/2014). Ahmad menerangkan, prosedur pengambilan embrio melalui teknologi time lapse tidak perlu pembedahan di perut melainkan melalui alat vakum khusus. Selain itu, proses seleksi sperma menggunakan cawan petri yang te [...]

Saking Gila dengan Ponsel Pintar, Wanita China Ogah Seks

Saking Gila dengan Ponsel Pintar, Wanita China Ogah Seks

Kalau sudah gila pontel pintar, yang enak pun bakal diabaikan. Begitulah yang terjadi pada para wanita di China. Seperti dikutip dari Ecns, Jumat (10/1/2013), hampir separuh wanita China merasa lebih baik tidak ngeseks selama sebulan daripada harus lepas dari peralatan mobile seperti ponsel pintar.Kesimpulan ini merupakan hasil wawancara yang dilakukan pada 3.600 wanita usia antara 18 sampai 64 tahun di China, Brasil, Inggris dan Amerika Serikat. Para responden disebutkan menghabiskan waktu sekurangnya dua jam setiap minggu bermain internet dan mereka ini kerap disebut sebagai 'wired women' atau para wanita kabel.Kaitan antara para wanita China dengan peralatan mobile-nya menguat karena 45 persen lebih memilih meninggalkan seks selama sebulan daripada ponsel pintarnya. Hanya 39 persen responden di Amerika Serikat yang melakukan hal sama, dibanding 38 persen wanita di Inggris dan 28 persen wanita Brasil.Laporan yang dikumpulkan oleh Konsultan komunikasi MSL Group ini bekerjasama dnegan Randi Zuckerberg, adik perempuan Mark Zuckerberg, sang pendiri Facebook."Randi dan saya memutuskan untuk memelajari kaitan antara wanita kabel dengan teknologi baru dan media sosial karena kami sering [...]

Waspada, Diare Mengintai Selama Lebaran

Waspada, Diare Mengintai Selama Lebaran

Jika diperhatikan, ada yang menarik dari tingginya kasus diare, khususnya di Timur Indonesia menjelang lebaran Idul Fitri seperti saat ini. Meski bukan pencapaian yang baik, tapi saat ini, petugas kesehatan setempat sedang sibuknya menangani masalah diare pada anak. Seperti diungkapkan Koordinator Sistem Kesehatan untuk program pemberian tablet zinc pada bayi dan balita dari Micronutrient Initiative, dr Adhi Sanjaya., MSc-IH bahwa kasus diare tinggi di tiga musim. Musim hujan, musim buah dan musim lebaran seperti saat ini. "Kalau musim hujan, banyak air terkontaminasi. Kebanyakan masyarakat di daerah itu sumurnya satu sedangkan sistem pembuangan limbahnya belum bagus. Sebut saja masih banyak yang buang air besar di sungai dan mencemari sumber air," kata Adhi, seperti ditulis Senin (21/7/2014).Selain itu, kata Adhi, pada musim buah, masyarakat cenderung melupakan mencuci tangan dan buah sebelum dimakan. Dan musim lebaran seperti saat ini, masyarakat cenderung makan santan, pedas sehingga anaknya diare karena mengikuti pola makan orangtuanya. "Di Nusa Tenggara Barat misalnya, budaya mereka kalau lebaran suka makan pedas. Sementara anak itu kan mengikuti makan orangtuanya. Kebanyak [...]

6 SD Terpilih Sebagai Pemenang Dokter Kecil Mahir Gizi

6 SD Terpilih Sebagai Pemenang Dokter Kecil Mahir Gizi

Enam tim sekolah dasar yang tersebar di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, terpilih sebagai pemenang kompetisi Dokter Kecil - Mahir Gizi yang diselenggarakan Nestle DANCOW Enriched.Direktur Dairy Business Unit PT Nestle Indonesia, Windy Cahyaning Wulan, menjelaskan, kompetisi ini berlangsung berkat kerjasama antara Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI) dan Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia untuk mendorong para siswa-siswi agar mampu menjadi agen perubahan di sekolah, khususnya pada bidang nutrisi, kesehatan, dan kebersihan diri."Program ini merupakan bagian dari Caravan Gizi DANCOW yang telah berjalan selama 7 tahun, dan telah melibatkan sebanyak 559.000 anak dari 1.090 sekolah dasar, termasuk 4.400 Dokter Kecil - Mahir Gizi di 31 kota di Indonesia," kata Windy dalam acara Penganugerahan Juara Kompetisi 'Sehat Dimulai dari Sekolahmu' di Gedung Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (1/10/2014)Rangkaian kegiatan kompetisi ini sendiri, lanjut Windy, dimulai pada April hingga Juli yang diikuti 400 siswa dan 100 Guru Pembina dari 10 SD yang berasal dari 10 kota di Indonesia seperti Jabodetabek, Surabaya, Bandung, Medan, Makassar, Manado, Yogya [...]

WHO Ungkapkan Alasan Rokok Mudah Masuk Indonesia

WHO Ungkapkan Alasan Rokok Mudah Masuk Indonesia

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat banyaknya alasan di balik mengapa industri rokok begitu gampang masuk ke Indonesia, dan dengan mudah memperkenalkan dagangannya kepada masyarakat Indonesia. Apa sajakah?"Selain populasi di Indonesia terbesar nomor empat di dunia, Indonesia juga menduduki peringkat ketiga dengan jumlah perokok terbesar di dunia juga. Tak heran mengapa perusahaan rokok begitu terpincut untuk membuka pasarnya di sini," kata Perwakilan WHO Faruqh Quraishi dalam diskusi bertema `Relevansi CSR Industri Rokok di Bidang Pendidikan` di Media Centre Komnas Anak, Jakarta, Kamis (27/2/2014)Diketahui juga bahwa sebanyak 80 persen perokok di Indonesia merupakan remaja usia 19 tahun. Di mata industri rokok, remaja itu merupakan sasaran tepat untuk menggantikan bagi para perokok terdahulu yang sudah tidak merokok atau meninggal dunia."Itu kan sudah sesuai dengan tujuan mereka untuk mencari perokok pemula. Apalagi 90 persen anak sudah terpapar rokok, dan 10 persen lainnya memiliki sesuatu yang berhubungan dengan rokok," kata dia menambahkan.Dengan data yang ada ini, kata Faruqh, sudah menjadi bukti yang jelas bahwa memang industri rokok mengincar anak-anak dan remaja.Lebih [...]

Antre Skrining Kanker 10 Bulan, Warga Bali Pilih ke Jakarta

Antre Skrining Kanker 10 Bulan, Warga Bali Pilih ke Jakarta

Alat skrining kanker yang masih jarang di rumah sakit (RS) beberapa daerah menjadi hambatan bagi masyarakat daerah untuk mendeteksi kanker. Ahli Radiologi-Onkologi dari RS Kanker Dharmais, dr. Fielda Djuita, Sp.Rad (K) Onk mengungkapkan bahwa orang daerah seringkali datang ke RS Dharmais hanya karena alat skrining yang tidak ada di kotanya."Menurut saya ini tanggung jawab pemerintah. Harusnya di setiap Kabupaten/Kota ada alat radiasi. Seperti di Kalimantan Banjarmasin, Samarinda, itu mereka nggak punya alat. Bayangkan, ada pasien saya dari bali yang terpaksa ke Jakarta demi skrining kanker saja," kata Fielda saat ditemui dan ditulis Jumat (14/2/2014). Menurut Fielda, alat skrining kanker di Bali bukannya tidak ada, tapi beberapa pasiennya mengaku harus antre selama 10 bulan untuk bisa periksa dini kanker."Sejak bom Bali, mereka dapat hadiah bantuan alat sinar. Tapi ternyata untuk periksa saja harus antre 10 bulan. Itu bukan antre tapi penundaan radiasi. Bagaimana kalau dia sudah sakit," tegas Fielda.Fielda mengatakan, bila ada pasien yang pemeriksaannya ditunda, penyakit kanker yang menyerangnya bisa lebih parah bahkan bisa stadium lanjut. "Saya mengerti alat itu mahal, tapi masala [...]

Vaksin DBD Diharapkan Siap Diproduksi Akhir 2015

Vaksin DBD Diharapkan Siap Diproduksi Akhir 2015

Setelah lolos uji vaksin di lima negara yaitu di Indonesia, Malaysia, Filiphina, Thailand dan Vietnam, vaksin pencegah Deman Berdarah Dengue (DBD) dan Chikungunya diharapkan bakal selesai produksi pada akhir 2015. Profesor Pediatrik Infeksi dari Departemen Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Sri Rezeki S. Hadinegoro, MD., PhD menyampaikan, vaksin DBD ini menjadi harapan besar bagi negara-negara di Asia Tenggara dan Amerika Latin. "Vaksin ini telah diteliti sejak 35 tahun lalu. Ada satu vaksin yang bertahan dan memiliki harapan yang dinamai vaksin CYD 14 (Chimeric Yellowfear Dengue Vacchine). Vaksin ini kemudian ikut diujicobakan di 3 kota besar di beberapa negara termasuk Indonesia yaitu Jakarta (800 anak), Bandung (800 anak) dan Denpasar (400 anak)," kata Sri saat temu media Hari Kesehatan Sedunia 2014 di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (7/4/2014). Hingga kini, kata Sri, vaksin CYD 14 sedang menunggu hasil ujicoba pada 2.000 anak usia 2-14 tahun di tiga kota dengan dua kelompok. "Kelompok pertama yang diberi vaksin. Kelompok kedua tidak diberi vaksin. Namun semua anak mendapat perlakuan sama dalam pemantauan kes [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *