Ini Cara Hipnoterapis Klinis Atasi Kasus Homoseks dan Lesbi

007546900_1411110834-homo1.jpg

Banyak yang berpandangan bahwa homoseks atau lesbian disebabkan oleh faktor genetik atau bawaan sejak lahir. Benarkah demikian? Bila benar adalah faktor genetik maka tidak ada lagi yang bisa dilakukan untuk mengubah situasi ini.

Dari pengalaman klinis kami menangani banyak kasus homoseks dan lesbian ternyata mayoritas penyebabnya bukan karena faktor genetik namun lebih karena faktor psikis. Banyak klien yang berhasil dibantu mengatasi masalah mereka dengan hipnoterapi klinis.

Saya sengaja tidak menggunakan kalimat ?penyimpangan seksual? karena menghindari kesan menghakimi. Perilaku seksual, dalam hemat saya, adalah tanggung jawab dan pilihan tiap individu. Dan apapun yang menjadi keputusan dan pilihan sepenuhnya adalah hak masing-masing dan perlu dihargai. Sebagai terapis, saya tidak dalam posisi membenarkan atau menyalahkan. Posisi saya netral dan hanya bertugas membantu klien mengatasi masalah mereka.

Dalam artikel ini yang dimaksud dengan perilaku seksual yang tidak biasa adalah homoseksual dan lesbian. Homoseksual, dalam pemahaman umum, adalah pria yang suka/cinta atau melakukan hubungan seks dengan sesama pria. Menurut KBBI, homoseks adalah hubungan seks dengan pasangan sejenis, bisa pria dengan pria atau wanita dengan wanita. Sedangkan lesbian adalah wanita yang mencintai atau merasakan rangsangan seksual sesama jenisnya atau wanita homoseks. Untuk kondisi di mana hubungan yang melibatkan dua insan dengan jenis kelamin berbeda disebut dengan heteroseksual.

Saya teringat beberapa waktu lalu seorang klien pria, usia sekitar, 30 tahun, datang ke saya minta diterapi. Klien ini mengaku homoseks dan ia datang atas permintaan tantenya agar saya ?betulkan? dan kembali menjadi pria ?normal?.

Saya tentu tidak serta merta melakukan terapi. Melalui wawancara mendalam saya akhirnya tahu bahwa ia memutuskan menjadi homoseks karena alasan tertentu. Ia juga nyaman menjalani hidup sebagai homoseks.

Usai mendengar ceritanya saya bertanya, ?Apa yang ingin saya bantu??

?Apakah saya perlu berubah menjadi laki-laki normal yang suka dengan perempuan, bukannya menyukai sesama pria seperti yang sekarang saya jalani?? ia balik bertanya.

?Apakah Anda ingin menjadi pria normal seperti yang Anda sebutkan tadi?? tanya saya.

?Tidak. Saya nyaman dengan hidup seperti ini, sebagai homo? jawabnya tegas.

?Bila Anda sudah nyaman dan merasa tidak perlu berubah maka saya tidak perlu melakukan apapun? jawab saya.

Saya beberapa kali menangani kasus homoseks. Sedangkan untuk kasus lesbian jarang. Mungkin karena saya terapis pria sehingga wanita agak kurang nyaman bila mendiskusikan kondisi mereka dengan saya.

Ada asumsi yang salah di masyarakat yang menyatakan bahwa homoseks atau lesbian ini adalah karena faktor bawaan sejak lahir. Benar, bisa saja seseorang menjadi homoseks atau lesbian karena faktor genetik namun seringkali, dari pengalaman klinis kami, lebih disebabkan oleh pengaruh proses tumbuh kembang dan pengalaman traumatik seperti pelecehan seksual waktu kecil.

Dalam beberapa kasus homoseksual yang pernah saya tangani, setiap kali sebelum melakukan terapi saya selalu minta klien untuk konsultasi ke dokter terlebih dahulu. Biasanya dokter akan melakukan serangkaian tes untuk memastikan bahwa secara fisik ia benar-benar pria. Bila secara fisik ia adalah pria maka saya dapat membantu dengan hipnoterapi klinis.

Berikut ini adalah beberapa contoh kasus yang pernah kami tangani. Saya tidak menjelaskan teknik yang digunakan untuk membantu klien-klien ini karena akan sangat teknis. Demi menjaga kerahasiaan dan privasi saya mengganti nama klien yang diceritakan di artikel ini.

Semua Wanita Jahat

Budi, mahasiswa berusia 20 tahun, datang ke saya karena ingin menjadi kembali normal. Menurutnya, kondisinya tidak normal karena ia adalah homoseks. Sebelum memutuskan menjalin relasi dengan beberapa pria, Budi pernah mencoba menjalin relasi dengan wanita namun gagal. Masa pacarannya, dengan beberapa wanita itu, hanya sekitar satu hingga tiga bulan. Walau ia sangat suka dengan pacarnya, demikian pula sebaliknya, namun tanpa alasan yang jelas hubungan mereka putus di tengah jalan. Ini terjadi beberapa kali.

Masih dari hasil wawancara diketahui bahwa saat menjalin relasi dengan sesama pria, dan terutama saat berhubungan seks Budi berperan sebagai wanita. Temuan ini sangat penting karena menunjukkan ia sebagai penerima bukan pemberi. Dan ia sebenarnya tidak menikmati hubungan seks yang dilakukan dengan pasangan prianya. Yang ia butuhkan adalah perhatian dan kasih sayang.

Melalui hipnoanalisis mendalam didapatkan temuan menarik. Saat masih kecil, sekitar usia lima tahun, Budi sempat mendapat perlakukan cukup kasar dari Ibunya. Saat Budi melakukan kesalahan yang sebenarnya sepele, si Ibu marah besar, memukul, dan mencakar wajah Budi.

Dalam kondisi yang takut sekali saat itu Budi berkata, ?Memang perempuan itu jahat.? Kalimat ini tampak biasa saja, namun implikasinya sangatlah luar biasa. Apalagi bila diucapkan saat dalam kondisi emosi yang intens.

Kalimat ?Memang perempuan itu jahat? adalah satu bentuk generalisasi dan menjadi program pikiran atau kepercayaan yang mengarahkan hidup Budi. Program ini yang membuat Budi tidak bisa menjalin relasi dengan wanita hingga akhirnya ia memutuskan menjalin relasi dengan pria.

Saat pengalaman traumatik ini berhasil diselesaikan di pikiran bawah sadarnya, dorongan untuk berhubungan dengan pria langsung berhenti.

Saya Malu Menjadi Wanita

Seorang klien wanita usia 35 tahun, sebut saja sebagai Ani, tertarik pada sesama wanita karena ia merasa lebih nyaman menjadi seorang pria. Ia benci menjadi seorang wanita, padahal secara fisik ia wanita tulen, bisa hamil, dan sudah punya anak.

Melalui proses pencarian di pikiran bawah sadarnya ditemukan bahwa ia mengalami penolakan oleh ayahnya sejak dalam kandungan. Saat itu ayahnya berkata pada ibunya, ?Saya mau anak kita berikut ini laki. Saya tidak mau kalau ini perempuan.?

Saat Ani lahir, dan ternyata adalah perempuan, ayahnya menolak untuk melihatnya. Ayahnya juga tidak mau menimangnya. Demikianlah penolakan ini berlanjut hingga ke masa remajanya. Ayahnya berulang kali menyampaikan pada Ani bahwa sebenarnya ia berharap Ani adalah anak laki, bukan perempuan.

Sikap dan perilaku ayahnya juga mendorong Ani untuk tumbuh besar menjadi ?laki-laki?. Ayahnya sama sekali tidak memberi penghargaan bila Ani berhasil mencapai prestasi tertentu di bidang yang biasa dilakukan anak perempuan, misalnya menari, menyanyi, melukis. Namun, saat Ani berhasil juara di bidang yang biasa dilakukan anak laki, misalnya lomba tarik tambang, karate, panjat dinding, maka ayahnya memberi penghargaan secara luar biasa.

Ternyata dorongan Ani untuk suka pada sesama wanita didorong oleh satu Bagian Diri yang ingin menonjol dan menjadi pria agar mendapat penghargaan, pengakuan, dan penerimaan dari ayahnya. Kerinduan inilah yang selama ini mendorong ia untuk terus berusaha menjadi pria dengan segala karakternya.

Saat pengalaman traumatik yang berasal dari penolakan si ayah berhasil diatasi, Ani akhirnya bisa menerima dirinya seutuhnya dan justru merasa sangat bersyukur dan bahagia menjadi seorang wanita. Ia juga bisa memahami dan memaafkan ayahnya dengan tulus dan ikhlas.

Saya Mau dengan Pria tapi Takut

Satu klien lagi, Rita, 27 tahun, mengaku sulit bila menjalin relasi dengan pria. Ada perasaan takut yang tidak jelas asalnya setiap kali ia menjalin relasi dengan pria. Ia lebih nyaman bila berhubungan dengan wanita, termasuk dalam hal seks. Dari hasil wawancara diketahui bahwa tidak ada pengalaman traumatik yang membuat Rita sulit menjalin relasi dengan pria dan lebih nyaman dengan wanita. Rita pertama kali berhubungan seks dengan sesama wanita, teman kosnya, saat ia masih SMA.

Namun, dari hasil penggalian di pikiran bawah sadarnya ditemukan hal menarik. Rita, saat masih kecil, usia sekitar 6 tahun, beberapa kali mengalami pelecehan seksual oleh pembantu pria yang bekerja di rumahnya. Secara sadar, setelah dewasa, Rita tidak lagi ingat kejadian ini. Rupanya, pikiran bawah sadar Rita secara sengaja menyembunyikan pengalaman traumatik ini sehingga Rita mengalami amnesia.

Perasaan takut pada pria karena pernah mengalami pelecehan seksual waktu kecil dan juga kenikmatan yang ia dapat saat berhubungan dengan teman satu kosnya telah mendorong Rita untuk menjadi seorang lesbian.

Saat emosi pada dua pengalaman ini berhasil diselesaikan maka Rita tidak lagi takut dengan pria dan tidak lagi tertarik pada wanita. Ia kini merasa nyaman dan aman menjalin relasi dengan pria.

Pada beberapa kasus lain, ada klien pria atau wanita yang melakukan seks bebas, umumnya dengan pria atau wanita yang lebih tua, demi mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari seseorang yang dipandang bisa mengganti ayah atau ibunya. Klien ini pada masa kecilnya sering diabaikan atau tidak mendapat kasih sayang yang cukup.

Kesimpulannya, bila homoseks dan lesbian bukan disebabkan oleh faktor fisik maka dapat dibantu dengan hipnoterapi klinis, dengan catatan klien bersedia menjalani sesi konseling dan atau terapi atas kesadarannya sendiri. Bila klien datang karena permintaan orang lain, misalnya keluarga, maka hasilnya tidak akan pernah bisa maksimal.

DR. Adi W. Gunawan, CCH.

President of Adi W. Gunawan Institute of Mind Technology

Indonesia Leading Expert in Mind Technology

President of Asosiasi Hipnoterapi Klinis Indonesia (AHKI)

www.AdiWGunawan.com

Facebook : Adi W Gunawan

Twitter : @adiwgunawan

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Dicari 304 Tenaga Medis Untuk Rawat Pasien MERS-CoV

Dicari 304 Tenaga Medis Untuk Rawat Pasien MERS-CoV

Untuk membantu menangani kasus wabah MERS-CoV di Arab Saudi, pemerintah setempat berencana untuk merekrut 304 orang dokter spesialis dan perawat. Kementerian telah meminta sebuah perusahaan perekrutan internasional untuk menyediakan tenaga medis, yang bertugas merawat pasien MERS.Kementerian pun telah mengirimkan surat kepada perusahaan untuk menyetujui pencarian staf di bidang kesehatan. Dalam surat itu, kementerian mengatakan bahwa dokter dan konsultan yang merawat anak-anak dan orangtua, berurusan dengan penyakit menular, dan kardiologi dan spesialis, akan mendapatkan bayaran sebesar SR2,000 hari atau SR 60,000 (Rp 184,4 juta) sebulan.Sedangkan untuk yang bekerja di unit perawatan intensif dengan anak-anak dan orangtua, akan mendapatkan bayaran sebesar SR1,500 per hari atau SR45,000 (Rp 138 juta) sebulan.Sementara itu, Direktur Pusat Peziarah di Bandara, Abdulghani Al-Maliki mengatakan, belum ada ditemui pasien yang menderita penyakit menular sejak awal tahun 2014. Sedangkan untuk mencegah terjadinya penularan MERS, pemerintah pusat telah memiliki 60 orang praktisi kesehatan yang senantiasa memberikan penyuluhan kepada para pekerja di bandara. Termasuk karyawan yang bekerja di b [...]

Beda Anemia dan Tekanan Darah Rendah

Beda Anemia dan Tekanan Darah Rendah

Sejumlah karyawan wanita yang bekerja di pabrik PT Hansoll Hyun dan PT Wilbes Indonesia yang terletak di Kabupaten Subang, Jawa Barat, mengaku bingung membedakan antara penyakit anemia dan tekanan darah rendah. Ini terlihat jelas sewaktu Direktur Bina Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Muchatrudin Mansyur, SpOK menanyakan langsung pada para karyawan apa anemia dan tekanan darah rendah, dalam `Kunjungan Kerja Dalam Rangka Program MSD for Mothers`, ditulis Rabu (7/5/2014)Muchtarudin pun menjelaskan perbedaan antara anemia dan tekanan darah rendah. AnemiaAnemia atau kurang darah adalah suatu keadaan di mana jumlah darah merah (Hb) kurang dari normal. Menurut Muchtarudin, anemia terjadi karena pembentukan sel darah merah yang terhambat. Salah satu faktornya karena kekurangan zat besi dalam tubuh."Untuk membentuk Hb dalam tubuh itu banyak faktor. Paling banyak terjadi karena kurangnya asupan zat besi yang berasal dari sayuran hijau, daging, dan sumber lainnya. Asupan seperti ini memang sangat kurang di kalangan pekerja wanita," kata Muchtarudin pada Health Liputan6.com.Selain asupan yang kurang, tambah Muchtarudin, penyebab lainnya adalah kehilang [...]

Penyanyi Meksiko Rela Operasi Tulang Agar Ramping

Penyanyi Meksiko Rela Operasi Tulang Agar Ramping

Bagi Anda pecinta telenovela Mar�a Mercedes, Marimar atau Rosalinda mungkin nama Thalia sudah tidak asing lagi bagi Anda. Apalagi telenovela yang dibintanginya cukup populer di Indonesia pada tahun 90-an. Belum lama ini, aktris cantik yang menginjak usia 42 tahun itu membuat gempar media karena dalam sebuah wawancara ia mengaku telah menghilangkan tulang rusuknya agar terlihat langsing dan seksi. Seperti ditulis Dailymail, Rabu (13/8/2014), Thalia terlihat berpose dengan tulang di dalam tempat kaca. "Saya memiliki dua tulang rusuk agar pinggang lebih kecil," kata penyanyi bernama lengkap Ariadna Thalia Sodi Miranda. Operasi tulang rusuk untuk kecantikan ini juga ternyata pernah dilakukan manusia barbie, Valeria Lukyanova. Dikutip dari Enstarz, Dr. Athony LaBruna yang mengepalai Manhattan Plastic Surgery mengatakan, pemotongan tulang rusuk atau iga ini dilakukan oleh wanita kebanyakan untuk membentuk lekuk tubuh ala barbie yang secara tidak masuk akal sangat kecil di pinggang sehingga dada dan pinggul nampak besar dan menonjol. Cara ini dinilai cukup berbahaya, kata Athony, mengingat tulang rusuk berfungsi melindungi organ-organ seperti dada (thorax), paru-paru [...]

Gawat! Perokok Usia Dini Naik 3 Kali Lipat

Gawat! Perokok Usia Dini Naik 3 Kali Lipat

Jumlah perokok di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan. Kebiasaan buruk ini sudah menyerang anak usia dini. Data terakhir menyebut terjadi peningkatan jumlah perokok di usai dini hingga 3 kali lipat. Hal ini mendorong Kementerian Kesehatan untuk menggalakan gerakan `Sudah Waktunya Melek Bahaya Rokok`."Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdes) 2013 peningkatan kebiasaan merokok pada usia muda 15-19 tahun sebesar 3 kali lipat. Karena ini pula Indonesia disebut sebagai Baby Smoker Country," kata koordinator lapangan, Taufik, saat ditemui di sela acara di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (2/2/2014).Sementara, data prevensi perokok Indonesia berdasarkan riset 2013 mencapai 36,3 persen. Karena itu, Kementerian Kesehatan terus mengampanyekan bahaya rokok terutama untuk anak usia dini. "Di acara car free day ini semua orang dateng. Dari kakek-kakek, nenek-nenek, bapak-bapak, ibu-ibu, anak kecil, semua berkumpul di sini," lanjutnya.Di lokasi yang sama, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Kemenkes Indonesia, Tjandra Yoga Aditama mengatakan, untuk menyadarkan masyarakat khususnya anak, Kementerian Kesehatan juga telah menerbitkan Permenkes No. 28 tahu [...]

BPOM: Regulasi Vaping, Tunggu Tanggal Mainnya

BPOM: Regulasi Vaping, Tunggu Tanggal Mainnya

Kini, makin banyak beredar rokok elektronik atau personal vapour atau juga vaping. Penjualan tak makin marak di internet yang kini mulai merambah di pusat-pusat perbelanjaan. Sehingga, kini makin mudah melihat orang menghisap vaping. Hingga kini, Indonesia memang belum memiliki regulasi yang mengatur tentang penggunaan rokok elektronik. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah mendiskusikan hal ini bersama dengan Kementerian Kesehatan dalam beberapa waktu terakhir membicarakan apa risiko serta manfaatnya. "Kita tunggu aturan atau regulasi hal ini dari Kementerian Kesehatan. Tunggu tanggal mainnya saja," terang Kepala BPOM Dr. Ir. Roy Alexander Sparringa, M.App.Sc saat dihubungi oleh Health-Liputan6.com pada Kamis (16/10/2014). "Nanti jika sudah ada regulasinya kami akan bergerak sesuai regulasi tersebut," terang Roy. Bukan hanya Indonesia saja yang belum memiliki aturan jelas tentang penggunaan vaping, negara-negara di Eropa umumnya belum memilikinya. Namun, Roy menjelaskan, bahwa negara tetangga seperti Australia, Singapura, dan Thailand dengan tegas melarang penggunaan rokok elektronik. "Bahkan, di negeri asalnya yakni Tiongkok dilarang," ujar pria kelahiran Sidoarjo, 1 M [...]

Waspada Riasan Mata yang Bisa Sebabkan Iritasi

Waspada Riasan Mata yang Bisa Sebabkan Iritasi

Keanekaragaman produk riasan mata, lensa kontak mewah, kacamata hitam yang keren, dan bingkai kacamata rancangan desainer ternama menyiratkan satu tujuan yaitu orang ingin membuat mata mereka menarik. Tetapi kenyataannya wanita lebih rentan terhadap masalah mata sebagai akibat dari beberapa produk tersebut. Seperti disampaikan Direktur Medis Shinagawa LASIK & Eye Centre, Dr. Lee Sao Bing dari Singapura bahwa tahap-tahap kehidupan seorang wanita bisa berdampak pada penglihatan karena gaya hidup dan perubahan hormon. ?Secara umum wanita lebih rentan terserang alergi pada mata, iritasi dan infeksi seperti konjungtivitis (mata merah) karena penggunaan kosmetik. Apalagi infeksi dapat terjadi ketika riasan mata masuk ke mata dan mengapung di saluran air mata," kata Lee dalam surat elektronik yang diterima Liputan6.com, Rabu (23/4/2014). Walaupun berisiko, menurut Dr. Lee, riasan mata tidak berbahaya selama digunakan secara tepat dan tidak terkontaminasi atau kadaluarsa. "Sangat dianjurkan untuk mengganti produk riasan mata setiap enam bulan sekali dan membuangnya jika mata terkena infeksi. Kita juga harus terbiasa membersihkan alat-alat kosmetik agar terhindar dari bakteri, yang [...]

Lagi, Satu Kasus MERS CoV di Arab Saudi

Lagi, Satu Kasus MERS CoV di Arab Saudi

Masih hangat mungkin bagi kita untuk mewaspadai sindrom pernapasan akut dari Timur Tengah atau MERS. Karena setelah lebih dari 1 bulan tidak ada kasus baru, kemarin Pemerintah Arab Saudi kembali melaporkan kasus baru MERS.Seperti ditulis Kepala Balitbangkes, Tjandra Yoga Aditama dalam surat elektronik yang diterima Liputan6.com bahwa jumlah total MERS CoV di Arab saudi sejak Juni 2012 mencapau 723 kasus, 299 diantaranya, artinya angka kematian 41,35 persen."Angka kematian MERS CoV ini memang sedikit lebih rendah dari Ebola? yang 54,8 persen (data 9 Agustus), tetapi angka kematian MERS CoV yang lebih dari 40 persen itu tentu patut jadi perhatian pula, apalagi menjelang musim haji yang tidak terlalu lama lagi," jelasnya.Tjandra mengingatkan, ada 3 cara penularan MERS CoV, yaitu:1. Community acquired2. Hospital acquired3. Close human to human contactUntuk mencegah penularan MERS, Tjandra kembali mengimbau calon jemaah haji atau warga Indonesia yang tinggal di Arab Saudi untuk tetap menjaga kebersihan diri dan menggunakan pelindung seperti masker agar tidak mudah terular. [...]

Dibetesi Termuda Ditemukan Berusia 25 Tahun

Dibetesi Termuda Ditemukan Berusia 25 Tahun

Kita sering menemui penyandang diabetes berusia 30 tahun ke atas. Namun, di Surakarta, dr Wikan Basworo pernah menangani kasus diabetesi termuda di usia 25 tahun.Menurut dokter yang aktif dalam mengelola Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) tersebut, saat ini pola hidup masyarakat begitu mengkhawatirkan sebab ia pernah menemui pasien 25 tahun telah mengidap diabetes tipe 2."Paling muda saya temui usia 25 tahun. Walaupun rata-rata pasien saya usia 30 tahun, saya kaget juga karena dia masih muda," katanya pada wartawan saat temu media di Media Center BPJS Kesehatan, Jakarta, Jumat (10/10/2014).Wikan menuturkan, ciri-ciri orang dengan diabetes itu mudah dikenali. Biasanya berbadan gemuk atau obesitas."Orang gemuk itu jelas ada kecenderungan diabetes. Maka itu jika pola makannya tidak sehat, ditambah keturunan jadilah dia diabetes," jelasnya. [...]

Lansia, Waspadai Penyakit Mata `Age Macular Degeneration`!

Lansia, Waspadai Penyakit Mata `Age Macular Degeneration`!

Seiring bertambahnya usia, fungsi-fungsi tubuh juga mulai menurun termasuk kondisi mata. Anda yang sudah berusia di atas 50 tahun (lansia), waspadalah dengan penyakit mata Age Macular Degeneration (AMD).Staf Pengajar Vitreoretina Departemen I Kesehatan Mata FKUI-RSCM, Dr. Elvioza, SpM mengatakan, bila penyakit ini terlambat ditangani akan menyebabkan kebutaan. Bahkan menurut dia, AMD akan menjadi masalah kesehatan nasional karena usia harapan hidup masyarakat Indonesia mengalami peningkatan."Karena AMD ini terjadi pada usia tua dan usia harapan hidup meningkat maka penyakit ini bakal bertambah banyak. Kalau sampai mengalami kebutaan akan sangat menurunkan produktivitas orang tersebut," kata Elvioza dalam acara Keeping the Vision To See the Future: New Treatment for AMD di Kuningan, Jakarta, Rabu (26/3/2014).Elvioza menambahkan bahwa penurunan produktivitas tidak hanya dialami oleh pasien, melainkan juga keluarganya. Karena, di saat pasien tidak dapat mengerjakan pekerjaannya, maka keluargalah yang akan membantu."Karena pasien tidak dapat menolong dirinya sendiri, keluarga menjadi tidak produktif. Karena mereka terfokus pada mengurus keluarga yang buta. Bagaimana mau kerja, kalau me [...]

Ben Joshua Sempatkan Bermain Bola Agar Selalu Tampil Bugar

Ben Joshua Sempatkan Bermain Bola Agar Selalu Tampil Bugar

Memiliki segudang aktivitas membuat aktor, Ben Joshua (33 tahun) harus pintar mengatur waktu agar badannya tetap bugar dan fit. Karena tak ingin staminanya mudah drop, Ben rutin berolahraga tiap minggunya."Gue olahraga minimal seminggu sekali. Tapi, berusaha untuk dapat berolahraga seminggu tiga kali," kata Ben saat diwawancarai Health Liputan6.com sesudah mengikuti kegiatan lari bertajuk `The Colour Run Jakarta` ditulis pada Senin (27/1/2014)Dari dulu, kata Ben, dirinya sangat menggemari olahraga fisik seperti bola, renang, dan tentunya lari. Aktivitas lari sudah ditekuni ayah dari Benaya Maika Rompies sejak setahun belakangan ini."Hobi lari sih baru-baru saja. Kalau untuk olahraganya, gue senang bola dan renang. Kebetulan, pas ada teman ajak lari, ya gue ikut lari lagi," kata Ben menambahkan.Menurut pemain `Dealova` ini, dirinya sebisa mungkin menyempatkan diri bermain bola atau futsal bersama teman-temannya. Untuk itu, tiap sore Ben selalu membuat janji untuk dapat menyalurkan hobinya itu."Janjian sama teman tiap sore untuk main bola atau futsal. Ya, tiga jam tiap sore cukuplah," kata suami dari Elisabet Nura Paska tersebut.Jika memang dirinya tidak sempat untuk melakukan semuan [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *