Ibu Hamil Makan Pisang, Ini yang Akan Terjadi

pisang.jpg

Kakek nenek biasanya memberikan tips yang membingungkan ketika Anda menghadapi sesuatu. Contohnya saja, ketika cegukan, Anda diminta makan sesendok gula karena akan menyembuhkannya. Anda mungkin beranggapan itu hanya mitos dan omong kosong.

Biasanya tips-tips itu mitos tapi tak selalu. Ada beberapa yang bisa dijelaskan dengan ilmu pengetahuan. Berikut beberapa tips aneh dari kakek nenek namun bisa dijelaskan dengan ilmu pengetahuan seperti dilansir Cracked, Jumat (30/5/2014):

1. Mulas saat hamil bayi Anda berambut

Mitos:

Dongeng lama yang biasa terdengar adalah apabila ibu mengalami mulas selama kehamilan, ia akan melahirkan anak yang berbulu. Rasa sakit di perut itu karena anak mencoba mencakar mencoba jalan keluar.

Ilmu pengetahuan:

Sebuah kelompok di Johns Hopkins University melakukan penelitian untuk membuktikannya. Tapi, dalam penelitian tanpa sengaja mereka menemukan kebenaran.

Studi yang diikuti 64 wanita hamil, sebanyak 78 persen melaporkan mengalami mulas selama kehamilan. Ketika ibu ini melahirkan, menurut saksi anak mereka berambut.

Dari penelitian itu, 28 ibu yang dilaporkan mengalami sakit perut parah, 23 bayi berambut. Di sisi lain, 12 ibu yang tak mulas dan 10 di antaranya memiliki anak yang sedikit rambut atau tanpa rambut. Yang perlu dicatat, rambut di tubuh bukan disebabkan sakit perut.

2. Makan pisang lahirkan bayi laki-laki

Mitos:

Apabila Anda sedang hamil, ibu Anda memberikan banyak nasihat agar bayi Anda sehat. Lantas bagaimana Anda mengetahui bayi itu lelaki atau perempuan? Apabila Anda mencoba memiliki anak lelaki, Anda harus menambahkan lebih banyak pisang di dalam diet Anda.

Ilmu pengetahuan:

Para sarjana di Oxford University bekerja sama dengan Exeter untuk menyelesaikan perdebatan tersebut dan menyimpulkan bahwa pisang memang membuat anak laki-laki.

Pada penelitian terhadap 740 perempuan hamil, mereka menemukan wanita yang mengonsumsi lebih banyak kalori dalam pembuahan dan khususnya lebih banyak makan pisang cenderung memiliki anak laki-laki.

Mereka juga menemukan, melewatkan sarapan memberikan kemungkinan yang lebih besar memiliki bayi perempuan.

Para peneliti meyakini ini ada hubungannya dengan tingginya kalium di pisang. Namun, yang perlu diingat diet tinggi pisang hanya meningkatkan angka kelahiran bayi laki-laki sebesar 55 persen.

3. Jika punya masalah, tidur akan membantu

Mitos:

Setiap kali Anda panik dengan keputusan hidup yang lebih besar, salah satu nasihat dari teman adalah Anda harus tidur dulu. Ini seolah-olah jawaban akan datang dalam mimpi. Tapi, dari nasihat itu terlihat tidur memberikan waktu untuk berpikir bebas.

Ilmu pengetahuan:

Para peneliti di Lancaster University mengetes dengan memberikan masalah kepada tiga kelompok. Satu kelompok diizinkan tidur dengan masalah, yang lain dibuat terbangun dan memikirkan masalah. Dan kelompok ketiga dipaksa memecahkan masalah sesegera mungkin.

Peneliti kemudian menemukan bahwa mereka yang tidur dan memiliki masalah yang paling sulit jauh lebih baik setelahnya dibandingkan kelompok lainnya.

Peneliti menduga responden yang tak diizinkan berpikir terlalu sibuk menangis dan berusaha.

Menurut peneliti, tidur memungkinkan Anda mengakses informasi ke masalah awal. “Dengan kata lain, ketika Anda terbangun dan fokus, Anda mendedikasikan untuk mengamatinya dibandingkan yang tak memiliki kesempatan untuk melihat.”

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
WNI Tinggal di Luar Negeri Tak Ditanggung BPJS Kesehatan?

WNI Tinggal di Luar Negeri Tak Ditanggung BPJS Kesehatan?

Meskipun peraturan perundangan mengenai warga negara asing yang tinggal di Indonesia sudah ada, tapi ternyata aturan mengenai warga negara Indonesia yang tinggal di luar negeri belum diatur masuk dalam peserta BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan."WNI (Warga Negara Indonesia) yang tinggal di luar negeri belum bisa jadi peserta BPJS Kesehatan. Karena disana mereka memiliki jaminan kesehatan yang ditanggung negara yang ditempatinya," kata Kepala Departemen Hubungan Masyarakat, Irfan Humaidi saat temu media di Jakarta, Kamis (9/1/2014).Menurut Irfan, warga negara kita yang akan tinggal di luar negeri biasanya harus membayar sejumlah uang untuk jaminan kesehatan di sana. "Jadi akan sama seperti sistem sekarang, Kesehatan warga negara asing kita jamin, warga negara Indonesia di negara asing mereka yang jamin," jelasnya."Seperti di Eropa, jaminan kesehatan ditanggung di sana. Ketika masuk Eropa ada kewajiban bayar. Jadi belum masuk BPJS Kesehatan tidak apa karena sudah ditanggung," tambahnya.(Fit/Abd) [...]

12 Cara Tak Biasa Agar Wajah Tetap Kencang Sepanjang Masa

12 Cara Tak Biasa Agar Wajah Tetap Kencang Sepanjang Masa

Menua pasti akan dialami. Tapi masalahnya terlihat lebih muda akan jauh lebih menarik ketimbang keriput di sana sini. Satu hal yang Anda perlu tahu, mencegah penuaan bukan hanya bisa dilakukan dengan penggunaan krim wajah saja.Cara-cara berikut ini misalnya, menunjukkan bagaimana hal sederhana bisa mencegah penuaan dini, seperti ditulis Mirror, Senin (4/8/2014): 1. Melatih leherLeher, menurut direktur produk kecantikan Elemis, Noella Gabriel merupakan salah satu bagian tubuh yang mudah keriput. Untuk itu, cobalah latihan dengan berbaring telentang dengan kepala menggantung di tepi tempat tidur, lalu angkat kepala Anda ke arah dada. Ulangi 10 kali setiap malam sebelum tidur.2. Teh dan mentimun"Rendam teh dalam air dingin dan letakkan di atas kelopak mata selama 10 menit. Ini akan memberikan efek mengencangkan kulit. Begitu juga irisan mentimun dingin pada mata dan pipi saya, bisa membuat mata dan kulit wajah lebih segar," kata penemu produk kecantikan Faith In Nature skincare, Rivka Rose. 3. Gunakan kompres esAgar pori-pori wajah mengecil dan mengurangi jerawat, pakar facial Sarah Chapman lebih memilih mengompres wajahnya dengan handuk yang diisi es.4. Minum banyak air putihM [...]

ISPA dan Katarak, Penyakit yang Sering Ditemukan di Indonesia

ISPA dan Katarak, Penyakit yang Sering Ditemukan di Indonesia

Tingkat kesadaran masyarakat Indonesia terkait kesehatan masih terbilang rendah terutama wilayah perbatasan ataupun pinggiran. Alhasil, penyakit yang ditemukan pun beragam. Setelah melakukan ekspedisi ke 16 provinsi Tim Ekspedisi Kemanusiaan Kelompok Marjinal (EKKM) 2014 Kementerian Sosial Republik Indonesia menemukan berbagai penyakit yang menyerang anak-anak dan lansia."Setiap daerah itu selalu ditemukan masalah sosial dan gangguan kesehatan. Seperti di Aceh misalnya masih banyak yang mengalami penyakit dalam. Buleleng dan Lampung banyak Lansia yang katarak," kata Ketua Tim Ekspedisi sekaligus Direktur Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Orang Dengan Kecacatan, Nahar, SH, Msi, Jumat (28/2/2014).Salah satu relawan yang terlibat dalam ekspedisi ini mengatakan gangguan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) dan katarak masih banyak ditemukan di daerah perbatasan."Setelah berkeliling 16 provinsi masalah ISPA yang paling sering ditemui selain itu katarak juga banyak dialami lansia di daerah-daerah. Sakit tulang belakang juga banyak dikeluhkan masyarakat terutama daerah yang masih banyak profesi meladangnya," kata drg. Anita dari Lembaga Sosial Suara Kebenaran Internasional, Medan [...]

Pengurus Vihara: Imlek Bukan Soal Agama Tetapi Budaya

Pengurus Vihara: Imlek Bukan Soal Agama Tetapi Budaya

Masyarakat keturunan Tionghoa sedang bersukacita merayakan tahun baru Imlek yang jatuh pada hari ini, Jumat (31/1/2014). Berbagai ritual telah dilakukan satu minggu sebelum Sincia (Imlek) mulai dari beribadah, membersihkan rumah, mempersiapkan pernak-pernik sampai dengan makanan.Menurut pengurus harian Kelenteng Toa Se Bio di Petak Sembilan Jakarta, Hartanto Widjaja, Imlek bukan soal agama tetapi merupakan budaya turun temurun."Tidak melulu satu agama, melainkan itu tradisi atau budaya dari nenek moyang. Semua yang sembahyang di kelenteng ini juga tidak hanya dari satu agama saja kok. Mereka hanya mewariskan budaya dari zaman dahulu," kata Hartanto.Salah satu masyarakat keturunan Tionghoa yang ditemui Liputan6.com, Ratna juga mengatakan hal serupa. "Imlek itu bukan lagi soal agama tetapi menjadi budaya. Itu budaya yang sudah diturunkan dari dahulu nenek moyang keturunan kami," ujar Ratna warga jembatan lima, Jakarta, ditulis Jumat (31/1/2014).Makna imlek menurutnya merupakan satu momen kebersamaan kumpul bersama sanak keluarga dan teman. "Saat Imlek itu ada acara makan bersama, kumpul keluarga. Momen bahagia dengan berbagai sajian makanan seperti kue keranjang, pindang bandeng, sup [...]

Natal Bikin Badan Anda Melar, Waspadalah

Natal Bikin Badan Anda Melar, Waspadalah

Pakar kesehatan memberi pesan kepada mereka yang merayakan Natal untuk berhati-hati dalam mengonsumsi makanan dan minuman yang tersaji. Menurut mereka, kenaikan kalori sampai 4.000 cal kerap terjadi saat Natal berlangsung hingga Tahun Baru usai.Kalori sebesar ini hanya mampu dibakar bila mereka melakukan jogging selama tujuh jam tanpa henti dalam sehari. Yang mengejutkan, penyumbang terbesar untuk kondisi itu adalah beberapa gelas anggur dan minuman alkohol lainnya, belum termasuk daging babi bakar, steak, cookies, dan makanan manis seperti permen.Bayangkan saja, bila semua itu masuk ke dalam tubuh, berapa kalori yang akan dihasilkan dalam sehari?Melansir laman Daily Mail, Jumat (5/12/2014), the Royal Society of Public Health telah memperingatkan bahwa minuman dengan jenis alcopop mengandung kalori sebesar 237 cal, setara dengan makan sepotong pizza. Sedangkan Pina Colada, memiliki jumlah yang lebih besar, sekitar 644 cal atau setara dengan seporsi Big Mac di McDonald. [...]

Status Gizi Lebih di Indonesia Sudah Memprihatinkan

Status Gizi Lebih di Indonesia Sudah Memprihatinkan

Indonesia tak hanya mengurus masalah kurang gizi, kini status gizi lebih sudah memprihatinkan. Karena itulah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencanangkan `Studi Diet Total 2014` dalam Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) tahun 2014. Penjelasan ini disampaikan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH, dalam Konferensi Pers Rakerkesnas 2014 di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (1/4/2014)"Studi ini sangat penting karena di Indonesia, pemerintah tidak hanya masih bergelut terhadap gizi kurang dan gizi buruk. Tapi, gizi lebih merupakan sebuah masalah yang mengalami peningkatan," kata Menkes menjelaskan.Menurut Nafsiah, gizi lebih sangat berbahaya terhadap kesehatan tiap individu. Seperti diketahui, gizi lebih menjadi faktor risiko pertama terjadinya penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes, hipertensi, dan kardiovaskular.Sejak Januari sampai Juni 2014, Kemenkes melakukan sebuah studi dengan melakukan survei konsumsi makanan tiap individu di 34 provinsi, 498 Kabupaten/kota, dan 2080 blok sensus, dan rumah tangga. "Dalam survei itu, dilihat jenis makanannya apa, gizinya bagimana, dan penerapan polanya seperti apa," kata Nafsiah menambahkan.Leb [...]

Alasan Waria Ini Tak Mau Jadi PSK

Alasan Waria Ini Tak Mau Jadi PSK

Tak semua waria atau wanita pria bertahan hidup dengan menjadi pekerja seks komersil (PSK). Ipunk Konyil salah satunya. Ia lebih memilih bekerja sebagai make-up artist ketimbang menjadi PSK. "Jika menjadi PSK pasti akan sulit untuk bekerja seperti ini. Menjadi PSK akan terbiasa mendapatkan uang dalam jumlah besar dan cepat," ungkapnya kepada Health-Liputan6.com pada Selasa (11/11/2014). Menurutnya risiko menjadi PSK sangat tinggi. "Bisa jadi ditimpukin kan kalau lagi mangkal, terus dikejar-kejar satpol PP, belum lagi ntar kalau begituan di tempat rerumputan begitu," ujar waria yang pernah menajdi asisten aktris Nabila Putri ini. Risiko yang paling mengerikan adalah terjangkit penyakit menular seksual. "Kan kalau sekali terinfeksi harus makan obat ARV yang segede-gede kancing begitu, ogah," tandasnya. Namun, ia pun pernah penasaran dengan pekerjaan PSK sehingga pernah mangkal di salah satu tempat yang memang biasa jadi tempat para PSK waria berkumpul. Hingga kini, pekerjaan apa saja mau ia lakukan. Misalnya saja, saat awal ia pindah dari Banyuwangi ke Jakarta ia pernah jaga toko, staf di bidang keungan, asisten artis, hingga kini ia bekerja sebagai make up artist di sebuah prog [...]

Selain Kue Keranjang, Manisan Buah Jadi Idola Saat Imlek

Selain Kue Keranjang, Manisan Buah Jadi Idola Saat Imlek

Tidak hanya kue keranjang yang jadi idola masyarakat keturunan Tionghoa saat perayaan tahun baru China. Manisan buah pun menjadi sesuatu yang paling dicari di perayaan yang identik dengan warna merah ini. Warna-warni manisan buah ini semakin membuat suasana Imlek semakin meriah."Kalau di Imlek ini selain kue keranjang, yang paling banyak dicari (manisan buah). Karena adanya saat Imlek saja, sehingga hampir seluruh rumah yang merayakan Imlek itu ada. Penjualan sudah mulai banyak satu minggu sebelum perayaan Imlek yang tahun ini jatuh pada 31 Januari ini," kata Pegawai Toko Kawi di Petakan Sembilan, Awie.Menurut Awie, manisan buah tersebut seperti melambangkan rasa manis kehidupan dan bewarna. "Kan manisan buah itu rasanya manis, berharap supaya kehidupan itu selalu terasa manis dan berwarna," katanya.Para pedagang kue-kue kering di Petak Sembilan yang terletak di Glodok, Jakarta Barat memang mayoritas menjual manisan buah ini. "Ini memang paling laku, kalau Imlek banyak yang cari ini. Khasnya Imlek," ucap seorang pedagang kepada konsumen saat itu, ditulis Jumat (31/1/2014).Masyarakat keturunan Tionghoa mengaku memang makanan ini kerap disajikan saat perayaan Imlek. "Kalau nama China [...]

Cak Lontong: Curhatlah pada Orangtua, Jangan pada Narkoba

Cak Lontong: Curhatlah pada Orangtua, Jangan pada Narkoba

Dalam sebuah lakon yang digelar di Gedung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Kuningan, belum lama ini, Cak Lontong yang berperan sebagai Pak RT mengatakan, sebagai remaja ada baiknya tidak bergaul dengan barang haram seperti narkoba. Jika memang ada masalah, lebih baik mencurahkan kegundahannya pada orangtua, daripada ke hal lain seperti ganja."Kalau ada masalah itu curhatlah pada orangtua, jangan pada narkoba. Menggunakan narkoba itu tidak keren, justru menyiksa," kata Cak Lantong dalam perannya, ditulis Health Liputan6.com, Kamis (5/6/2014)Menurut seniman yang memulai karirnya dari grup lawak Ludruk Cap Toegoe di Surabaya, narkoba tidak akan pernah menyelesaikan masalah yang ada. Justru sebaliknya, narkoba akan menambah masalah baru bagi pengguna. "Iya toh, niatnya mau ngilangin masalah, malah timbul masalah baru. Ketergantungan," kata Cak Lontong lagi ditambah tepuk tangan dari para penonton.Pria yang memiliki nama asli Lis Hartono mengungkapkan, dia setuju bila para pengguna narkoba dimasukkan ke dalam panti rehabilitasi, daripada harus mendekam di penjara. Di terali besi ini para pengguna belum tentu mendapatkan penyembuhan. Malah tak jarang, mereka justru dengan mudah [...]

Jangan Sebut Penderita Skizofrenia Orang Gila

Jangan Sebut Penderita Skizofrenia Orang Gila

Kalau dulu, mungkin kita sering diberitahu orangtua, teman atau kerabat bahwa orang yang berbicara sendiri dan lebih sering terlihat seperti gembel di pinggir jalan adalah orang gila. Tapi ketahuilah, inilah yang banyak disalahpahami dan akhirnya terbawa oleh kita sampai dewasa kalau tidak ada orang gila di dunia ini melainkan hanya mereka mengalami gangguan jiwa berat alias skizofrenia. Persepsi ini juga yang mungkin akan membuka mata mengenai skizofrenia. Poltak Tua Dorens Ambarita, S.Si., M.Sc (32) misalnya, ia bahkan tidak terlihat seperti mengalami gangguan jiwa. Ia dengan bangganya menorehkan prestasi nilai diatas rata-rata (Cum Laude) untuk sarjana Kimia, Institut Teknologi Bandung (2004) dan S2 Double Degree Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Chung Yuan Christian University (CYCU). Dan saat ini bekerja menjadi Pegawai Negeri Sipil di Baristand Industri Manado Kementerian Perindustrian. Menurutnya, ia seperti mendapat wahyu dari Tuhan akan menjadi presiden selanjutnya apabila menikahi artis top Indonesia. Sayangnya, pandangan itu ternyata dianggap dokter hanyalah halusinasi yang jauh dari realita dan pada 22 Januari 2005, ia pun mengalami skizofrenia. "S [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *