Dinkes DKI: Klinik Metropole Sudah Tidak Berizin

086129900_1410953003-Klinik_metropole.jpg

Klinik Metropole atau Metropole Hospital tengah ramai jadi perbincangan di media sosial karena sang korban mengaku ditipu. Rupanya yang tertipu tidak hanya masyarakat melainkan juga dinas kesehatan. Karena itu, izin pendirian klinik ini sudah dicabut per akhir Agustus 2014. Bila kini masih beroperasi, itu artinya klinik tersebut tidak berizin.

“Setelah tim dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta melakukan investigasi dan ternyata melanggar aturan, maka pada akhir Agustus izin klinik metropole resmi dicabut,” kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emmawati saat dihubungin Health-Liputan6.com pada Rabu (17/9/2014)

Pada Juni 2014, terang Dien, pihak Klinik Metropole mengajukan diri sebagai klinik dengan kategori praktik pratama. Itu artinya, yang diizinkan untuk berpraktik hanya dokter umum dan dokter gigi saja.

“Kalau praktik pratama , tidak ada dokter spesialis. Namun nyatanya, seiring perkembangannya, pengelola Klinik Metropole justru menyewa tenaga asing. Ini kan, menyalahi aturan,” kata Dien menambahkan.

Selain merekrut dokter spesialis asing, Klinik Metropole membuka praktik rawat inap, dan menjalani tindakan operasi yang sebenarnya tidak boleh dilakukan. “Tidak hanya itu, mereka juga mendirikan apotek di sana. Itu juga sudah termasuk melanggar,” kata Dien menerangkan.

Tindakan paling fatal yang dilakukan Klinik Metropole adalah membuat status klinik tersebut menjadi klinik utama.

“Kalau klinik utama, memang untuk klinik atau rumah sakit yang memiliki spesialis. Tapi, mereka kan tidak seperti itu. Mereka ini bandel, dan membohongi publik,” kata Dien.

Melihat Klinik Metropole yang sepertinya acuh terhadap peraturan yang sudah diberlakukan, membuat Dinas Kesehatan DKI Jakarta memberikan teguran pada pihak Klinik Metropole.

Bahkan, untuk membuktikan ada yang tidak beres di dalam klinik yang terletak di Pinangsia, Tamansari, Jakarta Barat, Dinas Kesehatan DKI Jakarta pun menurunkan staf yang bertugas melakukan investigasi.

“Staf diminta untuk menyerupai pasien, dan ternyata benar, di sana ada dokter asing dan yang bertindak sebagai translator adalah perawatnya,” kata Dien.

“Selain itu, biaya pengobatan di sana begitu mahal. Operasi wasir saja, mencapai Rp 120 juta,” kata Dien menambahkan.

Dengan bukti-bukti yang ada, dirasa cukup bagi Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk mencabut izin Klinik Metropole pada akhir Agustus 2014.

“Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat mencabut izin aslinya. Dan mereka seharusnya sudah tidak beroperasi,” kata Dien.

Dengan begitu, sejak awal September 2014 Klinik Metropole sudah tidak berizin, dan tidak layak untuk beroperasi.

Dien mengatakan, pihaknya sudah melapor kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta, Kementerian Kesehatan, dan Kepolisian. Jadi, bila Klinik Metropole tetap melakukan praktik, bukan menjadi urusan Dinas Kesehatan DKI Jakarta lagi, melainkan pihak kepolisian.

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Swedia Waspadai Batuk Rejan

Swedia Waspadai Batuk Rejan

Lembaga Kesehatan Masyarakat Swedia telah mengeluarkan peringatan mengenai batuk rejan setelah dua bayi meninggal akibat penyakit tersebut, kata kantor berita Swedia, TT, Kamis (28/8/2014). Ahli Penyakit Menular di Lembaga itu Anders Tegnell memberitahu TT bahwa 195 kasus penyakit tersebut telah dilaporkan tahun ini. Ia mengatakan anak-anak mungkin tertular oleh orang dewasa yang tak mengetahui bahwa mereka membawa penyakit itu. Di dalam satu pernyataan di jejaringnya, Lembaga tersebut mengatakan bayi yang tak cukup umur untuk diberi vaksin guna mencegah penyakit itu menghadapi resiko paling besar, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu malam. Lembaga tersebut menambahkan Lembaga Kesehatan Masyarakat Swedia sedang menyelidiki cara terbaik untuk menanggulangai penyakit itu. Batuk rejan disebabkan oleh bakteri dan biasanya diobati dengan menggunakan obat antibiotik. [...]

Vaksin Kanker Payudara Mulai Masuk Tahap Uji Klinis

Vaksin Kanker Payudara Mulai Masuk Tahap Uji Klinis

Selangkah lagi, penyakit yang paling banyak hinggap pada wanita usia produktif akan segera tertangani. Pasalnya, vaksin kanker payudara saat ini tengah memasuki tahap uji klinis. Seperti dikutip laman Foxnews, Selasa (2/12/2014) hasil dari uji klinis awal menunjukkan bahwa vaksin kanker payudara saat ini masih diuji di Washington University School of Medicine di St Louis pada pasien dengan kanker payudara metastatik.Menurut ilmuwan, keberhasilan penemuan vaksin ini akan dipublikasikan dalam Clinical Cancer Research dan diumumkan dalam siaran pers tidak lama lagi.Peneliti mengatakan, vaksin kanker payudara ini dikembangkan untuk menargetkan mammaglobin-A, protein yang ditemukan di jaringan payudara. Nantinya, cara kerja vaksin ini semacam sel darah putih yang akan meningkatkan sistem kekebalan adaptif tubuh, dan menghancurkan sel-sel dengan mammaglobin-A."Mampu menargetkan mammaglobin ini menarik karena protein ini 80 persen ada di jaringan kanker payudara. Jika ini berhasil, kita berarti telah mengobati sebagian besar pasien kanker payudara dengan efek samping yang lebih sedikit," kata penulis studi senior dan ahli bedah kanker payudara, William E. Gillanders.Para peneliti juga m [...]

Anda Pelupa? Mungkin ini Penyebabnya!

Anda Pelupa? Mungkin ini Penyebabnya!

Apakah Anda pelupa? Kalau keseringan tentu Anda harus waspadai. Dan meski ada banyak faktor penyebab, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Neuroscience Letters menunjukkan ada varian pada gen DRD2 yang tampaknya dikaitkan dengan penyakit satu ini.Setiap orang memiliki salah satu dari dua varian gen DRD2. Perbedaannya hanya satu huruf dalam kode genetik. Beberapa orang memiliki varian sitosin (C), sementara yang lain memiliki varian Timin (T). Para peneliti ingin melihat bagaimana satu varian dikaitkan dengan kelupaan.Seperti dilansir HuffingtonPost, Kamis (2/4/2014), untuk mengujinya, peneliti menganalisa gen DRD2 dari 500 peserta penelitian. Peserta juga menjawab survei tentang lupanya (seperti seberapa sering mereka lupa kuncinya dan namanya).Sebagian besar peserta penelitian yakni tiga perempatnya memiliki varian gen timin. Sedangkan seperempat lainnya memiliki varian gen sitosin.Para peneliti menemukan hubungan antara lupa dan varian gen timin dari DRD2. Sementara, varian gen sitosin tampaknya memiliki efek perlindungan terhadap kelupaan.Dr Sebastian Markett dari University of Bonn menjelaskan, sebenarnya ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi kelupa [...]

Virus Ini Bakal Menginfeksi Para Penggemar Alkohol

Virus Ini Bakal Menginfeksi Para Penggemar Alkohol

Dalam sebuah studi terbaru dari Moffit Cancer Center, pria yang gemar mengonsumsi alkohol, berisiko lebih tinggi tertular penyakit yang berasal dari human pappilomavirus (HPV) dibandingkan peminum berat. Seperti dilansir Men's Health pada Senin (27/10/2014) hal ini disebabkan karena pria yang mabuk lebih sering melakukan hubungan intim dengan lebih banyak wanita. Namun, studi yang dipimpin oleh Matthew Schabath, Ph.D tak menemukan kaitan antara sebab dan akibat antara minum alkohol dengan menurunnya daya tahan tubuh terhadap virus HPV. HPV merupakan virus yang bisa menyebabkan penyakit kutil kelamin menular lewat kontak kulit, menggunakan pengaman saat berhubungan intim bisa mengurangi risiko tertular namun bukan berarti sepenuhnya mencegah tertular HPV. Cara ampuh untuk mencegah terinfeksi HPV dengan vaksin HPV, yang dapat melindungi tubuh dari beragam penyakit yang berasal dari virus ini. [...]

Samantha Wake Kecanduan Garuk-garuk, 6 Jam Sehari

Samantha Wake Kecanduan Garuk-garuk, 6 Jam Sehari

Samantha Wake (20) tak bisa berhenti menggaruk-garuk wajahnya. Sehari saja ia bisa menghabiskan waktu enam jam untuk menggaruk-garuk kulitnya sampai berdarah. Hasilnya, ada puluhan bekas luka di wajahnya.Kondisi yang dialami Wake karena ia mengalami dermatillomania yakni menggaruk kulit kompulsif. Dermatillomania diduga mempengaruhi satu dari 500 orang di Inggris dan sebagian besar adalah perempuan."Orang-orang bertanya kepada saya apa yang terjadi dengan wajah saya. Yang benar adalah saya yang melakukan ini sendiri dan saya tak berpikir saya bisa berhenti melakukannya," kata Wake seperti dilansir MailOnline, Jumat (23/5/2014).Wake mengungkapkan, jaringan parut di wajahnya membuat dokter harus mempelajari lebih lanjut mengenai kondisinya. Ketika pertama kali mengalami gejala itu, Wake merasa dokter tak menganggapnya serius.Bekas luka yang dialami Wake akan ada selama sisa hidupnya. Dan itu semua akan bertambah buruk jika ia tak bisa berhenti. "Saya tahu wajah saya penuh dengan bekas luka tapi saya tak bisa menjangkaunya karena ada begitu banyak koreng. Hidung saya yang terburuk dan pipi kiri saya yang parah," katanya.Menurut Wake, pagi dan malam hari merupakan waktu terburuk. Saat [...]

Baru 28 RS di Indonesia yang Memiliki Layanan Radioterapi

Baru 28 RS di Indonesia yang Memiliki Layanan Radioterapi

Radioterapi memiliki peranan penting dalam penatalaksanaan penyakit kanker. Namun sangat disayangkan, ketika tahu bahwa baru 28 rumah sakit, baik negeri maupun swasta di Indonesia yang memiliki layanan penyinaran tersebut."Idealnya, perbandingannya itu 1 radioterapi untuk melayani 1 juta penduduk. Kalau sekarang, di mana jumlahnya baru 28, berarti 1 radioterapi untuk 6,8 juta penduduk. Saat ini, masih jauh dari kata ideal," kata Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional, Prof. Dr. Djarot Sulistio Wisnubroto dalam konferensi pers yang diadakan di Departemen Radioterapi RSCM Lantai 3, Salemba, Jakarta, Kamis (28/8/2014)Untuk itu, Djarot pun memiliki harapan agar pemerintahan yang baru lebih perduli terhadap pendistribusian radioterapi di semua rumah sakit di Indonesia."Jangan sekitar Pulau Sumatera dan Jawa saja, harus menyeluruh. Sebab, di Indonesia Timur, radioterapi hanya tersedia di Makassar. Pun di Kalimantan, hanya tersedia di 1 kota saja, yaitu Banjarmasin," kata dia menambahkan.Kanker, kata Djarot, merupakan pembunuh nomor dua setelah stroke. Jika pasien dengan kanker tidak ditangani segera karena jumlah dari radioterapi yang tidak memadai, ditakutkan memiliki dampak ke depannya."D [...]

Atasi Susah Tidur dengan 4 Hal Ini

Atasi Susah Tidur dengan 4 Hal Ini

Ada suatu waktu dimana Anda tak dapat tidur. Sebenarnya ingin tidur, namun entah karena pikiran atas pekerjaan di kantor, permasalahan sosial, atau entah karena sesuatu yang tak ada alasannya membuat tidur pun gagal. Ketika menghirup aromatherapi dan sudah minum susu tak berhasil, coba lakukan hal ini untuk membuat Anda jatuh tertidur seperti dilansir dari Women's Health, Senin (22/9.) 1. Bangun dari ranjangSetelah satu jam mencoba tidur dan gagal, beranjaklah dari ranjang. "Lakukanlah sesuatu yang tenang dan santai di sebuah ruangan lain dalam cahaya redup," jelas Director of Behavioral Sleep Medicine, Montefiore Medical Center di New York, Shelby Harris, Psy.D.Saat di luar ruangan lakukan untuk membaca buku atau majalah, saat terasa mengantuk segera kembali ke kamar. 2. Lupakan masalah yang lalu atau akan datangSalah satu alasan tak bisa tidur adalah karena otak terus bekerja berlebihan memikirkan permasalahan yang ada. Entah yang terjadi di masa lampau atau yang akan terjadi. Kosongkan pikiran Anda atas permasalahan tersebut efektif membuat Anda tertidur. 3. Singkirkan jam'Aduh sudah jam 2', 'Kenapa sudah jam 3'. Keberadaan jam di sekitar membuat seseorang jadi mengetahu [...]

Mau Otak Senantiasa Sehat, Tidur yang Cukup

Mau Otak Senantiasa Sehat, Tidur yang Cukup

Membiasakan diri untuk tidur cepat dengan waktu yang berkualitas, merupakan cara sederhana untuk meningkatkan kesehatan dan kemampuan di otak. Bila kurang tidur, maka proses restorasi dan perbaikan di otak terganggu dan menjadi kurang efektif."Ini merupakan pengobatan yang efektif untuk masalah tidur, sehingga penelitian di masa depan harus menguji apakah benar dapat meningkatkan kualitas tidur masyarakat, bermanfaat memperlambat laju penyusutan volume otak," kata Claire Sexton, Penulis Studi dari Universitas Oxford di Inggris, dikutip Health Me Up, Selasa (4/11/2014)Menurut mereka, pola tidur yang burut dapat menyebabkan efek buruk terhadap sistem kekebalan tubuh, kesehatan jantung, berat badan, dan berpengaruh pada memori di otak."Selain itu, kurang tidur menyebabkan terjadinya penumpukan protein di otak, dan sel-sel di otak mengalami kerusakan," kata mereka.Dengan adanya penelitian ini menunjukan bahwa pola tidur berkualitas sangat penting untuk menjaga kesehatan di masa depan. Artinya, kualitas tidur yang buruk dapat menjadi penyebab atau konsekuensi dari atrofi di otak. [...]

Menkes : Indonesia Masih Aman dari Virus MERS CoV

Menkes : Indonesia Masih Aman dari Virus MERS CoV

Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi menyatakan hingga kini Indonesia masih bebas dari virus Sindrom Pernapasan Timur Tengah atau "Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus/MERS-CoV" yang mulai menyebar di 15 negara di dunia. Kasus MERS-CoV yang semula terjadi di Jeddah, kemudian meluas ke Mekah, Madinah, dan saat ini sudah menyebar ke 15 negara, dipastikan hingga saat ini belum masuk ke Indonesia, kata Menteri Kesehatan seusai meresmikan peluncuran pengelolaan dan pemanfaatan dana kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada fasilitas kesehatan tingkat pertama milik pemerintah daerah di Puskesmas Desa Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, seperti dikutip dari Antara, Senin (12/5/2014). Dia menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 47 masyarakat dari sejumlah daerah di Sumatera, Jawa, dan Bali, yang diduga terserang virus yang dapat menyebar dengan cepat dan menyebabkan kematian atau suspek MERS-CoV itu, ternyata hasilnya negatif. Sementara ini dari hasil pemeriksaan terhadap masyarakat yang suspek MERS-CoV tersebut, negara ini masih aman dari virus tersebut. "Kita masih menunggu hasil diagnosis atau pemeriksaan dari empat pasien te [...]

2 Kebiasaan Ini Bisa Cegah Stroke

2 Kebiasaan Ini Bisa Cegah Stroke

Data Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) 2013 menunjukkan, jumlah penderita stroke di Indonesia tahun 2007 usia 45-54 sekitar 8 persen, sedangkan pada tahun 2013 mencapai 10 persen. Peningkatan ini diprediksi akan terus berkembang seiring dengan pola hidup sehat yang kian bergeser. Tapi tenang, ada dua kebiasaan yang bisa Anda lakukan untuk mencegah stroke. Seperti dikutip Prevention, Senin (13/10/2014), dua kebiasaan tersebut adalah tidak merokok dan diet sehat sambil menghirup wine secara teratur. Kedua hal ini telah diteliti dan dimasukkan ke dalam sebuah studi baru, jurnal Neurology."Selain melakukan aktivitas fisik secara teratur, menghirup (bukan meminumnya) alkohol bisa menurunkan risiko stroke sebesar 9 persen. Namun meminum alkohol seperti wine, bisa menurunkan risiko stroke hingga 11 persen," kata penulis studi dari Stockholm Karolinska Institute, Susanna Larsson, PhD. Larsson mengungkapkan, alkohol dapat meningkatkan kolesterol baik dan mencegah pembekuan darah. Selain itu, minum anggur juga dapat melawan peradangan.Namun karena sifatnya memabukkan, Larsson menyarankan untuk tetap olahraga, tidak merokok, dan menjaga BMI di bawah 25. Karena cara ini paling efektif menuru [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *