Jadi, Kedelai Itu Menyehatkan atau Bikin Kanker?

063111800_1412347417-susu_kedelai.jpg

Kedelai yang dibuat dari tanaman kedelai beberapa tahun terakhir memang menjadi perdebatan di kalangan medis. Karena sejumlah
penelitian menyebutkan, konsumsi rutin kedelai terkait dengan kanker pada wanita. Sebaliknya, menilik dari manfaat gizinya, kedelai kaya omega-3, vitamin B, seng, besi, lemak tak jenuh, serat, fitokimia dan antioksidan yang bisa mengurangi risiko kanker.

Seperti disampaikan pakar urologi dari Lenox Hill Hospital di New York City, Dr David B. Samadi bahwa kedelai mengandung isoflavon, yang di dalam tubuh diubah menjadi fitoestrogen. Masalahnya, fitoestrogen mirip dengan hormon estrogen yang dimiliki wanita.

“Namun, efek dari kedelai yang kontroversial, bisa memicu aktivitas sel kanker dan membloknya. Kedelai dapat melakukan keduanya. Karena estrogen manusia dan kedelai melalui phytoestrogen (fitoestrogen) sangat mirip. Sel-sel manusia juga tidak bisa membedakan antara keduanya. Beberapa peneliti percaya bahwa fitoestrogen kedelai dapat menyebabkan pertumbuhan kanker payudara karena kesamaannya dengan estrogen manusia. Di sisi lain, beberapa percaya kedelai dapat mencegah kanker payudara,” jelasnya, seperti diberitakan Foxnews, Kamis (20/11/2014).

Kontroversi kedelai ini, lanjut David, dipicu oleh dua macam yaitu kedelai fermentasi dan tidak difermentasi. Fermentasi kedelai
merupakan biasanya dikonsumi orang asli Asia Tenggara seperti di Indonesia. Hasil fermentasi ini dinilai sumber yang sangat baik dari
vitamin K2 yang ketika dikombinasikan dengan vitamin D, K2 dapat membantu mencegah penyakit jantung, demensia, osteoporosis, dan beberapa jenis kanker.

Jenis makanan ini berbeda dari jenis kedelai yang dikonsumsi oleh orang Amerika, yang tidak difermentasi dan diproses. Sembilan puluh
persen dari kedelai yang ditanam di Amerika Serikat secara genetik dimodifikasi. Inilah yang membuat kedelai mengandung jumlah tinggi
anti-nutrisi dan menyerap nutrisi.

Nah, bila Anda ingin mendapatkan manfaat kedelai, David menyarankan untuk mengonsumsi hanya dalam jumlah kecil.

Tips untuk mengonsumsi kedelai:

– Hindari produk olahan kedelai seperti es krim kedelai, keripik kedelai, susu kedelai, burger kedelai, susu formula kedelai, kacang
kedelai
– Hindari suplemen kedelai terbuat dari isoflavon.
– Makan produk kedelai hanya fermentasi seperti miso, tempe, natto, dan beberapa saus kedelai.
– Mengonsumsi tidak lebih dari satu porsi kedelai setiap hari (30 mg).

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Nyeri saat Haid? Coba Ramuan Daun Pepaya

Nyeri saat Haid? Coba Ramuan Daun Pepaya

Daun pepaya tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai bahan masakan dan jamu, namun daun hijau berasa pahit ini dapat menjadi pereda nyeri saat haid.Tidak sedikit wanita mengalami nyeri saat haid baik di awal atau akhir menstruasi. Menurut Ahli Pengobatan Herbal dari Yayasan Cakrawala Reiki indonesia, Nuraini daun pepaya patut dicoba untuk membantu mengatasi masalah tersebut."Ada memang wanita yang saat haid itu sakit atau mual bahkan sampai pingsan. Hal tersebut karena ada penyumbatan di saluran tempat keluarnya darah haid. Ini yang membuat sakit," kata Nuraini, ditulis Kamis (13/2/2014).Nuraini mengatakan tidak sulit membuat ramuan daun pepaya, walaupun pahit tapi dapat membantu. Pada daun pepaya terdapat getah pepaya (ditemukan juga pada batang dan buah), getah tersebut mengandung enzim yang bernama papain.Disamping enzim papain, daun pepaya juga mengandung zat-zat lain diantaranya: vitamin A, vitamin B1, vitamin C, protein, lemak, hidrat arang, kalsium, fosfor, besi, air, kalori dan carposide (berkhasiat sebagai obat cacing). "Tidak usah terlalu banyak, sedikit sudah cukup misalnya satu lembar itu dicuci sampai bersih, ditumbuk kemudian diambil airnya. Tambahkan garam sedikit untu [...]

Obat Herbal, Tidak 100 Persen Aman

Obat Herbal, Tidak 100 Persen Aman

Kebanyakan masyarakat menganggap obat herbal dalam bentuk jamu, jamu godokan, atau kapsul racikan bisa mengobati berbagai jenis penyakit. Tak sedikit pula yang menganggap obat herbal lebih aman dibanding obat berbahan kimia sintetik."Tidak benar bila dikatakan obat herbal 100 persen aman. Tapi, `relatif` aman dibanding obat kimia," kata Kepala Poliklinik Komplementer Alternatif RSU dr. Soetomo, Surabaya, dr. Ariyanto Jonosewojo, Sp.PD dalam acara 'The 1st Health Natural Wellnes Symposium' di Hotel Ritz-Carlton, Kuningan, Jakarta, Sabtu (5/4/2014)Maksudnya, khasiatnya tergantung dari jenis obat herbal yang dikonsumsi. "Kalau isolat atau zat aktif dari obat herbal ini diambil, maka efeknya sama seperti obat-obat kimia," kata dia menambahkan.Berbicara soal obat, apa pun jenisnya, sudah pasti semua itu memiliki efek samping. Dan pasien harus ingat, kalau satu jenis obat, ada yang cocok untuk orang tertentu tapi belum tentu cocok untuk pasien lainnya.Misalnya, dalam pemberian metformin pada penyandang diabetes. Memang, metformin merupakan obat diabetes. Hanya, tidak semua cocok untuk mengonsumsinya."Pasien A memang diabetes, maka bisa diberi obat ini. Lalu pasien B, yang terkena diabete [...]

Kesempatan Indonesia Internasionalkan Jamu

Kesempatan Indonesia Internasionalkan Jamu

Dalam kunjungan ke Jenewa mengikuti pertemuan penelitian di WHO minggu ini, saya mendapat informasi dari Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di Jenewa bahwa Indonesia (diwakili PTRI) menjadi Ketua Like Minded Countries (LMC) ?yang membahas Genetic Resources, Traditional Knowledge, Folklore (GRTKF). Pembahasan di tingkat PBB di Jenewa dikabarkan masih cukup ketat dan membutuhkan waktu diskusi panjang. Dalam kaitan dengan kesehatan, database jamu dan tanaman obat kita (yang dimiliki Balitbangkes) mungkin dapat dijadikan sebagai salah satu bahan diskusi GRTKF di UN Geneve ini, seperti hasil Ristoja, koleksi herbarium nasional yang sudah terdaftar, dan masih banyak lagi. Saya akan koordinasikan hal ini di tanah air, lalu komunikasikan dengan PTRI Jenewa. ?Saat ini kita juga sedang dalam proses memulai penelitian Randomozed Case Control Trial (RCT) tentang 3 saintifikasi Jamu, yaitu untuk jamu untuk osteoarthritis, dispepsia dan hemorhoid. Pelatihan para 94 dokter yang akan menjadi pelaksana (utamanya di Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur) telah selesai pada minggu lalu. Randomisasi untuk penelitian ini akan kami lakukan terpusat, artinya bisa saja 1 dokter mendapat plasebo saja [...]

5 Obat Herbal di Pekarangan Rumah

5 Obat Herbal di Pekarangan Rumah

Obat herbal merupakan salah satu alternatif pengobatan saat ini. Dengan harganya yang relatif lebih murah dari obat-obatan biasa dan efek sampingnya yang lebih rencah, obat herbal semakin banyak diminati. Nah, bagaimana kalau pekarangan rumah Anda dipenuhi dengan tanaman herbal? Pasti menarik sekaligus menjadikan keluarga Anda selalu sehat. Berikut 5 jenis tanaman herbal yang dapat di tanam di pekarangan rumah seperti dilansir The Self Sufficient Living, Kamis (9/10/2014). 1. Aloe Vera Tanaman aloe vera atau lidah buaya hanya membutuhkan tanah yang lembab dan cahaya matahari yang cukup untuk dapat tumbuh. Diantara manfaat dari tanaman ini adalah dapat menyembuhkan luka bakar dan luka-luka luar lainnya. 2. Marigold Iklim Indonesia sangat mendukung tumbuhnya tanaman ini. Tanaman yang mirip bunga matahari ini memiliki manfaat untuk mengobati gigitan serangga, sakit mata, hingga demam. 3. Ubi Tiongkok Selain enak dimakan saat hangat, ubi juga berguna untuk mengobati batuk kering, pencernaan yang buruk, diabetes, hingga sengatan ular dan kalajengking. 4. Lemon Daun lemon memiliki bau mint yang khas. Manfaat daun lemon diantaranya adalah untuk mengobati gigitan nyamuk, lu [...]

Bagaimana Obat China Dipalsukan?

Bagaimana Obat China Dipalsukan?

Kalau Anda bertanya kenapa banyak obat China dipalsukan, jawabannya sangat logis. Sesuatu yang potensial mendatangkan keuntungan, itulah alasan satu-satunya yang dijadikan patokan para pemalsu. Untuk apa memalsukan sesuatu, dengan risiko masuk penjara, jika hanya akan mendatangkan kerugian? Ada macam-macam cara yang dipakai para pemalsu obat tradisional China menurut Ahli Pengobatan Tradisional China (Traditional Chinese Medicine/ TCM) DR.dr. William Adi Tedja, antara lain. ? Kemasan asli menggunakan bahasa Inggris, oleh pemalsu digunakan aksara China. Diduga mereka ?menunggangi? persepsi awam bahwa obat China pasti menggunakan huruf China. ? Posisi hologram dibuat berbeda dengan aslinya. ? Warna kemasan tidak sama persis dengan kemasan aslinya. Bisa lebih pudar, atau sebaliknya tempak kelewat kuat warnanya. ? Bila kemasan asli tidak banyak mencantumkan kandungan obat, pada kemasan palsu dicantumkan berderet-deret kandungan obat walaupun isinya tidak sesuai. ? Pemalsu mengganti lambang pada kemasan. Contohnya, jika lambang kemasan asli berbentuk bulat, kemasan palsu segitiga. ? Pemalsu kadang memasang harga jauh di bawah harga obat asli. Contohnya, jika obat asli ber [...]

5 Bahan Alami Pengusir Sariawan

5 Bahan Alami Pengusir Sariawan

Tidak nyaman dan menyakitkan sering dirasakan bila sariawan tumbuh pada bagian dalam pipi atau dasar gusi juta. Biasanya, sariawan akan sembuh dengan sendirinya beberapa hari kemudian. Tapi, dengan menggunakan obat alami yang dapat kita racik di rumah, pengobatan untuk sariawan akan berjalan cepat. Berikut bahan-bahan alami untuk menyembuhkan sariawan, seperti dikutip Health Me Up, Minggu (4/5/2014)KelapaUntuk mengurangi peradangan dan rasa nyeri, Anda dapat mengoleskan minyak kelapa tepat di sariawannya, atau mengunyah kelapa kering. Selain itu, Anda juga dapat minum segelas air kelapa untuk mendinginkan tubuh Anda. Daun kemangiDaun kemangi memiliki sifat meedis yang dapat mengobati sariawan pada mulut Anda. Mengunyah beberapa helai daun kemangi dengan air beberapa kali dalam sehari, juga dapat menyembuhkan penyakit maag.Air garamMembilas dengan air garam dapat membantu mensterilkan sariawannya. Ambil sesendok garam dan mencampurnya dengan segelas air hangat. Kemudian, tahan di mulut dan kumur-kumurlah selama beberapa detik, lalu buanglah. Ulangi sebanyak beberapa kali untuk mendapatkan hasil maksimal.EsMengoleskan es ke dalam mulut dapat mengurangi pembengkakan dan juga mematika [...]

Cara Mudah Bersihkan Komedo dengan Buah Mangga

Cara Mudah Bersihkan Komedo dengan Buah Mangga

Komedo sulit dihilangkan. Bahkan seseorang rela sakit-sakitan demi menghilangkan bintik-bintik hitam di sekitar hidung ini. Contohnya saja dengan menggunakan alat yang yang mencabut satu per satu komedo. Padahal, ada cara yang terbilang sederhana, tanpa sakit, dan murah dengan menggunakan buah mangga.Caranya cukup campurkan satu sendok teh mangga yang sudah dihaluskan dengan setengah sendok teh susu dan madu. Lalu, oleskan campuran ini pada permukaan hidung yang terdapat komedo dan gosok dengan lembut hingga merata. Biarkan selama 30 menit dan bilaslah dengan air hangat. Dengan begitu, Anda dapat melihat perbedaan yang cukup nyata.Seperti dilansir laman Health Me Up, Senin (26/5/2014), selain untuk membersihkan komedo, buah berwarna kuning kehijauan yang mengandung vitamin A dan C itu berguna juga untuk menunda penuaan dan pigmentasi karena melindungi kulit terhadap radikal bebas yang dapat menyebabkan kanker kulit.Selain itu, mangga dapat membantu mencegah terjadi jerawat dan pelembab alami untuk kulit, dapat mengencangkan kulit dan meminimalkan munculnya pori-pori besar. [...]

Jangan Sembarangan Minum Obat Campuran Herbal dan Kimia!

Jangan Sembarangan Minum Obat Campuran Herbal dan Kimia!

Demi mempercepat penyembuhan, tak jarang kita menggabungkan pemakaian obat entah dua-duanya obat berbahan kimia sintentik atau herbal, atau obat berbahan kimia sintetik digabung dengan obat herbal. Parahnya, tidak semua obat kimia sintetik cocok bila dikombinasi dengan obat herbal. Demikian disampaikan Kepala Poliklinik Komplementer Alternatif RSU dr. Soetomo, Surabaya, dr. Arijanto Jonosewoyo, Sp. PD dalam acara 'The 1st Health Natural Wellnes Symposium' di Hotel Ritz-Carlton, Kuningan, Jakarta, Sabtu (5/4/2014) "Misalnya saja, ada orang beranggapan bahwa mengonsumsi statin bersamaan dengan obat herbal hasilnya lebih bagus. Tapi, penelitian tidak menyebutkan hal itu," ujar Arijanto menjelaskan. Arijanto mengatakan, penelitian menunjukan, konsumsi obat herbal secara bersamaan dengan statin menghasilkan efek yang buruk. "Justru hasilnya akan lebih baik, jika obat herbal tidak dikonsumsi secara bersamaan dengan statin," katanya menambahkan. Mengapa demikian? Karena, di dalam obat herbal, ada tanin yang mengikat zat aktif dari obat-obat statin tersebut, sehingga tidak akan bekerja maksimal. Maka itu, untuk menyiasatinya, Arijanto menganjurkan, konsumsi obat herbal di pagi hari d [...]

5 Makanan yang Pas untuk yang Sedang Kemoterapi

5 Makanan yang Pas untuk yang Sedang Kemoterapi

Asupan makanan selama menjalani kemoterapi bermanfaat untuk mencegah pasien terhindar dari rasa mual dan lelah berkepanjangan. Kemoterapi adalah suatu upaya untuk membunuh sel-sel kanker dengan mengganggu fungsi reproduksi sel. Kemoterapi merupakan cara pengobatan kanker dengan cara memberikan zat atau obat yang memiliki khasiat membunuh sel kanker.Di bawah ini terdapat sejumlah makanan sehat yang harus dikonsumsi selama melakukan kemoterapi, seperti dikutip Health Me Up, Selasa (30/9/2014) : TelurMakanan kaya vitamin B dan protein akan membuat pasien kemoterapi menjadi lebih sehat. Kandungan selenium pada telur membantu mengurangi efek setelah kemoterapi. Selain itu, kuning telur mengandung vitamin D dan E, yang dapat membantu melindungi tubuh dari racun akibat obat dari kanker. JaheJahe memiliki sifat anti-inflamasi yang membantu mengurangi mual dan muntah yang disebabkan kemoterapi. Untuk itu, tambahkan jahe ke dalam makanan yang disantap atau ke dalam secangkir teh yang diminum setiap hari. SayuranKale, bayam, selada, merupakan sumber zat besi yang baik, dan mengandung vitamin A, E, dan K. Nutrisi ini membantu sel-sel darah merah yang membuat hemoglobin dan mengedar [...]

Ekstrak Pepaya Efektif Obati DBD

Ekstrak Pepaya Efektif Obati DBD

Sebuah penelitian yang diterbitkan diterbitkan dalam jurnal Annals of Medical & Health Sciences Research menemukan bahwa ekstrak daun pepaya dapat meningkatkan trombosit sehingga efektif obati DBD.Mengutip laman Medindia, Kamis (28/8/2014), peneliti menemukan beberapa pasien yang sembuh dari demam berdarah dengan mengonsumsi ekstrak daun pepaya. (baca: Tak Hanya Nanas dan Daun Pepaya, Kiwi pun Bisa Lunakkan Daging)"Walaupun banyak studi tidak memiliki bukti ilmiah, tapi satu studi ini dilakukan lebih ilmiah menggunakan standar ekstrak daun pepaya. Dan ternyata menunjukkan hasil yang baik," kata peneliti.Peneliti mengungkapkan, pasien DBD yang menerima ekstrak daun pepaya menunjukkan perkembangan positif dalam hal peningkatan jumlah trombosit. (baca: Ibu Hamil Makan Pepaya, Amankah?)Untuk memperkuat temuan ini, peneliti akan melakukan studi jangka panjang lebih lanjut untuk membuktikan efektivitas dan keamanan penggunaan ekstrak daun pepaya sebelum dapat digunakan sebagai obat. [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *