Aksi Peduli Bersih-bersih Usai Banjir Belum Cukup, Perlu Edukasi

bersih-bersih1-140219c.jpg

Paska musibah banjir yang terjadi di Jakarta atau daerah lainnya memicu banyak pihak menggelar aksi peduli. Mereka berbondong-bondong membantu membersihkan rumah warga dari kotoran sisa-sisa banjir.

Namun aksi ini menurut Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta, dr. Jhon ST Marbun M. Kes masih kurang membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kebersihan.

“Harus ada edukasinya juga, seperti yang dilakukan Komunitas Bersih Nyok dan Gerakan Antikuman Wipol ini tidak hanya aksi tetapi juga edukasi tentang hidup bersih,” kata dr. John.

Menurut Brand Manager Wipol PT Unilever Indonesia, Tbk, Asep Haekal edukasi dan aksi sangatlah penting untuk masyarakat khususnya korban bencana alam.

“Edukasi itu penting agar masyarakat lebih mewaspadai penyebaran penyakit dalam keluarga maupun lingkungan sekitarnya pada saat banjir, baik saat menggenang maupun sudah surut,” kata Asep Haekal.

Salah satu Penggagas Komunitas Bersih Nyok! dr. Amaranila Lalita Drijono, SpKK mengatakan hal serupa. “Masyarakat itu harusnya bukan bertanya ‘kapan rumah saya dibersihkan petugas?’ Tetapi mulai belajar menjadi masyarakat mandiri. Jangan hanya menggelar aksi tetapi edukasi agar saat musibah terjadi lagi mereka sudah mandiri,” kata dr. Amaranila.

Gerakan antikuman ini telah dilakukan di 10 puskesmas dalam bentuk penyuluhan ke 1.000 rumah tangga. Selain itu membersihkan 150 rumah korban banjir di kawasan Bukit Duri dan mengedukasi masyarakat melakukan perawatan rumah tangga bersih dan sehat.

Gerakan yang dilakukan ini menurut Dinkes memiliki tiga manfaat untuk masyarakat yaitu pemberdayaan masyarakat, proteksi dan edukasi.

“Aksinya membantu masyarakat membersihkan rumah, edukasinya bisa dijadikan sebagai ilmu pengetahuan agar masyarakat mandiri dan dapat menjaga kesehatan dan kebersihan agar tidak terjadi lagi masalah gangguan kesehatan di musim penghujan berikutnya.

(Mia/Mel)

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Gara-gara Ini Indonesia Bisa Dikucilkan Negara-negara Lain

Gara-gara Ini Indonesia Bisa Dikucilkan Negara-negara Lain

Tak seperti yang dibayangkan banyak pihak, Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau atau Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) sama sekali tidak merugikan negara apalagi memiskinkan petani tembakau. Justru dengan menandatangani FCTC, Indonesia berarti turut serta melindungi petani dan generasi saat ini dan akan datang dari dampak buruk konsumsi tembakau dan paparan asap tembakau bagi kesehatan, sosial dan ekonomi. Juga untuk mengurangi secara berkesinambungan dan substansial prevalensi pengguna tembakau dan paparan terhadap asap tembakau.Begitu disampaikan National Profesional for Tobacco Free Initiative Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dina Kania disela-sela acara forum media FCTC versus RUU Pertembakauan di Hotel Sahid, Jakarta, ditulis Rabu (27/8/2014).Menurut Dina, ketika Indonesia menjadi anggota FCTC maka negara memiliki hak dalam konferensi dunia. Begitupun dengan pemuatan petunjuk (guideline) FCTC yang dibuat saat konferensi. Sebaliknya, ketika Indonesia tidak terlibat, maka kita kehilangan kesempatan untuk duduk berunding bersama negara lain di dunia untuk kepentingan indonesia."Itulah mengapa kita hanya bisa jadi observer (red:penonton), kita tidak punya s [...]

7 Agustus, Bogor Bakal Punya RSUD Baru

7 Agustus, Bogor Bakal Punya RSUD Baru

Kabar gembira bagi warga Kota Bogor. Pasalnya, 7 Agustus akan memiliki Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) pertama.Rumah sakit yang berada di Jalan Raya Dr Semeru Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor akan diambil alih pengelolaannya oleh Pemkot Bogor dan namanya pun berganti menjadi RSUD Kota Bogor. RSUD Kota Bogor ini sebelumnya merupakan adalah Rumah Sakit (RS) Karya Bhakti yang sejak 30 tahun lalu bekerja sama dengan pemerintah Kota Bogor.Sekretaris Daerah Kota Bogor, Ade Syarif Hidayat menjelaskan kerjasama antara Pemkot Bogor dengan Yayasan Karya Bhakti akan berakhir esok hari, sehingga pada tanggal 7 Agustus kepemilikan dan pengelolaannya resmi menjadi milik Pemkot Bogor."Adanya RSUD pertama ini akan menjadi kebanggan tersendiri untuk warga Kota Bogor," jelasnya di Balai Kota Bogor, Selasa (5/8/2014).Perubahan RS Karya Bhakti menjadi RSUD Kota Bogor ini, sambung Ade, sudah direncanakan sejak lama dan secara yuridis, Pemkot Bogor sudah memiliki peraturan daerah (Perda) untuk itu.Dirinya menuturkan, dalam pengelolaanya, pihak Pemkot Bogor akan tetap melakukan komunikasi dengan Yayasan Karya Bhakti. Dan, kata Ade, untuk sumber daya manusia (SDM)tidak ada pergantian hanya berubah status [...]

Seorang Ibu Dibully Karena Menyusui di Tempat Umum

Seorang Ibu Dibully Karena Menyusui di Tempat Umum

Wanita menyusui di tempat umum, mungkin sudah hal biasa di Indonesia. Tapi negara Barat, menyusui bukanlah sesuatu yang lazim. Tapi demi buah hatinya yang ingin menyusui, seorang ibu yang belakangan diketahui bekerja sebagai bidan ini rela di bully di depan umum.Kisah ini berawal ketika Julia Wykes memutuskan untuk membeli kopi di Starbuck. Karena suatu hal, ia harus membawa buah hatinya yang berusia lima bulan untuk ikut bekerja. Sayangnya, di tengah antrean, anaknya terus menangis dan rewel. Karena tak tega dengan anaknya yang terus menangis, ia pun memutuskan untuk menyusui anaknya di depan umum.Melihat kejadian tersebut, seorang pelanggan, wanita paruh baya langsung membentaknya dan berusaha untuk menghentikan tindakannya. Menurut pelanggan tersebut, menyusui adalah perilaku menjijikkan. Wanita itupun langsung melaporkan Julia kepada seorang pemuda yang bekerja sebagai barista di kedai kopi tersebut.Tapi yang terjadi, barista tersebut malah meminta maaf kepada Julia dan memberikannya vocher minum gratis. Ia bahkan mengungkapkan penyesalannya. Merasa berterima kasih atas tindakan barista tersebut, ia pun menuliskan status di jejaring sosial facebook. "Jika bayi Anda lapar, beri [...]

Begini Cara Jernihkan Air Kotor tanpa Zat Kimia

Begini Cara Jernihkan Air Kotor tanpa Zat Kimia

Intensitas hujan di awal tahun ini memicu banjir di beberapa wilayah terutama di Jakarta. Kebutuhan air bersih makin meningkat. Menurut Tutor Mobil Hijau Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB), Findryaningsih Fiona secara fisik air bersih haruslah jernih, tidak bewarna, tawar dan tidak berbau."Secara kimiawi kualitas air yang baik adalah bila memiliki keasaman (pH) netral serta tidak mengandung bahan berbahaya dan beracun. Air sebaiknya tidak mengandung bakteri penyebab penyakiy (patogen) dan bakteri nonpatogen," kata Fidry, Selasa (28/1/2014).Menurut Fidry ada cara sederhana untuk membuat air menjadi jernih tanpa kimia, "Ada caranya. Mudah kok cukup dengan media penyaring seperti pasir, arang batok dan lain-lainnya," kata Fidry.Berikut cara sederhana menjernihkan air :Media Penyaring1. Pasir"Digunakan untuk menyaring padatab. Ukuran pasir yang digunakan biasanya 0,2 - 0,8 mm. Jika sudah keruh, pasir dibersihkan," kata Fidry.2. Arang Batok"Berguna untuk mengurangi warna dan bau. Ukurannya berdiameter 0,1 mm atau berbentuk bubuk. Jika air yang disaring sudah tidak jernih lagi arang batok harus diganti," ujarnya.3. Penyaring Lainnya"Antara lain adalah kerikil, ijuk dan b [...]

Wanita Perokok Berisiko Lahirkan Bayi Alzheimer

Wanita Perokok Berisiko Lahirkan Bayi Alzheimer

Meski Alzheimer baru terjadi pada usia di atas 65 tahun, namun risiko tersebut bisa diketahui dari pola hidup buruk seperti kebiasaan merokok wanita saat usia muda.Seperti disampaikan Pakar Neurologi Universitas Atmajaya dr. Yuda Turana SpS bahwa perkembangan otak kita saat usia lanjut sangat bergantung pada usia muda. Sebuah penelitian menunjukkan, kebiasaan merokok sebelum hamil pada wanita subur bisa menghasilkan bayi yang kognitifnya jelek yang nantinya Alzheimer."Risiko Alzheimer itu pola hidup. Kalau saya bilang genetik kemungkinannya kecil. Pola hidup yang tidak sehatlah pencetusnya. Bisa dikatakan, sejak saat janin bahkan sebelum janin seorang wanita berperan melahirkan anak yang berisiko," kata Yuda saat ditemui wartawan usai Pelunduran Buku Ketika Ibu Melupakanku di Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (24/12/2014). Alzheimer adalah bentuk demensia yang paling umum, berjumlah kira-kira dua pertiga dari semua kasus. Penyakit ini menyebabkan penurunan kemampuan kognitif secara berangsur-angsur, sering bermula dengan kehilangan daya ingat, perubahan emosi dan disfungsi eksekutif. Di Indonesia, diperkirakan ada 1 juta orang yang menderita Alzheimer dan akanmeningkat menjadi 4 juta d [...]

Korban Banjir Sudah Dijamin BPJS Kesehatan

Korban Banjir Sudah Dijamin BPJS Kesehatan

Para korban banjir yang sakit dan sudah terdaftar sebagai peserta BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan sudah bisa dijamin oleh BPJS meski tidak ada dokumen asal semua informasi jelas.Demikian disampaikan Direktur Pelayanan BPJS Kesehatan, Fadjriadinur saat temu media di kantor BPJS Kesehatan Pusat, Jakarta, Rabu (15/1/2014)."Untuk saudara kita yang dapat musibah bajir, kalau dokumen mereka nggak ada. Kita lihat apa yang ada. Yang penting kita bisa dapat informasinya. Nanti kita koordinasi dengan catatan sipil. Pasti ada keterangan tertentu. Nanti setelah normal, data harus di-update lagi," jelasnya.Fadjri menerangkan, dalam hal banjir, selama belum masuk situasi bencana, peserta masih akan ditanggung."Yang tidak ditanggung adalah situasi bencana. Misalnya seperti kejadian Gunung Sinabung. Kalau sudah masuk bencana, anggaran dari tanggap darurat bencana. Jadi setelah selesai bencana akan dilayani," ungkapnya.Fadjri melanjutkan, untuk peserta yang sudah terdaftar, selama musibah ini belum ditetapkan sebagai bencana, dia bisa gunakan kepersertaanya.(Fit/Mel/*)Baca Juga:Maunya Sih Rakyat Miskin Bisa Berobat Gratis di Rumah Sakit!IDI Minta Dana BPJS Langsung Dikelola Ruma [...]

Kegemukan Bisa Rusak Fungsi Otak Secara Perlahan

Kegemukan Bisa Rusak Fungsi Otak Secara Perlahan

Tak hanya mengganggu penampilan, berat badan tidak normal pun berdampak pada kualitas otak Anda. Hal ini disampaikan oleh riset terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism. Hal ini diketahui setelah ilmuwan dari University of Sao Paulo di Brasil memelajari 17 wanita obesitas sebelum dan sesudah operasi bariatrik, sebuah teknik bedah bagian lambung dan saluran pencernaan untuk mengurangi jumlah makanan yang bisa dikonsumsi dan diserap tubuh untuk mereka dengan Body Mass Index di atas 30. Ternyata, fungsi kognitif mereka lebih baik sesudah melakukan operasi seperti dilansir NY Daily News, Kamis (28/8/2014). Sebelum operasi, otak lebih cepat memerintahkan metabolisme gula dibandingkan mereka dengan berat badan normal. Hal ini bisa memberikan petunjuk adanya kerusakan pada otak sehingga berdampak pada fungsi otak. Selain itu, beberapa penelitian pun memang menunjukkan dampak negatif dari kegemukan. Salah satunya, penyakit Alzheimer. Seseorang yang obesitas berisiko lebih besar 35 persen menderita penyakit gangguan otak ini. [...]

Bahaya Makan Junk Food Saat Sakit

Bahaya Makan Junk Food Saat Sakit

Saat sakit, rasanya memang tidak menyenangkan. Tubuh terasa tak fit dan nafsu makan berkurang. Apalagi saat sakit makanan yang diberikan merupakan makanan sehat, padahal mulut rasanya ingin makan-makanan yang mengguggah selera seperti nugget, burger, sosis serta ankea junk food lainnya. Pada saat sakit Anda tidak dianjurkan untuk makan makanan yang digoreng maupun olahan. Makanan seperti ini hanya mengandung sedikit nilai gizi, padahal tubuh Anda sedang membutuhkan asupan nutrisi tinggi untuk meningkatkan imun tubuh agar segera pulih kembali seperti tutur ahli nutrisi Jaclyn London, MS, RD, CDN. "Saat sakit, Anda cenderung tidak lapar dan hanya makan sedikit, sehingga harus mengoptimalkan makanan yang masuk ke dalam tubuh," tutur London seperti dikutip laman Good Housekeeping pada Jumat (11/14/2014) Demi kesehatan Anda, tak apa lah jika harus stop sementera makan kentang, burger, nugget, sosis dan aneka makanan olahan lainnya. [...]

Menkes Lantik 9 Anggota Komite Farmasi Indonesia

Menkes Lantik 9 Anggota Komite Farmasi Indonesia

Untuk menjamin mutu tenaga kefarmasian di Indonesia, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi melantik sembilan anggota Komite Farmasi Nasional (KFN) masa bakti 2014-2017. Dalam sambutannya, beliau menyatakan pentingnya pelantikan ini karena anggota KFN merupakan penugasan khusus bagi orang-orang yang dianggap mampu meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian baik dalam aspek pengadaan, produksi, distribusi sediaan farmasi, maupun pelayanan kefarmasian. "Saat ini bangsa Indonesia sedang berupaya mewujudkan Jaminan Kesehatan Semesta pada 2019 melalui pelaksanaan JKN dan akan segera melaksanakan Pembangunan Kesehatan periode 2015-2019. Kedua kerja besar ini memerlukan dukungan tenaga kesehatan yang profesional termasuk tenaga kefarmasian," kata Menkes di sela-sela pelantikan anggota komite KFN di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (23/9/2014). Pada kesempatan tersebut, Menkes juga menuntut tenaga kefarmasian untuk melakukan penapisan teknologi kesehatan atau health technology assessment guna memilih obat dan alat kesehatan yang akan dipakai dalam pelayanan kefarmasian. "Penapisan teknologi kesehatan harus mendapat perhatian dari KFN untuk menjamin mutu tenaga kefarmasian. Jaminan mu [...]

Olahraga di Pusat Kebugaran Bikin Tuli?

Olahraga di Pusat Kebugaran Bikin Tuli?

Tahukah Anda bahwa terlalu sering berolahraga di pusat kebugaran berisiko tuli? Ternyata, risiko mengalami tuli berasal dari musik yang diputar dengan volume yang terlalu keras selama kegiatan olahraga berlangsung.Suatu penelitian yang dilakukan oleh National Acoustic Laboratories yang merupakan divisi riset dari Australian Hearing, menemukan fakta bahwa volume musik yang didengarkan kepada para pengunjung memiliki tingkatan yang hampir sama dengan mesin jet. Bahkan, Janette Thorburn dari Australian Hearing Audiologist mengatakan, kebisingan yang terjadi di pusat kebugaran memiliki rata-rata 93 sampai 94 desibel."Kerasnya volume musik di pusat kebugaran hampir setinggi suara yang dilepaskan oleh mesin jet yang tengah terbang pada ketinggian 25 meter, yang lebih dari 100 desibel," kata Janette seperti dikutip Daily Mail, Rabu (1/10/2014)Menurut Janetter, kisaran ideal dari kerasnya suara musik yang dapat mencegah terjadinya tuli atau kerusakan pada pendengaran lainnya berada di bawah 80 desibel, dengan waktu mendengarkannya tidak terlalu lama,"Ketika mendekati 100 desibel, telinga akan mulai mengalami kerusakan pada 15 menit berikutnya," kata dia.Jika seseorang berolahraga di pusat [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *