Daftar JKN, Bisa di Tiga Bank Ini!

pendaftaran-bpjs-2-140102b.jpg

Untuk mempermudah pendaftaran calon peserta jaminan sosial atau JKN (Jaminan Kesehatan Nasional), Menteri Koordiator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengatakan bahwa pendaftaran bisa dilakukan di tiga bank yang sudah bekerjasama dengan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial).

“Pendaftaran juga dapat dilakukan melalui Bank BNI, Mandiri dan BRI. Dan kemungkinan juga bisa ditambah jika masih dibutuhkan,” kata Menko Kesra dalam rilis yang dikirimkan ke Liputan6.com, Kamis (2/1/2014).

Hal ini dilakukan, untuk memberi kesempatan kepada lebih dari 125 juta rakyat Indonesia yang belum mendaftar program JKN baik secara perorangan maupun badan usaha.

Lebih lanjut Menkokesra menjelaskan, melalui JKN, pelayanan kesehatan yang di tanggung ialah pelayanan kesehatan dasar yang mengancam jiwa seseorang, jadi bukan pelayanan kesehatan kosmetik. Termasuk di dalamnya kecelakaan, pengobatan, semua ditanggung termasuk hemodialisa (cuci darah).

“Begitu masuk menjadi peserta dan membayar iuran maka ia berhak mendapatkan pelayanan kesehatan secara lengkap sesuai indikasi medis”, kata Menkokesra.

Bagi pekerja bukan penerima upah dan bukan pekerja, ada 3 pilihan besaran iuran per jiwa per bulan, yaitu Rp 25.500,- untuk rawat inap kelas 3, Rp 42.500,- untuk rawat inap kelas 2, dan Rp 59.500,- untuk rawat inap kelas 1.

?Untuk rakyat tergolong tidak mampu dibayar oleh negara sebesar 19.225 rupiah per bulan”, terang Menkokesra.

(Fit/Abd)

*Bagi Anda yang ingin mengetahui hasil ujian CPNS 2013 silakan klik di cpns.liputan6.com

Baca juga:

Syarat Daftar Jadi Peserta JKN

Perbedaan Asuransi Sosial dan Komersial

Angka Kematian Bayi di Indonesia Masih Tinggi, Apa Sebabnya?

Pemilik KJS di Jakarta Tidak Bisa Dobel Klaim Kalau Ada JKN

Sistem Layanan Kesehatan Berjenjang dalam JKN, Apakah Itu?

Begini Cara Daftar JKN untuk Peserta Perorangan!

Kisruh di Bidang Kesehatan Bakal Banyak di 2014

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
loading...
RELATED ARTICLES
Makin Muda Penderita Katarak, Gara-gara Gadget

Makin Muda Penderita Katarak, Gara-gara Gadget

Penggunaan gadget yang terlalu lama turut memengaruhi perubahan hormon pada individu berusia dewasa. Salah satunya perubahan pada hormon melatonin. "Selain itu turut memengaruhi sejumlah hormon yang berkaitan dengan ketahanan tubuh, dan semua penyakit degeneratif bisa lebih cepat terganggu," kata Dr. Ikhsan Revino, SpM.Lebih lanjut Spesialis Mata dari Sumatera Eye Centre (SMEC) mengatakan, fakta yang terjadi di klinik spesialis mata SMEC adalah pasien dengan kondisi katarak mengalami kemajuan usia. "Umumnya usia 60 tahunan, saat ini pasien dengan kondisi katarak semakin muda," kata dia menambahkan Bahkan, lanjut Dr. Ikhsan, sebesar 35 persen yang mengalami katarak adalah individu yang berusia di bawah 50 tahun.Dalam acara `Cek Mata Yuk: Gaya Hidup Modern Versus Mata Kita` di Ruang Ikat, Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta, Kamis (16/10/2014), Ikhsan mengatakan bahwa penggunaan gadget yang terlalu tanpa istirahat dapat mengakibatkan terjadinya mata lelah atau Asthenopia. Dan biasanya, pasien tidak menyadari kondisi mereka itu sampai mereka menemui dokter. [...]

WHO Minta Semua Negara Naikkan Pajak Tembakau

WHO Minta Semua Negara Naikkan Pajak Tembakau

Menjelang Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang dirayakan setiap tanggal 31 Mei, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), meminta semua negara untuk menaikkan pajak tembakau guna menghentikan perokok baru dan mencegah penyakit akibat rokok serta kecanduan tembakau. Melansir laman WHO, berdasarkan data tahun 2012, WHO memperkirakan kenaikan peningkatan pajak tembakau oleh sebesar 50 persen di semua negara akan mengurangi jumlah perokok yang mencapai 49 juta jiwa dalam 3 tahun ke depan dan menghindari 11 juta kematian. "Hari ini, setiap 6 detik seseorang meninggal karena merokok. Tembakau membunuh hingga setengah dari penggunanya. Selain itu, rokok juga berpengaruh pada keluarga, ekonomi dan pemerintah," tulis WHO dalam pernyataannya. WHO menjelaskan, mengobati penyakit terkait rokok seperti kanker dan penyakit jantung itu sangat mahal. Belum lagi dampak kesehatannya jelas akan memengaruhi efektifitas pekerjaan, produktivitas dan pendapatan berkurang. "Menaikkan pajak produk tembakau adalah cara paling efektif untuk mengurangi penggunaan rokok dan menyelamatkan nyawa," kata Direktur Jenderal WHO Dr Margaret Chan. [...]

Daftar Belanja, Kunci Donna Agnesia Tularkan Hidup Sehat

Daftar Belanja, Kunci Donna Agnesia Tularkan Hidup Sehat

Beragam cara dilakukan aktris cantik Donna Agnesia untuk dapat menerapkan pola hidup sehat seperti yang dijalankannya ke anggota keluarganya. Cara yang dipilih Donna cukup sederhana, menulis daftar belanja apa yang saja yang akan dibeli, yang nantinya diproses menjadi masakan yang sehat.Meski terlihat sederhana, Donna mengaku apa yang dibeli sangat memengaruhi kebiasaan keluarga, terutama dalam mengonsumsi makanan sehat."Biasa yang saya beli, dan paling banyak tentunya, buah-buahan serta sayur-sayuran. Darius nggak suka sayur, jadi kalau beli buah dalam stok yang cukup banyak," kata Donna dalam acara 'Buahvita Bersama Donna dan Darius Ajak Fruitarian Terapkan Kebiasaan Belanja Sehat', di Restoran Thai Alley, Gandaria City, Jakarta, ditulis Minggu (9/2/2014)Ternyata, keluarga kecil Donna dan Darius sangat menggemari berbagai jenis makanan sehat seperti ikan, sayuran hijau, keju, dan susu. "Sesekali mengganti menu ikan dengan ayam tanpa kulit atau daging tanpa lemak," kata Donna menambahkan.Sebagai seorang ibu, aku Donna, dirinya harus pintar dalam mengolah bahan makanan yang dibelinya untuk disantap oleh suami dan anak-anaknya. Untuk menambah referensi makanan sehat, Donna rutin mel [...]

Top 5 Health: Cara Bikin Anak Cerdas – 4 Kebenaran Abadi

Top 5 Health: Cara Bikin Anak Cerdas – 4 Kebenaran Abadi

Membuat anak menjadi cerdas ternyata tidak sulit. Tinggal kemauan dan pengarahan yang tepat dari orangtua, si anak bisa menjadi cerdas.Artikel cara mencetak anak cerdas menjadi pilihan pembaca health.liputan6.com di edisi Jumat 12 September 2014.Selain itu artikel tentang orang sukses dan orang gagal serta kebenaran abadi juga mendapat respons luas dari pembaca.Apa saja yang jadi favorit pembaca health.liputan6.com di hari Jumat 12 September 2014, berikut urutannya:10 Langkah Cetak Anak CerdasTernyata makanan manis bisa menjadi penghambat anak menjadi cerdas. Maka itu sebaiknya tidak membiasakan memberi makanan yang terlalu manis, asin, berlemak, dan terlalu banyak serat bagi bayi dan balita. Diet Panjang Umur, Ada 20 LangkahBila Anda ingin awet muda dan panjang umur coba ikuti beberapa petunjuk ini. Salah satunya makanlah dengan gaya petani. Maksudnya, hanya mengonsumsi makanan alami, segar, dan bukan olahan. Cara konsumsi ini membantu mempermuda usia sekitar 6 sampai 8 tahun. Yang Membedakan Orang Sukses dan Orang GagalApa yang membedakan orang sukses dan gagal? Orang sukses selalu kelebihan satu cara, sedangkan orang gagal selalu kelebihan satu alasan. Sadar atau tidak, orang [...]

Kenapa Banyak yang Tak Suka Lihat Pakai Celana Melorot?

Kenapa Banyak yang Tak Suka Lihat Pakai Celana Melorot?

Zaman sekarang banyak orang yang mengenakan celana model low rise/hipster. Padahal, apabila mengenakan celana low rise ini pemakainya sering memperlihatkan celana dalamnya atau terkadang bokongnya. Bahkan, Anda bisa terlihat gemuk karena memiliki banyak tonjolan lemak yang dipamerkan. Celana model ini biasanya berpotongan rendah, bermula tepat di tulang pinggul.Banyak orang berpikir tampilannya modis tapi, pada tahun 80-an celana low rise sebagai tanda homoseksual. Para tahanan sering menurunkan celana hingga ke bokong sehingga bisa menunjukkan kesediaan mereka untuk melakukan seks.Berikut beberapa alasan orang tak suka celana low rise seperti dilansir Magforwomen, Kamis (3/4/2014):1. Belahana bokong tak keresDalam setiap jenis fashion di seluruh dunia, jarang belahan bokong dijadikan mode. Celana jeans low rise sekali-kali menampilkan belahan bokong dan ini membuat banyak orang mengerutkan kening. Akan lebih baik menahan diri menunjukkan tempat-tempat tersembunyi.2. Sulit duduk dan membungkukCelana low rise menjadi bagian dari fashion, tapi kesulitan datang ketika Anda mencoba membungkuk atau duduk. Anda tentu akan merasa canggung karena celana Anda bisa saja turun ke bawah dan m [...]

12 Strategi Hadapi Penyakit Hewan yang Menular ke Manusia

12 Strategi Hadapi Penyakit Hewan yang Menular ke Manusia

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali menyiapkan 12 strategi penanganan penyakit hewan kepada manusia atau "zoonosis" untuk jangka menengah dan panjang. "Kami mengutamakan 12 strategi tersebut untuk upaya preventif sehingga tidak terjadi penularan dari hewan ke manusia ataupun sebaliknya," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali drh Nata Kesuma di Denpasar, Senin seperti didikutip dari Antara, Senin (16/6/2014). Ia menyebutkan 12 strategi penanganan penyakit tersebut adalah dengan meningkatkan upaya pengendalian "zoonosis" dan penguatan koordinasi lintas sektor dalam membangun sistem tersebut. "Yang terpenting perlu adanya sinkronisasi, pembinaan, pengawasan, pemantauan, dan evaluasi pelaksanaan," ujarnya. Nata Kusuma menambahkan bahwa strategi lain adalah pengendalian penyakit dengan melakukan survei, melakukan identifikasi, dan eleminasi apabila diperlukan. Selain itu, pihaknya juga melakukan osialisasi kepada masyarakat untuk mencegah apabila terjadi penularan zoonosis dilingkungan tersebut. "Kami juga melakukan strategi penguatan SDM untuk menangani hal tersebut. Kemudian logistik, penelitian dan pemberdayaan masy [...]

Anak-anak Kanker Bisa Dapat Pengobatan Gratis di RS Mayapada

Anak-anak Kanker Bisa Dapat Pengobatan Gratis di RS Mayapada

Anak-anak penderita kanker bisa memiliki kehidupan yang normal sama dengan anak-anak lain. Bagi anak-anak yang kurang mampu, biaya yang kerap menjadi kendala dalam pengobatan kanker bisa diatasi dengan kerjasama Yayasan Amal Tahir Foundation. Yayasan yang didanai Pendiri Mayapada Group Dato Sri Prof. Dr. Tahir ini bekerja sama dengan RS Mayada dalam membuka layanan kesehatan gratis untuk anak-anak penderita kanker. Bahkan, untuk biaya transplantasi yang miliaran bisa ditanggung yayasan amal tersebut."Saya nggak pernah lihat perusahaan bangkrut bila melakukan kebaikan. Saya cuma mau lihat bagaimana anak-anak penyandang kanker bisa hidup normal, bisa menikah, punya anak, bisa jadi ayah-ibu," kata Tahir saat ditemui di Auditorium Ang Boen Ing Mayapada Hospital, Jakarta Selatan, Senin (26/5/2014).Tahir mengungkapkan, bantuan ini terbuka bagi setiap anak berusia di bawah 12 tahun dengan latar belakang ekonomi membutuhkan dari seluruh Indonesia."Kita berikan cuma-cuma. Termasuk transplantasi yang biayanya sampai Rp 2 - 2,5 miliar. Tujuan kita pengobatan yang diterima bukan hanya untuk anak kanker tapi juga keluarganya dapat hiburan. Saat ini kami telah bekerjasama dengan RS pemerintah. [...]

Lama Menunggu Dokter, Pasien Jadi `Bandel` Saat Pengobatan

Lama Menunggu Dokter, Pasien Jadi `Bandel` Saat Pengobatan

Kepatuhan adalah faktor penting bagi penanganan penyakit kronis. Kenyataannya masih ada pasien yang bandel dan tidak patuh dalam melakukan pengobatannya.Berikut beberapa alasan yang membuat para pasien tidak patuh dalam melakukan pengobatan, seperti dijelaskan Dokter Penyakit Dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Dr. M. Ikhsan Mokoagow, SpPD, M.Med.Sci :1. Sistem kesehatanA. Kualitas hubungan dokter dan pasienKetika dokter mendapat pasien dalam jumlah yang cukup banyak dalam satu hari, sudah pasti keseluruhan pasien tidak dapat dijelaskan secara detail tentang penggunaan obat yang akan dikonsumsinya.Dalam hal ini kita tidak bisa menyalahkan dokter 100 persen. Karena, ada saat di mana dokter akan menjelaskan lebih men-detail ke pasien, tiba-tiba saja ada pasien lain yang sudah lama menunggu dan tidak sabar untuk segera diperiksa, yang membuat konsultasi tidak dapat berjalan lancar."Saya pernah bertugas di salah satu rumah sakit. Saya berusaha menjelaskan, tiba-tiba keluarga dari pasien lainnya masuk dan meminta agar jangan lama-lama (meladeni pasien yang ada di dalam). Jelas saya kaget," kata Ikhsan dalam acara 'Kepatuhan Pengobatan Faktor Penting Keberhasilan Penanganan Peny [...]

Diabetes Tak Harus Tunggu Anda Berusia 40, Hati-hati

Diabetes Tak Harus Tunggu Anda Berusia 40, Hati-hati

Selain faktor genetik, risiko diabetes cenderung lebih tinggi apabila seseorang mencapai usia 40 tahun. Tapi jangan salah, usia di bawah 40 bisa saja terkena diabetes jika pola hidupnya tidak sehat. Seperti disampaikan Kepala Divisi Metabolik Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RS Cipto Mangunkusumo, dr. Em Yunir Sp. PD-KEMD bahwa sebenarnya risiko penyakit diabetes dapat muncul di usia 40 tahunan. Tapi tak menutup kemungkinan jika seseorang memiliki faktor genetik dan tidak diimbangi dengan gaya hidup sehat. "Faktor risiko tertinggi itu kan usia 40 tahun. Kalau ibu diabetes tambah 1 poin, ayah diabetes juga tambah 1 poin, apalagi kalau ada hipertensi dan sebagainya. Jadi berapa poin itu. Belum lagi gaya hidupnya yang tidak sehat, membuat dia bisa terkena diabetes dibawah 40 tahun," kata Yunir saat diskusi kesehatan Diabetes Care dalam penerapan makan sehat jelang idul adha di Tee Nine Restaurant, Thamrin, Jakarta, Rabu (24/9/2014). Jika faktor risiko diabetes tersebut Anda alami, maka Yunir menyarankan agar Anda cek kesehatan 2 tahun sekali dan rutin jalani pemeriksaan gula darah. [...]

Bahaya Cukur Bulu Kemaluan

Bahaya Cukur Bulu Kemaluan

Tak sedikit perempuan yang risih dengan kehadiran bulu-bulu halus di sekitar kemaluannya. Mencukur beberapa atau seluruh bulu kemaluan biasanya jadi pilihan perempuan. Namun, Anda harus waspada akan bahaya yang ditimbulkan mulai dari infeksi, terluka, gatal parah, hingga ruam merah menurut studi terbaru. Tak semua perempuan memang mencukur bulu pubis, menurut peneliti Amerika Serikat 87 persen perempuan melakukan hal ini, baik dengan pisau cukur maupun lilin paling tidak sekali dalam hidupnya seperti dilansir Daily Mail, Rabu (10/9/2014). Sekitar dua per tiga partisipan melaporkan mengalami dampak tak menyenangkan yang berbubungan dengan kesehatan. Paling tidak satu hal yang dikeluhkan misalnya kulit terluar (epidermis) lecet, memar hingga alergi. Uniknya, studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Obstetrics and Gynecology menyatakan wanita gemuk atau obesitas ditemukan dua kali lebih mungkin mengalami dampak buruk cukur bulu kemaluan. Setelah mengalami dampak buruk tersebut, sekitar setengah partisipan akhirnya berhenti mencukur bulu pubis. Partisipan lain yang berhenti karena pemotongan bulu pubis membuat aktivitas seksual berkurang, ingin hamil dan pasangan mengi [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *