Cara Menghilangkan Komedo dengan Putih Telur

029462200_1416964576-664xauto-selamat-tinggal-komedo-jahat-131130p__1_.jpg

Memiliki komedo sungguh mengganggu penampilan. Kepercayaan diri pun bisa menurun. Tenang, beberapa cara menghilangkan komedo pun telah tersedia. Tak perlu repot pergi untuk melakukan perawatan mahal, cukup membuka kulkas dan mencari telur.

Ya, cara menghilangkan komedo dengan telur terhitung mudah dan tentunya murah. Cara ini cukup efektif menghilangkan komedo. Lantas bagaimana caranya? Berikut ulasan yang dilansir dari laman Wikihow, Rabu (17/12/2014):

1. Pecahkan telur, kemudian pisahkan kuning dan putih telur. Tuangkan putih telur ke dalam wadah. Kemudian, kocok putih telur dengan garpu hingga berbusa. Kocoklah sambil menonton televisi karena akan memakan waktu.

2. Setelah selesai, oleskan busa ke muka secara menyeluruh. Diamkan selama 10-15 menit hingga mengering dan berbentuk layaknya sisik.

3. Terakhir, bersihkan dengan air.

Bagaimana? Mudah bukan menggunakan cara menghilangkan komedo dengan telur?

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Cara BPOM Tingkatkan Mutu Pelayanan di 2014

Cara BPOM Tingkatkan Mutu Pelayanan di 2014

Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik dan perlindungan masyarakat di 2014, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meluncurkan lima program unggulan."Di usianya yang ke 13, BPOM terus berkomitmen melindungi masyarakat dari risiko obat dan makanan lewat lima program unggulan," kata Kepala BPOM, Dr. Roy A. Sparinga, Rabu (5/2/2014).Kelima program tersebut yaitu e-registrasi ulang obat tradisional dan suplemen kesehatan, Indonesia Rapid Alert System for Food and Feed (INRASFF), e-meso, contact center, dan food safety masuk desa. Aplikasi sistem e-registrasi ulang obat tradisional merupakan lanjutan dari sistem sebelumnya.Pembangunan sistem tersebut merupakan salah satu program percepatan yang dilakukan oleh BPOM untuk membangun kepercayaan masyarakat. "Selain itu aplikasi tersebut bertujuan untuk mewujudkan clean government dan good governance," katanya.Sementara INRASFF merupakan sistem yang dikembangkan untuk melindungi masyarakat dari pangan dan pakan yang berisiko di pasar domestik atau impor. "Dengan diluncurkannya INRASFF ini diharapkan kepercayaan masyarakat regional dan internasional terhadap produk pangan Indonesia akan meningkat sehingga meningkat pula daya sain [...]

Keluhan JKN di Jakarta Sudah Mulai Berkurang?

Keluhan JKN di Jakarta Sudah Mulai Berkurang?

Memasuki bulan kedua penerapan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Dinas Kesehatan DKI Jakarta menilai keluhan masyarakat terhadap sistem jaminan kesehatan terbaru ini mulai berkurang.Meski begitu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dien Emmawati saat diwawancarai Liputan6.com, Jumat (21/2/2014) tidak menampik kalau sebagian besar rumah sakit di Jakarta masih mengalami masalah salah satunya kekurangan tempat tidur."Ini kan transisi, ada beberapa hal yang kadang-kadang bilang kalau rumah sakit bikin nyusahin. Nyatanya ngak seperti itu. Yang layanan primer, sudah dilakukan beberapa perbaikan. Misalnya, dulu masalah rontgen, ECG (electrocardiogram), USG (ultrasonografi) nggak dapat, sekarang sudah kita lakukan. Kemudian layanan lanjutan juga keluhannya nggak sebanyak dulu," kata Dien.Sedangkan untuk masalah keluhan rumah sakit seperti adanya penolakan, menurut Dien di beberapa rumah sakit memang masih kekurangan tempat tidur. Tapi ia mengatakan hal ini juga karena pasien tidak mau dipindah atau dirujuk ke rumah sakit lain."Rumah sakit penuh, tempat tidur kurang, iya, kita akui. Baru ada 1.204 tempat tidur. Tapi sebentar lagi kita punya RS Pasar Minggu dengan 400 tempat tidur, [...]

Hari Diabetes Sedunia, Peran Perusahaan Cola Ditanyakan

Hari Diabetes Sedunia, Peran Perusahaan Cola Ditanyakan

Lebih dari 340 juta orang yang hidup dengan diabetes. Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan jumlah orang yang meninggal karena diabetes setiap tahun akan berlipat ganda antara tahun 2005 dan 2030. Merayakan hari diabetes sedunia yang diadakan tiap 14 November, perusahaan cola ditantang untuk mengurangi risiko diabetes.Seperti dikutip laman IPS, Jumat (14/11/2014), Ahli penyakit tidak menular (PTM) dari Harvard University Dr Alessandro DeMaio mengatakan, negara seperti Indonesia kerapkali menjadi lahan bisnis perusahaan soda dengan sasaran tingkat pendidikan mereka yang lebih rendah."Ada hubungan yang jelas antara kemiskinan, diabetes dan taktik pemasaran yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan junk food dan soda. Kita juga tahu bahwa secara global sekitar 80 persen diabetes terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, dan kita juga tahu bahwa di negara-negara kaya seperti Australia, Inggris dan Amerika Serikat, populasi yang terkena dampak terburuk adalah mereka yang miskin," kata DeMaio.DeMaio dengan tegas mengatakan, diabetes merupakan sebab dan akibat dari kemiskinan. Perawatan Diabetes di negara seperti Vietnam atau Malawi bahkan melebihi budget hingga 70 p [...]

5 Cara Cegah Lemot atau Lemah Otak

5 Cara Cegah Lemot atau Lemah Otak

Sejumlah kondisi kesehatan yang kita alami sehari-hari seperti kegemukan, hipertensi, dan diabetes militus (DM) tanpa disadari dapat menjadi faktor risiko penyebab terjadinya kerusakan kognitif pada otak. Anak muda zaman sekarang menyebutnya lemah otak alias otak tak lagi berfungsi baik ditandai dengan mudah lupa/pikun, tak bisa berpikir dengan baik. Dan bila kondisi ini dibiarkan terus menerus, akan mempercepat terjadinya demensia (pikun) pada orang usia lanjut.Dr. dr. Czeresna Heriawan Soejono, SpPD, KGer menjelaskan bahwa sejumlah faktor risiko di atas sebenarnya dapat diantisipasi dengan pendekatan farmakologi dan non-farmokologi."Misalnya saja dengan mengurangi asupan haram, asupan makanan berlemak, perencanaan makan, dan latihan fisik. Dan tentunya, mengonsumsi sayuran dan buah-buahan setiap hari," kata Dr. Heriawan menjelaskan.Maka itu, dalam acara 'Demensia: Bisakah Kita Mengurangi Risikonya?' di Erasmus Huis, Pusat Kebudayaan Belanda, HR. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, ditulis pada Kamis (11/9/2014), Direktur Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menerangkan bagaimana penatalaksanaan terhadap sejumlah faktor risiko yang menyebabkan terjadinya suatu kondisi penurunan fung [...]

Kebiasaan Makan Orang Perancis yang Menyehatkan

Kebiasaan Makan Orang Perancis yang Menyehatkan

Setiap tempat pasti mempunyai kebiasaan-kebiasaan menarik yang bahkan bisa membudaya. Apalagi saat melancong pergi jauh ke luar negeri, banyak kebiasaan unik yang tentu berbeda jauh dengan kebiasaan masyarakat kita. Jika berjalan-jalan ke Perancis tak hanya mendengarkan bahasa yang "seksi" dan merasakan tempat-tempat romantis, negara ini memiliki kebiasaan makan menarik dan ada baiknya untuk kesehatan tubuh seperti dilansir Mirror, Selasa (29/7/2014). Berikut kebiasaan mereka. Makan makanan segar"Perancis adalah negara dengan tingkat obesitas dan jantung yang rendah meskipun mereka makan-makanan berlemak," ujar dr Carrie Ruxton dari Meat Advisory Panel. Orang Perancis suka mengonsumsi siput, hati angsa, sosis, roti bermentega, dan minum anggur. Namun hanya &% orang Perancis yang obesitas. Hal ini karena masyarakat Perancis menggemari makan makanan berkualitas segar yang diambil dari produk lokal. Dan hal ini membuat mereka puas dan mengurangi mengemil. Diet mediterania yang berasal dari pola makan orang Yunani dan Itali juga telah menyebar hingga Perancis. Diet yang diungkapkan para ahli sebagai pola makan yang baik ini menggabungkan antara makanan sehat namun lezat. Dal [...]

Ririen Roy Suryo : dari Nasi Putih ke Nasi Merah

Ririen Roy Suryo : dari Nasi Putih ke Nasi Merah

Memiliki tubuh yang ideal menjadi idaman setiap wanita. Tidak terkecuali istri dari Menteri Pemuda dan olahraga (Menpora), Ismarindayani. Wanita yang akrab dengan nama Rierin Suryo ini memilih mengubah menu makan dan menjaga makan malam."Paling susah itu memang menjaga makan malam apalagi kalau kebanyakan diundang makan malam. Menyiasatinya, pilih makanan yang paling sehat seperti buah. Atau biasanya saya hanya minum di tempat acara karena siangnya kan sudah makan," kata istri dari Roy Suryo ini, ditulis Senin (27/1/2014).Selain menjaga makan malam, Rierin mengaku telah beralih mengonsumsi nasi merah. "Sudah tidak makan nasi putih lagi, beralih ke nasi merah. Manfaatnya itu terasa ke badan, sebenarnya tidak perlu diet yang sampai menyiksa. Kita sendiri yang mengerti kebutuhan tubuh jadi jangan terlalu memaksa untuk diet," katanya.Anggota Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) ini mengatakan sebenarnya wanita harus lebih bersyukur. "Wanita itu diciptakan Tuhan sudah begitu sempurna, menjaga berat badan tidak apa tetapi kalau sampai operasi sebaiknya tidak perlu. Wanita itu semuanya cantik, kita hanya perlu menjaga apa yang Tuhan sudah berikan," ujarnya (Mia/Abd)Baca Jug [...]

KAJS: Masih Banyak Orang Miskin Ditolak di Rumah Sakit

KAJS: Masih Banyak Orang Miskin Ditolak di Rumah Sakit

Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS) berpendapat, hingga hari ini pemerintah dan BPJS kesehatan gagal menjalankan amanat konstitusi yaitu memberikan pelayanan jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali. Menurut Sekjen KAJS, Said Iqbal, ini terbukti dengan masih banyaknya orang miskin yang ditolak berobat di Rumah Sakit, gelandangan dan anak jalanan serta orang penyandang masalah sosial lainnya yang tidak masuk PBI (Penerima Bantuan Iuran), bahkan banyak peserta yang membayar premi (peserta askes dan JPK jamsostek) yang ditolak berobat dan mendapat pelayanan dan obat yang lebih buruk dari yang biasanya diterima. "Ini diperparah dengan dana PBI hampir Rp 20 triliunan dari pemerintah yang belum diserahkan ke BPJS Kesehatan sehingga mengakibatkan pembayaran ke provider rumah sakit, klinik, puskesmas terganggu," tulis Said dalam pernyataannya yang diterima Health-Liputan6.com, Selasa (21/1/2014). Said menegaskan KAJS menuntut Presiden RI untuk membuktikan bahwa: 1. Jumlah PBI sebesar 100,8 juta orang miskin, tidak sesuai data BPS (Badan Pusat Statistik) 25,2 juta rumah tangga miskin. 2. Mantan peserta askes dan JPK Jamsostek secara otomatis dapat kartu BPJS Keseh [...]

Perpaduan Kunyit dan Salmon Bisa Tingkatkan Kesehatan Jantung

Perpaduan Kunyit dan Salmon Bisa Tingkatkan Kesehatan Jantung

Kunyit memiliki sifat anti-inflamasi sehingga dapat mempercepat penyembuhan. Sementara salmon rendah karbohidrat dan tinggi protein. Ketika keduanya digabungkan, makanan ini dapat meningkatkan kesehatan jantung.Seperti diungkapkan oleh Ahli gizi Sheela Tanna bahwa sifat dari Omega 3 dan asam lemak yang ada dalam salmon dapat menjaga sistem saraf melawan efek penuaan. "Selain itu juga perpaduan ini bisa meningkatkan tingkat HDL (kolesterol baik) sehingga meningkatkan kesehatan jantung dengan menjaga arteri bebas kolesterol," kata Shella, seperti dilansir Idiva, Minggu (2/2/2014).Sheela menambahkan, perpaduan kunyit dan salmon juga dipercaya bisa memperlambat pertumbuhan tumor dengan menjaga sel-sel kanker tidak berkembang.(Fit/Igw) [...]

Obesitas di Usia 30-an Rentan Bikin Anda Pikun

Obesitas di Usia 30-an Rentan Bikin Anda Pikun

Para ilmuwan menemukan bukti bahwa obesitas di usia 30-an bisa meningkatkan risiko terkena demensia di hari tua. Demensia adalah suatu kondisi dimana kemampuan otak mengalami kemunduran. Hal ini diketahui penelitan dari Oxford University terhadap jejak rekam kesehatan 450.000 orang obesitas dari tahun 199 sampai 2011. Hasilnya mereka yang obesitas sejak umur 30 hingga 70 tahun cenderung memiliki risiko lebih besar terkena demensia di kemudian hari. Hasil mengejutkannya adalah, mereka yang obesitas di usia 30-an risiko terkena demensia lebih besar tiga kali. Diantara umur tersebut, usia 70 yang paling rendah risiko demensia-nya. Menurut dokter Eric Karan, Direktur Penelitian di Alzheimer Research UK, obesitas menyebabkan tekanan darah tinggi dan diabetes. Inilah yang memengaruhi risiko demensia seperti dilansir Independent, Kamis (22/8/2014). "Ada semakin banyak bukti bahwa gaya hidup sehat terkait dengan risiko demensia. Mulai dari menjaga berat badan, tidak merokok, dan olahraga teratur adalah cara menjaga otak tetap sehat," ujar dokter Karran. [...]

Menkes: JKN Bukan Cuma Kartu Berobat

Menkes: JKN Bukan Cuma Kartu Berobat

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bertujuan untuk meningkatkan akses, keadilan sosial, dan sekaligus mereformasi Sistem Kesehatan Nasional (SKN). Oleh sebab itu, sistem ini bukan hanya sebagai kartu berobat melainkan perlindungan bagi mereka yang sakit. Begitu disampaikan Menteri Kesehatan Nila Moeloek melalui keterangan pers yang diterima Selasa (30/12/2014). Menurutnya, sampai saat ini cakupan jaminan kesehatan di Indonesia telah mencapai 163.547.921 jiwa yang meliputi kepesertaan: Jamkesmas 78.803.760 jiwa (33,16%); Askes PNS 16.548.283 jiwa (6,69%); JPK Jamsostek 7.026.440 jiwa (2,96%); TNI/POLRI/PNS Kemhan 1.412.647 jiwa (0,59%); Asuransi Perusahaan 16.923.644 jiwa (7,12%); Asuransi Swasta 2.937.627 jiwa dan Jamkesda 39.895.520 jiwa (16,79%). "Walaupun cakupan kepesertaan meningkat, namun masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa JKN ini seperti kartu berobat. Padahal ini merupakan asuransi sosial yang menjadi payung yang akan melindungi mereka saat sakit. Kenyataannya, peserta mandiri yang saat ini mendaftar lebih banyak yang sudah dalam kondisi sakit," jelas Menkes. Pada kurun waktu 2014-2018, secara bertahap akan terus dilakukan pengalihan dan integrasi kepese [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *