Inilah Bukti Dokter Indonesia Tak Kalah Hebat dengan Singapura

bayi-tabungr-140116b.jpg

Memiliki buah hati merupakan idaman setiap pasangan yang baru menikah. Tidak sedikit pasangan yang rela merogoh kocek lebih dalam demi memiliki keturunan.

Seperti Yosephiene yang telah melakukan program bayi tabung sebanyak 4 kali dan inseminasi 6 kali namun belum mendapatkan hasil.

“Pasien saya yang ini sudah ikut program bayi tabung 4 kali, 2 kali di rumah sakit swasta nomer satu di Singapura namun belum berhasil, 6 kali inseminasi pun belum juga berhasil,” kata Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Subspesialis Fertility dan Hormon Reproduksi Ahli Bedah Laparoskopi, Kiel, Jerman, Dr. Caroline Tirtajasa, Sp.OG(K).

Meski begitu Yosephiene tidak merasa putus asa. Untuk kelima kalinya, wanita usia 38 tahun ini ini memilih mengikuti program bayi tabung yang kelima. Kali ini di Rumah Sakit Omni Hospital Pulomas.

“Kebetulan dia (Yosephiene) baca profil saya dan datang ke sini untuk program bayi tabung yang ke lima kalinya. Puji Tuhan sukses,” kata dr. Caroline saat ditemui Liputan6.com di ruang kerjanya, Kamis (16/1/2014).

Menurut dr. Caroline, awalnya keyakinan untuk berhasil hanya 50 persen namun dirinya tetap mengupayakan semaksimal mungkin.

“Saya cuma bilang di awal dia datang, kita berupaya sebaik mungkin untuk hasilnya. Saat itu yakin ya 50 persen berhasil 50 lagi sepertinya sulit, namun ternyata Puji Tuhan bayinya normal,” kata dr. Caroline.

Sebelum menjalankan terapi program bayi tabung, Yosephiene menjalani pemeriksaan kesehatan secara keseluruhan.

Akhirnya diketahui kenapa program sebelumnya tidak berhasil. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Yosephine punya masalah perihal kekentalan darah.

“Pasien ini mengalami kekentalan darah dan itu sudah bawaan dia. Kondisi ini yang menghambat proses pembentukan plasentasi dan implantasi sehingga program sebelumnya gagal,” kata Caroline.

Menurut dr. Caroline sebenarnya kualitas dokter di Indonesia tidak kalah dengan luar negeri.

“Jangan apa-apa Singapura apa- apa ke luar negeri. Kualitas dokter di Indonesia itu tidak kalah kok. Terbukti beberapa pasien yang menjalani bayi tabung di luar negeri tidak berhasil. Dan berhasilnya di sini,” kata dr. Caroline.

Sebelum program bayi tabung dijalani, dr. Caroline mempelajari riwayat program bayi tabung yang telah dijalankan Yosephiene sebelumnya.

“Waktu itu mulai program April 2013 kemudian bayi berhasil dilahirkan pada januari 2014 usia kandungan 35 minggu. Sebelumnya saya mempelajari riwayat sebelumnya, obat yang telah dikonsumsi dulu ya diganti,” katanya.

Berbekal pengetahuan dan keyakinannya pada Tuhan dr. Caroline pun berhasil melakukan program bayi tabung pada Yosephiene.

“Puji Tuhan saya yakin, lewat pengetahuan yang saya miliki. Segala upaya kami lakukan dan selama 35 minggu Victoria pun berhasil dilahirkan dengan berat 2.460 kg,” ujar dr. Caroline.

Meski begitu, upaya yang dilakukan Caroline bukannya tanpa kendala.

“Waktu itu air ketuban si ibu sudah diambang batas kritis, dan itu baru usia kandungan 8 bulan belum bisa untuk dilahirkan. Namun kami terus berupaya memberikan obat pematangan paru untuk bayi,” kata dr. Caroline.

Caroline berupaya agar bayi tetap dilahirkan dengan kondisi normal. Yoshepiene pun mesti menjalani perawatan intensif.

“Waktu itu Yoshepiene rutin menjalani USG 3-7 hari sekali. Kami memonitor bayi dan mewaspadai air ketuban yang semakin berkurang. Akhirnya di usia 35 minggu kami pun bergegas untuk melahirkan bayi, karena 85 persen paru sudab terbilang baik. Bayi pun dilahirkan secara cesar,” kata dr. Caroline.

Kelahiram Victoria pun dianggap dr. Caroline sebagai karya Tuhan. Atas kehendakNya, Yosephiene berhasil memiliki keturunan setelah menjalani 10 kali program bantuan reproduksi.

“Karya Tuhan dan atas usaha keras, Victoria lahir di program bayi tabung ke-5. Setelah menjalani 10 kali program bantuan reproduksi bayi tabung dan inseminasi,” kata dr. Caroline.

(Mia/Mel/*)

Baca Juga:

Risiko Kematian Bayi Kembar Siam Lebih Tinggi
Antara Inseminasi dan Bayi Tabung, Beda Banget Lho!
Setahun Menikah Belum Punya Anak? Segera Cek ke Dokter!

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Wanita Ini Punya Lengan Terbesar di Dunia

Wanita Ini Punya Lengan Terbesar di Dunia

Seorang wanita asal Thailand diperkirakan memiliki lengan terbesar di dunia dengan berat masing-masing tiga kilogram. Kondisi langka ini telah dialaminya lebih dari 50 tahun dan jalan satu-satunya sembuh hanyalah amputasi.Dailymail, Jumat (5/9/2014) melaporkan, wanita bernama Duangjay Samaksamam tersebut berasa Provinsi Surin, Thailand. Ia telah menderita penyakit langka yang disebut macrodystrophia lipomastos atau penumpukan lemak di kedua lengan yang menyakitkan dan membuat lengannya secara permanen membesar."Dokter mengatakan satu-satunya solusi hanyalah memotong tangan saya jika saya ingin hidup normal. Tapi saya tidak ingin melakukan itu," katanya.Malu dengan kondisinya dari kecil, dia menghabiskan 20 tahun di rumah dan tidak sekolah. Sampai dia terpaksa keluar dari rumahnya pada usia 20 tahun untuk mencari nafkah karena orangtuanya yang sakit. Ia memutuskan untuk menjalankan toko kelontong keluarga. "Saya seperti ini sejak lahir jadi saya takut untuk pergi ke sekolah. Sayapun tidak pernah belajar membaca, "katanya.Ingin sembuh, Samaksamam juga pernah melakukan serangkaian operasi. Namun, bukannya membaik, operasi membuat kondisinya lebih buruk."Selama operasi, dokter tidak [...]

6 Hal yang Membuat Dokter Frustasi

6 Hal yang Membuat Dokter Frustasi

Menghadapi pasien dengan tingkah laku beragam kerap membuat dokter menjadi frustasi dan stres. Dokter memang profesi yang paling rentan mengalami stres. Sebab, tidak semua pasien mau terbuka terhadap masalah kesehatannya, yang membuat dokter sendiri bingung menentukan diagnosa dan resep obat yang benar.Bila terjadi hal yang tidak diinginkan, meski itu kesalahan pasien sendiri, tidak jarang dokter yang menjadi sasaran empuk kekesalan keluarga pasien. Jika sudah seperti itu, dokter hanya bisa pasrah dan sabar. Berikut ini, 6 hal yang membuat dokter frustasi dan stres, seperti dikutip dari Health Me Up, pada Senin (22/9/2014) 1. Pasien berbohongDokter kerap kebingungan menghadapi pasien yang suka berbohong, dan menutup rapat kondisi kesehatannya. Padahal, dengan pasien melakukan konsultasi ke dokter berarti menceritakan secara rinci mengenai riwayat kesehatannya.Sejumlah pasien mengungkapkan bahwa kebohongan yang dilakukannya karena takut akan prosedur medis dan pengobatan yang akan diterimanya.Banyak orang tidak menyadari, dengan berbohong dan tidak menceritakan semua keluhan terkait kesehatannya, maka dokter sulit untuk menentukan diagnosa dan resep obat yang benar. Inilah yan [...]

Seusai Sahur, Boleh Tidurkah?

Seusai Sahur, Boleh Tidurkah?

Rasa kantuk yang muncul setelan makan sahur, siapa yang bisa menghadapinya? Tidak heran makanya jika setelah sahur kebanyakan orang melanjutkan tidur sampai siang. Tapi sebenarnya boleh tidak ya tidur setelah sahur? Apakah tidur setelah sahur mengganggu metabolisme tubuh? Menjawab hal tersebut, Pakar Gizi Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK yang ditemui di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengatakan, tidak ada salahnya tidur setelah sahur. Hanya saja ada yang perlu Anda perhatikan. "Sehabis makan sahur, boleh tidur. Tapi ingat jumlah yang dimakan jangan berlebihan. Kalau bisa setelah makan sahur, 1-2 jam baru tidur," kata Samuel, ditulis Kamis (10/7/2014). Meski boleh tidur setelah sahur, kata Samuel, lebih baik jika setelah makan bergerak terlebih dahulu seperti jalan. Dan ini yang harus diperhatikan. "Menjelang imsak, makan karbohidrat kompleks untuk menjaga kadar gula darah selama puasa agar tetap stabil. Perbanyak serat buah dan sayur. Boleh minum jus yang diblender tapi buah harus dengan kulitnya agar seratnya banyak. Dengan mengonsumsi banyak serat, karbo akan diserap pelan-pelan dan Anda kuat sampai magrib," katanya. [...]

12 Warga Binaan Lapas Jambi Positif HIV/AIDS

12 Warga Binaan Lapas Jambi Positif HIV/AIDS

Sekretaris Eksekutif Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jambi, Aspan Effendi menyatakan, ada 12 warga binaan lembaga pemasyarakatan (Lapas) Jambi positif terjangkit HIV/AIDS.Menurut dia, jumlah itu menurun dibanding tahun 2013 yang tercatat mencapai 19 orang. "Menurun karena 7 orang sudah keluar dari lapas," ujar Aspan, Kamis 6 November 2014.Untuk terus memantau warga lapas yang menderita HIV/AIDS KPA Jambi membentuk tim khusus yang tugasnya melakukan pemeriksaan rutin di dalam lapas dengan menurunkan dokter spesialis.Lebih lanjut ia menjelaskan, secara umum gejala HIV/AIDS di Provinsi Jambi cenderung meningkat. Kurun waktu 1999 hingga 2014, KPA Jambi mencatat sebanyak 579 penderita HIV dan 463 penderita AIDS. Sementara jumlah meninggal mencapai 173 orang.Terkini, sejak Januari hingga Juni 2014, jumlah penderita HIV/AIDS mencapai 29 orang, dimana satu orang dinyatakan meninggal dunia."Dari jumlah itu, infeksi HIV sebanyak 16 orang dan kasus AIDS sebanyak 13 orang," sebut Aspan.Jumlah penderita ini, kata dia, menyebar di 4 kabupaten/kota. Diantaranya adalah Kota Jambi, Batanghari, Merangin, dan Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar).Secara rinci jumlah kas [...]

Buruh Perempuan Rentan Terhadap Tindakan Kekerasan Seksual

Buruh Perempuan Rentan Terhadap Tindakan Kekerasan Seksual

Dari sekian banyak korban, buruh perempuanlah yang dianggap rentan terhadap tindak kekerasan seksual. Parahnya, dalam catatan tahunan Komisi Nasional Perempuan disebutkan, kasus kekerasan seksual yang menimpa kaum perempuan di Indonesia tidak menurun secara signifikan.Dalam aksi unjuk rasa menuntut respons cepat kepolisian untuk mengusut kasus perkosaan di Indonesia, Jumisih, perwakilan dari Federasi Buruh Lintas Pabrik (FBLP) mengatakan, penyebab kaum buruh rentan terhadap tindakan asusila karena adanya hubungan industrial di mana buruh sebagai tenaga kerja dan digaji oleh pemilik modal, harus mengikuti semua kemauan dari atasan bila ingin kontrak kerjanya diperpanjang."Biasanya, buruh bila mau kontraknya diperpanjang, harus mau diajak kencan oleh atasannya. Ancaman bila mereka tidak mau, kontraknya tidak diperpanjang. Keterkaitan buruh dan tindak perkosaan memang sangat rentan, terutama buruh yang bergerak di sektor padat karya," kata Jumisah menjelaskan saat diwawancarai Health Liputan6.com di Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jakarta, pada Sabtu (8/2/2014)Dalam dunia ketenagakerjaan, kata Jumisih, hukum perburuan di Indonesia tidak sepenuhnya melindungi kaum bu [...]

Perceraian Sering Terjadi Bila Istri Jatuh Sakit

Perceraian Sering Terjadi Bila Istri Jatuh Sakit

PeduliSehat.info, New Penyakit serius bisa meningkatkan risiko perceraian. Apalagi jika sang istri yang jatuh sakit, kemungkinan perceraian lebih tinggi.Sebanyak 2.700 pasangan menikah yang sudah menjalani bahtera rumah tangga sekitar hampir 20 tahun ikut dalam penelitian. Hasilnya terlihat sepertiga dari pernikahan berakhir dengan perceraian. Menurut laporan MedicalDaily, Jumat (2/5/2014), hampir setengah kasus disebabkan istri yang jatuh sakit, bukan suami."Kami menemukan bahwa perempuan lebih rentan gagal pernikahannya saat sakit," kata Dr Amelia Karraker, salah satu penulis penelitian.Penelitian ini memang tak menyelidiki lebih dalam alasan perceraian karena sakit bisa terjadi. Tapi Dr Karraker menunjukkan, hal itu bisa saja berhubungan dengan kecenderungan wanita secara naluriah menjadi perawat yang lebih baik."Norma gender dan harapan sosial tentang perawatan bisa membuat pria lebih sulit memberikan perawatan kepada pasangannya yang sakit," kata Dr Karraker.Hal senada disampaikan Ahli Hubungan di New York Rachel Sussman. Menurutnya, secara biologis perawatan diprogram ke dalam diri wanita. Tingginya testosteron pada diri pria menunjukkan mereka memang tak diprogram untuk peke [...]

Kemkes: Unta Muda Berisiko Tinggi Tularkan Virus Korona

Kemkes: Unta Muda Berisiko Tinggi Tularkan Virus Korona

Penelitian baru yang diungkapkan Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa unta muda yang berisiko menularkan virus korona. Sehingga bila ada yang terkena virus korona maka kemungkinan besar berasal dari unta anak atau unta muda. Seperti disampaikan Kepala Badan Penelitian dan ?Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Prof Tjandra Yoga Aditama bahwa unta dewasa? sudah punya antibodi hingga 70 persen terhadap virus korona. Sedangkan unta anak memiliki virus yang aktif, bahkan penelitian menunjukkan sampai 35 persen pada swab hidung unta muda. "Infeksi pada unta lebih terjadi? pada unta yang masih muda umurnya. Kalau sekiranya ada orang tertular dari unta, maka itu lebih mungkin tertular dari unta muda," tulis Tjandra dpada pesan elektronik yang diterima Liputan6.com, Selasa (6/5/2014). Sebelumnya, Kementerian Kesehatan RI mengakui bahwa unta dapat menyebarkan virus. Tapi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hingga saat ini belum menganjurkan travel restriction dan juga belum ada anjuran skrining di bandara atau pelabuhan. [...]

Meski Ibu HIV, Bayi yang Lahir Bisa Bebas HIV

Meski Ibu HIV, Bayi yang Lahir Bisa Bebas HIV

Tak hanya remaja dan orang dewasa yang bisa terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV), bayi pun bisa terinfeksi virus ini. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia hingga September 2014 ini sudah terdapat 553 anak berusia kurang dari 4 tahun terinfeksi HIV. "Penularan pada anak-anak bisa ditulari oleh ibu saat kehamilan, persalinan hingga masa menyusui," terang Kasubdit AIDS dan IMS, Ditjen Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI, dr Siti Nadia Tarmizi saat ditemui di kantor Kemenkes RI pada Kamis (4/12/2014). Padahal jika dilakukan penanganan dengan baik penularan infeksi HIV pada bayi bisa dicegah sejak masa kehamilan. "Jika saat hamil sang ibu sudah mengetahui terinfeksi HIV, ia bisa mengonsumsi ARV untuk mengurangi risiko melahirkan bayi yang tertular HIV," terang perempuan yang akrab dipanggil dokter Nadia. Lalu, bayi yang dilahirkan dari ibu yang terinfeksi HIV akan langsung dilakukan upaya pencegahan penularan HIB dari Ibu ke anak. Caranya adalah dengan memberikan profilaksis ARV pada bayi hingga enam minggu dan tentu saja sang ibu harus dengan terus mengonsumsi ARV. "Bayi belum bisa dip [...]

2 Hari RS Mount Elizabeth Tingkatkan Ilmu Para Dokternya

2 Hari RS Mount Elizabeth Tingkatkan Ilmu Para Dokternya

Demi meningkatkan kemampuan serta memahami perkembangan ilmu dan teknologi kedokteran terkini, Rumah Sakit Mount Elizabeth Singapura kembali mengadakan seminar tahunan dengan tema 'Synergy in Action'.Seminar yang dilakukan selama dua hari, sejak 24 hingga 25 Oktober 2014 diharapkan dapat saling menyinergikan antara dokter di Rumah Sakit Mount Elizabeth Singapura dengan sejumlah dokter di Asia Tenggara yang menjadi peserta seminar."Sinergi untuk melakukan yang terbaik bagi pasien. Selain itu, saat ini banyak pasien yang membutuhkan teknologi lebih canggih," kata Chief Executive Officer Mount Elizabeth Hospitals Singapore, Dr Kevin Loh.Tidak hanya itu, seminar ini juga digunakan rumah sakit di bawah naungan Parkway Hospitals Singapore untuk mengungkapkan bahwa manajemen perawatan pasien yang optimal membutuhkan perawatan multidisiplin yang terkoordinasi. Dan ini memainkan peran sinergis antara seluruh pihak rumah sakit, mulai dari dokter, perawat, administrasi, maupun tenaga ahli lain dalam suatu lembaga pelayanan medis."Dengan semakin banyak dokter yang menggunakan teknologi canggih dan semakin banyak pasien butuh, sehingga cost menjadi berkurang," kata Kelvin menjelaskan dalam Syne [...]

4 Manfaat Detoks Digital

4 Manfaat Detoks Digital

Detoks yang selama ini kita kenal mengarah pada mengonsumsi sayuran dan buah-buahan guna mengeluarkan semua racun yang ada di tubuh kita. Tapi, pernahkah kita mendengar tentang detoks digital?Detoks digital adalah suatu kondisi di mana kita mematikan semua perangkat gawai baik itu ponsel, komputer, tablet, pemutar musik, maupun televisi dalam jangka waktu yang lama agar kita mampu menemukan hal-hal lain yang dapat dilakukan di kehidupan ini.Seperti kita tahu bahwa kehidupan saat ini dikelilingi oleh beragam jenis perangkat elektronik canggih yang membuat kita menghabiskan setengah dari hidup dalam sehari untuk berkutat dengan barang-barang tersebut. Biasanya, digunakan untuk bekerja dan bersosialisasi di jejaring sosial. Maka itu, penting bagi kita untuk sesekali melakukan detoks digital ini.Apa saja manfaatnya? Berikut keuntungan yang akan kita dapatkan saat melakukan detoks digital, seperti dikutip dari Health Me Up, Kamis (4/9/2014) 1. Memiliki waktu pribadi lebih lamaMenjauh sejenak dari segala perangkat elektronik yang kita miliki, membuat kualitas hidup kita mengalami peningkatan. Sebab kita akan mendapatkan waktu pribadi dan istirahat lebih lama, tanpa harus diganggu [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *