Gay dan Aids, Berhubungankah?

hubungan_intim.jpg

Adanya hubungan intim sesama jenis telah menjadi rahasia umum, termasuk di Indonesia. Bahkan menurut perkiraan para ahli dan Badan PBB, dengan memperhitungkan jumlah penduduk lelaki dewasa, jumlah lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki (LSL) di Indonesia saat ini diperkirakan lebih dari tiga juta orang. Sedangkan berdasarkan perkiraan tahun 2009, angkanya hanya sekitar 800 ribu, di mana 60 hingga 80 ribu di antaranya berada di Jakarta.

Koordinator Sekretariat Nasional Jaringan Gay, Waria dan Lelaki yang Berhubungan Seks dengan Lelaki (GWL) INA, Tono Permana Muhamad mengatakan tidak ada angka pasti tentang perilaku lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki tersebut.

“Di Indonesia, perkiraan jumlah LSL sekitar 800 ribu. Itu perkiraan pada tahun 2009. Ini bukan berarti ada 800 ribu gay atau 800 ribu waria. Gay sama waria jumlah justru kecil. Tetapi terbanyak adalah laki-laki yang berhubungan dengan laki-laki tetapi dia tidak mengidentifikasi dirinya,” ujar Tono dalam diskusi ?Inisiatif Penanggulangan Epidemi HIV di Kalangan LSL, Gay, dan Waria di Kota Besar Asia? yang diselenggarakan Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) DKI Jakarta, Kamis (17/3/2011).

Lalu benarkah ada hubungan kuat antara gay dan HIV-AIDS?

Gejala & Tanda AIDS

Sebelum kita berbicara jauh mengenai hubungan HIV-AIDS dengan gay, ada baiknya untuk mengenali terlebih dahulu sekilas mengenai apa saja gejala dari AIDS:

Gejala dan Tanda AIDS

Perjalanan klinik infeksi HIV terbagi atas tiga tahap yaitu, tahap akut yang berlangsung selama 3-12 minggu, tahap laten/kronik yang berlangsung antara tahun pertama hingga ke tujuh, dan tahap krisis yang terjadi pada tahun ke delapan hingga ke sebelas.

Seseorang dikatakan telah menderita AIDS apabila menunjukkan tes HIV positif dengan pemeriksaan yang sesuai dan sekurang-kurangnya didapatkan dua gejala mayor dan satu gejala minor, dan gejala-gejala ini bukan disebabkan oleh keadaan lain yang berkaitan dengan infeksi HIV.

Gejala mayor :

  • Berat badan menurun lebih dari 10% dalam 1 bulan
  • Diare berkepanjangan yang berlangsung lebih dari satu bulan
  • Demam berkepanjangan lebih dari satu bulan
  • Penurunan kesadaran dan gangguan neurologis (saraf)
  • Demensia (penurunan ingatan/memori) /HIV ensefalopati

Gejala minor :

  • Batuk menetap lebih dari satu bulan
  • Dermatitis generalisata yang gatal
  • Adanya penyakit herpes zoster dibeberapa tempat dan atau berulang
  • Kandidiasis orofaringeal – Penyakit jamur pada rongga mulut dan kerongkongan
  • Limfadenopati generalisata ? Pembesaran di semua kelenjar limfe
  • Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita

Lalu bagaimanakah hubungannya HIV-AIDS dengan gay?

Hubungan Gay & HIV-AIDS

Perilaku LSL terdata dari kelompok Gay, Waria, dan Heteroseks. Kaum gay umumnya mengidentifikasikan dirinya sebagai orang yang berorientasi seks sejenis dan berpenampilan sebagai lelaki. Waria mengidentifikasi dan mengekspresikan diri sebagai perempuan, sedangkan kalangan heteroseks, menurut Tono, dilakukan sesekali saja, biasanya karena terpaksa misalnya di lingkungan yang ada pemisahan antara pria dan wanita.

Tono menambahkan bahwa, para lelaki yang melakukan LSL dengan tidak aman merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap penyebaran HIV. Sementara itu untuk melindungi kaum LSL baik waria, gay maupun yang lain dari risiko penularanHuman Immunodeficiency Virus (HIV), Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) DKI bertekad untuk menghapus stigma dan diskriminasi, mulai dari lingkungan pusat-pusat layanan kesehatan.

Sekretaris KPA DKI, Dra Hj Rohana Manggala M,Si menegaskan bahwa KPA akan mengadakan pelatihan tentang pendekatan khusus terhadap kaum LSL bagi tenaga kesehatan di 5 Puskesmas di Jakarta, yakni di Pejaten, Bendungan Hilir, Ciracas, Cengkareng, dan Koja di pertengahan tahun 2011.

Sumber: KlikDokter.com

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Pijat yang Aman untuk Penderita Radang Sendi

Pijat yang Aman untuk Penderita Radang Sendi

Pijat adalah teknik kuno yang bertujuan mengurangi rasa nyeri dan stres, yang telah dipraktikkan di berbagai budaya di seluruh dunia. Teknik ini tidak hanya melibatkan manipulasi fisik terhadap jaringan tubuh, namun juga metode relaksasi. Pijat dapat menurunkan produksi hormon stres dalam tubuh, meningkatkan produksi serotonin, dan memperbaiki suasana hati seseorang. Beberapa jenis pijat dapat membantu mengurangi keluhan pada Anda yang memiliki artritis. Namun sebelum memutuskan untuk dipijat, konsultasikan dahulu dengan dokter Anda agar dapat dipastikan bahwa teknik pemijatan tersebut aman untuk kondisi Anda. Ketika mempertimbangkan untuk dipijat, waspadalah bila terdapat kondisi medis berikut: Kerusakan atau pengikisan sendi akibat artritis. Episode akut peradangan, demam, atau ruam pada kulit. Osteoporosis berat. Tekanan darah tinggi, terutama yang tidak terkontrol dengan pengobatan. Varises pembuluh darah vena. Beberapa jenis teknik pijat yang dapat dilakukan pada pasien artritis adalah myofascialrelease, refleksologi, hot stone/cold stone massage, trigger point massage, dan sebagainya. Program terapi fisik atau rehabilitasi medis pasien artritis yang dirancang oleh dokte [...]

Anak Lebih Cerdas dengan ASI

Anak Lebih Cerdas dengan ASI

Sampai umur berapakah buah hati harus diberi ASI? Kita semua sudah tahu pentingnya pemberian ASI pada bayi. ASI merupakan makanan pertama alami untuk bayi. ASI saja sudah cukup untuk menjadi sumber semua energi dan nutrien yang diperlukan oleh bayi pada bulan-bulan pertama kehidupannya. Karena itu, badan kesehatan dunia merekomendasikan bahwa bayi mendapatkan ASI ekslusif selama 6 bulan. Setelah 6 bulan, � kebutuhan nutrien bayi juga masih dapat dipenuhi oleh ASI. Beberapa ibu beralih ke susu formula setelah buah hati mereka menginjak usia beberapa bulan. Namun, penelitian terbaru menganjurkan bahwa melanjutkan pemberian ASI setelah 6 bulan dapat menjadi modal awal yang terbaik untuk anak kita. Dibandingkan dengan anak yang diberi susu botol, anak-anak berusia 7 tahun yang mendapatkan ASI selama paling tidak 1 tahun, cederung untuk mendapatkan 4 poin lebih tinggi pada tes IQ verbal. Dengan kata lain, terdapat peningkatan 0,35 poin setiap ekstra bulan anak mendapatkan ASI. Keutamaan Pemberian ASI Eksklusif Penelitian ini dilakukan merupakan bagian dari Project Viva, sebuah penelitian kohort dari tahun 1999 dan 2002 di Amerika Serikat. Peneliti u [...]

Cara Mencegah Cedera Hamstring

Cara Mencegah Cedera Hamstring

Bagi Anda penggemar sepakbola, istilah cedera hamstring tentu tidak asing lagi di telinga. Cedera ini sering sekali mendera para atlit sepakbola. Apa sebenarnya cedera hamstring itu? (Baca: Apa Itu Cedera Hamstring) Di balik tungkai atas atau paha kita, terdapat sejumlah otot yang senantiasa menopang pergerakkan kita dalam hampir setiap olahraga. Otot- otot ini ketika bekerja dalam waktu yang cukup lama, akan mengalami strain atau peregangan. Muscle strain adalah bentuk cedera otot tersering yang pada dasarnya dapat mengenai otot mana saja yang dipakai secara berlebihan. Seseorang yang mengalami muscle strain memerlukan waktu yang tidak singkat untuk proses penyembuhan dapat terjadi sempurna. Lalu bagaimana kita dapat mencegah cedera otot ini? (Baca: Cedera Otot? Jangan Asal Urut!) Lakukan stretching setiap sebelum olahraga, apapun bentuk olahraga Anda. Stretching adalah cara terampuh untuk mencegah terjadinya cedera otot, dalam olahraga otot kita bekerja berkali lipat dari biasanya, sehingga tanpa stretching. Otot manapun dari tubuh kita potensial untuk mengalami cedera. (Baca: Program Olahraga) Durasi stretching bergantung pada jenis olahraga yang Anda lakukan, semaki [...]

3 Masalah Kesehatan Akibat Naik Pesawat

3 Masalah Kesehatan Akibat Naik Pesawat

Sering berpergian dengan pesawat terbang ternyata bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Berikut ini tiga masalah kesehatan yang paling sering dialami oleh para traveller dan cara mengatasinya, seperti yang dikutip dari Health.1. Jet LagJet Lag biasanya disebabkan oleh persilangan beberapa zona waktu dalam waktu singkat. Setiap manusia mempunyai siklus 24 jam masing-masing yang disebut irama sirkadian. Biasanya irama ini berubah setiap hari, namun hanya sedikit. Saat seseorang memasuki zona waktu yang tidak sinkron dengan irama sirkadian orang tersebut, dibutuhkan waktu lebih lama untuk mengatur ulang ritme harian.Untuk mengatasi jet lag, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan. Pertama, jika Anda akan terbang melewati beberapa zona waktu, pesanlah penerbangan paling terakhir untuk menjaga ritme tubuh. Kedua, pada saat di atas pesawat, sering-seringlah mengonsumsi air mineral untuk menghindari dehidrasi, yang bisa meningkatkan gejala jet lag. Baca tips lain mengatasi jet lag di sini.2. DehidrasiKelembaban udara di pesawat cenderung berkurang hingga 15 persen. Oleh karena itu, biasakan untuk selalu meminum air mineral sebelum terbang, pada saat di pesawat dan juga setelah [...]

Olahraga Menekan Risiko Kanker Payudara

Olahraga Menekan Risiko Kanker Payudara

Mengeluarkan keringat dengan berolahraga bukan hanya bertujuan untuk mengurangi berat badan namun juga mempunyai kemampuan untuk mengurangi risiko kanker payudara. Para ilmuan dari University of Minnesota di Amerika, melakukan studi dengan memakai 391 subjek wanita yang inaktif, sehat, dan dalam kondisi premenopause yang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kontrol (tidak berolahraga) dan intervensi (berolahraga). Mereka menemukan bahwa 179 wanita pada kelompok intervensi, yang melakukan 30 menit olahraga 5 kali dalam seminggu untuk lebih dari 16 minggu, menunjukkan perubahan metabolisme estrogen yang dapat menjelaskan keuntungan anti-kanker yang diperoleh dari berolahraga. ?Studi ini merupakan studi pertama yang menunjukkan bahwa olahraga aerobik mempengaruhi pemecahan estrogen untuk memproduksi bahan yang baik untuk mengurangi risiko kanker payudara? kata Prof. Mindy Kurzer, seoarang profesor nutrisi dari University of Minnesota. Olahraga vs Kanker Payudara Para peneliti mengukur 3 kadar estrogen yaitu E1, E2, E3 dan bahan estrogen lain di urin para subjek. Pada akhir studi, grup control (yang berolahraga) memiliki Index Masa Tubuh (IMT) dan kesehatan jantung [...]

Studi: Junk Food Bikin Anda Jadi Malas, Hindari Mengonsumsinya Pagi Hari

Studi: Junk Food Bikin Anda Jadi Malas, Hindari Mengonsumsinya Pagi Hari

Selain tidak bergizi dan bisa menimbulkan berbagai penyakit jika dikonsumsi setiap hari, junk food juga membuat orang menjadi malas. Menurut studi terbaru, makanan cepat saji seperti hamburger, sosis instan, nugget, ayam tepung, dapat membuat Anda tidak bersemangat dan hanya ingin bersantai.Studi juga menunjukkan bahwa sekelompok orang yang makan junk food memiliki asupan gula yang tinggi serta rendah nutrisi daripada kelompok lain yang hanya diet sayuran serta ikan. Kelompok pemakan junk food juga sering merasa kelelahan, malas, dan kurang bersemangat.Peneliti dari University of Los Angeles juga meneliti dengan seekor tikus betina yang diberikan asupan junk food selama enam bulan kemudian makanan bergizi sekitar sembilan hari tetap tidak mempengaruhi berat badan mereka. Pada manusia tidak hanya berat badan yang sulit berkurang tapi juga tingkat kemalasannya cukup tinggi.Oleh karena itu, hindari mengonsumis junk food pagi hari sebelum beraktivitas karena bisa membuat hari Anda kurang bersemangat. Sebaiknya sarapan dengan asupan yang bergizi seperti buah, sayur, ikan, dan biji-bijian. Menurut pakar diet Emilia E. Achmadi MS. RD., sarapan itu penting karena saat tidur metabolisme [...]

Menikah Memiliki Manfaat Untuk Kesehatan di Hari Tua

Menikah Memiliki Manfaat Untuk Kesehatan di Hari Tua

Menikah Memiliki Manfaat Untuk Kesehatan di Hari Tua Sebuah pernikahan dikaitkan dengan kesehatan yang lebih baik, tingkat cedera yang lebih rendah, penyakit dan kecacatan serta harapan hidup lebih lama. Kehidupan sesudah menikah adalah salah satu kunci untuk memiliki kesehatan di usia tua. Sebuah studi menemukan bahwa telomer, yang memiliki fungsi untuk melindungi kromosom dan DNA di dalam tubuh, cenderung dimiliki lebih besar pada mereka yg berpasangan. Khususnya pada mereka yg telah mapan secara finansial. Hal tersebut dapat meminimalisir kerusakan pada sel-sel tubuh, yang berarti menikah membuat orang lebih minimal untuk terkena kanker dan serangan jantung. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti asal Taiwan, yang dipublikasikan dalan jurnal Age And Ageing ini, melibatkan 300 orang dewasa yang berusia antara 65 ? 74 tahun. Peneliti mengatakan, penelitian mereka menemukan bahwa orang dewasa yang tidak menikah, bercerai, ataupun masih single memiliki telomer yang pendek jika dibandingkan pada seseorang yang berpasangan serta memiliki kematangan finansial, dimana mereka memiliki telomer yang panjang. Telomer yang pendek telah dikaitkan dengan penyakit kanker, khususnya pada orang [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *