Anemia dan Angka Kematian Ibu

Anemia-dan-Angka-Kematian-Ibu.jpg

Kematian Ibu hamil dan melahirkan merupakan penyebab kedua terbanyak kematian wanita usia reproduksi. Setiap tahunnya, sekitar 287.000 wanita meninggal akibat komplikasi saat hamil dan melahirkan dan 99% diantaranya terjadi di negara berkembang.

Menurut data organisasi kesehatan dunia/ World Health Organization (WHO), komplikasi utama penyebab hampir 75% kematian ibu hamil dan melahirkan antara lain:

  1. Perdarahan hebat (seringkali perdarahan setelah melahirkan) 27%
  2. Infeksi (setelah melahirkan) 11%
  3. Tekanan darah tinggi selama masa kehamilan (pre eclampsia dan eclampsia) 14%
  4. Partus tak maju 9%
  5. Akibat aborsi 8%
  6. Emboli udara/ pembekuan darah 3%

Data dari departemen kesehatan Indonesia juga tak menunjukkan banyak perbedaan. Berdasarkan survei SDKI tahun 2007 angka kematian ibu (AKI) Indonesia sebesar 228 per 100.000 kelahiran hidup. Di Indonesia penyebab utama kematian ibu sama juga dengan dunia internasional yaitu akibat perdarahan, hipertensi saat hamil dan infeksi.

Perdarahan menempati persentase tertinggi penyebab kematian ibu di Indonesia (28%). Anemia dan kekurangan energi kronis pada ibu hamil menjadi penyebab utama terjadinya perdarahan dan infeksi yang merupakan faktor kematian utama ibu. Seorang wanita yang mengalami perdarahan setelah melahirkan dapat menderita akibat kekurangan darah yang berat (anemia) berat dan mengalami masalah kesehatan yang berkepanjangan.

Anemia merupakan sebuah kondisi kesehatan yang seringkali ditemukan pada masyarakat terutama masyarakat dengan ekonomi rendah. Anemia yang paling sering ditemukan adalah anemia defisiensi zat besi (ADB). Wanita usia reproduktif, hamil-menyusui dan bayi serta balita berisiko tinggi mengalami anemia.

Alasan wanita usia reproduktif dan wanita hamil mengalami anemia akibat defisiensi zat besi adalah karena adanya peningkatan kebutuhan zat besi akibat menstruasi dan hamil. Berikut beberapa fakta seputar zat besi dan wanita menstruasi:

  • Kebutuhan zat besi wanita dewasa sekitar 1,36 mg per hari dan kebutuhan remaja yang sedang menstruasi adalah sekitar 1,73 mg per hari.
  • Namun, sekitar 15% wanita dewasa yang sedang menstruasi memiliki kebutuhan lebih dari 2 mg per hari dan sekitar 5% membutuhkan sekitar 2,84 mg per hari.
  • Remaja perempuan yang sedang dalam masa pertumbuhan dan mengalami menstruasi membutuhkan zat besi yang lebih banyak; sekitar 30% butuh menyerap zat besi lebih 2 mg per hari; 10 % membutuhkan 2,65 mg dan 5% membutuhkan 3,21 mg. Kebutuhan ini akan sulit dicapai bila asupan makanan harian yang mengandung zat besi tidak tercukupi dengan baik.

Lalu ada hubungannya antara meningkatnya kebutuhan zat besi dan selama masa kehamilan. Berikut di halaman selanjutnya penjelasan selengkapnya:

Anemia dan Angka Kematian Ibu

Zat Besi dan Kehamilan

Saat hamil kebutuhan zat besi meningkat terutama saat trimester kedua dan ketiga hingga mencapai 5,6 mg per hari (3,54-8,80 mg per hari). Kebutuhan ini sulit dicapai melalui diet (makanan) harian saja. Oleh sebab itu cadangan zat besi sebelum hamil dan suplemen zat besi tambahan saat hamil memegang peranan penting.

Saat hamil terjadi berbagai perubahan signifikan terhadap tubuh Anda. Jumlah darah di dalam tubuh meningkat hingga 20-30%. Oleh sebab itu, kebutuhan zat besi dan vitamin lainnya untuk membuat hemoglobin pun meningkat.

Banyak wanita yang kekurangan zat besi yang dibutuhkan pada trimester kedua dan ketiga kehamilan. Ketika tubuh membutuhkan zat besi melebihi cadangannya, maka ibu hamil dapat jatuh pada kondisi anemia.

Anemia ringan normal terjadi pada ibu hamil akibat peningkatkan volume darah. Meskipun demikian, anemia berat dapat membuat ibu dan janin berisiko selama kehamilan. Bila ibu hamil mengalami anemia pada dua trimester awal kehamilan, maka ibu hamil berisiko melahirkan bayi prematur atau bayi dengan berat lahir rendah. Anemia juga menyebabkan ibu hamil berisiko tinggi mengalami perdarahan saat melahirkan dan membuat ibu hamil lebih sulit melawan infeksi.

Wanita hamil yang mengalami kondisi anemia memiliki risiko lebih besar mengalami kematian saat hamil dan nifas (paska melahirkan). Anemia memang tidak secara langsung menyebabkan kematian ibu hamil karena penyebab kematian terbanyak adalah akibat perdarahan. Namun, perdarahan yang hebat dapat menyebabkan ibu hamil jatuh pada kondisi anemia berat, terlebih pada ibu yang tidak memiliki cadangan zat besi yang baik selama masa kehamilan.

Proses melahirkan membutuhkan kekuatan dan ketahan fisik ibu hamil yang mana sangat sulit dicapai bila ibu hamil mengalami anemia berat. Selain karena perdarahan, gagal jantung merupakan salah satu penyebab kematian ibu hamil yang mengalami anemia berat.

Sumber: KlikDokter.com

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Gejala Anemia Pada Anak

Gejala Anemia Pada Anak

Anemia merupakan sebuah kondisi yang terjadi ketika jumlah sel darah merah sehat atau hemoglobin tidak mencukupi untuk membawa oksigen ke jaringan-jaringan tubuh. Sel-sel di dalam tubuh membutuhkan oksigen untuk dapat bertahan dan menjalankan fungsinya dengan baik.Anak Anda dapat mengalami anemia akibat beberapa hal berikut: Tubuh anak tidak memproduksi sel darah merah dalam jumlah cukup Tubuh Anak menghancurkan atau kehilangan (dari perdarahan) terlalu banyak sel darah merah Jumlah hemoglobin di dalam sel darah merah tidak mencukupi. Hemoglobin merupakan protein di dalam sel darah merah yang memungkinkan sel darah merah membawa oksigen ke seluruh sel di dalam tubuh dan membuang karbondioksida. Pada anak-anak anemia dapat menimbulkan beberapa gejala seperti berikut, selengkapnya di halaman selanjutnya: Gejala Anemia Pada Anak Anak terlihat pucat, ?keabu-abuan? (wajah, kelopak mata, kuku anak terl [...]

Anemia, Bisa Disembuhkan?

Anemia, Bisa Disembuhkan?

Anemia adalah suatu kondisi medis dimana terjadi kekurangan hemoglobin (Hb) yang bertugas mengantarkan oksigen menuju sistem tubuh. Secara umum anemia bisa disebabkan 3 hal utama yaitu :1. PerdarahanPerdarahan yang menyebabkan anemia bisa merupakan perdarahan masif yang terjadi dalam waktu singkat, maupun perdarahan sedikit sampai sedang namun terjadi dalam jangka waktu panjang. Perdarahan masif dalam waktu singkat misalnya terjadi pada kondisi kecelakaan yang menimbulkan perdarahan banyak. Sedangkan perdarahan sedikit namun terjadi secara terus menerus misalnya terjadi pada kondisi menometroragia (menstruasi panjang dan lama) dan cacingan.2. Penurunan produksi sel darah merahPenurunan produksi sel darah merah terjadi antara lain pada kondisi anemia aplastik, leukemia, kurang asupan nutrisi pendukung pembentukan sel darah merah dan penyakit ginjal. Anemia aplastik merupakan kondisi dimana sumsum tulang belakang gagal membentuk ketiga komponen besar sel darah yaitu sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit (sel darah untuk membantu proses pembekuan darah). Sedangkan pada kondisi gagal ginjal yang terjadi adalah kemampuan tubuh membentuk sel darah merah secara keseluruhan [...]

Inilah Akibatnya Jika Anemia Dibiarkan

Inilah Akibatnya Jika Anemia Dibiarkan

Anemia merupakan suatu kondisi dimana kadar hemoglobin (Hb) kurang dari normal. Gejala yang umum ditemukan adalah mudah lelah dan sulit berkonsentrasi. Ada banyak sekali penyebab anemia, namun paling sering adalah anemia yang disebabkan karena kekurangan asupan nutrisi, misalnya zat besi.Berdasarkan derajatnya, anemia dibagi menjadi anemia ringan, sedang, dan berat. Sebagian besar kasus anemia di dunia adalah anemia ringan. Namun, sekalipun anemia ringan tetap saja dapat mengganggu transportasi oksigen dalam darah ke seluruh tubuh dan menyebabkan keluhan mudah lelah.Sedangkan anemia sedang-berat dapat menyebabkan tubuh menjadi lemas dan menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius.Pada anemia, jumlah sel darah merah berkurang dan menurunkan kemampuan tubuh menyerap oksigen. Jika terjadi dalam waktu lama dan tidak diatasi, maka akan menimbulkan komplikasi berupa, selengkapnya pada halaman selanjutnya: Inilah Akibatny [...]

Apakah Anemia Bisa Disembuhkan?

Apakah Anemia Bisa Disembuhkan?

Anemia bukanlah suatu penyakit melainkan sebuah kondisi medis. Anemia disebabkan oleh berbagai macam hal. Oleh sebab itu, cara mengatasi anemia paling tepat adalah dengan menemukan dan mengobati penyakit yang mendasarinya.Anemia dapat dikontrol diatasi bergantung dengan penyebab anemia. Seseorang yang mengalami anemia berarti memiliki jumlah sel darah merah sehat yang kurang. Sel darah merah bertugas membawa oksigen ke jaringan-jaringan tubuh, oleh sebab itu bila seseorang mengalami anemia dapat merasakan gejala mudah lelah, lemas, pusing ataupun sesak napas.Anemia jenis apa yang dapat disembuhkan?Sebenarnya kata ?disembuhkan? kurang tepat karena anemia adalah kondisi bukanlah suatu penyakit. Hampir semua anemia yang berhubungan dengan gizi dapat diatasi dengan baik. Penyebab tersering anemia adalah kekurangan zat besi. Tubuh membutuhkan zat besi untuk membuat hemoglobin (protein yang terdapat di dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen). Bila anemia disebabkan oleh kekurangan jumlah zat besi di dalam tubuh maka dapat disembuhkan dengan mengonsumsi suplemen zat besi tambahan dan makanan yang mengandung zat besi. Anemia akibat defisiensi zat besi dan kehilangan darah (sep [...]

Inilah Makanan-makanan Pencegah Anemia

Inilah Makanan-makanan Pencegah Anemia

Banyak orang yang berisiko terkena anemia diakibatkan oleh asupan gizi yang kurang, gangguan saluran pencernaan, penyakit kronis, infeksi, dan berbagai kondisi lainnya. Wanita yang sedang hamil dan haid juga berisiko mengalami anemia. Anemia tidak hanya dapat menurunkan produktivitas kerja 5-10%, tetapi juga daya tahan tubuh sehingga rentan terhadap penyakit.Anemia yang disebabkan oleh keturunan atau kelainan genetik tertentu memang sulit dicegah. Meski banyak tipe anemia yang tak dapat dicegah, mengonsumsi makanan yang bergizi dapat membantu menghindari anemia akibat kekurangan zat besi dan vitamin lainnya.Suplemen yang mengandung zat besi, asam folat, dan vitamin B lainnya juga dapat membantu mencegah anemia. Namun, penggunaan suplemen harus sesuai dengan petunjuk dokter terutama bagi orang lanjut usia.Berikut adalah beberapa jenis kandungan makanan yang dapat mencegah dan mengatasi anemia: Inilah Makanan-makanan Pen [...]

4 Kiat Puasa Lancar Bebas dari Anemia

4 Kiat Puasa Lancar Bebas dari Anemia

Saat mulai memasuki bulan puasa, biasanya kita sudah bersiap-siap berbelanja bahan makanan. Tapi jangan asal berbelanja makan enak saja, karena tubuh kita perlu makan makanan yang sehat untuk mendukung ibadah-ibadah Anda selama bulan puasa, khususnya untuk mereka yang menderita anemia. Anemia adalah kondisi di mana terjadi penurunan jumlah sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh. Ketika anemia, tubuh akan menjadi mudah lelah, pucat, dan pusing hingga penglihatan menjadi berkunang-kunang. Gejala anemia ini akan bertambah berat bila kita berpuasa karena kurangnya asupan makanan yang bernutrisi untuk menjawab kebutuhan produksi sel darah merah. Kalau sudah mengalami gejala anemia di bulan puasa, suka tidak suka konsekuensinya jadi dapat membatalkan ibadah puasanya. Nah, supaya puasa tidak ?bolong? alias lancar dan bebas dari anemia, ikuti langkah-langkah mudah ini untuk mencegahnya: Banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besiZat besi merupakan komponen penting dalam pembentukan sel darah merah. Makanya, saat sahur dan buka, khusus penderita anemia disarankan mengkonsumi makanan sumber zat besi seperti hati, daging, kuning telur, tempe, kacan [...]

Kekurangan Zat Besi dari Makanan Sebabkan Anemia

Kekurangan Zat Besi dari Makanan Sebabkan Anemia

Anemia akibat kekurangan zat besi merupakan anemia yang paling banyak diderita oleh penduduk dunia maupun di negara berkembang seperti Indonesia.Zat besi merupakan komponen penting untuk pengaturan berbagai fungsi tubuh, termasuk memproduksi hemoglobin (molekul di dalam darah yang membawa oksigen). Zat besi juga penting untuk menjaga kesehatan sel-sel, kulit, rambut, dan kuku.Anemia akibat kekurangan zat besi terjadi ketika jumlah zat besi dalam tubuh tidak mencukupi sehingga tubuh tidak dapat membuat sel darah merah yang sehat. Bila seseorang memiliki sel darah merah yang kurang dari seharusnya, organ-organ dan jaringan di dalam tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup untuk menjalankan fungsinya.Apa saja yang dapat menyebabkan seseorang kekurangan zat besi? Halaman berikut penjelasan selengkapnya. Kekurangan Zat Besi dari Makanan Sebabkan Anemia Apa saja yang dapat menyebabkan seseorang kekuranga [...]

Inilah Makanan Sehat Penambah Darah!

Inilah Makanan Sehat Penambah Darah!

Anemia defisiensi besi merupakan masalah kesehatan umum yang dapat terjadi seumur hidup manusia. Anemia defiseiensi besi memberikan dampak negatif pada ibu hamil seperti meningkatkan angka kematian bayi, bayi dengan berat badan lahir rendah dan persalinan bayi prematur. Pada anak, anemia defisiensi besi menyebabkan kegagalan perkembangan secara fisik dan fungsi kognitif. Sedangkan pada dewasa, anemia menyebabkan penurunan performa dalam bekerja dan menurunkan kapasitas kerja.Zat besi telah diketahui merupakan salah satu zat yang diperlukan untuk membentuk sel darah merah. Salah satu cara pemenuhan zat besi adalah dengan memenuhi kebutuhan asupan zat besi melalui makanan dan minuman yang dikonsumsi. Zat besi terdapat di dalam makanan dalam bentuk heme dan non heme. Heme dapat ditemukan hampir pada seluruh makanan yang berasal dari daging hewan. Sedangkan non heme dapat ditemukan pada daging hewan, beberapa tumbuhan, makanan yang difortifikasi, dan suplemen.Daging hewan dan tumbuhan yang dikatakan sebagai sumber zat besi antara lain : Daging sapi Daging ayam Daging unggas lain Daging kambing Telur Simak sumber zat besi lainnya pada halaman berikut. Klik Next. [...]

Menangkal Anemia Dengan Sakatonik Liver

Menangkal Anemia Dengan Sakatonik Liver

Apakah Anda sering merasa cepat letih, lesu, mata berkunang-kunang? Waspadalah. Anda mungkin saja mengalami gejala anemia atau kurang darah. Anemia adalah kondisi di mana Anda memiliki jumlah sel darah merah di bawah normal. Kurangnya sel darah merah ini diakibatkan hitungan hemoglobin yang rendah. Hemoglobin bermanfaat membantu sel darah merah mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Tanpa asupan hemoglobin yang cukup, sel-sel tubuh Anda akan kekurangan oksigen. Akibatnya, Anda akan merasa cepat lelah dan lemas. Anemia parah dapat mengakibatkan kerusakan jantung, otak, dan organ tubuh lainnya. Bahkan dapat menyebabkan kematian. (Baca: Sering Lemas? Waspada Gejala Kurang Darah) Mereka yang sering mengalami anemia biasanya terjadi pada ibu hamil, wanita yang menstruasi, orang bekerja terlalu berat, diet yang salah atau orang yang baru melalui proses operasi pembedahan. Umumnya, penyebab anemia karena berkurangnya nutrisi pembentuk sel darah merah. Vitamin dan mineral seperti zat besi, vitamin B12, dan asam folat sangat vital dibutuhkan tubuh untuk peningkatan sel darah merah. (Baca: 6 Penyebab Anemia) Untuk mencegahnya, rutinlah mengkonsumsi makanan dan minuman penambah sel darah merah [...]

Lakukan Ini Bila Anda Pertama Kali Terkena Anemia

Lakukan Ini Bila Anda Pertama Kali Terkena Anemia

Apakah Anda sering pusing, mudah lelah, letih, lesu, pucat, dan mata berkunang-kunang? Jika ya, bisa jadi Anda mengalami anemia. Bila anemia sudah berat maka dapat menimbulkan gejala sesak napas, jantung berdebar hingga pingsan.Anemia atau kurang darah terjadi akibat berkurangnya jumlah sel darah merah yang sehat. Tujuan pengobatan anemia adalah untuk meningkatkan jumlah oksigen yang dibawa di dalam pembuluh darah. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan jumlah sel darah merah dan/atau kadar hemoglobin di dalam darah. Hemoglobin merupakan protein kaya zat besi yang terdapat di dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh.Pada pemeriksaan laboratorium darah, seseorang dikatakan anemia bila kadar hemoglobin (Hb) < 13 mg/dl pada pria dan <12 mg/dl pada wanita.Bagaimana cara menanganinya? Halaman selanjutnya penjelasannya: Lakukan Ini Bila Anda Pertama Kali Terkena Anemia Bila m [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *