Bahaya Buka Hape Sebelum Tidur

sleep.jpg

Jika sebelumnya para ilmuwan di Northwestern University, Chicago baru-baru ini menemukan bahwa paparan cahaya dari komputer atau smartphone di malam hari bisa menyebabkan penambahan berat badan. Terpapar cahaya smartphone selama tiga jam di malam hari sebelum tidur dapat memicu penyakit berbahaya.

Begitu disampaikan peneliti, Profesor Horne. Menurutnya, terpapar cahaya sebelum tidur dapat meningkatkan ghrelin atau hormon yang meningkatkan nafsu makan dan merangsang hormon leptin yang membuat Anda merasa mengidam makanan tertentu.

Selain itu, Horne menuturkan ada bahaya lain dibalik terkena cahaya sebelum tidur, seperti dikutip Dailymail, Rabu (22/10/2014) berikut ini:

1. Dapat meningkatkan risiko kanker

Sebuah laporan baru-baru ini yang diterbitkan European Journal of Cancer Prevention menganalisis 16 studi tentang paparan cahaya di malam hari.

Para peneliti dari universitas di Cina, menemukan bahwa paparan berulang cahaya dapat meningkatkan risiko kanker payudara pada wanita sebesar 17 persen. Cahaya yang dimaksud termasuk sorotan lampu yang terlalu terang ataupun lampu dari layar ponsel atau laptop.

Tidak jelas mengapa cahaya pada malam hari dapat menyebabkan hal tersebut, namun peneliti menuliskan satu teori bahwa terpapar cahaya sebelum tidur dapat mengganggu keseimbangan hormon alami dalam tubuh yang membuat sel-sel kanker berkembang.

2. Membuat anak-anak lebih cemas

Sebuah studi dalam jurnal Physiology and Behaviour menemukan bahwa bayi tikus yag terkena cahaya di malam hari menunjukkan tanda-tanda lebih stres dan perilaku cemas dibandingkan mereka yang tidur dalam kondisi gelap.

Peneliti mengungkapkan, ada peningkatan kadar hormon stres seperti kortisol pada anak yang sering terpapar cahaya sebelum tidur.

Para ilmuwan di Universitas Kyushu di Jepang juga menemukan bahwa 46 persen orang dewasa yang terkena cahaya di malam hari mengalalami penurunan produksi melatonin-hormon yang bertugas mengatur siklus tidur. Dan pada anak-anak angka itu mencapai 88 persen.

3. Meningkatkan risiko diabetes tipe 2

Penelitian di jurnal Kronobiologi International menemukan, orang tua lebih berisiko mengembangkan diabetes jika mereka berada di bawah lampu terang selama empat jam sebelum tidur.

Profesor Horne menerangkan kemungkinan diabetes tipe 2 lantaran cahaya membuat jam tubuh tidak begitu sensitif.

4. Mudah stres

Penelitian terbaru di Ohio State University menemukan hamster betina yang terkena cahaya di malam hari menunjukkan tanda-tanda mudah depresi.

5. Mengantuk di siang hari

Sebuah penelitian terbaru di Universitas Tsukuba di Jepang, menemukan metabolisme orang yang tidur dengan paparan cahaya cenderung mudah mengantuk di siang hari.

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Dinamika Kependudukan Indonesia, di Luar Perkiraan

Dinamika Kependudukan Indonesia, di Luar Perkiraan

Tahun 2014 merupakan tahun strategis untuk memunculkan isu pembangunan kependudukan. Demikian disampaikan Menteri Menkokesra Dr. HR Agung Laksono."Tahun ini strategis karena merupakan ajang Pemilihan Umum Dewan Legislatif yang kemudian dilanjutkan dengan Pemilihan Presiden RI, pengarusutamaan isu pembangunan kependudukan serta dinamika penduduk dalam pembangunan berkelanjutan harusnya menjadi isu penting saat ini," katanya di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta ini, Rabu (11/2/2014).Hal tersebut dimaksudkan agar proses perencanaan program dan kegiatan kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga akan terjamin keberlangsungannya."Harus dilakukan mengingat pencapaian indikator program KKB tidak banyak berubah selama 10 tahun terakhir. Bila kondisi stagnasi ini terus terjadi, dikhawatirkan jumlah penduduk Indonesia akan bertambah melebihi dari yang sudah diproyeksikan," kata Agung Laksono.Menyikapi hal tersebut, Kemenko Kesra saat ini telah menyelesaikan penyusunan dokumen Grand Desain Pembangunan Kependudukan (GDPK) Tahun 2011-2035, melalui koordinasi lintas sektor. "Terdapat 3 aspek penting kebijakan kependudukan Indonesia yang melatarbelakangi penyusunan GDPK ini," [...]

Lihat Tayangan Tak Mendidik, Kendali Televisi Ada di Remote

Lihat Tayangan Tak Mendidik, Kendali Televisi Ada di Remote

Tak sedikit masyarakat yang menilai bahwa tayangan televisi saat ini kurang mendidik. Terlebih di beberapa stasiun televisi, menyajikan sebuah acara yang tak layak untuk ditonton oleh anak-anak. Lantas, apa yang harus dilakukan agar anak-anak terhindar dari tayangan yang tak layak ditonton?"Pengaruh remote ada pada Anda. Kalau memang tak layak tonton, tukarlah atau bahkan matikan saja. Ya, kalau sudah ditukar masih ada acara yang tak layak ditonton, jalan satu-satunya dimatikan," kata Psikolog Klinis sekaligus Aktivis, Baby Jim Aditya, dalam acara `Diskusi Buku: Sesuai Kata Hati, Wacana Klasik Kehidupan Waria`, di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, belum lama ini.Menurut Baby, ini merupakan cara satu-satunya yang dapat dilakukan untuk membuat hidup lebih damai. Ingin protes pun, dirasa percuma. Sebab, protes yang diajukan masyarakat terhadap stasiun televisi tidak akan pernah digubris sama sekali. Kalau pun kritikan itu dilakukan, hanya bertahan beberapa hari saja, Senin (3/3/2014)."Protes tidak mempan. Karena orientasi stasiun televisi itu untuk mencari uang. Jadi kalau mau protes, percuma. Mending matiin televisinya," kata Baby menekankan.Biasanya, protes yang diajukan mas [...]

Perang Menkes Lawan Kebiasaan Merokok

Perang Menkes Lawan Kebiasaan Merokok

Rokok masih jadi fokus Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof. Dr. dr. Nila Moeloek, Sp.M (K) pada 2015. Menurut dia, sejumlah tindakan atas terus ditingkatkan agar jumlah perokok di Indonesia mengalami penurunan. "Saya kira paling utama, tetap memberlakukan kawasan tanpa rokok," kata Menkes saat menghadiri Peringatan Hari Ulangtahun ke-29 Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK) di Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (15/11/2014)Jadi, lanjut Menkes, Kemenkes akan terus mendorong sejumlah tindakan dan kebijakan. Misalnya, individu dilarang untuk merokok di dalam rumah sakit dan kantor. "Harus di luar dari bangunan, dengan jarak beberapa meter," kata Menkes menambahkan. Selanjutnya, Kemenkes akan memberikan edukasi kepada para perokok, yang kemungkinan berasal dari kalangan tidak mampu."Dari segi ekonomi yang saya lihat, daripada membeli rokok, lebih baik memberikan makanan kepada anak dan keluarganya," kata Menkes.Intinya, Kemenkes akan terus mendorong sampai kesadaran dari masyarakat untuk berhenti merokok timbul. [...]

Petani Tembakau Cuma Jadi Tameng Industri Rokok Ogah Setujui FCTC

Petani Tembakau Cuma Jadi Tameng Industri Rokok Ogah Setujui FCTC

Menggunakan para petani tembakau sebagai benteng untuk menghambat penandatanganan Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau (FCTC) ternyata juga dialami oleh negara lain seperti Brasil. Negara yang belum lama ini menjadi tuan rumah Piala Dunia tersebut pernah mengalami isu yang sama sebelum akhirnya menandatangani perjanjian internasional FCTC.Seperti disampaikan National Profesional for Tobacco Free Initiative Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dina Kania, isu ini selalu digunakan oleh mereka yang berkepentingan mengingat aturan ini berlaku secara global."Ini terjadi di seluruh negara. Seperti misalnya ketika Brasil ingin meratifikasi, hal yang sama juga dialami. Permasalahan tembakau, buruh atau pekerja digunakan untuk mengeksploitasi dan menakut-nakuti pemerintah untuk mengambil kebijakan. Ini sudah jadi praktik umum. Mereka selalu menaruh petani sebagai tameng padahal yang mereka perjuangkan industri mereka sendiri," kata Dina disela-sela acara forum media FCTC versus RUU Pertembakauan di Hotel Sahid, Jakarta, ditulis Rabu (27/8/2014).Lantas apa yang membuat 178 negara di seluruh dunia mau menerapkan FCTC dalam kebijakan nasional?Menurut Dina, kebijakan politik suatu negara [...]

Para Istri Menteri : Tak Perlu Operasi Plastik

Para Istri Menteri : Tak Perlu Operasi Plastik

Banyak cara yang dilakukukan para perempuan untuk menutupi kekurangannya, tidak sedikit memilih cara instan seperti operasi plastik atau pemasangan implan agar cantik. Namun hal ini tidak berlaku untuk para istri menteri yang tergabung dalam Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB).Ratna Djoko Suyanto istri dari Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Ratna Djoko Suyanto sekaligus Ketua II SIKIB mengatakan sama sekali tidak tertarik melakukan perubahan tubuh atau wajah dengan menggunakan operasi plastik."Tidak kalau operasi plastik. Tidak berani. Khawatir salah nanti operasinya. Begini saja sudah cantik, Tuhan menciptakan manusia itu sudah sempurna. Cantik itu datangnya dari dalam," kata Ratna. Sama seperti Ratna Triesna Jero Wacik juga mengaku tidak tertarik melakukan operasi plastik atau pemasangan implan."Bukan yang termasuk yang anti dengan hal instan itu, tetapi saya tidak tertarik dengan operasi plastik, pemasangan implan, tanam benang atau teknik apa pun untuk menarik kerutan. Cukup dengan perawatan alami saja dengan mengonsumsi air putih," kata istri dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik.Triesna mengatakan operasi plasti [...]

Premi Asuransi Kesehatan di Belanda Capai Rp 20 juta per Bulan

Premi Asuransi Kesehatan di Belanda Capai Rp 20 juta per Bulan

Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikirimkan kepada BPJS Kesehatan sebagai jaminan sosial di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ternyata tak sebanding dengan premi asuransi nasional yang berlaku di negeri Belanda. Di Indonesia jumlahnya jauh lebih kecil. Seperti dikutip dari laman Iamexpat, Senin (14/4/2014), di negeri kincir angin ini, premi kesehatan tiap orang per bulan pada 2015 diprediksi naik mencapai 1.321 euro atau Rp 20,8 juta per bulan pada 2015. Dan angka ini terus menaik sejak 2010. Tentu saja harga premi ini cukup fantastis bila dibanding dengan premi JKN yang berlaku di Indonesia. Untuk kelas I sebesar Rp 59.500 per orang per bulan, kelas II Rp 42.500 per orang per bulan dan kelas III Rp 25.500 per orang per bulan. Sementara untuk Penerima Bantuan Iuran hanya membayar premi sejumlah Rp. 19.000 tiap bulan per orang. Itu pun dibayar pemerintah. Ditemui di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, peneliti senior di NIVEL (Netherlands Institute for Health Service Research) dr. Wienke Boerma, PhD yang ditemui Liputan6.com menjelaskan, premi wajib yang disetorkan pemberi kerja yang bergantung pada pemasukan berusia di atas 18 tahun pada 2013 sebesar 11 [...]

Olahraga yang Cocok untuk Nyeri Punggung

Olahraga yang Cocok untuk Nyeri Punggung

Nyeri punggung tidak boleh dianggap enteng. Terlebih bila pernah mengalami nyeri dan sembuh, lalu kondisi tersebut muncul kembali. Segera untuk lakukan konsultasi ke dokter atau ahlinya, agar kondisi itu tidak merembet ke bagian lainnya.Pakar Strength and Conditioning, Arnav Sarkar menjelaskan, nyering punggung timbul karena individu kurang melakukan aktivitas fisik. Sikap tubuh yang buruk ketika mengangkat sebuah benda atau postur yang salah ketika duduk, dapat menjadi penyebab terjadinya nyeri punggung. Hal pertama yang harus dilakukan adalah melakukan konsultasi dengan seorang spesialis, dan dia akan memberikan panduan latihan apa saja yang cocok untuk dilakukan si pasien. "Ketika seseorang menderita sakit punggung, mereka harus terlebih dulu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mengetahui latihan apa saja yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan. Misalnya, joging jarak jauh," kata dia seperti dikutip Health Me Up, Senin (21/7/2014)Lebih lanjut Arnav menjelaskan, perlu diketahui bahwa menghindari latihan sama sekali bukanlah solusi untuk mereka yang mengalami nyeri punggung. Justru, mereka harus memperkuat tubuh dan mengembangkan sistem kardio, demi memerangi sakit pun [...]

Tak Hanya Nanas dan Daun Pepaya, Kiwi pun Bisa Lunakkan Daging

Tak Hanya Nanas dan Daun Pepaya, Kiwi pun Bisa Lunakkan Daging

Selain nanas dan daun pepaya, ternyata buah kiwi juga bisa digunakan untuk melunakkan daging. Menurut pemilik Restoran Epilogue, Chef Sandra, buah kiwi juga bisa membuat daging empuk."Kandungan asam yang tinggi pada buah kiwi bisa membuat empuk daging. Selain itu, buah kiwi juga tidak membuat asam makanan," kata Sandra saat acara Zespri di Restoran Restoran Merah Delima, Jakarta ditulis Senin (14/7/2014).Buah kiwi, katanya, memang selalu menjadi favoritnya dalam mengolah masakan. Seringkali untuk mendapatkan rasa, Sandra mengaku sering menggunakan buah yang mirip sawo tersebut."Dibanding lemon yang asam, kiwi punya rasa manis yang bikin masakan wangi dan enak," katanya. [...]

Islam pun Mengajarkan agar Mengurangi Gorengan

Islam pun Mengajarkan agar Mengurangi Gorengan

Lemak menjadi 'musuh' bagi para pelaku diet. Banyak anggapan yang mengatakan bahwa lemak dapat membuat berat badan jadi berlebih, dan berdampak pada berkembangnya berbagai jenis penyakit. Padahal, tubuh sendiri membutuhkan lemak. Biar aman, konsumsilah lemak dengan mempertimbangkan kondisi tubuh kita. Apakah Anda tergolong berberat badan berlebih, atau memiliki riwayat penyakit diabetes, hipertensi, asam urat, dan hiperkolesteromia? Bila demikian, hindarilah makanan yang berlemak. "Minimal mengurangi dan membatasi konsumsinya. Misalnya, mengurangi makanan yang ditumis atau digoreng," kata Ketua Forum Kajian Islam dan Kedokteran Indonesia, dr. Muhammad Suwardi ditulis Health Liputan6.com pada Selasa (22/7/2014) Selain itu, lanjut Suwardi, gunakanlah selalu minyak sayur non-kolesterol dan hanya sekali memakainya. "Akan lebih baik apabila memakai wajan khusus untuk menumis dan menggoreng," kata dia menambahkan. Menurut penulis buku berjudul 'Solusi Sehat Islami', wajan ini antilengket, dan dapat menggoreng tanpa menggunakan minyak sayur. Selain itu, hindarilah makanan bersantan yang kaya akan kandungan trigliserida yang berbahaya bagi tubuh. [...]

Apa Pentingnya Asuransi Kesehatan untuk Keluarga?

Apa Pentingnya Asuransi Kesehatan untuk Keluarga?

Membahas pentingnya asuransi kesehatan yang belum genap setahun di Indonesia, tahukah Anda kalau sesungguhnya, Pemerintah Indonesia telah mencoba memperkenalkan prinsip asuransi sejak tahun 1947, dua tahun setelah Indonesia merdeka. Bahkan penggagasnya, Menteri Kesehatan pertama, Prof. Dr. Gerrit Agustinus Siwabessy merasa sudah lama ingin mensejahterakan masyarakat melalui asuransi kesehatan agar mereka dapat melindungi keluarga dari penyakit-penyakit yang tidak bisa diduga. Siwabessy pernah bercerita, ketika ia mendapatkan kesempatan sekolah di London, Inggris, ia sama sekali tidak pernah merasa kesulitan saat sakit. Semua biaya kesehatan dirinya dan keluarga ditanggung satu badan khusus yang disebut National Health Service (NHS). Jaminan kesehatan ini didanai dan dikelola oleh pemerintah secara nasional namun sifat pengelolaanya sebagian dibiayai dari kontribusi wajib dari tenaga kerja dan pemberi kerja. Jadi tidak heran, potongan gaji dan pajak di Inggris sangat tinggi. Disana, ia melihat, semua pelayanan kesehatan juga sangat mudah dan dijamin negara sehingga tidak peduli orang miskin atau kaya, orang Inggris atau orang asing, semua mendapatkan fasilitas kesehatan yang sama. [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *