Ini Cara Hipnoterapis Klinis Atasi Kasus Homoseks dan Lesbi

007546900_1411110834-homo1.jpg

Banyak yang berpandangan bahwa homoseks atau lesbian disebabkan oleh faktor genetik atau bawaan sejak lahir. Benarkah demikian? Bila benar adalah faktor genetik maka tidak ada lagi yang bisa dilakukan untuk mengubah situasi ini.

Dari pengalaman klinis kami menangani banyak kasus homoseks dan lesbian ternyata mayoritas penyebabnya bukan karena faktor genetik namun lebih karena faktor psikis. Banyak klien yang berhasil dibantu mengatasi masalah mereka dengan hipnoterapi klinis.

Saya sengaja tidak menggunakan kalimat ?penyimpangan seksual? karena menghindari kesan menghakimi. Perilaku seksual, dalam hemat saya, adalah tanggung jawab dan pilihan tiap individu. Dan apapun yang menjadi keputusan dan pilihan sepenuhnya adalah hak masing-masing dan perlu dihargai. Sebagai terapis, saya tidak dalam posisi membenarkan atau menyalahkan. Posisi saya netral dan hanya bertugas membantu klien mengatasi masalah mereka.

Dalam artikel ini yang dimaksud dengan perilaku seksual yang tidak biasa adalah homoseksual dan lesbian. Homoseksual, dalam pemahaman umum, adalah pria yang suka/cinta atau melakukan hubungan seks dengan sesama pria. Menurut KBBI, homoseks adalah hubungan seks dengan pasangan sejenis, bisa pria dengan pria atau wanita dengan wanita. Sedangkan lesbian adalah wanita yang mencintai atau merasakan rangsangan seksual sesama jenisnya atau wanita homoseks. Untuk kondisi di mana hubungan yang melibatkan dua insan dengan jenis kelamin berbeda disebut dengan heteroseksual.

Saya teringat beberapa waktu lalu seorang klien pria, usia sekitar, 30 tahun, datang ke saya minta diterapi. Klien ini mengaku homoseks dan ia datang atas permintaan tantenya agar saya ?betulkan? dan kembali menjadi pria ?normal?.

Saya tentu tidak serta merta melakukan terapi. Melalui wawancara mendalam saya akhirnya tahu bahwa ia memutuskan menjadi homoseks karena alasan tertentu. Ia juga nyaman menjalani hidup sebagai homoseks.

Usai mendengar ceritanya saya bertanya, ?Apa yang ingin saya bantu??

?Apakah saya perlu berubah menjadi laki-laki normal yang suka dengan perempuan, bukannya menyukai sesama pria seperti yang sekarang saya jalani?? ia balik bertanya.

?Apakah Anda ingin menjadi pria normal seperti yang Anda sebutkan tadi?? tanya saya.

?Tidak. Saya nyaman dengan hidup seperti ini, sebagai homo? jawabnya tegas.

?Bila Anda sudah nyaman dan merasa tidak perlu berubah maka saya tidak perlu melakukan apapun? jawab saya.

Saya beberapa kali menangani kasus homoseks. Sedangkan untuk kasus lesbian jarang. Mungkin karena saya terapis pria sehingga wanita agak kurang nyaman bila mendiskusikan kondisi mereka dengan saya.

Ada asumsi yang salah di masyarakat yang menyatakan bahwa homoseks atau lesbian ini adalah karena faktor bawaan sejak lahir. Benar, bisa saja seseorang menjadi homoseks atau lesbian karena faktor genetik namun seringkali, dari pengalaman klinis kami, lebih disebabkan oleh pengaruh proses tumbuh kembang dan pengalaman traumatik seperti pelecehan seksual waktu kecil.

Dalam beberapa kasus homoseksual yang pernah saya tangani, setiap kali sebelum melakukan terapi saya selalu minta klien untuk konsultasi ke dokter terlebih dahulu. Biasanya dokter akan melakukan serangkaian tes untuk memastikan bahwa secara fisik ia benar-benar pria. Bila secara fisik ia adalah pria maka saya dapat membantu dengan hipnoterapi klinis.

Berikut ini adalah beberapa contoh kasus yang pernah kami tangani. Saya tidak menjelaskan teknik yang digunakan untuk membantu klien-klien ini karena akan sangat teknis. Demi menjaga kerahasiaan dan privasi saya mengganti nama klien yang diceritakan di artikel ini.

Semua Wanita Jahat

Budi, mahasiswa berusia 20 tahun, datang ke saya karena ingin menjadi kembali normal. Menurutnya, kondisinya tidak normal karena ia adalah homoseks. Sebelum memutuskan menjalin relasi dengan beberapa pria, Budi pernah mencoba menjalin relasi dengan wanita namun gagal. Masa pacarannya, dengan beberapa wanita itu, hanya sekitar satu hingga tiga bulan. Walau ia sangat suka dengan pacarnya, demikian pula sebaliknya, namun tanpa alasan yang jelas hubungan mereka putus di tengah jalan. Ini terjadi beberapa kali.

Masih dari hasil wawancara diketahui bahwa saat menjalin relasi dengan sesama pria, dan terutama saat berhubungan seks Budi berperan sebagai wanita. Temuan ini sangat penting karena menunjukkan ia sebagai penerima bukan pemberi. Dan ia sebenarnya tidak menikmati hubungan seks yang dilakukan dengan pasangan prianya. Yang ia butuhkan adalah perhatian dan kasih sayang.

Melalui hipnoanalisis mendalam didapatkan temuan menarik. Saat masih kecil, sekitar usia lima tahun, Budi sempat mendapat perlakukan cukup kasar dari Ibunya. Saat Budi melakukan kesalahan yang sebenarnya sepele, si Ibu marah besar, memukul, dan mencakar wajah Budi.

Dalam kondisi yang takut sekali saat itu Budi berkata, ?Memang perempuan itu jahat.? Kalimat ini tampak biasa saja, namun implikasinya sangatlah luar biasa. Apalagi bila diucapkan saat dalam kondisi emosi yang intens.

Kalimat ?Memang perempuan itu jahat? adalah satu bentuk generalisasi dan menjadi program pikiran atau kepercayaan yang mengarahkan hidup Budi. Program ini yang membuat Budi tidak bisa menjalin relasi dengan wanita hingga akhirnya ia memutuskan menjalin relasi dengan pria.

Saat pengalaman traumatik ini berhasil diselesaikan di pikiran bawah sadarnya, dorongan untuk berhubungan dengan pria langsung berhenti.

Saya Malu Menjadi Wanita

Seorang klien wanita usia 35 tahun, sebut saja sebagai Ani, tertarik pada sesama wanita karena ia merasa lebih nyaman menjadi seorang pria. Ia benci menjadi seorang wanita, padahal secara fisik ia wanita tulen, bisa hamil, dan sudah punya anak.

Melalui proses pencarian di pikiran bawah sadarnya ditemukan bahwa ia mengalami penolakan oleh ayahnya sejak dalam kandungan. Saat itu ayahnya berkata pada ibunya, ?Saya mau anak kita berikut ini laki. Saya tidak mau kalau ini perempuan.?

Saat Ani lahir, dan ternyata adalah perempuan, ayahnya menolak untuk melihatnya. Ayahnya juga tidak mau menimangnya. Demikianlah penolakan ini berlanjut hingga ke masa remajanya. Ayahnya berulang kali menyampaikan pada Ani bahwa sebenarnya ia berharap Ani adalah anak laki, bukan perempuan.

Sikap dan perilaku ayahnya juga mendorong Ani untuk tumbuh besar menjadi ?laki-laki?. Ayahnya sama sekali tidak memberi penghargaan bila Ani berhasil mencapai prestasi tertentu di bidang yang biasa dilakukan anak perempuan, misalnya menari, menyanyi, melukis. Namun, saat Ani berhasil juara di bidang yang biasa dilakukan anak laki, misalnya lomba tarik tambang, karate, panjat dinding, maka ayahnya memberi penghargaan secara luar biasa.

Ternyata dorongan Ani untuk suka pada sesama wanita didorong oleh satu Bagian Diri yang ingin menonjol dan menjadi pria agar mendapat penghargaan, pengakuan, dan penerimaan dari ayahnya. Kerinduan inilah yang selama ini mendorong ia untuk terus berusaha menjadi pria dengan segala karakternya.

Saat pengalaman traumatik yang berasal dari penolakan si ayah berhasil diatasi, Ani akhirnya bisa menerima dirinya seutuhnya dan justru merasa sangat bersyukur dan bahagia menjadi seorang wanita. Ia juga bisa memahami dan memaafkan ayahnya dengan tulus dan ikhlas.

Saya Mau dengan Pria tapi Takut

Satu klien lagi, Rita, 27 tahun, mengaku sulit bila menjalin relasi dengan pria. Ada perasaan takut yang tidak jelas asalnya setiap kali ia menjalin relasi dengan pria. Ia lebih nyaman bila berhubungan dengan wanita, termasuk dalam hal seks. Dari hasil wawancara diketahui bahwa tidak ada pengalaman traumatik yang membuat Rita sulit menjalin relasi dengan pria dan lebih nyaman dengan wanita. Rita pertama kali berhubungan seks dengan sesama wanita, teman kosnya, saat ia masih SMA.

Namun, dari hasil penggalian di pikiran bawah sadarnya ditemukan hal menarik. Rita, saat masih kecil, usia sekitar 6 tahun, beberapa kali mengalami pelecehan seksual oleh pembantu pria yang bekerja di rumahnya. Secara sadar, setelah dewasa, Rita tidak lagi ingat kejadian ini. Rupanya, pikiran bawah sadar Rita secara sengaja menyembunyikan pengalaman traumatik ini sehingga Rita mengalami amnesia.

Perasaan takut pada pria karena pernah mengalami pelecehan seksual waktu kecil dan juga kenikmatan yang ia dapat saat berhubungan dengan teman satu kosnya telah mendorong Rita untuk menjadi seorang lesbian.

Saat emosi pada dua pengalaman ini berhasil diselesaikan maka Rita tidak lagi takut dengan pria dan tidak lagi tertarik pada wanita. Ia kini merasa nyaman dan aman menjalin relasi dengan pria.

Pada beberapa kasus lain, ada klien pria atau wanita yang melakukan seks bebas, umumnya dengan pria atau wanita yang lebih tua, demi mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari seseorang yang dipandang bisa mengganti ayah atau ibunya. Klien ini pada masa kecilnya sering diabaikan atau tidak mendapat kasih sayang yang cukup.

Kesimpulannya, bila homoseks dan lesbian bukan disebabkan oleh faktor fisik maka dapat dibantu dengan hipnoterapi klinis, dengan catatan klien bersedia menjalani sesi konseling dan atau terapi atas kesadarannya sendiri. Bila klien datang karena permintaan orang lain, misalnya keluarga, maka hasilnya tidak akan pernah bisa maksimal.

DR. Adi W. Gunawan, CCH.

President of Adi W. Gunawan Institute of Mind Technology

Indonesia Leading Expert in Mind Technology

President of Asosiasi Hipnoterapi Klinis Indonesia (AHKI)

www.AdiWGunawan.com

Facebook : Adi W Gunawan

Twitter : @adiwgunawan

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Kelamin Dan Metzgar `Tegang` 8 Bulan Usai Operasi Impotensi

Kelamin Dan Metzgar `Tegang` 8 Bulan Usai Operasi Impotensi

Awalnya, Dan Metzgar (45) ingin menyembuhkan impotensi yang dialaminya. Tapi, pengobatan yang dilakukannya membuatnya tak bisa berhenti ereksi selama delapan bulan dan ukuran kelaminnya setengah dari aslinya.Disfungsi ereksi memang menjadi masalah yang dialami 2,3 juta pria Inggris. Prosedur dengan krim dan suntikan tak selalu efektif sehingga membuat pria mengambil risiko dengan beralih ke operasi demi mengobati kesengsaraannya.Metzgar yang merupakan sopir truk dari Maryland mencoba melakukan operasi yang bukan tanpa risiko. Ia menanamkan pompa penis, solusi bedah umum untuk pria dengan disfungsi ereksi. Tapi, pompa penis itu membuatnya mengalami ereksi permanen."Ini sangat memalukan berjalan-jalan dengan ereksi yang tak berhenti, belum lagi menyakitkan," kata Metzgar seperti dikutip Dailymail, Kamis (16/1/2014).Putus Asa Usai OperasiMasalah yang dialami Metzgar bermula pada 2006 ketika ia mengalami masalah ereksi dan kehilangan kepercayaan diri."Saya melihatnya seperti merengguh hidupnya karena, Anda tahu, merasa tak seperti pria," kata istrinya, Donna."Dia putus asa."Setelah gagal mencoba krim dan pil, Metzgar dan Donna memutuskan menggunakan tabungannya US$ 42 ribu untuk melaku [...]

Nyabu dengan Obat Batuk , Kemenkes: Itu Tindakan Ilegal

Nyabu dengan Obat Batuk , Kemenkes: Itu Tindakan Ilegal

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengaku setuju dengan tindakan yang dilakukan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia yang akan menarik 130 jenis obat batuk yang mengandung dekstrometorfan per akhir Juni ini. Sebab, penggunaan obat dekstro yang berlebihan di kalangan remaja membuat obat ini memiliki fungsi yang sama seperti putaw dan shabu."Ini sebenarnya tidak ada hubungannya dengan Kemenkes. Karena sudah digunakan bukan untuk berobat, dan tindakan yang dilakukan para remaja itu sudah masuk tindakan ilegal. Jadi, ya setuju kalau memang harus ditarik. BPOM pasti lebih tahu," kata Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Prof Dr dr Akmal Taher, Sp.U(K) kepada Health Liputan6.com ditulis Kamis (5/6/2014)Fenomena ini terjadi karena para remaja ini pintar dan kreatifnya mencari alternatif lain untuk menggantikan putaw dan shabu yang tergolong mahal. "Jadi memang, fenomena ini soal kemudahan para remaja itu mendapatkannya," kata Akmal Taher menambahkan.Lebih lanjut Akmal Taher menjelaskan bahwa rata-rata ciri-ciri dari seorang pengguna adalah seperti itu. Bila ia tidak mendapatkan apa yang dicarinya, maka ia pun akan m [...]

4 Kebiasaan Makan yang Buruk dan Tidak Disadari

4 Kebiasaan Makan yang Buruk dan Tidak Disadari

Makanan adalah hal yang krusial bagi kesehatan tubuh. Sebab, dari makanan lah semua kebutuhan tubuh berasal. Jika makanan yang dikonsumsi adalah makanan sehat, maka demikian juga yang diserap oleh tubuh. Begitu juga sebaliknya. Selain dari faktor makanannya sendiri, faktor lain yang juga penting adalah kebiasaan makan. Saat ini, ada beberapa kebiasaan makan yang dianggap baik padahal kenyataannya tidak begitu. Alhasil, kebiasaan makan ini menjadi kebiasaan yang sebenarnya buruk. Apa saja kebiasaan makan itu? Berikut ulasannya seperti dilansir dari Fox News, Jumat (19/12/2014). 1. Terlalu banyak makan makanan sehat Makan makanan sehat memang baik. Tetapi, tahukah Anda jika sebenarnya makan makanan sehat berlebihan itu buruk? Makanan sehat, jika dikonsumsi berlebihan justru akan memicu kenaikan berat badan karena jumlah nutrisinya yang banyak. 2. Melewatkan makan Demi mengurangi berat badan, seseorang biasanya melewatkan makan, baik sarapan, makan siang atau makan malam. Dengan kebiasaan ini, sebenarnya seseorang akan cenderung makan lebih dari porsinya karena melewatkan makan pada jam tertentu. Pada akhirnya, usaha untuk menurunkan berat badan misalnya, menjadi tidak bera [...]

Mahasiswa Kena Penyakit Kronis Akibat Screen Time

Mahasiswa Kena Penyakit Kronis Akibat Screen Time

Mahasiswa zaman sekarang tak sedikit yang kecanduan berada di depan layar. Akibat screen time inilah para pemuda yang terkena penyakit kronis. Mulai dari obesitas, diabetes, hipertensi, penyakit jantung, osteoporosis, osteoartritis, hingga kanker.Demikian yang disampaikan Spesialis Kedokteran Olahraga dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr Ade Jeanne D. L. Tobing, Sp.KO, dalam acara Peluncuran Baru Zespri SunGold Kiwifruit di Rumah Ranadi, Jeruk Purut, Jakarta, Senin (2/6/2014)."Screen time adalah lamanya waktu seseorang melihat layar atau video game atau komputer atau apa pun itu yang berhubungan dengan gadget. Dalam sebuah penelitian, diketahui bahwa populasi terbanyak yang melakukan screen time ini adalah mahasiswa," kata Ade Jeanne menjelaskan.Dalam sehari, kata dokter bertubuh subur ini, para mahasiswa itu mampu menghabiskan screen time selama 5 jam per harinya. Belum lagi ketika mahasiswa itu justru menggunakan waktu istirahatnya untuk memulihkan kondisi tubuhnya untuk melakukan screen time ini."Anggaplah saat jam 7 ada diskusi kecil di kelas, lalu masuk ke diskusi besar dijadikan waktu untuk `istirahat`. Ketika jam 12 istirahat, malah digunakan untuk screen time [...]

Ini Dia Bahaya Obesitas pada Mental Anak

Ini Dia Bahaya Obesitas pada Mental Anak

Selain meningkatkan risiko terkena aneka macam penyakit mulai dari diabetes, stroke, hingga serangan jantung, obesitas pada anak dan remaja juga pengaruhi sisi emosionalnya. Anak-anak yang memiliki berat badan berlebih acapkali memang jadi bahan candaan teman-temannya. Aneka julukan pun sering dilontarkan kepada mereka bertubuh tambun baik di sekolah, tetangga bahkan saudara sendiri. Hal tersebut ternyata memiliki dampak buruk pada sisi mental anak dan remaja. "Semakin anak dan remaja obesitas kecenderungan terhadap lebih stres, kurang percaya diri, gangguan kepribadian," ungkap dokter anak dan ahli nutrisi dokter Nataniel Viuniski di Jakarta pada Selasa (28/10/2014). Oleh karena itu, dokter Nataniel selalu tekankan pentingnya pencegahan obesitas pada anak. Seperti dengan olahraga, makan banyak serat, banyak beraktivitas, tidur cukup. [...]

Menkes: Kalau Ada yang Kasih Saya Kain, Boleh Terima Nggak?

Menkes: Kalau Ada yang Kasih Saya Kain, Boleh Terima Nggak?

Meski dituduh korupsi oleh Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi optimistis, tidak ada praktik korupsi di Kementerian Kesehatan. Namun saking luas makna gratifikasi, Menkes menanyakan tiga pertanyaan menarik yang ditujukan pada Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono. "Misalnya ada kepala rumah sakit dengan rasa cintanya ingin memberikan kepada saya kain yang ternyata saya suka dan cintai kainnya. Kainnya bagus sekali. Saya boleh terima kain tersebut kah?," ujar Menkes di sela-sela acara penandatangan Komitmen Pengendalian Gratifikasi dan Pencegahan Tindak Pidana Korupsi di Hotel Bidakara, Rabu (2/4/2014). Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono mengatakan bahwa pemberian dalam bentuk apa pun pada pejabat atau pegawai negeri masuk kategori gratifikasi. "Ketika melibatkan pegawai negeri atau pejabat, ini masuk gratifikasi karena mereka disumpah untuk tidak menerima apa pun dan hanya melayani rakyatnya," jelas Giri. Misalnya ada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi A menawarkan kain tapi dia tidak mengharap apa-apa dan yang ditawari tahu jabatannya juga tidak bisa naik. "Bolehkah saya menerimanya?," tanya Menkes kembali. Giri menjawab, pada kasus ini juga [...]

Meski Talasemia, Semangatku untuk Lulus Kuliah Tetap Menyala

Meski Talasemia, Semangatku untuk Lulus Kuliah Tetap Menyala

Ada satu keinginan terbesar di hati remaja yang menderita penyakit yang harus dijalaninya seumur hidup ini, yakni membuat orangtuanya bangga. Reza Noorfatah nama remaja kelahiran 13 November 1989 ini. Sejak usia 12 tahun dia sudah divonis mengidap talasemia, penyakit yang disebabkan karena gangguan produksi hemoglobin dan biasanya menurun. "Saya sadar penyakit ini akan terus ada sepanjang hidup, kata dokter belum ada obatnya. Tetapi keinginan saya hanya satu yakni bisa menjadi kebanggaan orangtua. Mereka yang membuat saya bertahan, mereka terlalu banyak berkorban untuk saya," kata Reza yang ditemui di rumahnya kawasan Condet, Jakarta, ditulis Selasa (7/4/2014). Puluhan tahun Reza menjalani pengobatan rutin seperti mengonsumsi obat setiap hari serta transfusi darah satu bulan sekali. Lelah dan bosan tentu saja pernah hinggap di hati remaja yang berstatus mahasiswa tingkat akhir di Universitas Gunadarma ini. Namun Tuhan dan orangtua tak henti membuatnya terus bersemangat mengejar cita-cita. "Bosan dan lelah pernah, kok begini terus yah. Sampai kapan harus terus minum obat dan transfusi darah, itu biayanya mahal. Tapi kalau hanya mengeluh ya tidak ada solusi, let it flow sajalah, [...]

Sepekan Imunisasi untuk Masa Depan yang Sehat

Sepekan Imunisasi untuk Masa Depan yang Sehat

Setiap tahunnya di minggu terakhir bulan April diadakan Pekan Imunisasi Dunia (PID). Pada tahun ini, PID dilaksanakan sejak 23-30 April 2014 sehingga bayi dan balita yang belum lengkap imunisasi dasarnya bisa datang ke puskesmas atau rumah sakit. Pada PID 2014 ini mengusung tema global Are You Update?, sementara di Indonesia menyusung tema `Imunisasi Untuk Masa Depan Yang Sehat`."Selain itu, juga dilakukan Drop Out Follow Up untuk melengkapi imunisasi anak yang terlewat, Sementara itu, puncak peringatan PID 2014 baru akan dilaksanakan pada awal Mei mendatang," kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP dan PL) Kemenkes RI, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P(K), MARS, DTM&H, DTCE, dalam rilis Kementerian Kesehatan yang diterima Liputan6.com, Jakarta, Rabu (23/4/2014).Imunisasi mencegah 2-3 juta kematian anak di dunia setiap tahunnya. Namun, sekitar 22,6 juta anak di dunia tidak terjangkau imunisasi rutin. Lebih dari 13 persen anak Indonesia belum mendapatkan imunisasi secara lengkap karena berbagai sebab, padahal imunisasi lengkap dapat melindungi anak dari wabah, kecacatan, dan kematian.Imunisasi dianggap sebagai upaya kesehatan yang paling ef [...]

Awas, Kanker Hati Serang si Gemuk Peminum Alkohol

Awas, Kanker Hati Serang si Gemuk Peminum Alkohol

Semua orang tahu bahwa obesitas atau kelebihan berat badan adalah hal yang harus dihindari. Sebab itu, bila Anda punya masalah obesitas janganlah menambahnya dengan hobi-hobi yang merugikan. Seperti yang ditemukan sebuah penelitian baru, yang ditemukan oleh para ilmuan di University of Oxford, Senin (22/9/2014). Mereka menemukan banyak orang obesitas yang memiliki hobi minum alkohol mempunyai kesempatan lebih besar terserang kanker hati. Para ilmuwan meneliti catatan medis dari 1,2 juta setengah wanita Inggris setengah baya. Mereka diteliti rata-rata sekitar enam tahun dan menemukan bahwa yang kelebihan berat badan atau obesitas menghadapi risiko yang lebih tinggi terserang sirosis hati, dan risiko meningkat pada mereka yang melaporkan minum rata-rata tiga gelas alkohol dalam setengah hari. Namun secara keseluruhan jumlahnya kecil. Di antara mereka yang minum yang banyak, hanya 0,8 atau 1 dalam 1.000 dirawat di rumah sakit dengan sirosis hati atau meninggal karena penyakit itu selama lima tahun. Tetapi di antara orang-orang yang dilaporkan meminum rata-rata 2,5 gelas sehari,angkanya adalah 2,7 dalam 1.000 orang memiliki berat badan yang sehat dan lima dalam 1.000 berbadan gemuk [...]

Kemenkes Masih Periksa Penyebab NN Meninggal

Kemenkes Masih Periksa Penyebab NN Meninggal

Kepastian apakah NN, pasien suspek ebola yang meninggal Selasa malam (9/9) masih terus ditelusuri oleh Kementerian Kesehatan. Sejauh ini laboratorium menunjukkan hasil negatif dan tinggal menunggu hasil polymerase chain reaction (PCR) dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan.Kepala Balitbangkes, Prof Tjandra Yoga Aditama sendiri tidak menampik bila pasien baru pulang dari negara terjangkit ebola, Nigeria. Tapi munculnya keluhan (masa inkubasi) di Nigeria, kata dia, belumlah terjadi seperti di Liberia, Sierra Leonne dan Guinea. S "Sistem kesehatan di Nigeria auh lebih baik, dan angka kematian ebola di Nigeria (33.3 persen) lebih rendah dari 3 negara episenter (50 persen)," tulis Tjandra melalui pesan elektronik yang diterima Liputan6.com, Rabu (10/9/2014). Tjandra menerangkan, gejala demam, nyeri otot atau sendi, diare disertai muntah dan perdarahan luas memang beberapa gejala utama yang paling sering dijumpai pada pasien Ebola di Afrika. Tapi NN tidak memiliki gejala utama ini. "Memang waktu masuk RS Adam Malik, keadaan NN ini berat dan ada gangguan multi organ, tapi hal ini dapat dijelaskan dengan adanya diagnosis penyakit lain," katanya. Sehu [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *