Ini Akibatnya Jika Minum dengan Es yang Kotor

batu-es-sakit-kotor.jpg

Sudah menjadi rahasia umum, jajanan minuman dingin di pinggir jalan sudah sepantasnya dipertanyakan higienitasnya. Pasalnya, es yang digunakan marak diisukan menggunakan air tidak higienis alias bukan air masak yang dapat membahayakan kesehatan.

Risiko yang ada jelas membuahkan kerugian kesehatan. Tidak hanya soal keracunan sementara, tapi salah-salah bisa jadi masih menyimpan bakteri atau virus yang mematikan.

Makanan dan minuman apapun yang tidak melalui proses penyiapan makanan yang higienis atau pun proses masak matang, dapat menyebabkan keracunan makanan karena bakteri yang terkandung dalam air, yaitu bakteriSalmonella enteriditis.

Meskipun memang tidak semua cairan mengandung bakteriSalmonella, namun mencegah lebih baik daripada mengobati. Tapi bukankah telah diisukan es yang beredar di jajanan pinggir jalan populer diyakini menggunakan es yang diragukan higienitasnya?

Siapa yang Paling Berisiko Keracunan Salmonella?

Pada prinsipnya semua orang berisiko, namun demikian ada beberapa kalangan yang memiliki lebih besar risiko, berikut diantaranya:

  • Orang lanjut usia,

  • anak-anak, dan

  • mereka yang memiliki daya tahan tubuh lemah (pengidap HIV-AIDS, diabetes) sangat berisiko terkena infeksi ini dan gejalanya bisa lebih berat. Pada pasien-pasien ini, infeksi dapat menyebar dari saluran pencernaan ke pembuluh darah.

Apa Gejala Keracunan Salmonella?

Gejala biasanya muncul 6-36 jam setelah mengkonsumsi makanan yang tidak higienis, berupa:

� Demam

� Nyeri perut

� Diare

� Mual

� Muntah

� Pusing

� Dehidrasi (kekurangan cairan)

Masalahnya, banyak dari kita tidak pernah tahu kapan es yang kotor ini digunakan di dalam sajian air minum kita. Jadi tindakan pencegahan paling cocok adalah memastikan sumber penyajian air minum kita tidak menggunakan es yang kotor.

Sumber: KlikDokter.com

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Apakah Diabetes Bisa Sembuh?

Apakah Diabetes Bisa Sembuh?

Diabetes melitus adalah suatu kumpulan aspek gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat kekurangan insulin baik yang sifatnya absolut maupun relatif. Insulin sendiri adalah hormon yang membawa glukosa dari darah masuk se dalam sel-sel tubuh dan dihasilkan oleh sel-sel beta di pankreas. Penegakan diabetes melitus dilakukan apabila setelah dilakukan pemeriksaan kadar gula darah ternyata ditemui memiliki kadar gula darah sewaktu ?200 mg/dL dan kadar gula darah puasa ?126 mg/dL. Pemeriksaan gula darah sangat penting untuk mengontrol pengendalian gula darah diabetes dan pencegahan terhadap kondisi diabetes. Pemeriksaan gula darah dapat menyaring apakah seseorang termasuk kedalam kelompok pre diabetes atau bukan. Kondisi prediabetes dapat dicegah untuk menjadi diabetes. Prediabetes ditandai dengan kadar gula darah sewaktu 100-199 mg/dL dan kadar gula darah puasa 100-125 mg/dL. Perlu Anda ketahui bahwa diabetes dapat dicegah dengan berbagai pola hidup sehat. Namun diabetes adalah kondisi menahun yang tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikendalikan/dikontrol dengan obat anti diabetes. Jenis diabetes yaitu : Diabetes melit [...]

Berhenti Merokok dengan Berpuasa

Berhenti Merokok dengan Berpuasa

Saatnya berhenti merokok dengan berpuasa! moment ini sangat tepat bagi perokok berat. Dengan puasa satu bulan penuh merupakan salah satu kesempatan untuk membantu mereka yang berniat menjalani hidup lebih sehat dengan berhenti merokok. Merokok sendiri sudah diketahui sebagai salah satu faktor utama penyebab beberapa penyakit kronis seperti penyakit jantung, stroke, penyakit obstruksi kronis, dan gangguan kehamilan. Berikut beberapa alasan dan tips yang mendukung proses berhenti merokok di bulan Ramadhan: Berpuasa adalah soal melatih nafsu dan pikiran. Dengan mengontrolnya, maka dunia ditangan kita. Berhenti merokok hanya seputar di urusan mengatur ?sugesti?. Samakan kondisinya, jika Anda mampu menahan tidak merokok selama 14 jam dari terbit subuh hingga terbenamnya matahari, kenapa di malam hari tidak bisa? Tingkatkan aktivitas olahraga. Lakukan olahraga ringan dengan porsi yang sesuai dan tidak terlampau memforsir tenaga. Lakukan dengan konsisten dan berkelanjutan. Kurangi tidur larut malam. Biasanya faktor orang mudah merokok adalah tidur larut malam hingga begadang semalam suntuk. Akan kebih baik jika keadaan tidur larut malam diisi dengan kegiatan bermanfaat, seperti halny [...]

Tisu Basah Berbahaya bagi Kulit Bayi. Benarkah?

Tisu Basah Berbahaya bagi Kulit Bayi. Benarkah?

Kehadiran tisu basah mungkin membantu sebagian orang, khususnya yang memiliki bayi. Tapi, ada kekhawatiran mengenai keamanan tisu basah saat diusapkan pada kulit bayi. Tisu basah dapat dipakai menggantikan air saat membersihkan kulit bayi dari berbagai jenis kotoran seperti debu, keringat, cipratan makanan, air seni, atau tinja. Bisa dibilang, benda ini wajib ada di tas perlengkapan bayi. Sebenarnya tisu basah sama efektifnya dengan air ketika digunakan untuk membersihkan kulit bayi dari kotoran. Untuk bayi yang memiliki kulit normal, mungkin tisu basah tidak menimbulkan reaksi negatif ketika diusapkan pada kulit mereka. Namun, reaksi negatif mungkin saja timbul jika mengaplikasikan tisu basah pada kulit bayi yang sensitif. Hal itu mungkin merupakan reaksi yang ditimbulkan oleh bahan-bahan yang terkandung dalam tisu basah. Dahulu, produsen memasukkan bahan pengawet jenis paraben dan formalin pada tisu basah. Tapi setelah zat tersebut dilarang digunakan, produsen beralih ke jenis pengawet lain yaitu methylisothiazolinone (MI). Sayangnya, zat pengawet ini juga dapat menyebabkan reaksi alergi seperti Ruam parah. Lecet. Gatal-gatal. Pengerasan kulit. Bengkak. Melepuh. Biasanya, are [...]

Masalah Payudara Setelah Menyusui

Masalah Payudara Setelah Menyusui

Jalinan ikatan kasih yang Anda dapat selama Anda menyusui anak Anda tidak dapat tergantikan. Semua ahli setuju bahwa ASI merupakan nutrisi yang paling ideal untuk bayi Anda. Namun terkadang muncul beberapa pertanyaan seputar payudara setelah Anda menyusui, pertanyaan seperti apakah yang paling sering muncul? Simak beberapa hal berikut ini: Apakah Payudaraku akan ?kempes? atau ?turun?? Saat Anda menyusui, aliran ASI dapat melebarkan kulit dan otot pada payudara. Hal ini dapat membuat payudara terlihat kosong saat ASI sudah habis dan menyebabkan bentuk payudara Anda kembali ke bentuk semula sebelum hamil. Jadi memang kondisi ?kempes? atau ?turun? dapat terjadi setelah menyusui. Namun ada hal lain yang dapat menimbulkan hal ini: Index Masa Tubuh (IMT) yang t urun drastis Jumlah kehamilan Ukuran payudara besar sebelum hamil Usia Riwayat merokok Apakah menyusui dapat menyebabkan payudaraku berubah bentuk? Masalah Payudara Setelah Menyusui Payudara kanan dan kiri merupakan dua organ yang berbeda. Jadi apa yang terjadi pada payudara kanan dan kiri setelah menyusui dapat berbeda. Pembengkakan payudara atau nyeri akibat banyaknya ASI dapat membua [...]

Ini Penyebab Jerawat di Dagu dan Rahang Tak Juga Hilang

Ini Penyebab Jerawat di Dagu dan Rahang Tak Juga Hilang

Jerawat di dagu dan rahang tidak juga hilang meskipun sudah diobati dan rajin membersihkan wajah? Bisa jadi penyebabnya tidak hanya karena faktor luar, tapi juga dari dalam tubuh.Penyebab jerawat di dagu dan rahang umumnya dikarenakan stres dan pola makan yang tidak sehat. Ketika stres, tubuh akan mengeluarkan lebih banyak hormon androgen yang bisa mengganggu produksi kelenjar minyak di daerah dagu dan sekitarnya. Kelebihan minyak akan menyebabkan penyumbatan pada pori-pori dan kotoran pun lebih mudah menempel di permukaan kulit sehingga menimbulkan jerawat.Orang yang mengalami stres juga umumnya selalu merasa berada dalam tekanan. Produksi hormon androgen pun terus berlangsung dan akhirnya memperparah timbulnya jerawat. Amy Wechsler, M.D., dokter spesialis kulit sekaligus psikolog menyarankan untuk menenangkan diri ketika Anda stres. Untuk mengurangi stres, ada teknik pernapasan yang perlu dilakukan dan caranya pun cukup mudah."Tariklah napas dalam-dalam melalui hidung dan keluarkan lewat mulut. Fokus dengan cara Anda bernapas bisa menurunkan kecemasan dan detak jantung," ujar Amy, seperti dikutip dari Women's Health.Selain stres, pola makan yang tidak sehat juga bisa menjadi p [...]

Apakah Anda Sudah Tahu Ada Jadwal Imunisasi Anak yang Baru?

Apakah Anda Sudah Tahu Ada Jadwal Imunisasi Anak yang Baru?

Pada tahun 2014, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan jadwal imunisasi baru. Jadwal ini memiliki beberapa perubahan dari versi lama. Simak keterangan di bawah ini, agar buah hati mendapatkan perlindungan yang optimal: Hepatitis B: Paling baik diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir dan didahului pemberian vitamin K (untuk mencegah terjadinya perdarahan akibat defisiensi vitamin K). Bila bayi lahir dari ibu HBsAg positif, diberikan juga immunoglobulin hepatitis B (HBIg) pada ekstremitas (tungkai) yang berbeda. Polio: Vaksin polio oral (OPV-0) harus diberikan pada saat lahir atau saat bayi dipulangkan. Vaksin polio selanjutnya (polio-1, polio-2, polio-3, dan polio booster) dapat diberikan dalam bentuk oral (OPV) yang lewat mulut) atau inaktivasi (IPV) yang diberikan secara disuntikkan dalam otot. Namun, sebaiknya paling sedikit diberikan 1 dosis IPV. (Baca: Imunisasi Polio) BCG: Dianjurkan sebelum 3 bulan, optimal usia 2 bulan. Apabila diberikan sesudah umur 3 bulan, diperlukan uji tuberkulin (tes mantoux). DTP: Pertama kali diberikan paling cepat umur 6 minggu. Dapat diberikan vaksin DTwP atau DTaP atau kombinasi dengan vaksin lain. Untuk anak um [...]

Benarkah Jika Flu dan Batuk Tidak Boleh Vaksin Dulu?

Benarkah Jika Flu dan Batuk Tidak Boleh Vaksin Dulu?

Vaksinasi atau imunisasi dilakukan untuk melindungi diri dari penyakit tertentu yang berbahaya. Vaksin akan membentuk kekebalan untuk melawan satu penyakit atau beberapa penyakit sekaligus (vaksin kombinasi). Hampir semua orang dapat menerima semua jenis vaksin secara aman. Namun, ada beberapa orang yang tidak dapat menerima vaksin. Kontraindikasi pemberian vaksin adalah: Seseorang yang memiliki reaksi anafilaksis (reaksi alergi berat) terhadap vaksin yang sama sebelumnya Seseorang yang memiliki reaksi anafilaksis terhadap komponen yang terdapat pada vaksin, misalnya neomycin, streptomycin, atau polymyxin B (yang mungkin ditemukan pada beberapa vaksin). Selain itu, 2live attenuated influenza vaccine (LAIV) tidak boleh diberikan pada mereka yang memiliki alergi terhadap telur atau sedang mendapatkan terapi antivirus Vaksin hidup tidak boleh diberikan pada pasien imunodefisiensi (daya tahan tubuh rendah) dan wanita hamil Apakah seseorang yang sedang demam dan terkena infeksi saluran napas atas boleh menerima vaksinasi? Halaman selanjutnya jawabannya: Benarkah Jika Flu dan Batuk Tidak Boleh Vaksin Dulu? Apakah seseorang yang sedang demam dan terkena infeks [...]

Sering Kesemutan? Ini Penyebabnya

Sering Kesemutan? Ini Penyebabnya

Setelah duduk bersila dalam waktu lama, tiba-tiba Anda tidak bisa merasakan apa pun pada kaki Anda atau seperti mati rasa. Kondisi ini dinamakan kesemutan atau dalam istilah medisnya disebut parestesia. Penyebab terjadinya kesemutan beragam, ada yang bersifat sementara dan ada pula yang sifatnya berkepanjangan. Penyebab Kesemutan Sementara Kesemutan sementara terjadi ketika ada anggota tubuh yang mengalami tekanan dalam waktu lama. Hal ini membuat pasokan darah ke saraf di daerah itu menjadi terhambat. Anda bisa merasakan kesemutan pada kaki setelah duduk bersila atau memakai sepatu terlalu kecil. Kesemutan pada tangan juga dapat dirasakan, misalnya ketika tidur dengan posisi kepala menindih lengan. Karena bersifat sementara, kondisi ini bisa mereda dengan sendirinya jika Anda membebaskan area yang kesemutan dari tekanan, seperti meluruskan kaki setelah duduk bersila atau melepaskan tangan yang tertindih. Dengan begitu aliran darah akan kembali lancar. Selain tekanan, penyebab kesemutan sementara bisa disebabkan oleh dehidrasi dan hiperventilasi, yaitu kondisi pada saat Anda bernapas terlalu cepat. Penyebab lain adalah penyakit Raynaud. Penyakit ini memengaruhi pasokan darah ke a [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *