5 Cara Menghilangkan Komedo Secara Alami & Ampuh

cara menghilangkan komedo secara alami

Cara Menghilangkan Komedo Secara Alami – Dari jauh, komedo memang tidak terlihat. Tetapi, bisakah Anda bayangkan kalau suatu saat pasangan Anda menatap Anda dengan dekat dan melihat bahwa Anda memiliki komedo? Pasti sangat menjengkelkan, bukan? Cobalah 5 cara menghilangkan komedo dengan bahan alami ini agar momen romantis bersama pasangan tidak berakhir buruk seperti dilansir dari Crunchy Betty, Kamis (16/10/2014).

Cara Menghilangkan Komedo Secara Alami

1. Kelupas Kulit Anda secara Rutin

Bagi Anda yang memiliki komedo sekaligus kulit yang berminyak, gunakanlah biji pala dan susu. Biji pala berguna untuk menyingkirkan minyak dan memuluskan kulit. Sedangkan asam laktat pada susu membantu menyingkirkan sel kulit mati.

Cara memakainya, campurkan bubuk biji pala dengan susu, oleskan pada hidung lalu pijit dengan gerakan melingkar. Lakukan selama 3-5 menit lalu bilas.

2. Gunakan Madu

Mirip seperti cara pertama. Bedanya, Anda tinggal oles dan pijat madu pada hidung tanpa campuran apapun. Madu yang lebih lengket akan lebih baik.

Selain dapat mengangkat komedo, madu juga dapat menjadi antibakteri dan antioksidan.

3. Cobalah Masker Telur

Masker telur dianggap cara yang paling efektif untuk menghilangkan komedo. Oleskan bagian putih telur pada komedo lalu biarkan hingga mengering. Lakukan hingga 2-3 kali. Diamkan 15 menit dan Anda akan merasakan wajah Anda mengencang. Setelah itu, gosok wajah Anda menggunakan kain basah hangat.

Cara tersebut dapat membuat wajah Anda bebas dari komedo dan menjadi super halus dan lembut.

4. Tanah Liat

Mirip seperti cara ke-3. Sediakan tanah liat khusus untuk kosmetik. Campurkan 1 sendok makan cuka sari apel dan aduk sampai merata. Oleskan pada hidung dan diamkan selama 15-20 menit.

Untuk membilasnya, gunakan kain basah hangat. Tempelkan sesaat pada kulit, lalu usap dengan perlahan.

5. Bersihkan dengan Sikat Gigi

Cara ini hanya boleh Anda lakukan jika ke-4 cara sebelumnya gagal. Gunakan sikat gigi khusus untuk membersihkan komedo. Oleskan bulu sikat gigi dengan cairan lemon dan dua tetes jojoba oil. Kemudian, gosokkan pada komedo. Lakukan ini dengan gerakan melingkar dan selembut mungkin. Setelah itu, bilas hingga bersih.

Untuk cara terakhir, jangan pernah dilakukan lebih dari seminggu sekali. Gosokan juga jangan sampai mengenai mata dan bekas luka karena akan sanga sakit.

Itulah beberapa cara menghilangkan komedo secara alami dengan bahan alami. Anda tinggal pilih, cara mana yang paling mungkin Anda lakukan.

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Awal Cerita Kala Polio Mewabah di Indonesia pada 2005

Awal Cerita Kala Polio Mewabah di Indonesia pada 2005

Pakar tumbuh kembang anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dr. Soedjatmiko, SpA (K), Msi menceritakan, wabah polio yang menghebohkan masyarakat Indonesia pada pertengahan 2005 sampai 2006, terjadi karena adanya kontak langsung antara jamaah haji asal Indonesia dengan jamaah asal Sudan dan Nigeria. Di mana sejak 2003 sampai 2006, kedua negara tersebut mengalami wabah polio dengan jumlah kasus yang cukup banyak. "Saat orang yang mengalami kontak langsung itu pulang ke kampung halamannya, dan di kampungnya banyak orang yang tidak mau diimunisasi, semakin cepatlah penyebarannya. Tak pelak dalam waktu singkat, empat desa yang ada di Jawa terserang virus itu. Dan dalam waktu dua minggu, mengalamilah yang namanya polio," kata Soedjatmiko. Akibat dari penyebaran yang begitu cepat, 1.500 orang dinyatakan lumpuh, dan sekitar 350 orang dinyatakan lumpuh total dan akhirnya meninggal dunia. "Semua yang kena ini rata-rata mereka yang tidak diimunisasi. Ada satu keluarga, di mana salah seorang anggota keluarganya tidak diimunisasi menjadi korban. Sedangkan yang diimunisasi lengkap, hanya terkena dampaknya sebentar saja," kata Soedjatmiko. Tak lama kemudian, wabah itu pun m [...]

3 Cara Memperkuat Gigi

3 Cara Memperkuat Gigi

Banyak yang menganggap kekuatan gigi ditentukan pada masa anak-anak hingga remaja. Setelah dewasa, maka tidak ada kesempatan lagi untuk merawat dan memperkuat gigi. Pendapat ini salah. Ketika Anda dewasa, masih banyak cara lain yang dapat dilakukan untuk merawat dan memperkuat gigi. Dilansir dari Howstuffworks pada Kamis (23/10/2014) memperkuat gigi dapat dilakukan dengan cara menempatkan mineral kembali ke enamel gigi atau yang dinamakan dengan remineralisasi. Berikut 3 cara remineralisasi. Pastikan Dapat Cukup Flouride Flouride dapat membantu membuat kristal yang membentuk kembali enamel gigi lebih tahan lama. Flouride juga dapat menghentikan pertumbuhan bakteri yang memproduksi asam. Ada dua cara untuk menambah asupan flouride untuk gigi. Pertama, flouride topikal, yaitu memberikan flouride langsung ke gigi melalui pasta gigi. Kedua, flouride sistemik yang digunakan dengan cara diminum. Beberapa kandungan makanan yang mengandung banyak flouride adalah ikan dan teh hijau. Makan Makanan Penguat Gigi Salah satu penyebab kerusakan gigi adalah bakteri yang ada di mulut. Untuk mengatasinya, ada beberapa makanan yang dapat menghilangkan bakteri tersebut, diantaranya ada [...]

Pertama Kalinya, Pasien Koma Bisa Bilang ‘Saya Tidak Sakit’

Pertama Kalinya, Pasien Koma Bisa Bilang ‘Saya Tidak Sakit’

Bila sebelumnya kita mengetahui bahwa pasien vegetatif (persistent vegetative state) atau yang mengalami koma biasanya tidak dapat merespon rangsangan apa pun dari luar dirinya meski sadar, kini dunia medis dikejutkan dengan pasien koma, Scott Routley (39) yang mampu memberitahu ahli medis bahwa dirinya tidak sakit. Dikutip laman News, Senin (21/4/2014), Scott diketahui mengalami kerusakan otak serius akibat kecelakaan mobil sehingga dinyatakan koma sejak 10 tahun lalu. Namun sejak itu juga peneliti telah mencatat tanggapan orang koma melalui MRI (alat pemindai otak dan jaringan tubuh lain). Profesor yang juga peneliti utama dari Kanada University of Western Ontario, Adrian Owen mengatakan bahwa Scott tetap sadar walaupun tidak bisa merespon apa pun. "Scott telah mampu menunjukkan bahwa ia sadar. Kami telah mengamati beberapa kali pola aktivitas otaknya. Penelitian menunjukkan dia bisa menjawab pertanyaan kami dengan jelas dan kami percaya dia tahu siapa dirinya dan di mana dia berada," kata Prof Owen. Prof Owen pun menyampaikan, buku mengenai kondisi pasien koma harus direvisi ulang karena kondisi Scott menunjukkan bahwa dirinya bisa merespon saat ia dimandikan dan diberi mak [...]

Rombongan Penyakit Pengintai Pengungsi Korban Banjir

Rombongan Penyakit Pengintai Pengungsi Korban Banjir

Musim penghujan dengan curah tinggi menyebabkan beberapa titik di Jakarta dan sekitarnya dilanda banjir. Masalah banjir ini membuat tidak sedikit orang memilih tinggal di pengungsian, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP(k), MARS, DTM & H, DTCE mengingatkan untuk selalu waspada terhadap beberapa penyakit."Jangan sampai saat banjir masyarakat lupa kesehatan. Kalaupun memilih di pengungsian juga perlu memperhatikan kebersihan dan menjaga kesehatan," katanya dalam video rilis yang diterima Liputan6.com, (20/1/2014). Prof. dr. Tjandra mengatakan ada tujuh penyakit yang perlu diwaspadai saat dipengungsian, yaitu:1. DiareFasilitas dan sarana kebersihan di pengungsian serba terbatas termasuk ketersediaan air bersih. Itu semua menjadi potensial menimbulkan penyakit diare disertai penularan yang cepat. "Diare timbul juga karena makanan, untuk itu saat di pengungsian juga sebaiknya mengonsumsi makanan sehat dan bersih. Selain itu juga perlu mencuci tangan dengan sabun sebelum makan agar untuk menghindari penyakit diare," kata Prof. Tjandra.2. Infeksi Saluran Cerna atau Demam tifoidFaktor kebersihan makanan memegang peranan penting un [...]

Tarif Dokter Gigi di Puskesmas Sama dengan Tarif Bayar Toilet

Tarif Dokter Gigi di Puskesmas Sama dengan Tarif Bayar Toilet

Perubahan tarif khususnya untuk dokter gigi di fasilitas kesehatan primer di puskesmas atau klinik masih dikeluhkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Menurut ketua IDI, Dr. Zaenal Abidin, tarif kapitasi atau tarif yang berlaku di fasilitas kesehatan primer yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan itu masih kecil. Bahkan tarif untuk dokter gigi disamakan dengan tarif toilet. "Masih terasa tarif kapitasi dokter gigi Rp 2.000. Sama saja kayak bayar toilet," kata Zaenal di sela-sela acara evaluasi 100 hari BPJS Kesehatan di Media Center BPJS Kesehatan, Jakarta, Kamis (10/4/2014). Zaenal menilai, pemerintah perlu merevisi tarif kapitasi serta beberapa tarif paket rumah sakit (INACBGs) yang dinilai belum bisa diterima dokter. [...]

Penelitian Ilmuwan RSCM demi Tingkatkan Mutu Hidup Pasien

Penelitian Ilmuwan RSCM demi Tingkatkan Mutu Hidup Pasien

Penelitian telah menjadi barang wajib di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), termasuk penelitian yang berkaitan dengan pengobatan secara menyeluruh (Paripurna) bagi para pasien lanjut usia. Dengan penatalaksanaan semacam ini, prosedur pengobatan pun menjadi sederhana.Dr. dr. Czeresna Heriawan S, SpPD(K), menceritakan bahwa sebelum 1996, sembilan puluh persen pasien usia lanjut kerap mengidap lebih dari satu penyakit, yang membuat dia harus bertemu dengan lebih dari satu orang dokter. Ada yang mengidap empat macam penyakit, dan ada pula yang lebih dari itu. Belum lagi ditambah dengan penyakit penyerta lainnya."Misalnya, ada yang mengidap penyakit diabetes, tekanan darah tinggi, dan regenerasi dengan penyakit penyerta jantung koroner. Karena dulu belum ada paripurna, mau tak mau pasien harus menemui satu per satu dokter sesuai dengan jenis penyakitnya," kata dia di Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta, Kamis (4/12/2014)Beban lain yang harus diderita oleh para pasien adalah harus mengonsumsi lebih dari satu macam obat. "Taruhlah satu penyakit obatnya tiga macam, secara otomatis dia harus makan 12 obat," kata Heriawan menambahkan.Kondisi sema [...]

5 Kondisi yang Bikin Kulit Tampak Tua

5 Kondisi yang Bikin Kulit Tampak Tua

Penuaan merupakan bagian tak terhindarkan dari kehidupan kita. Seberapa cepat proses penuaan itu tergantung pada gaya hidup yang kita jalani. Bila kita benar dalam menjalankannya, maka akan terlihat muda meski usia sudah tergolong matang. Kita mungkin tak pernah sadar, apa yang kita lakukan dapat memengaruhi proses itu berjalan dengan begitu cepat. Untuk itu, ada beberapa hal yang patut kita perhatikan, agar terhindar dari penuaan dini, seperti dikutip Health Me Up, Jumat (25/7/2014) 1. Penggunaan sabunKulit kita memiliki acid mantle yang bertingak seperti lapisan pelindung alami untuk kulit. Bila menggunakan sabun biasa yang bersifat basa, maka akan membuat kulit menjadi kering. Sedangkan kulit kering, rentan terhadap keriput dan garis-garis halus di wajah. Sebagai gantinya, gunakan pembersih bebas kimia. 2. Diet tidak sehatMakan terlalu banyak makanan yang diolah dan tidak sehat, terlebih tinggi akan lemak, dengan cepat membuat pinggang kita lebar. Selain itu, makanan tidak sehat apa pun jenisnya, dapat memperparah kondisi wajah dan mengganggu penampilan kita. Biasakan mengonsumsi makanan sehat seperti sayuran dan buah-buahan, yang dipenuhi dengan nutrisi dan antioksidan, [...]

Saat Mudik, Ortu Perlu Berikan Ini untuk Anaknya yang Autis

Saat Mudik, Ortu Perlu Berikan Ini untuk Anaknya yang Autis

Membawa serta buah hati dalam perjalanan mudik dibutuhkan perhatian ekstra dari orangtua, terlebih bila melakukan perjalanan menggunakan kendaraan pribadi. Orangtua harus memahami benar psikologis seorang anak, dan tahu kapan harus menghentikan kendaraan untuk beristirahat. Untuk anak dengan kategori normal saja, orangtua harus ketat dalam hal memberikan perhatian. Apalagi dengan orangtua yang memiliki anak dengan kondisi autisme, sudah pasti jauh lebih ketat daripada ini."Memang harus ada pengawalan ketat dari orangtua. Kalau memungkinkan, dengan diet bebas gluten. Karena akan membuat anak lebih tenang," kata Dr Kresno Mulyadi, SpKJ kepada Health Liputan6.com ditulis Sabtu (26/7/2014)Bila kondisi autisme pada anak tergolong berat, dianjurkan agar para orangtua meminta bantuan tenaga profesional untuk diberikan obat penenang yang sifatnya sementara, bukan untuk jangka waktu yang panjang."Saya beritahu bahwa obat penenang ini tidak menyembuhkan, melainkan membantu ketenangan seorang anak. Atau mereka akan tenang ketika diberikan terapi perilaku," kata Kresno menambahkan.Pria yang akrab disapa Kak Kresno melanjutkan, pentingnya diet gluten free untuk anak dengan autisme akan berdampa [...]

Kecepatan Otak Menurun Setelah Usia 24 Tahun

Kecepatan Otak Menurun Setelah Usia 24 Tahun

Apabila Anda sudah berada di usia akhir 20-an atau lebih tua, pikiran Anda tak setajam dulu lagi. Para ilmuwan meyakini otak kita mulai menurun kemampuannya setelah usia 24 tahun."Setelah usia 24 tahun, pemain menunjukkan perlambatan dalam kecepatan kognitif yang dikenal penting dalam kinerja," kata penulis penelitian Joe Thompson, mahasiswa PhD di Simon Fraser University, Kanada.Peneliti menggunakan game komputer untuk mengukur kinerja motor kognitif para pemain, yakni seberapa cepat otak bereaksi dengan hal-hal yang terjadi di sekitarnya, yang memungkinkan Anda bertindak selama tugas seperti menyetir. Ada 3.300 orang berusia 16-64 tahun yang terlibat dalam permainan pertempuran yang dikenal dengan StarCraft II. Ini merupakan permainan strategi yang populer. Pemainnya bersaing membentuk tentara dan menaklukkan dunia ilmiah fiksi. Selain itu pemain bsia membeli dan menjual pesawat ruang angkasa, mengupgrade senjata dan berperang sesama pemain."Starcraft seperti catur dengan kecepatan tinggi.... Anda hanya membuat gerakan sebanyak mungkin yang Anda mau, secepat yang Anda bisa," kata Thompson.Hasilnya, kinerja otak menjadi lambat pada permainan. Mereka yang usianya lebih dari 24 ta [...]

WNI Tinggal di Luar Negeri Tak Ditanggung BPJS Kesehatan?

WNI Tinggal di Luar Negeri Tak Ditanggung BPJS Kesehatan?

Meskipun peraturan perundangan mengenai warga negara asing yang tinggal di Indonesia sudah ada, tapi ternyata aturan mengenai warga negara Indonesia yang tinggal di luar negeri belum diatur masuk dalam peserta BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan."WNI (Warga Negara Indonesia) yang tinggal di luar negeri belum bisa jadi peserta BPJS Kesehatan. Karena disana mereka memiliki jaminan kesehatan yang ditanggung negara yang ditempatinya," kata Kepala Departemen Hubungan Masyarakat, Irfan Humaidi saat temu media di Jakarta, Kamis (9/1/2014).Menurut Irfan, warga negara kita yang akan tinggal di luar negeri biasanya harus membayar sejumlah uang untuk jaminan kesehatan di sana. "Jadi akan sama seperti sistem sekarang, Kesehatan warga negara asing kita jamin, warga negara Indonesia di negara asing mereka yang jamin," jelasnya."Seperti di Eropa, jaminan kesehatan ditanggung di sana. Ketika masuk Eropa ada kewajiban bayar. Jadi belum masuk BPJS Kesehatan tidak apa karena sudah ditanggung," tambahnya.(Fit/Abd) [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *