Ini yang Perlu Diketahui Tentang Anemia Megaloblastik

Ini-yang-Perlu-Diketahui-Tentang-Anemia-Megaloblastik.jpg

Pernahkah Anda mendengar mengenai sel darah merah yang ukurannya besar-besar? Dalam istilah medis hal tersebut dikenal sebagai anemia megaloblastik.

Anemia megaloblastik merupakan suatu kondisi di mana sumsum tulang belakang memproduksi sel darah merah yang besarnya tidak wajar, strukturnya tidak normal, dan belum matang atau disebut megaloblast. Sel darah merah ini tidak dapat melaksanakan fungsi untuk menghantarkan oksigen ke jaringan.

Pembuatan darah berada di sumsum tulang belakang. Di sana sel darah merah, sel darah putih, dan sel pembekuan darah dibuat. Ketika jumlah sel darah merah sehat yang berada di sirkulasi darah jumlahnya tidak mencukupi, maka terjadilah anemia.

Perbedaan antara sel darah merah normal dan sel darah merah yang mengalami anemia megaloblastik. Pada gambar tersebut tampak sel darah merah pada anemia megaloblastik memiliki ukuran yang lebih besar.

Anemia megaloblastik disebabkan oleh kekurangan vitamin B12 (kobalamin) atau vitamin B9 (asam folat). Kedua jenis vitamin ini memiliki peranan penting pada pembuatan sel darah merah. Selain karena kurangnya asupan kedua vitamin tersebut, defisiensi vitamin B12 juga dapat disebabkan oleh adanya autoantibodi terhadap faktor intrinsik (protein yang terdapat di dalam perut yang berperan dalam penyerapan B12).

Tubuh sebenarnya dapat menyimpan cadangan vitamin B12 dalam jangka panjang, jadi asupan vitamin B12 yang tidak adekuat harus terjadi bertahun-tahun (setidaknya 3-5 tahun) sebelum seseorang mengalami anemia megaloblastik. Oleh sebab itu, gejala anemia sering kali tidak tampak pada tahun-tahun awal. Anemia megaloblastik paling sering ditemukan pada orang dengan rata-rata usia 60 tahun.

Sama dengan anemia lainnya, gejala yang ditimbulkan terjadi akibat berkurangnya hantaran oksigen ke berbagai jaringan tubuh. Gejala tersebut antara lain adalah mudah lelah, sesak napas, sulit berkonsentrasi, dan berdebar-debar.

Defisiensi vitamin B12 juga mempengaruhi fungsi sistem saraf. Gejala yang ditimbulkan akibat kerusakan sistem saraf dapat muncul sebelum orang tersebut diketahui mengalami anemia. Anemia megaloblastik dapat mencetuskan gangguan saluran pencernaan, glossitis (peradangan lidah), perubahan kepribadian, psikosis, dan gangguan saraf.

Anemia megaloblastik dapat terjadi pula pada penderita HIV dan penyakit myelodysplasia (penyakit pada sumsum tulang) akibat terjadinya intervensi pada saat proses sintesis DNA.

Jadi apa penyebab utama defisiensi vitamin B12? Halaman berikut penjelasannya:

Ini yang Perlu Diketahui Tentang Anemia Megaloblastik

Penyebab Utama Defisiensi Vitamin B12

  • Kurangnya asupan vitamin B12, terutama pada vegetarian atau orang-orang yang menghindari memakan daging, telur, dan produk susu

  • Gangguan pada sel-sel pelapis lambung sehingga mengganggu penyerapan vitamin B12, terutama ditemukan pada lansia

  • Proses autoimun akibat kegagalan produksi faktor intrinsik yang menyebabkan penghancuran sel-sel pelapis lambung

  • Penyakit pada ujung usus kecil paling akhir seperti peradanan usus, limfoma, dan pemotongan usus

  • Paparan terhadap nitrouse oxide

  • Kelainan bawaan

  • Beberapa jenis obat, seperti purine analogs (6-mercaptopurine, 6-thioguanine, acyclovir), pyrimidine analogues (5-fluorouracil, 5-azacytidine, zidovudine), ribonucleotide reductase inhibitors (hydroxyurea, cytarabine arabinoside) dan obat yang mempengaruhi metabolism kobalamin (p -aminosalicylic acid, phenformin, metformin)

Penyebab Defisiensi Asam Folat

Kebutuhan harian asam folat dewasa adalah sekitar 400 mikrogram per hari. Berbeda dengan vitamin B12, tubuh tidak dapat menyimpan asam folat dalam jumlah banyak. Sehingga bila penyimpanan berkurang, defisiensi asam folat dapat terlihat 3-4 minggu setelah pemberhentian konsumsi asam folat. Jadi, apa saja penyebab dari defisiensi asam folat?

  • Kurang mengonsumsi makanan yang kaya akan asam folat

  • Bertambahnya kebutuhan asam folat, seperti pada kehamilan dan menyusui

  • Gangguan atau peradangan saluran pencernaan yang menyebabkan penyerapan berkurang

  • Beberapa obat yang dapat menyebabkan defisiensi asam folat antara lain metformin, phenobarbital, dihydrofolate reductase inhibitors (trimethoprim, pyrimethamine), methotrexate, dan asam valproate

Bagaimana cara mencegahnya? Halaman selanjutnya selengkapnya:

Ini yang Perlu Diketahui Tentang Anemia Megaloblastik

Bagaimana Cara Mencegahnya?

Pencegahan anemia yang berhubungan dengan gizi tentunya dicegah dengan mengonsumsi asupan makanan yang bergizi baik. Dalam kasus ini, untuk mencegah anemia megaloblastik maka Anda dapat mengonsumsi:

  • Daging

  • Telur

  • Produk susu

  • Sayuran hijau

Bila anemia megaloblastik disebabkan oleh proses autoimun maka tidak dapat dicegah.

Defisiensi vitamin B12 yang disebabkan oleh operasi saluran pencernaan atau penyakit saluran pencernaan dapat dicegah dengan mengatasi penyebab utamanya terlebih dahulu.

Pada vegetarian dan vegan, anemia defisiensi dapat dicegah dengan mengonsumsi suplemen tambahan vitamin B12 dan asam folat.

Sumber: KlikDokter.com

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Anemia, Bisa Disembuhkan?

Anemia, Bisa Disembuhkan?

Anemia adalah suatu kondisi medis dimana terjadi kekurangan hemoglobin (Hb) yang bertugas mengantarkan oksigen menuju sistem tubuh. Secara umum anemia bisa disebabkan 3 hal utama yaitu :1. PerdarahanPerdarahan yang menyebabkan anemia bisa merupakan perdarahan masif yang terjadi dalam waktu singkat, maupun perdarahan sedikit sampai sedang namun terjadi dalam jangka waktu panjang. Perdarahan masif dalam waktu singkat misalnya terjadi pada kondisi kecelakaan yang menimbulkan perdarahan banyak. Sedangkan perdarahan sedikit namun terjadi secara terus menerus misalnya terjadi pada kondisi menometroragia (menstruasi panjang dan lama) dan cacingan.2. Penurunan produksi sel darah merahPenurunan produksi sel darah merah terjadi antara lain pada kondisi anemia aplastik, leukemia, kurang asupan nutrisi pendukung pembentukan sel darah merah dan penyakit ginjal. Anemia aplastik merupakan kondisi dimana sumsum tulang belakang gagal membentuk ketiga komponen besar sel darah yaitu sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit (sel darah untuk membantu proses pembekuan darah). Sedangkan pada kondisi gagal ginjal yang terjadi adalah kemampuan tubuh membentuk sel darah merah secara keseluruhan [...]

Kenali Anemia, Diagnosis dan Cara Pengobatannya

Kenali Anemia, Diagnosis dan Cara Pengobatannya

Anemia bukanlah penyakit. Melainkan kondisi tubuh (medis) dimana tidak ada cukup sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen ke jaringan tubuh. Ketika jaringan tidak menerima jumlah oksigen yang cukup, banyak organ dan fungsi organ dalam tubuh yang terpengaruh.Bagaimana kita bisa mengetahui bahwa kita mengalami anemia? Untuk menegakkan diagnosis anemia, dokter akan menanyakan keluhanm melakukan pemeriksaan fisik, dan melakukan pemeriksaan darah di laboratorium. Anemia biasanya ditandai dengan gejala : Mudah lelah dan kehilangan tenaga Napas cepat Sakit kepala Kesulitan berkonsentrasi Kulit pucat Sulit tidur Apa sajakah penyebab anemia? Simak halaman berikutnya. Kenali Anemia, Diagnosis dan Cara Pengobatannya Secara umum terdapat 3 buah penyebab anemia yaitu perdarahan, penurunan produksi sel darah merah, dan penghancuran sel darah merah sebelum usia seharusnya. Mari kita bahas satu per s [...]

Darah Rendah Sama dengan Anemia?

Darah Rendah Sama dengan Anemia?

Banyak sekali orang yang mengira anemia dan darah rendah merupakan hal yang sama. Meskipun gejala yang ditimbulkan hampir serupa, namun anemia dan darah rendah merupakan suatu kondisi medis yang berbeda. Selain itu, masih ada yang beranggapan jika mengalami anemia pasti mengalami darah rendah (hipotensi). Begitu juga sebaliknya. Padahal anemia dan hipotensi tidak selalu berhubungan satu sama lain. Anemia dan hipotensi merupakan gejala suatu penyakit yang harus dicari penyebabnya.Anemia adalah suatu kondisi yang terjadi pada tubuh akibat kurangnya jumlah sel darah merah sehat yang berfungsi membawa oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. Anemia disebut juga sebagai kurang darah. Pemeriksaan yang dapat mengetahui seseorang terkena anemia adalah dengan menggunakan tes laboratorium darah untuk melihat nilai hemoglobin (Hb). Pada pria dikatakan anemia bila nilai Hb < 13 mg/dl, sedangkan pada wanita Hb < 12mg/dl.Anemia dapat menimbulkan gejala lemah, letih, lesu, pucat, pusing, sakit kepala, sulit berkonsentrasi, jantung berdebar, dan sesak napas. Penyebab anemia dapat diakibatkan oleh asupan gizi yang kurang, perdarahan, penyakt kronis maupun kelainan genetik.Lalu apa bedanya dengan [...]

Inilah Akibatnya Jika Anemia Dibiarkan

Inilah Akibatnya Jika Anemia Dibiarkan

Anemia merupakan suatu kondisi dimana kadar hemoglobin (Hb) kurang dari normal. Gejala yang umum ditemukan adalah mudah lelah dan sulit berkonsentrasi. Ada banyak sekali penyebab anemia, namun paling sering adalah anemia yang disebabkan karena kekurangan asupan nutrisi, misalnya zat besi.Berdasarkan derajatnya, anemia dibagi menjadi anemia ringan, sedang, dan berat. Sebagian besar kasus anemia di dunia adalah anemia ringan. Namun, sekalipun anemia ringan tetap saja dapat mengganggu transportasi oksigen dalam darah ke seluruh tubuh dan menyebabkan keluhan mudah lelah.Sedangkan anemia sedang-berat dapat menyebabkan tubuh menjadi lemas dan menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius.Pada anemia, jumlah sel darah merah berkurang dan menurunkan kemampuan tubuh menyerap oksigen. Jika terjadi dalam waktu lama dan tidak diatasi, maka akan menimbulkan komplikasi berupa, selengkapnya pada halaman selanjutnya: Inilah Akibatny [...]

Bahayakah Bila Anemia Dibiarkan dan Tidak Ditangani?

Bahayakah Bila Anemia Dibiarkan dan Tidak Ditangani?

Jangan pernah remehkan anemia sebagai hal yang biasa terjadi. Banyak sekali masyarakat Indonesia yang mengalami anemia dan sebagian besar di antaranya tidak menyadarinya sampai ditemukan hasil abnormal pada pemeriksaan darah.Sebagian besar kasus anemia merupakan anemia ringan. Meski anemia ringan dapat mengurangi pasokan oksigen di dalam pembuluh darah, hal tersebut dapat mengurangi kemampuan fisik dan kualitas hidup seseorang. Kelelahan dan sulit konsentrasi yang merupakan salah satu gejala anemia dapat mengganggu kemampuan seseorang untuk bekerja.Jumlah sel darah merah sehat yang sedikit menyebabkan berkurangnya kemampuan mengambil oksigen di paru-paru, dan masalah kesehatan yang serius dapat terjadi bila hal tersebut berlangsung lama dan tidak ditangani. Anemia dapat menyebabkan kerusakan organ akibat hipoksia jaringan yaitu suatu kondisi di mana kurangnya jumlah oksigen di dalam jaringan. Beberapa jenis anemia yang diturunkan seperti thalassemia mayor dan anemia sel sabit dapat mengancam nyawa.Bila tidak ditangani, anemia dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi antara lain di penjelasan di halaman berikutnya: [...]

Gejala Anemia Pada Anak

Gejala Anemia Pada Anak

Anemia merupakan sebuah kondisi yang terjadi ketika jumlah sel darah merah sehat atau hemoglobin tidak mencukupi untuk membawa oksigen ke jaringan-jaringan tubuh. Sel-sel di dalam tubuh membutuhkan oksigen untuk dapat bertahan dan menjalankan fungsinya dengan baik.Anak Anda dapat mengalami anemia akibat beberapa hal berikut: Tubuh anak tidak memproduksi sel darah merah dalam jumlah cukup Tubuh Anak menghancurkan atau kehilangan (dari perdarahan) terlalu banyak sel darah merah Jumlah hemoglobin di dalam sel darah merah tidak mencukupi. Hemoglobin merupakan protein di dalam sel darah merah yang memungkinkan sel darah merah membawa oksigen ke seluruh sel di dalam tubuh dan membuang karbondioksida. Pada anak-anak anemia dapat menimbulkan beberapa gejala seperti berikut, selengkapnya di halaman selanjutnya: Gejala Anemia Pada Anak Anak terlihat pucat, ?keabu-abuan? (wajah, kelopak mata, kuku anak terl [...]

Diet Sehat Untuk Penderita Anemia

Diet Sehat Untuk Penderita Anemia

Banyak sekali faktor yang dapat menyebabkan anemia. Terkadang kekurangan zat besi atau vitamin lainnya seperti asam folat dan vitamin B12 dapat menyebabkan anemia. Oleh sebab itu penting sekali untuk mengatur asupan makanan pada penderita anemia.Berikut adalah jenis makanan atau vitamin yang harus ada dalam diet bagi penderita anemia:1. Zat BesiKurang mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi dapat menyebabkan anemia defisiensi zat besi. Orang yang menjalani diet ketat seperti vegan atau vegetarian seringkali tidak mendapatkan zat besi yang cukup. Zat besi merupakan komopnen utama hemoglobin yang membawa oksigen dari paru ke seluruh bagian tubuh.Makanan yang mengandung zat besi dapat ditemukan dalam dua bentu yaitu : haem dan non-haem. Zat besi haem lebih mudah dicerna oleh tubuh dan dapat ditemukan pada produk hewani seperti daging (termasuk unggas) dan ikan. Sedangkan zat besi non-haem didapatkan terutama dari sayuran dan tanaman seperti buncis, sayuran hijau, selain itu juga ditambahkan pada berbagai jenis makanan seperti roti, sereal dan tepung.Bila tubuh tidak mendapatkan zat besi yang dibutuhkan, jumlah zat besi yang tersedia akan menurun secara perlahan. Cadangan zat besi [...]

Kekurangan Zat Besi dari Makanan Sebabkan Anemia

Kekurangan Zat Besi dari Makanan Sebabkan Anemia

Anemia akibat kekurangan zat besi merupakan anemia yang paling banyak diderita oleh penduduk dunia maupun di negara berkembang seperti Indonesia.Zat besi merupakan komponen penting untuk pengaturan berbagai fungsi tubuh, termasuk memproduksi hemoglobin (molekul di dalam darah yang membawa oksigen). Zat besi juga penting untuk menjaga kesehatan sel-sel, kulit, rambut, dan kuku.Anemia akibat kekurangan zat besi terjadi ketika jumlah zat besi dalam tubuh tidak mencukupi sehingga tubuh tidak dapat membuat sel darah merah yang sehat. Bila seseorang memiliki sel darah merah yang kurang dari seharusnya, organ-organ dan jaringan di dalam tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup untuk menjalankan fungsinya.Apa saja yang dapat menyebabkan seseorang kekurangan zat besi? Halaman berikut penjelasan selengkapnya. Kekurangan Zat Besi dari Makanan Sebabkan Anemia Apa saja yang dapat menyebabkan seseorang kekuranga [...]

Bisakah Balita Mengalami Anemia?

Bisakah Balita Mengalami Anemia?

Kurang darah atau anemia bukanlah penyakit yang hanya dapat menyerang orang dewasa saja. Bayi dan balita pun dapat mengalami anemia. Sekitar 80% anak dan balita di negara berkembang diduga mengalami anemia. Ada banyak faktor yang dapat menimbulkan terjadinya anemia pada balita, mulai dari masa kehamilan, pemberian air susu ibu (ASI) yang kurang tepat, perubahan pola makan dan pemilihan makanan yang tidak tepat, faktor ekonomi ataupun akibat sakit tertentu.Pada balita dan anak-anak, anemia dapat mengganggu proses tumbuh kembang anak. Paling sering anemia pada balita disebabkan asupan gizi yang kurang yaitu kurangnya zat besi yang sangat penting bagi pembentukan sel darah merah baru. Pada anak di bawah usia 2 tahun, dimana saat periode emas perkembangan otak, anemia akibat kekurangan zat besi dapat menyebabkan tidak optimalnya fungsi otak dan mental anak.Anemia pada balita pun selain akibat kekurangan zat besi dapat pula disebabkan oleh penyebab lain seperti gangguan genetik (talasemia, anemia sel sabit). Pada anemia jenis ini tentunya anak membutuhkan penanganan anemia yang lebih khusus.Saat periode pertumbuhan dan perkembangan si kecil membutuhkan zat besi dalam jumlah yang besar. [...]

Kenali Anemia Ketika Hamil

Kenali Anemia Ketika Hamil

Pada masa kehamilan, jumlah sel darah akan meningkat secara alami guna mencukupi kebutuhan Anda dan janin. Proses ini akan membutuhkan dukungan asupan nutrisi tambahan. Karena jika Anda kekurangan zat besi dan nutrisi lain, tubuh Anda akan kesulitan menghasilkan jumlah sel darah yang cukup, hingga menjadi anemia. Tapi bila bertambah parah, dapat berdampak serius seperti: Kematian ibu dan bayi pada masa sekitar kelahiran. Ketika lahir, berat badan bayi akan rendah. Bayi lahir prematur. Kesehatan ibu hamil akan terganggu. Perkembangan janin menjadi tidak optimal. Nah, untuk mencegahnya, kenali dulu jenis-jenis anemia di masa kehamilan: Anemia akibat defisiensi zat besi Ini adalah jenis anemia umum ketika masa kehamilan. Jenis ini timbul bila tubuh kekurangan zat besi untuk menghasilkan jumlah hemoglobin. Hemoglobin adalah protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Anemia akibat defisiensi asam folatKetika hamil, Anda membutuhkan asam folat yang berasal dari vitamin B untuk menghasilkan sel darah merah yang sehat. Jadi jika kurang asam folat, suplai oksigen ke seluruh tubuh menurun karena kurang sel dar [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *