Gara-gara Anjing, Bayi Ini Merangkak untuk Pertama Kalinya

060365800_1415963000-bayi_anjing.PNG

Sejak lama anjing dikenal sebagai sahabat manusia, termasuk anjing milik keluarga yang satu ini. Dalam akun Youtube milik Don Swift, ia memperlihatkan bagaimana putrinya merangkak untuk pertama kali dalam hidupnya ditemani anjing peliharaannya.

Dalam video yang sudah ditonton lebih dari delapan juta orang ini memperlihatkan bagaimana, putri kecil Don Swift berusaha mendekati anjing jenis Labrador yang berjarak sekitar 1 meter di depannya. Hal ini membuat ia merangkak untuk pertama kalinya. Beruntungnya sang ayah berhasil mengabadikan dalam video sehingga bisa disaksikan banyak orang.

Akhirnya setelah berusaha merangkak bahkan hampir terjatuh, sampai juga si bayi kecil ini sampai di depan anjing Labrador hitam. Saat mendekat, anjing labrador memberikan kecupan manis atas usaha bayi mendekatinya.

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Siti Saripah Lahirkan 4 Bayi Kembar

Siti Saripah Lahirkan 4 Bayi Kembar

Liputan6.com, Pontianak Siti Saripah tak menyangka akan melahirkan bayi kembar empat yakni seorang perempuan dan tiga laki-laki. Perasaan bahagia terpancar di wajah perempuan berusia 23 tahun ini menyambut anak-anak pertamanya.Saat ditemui Tim Liputan6.com, Siti tertunduk lesu duduk di sebuah kasur di ruangan penginapan rumah sakit umum daerah (RSUD) Dokter Soedarso Pontianak. Ia datang jauh dari Kabupaten Sintang ditemani suami tercintanya Teguh Martono (25) beserta keluarga besarnya."Sekarang agak baikan. Pertamanya nggak menyangka lahir anaknya empat. Dari awal USG, baik-baik aja. Nggak ada gejala apa-apa,? ujarnya ketika ditemui di RSUD dr Soedarso Pontianak seperti ditulis Rabu (4/6 2014).Ia mengaku, sebelum melahirkan baik-baik aja. "Lahir caesar. Hanya usia kandungan 8 bulan aja langsung melahirkan,? katanya menunjukkan rasa bingung.Siti menceritakan pada masa kehamilan, ia merasa ada keganjilan. "Berat sekali saat masa kehamilan. Duduk pun susah. Apalagi pas usia kehamilan 8 bulan, jalan pun tak bisa,? ucapnya.Teguh, suami Siti mengatakan, setelah istri tercintanya melahirkan mengalami gejala sakit komplikasi. "Istri saya sakitnya kompliksi setelah melahirkan anak berjuml [...]

Segera Cek Tiroid Bayi Anda, Kalau Tidak Bahaya

Segera Cek Tiroid Bayi Anda, Kalau Tidak Bahaya

Bagi Anda yang baru melahirkan, sudahkah bayi Anda melakukan skrining hipotiroid kongenital (SKH)? Hal ini penting dilakukan guna mengetahui apakah kondisi tiroid, hormon yang mengatur metabolisme tubuh, pada bayi normal atau hipotiroid. Jika diketahui ternyata kondisi tiroid di dalam tubuh bayi kurang hormon tiroid atau disebut hipotiroid harus segera ditindaklanjuti. Jika tidak, pertumbuhan fisik anak serta otaknya akan terganggu. "Jika hipotiroid dibiarkan nantinya anak akan tak bisa bicara, sulit jalan, dan yang paling parah akan perkembangan otaknya terganggu atau keterbelakangan mental," terang konsultan endokrin anak dr. Erwin P. Soenggoto saat ditemui pada acara 'Advokasi Skrining Hipotiroid Kongenital' di Hotel Amarosa, Bekasi pada Kamis (13/11/2014). Sesegera mungkin, berkisar antara bayi berumur 48-72 jam. lakukan skrining hipotiroid kongenital. Bisa dilakukan oleh tenaga kesehatan di klinik bersalin, puskesmas, serta rumah sakit terdekat. Caranya dengan mengambil darah pada tumit bayi lalu ditempelkan pada kertas khusus. Lalu, kertas tersebut segera dikirim ke RSCM atau RS Hasan Sadikin untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium. "Jika hasilnya positif hi [...]

Pelajaran yang Dipetik dari Polah si Kecil Pangeran George

Pelajaran yang Dipetik dari Polah si Kecil Pangeran George

Lahir sebagai pangeran kerajaan Inggris, Anda mungkin berpikir bahwa Pengeran George bermain dengan lima pengasuh yang ribut tentangnya. Tapi siapa menyangka bahwa Pangeran kecil ini tertangkap kamera sedang merangkak dan berinteraksi dan bermain bersama dengan bayi seusianya. Inilah yang menarik bahwa pangeran kecil ini bisa membuat inspirasi bagi banyak orangtua. Coba saja lihat apa yang bisa dipetik dari tingkah laku Pangeran kecil ini saat bermain bersama bayi seusianya, seperti diungkapkan Idiva, Sabtu (12/4/2014). 1. Membangun hubungan sosial Bagi sebagian besar orangtua, bayi hanya bermain bersama orang tuanya atau pengasuh. Padahal kelompok bermain adalah tempat terbaik bayi agar dapat melangkah keluar dari zona nyaman dan bertemu orang banyak. Ini penting dalam pengaturan hubungan sosial yang baik. Anak-anak cenderung memiliki sifat ingin tahu yang besar dan seperti yang Anda lihat Pangeran George adalah bayi yang mudah membangun hubungan dengan anak-anak lain. 2. Cara bagus untuk mengalihkannya dari layar televisi atau gadjet Ketika seorang anak bosan, dia bisa bertahan lama di depan TV. Daripada menonton, lebih baik mengajak anak ke tempat bermain. Selain berlatih [...]

Mau Jadi Orangtua yang Efektif, Ingat Gajah Pink

Mau Jadi Orangtua yang Efektif, Ingat Gajah Pink

Ada yang bilang, jadi orangtua itu menyenangkan, sebagian lagi berpendapat merepotkan. Fenomena menarik karena menjadi orangtua memang tidak ada sekolahnya. Lantas bagaimana menjadi orangtua yang benar sehingga bisa menghasilkan anak yang baik?Sebuah pernyataan menarik diungkapkan oleh Hipnoterapis Klinis Dra. MTh. Widya Saraswati, CCH, CT. Dia mengungkapkan prinsip gajah pink yang bisa mengubah perilaku anak menjadi lebih baik."Coba sekarang saya bilang 'Jangan Bayangkan Gajah Warna Pink'. Apa yang ada di pikiran Anda? Bila Anda terbayang ada gajah berwarna pink, berarti Anda bisa membayangkan anak ketika diperintah dengan label buruk. Padahal, saya sudah bilang, jangan tapi Anda masih terbayang juga, apalagi anak. Mereka akan dengan mudah menerima perintah seperti jangan malas, jangan ngompol, jangan ini dan itu dan sebagainya. Apa yang ada di pikiran mereka ketika Anda bilang seperti itu?," kata Widya saat ditemui di bilangan Tebet, Jakarta, Selasa (9/12/2014).Mengubah perilaku anak bukannya sulit, hanya terkadang orangtua perlu sabar dan memberikan ucapan positif sehingga pikiran positif pula yang akan tertanam dalam benak si kecil."Coba perintah anaknya yang pemalas dengan bil [...]

Cara Ketahui Potensi Anak Sedari Kecil

Cara Ketahui Potensi Anak Sedari Kecil

Setiap orang dianugerahi potensi yang berbeda-beda. Baik seni, akademik, olahraga dan aneka bidang lain. Sesungguhnya, sedari kecil kegemaran dan minat anak sudah mulai terlihat namun tak sedikit orang tua yang tak mampu meraba apa potensi si anak. Salah meraba potensi anak alih-alih memaksakan keinginan orangtua malah akan menyiksa anak. Anak pun tak akan berkembang sesuai potensi yang dimilikinya. Tentu akan lebih baik jika sedari kecil, potensi terbesar anak sudah mulai dikembangkan dan diasah. Sehingga ia makin mahir pada bidang yang disukainya tersebut. Salah satu cara untuk mengetahui potensi anak adalah dengan melakukan tes multiple intelligence. Lewat serangkaian tes ini potensi anak baik pada bidang akademis maupun non akdemis bisa terlihat. Hal ini tentu membantu memantapkan orangtua dalam mengarahkan anak sesuai minat dan bakat yang dimiliki. Sedari dini diasah dan dikembangkan tentu membuat anak mahir dan ahli pada hal yang disukainya. [...]

Bayi Isap Jempol Tak Masalah, Asal…

Bayi Isap Jempol Tak Masalah, Asal…

Banyak orangtua beranggapan bahwa bayi mengisap jempol merupakan hal yang buruk. Memang ada pro kontra tentang boleh tidaknya bayi mengisap jempol namin menruut dokter William Sears, mengisap jempol menandakan bahwa ia memiliki emosional yang sehat karena ia punya cara untuk menyenangkan dan menenangkan dirinya. Selama bayi belum memiliki gigi, tak masalah jika ia terbiasa mengisap jempol. "Jika bayi Anda masih berusia 11 bulan dan hobi mengisap jempol, biarkan saja dia menikmati hal tersebut, kemungkinan besar ini adalah cara dia untuk menyapih dirinya sendiri," ungkap dokter Sears seperti dilansir laman Parenting pada Jumat (7/11/2014). Namun jika sudah memiliki gigi, mengisap jempol akan memengaruhi gigi jadi maju. Selain itu, jarinya pun akan terluka karena bergesekan dengan giginya yang tajam. Untuk menghindari ia terbiasa mengisap jempol coba buat jarinya sibuk. Bayi mengisap jempol menandakan bahwa dirinya sedang bosan. Dengan memberikan mainan atau aktivitas yang menyibukkan jari ia akan lupa untuk kembali mengisap jempol. [...]

Jangan Tergesa-gesa Melatih Kemandirian Anak!

Jangan Tergesa-gesa Melatih Kemandirian Anak!

Anak-anak perlu dilatih mandiri sedini mungkin. Namun,ada dua hal yang perlu dipertimbangkan dalam menerapkan kemandirian sang anak yakni tahap perkembangan dan kondisi lingkungan eksternal."Pada tahap perkembangan anak, tuntutan kemandirian perlu diberikan dengan memperhatikan tahap-tahap perkembangan yang dilewati anak. Orangtua tidak perlu tergesa-gesa menuntut anak sehingga tuntutannya bisa menjadi di luar kemampuannya," kata Psikolog Klinis dari Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, Heri Widodo, M.Psi, saat dihubungi Tim Health Liputan6.com, Jakarta, Jumat (25/4/2014).Sementara untuk lingkungan eksternal, lanjut Heri, orangtua perlu melihat adanya perbedaan di lingkungan satu dengan lainnya. Pengenalan orangtua akan kondisi lingkungan eksternal anak menjadi hal yang penting."Misalnya kita bisa minta anak kita yang masih kecil pergi ke sekolah sendiri jika sekolahnya terletak di lokasi yang kondisi lalu lintasnya relatif sepi, namun kita tidak perlu membiarkan anak kita tersebut pergi sendiri ke sekolah jika lokasi sekolah berada di jalan raya yang sangat ramai," ujarnya.Seperti diketahui kasus yang belakangan ini sedang disoroti adalah pelecehan seksual yang dialami siswa TK [...]

Anak Populer Cenderung Jadi Korban `Bully` Teman-temannya

Anak Populer Cenderung Jadi Korban `Bully` Teman-temannya

Sebuah penelitian menyebutkan, anak yang populer di sekolah berisiko tingi mengalami 'bully'. Risiko ini sama seperti anak-anak yang tidak populer. Para peneliti mengatakan, bullly terhadap anak-anak populer merupakan kejahatan yang tak terlihat, karena banyak di antara mereka menolak mengakui masalahnya. Ini dilakukan, karena mereka takut merusak status yang mereka sandang sebagai pribadi yang dikenal di wilayah tertentu.Salah seorang peneliti yang berasal dari University of California, Davis, menemukan bahwa anak yang populer merasa dirinya bakal tak populer lagi alias jatuh di kemudian hari.Secara fisik, wanita dan remaja paling rentan menjadi korban bully di antara kawan-kawannya. Tapi terutama yang paling mencolok dan potensial menjadi korban justru anak-anak populer.Dalam sebuah kesempatan, peneliti melakukan survei dengan mengamati keributan yang terjadi pada anak-anak ini. Di saat terjadi keributan, sebanyak 5 persen anak-anak paling populer memilih duduk santai dan menempatkan dirinya di luar jangkauan para pesaingnya.Studi ini juga memantau jaringan sosial dari 4.000 pemuda di tiga kabupaten di North California. Subyek penelitian berasal dari 19 sekolah, terdaftar sebag [...]

`Water Birth`, Melahirkan dalam Air Dianggap Tak Aman

`Water Birth`, Melahirkan dalam Air Dianggap Tak Aman

Proses melahirkan di air (water birth) beberapa tahun ini menjadi tren di kalangan masyarakat modern. Dipilihnya cara ini, karena dianggap dapat meringankan rasa sakit pada calon ibu sekaligus membuat bayi merasa tetap nyaman karena situasi dalam rahim juga penuh dengan air.Namun ternyata, water birth dianggap berisiko dan sangat berbahaya. Bahkan banyak ahli mengatakan, proses ini mematikan. Dikutip Daily Mail, Jumat (21/3/2014), The National Childbirth mengatakan bahwa tidak ada bukti dari manfaat yang akan didapat si ibu dan bayinya, ketika memilih proses ini.Jurnal Pediatri Amerika juga menyebutkan, bahwa melahirkan di air berisiko infeksi akibat air kotor kolam tersebut. Apalagi saat ini, banyak para calon ibu yang memilih kolam renang di rumah sendiri ketimbang melahirkan di rumah sakit. Selain itu, terjadinya pendarahan yang cukup serius, ditambah masalah pernapasan dan risiko tenggelam menghantui para wanita yang memilih melahirkan dengan cara ini.Meskipun saat ini belum ada bukti yang menunjukan bahwa persalinan dalam air berbahaya, para dokter kandungan di Amerika Serikat diminta untuk lebih berhati-hati sebelum benar-benar yakin menjalani proses persalinan itu. [...]

Waspadai Obesitas pada si Kecil

Waspadai Obesitas pada si Kecil

Jangan pernah lagi beranggapan bahwa seorang anak kecil bertubuh gemuk dengan pipi seperti bakpau adalah lucu. Justru, orangtua harus mulai waspada, jangan sampai sang buah hati tumbuh menjadi sosok individu yang mengalami obesitas."Anak kecil yang sekarang gemuk itu sudah tidak lucu atau imut lagi. Justru orangtua harus mulai khawatir, karena ketika besar mereka obesitas, berisiko terhadap penyakit kronis," kata Mochamad Aldis Rusliadi, SKM.Dalam sebuah acara untuk memperkenalkan alat olahraga bernama 'OSIM uShape' di Kota Kasablanka, Kuningan, Jakarta, ditulis Kamis (2/10/2014), Nutrition and Health Education Executive ini menerangkan bahwa jumlah anak yang mengalami obesitas sekitar 14 persen.Untuk melihat apakah seorang anak mengalami kondisi obesitas, orangtua dapat menghitungnya menggunakan BMI (body mass index).Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), lanjut Aldis, orang dewasa yang telah mencapai kondisi obesitas dengan rata-rata BMI di atas 27 sebesar 27,1 persen. Jangan sampai angka ini terus mengalami peningkatan, yang berasal dari seorang anak yang dianggap lucu itu."Dari Riskesdas juga, 2 sampai 3 dari 10 orang Indonesia mengalami kegemukan," kata Aldis."Pad [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *