Efek Samping Dari Mencuci Tangan Dengan Hand Sanitizer

womanhandsan.jpg

Hand sanitizer kini banyak digunakan oleh masyarakat karena dapat membantu membersihkan tangan dari kuman dengan mudah dan praktis. Namun ternyata, menggunakan hand sanitizer terlalu sering tidaklah baik bagi kesehatan terutama kesehatan kulit seperti hasil riset yang dilakukan oleh United States Food and Drug Administration.

Berikut adalah efek samping dari mencuci tangan dengan hand sanitizer seperti dilansir dari LiveStrong.

1. Iritasi Kulit
Saat menggunakan hand sanitizer, bagi kulit sensitif dapat terasa gatal, panas, dan kering karena alkohol yang terkandung di dalamnya. PDR Health menganjurkan untuk tidak menggunakan hand sanitizer di area tubuh selain tangan seperti mata, telinga, mulut, hidung, dan daerah genital. Selain itu, hindari pula penggunaan pada bayi atau anak balita karena kulit pada usia tersebut lebih rentan terkena iritasi.

2. Kulit Mudah Terbakar Sinar Matahari
Hand sanitizer membuat kulit semakin sensitif terhadap sinar ultra violet sehingga menyebabkan kulit mudah terbakar di bawah paparan sinar matahari. PDR Health menyarankan untuk melindungi kulit Anda dengan sun screen yang mengandung SPF tinggi saat menggunakan hand sanitizer.

3. Tubuh Rentan Terhadap Infeksi
Bukannya melindungi tubuh dari infeksi, hand sanitizer justru dapat membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi. Menurut dr. Sarah Janssen dari Natural Resources Defense Council, hand sanitizer tidak efektif dalam membunuh kuman jika dibandingkan dengan mencuci tangan dengan air dan sabun.

4. Reaksi Hormon
Hand sanitizer dapat berakibat negatif bagi kelenjar gondok (hormon tiroid) dan hormon estrogen. Menurut Drug Watch, bahan kimia triclosan yang banyak terkandung dalam hand sanitizer tidak berpengaruh baik bagi kesehatan hormon Anda.

(eya/eya)

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Mengenal Lebih Jauh Resistensi Tuberkulosis

Mengenal Lebih Jauh Resistensi Tuberkulosis

Oleh: dr. Alvin Nursalim Mungkin anda bertanya-tanya, mengapa bermunculan kasus resistensi Tuberkulosis (TB) dengan berbagai spektrum keparahannya? ?Man made phenomenon? adalah jawabannya. Resistensi Tuberkulosis ditimbulkan karena ulah manusia melalui pengobatan yang tidak sesuai standar, baik dari segi regimen, dosis atau pengobatan yang tidak teratur. Hal ini turut ditekankan oleh dr. Arifin Nawas, Sp.P., dalam sesi pembukaan workshop DOTS dan ISTC. ?Penanganan kasus TB yang sesuai standar DOTS dan ISTC wajib dilakukan bagi semua dokter yang melayani kasus TB,? ungkap dr Arifin. Resistensi Tuberkulosis tentu membuat masalah baru bagi praktisi kesehatan diatas tumpukan masalah yang sudah ada. Penanganan kasus resistensi TB memerlukan perhatian khusus karena angka kesembuhan yang lebih rendah dan tingkat mortalitas yang lebih tinggi. Penyebab dan mekanisme resistensiSecara umum terdapat tiga aspek yang perlu kita soroti ketika berbicara mengenai penyebab resistensi. Hal ini diungkapkan dr Arifin dalam salah satu sesi workshop. Aspek pertama adalah aspek provider/program yang ada. Adapun beberapa masalah yang mungkin dihadapi provider adalah tidak ada pedoman TB atau pedoman TB yan [...]

Harapan Baru Pengidap TBC

Harapan Baru Pengidap TBC

Harapan baru bagi pengidap TBC, sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh tim peneliti dari Albert Einstein College of Medicine di New York, AS menemukan bakteri yang sudah dimodifikasi dapat berfungsi sebagai pelindung dari penyakit paru-paru, lebih lanjut diharapkan dapat memberikan anti-bakteri penyebab TBC. Uniknya, bakteri yang telah dimodifikasi tersebut masih memiliki hubungan keluarga dari bakteri penyebab TBC (Mycobacterium Tuberculosis) sendiri. Hasil penelitian yang diterbitkan di laporan Nature Medicine pada tanggal 4 September 2011 lalu itu menyelidiki sekelompok gen yang dinamakan ESX-3, yang terdapat dalam semua varian Mycobacterium dimana gen tersebut memiliki fungsi dalam kinerja bakteri untuk menghindari sistem kekebalan tubuh. Penelitian yang dilakukan oleh Kari Ann Sweeney, dkk., itu menemukan dalam hubungan kekerabatan bakterinya, Mycobacterium tuberculosis tidak dapat bertahan tanpa ESX-3, namun ?sepupunya?, Mycobacterium Smegmatis, mampu. Para peneliti memodifikasi Mycobacterium Smegmatis dengan menghapus gen ESX-3-nya kemudian menyuntikkan ke tikus sebagai percobaan. Ditemukan dari tindakan tersebut dalam waktu 3 hari tikus telah bersih dari bakteri di paru-p [...]

Prostetik Pengganti Fungsi Retina

Prostetik Pengganti Fungsi Retina

Manusia yang mengalami kebutaan, dalam 10 tahun kedepan mampu memiliki alat bantu melihat berupa alat prostetik yang mengirimkan sinyal elektrik ke otak sebagai pengganti fungsi retina dalam melihat objek. Alat prostetik penglihatan ini berhasil diterapkan pada tikus percobaan laboratorium oleh para peneliti dari Weill Medical College of Cornell University, Amerika Serikat. Selaku pimpinan penelitian, Neuroscientist Sheila Nirenberg melaporkannya dalam seminar TEDMED di San Diego dan menjelaskan kinerja alat tersebut dalam membentuk pola elektronik ke otak sehingga otak seakan mampu melihat garis luar dari suatu bentuk benda. Hal ini merupakan hasil pemahaman para peneliti terhadap kinerja retina dalam memberikan aktifitas elektronik ke otak dimana otak akan mempretasikan aktifitas elektronik tersebut dalam melihat, mendengan dan menjangkau suatu benda. Dengan demikian, prostetik melihat ini akan menjadi alat bantu yang sangat memberikan perubahan terhadap mereka yang memiliki kebutaan maupun hilangnya penglihatan akibat rusaknya retina oleh suatu penyakit tertentu. Diharapkan pengembangan lebih lanjut dan penyelesaian alat ini dapat segera digunakan bagi mereka yang membutuhkan te [...]

Lebih Jauh Tentang Penyakit Jantung Koroner

Lebih Jauh Tentang Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung yang paling umum terjadi adalah penyakit jantung koroner. Penyakit ini terjadi ketika pasokan darah yang kaya oksigen menuju otot jantung terhambat oleh plak pada arteri koroner. Pada dinding pembuluh arteri dapat terjadi kondisi ateroskelosis, yaitu penumpukan kolesterol dan substansi lainnya yang semakin bertambah sehingga mempersempit ruang arteri. Tumpukan ini disebut plak. Sejatinya plak sudah bersarang di dinding arteri sejak seseorang masih muda. Makin tinggi usia seseorang, makin menumpuk plak di lokasi yang sama. Plak sendiri mengeluarkan zat kimia yang membuat dinding bagian dalam dari pembuluh menjadi lengket. Pada saat bersamaan, darah memuat sel-sel inflamasi, lipoprotein, dan kalsium. Zat-zat ini kemudian akan menempel di dinding pembuluh darah sehingga membuat timbunan plak makin banyak. Makin besar plak, makin sempit arteri koroner sehingga suplai darah kaya oksigen ke jantung kian menipis. Plak juga dapat pecah dan kemudian menyumbat sebagian besar hingga seluruh aliran darah pada pembuluh arteri. Bila hambatan aliran darah ini terjadi pada arteri koroner, maka dapat terjadi serangan jantung. Sebenarnya, pembuluh darah atau arteri yang mengalami [...]

Mengeluh karena Takut Gemuk Itu Normal

Mengeluh karena Takut Gemuk Itu Normal

Banyak wanita yang sering mengeluh karena berat badannya. Walau kebiasaan itu terdengar menyebalkan, menurut penelitian khawatir akan gemuk merupakan hal normal bagi wanita.Dikutip dari detikhealth, penelitian yang dilakukan oleh Brigham Young University menjelaskan bahwa otak wanita memang takut gemuk. Kesimpulan tersebut didapat dari pemindaian otak dilakukan dengan teknologi Magnetic Resonance Imaging (MRI).Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Personality and Individual Differences edisi Mei 2010, melibatkan sekelompok wanita dengan berat badan normal dan tidak mengalami gangguan pola makan. Sebelum otaknya di/scan/, mereka disuruh melihat foto seorang wanita tak dikenal yang mengalami kelebihan berat badan.Hasil dari scan, foto tersebut telah mengaktifkan bagian otak yang memproses identitas dan refleksi diri. Para peserta penelitian menjadi gelisah dan membayangkan tubuhnya bisa menjadi seperti dalam foto tersebut.Dapat dikatakan bahwa hasil penelitian itu didapat dengan cara yang tak disengaja. Para peneliti sebenarnya sedang mengerjakan proyek untuk mengatasi gangguan makan dengan memindai otak. Pada wanita dengan gangguan makan anorexia dan bulimia, melihat foto wani [...]

3 Langkah Gigi dan Mulut Sehat Selama Ramadhan

3 Langkah Gigi dan Mulut Sehat Selama Ramadhan

Oleh: drg. Martha Mozartha, Msi Tak terasa, kita sudah memasuki bulan suci Ramadhan lagi. Bulan yang teristimewa bagi umat Muslim, yang akan berpuasa satu bulan lamanya. Banyak persiapan yang biasa dilakukan untuk menyambutnya, mulai dari kondisi fisik dan mental hingga belanja kebutuhan rumah tangga. Namun ada salah satu hal yang tak boleh terlewatkan, yaitu memastikan kesehatan gigi dan mulut dalam kondisi prima. Saat kita berpuasa, praktis tidak ada makanan atau pun minuman yang dikonsumsi sepanjang hari. Dengan demikian, aliran air liur menurun sehingga mulut terasa kering. Kondisi ini dapat menyebabkan timbulnya bau mulut yang kurang sedap, apalagi bila kebersihan gigi dan mulut buruk. Sisa makanan yang luput tidak dibersihkan akan diolah oleh bakteri dan menghasilkan gas sulfur (Volatile Sulphur Compound/VSC). Langkah berikut ini dapat dilakukan untuk mendapatkan gigi dan mulut yang sehat sebelum Ramadhan tiba. Segera periksakan diri Anda ke dokter gigi. Apabila telah terjadi lubang pada gigi Anda, lubang tersebut dapat segera dirawat. Selain itu pembersihan karang gigi juga sangat penting untuk dilakukan. Lubang gigi serta karang gigi yang menumpuk di permukaan gigi adala [...]

Sering Kesemutan? Ini Penyebabnya

Sering Kesemutan? Ini Penyebabnya

Setelah duduk bersila dalam waktu lama, tiba-tiba Anda tidak bisa merasakan apa pun pada kaki Anda atau seperti mati rasa. Kondisi ini dinamakan kesemutan atau dalam istilah medisnya disebut parestesia. Penyebab terjadinya kesemutan beragam, ada yang bersifat sementara dan ada pula yang sifatnya berkepanjangan. Penyebab Kesemutan Sementara Kesemutan sementara terjadi ketika ada anggota tubuh yang mengalami tekanan dalam waktu lama. Hal ini membuat pasokan darah ke saraf di daerah itu menjadi terhambat. Anda bisa merasakan kesemutan pada kaki setelah duduk bersila atau memakai sepatu terlalu kecil. Kesemutan pada tangan juga dapat dirasakan, misalnya ketika tidur dengan posisi kepala menindih lengan. Karena bersifat sementara, kondisi ini bisa mereda dengan sendirinya jika Anda membebaskan area yang kesemutan dari tekanan, seperti meluruskan kaki setelah duduk bersila atau melepaskan tangan yang tertindih. Dengan begitu aliran darah akan kembali lancar. Selain tekanan, penyebab kesemutan sementara bisa disebabkan oleh dehidrasi dan hiperventilasi, yaitu kondisi pada saat Anda bernapas terlalu cepat. Penyebab lain adalah penyakit Raynaud. Penyakit ini memengaruhi pasokan darah ke a [...]

Atasi Mulut Kering dan Berbau Saat Bangun Tidur

Atasi Mulut Kering dan Berbau Saat Bangun Tidur

Sesegera mungkin atasi mulut kering dan berbau saat bangun tidur. Setiap harinya, saliva (air liur) diekskresi hingga 0.5 ? 1.5 liter oleh tiga kelenjar liur besar yang berada di sekitar mulut dan tenggorokan. Aliran saliva menurun saat sedang tidur, terutama saat tidur malam. Oleh karena itu kita sering merasa mulut kering dan berbau kurang sedap saat baru bangun tidur. Di sinilah pentingnya menyikat gigi sebelum tidur, supaya sisa makanan bersih tuntas dan tidak mengalami pembusukan oleh bakteri saat kita sedang tidur. [...]

Punya Riwayat Penyakit, Bisakah Saya Operasi?

Punya Riwayat Penyakit, Bisakah Saya Operasi?

Menjalani operasi bukanlah suatu hal yang ringan. Banyak hal yang harus dipersiapkan, baik fisik maupun mental demi kelancaran proses operasi yang akan dijalani. Terkadang kita bertanya-tanya, saya pernah mengalami penyakit X, bisakah saya menjalani suatu operasi? Anda tidak perlu khawatir, tidak semua bentuk penyakit memiliki dampak dalam proses operasi. Jangan sampai riwayat penyakit tertentu menghambat Anda untuk menjalani suatu operasi yang Anda butuhkan. Namun Anda sendiri harus waspada, kenalilah keadaan-keadaan yang berpotensi memberikan hasil yang tidak diharapkan. Bila Anda ingin tahu jenis kondisi apa yang dapat mempengaruhi jalannya operasi, simak penjelasan di halaman berikut: Faktor yang Mempengaruhi Jalannya Operasi: Usia Pada pasien lanjut usia, umumnya ketahanan dan fungsi organ-organ tubuh telah mengalami penurunan. Hal yang dikhawatirkan berkurangnya kompensasi tubuh terhadap manipulasi organ yang dilakukan selama operasi. Selain itu, seringkali dalam usia lanjut telah ada beberapa penyakit yang kemungkinan belum terdeteksi. Oleh sebab itu pemeriksaan pasien lanjut usia yang akan menjalani operasi dilakukan secara lebih lengkap. Penyakit [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *