Jangan Sembarangan Mengonsumsi Antibiotik

jangan-sembarangan-mengonsumsi-antibiotik-alodokter.jpg

Kini menggunakan antibiotik tanpa resep dokter sebagai bagian pengobatan sendiri makin banyak dilakukan. Padahal antibiotik merupakan jenis golongan obat resep dan tidak semestinya dapat dibeli secara bebas.

Sangat penting untuk mendapatkan petunjuk dan anjuran dari dokter sebelum mengonsumsi obat antibiotik. Yang perlu diketahui adalah jenis antibiotik bukan hanya ada satu. Perbedaan infeksi membutuhkan jenis dan dosis antibiotik yang berbeda-beda.

Apakah Antibiotik Pengobatan yang Tepat?

Antibiotik sebaiknya tidak digunakan sebagai pengobatan atas inisiatif pribadi karena bisa berdampak buruk pada kesehatan di masa depan. Terdapat banyak faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan jenis pengobatan untuk infeksi yang Anda alami. Oleh karena itu, penggunaan antibiotik yang aman selalu memerlukan petunjuk dari dokter yang telah terlatih secara medis untuk bertahun-tahun.

Sebelum meresepkan antibiotik kepada seorang pasien, perlu dipastikan terlebih dahulu bahwa infeksi itu disebabkan oleh bakteri atau parasit yang memang bisa dimusnahkan oleh antibiotik. Jika infeksi disebabkan oleh virus, maka mengonsumsi antibiotik bukan hanya langkah yang salah dan tidak efektif tapi bisa merugikan tubuh kita.

Salah satu alasan mengapa antibiotik termasuk dalam golongan obat resep dan bukan obat bebas adalah karena hanya dokter yang bisa membedakan infeksi akibat bakteri dari infeksi lain yang tidak bisa ditangani oleh antibiotik.

Berikut ini adalah contoh infeksi akibat bakteri yang cocok ditangani dengan antibiotik:

  • Infeksi sinus yang parah, lebih dari dua minggu.
  • Radang tenggorokan.
  • Infeksi saluran kemih.
  • Sebagian besar luka dan infeksi kulit seperti infeksi staphyloccocus.
  • Sebagian kecil infeksi telinga.

Berikut ini adalah contoh infeksi akibat virus yang tidak mampu ditangani oleh antibiotik:

  • Flu.
  • Bronkitis.
  • Sebagian besar jenis batuk.
  • Sebagian besar sakit tenggorokan.
  • Pilek.
  • Sebagian besar infeksi telinga.
  • Flu perut atau viral gastroenteritis.

Pemilihan Jenis Antibiotik

Pilihan antibiotik tergantung pada infeksi apa yang dialami seseorang dan bakteri atau parasit apa yang dianggap dokter sebagai penyebab infeksi. Karena tiap antibiotik hanya efektif untuk melawan bakteri atau parasit tertentu. Misalnya ketika Anda terkena radang paru-paru atau pneumonia, hanya profesional medis yang akan tahu jenis bakteri yang biasanya menjadi penyebab kondisi tersebut.

Selain menentukan antibiotik mana yang cocok, dokter juga yang tahu pasti mengenai dosis dan frekuensi yang cocok, sesuai dengan kondisi kesehatan pasien. Oleh karena pemberian antibiotik perlu pertimbangan beberapa faktor, sangat tidak dianjurkan untuk menggunakan antibiotik berdasarkan inisiatif sendiri. Tanpa pengetahuan medis yang lengkap, risiko keliru dalam menggunakan antibiotik sangat tinggi.

Mengonsumsi antibiotik yang salah baik dari segi jenis, dosis dan frekuensi,dapat mengakibatkan bakteri menjadi resisten. Resisten berarti bakteri tersebut beradaptasi dan berubah menjadi kebal terhadap antibiotik yang dulu mampu memusnahkannya. Hal ini sering terjadi akibat penyalahgunaan antibiotik.

Tubuh yang terinfeksi oleh bakteri yang resisten terhadap antibiotik lebih sulit pulih dan diobati. Infeksi itu pun lebih mudah berkembang dan menyebabkan berbagai komplikasi.

Interaksi dengan Obat Lain

Setiap obat termasuk antibiotik berpotensi mengganggu kinerja obat lain. Salah satu alasan mengapa penggunaan antibiotik sebaiknya berdasarkan petunjuk dokter adalah supaya kita tetap aman saat mengonsumsi antibiotik dengan obat lain.

Antibiotik jenis tertentu dapat mengganggu kinerja pil kontrasepsi atau pil KB. Jika Anda mengalami diare atau muntah ketika mengonsumsi antibiotik, maka kemungkinan obat lain seperti pil KB tidak terserap dengan baik. Gunakan alat kontrasepsi tambahan. Selalu tanyakan pada dokter sebelum mengonsumsi obat lain atau obat herbal bersamaan dengan antibiotik.

Efek Samping

Tiap antibiotik memiliki efek samping masing-masing, mulai dari yang ringan hingga yang sangat serius. Dengan anjuran dan petunjuk dari dokter, kita bisa menggunakan antibiotik dengan aman dan dengan risiko efek samping yang minimal. Berikut ini adalah beberapa efek samping yang umumnya terjadi setelah konsumsi antibiotik:

? Infeksi jamur di sekitar mulut, saluran pencernaan atau vagina.

? Diare.

? Muntah.

? Mual.

Selain itu, ada pula efek samping antibiotik yang lebih jarang terjadi:

? Perubahan kepekaan kulit terhadap sinar matahari.

? Pendengaran yang menurun.

? Pembekuan darah terganggu.

? Pembentukan batu ginjal.

? Gangguan darah.

Waspada Reaksi Alergi

Dengan petunjuk dari dokter, kita juga bisa terhindar dari jenis antibiotik yang mungkin tidak bisa ditoleransi oleh tubuh kita. Umumnya, ketika seseorang mempunyai alergi terhadap satu golongan antibiotik, dia bisa saja alergi terhadap semua jenis antibiotik yang termasuk dalam golongan tersebut. Hanya profesional medis yang tahu jelas jenis antibiotik mana yang termasuk dalam golongan mana.

Bimbingan dokter dalam menentukan jenis antibiotik akan berperan sangat penting bagi mereka yang mempunyai alergi. Reaksi alergi terhadap antibiotikbisa berupa ruam, pembengkakan pada wajah dan lidah, hingga kesulitan bernapas yang umum disebut reaksi anafilaksis.

Kondisi anafilaksis tidak boleh disepelekan karena dapat berakibat fatal. Untuk itu, penting untuk memberitahukepada dokter, perawat, atau apoteker jika Anda memiliki reaksi alergi terhadap antibiotik tertentu.

Yang perlu diingat, mengonsumsi antibiotik harus senantiasa melalui konsultasi dan resep dokter. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat hanya akan mengakibatkan kerugian seperti efek samping, pengeluaran biaya yang sia-sia dan resistensi yang dapat menyebabkan infeksi parah di kemudian hari.

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Apakah Suplemen Herbal Aman?

Apakah Suplemen Herbal Aman?

Oleh: dr. Nadia Octavia Banyak beredar di pasaran produk suplemen yang menawarkan pilihan untuk kebutuhan nutrisi tubuh. Diantaranya adalah produk-produk suplemen yang mengklaim sebagai murni berbahan aktif herbal. Amankah suplemen obat herbal bagi tubuh kita? Berikut adalah aturan yang dikeluarkan oleh FDA (Food and Drugs Association) tentang pemilihan suplemen herbal yang aman: Perusahaan yang memproduksi suplemen tersebut harus dapat memberikan bukti pendukung riset ilmiah yang membuktikan bahwa bahan-bahan yang terkandung dalam suplemen tersebut memang bermanfaat bagi kesehatan. Perusahaan harus mengikuti regulasi yang ditetapkan agar suplemen yang diproses memenuhi kualitas standar, tidak mengandung bahan yang terkontaminasi seperti timbal atau pestisida dan bahan yang diproses sesuai standar dan jumlah yang tepat. Berhati-hatilah dalam penggabungan konsumsi suplemen herbal dengan obat-obatan dari resep dokter karena dapat berpotensi membahayakan tubuh dan bahkan dapat mengancam jiwa. Oleh karena itu, selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen obat herbal. Bagaimana mengetahui kandungan yang ada di dalam suplemen herbal? Berikut a [...]

Seperti Rokok, Garam Bisa Bikin Kecanduan

Seperti Rokok, Garam Bisa Bikin Kecanduan

Tak jarang orang yang sulit menghentikan kebiasaan mengonsumsi makanan asin yang kerap kali membuat ketagihan. Mengapa makanan asin bisa bikin kecanduan?Dikutip dari Daily Mail, para peneliti mengklaim bahwa gram mengandung zat adiktif yang sama seperti rokok atau obat-obatan keras. Zat ini memicu gen yang sama, sel-sel pada otak serta koneksi otak.Beberapa peneliti dari Australia dan Amerika melakukan penelitian dengan tikus sebagai objek percobaan. Tikus-tikus tersebut dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama tidak mengonsumsi garam sedangkan kelompok lainnya, diberikan asupan garam.Kemudian para peneliti membandingkan aktivitas otak tikus yang memakan garam dan yang tidak. Selain itu para peneliti juga mempelajari otak tikus yang terus menginginkan garam selama tiga hari dan kemudian diberi air asin untuk diminum. Hasilnya, ketika tikus-tikus tersebut membutuhkan garam, sel-sel otak menjadikan kondisi protein sama saat seseorang kecanduan zat seperti heroin, kokain dan nikotin."Dalam studi ini kami menemukan bahwa hal ini merupakan naluri yang biasa. Rasa lapar akan garam membuat organisasi saraf kecanduan seperti kecanduan pada kokain," ujar Professor Derek Denton dari [...]

Agar Gigi Kuat, Rajin-rajinlah Konsumsi 4 Makanan Ini

Agar Gigi Kuat, Rajin-rajinlah Konsumsi 4 Makanan Ini

Rajin sikat gigi saja tidak cukup untuk menjaga agar gigi sehat dan kuat sampai tua. Asupan nutrisi juga penting untuk memelihara kesehatan gigi dan mulut, membuat senyum Anda indah dengan gigi yang putih. Ini dia tips diet seimbang dan kaya gizi untuk gigi sehat, yang dirangkum Wolipop dari berbagai sumber.1. Gandum UtuhGandum utuh lebih baik untuk dikonsumsi dibandingkan dengan gandum olahan seperti mie, pasta, biskuit dan produk roti dari tepung putih lainnya. Gandum olahan atau makanan yang mengandung tepung dan juga gula adalah karbohidrat yang difermentasikan sehingga menjadi penyebab utama yang berkontribusi terhadap pembentukan asam dalam rongga mulut. Biasakan mengonsumsi gandum utuh seperti oatmeal, roti gandum, havermut atau sereal secara rutin.2. Buah dan SayuranBuah dan sayur mengandung serat, sehingga diperlukan banyak kunyahan untuk mengolahnya. Hal ini berpengaruh pada peningkatan produksi air liur untuk perlindungan rongga mulut. Sayuran hijau kaya akan vitamin A dan protein yang menjaga gigi dan tulang selalu dalam kondisi baik.3. Susu dan Produk OlahannyaSusu merupakan sumber penting dari kalsium untuk diet Anda. Disarankan untuk minum minimal 250-500ml susu s [...]

Riset: Wanita Butuh Tidur Lebih Lama dari Pria

Riset: Wanita Butuh Tidur Lebih Lama dari Pria

Wanita butuh tidur 20 menit lebih banyak ketimbang pria. Otak wanita yang lebih kompleks dan gemar mengerjakan banyak hal secara bersamaan, membuatnya harus istirahat lebih banyak.Hal tersebut dikatakan oleh Profesor Jim Horn dari Sleep Research Centre, Loughborough University. Menurutnya semakin sering otak digunakan, semakin banyak sel-sel otak yang harus diistirahatkan."Wanita lebih banyak melakukan pekerjaan dalam satu waktu. Mereka juga menggunakan otaknya lebih sering daripada pria. Untuk itulah, waktu tidurnya pun harus lebih banyak," kata Professor Jim Horn, seperti dikutip dari New York Daily News.Sebenarnya, pria juga butuh waktu tidur lebih banyak ketika ia melakukan banyak pekerjaan yang membutuhkan pemikiran berat. Tetapi walau bagaimanapun, tetap saja tidak sebesar dan seberat yang dilakukan wanita."Wanita punya lebih banyak komitmen untuk mengerjakan sesuatu, contohnya seorang istri baru bisa tidur setelah semua pekerjaan rumahnya selesai," ujar Michael Breus, pengarang buku 'Beauty Sleep: Look Younger, Lose Weight, and Feel Great Through Better Sleep'.Dalam jurnal The American Academy of Sleep Medicine, peneliti dari North Carolina menyebutkan bahwa wanita lebih [...]

Bermain Tetris Menyehatkan Mata

Bermain Tetris Menyehatkan Mata

Oleh: dr. Puti Naindra Alevia Siapa yang tidak kenal Tetris? Sejak zaman gimbot hingga iPad, permainan yang dilahirkan di Uni Soviet ini sangat popular di kalangan anak-anak maupun orang dewasa. Peraturan bermainnya sederhana yaitu menyusun balok-balok yang berjatuhan sesuai dengan bentuknya. Selain menghibur hati, ternyata permainan ini memiliki manfaat medis. Tim dokter McGill University di Kanada menemukan bahwa bermain Tetris dapat memperbaiki mata malas atau yang disebut juga dengan ambliopia. Pada sebuah penelitian kecil yang melibatkan 18 orang dewasa, cara ini ditemukan lebih baik dibandingkan cara konvensional yaitu degan menutup mata yang normal agar mata yang malas bekerja lebih keras. Para peneliti sekarang ingin mengetahui apakah metode ini juga dapat diterapkan pada anak-anak dengan kondisi yang sama. Beberapa penelitian terkait hal ini sedang dilakukan di Inggris. Satu dari 50 anak menderita ambliopia. Keadaan ini terjadi karena susunan saraf antara otak dengan mata tidak mendapatkan stimulasi yang benar. Otak akan memprioritaskan bayangan yang datang dari mata yang sehat dan mengabaikan bayangan dari mata yang lebih lemah. Mata yang lemah cenderung berdeviasi. Pada [...]

8 Makanan Terbaik untuk Mengurangi Kolesterol

8 Makanan Terbaik untuk Mengurangi Kolesterol

Jumlah kolesterol dalam darah yang melebihi 200 menjadi momok bagi setiap orang di masa tua. Padahal, pengidap kolesterol tinggi tidak hanya orang-orang yang berusia 40 tahun ke atas saja, dalam usia muda pun juga bisa terkena penyakit akibat kolestrol. Sering mengonsumsi makanan cepat saji dan kurang berolahraga dapat berakibat buruk bagi kesehatan dan memicu perkembangan berbagai penyakit. Seperti jantung, diabetes dan juga hipertensi.Menurut American Heart Association (AHA), kadar kolesterol dalam darah bisa dikurangi dengan mengonsumsi makanan yang sehat. Lalu, seperti apa makanan sehat yang dimaksud? Berikut ulasannya seperti dikutip dari Health Me Up.1. GandumMengganti makanan pagi dengan gandum akan membantu menjaga kadar kolesterol lebih baik. Menurut penelitian, dengan mengonsumsi dua porsi gandum setiap harinya dapat mengurangi kolesterol LDL sebanyak 5,3% hanya dalam 6 minggu. Ini karena gandum mengandung zat yang disebut beta-glukan yang dapat menyerap kolesterol jahat.2. Salmon dan Lemak IkanIkan salmon kaya akan kandungan asam lemak Omega 3 yang berperan penting dalam menjaga kadar kolestrol tetap terkendali. Asam lemak Omega-3 juga membantu jantung dengan beragam [...]

Anyang-anyangan, Masalah yang Tak Boleh Disepelekan

Anyang-anyangan, Masalah yang Tak Boleh Disepelekan

Anyang-anyangan adalah masalah kesehatan yang tidak dapat disepelekan. Anyang-anyangan didefinisikan sebagai perasaan tidak lampias saat buang air kecil disertai rasa panas atau nyeri. Hal ini normalnya tidak terjadi. Pada saat buang air kecil, kantong kencing dalam keadaan penuh maka kantong kencing akan meremas air kencing keluar. Jika proses ini terganggu seperti pada gangguan saraf atau infeksi, maka proses buang air kecil dapat terganggu. Wanita, secara umum memang lebih mudah untuk terkena infeksi saluran kencing karena ukuran saluran kencingnya pendek, hanya sekitar 4 cm jika dibandingkan dengan saluran kencing pria yang dapat mencapai 12 cm. Ukuran yang pendek ini mempermudah bakteri untuk masuk dan memanjat saluran kencing wanita serta menimbulkan infeksi. Infeksi saluran kencing ini seringkali menyebabkan anyang-anyangan. Anyang-anyangan juga dapat disebabkan karena kurang minum dan dapat diatasi dengan banyak minum. Namun, jika anyang-anyangan terjadi dengan beberapa gejala lainnya seperti berikut di halaman selanjutnya: Anyang-anyangan, Masalah yang Tak Boleh Disepelekan Namun, jika anyang-anyangan terjadi dengan beberapa gejala lainnya seperti be [...]

Apa Saja Kondisi Penyebab Kencing Darah?

Apa Saja Kondisi Penyebab Kencing Darah?

Sebaiknya jangan abaikan jika terdapat darah dalam kencing, kecuali pada wanita yang sedang haid. Kencing darah bisa merupakan pertanda ada masalah pada ginjal, saluran kencing, atau prostat Anda. Atau sebaliknya, bisa juga bukan kondisi serius. Untuk memastikannya, diperlukan pemeriksaan medis dan tes laboratorium. Darah yang ada di dalam urine berasal dari ginjal atau saluran kemih. Jika mengandung darah, urine yang muncul berwarna kecokelatan, merah, atau merah muda terang. Namun, darah dalam urine tidak selalu dapat terlihat dengan kasat mata karena pada beberapa kasus akan diperlukan pemeriksaan di bawah mikroskop. Berikut adalah beberapa kondisi umum yang dapat menyebabkan kencing darah. Infeksi Saluran Kemih Infeksi saluran kemih sering kali disebabkan oleh bakteri E. Coli. Secara umum gejalanya berupa rasa sakit saat buang air kecil, sering buang air kecil, bau urine menyengat dan bisa mengandung darah. Pada wanita, biasanya terasa sakit pada bagian panggul. Sedangkan pada pria, pada bagian rektal atau dubur. Jika infeksi terjadi di uretra, yaitu saluran kencing dari kandung kemih ke anus, Anda akan merasa perih ketika kencing. Sedangkan jika infeksi terjadi di kandung k [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *