Inilah Alur Pengambilan KIS dan KIP di Kantor Pos

002092500_1415006863-DSC_0431_1_.JPG

Jika Anda penerima Kartu Perlindungan Sosial (KPS) atau penanda keluarga kurang mampu, jangan heran bila kartu tersebut diganti dengan nama Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Pasalnya, hari ini presiden Joko Widodo secara resmi memberikan KKS ini secara serentak di 5 kantor pos di Ibukota. KKS memang diluncurkan untuk menggantikan KPS.

Bagi Anda penerima KKS, nanti Anda akan diberikan satu paket kartu yang berisi Kartu HP (SIM card) yang berisi uang elektronik yang digunakan untuk mengakses Simpanan Keluarga Sejahtera (bantuan tunai bagi keluarga kurang mampu, yang diberikan dalam bentuk rekening simpanan sebagai bagian dari strategi nasional keuangan inklusif), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Penasaran dengan alur pengambilan kartu ini, Liputan6.com mencatat tata cara pengambilan simpanan keluarga yang berlaku di kantor pos sebagai berikut:

1. Penerima KPS membawa ideintitas diri dan kartu KPS dan mengambil nomor dari petugas.

2. Memberikan nomor antrean kepada penerima KPS (loket khusus disediakan).

3. Mengantre untuk menuju petugas verifikasi

4. Petugas akan memeriksa nomor KPS dengan daftar penerima dan menyerahkan kartu KKS, SIM Card, KIP dan KIS.

5. Penerima KPS akan membawa KKS dan SIM Card dan sudah bisa antre untuk menarik uang. Nanti petugas bayar akan meminta nomor KKS, Sim Card, dan kartu ideintitas sambil mencocokan data dengan daftar penerima, no HP dan nomor KKS.

6. Meminta penerima KPS untuk menandatangani di daftar penerima dan membayarkan uang beserta KKS dan SIM Card.

Baca Juga :
3 Kartu Sakti Pemerintahan Jokowi Diluncurkan Hari Ini

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Daftar Belanja, Kunci Donna Agnesia Tularkan Hidup Sehat

Daftar Belanja, Kunci Donna Agnesia Tularkan Hidup Sehat

Beragam cara dilakukan aktris cantik Donna Agnesia untuk dapat menerapkan pola hidup sehat seperti yang dijalankannya ke anggota keluarganya. Cara yang dipilih Donna cukup sederhana, menulis daftar belanja apa yang saja yang akan dibeli, yang nantinya diproses menjadi masakan yang sehat.Meski terlihat sederhana, Donna mengaku apa yang dibeli sangat memengaruhi kebiasaan keluarga, terutama dalam mengonsumsi makanan sehat."Biasa yang saya beli, dan paling banyak tentunya, buah-buahan serta sayur-sayuran. Darius nggak suka sayur, jadi kalau beli buah dalam stok yang cukup banyak," kata Donna dalam acara 'Buahvita Bersama Donna dan Darius Ajak Fruitarian Terapkan Kebiasaan Belanja Sehat', di Restoran Thai Alley, Gandaria City, Jakarta, ditulis Minggu (9/2/2014)Ternyata, keluarga kecil Donna dan Darius sangat menggemari berbagai jenis makanan sehat seperti ikan, sayuran hijau, keju, dan susu. "Sesekali mengganti menu ikan dengan ayam tanpa kulit atau daging tanpa lemak," kata Donna menambahkan.Sebagai seorang ibu, aku Donna, dirinya harus pintar dalam mengolah bahan makanan yang dibelinya untuk disantap oleh suami dan anak-anaknya. Untuk menambah referensi makanan sehat, Donna rutin mel [...]

Nyeri Setelah Setahun Operasi Kanker Payudara, Kenapa?

Nyeri Setelah Setahun Operasi Kanker Payudara, Kenapa?

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada 1 Januari 2014 dalam Journal of American Medical Association di Finlandia menyebutkan bahwa hampir semua wanita yang pernah operasi payudara mengalami nyeri di payudaranya meskipun operasi tersebut sudah sejak setahun lalu.Seperti dikutip laman Everydayhealth, Selasa (7/1/2014) para peneliti mengungkapkan bahwa rasa nyeri tersebut terkait dengan rasa sakit saat depresi sebelum operasi, kemoterapi dan terapi radiasi."Nyeri setelah pengobatan kanker payudara merupakan masalah klinis yang berarti meskipun strategi pengobatan sudah lebih baik," kata Dr Tuomo Meretoja dari Helsinki University Central Hospital.Penelitian ini melibatkan 860 wanita berusia lebih dari 75 tahun yang telah menjalani operasi kanker payudara. Para wanita ini dirawat di Helsinki University Central Hospital antara tahun 2006 dan 2010. Hasil penelitian tersebut mencatat, hampir semua wanita mengalami nyeri hingga satu tahun setelah operasi mereka."Dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa satu tahun setelah operasi, hanya sepertiga dari para wanita melaporkan tidak ada rasa sakit. Dan hampir 50 persen tidak mengalami nyeri ringan, 12 persen mengalami nyeri sedang, dan hampi [...]

Inilah Ujian yang Tak Kalah Penting bagi Para Pilot

Inilah Ujian yang Tak Kalah Penting bagi Para Pilot

Sebelum para pilot baik penerbangan komersil atau sipil menjalankan tugasnya, pemeriksaan kesehatan harus dijalani terlebih dahulu di Lembaga Kesehatan Penerbangan dan Ruang Angkasa (Lakespra). Mereka akan ditangani langsung oleh para tenaga medis spesialis penerbangan. "Ini wajib dilakukan. Setelah hasil pemeriksaan keluar dan dinyatakan fit, baru mereka dipersilahkan untuk bekerja," kata Dr. H. Soe Mardoko Tjokrowidikdo, SpM, SpKP dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penerbangan (Perdospi) saat berkunjung ke redaksi Liputan6.com ditulis Sabtu (13/12/2014)Lakespra merupakan lembaga milik TNI Angkatan Udara (TNI-AU), dan juga bagian dari Dinas Kesehatan TNI Angkatan Udara. "Lakespra ini adalah badan pelaksana pusat dari Angkatan Udara, yang tugas utamanya melakukan pemeriksaan awak pesawat." kata Mardoko menambahkan.Semua penerbang, lanjut Mardoko, diperiksa begitu ketat di Lakespra. Bahkan, setiap enam bulan para pilot diharuskan melakukan pemeriksaan ulang. Tak hanya sekedar tes kesehatan semata, segala faktor risiko yang ada di tubuh para pilot tak luput dari pemeriksaan."Faktor risiko akan dicatat semua, kemudian di-manage. Sehingga, jika ada sedikit faktor risiko, misalkan gula [...]

Wanita Perokok Berisiko Lahirkan Bayi Alzheimer

Wanita Perokok Berisiko Lahirkan Bayi Alzheimer

Meski Alzheimer baru terjadi pada usia di atas 65 tahun, namun risiko tersebut bisa diketahui dari pola hidup buruk seperti kebiasaan merokok wanita saat usia muda.Seperti disampaikan Pakar Neurologi Universitas Atmajaya dr. Yuda Turana SpS bahwa perkembangan otak kita saat usia lanjut sangat bergantung pada usia muda. Sebuah penelitian menunjukkan, kebiasaan merokok sebelum hamil pada wanita subur bisa menghasilkan bayi yang kognitifnya jelek yang nantinya Alzheimer."Risiko Alzheimer itu pola hidup. Kalau saya bilang genetik kemungkinannya kecil. Pola hidup yang tidak sehatlah pencetusnya. Bisa dikatakan, sejak saat janin bahkan sebelum janin seorang wanita berperan melahirkan anak yang berisiko," kata Yuda saat ditemui wartawan usai Pelunduran Buku Ketika Ibu Melupakanku di Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (24/12/2014). Alzheimer adalah bentuk demensia yang paling umum, berjumlah kira-kira dua pertiga dari semua kasus. Penyakit ini menyebabkan penurunan kemampuan kognitif secara berangsur-angsur, sering bermula dengan kehilangan daya ingat, perubahan emosi dan disfungsi eksekutif. Di Indonesia, diperkirakan ada 1 juta orang yang menderita Alzheimer dan akanmeningkat menjadi 4 juta d [...]

Kasus Meningkat, Sulbar Butuh Bangun RS Khusus Narkoba

Kasus Meningkat, Sulbar Butuh Bangun RS Khusus Narkoba

Rumah sakit khusus penderita/korban narkotika dan obat terlarang (narkoba) butuh dibangun di Provinsi Sulawesi Barat dalam rangka menyukseskan tahun penyelamatan narkoba. Kepala Badan Narkotika Provinsi (BNP) Sulbar, Yusran Rivai di Mamuju, Selasa, mengatakan, rumah sakit narkoba perlu dibangun di Sulbar karena itu sangat penting mengingat tingginya pengguna narkoba di Sulbar. Ia mengatakan, pemerintah di tingkat Provinsi diminta mendukung dibangunnya rumah sakit untuk merehabilitasi pengguna narkoba di Sulbar, agar jumlah pengguna narkoba di Sulbar dapat ditekan. "Pemerintah pusat telah meminta daerah agar membangun rumah sakit rehabilitasi narkoba, dan kami telah meminta seluruh Gubernur di Indonesia mendukung program itu," katanya seperti dikutip dari Antara, Kamis (1/5/2014). Menurut dia, sebaiknya pembangunan rumah sakit rehabilitasi narkoba ketika dibangun di Sulbar ditempatkan di wilayah kepulauan yang sulit dijangkau, itu akan mencegah peredaran narkoba. Ia berharap tahun penyelamatan narkoba dapat sukses di Sulbar, melalui partisipasi seluruh pihak. Ia mengatakan, Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat sebanyak 11.151 penduduk Sulbar merupakan pecandu, yang butuh me [...]

POGI: dr Ayu cs Bukan Mantan Narapidana

POGI: dr Ayu cs Bukan Mantan Narapidana

Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), dr. Nurdadi Saleh, SpOG menegaskan bahwa ketiga dokter yang baru bebas dari Rutan (Rumah Tahanan) di Manado, dr. Dewa Ayu Sasiary Prawani Ayu serta kedua rekannya dr Hendry Simanjuntak dan dr Hendy Siagian bukanlah mantan narapidana. Menurut Nurdadi, Ayu dan kedua rekannya sama sekali tidak bersalah sehingga ketiganya terpaksa masuk penjara. Namun kebebasannya juga tidak boleh dirayakan secara berlebihan."Mereka bukan mantan narapidana karena tidak bersalah. Kami bersyukur bahwa ketiga dokter ini bebas tapi kami mengimbau kepada sejawat spesialis Obstetri dan Ginekologi agar tidak melakukan kegiatan yang berlebihan apalagi pesta karena kebebasan dr. Ayu," kata Nurdadi, Kamis (13/2/2014).Nurdadi menyampaikan, salah satu sebab kasus ditahannya dokter Ayu dan rekan adalah masalah komunikasi. Sayangnya, pasien atau keluarga korban saat itu tidak mengerti apa itu emboli."Mereka bilang emboli tidak mematikan. Tapi kini mereka sepertinya sudah paham," tambahnya.Selain itu, Nurdadi juga menyampaikan rasa terima kasihnya pada semua pihak yang ikut berjuan dan memperjuangkan kebebasan dr. Ayu dan rekannya. "Kami atas nama organisasi [...]

Kematian Kanker Anak pada 2030‏ Bisa Capai 13,1 Juta

Kematian Kanker Anak pada 2030‏ Bisa Capai 13,1 Juta

Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi menyayangkan bila penanganan kanker pada anak terlambat dan menyebabkan kematian. Pasalnya, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, 7,6 juta kematian dunia disebabkan kanker pada anak. Dan bila hal ini tidak dikendalikan, jumlah kematian kanker anak akan membengkak hingga 13,1 juta jiwa pada 2030. "Data kanker menunjukkan jumlah kasus kanker baru meningkat. Pada 2008, ada 12,7 juta kasus baru dengan 7,6 juta kematian. Kini, kasus baru kanker mencapai 14,1 juta dengan 8,2 juta kematian. Ini disebabkan oleh datangnya mereka pada tahap akhir dan rata-rata dari keluarga kurang mampu," kata Menkes di sela-sela acara peresmian layanan kesehatan kanker gratis oleh Tahir Foundation bersama RS Mayapada di Jakarta, Senin (26/5/2014). Menkes juga menyesalkan, fasilitas kesehatan untuk kanker hanya bisa dijangkau di kota-kota besar seperti Jakarta. Sehingga hal ini memperlambat proses pengobatan dan pasien datang pada stadium lanjut. "Keponakan saya leukemia tapi cepat ditangani dan kini telah sembuh. Yang saya khawatirkan, anak Indonesia sekarang lebih takut periksa karena tidak ada biaya. Memang betul tidak murah. Untuk pengobatannya saja bisa sam [...]

Hindari 8 Kesalahan Saat Cuci Muka

Hindari 8 Kesalahan Saat Cuci Muka

Mencuci wajah tampaknya hal sepele ya, tapi masih banyak orang yang mengalami kesalahan yang terus berulang tanpa diperbaiki. Akhirnya, wajah jadi tak bersih sehingga memungkinkan jerawat atau komedo terus bertambah bahkan membuat wajah jadi teriritasi. Ahli dermatologi Mount Sinai Hospital di New York Dr. Debra Wattenberg menjelaskan delapan kesalahan yang umumnya dilakukan banyak orang. Dilansir dari Today pada Selasa (7/10/2014) berikut daftarnya. 1.Tidak mencuci tangan Anda terlebih dahulu. 2. Untuk perempuan, tidak membersihkan make-up dengan krim pembersih terlebih dahulu. 3. Menggunakan terlalu banyak sabun pembersih saat mencuci mula. "Hal tersebut malah akan mengiritasi kulit Anda,'' terang dokter Wattenberg. Yang tepat, cukup gunakan seujung jari. 4. Menggunakan sabun pembersih yang kurang tepat. Bagi sebagian orang, kandugnan surfaktan - bahan di sabun yang menyebabkan gelembung - bisa terlalu keras pada kulit, terang Wattenberg. 5. Menggosok wajah terlalu keras. "Menggosok wajah terlalu keras dapat menyebabkan iritas yang merusak kapiler kulit dan menyebabkan peradangan pada kulit,"kata Wattenberg. 6. Menggosok wajah Anda dengan handuk untuk mengeringkan. Watt [...]

5 Tanda Anda Bekerja Terlalu Keras

5 Tanda Anda Bekerja Terlalu Keras

Tidak ada salahnya dengan bekerja keras. Yang salah adalah bekerja keras yang berlebihan. Sebab, seperti studi baru dari Universitas Georgia, AS, bekerja terlalu keras bukan hanya menggangu kesehatan, tetapi juga kebahagiaan Anda. Jadi, pertanyaannya dimanakah garis pembatas antara kerja keras dan kerja terlalu keras? Berikut 5 tanda jika Anda bekerja terlalu keras seperti dilansir oleh Fox News, Senin (24/11/2014). 1. Merasa bersalah saat menonton pertandingan pada hari Minggu Hari Minggu biasanya adalah saat yang tepat untuk menonton pertandingan, baik itu sepakbola, bola basket, hingga balapan MotoGP. Nah, jika Anda merasa cemas dan bersalah karena menonton pertandindang tersebut dan selalu memikirkan pekerjaan, itu artinya Anda terlalu bekerja keras. Jelas sikap semacam itu tidak baik. Sikap semacam ini jelas menunjukkan bahwa anda bahkan tidak bahagia ketika berada di rumah. 2. Tidak benar-benar mencapai sesuatu Jika Anda berpikir kerja keras membuat Anda lebih baik dari orang lain, pikirkan ulang. Sebuah studi menunjukkan bahwa mereka yang bekerja lebih panjang justru lebih sedikit menghasilkan sesuatu. Untuk menyiasatinya, gunakanlah catatan to do list agar Anda melak [...]

Berpikir Tubuhnya Gemuk, Perempuan Brasil Punya Tumor 39 Kg

Berpikir Tubuhnya Gemuk, Perempuan Brasil Punya Tumor 39 Kg

Seorang perempuan memiliki tumor seberat 39 kilogram (Kg) di ovariumnya. Selama satu tahun perempuan tersebut tak menyadari bahwa itu tumor. Ia hanya mengira badannya yang gemuk dan berat badannya naik begitu cepat.Perempuan berusia 57 tahun yang tak disebutkan namanya itu berasal dari Brasil. Perempuan tersebut sudah mengalami kelebihan berat badan sebelum tumor mulai tumbuh. Selain itu ia tak mengalami efek samping yang mencurigakan selain sedikit kesulitan bernapas.Perempuan tersebut baru mendatangi dokter setelah tumor berkembang 53 inchi (132 cm) di pinggangnya. Hasil temuan ini diterbitkan dalam Journal of Medical Case Reports seperti dilansir LiveScience, Minggu (16/3/2014).Seorang Ahli Bedah Kebidanan di Long Island Jewish Medical Center di New York, Dr Jonathan Herman, menjelaskan, perempuan tersebut memiliki kista ovarium berlenidr. Ini dikenal dengan cystadenomas mucinous. Kondisi tersebut umum terjadi pada perempuan berusia 30 sampai 50 tahun. Sebagian besar kista tersebut jinak dan menghilang tanpa pengobatan.Namun, pada beberapa kasus terus tumbuh. "Ketika Anda memotong untuk membukanya, lendur terus mengalir keluar. Lendir sangat banyak sehingga mereka tumbuh dalam u [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *