Fakta & Mitos Prostat

prostat-kanker-jinak-ganas-obat-sembuh.jpg

Oleh: dr. Adithia Kwee

Pria dan pembesaran prostat seakan menjadi dua hal yang tak terpisahkan. Sayangnya, meningkatnya jumlah kasus prostat tidak diimbangi dengan pemahaman yang tepat oleh masyarakat luas.

Acapkali banyak pemahaman yang salah muncul mengenai seputar prostat. Apa sajakah? Simak berikut ini:

1. MITOS: Prostat adalah nama penyakit.

FAKTA: Salah. Prostat adalah nama sebuah bagian dari organ tubuh yakni berupa kelenjar yang terdapat khusus pada pria. Letaknya terletak di bawah kandung kemih. Fungsi dari prostat adalah untuk memberi nutrisi pada sperma. Namun, ketika seorang pria menginjak usia 50 tahun ke atas, acapkali kelenjar prostat ini membesar.

2. MITOS: Pembesaran prostat disebabkan karena sering menahan buang air kecil

FAKTA: Tidak sepenuhnya (belum) benar. Karena sampai saat ini belum ada penelitian yang menjelaskan dengan tepat pencetus pembesaran prostat adalah dari seringnya menahan buang air kecil.

Namun ada beberapa penelitian yang menyebutkan ada hubungan tingginya aktivitas seksual di usia muda dengan semakin tingginya risiko pembesaran prostat. Selain faktor tersebut, dipastikan juga pembesaran prostat dicetuskan oleh pengaruh keseimbangan hormon endrogen dan estrogen.

3. MITOS: Prostat hanya terjadi pada usia diatas 50 tahun.

FAKTA: Betul. Pembesaran prostat jarang ditemukan pada pasien berusia kurang dari 40 tahun. Kebanyakan pembesaran prostat dialami oleh 50% pria berusia diatas diatas 60 tahun dan kurang lebih 80% yang berusia 80 tahun.

4. MITOS: Pembesaran prostat terjadi hanya bersifat jinak.

FAKTA: Salah. Ada juga pembesaran yang bersifat ganas. Meskipun pembesaran kelenjar prostat ini sifatnya seringkali jinak, tetapi kita harus tetap mewaspadai timbulnya keganasan. Ingat, kanker prostat adalah salah satu keganasan yang sering terjadi pada seorang pria.

Jadi, bagaimana kita membedakan jinak atau ganasnya pembesaran prostat? Dokter biasanya akan meminta pemeriksaan Prostate Specific Antigen (PSA) , yang mana jika hasilnya tinggi perlu kita curigai sebagai keganasan.

5. MITOS: Gejala pembesaran prostat hanya gangguan buang air kecil

FAKTA: Salah. Gejala pembesaran prostat bisa meluas mengganggu kehiduapn seks Anda juga. Pembesaran prostat bersifat progresif dan gejala muncul berupa:

  • Gejala aliran kencing yang dirasakan melemah
  • Meningkatnya frekuensi buang air kecil,
  • Sulit untuk menginisiasikan kencing, sehingga sering bolak-balik kamar mandi pada malam hari.

Gejala-gejala diatas dikenal sebagai istilah lower urinary tract syndrome (LUTS). Dan jika dibiarkan menahun, kondisi LUTS tersebut dapat berlanjut ke gangguan ejakulasi serta disfungsi ereksi.

Gejala-gejala yang ditimbulkan dari pembesaran prostat ini tentunya amat mengganggu, jadi sebaiknya Anda tidak menunda untuk mengkonsultasikan diri ke dokter jika dirasa gejala- gejala seperti yang telah disebutkan di atas, dokter akan membantu Anda dengan memberikan obat-obatan yang sifatnya mengecilkan ukuran prostat, jika obat ini gagal memberikan hasil yang diharapkan, maka terapi akan dilanjutkan dengan pengangkatan prostat.

Meskipun demikian, baru-baru ini ditemukan dari sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat, bahwa terdapat hubungan antara pengurangan risiko kanker prostat dengan sirkumsisi (sunat) pada pria. Selain itu juga ada beberapa kiat gaya hidup untuk mencegah proses kanker prostat juga pencegahan dari penyesuaian pola makan.

(AK)

Baca juga:

  • 7 Mitos Masturbasi Pria
  • Kanker Prostat Dan Masturbasi Pada Pria
  • Ditemukan Hubungan Virus Dengan Kanker Prostat

Sumber: KlikDokter.com

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Mengatasi Muntah pada Anak dengan Bijaksana

Mengatasi Muntah pada Anak dengan Bijaksana

Naluri orang tua biasanya kuat jika ada yang tidak beres dengan kesehatan si Kecil. Tidak jarang pula keadaan ini akan berujung kepanikan. Tidak terkecuali jika si Kecil muntah-muntah. Jika hanya berlangsung sebentar, mungkin Anda bisa sedikit santai, namun bagaimana jika terjadi berkepanjangan? Kenali penyebabnya dan atasi secepat mungkin sebelum menjadi lebih parah. Sebenarnya muntah sesekali pada anak adalah hal yang lumrah jika terjadi tidak lebih dari dua hari. Namun beda cerita jika kondisi itu terjadi selama berhari-hari. Kemungkinan ini adalah tanda dari sebuah masalah yang yang serius dan memerlukan pertolongan medis secepat mungkin. Kenali Penyebab Muntah pada Anak Mual dan muntah bukanlah penyakit, namun merupakan sebuah gejala. Pahami penyebab umum muntah berikut ini. Gastroenteritis atau infeksi mikroorganisme yang terjadi pada sistem pencernaan, juga dikenal dengan istilah stomach flu. Tanda-tanda yang muncul biasanya berupa diare, demam, dan sakit perut. Anak tidak sengaja menelan substansi beracun, seperti obat, bahan kimia, atau makanan atau minuman yang terkontaminasi. Alergi makanan. Selain muntah, gejala yang muncul bisa disertai kulit merah dan gatal (bidura [...]

7 Terobosan Baru Atasi Kanker Payudara

7 Terobosan Baru Atasi Kanker Payudara

Perlu Anda ketahui bahwa 1 diantara 8 wanita memiliki risiko terkena kanker payudara. Faktanya adalah memang terjadi peningkatan tingkat kewaspadan wanita terhadap kanker payudara, namun untuk masa depan sangat penting untuk mengembangkan tahap pencegahan. Untuk memperingati bulan Kanker Payudara pada bulan Oktober ini, ada beberapa perkembangan dalam kanker payudara antara lain: 1. Olahraga Kita tentu mengetahui bahwa olahraga bermanfaat untuk kesehatan. Tapi sudah tahukah Anda, berolahraga dapat menekan risiko kanker payudara. Berkat penelitian terbaru yang dilaporkan oleh University of Minnesota, kita dapat mengetahui sebabnya. Olahraga dapat mengubah metabolisme hormon estrogen yang merupakan pemicu kanker payudara. Direkomendasikan agar melakukan aktivitas fisik sedang ke berat selama 3 ? 4 jam dalam seminggu, yang dapat mengurangi risiko kanker payudara sebanyak 30 ? 40%. Halaman berikut beberapa terobosan atasi kanker payudara lainnya: Terobosan Atasi Kanker Payudara Lainnya 2. Makanan anti-kanker Sebuah studi dari Harvard menunjukkan hubungan antara konsumsi sayuran dengan berkurangnya risiko kanker payudara tipe agresif. Studi lain juga menunjukkan [...]

Penderitaan Wanita yang Alergi WiFi dan Sinyal Elektronik

Penderitaan Wanita yang Alergi WiFi dan Sinyal Elektronik

Saat ini, ketergantungan orang terhadap internet membuat kehadiran WiFi sangat dicari. Namun tidak dengan wanita asal Inggris satu ini. Wanita berusia 63 tahun bernama Mary Coales tersebut tidak mau pergi ke tempat-tempat umum yang memiliki fasilitas WiFi. Bisa dibilang ia sangat alergi dengan jaringan internet tanpa kabel tersebut. Pada saat pertemuan penting seperti ingin mendatangi dokter pun ia harus menunggu gilirannya di luar rumah sakit agar tidak berlama-lama berada di ruangan ber-WiFI. Mengapa demikian?Mary ternyata merupakan salah satu orang yang memiliki sindrom langka bernama Electromagnetic Hypersensitivity intolerance Syndrome (EHS). Yang berarti wanita lulusan Cambridge University tersebut akan menderita sakit jika terkena radiasi dari alat elektronik. Mary yang merupakan mantan staff penerbangan itu kerap merasakan sakit yang tak tertahankan pada area mulut ketika terpapar sinyal elektronik. Dengan banyaknya orang yang membawa telepon genggam serta tempat yang memasang WiFi, Mary pun merasa sangat tersiksa. Ia jadi tak bisa pergi ke sembarang tempat selain ke rumah teman yang WiFi-nya bisa dimatikan.Untuk melindungi dari dari WiFi serta sinyal yang membahayakan, [...]

Peluk Orang Tersayang 8 Kali Sehari, Hidup Jadi Lebih Sehat Lahir Batin

Peluk Orang Tersayang 8 Kali Sehari, Hidup Jadi Lebih Sehat Lahir Batin

Pelukan bukan hanya ungkapan kasih sayang. Salah satu bentuk sentuhan fisik ini memiliki efek yang lebih besar dari sekadar membuat perasaan lebih tenang dan bahagia.Psikolog Melly Puspita Sari, Psi, M, NPLm Psychologist menyebutkan, pelukan yang dilakukan minimal delapan kali sehari bisa membuat hidup lebih sehat. Tapi Melly menegaskan, sebaiknya jangan selalu menghitung dan terpaku pada jumlah pelukan karena ketika pelukan menjadi sebuah kebutuhan, sebanyak apapun frekuensinya tidak akan menjadi masalah."Menurut penelitian yang disebutkan oleh Kathleen Keating dalam bukunya 'The Hug Therapy', empat kali pelukan bisa mempertahankan hidup. 12 kali pelukan untuk kesehatan dan kebahagiaan," tutur psikolog lulusan Universitas Muhammadiyah Malang ini, saat talkshow 'Berbagi Pelukan Melalui Kelembutan Molto Ulta Pure' di Piscator, Gandaria City, Jakarta Selatan, Jumat (18/10/2013).Berdasarkan penelitian dari University of North Carolina, Amerika Serikat, pelukan bisa menurunkan kadar hormon stres (kortisol) sekaligus meningkatkan hormon oksitosin yang mampu memberikan perasaan tenang. Ketenangan dan kenyamanan yang dirasakan saat berpelukan, otomatis juga mengurangi stres. Seperti di [...]

Pembalut Herbal Bisa Cegah Kanker Serviks?

Pembalut Herbal Bisa Cegah Kanker Serviks?

Wanita pada umumnya selalu memakai pembalut dengan merek yang sama saat sedang haid karena merasa nyaman dengan brand tersebut. Seiring berkembangnya teknologi dan medis pilihan pembalut kini tidak hanya nyaman tapi sehat. Bahkan kabarnya ada pembalut yang bisa mencegah kanker, benarkah?Menurut dokter spesialis kandungan, Kolonel Dr Frits Max Rumintjap, SpOG(K), jika ada pembalut seperti itu berarti kandungan di dalamnya berasal dari bahan-bahan alami atau herbal. Herbal memang baik untuk kesehatan tapi tidak bisa dikatakan ampuh mencegah kanker serviks."Herbal sangat higienis, tidak terkontaminasi dengan bahan-bahan kimiawi. Saya kira masuk akal saja tapi nggak harus pakai juga artinya dia lebih sedikit terkontaminasi dengan bahan kimia lainnya, tapi kalau dibilang dia mencegah nggak juga," papar dokter Frits kepada wolipop, Rabu (1/5/2013).Dokter yang juga menjabat sebagai Kasubdin Pelayanan Kesehatan Mabes TNI AU itu menambahkan, semua pembalut fungsinya sama. Hanya saja perlu diperhatikan izin dan daftar konsumennya untuk mengetahui aman tidaknya merek tersebut. Jangan lupa memperhatikan kemasan pembalut itu sendiri, sudah rusak atau belum.Pria lulusan Fakultas Kedokteran Un [...]

Ini Bahayanya Jika Terlalu Banyak Tidur

Ini Bahayanya Jika Terlalu Banyak Tidur

Tidur cukup yang berkualitas adalah salah satu kunci hidup sehat. Orang dewasa dianjurkan tidur minimal tujuh jam di malam hari, sementara balita dan anak-anak bisa lebih lama sekitar 10 hingga 12 jam. Kurang tidur bisa menimbulkan berbagai penyakit mulai dari hipertensi, obesitas hingga penyakit jantung, namun terlalu banyak tidur juga tidak berdampak baik bagi kesehatan. Ini sejumlah kerugian jika Anda terlalu lama berbaring di kasur, seperti dikutip dari Huffington Post.1. Meningkatkan Risiko DepresiDalam hasil studi yang dilakukan di 2014, peneliti menemukan bahwa durasi tidur yang terlalu lama bisa meningkatkan risiko depresi. Orang dewasa yang tidur antara tujuh hingga sembilan jam hanya memiliki risiko menderita depresi 27 persen, sementara responden yang tidur hingga sembilan jam atau lebih risiko lebih besar hingga 49 persen. 2. Bisa Merusak OtakSebuah studi di 2012 mengungkapkan, tidur kurang atau terlalu lama bisa memperparah dan mempercepat kerusakan fungsi otak. Kondisi ini bisa lebih parah dialami wanita paruh baya. Wanita yang tidur lebih dari sembilan jam setiap malamnya (atau kurang dari lima jam) menunjukkan adanya perubahan pada otak, yaitu menua lebih cepat h [...]

Penyebab Ketidaksuburan Perempuan

Penyebab Ketidaksuburan Perempuan

Jika Anda sulit mendapatkan momongan, Anda tidak sendiri. Sekitar satu dari tujuh pasangan memiliki masalah ini. Ketidaksuburan atau infertilitas sering dianggap sebagai masalah perempuan, padahal 1/3 dari kasus infertilitas disebabkan oleh masalah pada laki-laki, seperti jumlah sperma yang sedikit. Pada 20 ? 30% kasus, penyebabnya tidak dapat diidentifikasi. Inilah pemaparan kami mengenai berbagai penyebab infertilitas yang dapat ditemukan pada perempuan. Penyebab Ketidaksuburan Perempuan Di bawah ini adalah penyebab infertilitas yang dapat ditemukan pada perempuan: Faktor ?U? (Usia) Memasuki usia 35 tahun, kesuburan perempuan akan menurun, 95% diantaranya bisa hamil hanya setelah melakukan hubungan intim tanpa proteksi yang teratur selama tiga tahun. Pada usia 37 tahun kesuburan akan menurun drastis sampai masuk ke masa menopause yaitu usia 40-45 tahun. Gangguan Ovulasi Ovulasi adalah proses dikeluarkannya sel telur dari indung telur setiap bulannya. Gangguan ovulasi dapat disebabkan oleh beberapa keadaan seperti sindrom ovarium polikistik dan gangguan kelenjar tiroid (hipertiroidisme atau hipotirioidisme). Endometriosis Sel selaput lendir [...]

Alergi Dapat Memicu Sinusitis?

Alergi Dapat Memicu Sinusitis?

Reaksi alergi kerap mengganggu saluran pernapasan pada sebagian orang. Tidak hanya itu, alergi juga dapat memicu gangguan lain, seperti sinusitis. Reaksi alergi adalah ketika sistem imunitas tubuh melakukan kontak dengan objek-objek penyebab alergi. Terdapat beragam reaksi yang dihasilkan oleh tubuh, antara lain gangguan pada saluran pernapasan dan sinus. Sinus adalah rongga-rongga berisi udara di kerangka kepala kita yang terletak di belakang dahi dan tulang pipi. Dari alergi menjadi sinusitis Pada saat alergi tidak tertangani dengan baik, maka sinus berpotensi mengalami peradangan dan tidak mampu mengeluarkan cairan yang menumpuk. Kondisi ini membuat sinus menjadi tempat yang cocok untuk mikroorganisme berkembangbiak sehingga menyebabkan infeksi atau sinusitis. Dengan alergi dan peradangan akibat sinusitis, cairan makin menumpuk di dalam lubang-lubang sinus dan dapat menyebabkan gejala, berupa rasa sakit pada wajah penderitanya. Gejala sinusitis lain yang kerap dikeluhkan, antara lain mampat pada hidung, pusing dan berkurangnya kemampuan hidung untuk mencium bau serta kemampuan lidah untuk merasakan. Jika sinusitis disebabkan oleh bakteri dan tergolong tidak ringan, antibiotik [...]

40 Persen Persalinan di Indonesia Masih di Rumah

40 Persen Persalinan di Indonesia Masih di Rumah

Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia memaparkan keprihatinannya terhadap kondisi kualitas kesehatan ibu hamil dan melahirkan di Indonesia. Pada kesempatannya dalam memberikan sambutan pada acara Forum Diskusi Rekomendasi Perbaikan Gizi Nasional Terkait 1000 Hari Pertama Kehidupan, pada Selasa (14/8) pagi lalu, Prof. dr Ali Ghufrom Mukti M.Sc.,Ph.D. menyampaikan masih banyak ibu hamil di seluruh Indonesia yang melakukan persalinan di rumah. Persalinan merupakan proses yang sangat membutuhkan atensi aspek kesehatan secara penuh. Dimana kehamilan dan persalinan yang tidak aman dapat menempatkan ibu maupun calon bayi dalam kondisi yang membahayakan nyawanya. "Tidak seperti banyak negara tetangga kita, di Indonesia 40% persalinan masih dilakukan di rumah," tutur pria yang dikenal media sebagai 'Pakar Jamkesmas'. Lebih lanjut Wamenkes menyampaikan harapannya terhadap proses peningkatan kualitas kesehatan ibu hamil, ibu melahirkan dan gizi anak di Indonesia dapat mencapai target MDG's 4 & 5. Pada kesempatan yang sama, dr. Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A (K) juga menyampaikan hal keprihatinan yang senada dari aspek kesehatan anak di Indonesia. "Angka kematian balita d [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *