Ini Cara Memutihkan Kulit Dengan Bahan Alami

056478600_1411706957-eating-for-beautiful-skin.jpg

Bagi sebagian perempuan, kulit putih merupakan salah satu tanda kecantikan. Untuk itu, para perempuan melakukan berbagai cara untuk memiliki kulit yang putih, apalagi menggunakan bahan alami. Berikut beberapa cara memutihkan kulit seperti dilansir dari Top 10 Home Remedies, Rabu (15/10/2014).

Perbanyak Air Putih

Air putih membantu meningkatkan kelembaban kulit. Untuk itu, minumlah setidaknya 8 gelas per hari agar asupan cairan tubuh tidak kurang dan selalu terjaga. Dengan pola hidup seperti ini, Anda akan merasakan bahwa kulit Anda mulai lembab, cerah dan awet muda.

Perbanyak Makan Ini

Selain air putih, banyak sekali asupan lain yang dapat membantu memutihkan kulit Anda dari dalam. Diantara makanan yang dapat memutihkan kulit adalah wortel, pepaya, tomat, kiwi, bayam, strawberry, teh hijau dan kacang kedelai. Makanan-makanan ini berperan dalam kesehatan kulit karena memiliki kandungan vitamin A dan C.

Gunakan Juga Obat Luar Ini

Selain mengkonsumsi makanan di atas, ada juga beberapa bahan alami yang dapat Anda gunakan untuk obat luaran. Cara menggunakan bahan ini adalah dengan mengoleskannya langsung pada kulit Anda. Diantara obat luaran yang dapat memutihkan kulit adalah yogurt, jeruk, tepung gram, madu, lemon, aloe vera, mentimun hingga oatmeal.

Demikianlah beberapa cara memutihkan kulit dengan bahan alami. Bagi para perempuan, tips-tips ini wajib untuk Anda lakukan. Untuk kaum pria, tidak salah juga untuk mencobanya sebab pada dasarnya tips ini juga berguna agar kulit Anda senantiasa sehat. Semua orang ingin kulitnya sehat, kan?

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Hati-hati Kerap Batal di Minggu Pertama Puasa

Hati-hati Kerap Batal di Minggu Pertama Puasa

Minggu pertama puasa Ramadan merupakan masa-masa terberat bagi sebagian orang yang melaksanakannya. Diare, menjadi penyebab terbesar tidak sedikitnya orang yang batal menjalankan ibadah puasa di minggu pertama pelaksanaannya. Diare pada saat berpuasa, umumnya timbul di pagi hari.Demikian pemaparan Ketua Persatuan Ahli Penyakit Dalam Indonesia, Dr Ari Fahrial Syam dalam keterangan tertulis yang diterima Health Liputan6.com, ditulis pada Sabtu (28/6/2014)Menurut Dr Ari, penyebab utama diare adalah konsumsi makanan yang tidak tepat. Baik saat sahur, maupun berbuka. Makanan terlalu pedas dan asam, menjadi pencetus terjadinya diare."Belum lagi makanan yang dicurigai sudah tercemar dan tetap dikonsumsi, menjadi penyebab kenapa pasien yang batal tersebut mengalami diare," kata Dr Ari.Maka itu, Dr Ari menyarankan, agar kita pintar dalam memilih menu apa saja yang layak untuk dikonsumsi selama berpuasa. Jangan sampai, karena salah salah dalam memilih menu, Anda batal berpuasa dan harus menggantinya setelah puasa usai.Selain diare, tambah Dr Ari, nyeri ulu hati merupakan kondisi yang sering dikelukan oleh pasien yang sedang berpuasa di awal-awal waktu pelaksanaannya. Nyeri ulu hati memang ti [...]

Karet Loom Band Bisa Terjebak di Hidung, Waspada

Karet Loom Band Bisa Terjebak di Hidung, Waspada

Loom band sempat membuat heboh dengan temuan adanya zat berbahaya yang memicu kanker. Dan kini para orangtua kembali diperingatkan agar lebih waspada karena karet gelang warna warni ini beberapa kali menimbulkan kecelakaan pada anak seperti terhirup hidung.Berdasarkan Journal of Laryngology & Otologi, empat anak dibawa ke rumah sakit di Skotlandia hanya dalam satu minggu karena karet gelang itu terjebak.Loom band merupakan anyaman dari karet warna warni (rubber band) yang dapat dibuat menjadi gelang, kalung, dan sejumlah aksesori lainnya. Bahkan Duchess of Cambridge terlihat memakainya.Serangkaian kecelakaan dialami anak-anak akibat loom band seperti kerusakan pada mata. Staf dari Departemen THT di Rumah Sakit Monklands di Airdrie menjelaskan, loom band menjadi populer namun orang harus menyadari risiko yang dimunculkan.Pada September Kyle Lawrence (7) mengalami kerusakan penglihatan permanen setelah saudaranya tak sengaja mengenai matanya dengan karet gelang saat sedang menganyamnya.Anak dari Lincolnshire itu mengalami katarak yang menyebabkan kerusakan permanen di otot mata kirinya. "Meskipun empat kasus itu diselesaikan tanpa perlu anastesi umum, prevalensi terus melonjak d [...]

Gabby Gingras, si Manusia Tanpa Rasa Sakit

Gabby Gingras, si Manusia Tanpa Rasa Sakit

Bagaimana jika Anda sama sekali tidak punya rasa sakit saat tubuh disakiti? Mungkin membayangkannya saja tidak bisa. Namun inilah yang dialami oleh Gabby Gingras. Sejak bayi ia hidup sebagai manusia yang tak bisa merasakan sakit. Empat bulan awal kehidupannya ia seperti bayi normal. Orangtua Gabby menemukan keanehan saat mulai tumbuh gigi. Ia bisa menggigit jari-jari mungil hingga terluka bahkan menggigit lidah seperti mengunyah permen karet. Setelah pergi ke dokter dan mencari tahu apa yang terjadi di internet baru diketahui baru menemukan istilah "hereditary sensory autonomic neuropathy" disingkat menjadi HSAN. Seperti dilansir laman ABC News, Jumat (10/7/2014), HSAN adalah kelainan genetik sangat langka yang memengaruhi saraf sensorik. Serabut saraf di tubuh Gabby tak bisa mendeteksi rasa sakit. Dan kelainan ini tak ada obatnya. "Hal yang paling berbahaya adalah ia tak bisa merasakan sakit. Dia bisa saja mematahkan kaki, menggaruk mata tanpa disadarinya,"tutur Dr Felicia Axelrod, ahli terkemuka di bidang saraf. Saat batita ia bisa mengantukkan kepala ke sudut meja yang tajam namun ia tak merasakan sakit. Oleh karena itu ia dipakaikan helm dan kacamata agar t [...]

Kenapa Rebusan Mi Instan Tak Baik untuk Pencernaan?

Kenapa Rebusan Mi Instan Tak Baik untuk Pencernaan?

Sebagian dari Anda mungkin sudah mengetahui saat mengolah mi instan, disarankan tanpa menyertakan air rebusannya saat mengonsumsinya. Selain mengandung lilin, mi juga mengandung telur kering yang dapat merusak sistem kerja pencernaan tubuh.Saking bahayanya bagi sistem pencernaan, Chef Jojo Ramen, Johan Nainggolan juga mengatakan ia harus merebus air dua kali untuk bisa makan mi instan yang aman bagi pencernaan."Bukan apa-apa, sebenarnya yang bahayakan kesehatan pada mi itu ada di pelapisnya. Mi itu kebanyakan mengandung telur. Makan telur kering kan nggak bagus. Kalau itu masuk ke badan, sama aja makan telur kering. Saya sendiri akan merebus mi dua kali," kata Chef Jo saat ditemui beberapa waktu lalu dan ditulis Senin (27/1/2014).Sementara itu, Chef Jo mengakui, saat ini mi olahan yang ada di Jojo Ramen masih diproses sendiri karena kita belum punya mesinnya. Sementara kuahnya, dibuat selama 3 hari 3 malam untuk mendapatkan rasa yang pas dan aman bagi pencernaan. "Kita ada 5 tungku, tungku pertama untuk masak 12 jam, tungku kedua 12 jam begitu selanjutnya. Kalau nggak laku, kita buang. Jadi kita bisa bilang ramen kita fresh tanpa endapan". "Sampai sekarang, kita masih minta minta p [...]

Telemedicine, Solusi Minimnya Tenaga Kesehatan di Pedalaman

Telemedicine, Solusi Minimnya Tenaga Kesehatan di Pedalaman

Masyarakat perkotaan maupun mereka yang tinggal di Pulau Jawa tidak akan menemui kesulitan saat membutuhkan tenaga kesehatan. Namun tidak bagi mereka yang tinggal di Indonesia bagian Timur terutama di daerah terpencil, di kepulauan. Dokter umum saja sulit apalagi dokter spesialis. Untuk mengatasi hal itu salah satu cara yang akan dikembangkan adalah telemedicine. "Telemedicine adalah sebuah sarana konsultasi dengan menggunakan alat komunikasi antara petugas kesehatan lokal di daerah terpencil dengan dokter maupun dokter spesialis yang ada di Jakarta. Mulai dari memberikan informasi hingga pelayanan medis jarak jauh," terang sekretaris jenderal doctorSHARE, organiasi kesehatan nirlaba yang telah merambah Indonesia Timur, dr. Luyanti, MARS saat perayaan ultah doctorSHARE di Mega Glodok Kemayoran, Jakarta pada (21/11/2014). Program ini rencananya akan dikembangkan oleh organiasi kesehatan nirlaba, doctorSHARE pada tahun 2015 dimulai dari Kabupaten Tambrauw, sebuah daerah di Papua Barat. Bukan tanpa sebab hadirnya program ini. Menurut pengalaman selama ini berkunjung ke daerah-daerah terpencil faktor geofrafis seperti ombak tinggi dan jauhnya perjalanan menuju fasilitas kesehatan me [...]

IDI: Masyarakat Tak Perlu Khawatir Bila Ditangani Dokter Ayu cs

IDI: Masyarakat Tak Perlu Khawatir Bila Ditangani Dokter Ayu cs

Gelar mantan narapidana akan disandang dr Dewa Ayu Sasiary Prawani, dr Hendi Siagian, dan dr Hendry Simanjuntak setelah ketiganya menghirup udara bebas. Sedangkan di masyarakat Indonesia sendiri, gelar seperti itu masih dianggap menakutkan, sekalipun ketiganya dinyatakan tidak bersalah.Lantas, bagaimana tanggapan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dalam menyikapi hal seperti ini?Menurut Ketua Umum IDI Dr. Zaenal Abidin, MH. Kes, ketiganya merupakan tenaga terampil yang layak untuk diberi kesempatan. Sebab, saat ini, orang-orang seperti ketiga dokter itu sangat dibutuhkan untuk menolong para pasiennya."Saya yakin mereka semua tidak bersalah. Mereka semua telah melakukan sesuai prosedur. Kalau masih ada yang takut, itu wajar. Tapi saya yakin, itu tak akan lama (rasa takut masyarakat terhadap ketiga dokter tersebut," kata Zaenal Abidin saat diwawancarai Health Liputan6.com melalui sambungan telepon pada Jumat (7/2/2014)Menurut Zaenal, kemampuan yang dimiliki oleh ketiganya harus digunakan sebaik-baiknya. Dengan kebebasan itu, akan banyak manfaat yang didapat. "Dibanding dengan mereka dipenjara, mereka akan lebih bermanfaat bila bekerja," kata dia lagi menjelaskan.Belum mengertiBeberapa wa [...]

Jangan Sembarang Sebut Kasus MERS-CoV sebagai Endemi!

Jangan Sembarang Sebut Kasus MERS-CoV sebagai Endemi!

Tidak mudah untuk dapat mengategorikan suatu wabah penyakit apakah tergolong epidemi, endemi, atau pandemi. Terutama untuk menyebut virus MERS-CoV, yang saat ini tengah menjadi topik hangat di berbagai media.Kepala Badan Litbangkes Kemeterian Kesehatan Republik Indonesia, Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP (M), DTM&H, MARS menyayangkan, masih ada media yang menyebut kalau virus korona ini menjadi endemi yang berbahaya, menakutkan, dan mematikan. Menurut dia, belum bisa dikatakan dengan pasti, kalau MERS-CoV cocok disebut dengan endemi."Meski begitu, MERS-CoV juga belum dapat dimasukkan ke dalam kriteria pandemik," kata Tjandra Yoga di Ruang Direksi Rumah Sakit Persahabatan, jakarta Timur, Rabu (7/5/2014)Untuk dapat menyebut suatu penyakit dengan pandemik, Indonesia harus merujuk pada Public Health Emergency of International Concern. Dalam kesempatan itu, pria yang juga anggota Emergency Committee WHO untuk MERS-CoV menerangkan, ada empat hal yang harus diperhatikan dengan benar, supaya penyakit dapat dikatakan endemi.1. Tergolong baruAgar dapat dikatakan endemi, virus MERS-CoV haruslah benar-benar baru. Sedangkan saat ini, kata dia, virus yang diduga tertular dari unta itu ta [...]

Tinja Bocah Ini Keluar di Dalam Perut

Tinja Bocah Ini Keluar di Dalam Perut

Tak ada yang menyangka kalau bocah periang berusia tiga tahun ini memiliki penyakit langka yang disebut Sindrom Conradi-Hunermann. Ia tidak bisa mendengar dan menderita skoliosis (kelainan tulang belakang) yang mengancam hidupnya.Grace Anna Rodgers yang memiliki rambut ikal pirang ini memang anak ceria. Ia senang bernyanyi sejak usianya 16 bulan. Bahkan pada 2013 lalu, ia sempat populer di situs YouTube karena menyanyikan lagu 'Your Are My Sunshine to Hallelujah' yang dilihat hampir 350.000 orang di seluruh dunia.Menurut ibunya, Angie Rodgers (40), Grace termasuk anak yang cerdas tapi tidak bisa berjalan. Namun ia sudah bisa bernyanyi bahkan sebelum ia mulai berbicara."Grace memang lahir melalui operasi caesar karena mekonium atau tinja bayi keluar di dalam perut sehingga mengancam jiwa bayi. Ia anak yang habat karena dapat bertahan hidup pada 2012 setelah melakukan operasi rumit akibat paru-parunya yang rusak," kata Angie, seperti ditulis ABCNews, Jumat (24/1/2014).Angie bercerita, setelah pulang dari rumah sakit, sekitar 16 bulan kemudian, gadis kecil ini mengaku sangat senang menyanyi.Sindrom Conradi-Hunermann merupakan penyakit langka yang diketahui karena genetik yang ditandai [...]

Liza Natalia: Wanita Perlu Jaga Tubuh dengan Olahraga

Liza Natalia: Wanita Perlu Jaga Tubuh dengan Olahraga

Liza Natalia mengatakan, wanita harus mengetahui bahwa keindahan tubuhmanusia ada masanya untuk pudar. Semakin tua usia seorang wanita, semakin susut apa yang dimilikinya, termasuk payudara."Tidak hanya itu, metabolismenya susut, hormonalnya juga susut, belum lagi nanti kalau dia menopause. Maka itu, berolahragalah untuk menjaga tubuh tetap kencang," kata Liza Natalia.Dalam acara `I Move - Get Shape With I Move` di Mall Kelapa Gading, Jakarta, ditulis pada Jumat (19/9/2014), Instruktur Zumba mengatakan, seandainya wanita sering nge-gym, akan membantu otot dan menjaga otot tetap stabil."Jadi, kalau bisa seiring bertambahnya usia, maka olahraga membuat kita lebih baik. Senam lantai juga bisa," kata dia.Liza pun berpesan agar wanita mulai sadar diri karena umur dan hidup yang dimilikinya hanya sekali. Terlebih, waktu tidak bisa diputar lagi. Untuk itu, berolahragalah untuk menjaga tubuh agar tetap kencang. [...]

Sejak 2010, Kasus Malaria di Indonesia Menurun

Sejak 2010, Kasus Malaria di Indonesia Menurun

Dalam memeringati hari malaria sedunia yang jatuh tepat hari ini, Kementerian Kesehatan merilis pencapaian Indonesia dalam menurunkan kasus malaria di sejumlah daerah. Seperti disampaikan Direktur Jendral Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI, Prof. Tjandra Yoga Aditama bahwa malaria disebabkan oleh sebuah parasit berupa plasmodium. Parasit ini ditularkan dari satu penderita ke orang lain melalui nyamuk. Ada 4 (empat jenis) plasmodium di Indonesia yaitu falciparum, vivax, ovale dan malariae. "Dalam World Malaria Report 2012 dikatakan bahwa 3,3 milyar penduduk dunia berisiko malaria dan terdapat 219 juta kasus positif malaria. Di Indonesia sendiri terdapat 417.819 kasus positif malaria pada tahun 2012 dan menurun pada 2013 menjadi 343.527 kasus," tulis Tjandra dalam surat elektronik yang dikirimkan ke Liputan6.com, ditulis Jumat (25/4/2014). Tjandra melaporkan, dari seluruh kasus di Indonesia, hampir 80 persen kasus paling tinggi malaria berasal dari 5 provinsi di wilayah timur Indonesia yaitu Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku dan Maluku Utara. Menurut Tjandra, saat ini Kementerian Kesehatan akan melaksanakan akselerasi pad [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *