Dua Bakteri Berbahaya Ini Suka Menempel di Pesawat

052314_HN_Germs_640.jpg

Akibat penyebaran virus Middle Eastern respiratory syndrome coronavirus (MERS-Cov) yang terus mengkhawatirkan, beberapa ahli bakteri mengungkapkan masalah serius yang bisa dihadapi traveler di pesawat terutama di musim liburan seperti ini.

Melansir laman Foxnews, Selasa (27/5/2014), dalam sebuah penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Society for Microbiology, Barbaree dan rekannya dari Auburn University, Kiril Vaglenov, memutuskan untuk menganalisis kelangsungan hidup dua jenis umum bakteri yang ada di pesawat seperti Methicillin-Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA) dan E. coli O157: H7.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), MRSA merupakan jenis bakteri yang dapat menyebabkan infeksi kulit dan lainnya. Bakteri ini diperkirakan membunuh 19.000 orang setiap tahun di Amerika Serikat. Sedangkan E.coli O157 : H7 lebih sering menyebabkan penyakit bawaan makanan.

Para peneliti menguji durasi dua patogen pada enam jenis bahan yang diperoleh dari sebuah maskapai penerbangan besar yang tidak disebutkan namanya. Mulai dari sandaran tangan, meja plastik, tombol toilet, jendela, dan kain kursi.

“Kain di bagian belakang kursi, memiliki banyak celah di mana bakteri mudah masuk. Jika Anda membandingkan dengan gagang toilet berbahan stainless steel, kelangsungan hidup bakteri tidak sepanjang seperti permukaan berpori,” kata Barbaree.

Barbaree menekankan bahwa kondisi pesawat sebenarnya merugikan banyak jenis bakteri. Ini karena kelembaban sangat rendah, sekitar 20 persen. Dan karena kelembaban sangat rendah akhirnya muncul bakteri lain yang tidak bisa mentolerir itu.

Cara terbaik menghindari tertular penyakit dari bakteri dalam pesawat terbang, kata Barbaree, cukup sederhana yakni selalu menjaga kebersihan yang baik, seperti mencuci tangan secara teratur.

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Mobil Kemenkes akan Pantau Kebersihan Makanan Saat Mudik

Mobil Kemenkes akan Pantau Kebersihan Makanan Saat Mudik

Tak hanya kecelakaan berkendara, perjalanan mudik juga berisiko pada terjadinya keracunan makanan, infeksi berbagai penyakit menular. Disamping itu risiko meningkatnya atau kambuhnya kejadian penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus dan asma juga kerap terjadi.Mengantisipasi hal tersebut, tahun ini Kementerian kesehatan melalui mobil Surveilance Penyehatan Lingkungan, Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes RI akan berkeliling untuk memantau keamanan makanan demi menjamin kesehatan para pemudik."Yang berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ini ada Food Security atau pemeriksaan makanan yang akan berkeliling di tempat peristirahatan. Nanti akan diambil sampel dan dicek apakah makanan tersebut mengandung racun atau kuman," kata Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi usai menghadiri apel siaga di halaman Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (15/7/2014).Selain itu, Menkes juga melakukan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dengan menambah posko kesehatan. Tahun ini, katanya, sebanyak 2.641 pos kesehatan, 1.554 Rumah Sakit se-Sumatera, Jawa, Bali disiagakan. [...]

50.000 Pengungsi Korban Banjir di Jakarta

50.000 Pengungsi Korban Banjir di Jakarta

Beberapa hari ini intensitas hujan di Jakarta mengakibatkan sebagian wilayah tergenang banjir. Seperti yang tertulis dalam rilis yang diterima tim Health Liputan6.com, Senin (20/1/2014) sebanyak tujuh orang korban meninggal akibat banjir.Selain itu banjir juga mengakibatkan terendamnya fasilitas kesehatan milik Kemenkes yaitu Rumah Sakit Jiwa Soeharto Heerdjan di Jakarta Barat. Berdasarkan informasi dari Pusat Pengendali Operasi (Pusdalop) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta dan Pusat Penanggulangan Krisis (PPK) Regional DKI Jakarta serta Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, hingga Minggu malam (19/1/2014) pukul 24.00 WIB, jumlah pengungsi akibat banjir mencapai 40.057 jiwa. Menurut Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan (PPKK) Kementerian Kesehatan RI, dr. Sri Henni Setiawati, MHA, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta telah menggerakan sumber daya dari tim Rapid Health Assesment (RHA) untuk melakukan penilaian kesehatan cepat ke lokasi banjir."Dinkes yang berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melakukan upaya berupa pendirian pos kesehatan dan pelayanan kesehatan," kata Sri Henni.Jumlah pengungsi terdiri dari 4.824 jiw [...]

Pertanyaan Ebola yang Paling Banyak Dicari di Google

Pertanyaan Ebola yang Paling Banyak Dicari di Google

Jika Anda memperhatikan berita baru-baru ini, Anda mungkin pernah mendengar bahwa beberapa negara di Afrika Barat saat ini tengah berjibaku untuk melawan virus mematikan yang disebut Ebola. Dalam perkembangannya selama seminggu terakhir, ternyata virus ini tidak hanya menyebar di desa melainkan telah masuk ke perkotaan. Sejauh ini, tiga rumah sakit di New York, AS telah diisolasi dan diuji karena ada pasien yang diduga infeksi Ebola. Para pasien rata-rata mengalami gejala seperti demam, gangguan pencernaan, sakit kepala dan melakukan perjalanan ke negara-negara Afrika Barat. Mengingat perkembangan terakhir yang semakin memburuk, berikut pertanyaan terbanyak yang ditanyakan sejumlah orang di situs Google. Dan agar lebih jelas menjawab pertanyaan pembaca, kami mengutip penyataan sejumlah ahli virus seperti Chris Basler, Ph.D dari Icahn School of Medicine di New York City; dan Prof. Tim Lahey, MD, seorang spesialis penyakit menular dan ahli mikrobiologi dan imunologi di Dartmouth Geisel School of Medicine, seperti dikutip Womenshealth, Rabu (6/8/2014):1. Bagaimana Ebola menyebar? Virus ebola menyebar dari orang ke orang melalui kontak dengan cairan tubuh dari orang yang terinfeksi. [...]

Kasus Meningitis Seperti Olga, Bisa Sembuhkah?

Kasus Meningitis Seperti Olga, Bisa Sembuhkah?

Meningitis atau radang selaput otak memang dikenal mematikan. Penyakit ini disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur, atau parasit yang menyebar dalam darah ke cairan otak. Penyakit yang dikabarkan tengah diderita artis Olga Syahputra ini memang bisa memperburuk kondisi penderitanya. Ahli penyakit dalam dari Divisi Alergi Imunologi Klinik, Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RSCM, Dr.dr. Iris Rengganis, Sp.PD., KAI, FINASIM bahkan mengatakan, bila penanganan pasien meningitis terlambat, maka pasien sulit diselamatkan. Iris mengungkapkan, pasien yang diduga meningitis harus melakukan tes darah dan pengambilan cairan dari sumsum tulang belakang (pungsi lumbal) untuk mengetahui jenis meningitis dan cara penanganannya. Sehingga memerlukan waktu untuk mengetahui penyebabnya. "Bisa sembuh tapi tergantung kecepatan datang berobat. Kalau di awal ketahuan, mungkin bisa mengurangi langkah ke stadium lanjut. Tapi setiap orang memiliki sistem imun berbeda, sehingga harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Iris saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (28/5/2014). Iris mengungkapkan, dalam kasus Olga, ia tidak mengetahui secara pasti p [...]

4 Kebiasaan Makan yang Buruk dan Tidak Disadari

4 Kebiasaan Makan yang Buruk dan Tidak Disadari

Makanan adalah hal yang krusial bagi kesehatan tubuh. Sebab, dari makanan lah semua kebutuhan tubuh berasal. Jika makanan yang dikonsumsi adalah makanan sehat, maka demikian juga yang diserap oleh tubuh. Begitu juga sebaliknya. Selain dari faktor makanannya sendiri, faktor lain yang juga penting adalah kebiasaan makan. Saat ini, ada beberapa kebiasaan makan yang dianggap baik padahal kenyataannya tidak begitu. Alhasil, kebiasaan makan ini menjadi kebiasaan yang sebenarnya buruk. Apa saja kebiasaan makan itu? Berikut ulasannya seperti dilansir dari Fox News, Jumat (19/12/2014). 1. Terlalu banyak makan makanan sehat Makan makanan sehat memang baik. Tetapi, tahukah Anda jika sebenarnya makan makanan sehat berlebihan itu buruk? Makanan sehat, jika dikonsumsi berlebihan justru akan memicu kenaikan berat badan karena jumlah nutrisinya yang banyak. 2. Melewatkan makan Demi mengurangi berat badan, seseorang biasanya melewatkan makan, baik sarapan, makan siang atau makan malam. Dengan kebiasaan ini, sebenarnya seseorang akan cenderung makan lebih dari porsinya karena melewatkan makan pada jam tertentu. Pada akhirnya, usaha untuk menurunkan berat badan misalnya, menjadi tidak bera [...]

Perjuangan RW Melahirkan Bayi Sitok Srengenge

Perjuangan RW Melahirkan Bayi Sitok Srengenge

Walaupun dengan kondisi memprihatinkan, RW si korban kasus asusila penyair Sitok Srengenge terus berjuang untuk bisa melahirkan bayi perempuan nan cantik dengan selamat. Bayi cantik itu lahir pada Jumat 31 Januari 2014 pukul 21.15 WIB."Bayinya perempuan cantik, lahir bertepatan dengan imlek. RW kuat dan berjuang melahirkannya. Keluarga berbahagia, bersukacita," kata Dosen UI sekaligus Pendamping RW, Saras Dewi saat dihubungi Liputan6.com, ditulis Sabtu (1/2/2014).Menurut Saras, RW memiliki kendala saat melahirkan. "Detailnya saya diminta keluarga untuk tidak menceritakan. Maaf ya, memang kendalanya RW keadaannya kurus sekali ketika melahirkan, tp ia tetap berjuang," kata Saras.Seperti diberitakan sebelumnya, RW masih merasaka trauma yang mendalam. "Mungkin karena pikiran dan trauma jadi RW itu berat badannya terus turun tapi janin sehat hanya kecil. Ya kecil karena kondisi berat badan sang ibu terus menurun. Tapi sejauh pantauan kami bayi sehat tidak ada gangguan apapun," kata Saras dalam perbincangan sebelumnya.Ditemani orang tua, saudara, pengacara, dan sahabat-sahabat, RW akhirnya mampu dengan selamat melahirkan bayi perempuan.Tak Gugat MateriMenurut pengakuan Kuasa Hukum RW, Iw [...]

Khusus Tangani Tarif, RS Al Islam Bandung Siapkan 3 Dokter

Khusus Tangani Tarif, RS Al Islam Bandung Siapkan 3 Dokter

Sejak digunakan pentarifan paket oleh BPJS Kesehatan, salah satu rumah sakit (RS) swasta yang ada di Bandung mengaku menyiapkan tiga dokter khusus untuk menangani masalah kode tarif RS. Ini dilakukan agar dokter lainnya bisa fokus dalam melayani pasien.Demikian disampaikan Direktur RS Al Islam Bandung dr. Sigit Gunarto, Sp. KFR. Menurutnya, tim beranggotakan ketiga orang dokter tersebut dibentuk dalam rangka mengendalikan penagihan Rumah Sakit."Kami membentuk tim dengan tiga dokter umum yang kerjanya khusus coding atau memasukkan kode pasien dalam sistem. Hal ini cukup efektif," kata Sigit saat temu media di Kantor BPJS Kesehatan, Jakarta, Kamis (20/3/2014).Tak cukup sampai di situ, Sigit mengatakan, agar tarif Rumah Sakit tetap efisien tanpa menurunkan mutu dan kualitas pelayanan, RS Al Islami juga selalu berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan."Misalnya berkoodinasi tentang obat yang dulu untuk penyakit kronis tidak bisa diberikan untuk satu bulan. Jadi setiap 3 hari pasien harus kembali lagi. Tapi setelah berkoordinasi, ternyata sekarang obat bisa diberikan untuk 1 bulan," ungkapnya. Selain itu, lanjut Sigit, pengendalian terhadap obat-obatan juga sangat penting. "Kami tidak ingin m [...]

Kabut Asap di Riau Mulai Membaik

Kabut Asap di Riau Mulai Membaik

Sejak siang kemarin, di beberapa daerah Riau terjadi hujan cukup lebat dan dampaknya cukup bermakna dan keadaan sudah mulai membaik. Begitu disampaikan oleh Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Prof dr Tjandra Yoga Aditama melalui keterangan tertulis ke Liputan6.com, Minggu (16/3/2014). Tjandra menyampaikan, kondisi terakhir seperti jarak pandang yang tadinya 500 meter, kini sudah menjadi 1500 meter, bahkan di Dumai sudah lebih baik, yaitu 3000 meter. Selain itu, mesin Indeks Standart Pencemaran Udara (ISPU) yang sudah beberapa hari menunjukkan 500, turun menjadi 200. Begitupun di Dumai sudah sekitar 100. "Kami dari Kementerian Kesehatan telah mendirikan Posko (selain kegiatan logistik, surveilans dan lainnya selama ini) untuk membantu Pemda di tepi jalan raya bandara ke kota (di kompleks MTQ)," kata Tjandra. Menurutnya posko ini didirikan dengan tiga konsep, yaitu: 1) Pemeriksaan kesehatan oleh petugas kesehatan KKP Pekanbaru bersama UPT. DitJen P2PL 2)? Penyuluhan kesehatan tentang bahan-bahan kesehatan Matra dan Pencegahan atau Pengendalian Penyakit. 3) ?Pengukuran ISPU secara berkala oleh BTKL (Balai Teknik Kesehatan Lingkungan) bersama UPT DitJen P2PL [...]

Bekas Gigitan Suarez Bisa Berbahaya

Bekas Gigitan Suarez Bisa Berbahaya

PeduliSehat.info, Brasil Masih ingat kejadian saat striker Uruguay, Luis Suarez menggigit bek Italia Giorgio Chiellini dalam laga Grup D Piala Dunia 2014 di Arena Dunas, Natal lalu? Sakit sudah pasti dirasakan Chiellini. Namun, gigitan Suarez bisa berimplikasi jadi masalah kesehatan yang serius. "Gigitan manusia bisa menjadi luka yang sangat berbahaya. Terlebih jika gigitan tersebut menembus kulit, bakteri akan masuk ke tubuh yang berpotensi menimbulkan ancaman serius," ungkap Profesor Stanislav Dusko Ehrlich dari Dental Institute of King College, London. "Di mulut terdapat lebih 700 strain (turunan) bakteri. Lalu, dalam mulut manusia yang sehat terdapat 100 atau 200 strain," tambah Ehrlich, seperti dikutip Daily Mail, Senin (7/7/2014). Sebagian dari kita tentu sering berpikir bahwa gigitan manusia tak akan membahayakan. Tapi gigitan bisa menjadi masalah serius, Seperti yang dialami Wendy Thomas, seorang nenek dari Inggris. Siapa sangka, gigitan bercanda dari sang cucu malah membuat jari Thomas terinfeksi bakteri streptokokus. Hal ini yang menyebabkan dirinya masuk rumah sakit selama 14 hari dan hampir kehilangan jari tersebut. Tangan, menurut ahli bedah plastik Philip Geary, [...]

Hipnoterapi Medis, Membius Pasien Tanpa Obat dan Jarum Suntik

Hipnoterapi Medis, Membius Pasien Tanpa Obat dan Jarum Suntik

Terapi dengan menggunakan hipnosis atau yang sering disebut hipnoterapi tak hanya bisa digunakan untuk mengatasi masalah-masalah kejiwaan atau masalah fisik yang disebabkan oleh bawah sadar manusia. Ilmu hipnoterapi ternyata juga digunakan para dokter untuk membantu aktivitas medis seperti menggantikan peran anestesi. Inilah yang dikenal dengan sebutan hipnoterapi medis. "Awalnya hipnoterapi medis digunakan untuk membantu mengatasi penyakit kejiwaan seperti stres, dan hal-hal yang berhubungan dengan gangguan pikiran. Ternyata, apa yang ada pada pikiran berespons pada tubuh," terang praktisi hipnoterapi medis dokter Stephanus Nurdin saat ditemui di RSIA Budhi Jaya, Jakarta (10/9/2014). Teknik hipnoterapi medis menurut dokter Ivan, begitu dia sering disapa bisa dimanfaatkan untuk membantu para pasien yang takut dioperasi atau disuntik. Juga bisa digunakan untuk membantu dokter menganestesi (membius) pasien tanpa perlu obat anestesi. Hipnotereapi medis juga sering dimanfaatkan oleh para dokter gigi untuk membantu pasien yang ingin mencabut giginya tanpa perlu dibius. Aman dan cepat, katanya. Teknik model ini juga bisa membantu para ibu yang melahirkan secara normal tanpa harus meras [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *