Bedah Robotik, di RS Bunda Jakarta Lebih Murah

002011800_1417508477-bedah_robot_2.JPG

Bedah robotic (robotic surgery) yang disediakan di Rumah Sakit Bunda Jakarta dapat dijadikan alternatif bagi pasien yang ingin dibedah tanpa harus ke luar negeri. Selain efektif dalam hak waktu, biaya pun relatif lebih murah.

Direktur Pengembangan Produk dan Teknologi PT BundaMedik sekaligus tim dokter ARMIS (Advanced Robotic and Minimally Invasive Surgery), Dr. Ivan R. Sini, SpOG, menjelaskan, biaya bedah robotic yang ditawarkan Rumah Sakit Bunda Jakarta adalah sekitar Rp 100 jutaan.

“Harga ini jauh lebih hemat dari biaya serupa di beberapa rumah sakit negara tetangga,” kata Ivan dalam Robotic Surgery Gathering ‘Pencapaian ke-100 Kasus Bedah Robotic’ di Double Tree by Hilton Hotel, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (2/12/2014).

Di Singapura, biaya yang ditawarkan sekitar Rp 150 juta dan Malaysia juga menawarkan harga yang tak berbeda jauh, sekitar Rp 130 juta.

“Selain lebih hemat, juga turut membantu program pemerintah dalam hal Medical Tourism yang tengah gencar dipromosikan,” kata Ivan.

Ivan percaya bahwa Indonesia memiliki tenaga kesehatan dan kedokteran yang berkualitas serta fasilitas yang tak kalah dari negara-negara lain.

Untuk itu, Ivan mengimbau agar seluruh masyarakat Indonesia turut mendukung program pemerintah untuk memercayakan proses medik apa pun bentuknya kepada rumah sakit yang ada di Indonesia.

“Dan di RS Bunda Jakarta sendiri, kami menawarkan pelayanan terbaik ditunjang dengan teknologi terkini dengan biaya yang lebih hemat dibanding dengan biaya di rumah sakit negara tetangga,” kata Ivan menambahkan.

Atas pencapaian yang diraih selama ini dan sebagai penghargaan bagi konsumen, Rumah Sakit Bunda Jakarta memberikan harga khusus bagi tindakan kepada pasien sebesar Rp 58 juta, di luar harga obat dan biaya kamar yang berlaku mulai Oktober hingga Desember 2014.

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Ada di RS Mount Elizabeth

Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Ada di RS Mount Elizabeth

Teknologi bidang kesehatan makin maju membuat pasien gagal jantung usia lanjut tak lagi harus menjalani transplantasi. Dengan teknologi Continous Left Ventricular Assist Device (CF-LAVD), harapan hidup lebih panjang makin terbuka lebar. Dalam Pre-ASM Cardio Symposium Mount Elizabeth Hospitals Annual Medical Seminar, Dr. Kenneth Ng menjelaskan bahwa pada dasarnya CF-LAVD adalah pompa jantung implan yang ditanamkan di dalam dada penderita gagal jantung. "Biasanya, CF-LAVD diberikan kepada pasien gagal jantung berat atau gagal jantung tahap akhir," kata Kenneth di Confrence Room Level 9 Mount Elizabeth Novena Hospital, Singapura, Jumat (24/10/2014). Tak seperti transplantasi jantung, CF-LAVD tidak menggantikan jantung secara menyeluruh. CF-LAVD hanya membantu kerja jantung dalam memompa darah. Selain itu, teknologi yang telah digunakan oleh Rumah Sakit Mount Elizabeth Singapura dan sudah berhasil membantu 60 orang pasien gagal jantung adalah terapi terakhir ketika tidak ada lagi pilihan terapi untuk menyelamatkan nyawa pasien dengan kondisi yang ditandai dengan ketidakmampuan jantung memompa secara maksimal. "Selain menyelamatkan nyawa pasien gagal jantung, dapat juga meningkatkan har [...]

RS Tolak Kerjasama BPJS, Kurang Sosialisasi Atau Tenaga Medis yang Cuek?

RS Tolak Kerjasama BPJS, Kurang Sosialisasi Atau Tenaga Medis yang Cuek?

Pola tarif paket atau dikenal dengan INaCBGs (INdonesia Case Base Group) yang merupakan sistem baru pada pembayaran pasien di RS, akhir-akhir ini memang jadi pusat perhatian. Alasannya, selain tarifnya dinilai terlalu kecil untuk rata-rata penyakit yang dialami pasien, sistem ini membuat tenaga medis masih melihat sebelah mata karena khawatir merugi. Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Akmal Taher, Sp.U(K) pun menerangkan bahwa proses sosialisai pola tarif paket bukan baru kali ini dikenalkan di Rumah Sakit. Menurutnya, sejak program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) yang ditetapkan pemerintah tiga tahun lalu, tarif paket sudah dijalankan di beberapa Rumah Sakit. "Jamkesmas pakai InaCBGs sejak tiga tahun lalu. Tapi apa yang terjadi? Kenapa nggak semua dokter tahu? dulu itu masih dianggap sebagian kecil dari atensi mereka. Itu bukan sosialisasi namanya? 1.200 Rumah Sakit dengan InaCBGs dulu nggak ada yg ribut," tegas Akmal saat temu media Evaluasi 3 Bulan JKN di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, ditulis Kamis (13/3/2014). Akmal menilai, saat Jamkesmas masih berlaku, manajemen Rumah Sakit masih bisa melakukan subsi [...]

Setelah Dipukul, Dibekap, Bayi Ini Dibunuh Ibunya

Setelah Dipukul, Dibekap, Bayi Ini Dibunuh Ibunya

Seorang bayi berusia lima bulan akhirnya meninggal dunia setelah disiksa ibu kandungnya. Kejadian ini terjadi di Dusun Tambangan, Kecamatan Mijen Semarang, Senin (14/4/2014). Bahkan warga juga sempat Siti saidah (30) sang ibu itu, mengangkat anaknya di bagian leher di sekitar rumahnya. Menurut Sugiyono, salah satu tetangga Siti Saidah, sekitar pukul 09.15 ia melihat bayi yang belum diberi nama itu tergeletak di jalan perkampungan. Kemudian pelaku membawa anak ketiganya itu bak membawa seekor kucing. "Saya waktu mau ke pasar lihat anaknya di jalan, terus dicengkiwing (red : seperti memegang anak kucing di lehernya) oleh ibunya. Saya tidak tahu itu sudah meninggal atau belum," kata Sugiyono. Kehebohan terjadi sekitar pukul 10.30, saat warga berkerumun di depan rumah Siti Saidah untuk melihat apakah bayi tersebut sudah meninggal. Sementara itu Mimid Kusniarto (43) menyebut bahwa peristiwa itu diketahui warga karena Siti terlibat pertengkaran dengan kakaknya. "Pak RW datang kemudian melihat kondisi anaknya, sudah dingin, kemudian dibawa ke Puskesmas Mijen ternyata sudah meninggal karena gagal nafas," kata Mimid. Kakak Siti, Tarpiah mengaku sempat menegur adiknya itu karena sering [...]

Trypophobia, Takut dengan Lubang Sedang Ramai di Sosmed

Trypophobia, Takut dengan Lubang Sedang Ramai di Sosmed

Jenis fobia seperti ornithophobia, claustrophobia, dan hydrophobia mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita. Tapi, pernahkah kita mendengar jenis fobia yang sangat mengganggu, trypophobia? Fobia adalah ketakutan luar biasa dan tidak masuk akal atas suatu obyek atau situasi yang menimbulkan dampak nyata, yang diikuti dengan rasa cemas untuk menghindarinya. Berbeda dengan rasa cemas, fobia biasa terjadi dalam jangka waktu yang lama, yang menyebabkan reaksi fisik dan psikologis terjadi secara terus menerus, serta dapat memengaruhi kemampuan si penderitanya untuk berfungsi secara normal di tempat kerja atau di lingkungan sekitar. Pada dasarnya, fobia yang dianggap menjijikan oleh penderitanya merupakan rasa takut yang berlebihan terhadap banyak lubang dan hal-hal lainnya yang memiliki banyak lubang kecil di diri mereka. GejalaUmumnya, Individu yang menderita tryhpophobia merasakan perasaan gelisah serta gatal di sekujur tubuh setelah melihat benda yang memiliki banyak lubang kecil di permukaannya, seperti sumsum tulang, biji bunga teratai, sarang tawon, spons dan lain-lain.Penderita kondisi ini memiliki dua kemungkinan yang berbeda saat diperlihatkan apa yang menjadi ketakuta [...]

Merasai Sistem Jaminan Kesehatan di Australia

Merasai Sistem Jaminan Kesehatan di Australia

Masih membahas sistem jaminan kesehatan didunia. Kali ini, tim Health-Liputan6.com berkesempatan berbincang dengan salah seorang Warga Negara Indonesia yang telah bekerja sebagai Senior IT Deveoper di Australia selama lebih dari enam tahun, Donny Verdian.Menurutnya, jaminan kesehatan di Australia disebut juga Medicare dan dikelola oleh Health Insurance Commisioner di tingkat negara Federal.Berdasarkan undang-undang, jaminan kesehatan nasional Australia telah disahkan sejak 1973 dengan memberikan jaminan pelayanan komprehensif kepada seluruh penduduk Australia, baik yang berada di Australia maupun yang berada di beberapa negara tetangga seperti di Selandia Baru dan warga negara beberapa negara Eropa yang tinggal di Australia."Menilai orang asing dalam konteks dapat atau tidak dapat jaminan kesehatan di sini agak rancu tergantung visa-nya. Orang asing seperti saya misalnya, ada dalam kategori permanent resident, maka saya dapat jaminan kesehatan sama persis dengan yang diberikan pemerintah kepada warga negara Australia," katanya.Tapi untuk orang asing dengan visa pelajar, kata Donny, mereka tidak dicover kesehatannya oleh pemerintah maka dari itu pemerintah mewajibkan setiap pelajar/ [...]

Pelajaran yang Dapat Diambil dari Kasus Pelecehan Seks di JIS

Pelajaran yang Dapat Diambil dari Kasus Pelecehan Seks di JIS

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan, banyak sekali pelajaran yang dapat diambil dari kasus yang menimpa bocah AK (6), korban pelecehan seksual di Jakarta International School (JIS).Sekretaris Jenderal KPAI, Erlinda mengatakan, yang pertama, sekolah mahal tidak menjamin seorang anak bakal aman dan baik-baik saja. "JIS ini 'kan, sekolah yang tergolong mahal. Buktinya, semahal apa pun dan seketat apa pun pengamanan yang terbilang dewa ini, tetap saja ada celahnya," kata Erlinda kepada Health Liputan6.comdi JIS, Kawasan Pondok Indah, Jakarta, Jumat (17/4/2014)Kedua, dengan kasus ini, lanjut Erlinda, mata hati kita semua terutama para orangtua murid terbuka agar lebih meningkatkan komunikasi yang lebih efektif antara anak dan orangtua, juga sekolah.Yang terpenting, kasus ini mengingatkan para pemangku kepentingan seperti sekolah, pemerintah, dan masyarakat (keluarga) untuk duduk bersama membicarakan persoalan yang belum terselesaikan terutama terkait dengan perizinan pendidikan Taman Kanak-Kanaknya. Seperti diberitakan sebelumnya, bocah Indo Belanda ini menjadi korban tindak asusila yang dilakukan oleh petugas kebersihan dari sekolah elit itu. Saat kejadian, bocah AK di [...]

Kemenkes Minta RS Punya Aplikasi Jumlah Tempat Tidur

Kemenkes Minta RS Punya Aplikasi Jumlah Tempat Tidur

Untuk mengurangi keluhan masyarakat terhadap kurangnya jumlah tempat tidur di rumah sakit yang sering menjadi masalah, Kementerian Kesehatan dan sejumlah Rumah Sakit sedang mengembangkan aplikasi jumlah tempat tidur. Seperti disampaikan Sekjen Kementerian Kesehatan, Supriyantoro bahwa saat ini sejumlah pihak terkait tengah membuat aplikasi untuk memudahkan pasien melihat jumlah tempat tidur di Rumah Sakit. "Modelnya seperti tempat parkir yang sering ada di mal-mal. Ada layar di depan yang menunjukkan berapa tempat parkir yang masih kosong. Nanti sama seperti itu, jadi alat itu bisa diletakkan di rumah sakit atau bisa dibuka di website RS bersangkutan," kata Supriyantoro saat ditemui wartawan di Resto Makan-makan di bilangan Kebayoran, Jakarta, Kamis (24/7/2014). Supriyantoro berharap, dengan adanya informasi tempat tidur seperti itu, pasien tidak akan kecewa saat datang ke rumah sakit. "Kalau ternyata penuh, jadi dia bisa terima," katanya. "Kalau sekarang kan nggak ada informasi, nanti itu yang menjembatani sehingga nggak ada pikiran negatif. Mungkin nanti juga dikembangkan Customer Service yang bisa menjelaskan kondisi Rumah Sakit. Di negara lain, sudah seperti itu, dengan kom [...]

Si Pembunuh Kucing Pasti Merasa Terancam

Si Pembunuh Kucing Pasti Merasa Terancam

Kalau ada yang bilang manusia itu memiliki unsur binatang di dalamnya, bisa jadi ada benarnya. Baru-baru ini diberitakan ada pria bernama Danang Sutowijoyo, menembak anak kucing, dan kemudian memublikasikannya dalam situs jejaring sosial. Tak hanya Danang, sejumlah kasus di luar negeri juga menunjukkan perilaku sadis terhadap binatang yang dipublikasikan di jejaring sosial. Sebenarnya ada apakah ini?Menurut Psikolog Klinis dari Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, Heri Widodo, M.Psi, perilaku agresif yang dilakukan seseorang secara berlebihan dengan sasaran yang kurang bisa diterima secara sosial menunjukkan ada problem psikologis yang pernah dialaminya."Problem ini akan membayangi dan menjadi daya gerak sang individu untuk melakukan perilaku agresif di luar batas normal," kata Heri saat dihubungi Liputan6.com, Senin (10/3/2014).Heri mengatakan, apa yang dilakukan DS merupakan tindakan agresif untuk mempertahankan diri dari ancaman luar. Kehadiran kucing secara sadar atau tidak telah diasosiasikan sebagai sesuatu yang mengancam atau minimal membuat tidak nyaman sehingga mengganggu eksistensi dirinya."Oleh karenanya, binatang tersebut kemudian menjadi sasaran agresivitas DS. Adan [...]

Makanan yang Sudah Jatuh Jangan Diambil lagi, Meski Belum 5 Menit

Makanan yang Sudah Jatuh Jangan Diambil lagi, Meski Belum 5 Menit

Seringkali kita mengambil makanan yang terjatuh tanpa sengaja lalu memasukannya kembali ke dalam mulut, karena percaya bahwa makanan itu belum lebih dari lima menit berada di lantai. Tidak sedikit dari kita yang percaya, makanan yang berada di lantai kurang dari lima detik sekali pun tidak akan terkontaminasi, dan dapat dimakan kembali.Jika Anda adalah orangnya, ada baiknya untuk mempertimbangkan kebenaran dari teori tersebut. Sebab, suatu penelitian yang dilakukan untuk menguji kebenaran itu mengungkapkan, teori itu adalah salah, dan hanya sebatas jargon saja. Hasil dari penelitian itu menunjukan bahwa bakteri melompat ke dalam makanan kurang dari lima detik, setelah makanan itu terjatuh dan mendarat di lantai. Maka itu, ketika makanan yang akan masuk ke dalam mulut Anda tanpa sengaja terjatuh, ada baiknya untuk membuangnya. Sekali pun makanan itu lezat dan dianggap sehat.Akan tetapi, bila Anda tetap ingin memakannya, maka hal pertama yang harus diperhatikan adalah jenis lantai dari tempat mendaratnya makanan tersebut. Bila lantai dalam keadaan kering dan bersih, maka jumlah mikroorganismenya sangat sedikit. Tapi bila makanan terjatuh di atas lantai yang basah atau karpet, ada bai [...]

Psikolog: Kalau Mau Disalahkan, Jangan Hanya Marshanda

Psikolog: Kalau Mau Disalahkan, Jangan Hanya Marshanda

Pembentukan jati diri yang salah membuat artis peran, Marshanda mampu melakukan suatu hal yang tak terduga. Sempat menghebohkan publik dengan video ungkapan kekesalan hatinya pada 2009 silam, baru-baru ini Marshanda kembali jadi pemberitaan, setelah kabar perseteruannya dengan sang ibu kandung, Irianty Sofyan. Psikolog dari Universitas Indonesia (UI), Dr Rose Mini A.p., M.Psi, sejatinya manusia memiliki sifat genetik yang berasal dari Tuhan. Baik itu tempramen, sampai akal pikiran dan kepandaian yang didapat oleh manusia itu sendiri. Meskipun demikian, lingkungan turut andil dalam pembentukan jati diri seseorang, termasuk dalam hal ini Marshanda. "Pembentukan itu yang akhirnya membuat dia seperti ini. Kalau mau disalahkan, jangan hanya Marshanda saja yang disalahkan, tapi lingkungan pun turut andil cukup besar atas masalah ini," kata Rose Mini saat diwawancarai Health Liputan6.com di Gedung Satmarindo, Jalan Ampera Raya Nomor 5, Cilandak, Jakarta, Rabu (6/8/2014)Pembentukan jati diri seorang Marshanda, kata Rose Mini, berbeda jauh dari anak-anak seusianya. Itu sudah terjadi saat Marshanda mulai merintis karier keartisannya pada 2000 silam. "Apa yang dialami anak seusianya, tidak di [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *