Kartu Jakarta Pintar Tak Tumpang Tindih dengan KIP

075418600_1414988803-IMG_0621.JPG

Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyatakan tidak akan terjadi tumpang tindih antara program Kartu Jakarta Pintar (KJP) dengan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

“Tidak akan terjadi tumpang tindih antara kedua program pendidikan tersebut (KJP dan KIP). Justru malah dua program itu akan saling mendukung,” kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Lasro Marbun di Jakarta, Selasa.

Pria yang akrab disapa Lasro itu memperkirakan akan terjadi pemisahan dalam kedua program pendidikan tersebut, khususnya terkait para penerima jaminan itu.

“Memang sepertinya akan ada pemisahan antara sasaran penerima KJP dan sasaran penerima KIP. Kita akan bahas ini lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait supaya tidak terjadi tumpang tindih,” ujar Lasro.

Perbedaan lainnya, dia menuturkan, yaitu terletak pada basis data yang digunakan. Untuk KJP, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggunakan data kemiskinan faktual.

“Artinya, Pemprov menyesuaikan dengan fakta yang ada di lapangan. Sedangkan, data yang digunakan dalam program KIP, yakni data dari Badan Pusat Statistik (BPS),” tutur Lasro.

Dengan demikian, dia mengungkapkan pihaknya akan melihat harmonisasi diantara kedua program jaminan pendidikan itu terlebih dahulu sebelum mengambil langkah selanjutnya.

“Yang pasti, Pemprov DKI Jakarta dan pemerintah pusat akan terus melakukan koordinasi dan harmonisasi di lapangan untuk menghindari tumpang tindih tersebut,” ungkap Lasro.

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Pemilik Anjing Itu Bukan Majikan, Tapi `Orangtua`

Pemilik Anjing Itu Bukan Majikan, Tapi `Orangtua`

Tidak sedikit yang memiliki hewan peliharaan menyebut dirinya majikan. Namun Organisasi Penyelamat Hewan, Animal Defender, tidak menyetujui hal ini. Menurut Ketua Animal Defender, Doni Herdaru pemilik hewan peliharaan bukanlah majikan."Saya tidak setuju kalau disebut sebagai majikan. Karena memang hubungannya bukan pembantu. Jadilah orangtua hewan peliharaan karena pemilik hewan peliharaan itu seperti membesarkan dan merawatnya," kata Doni, Kamis (20/4/2014).Doni mengatakan, kesalahan penyebutan ini masih sering terjadi. Sehingga tidak sedikit juga pemilik anjing melakukan hal-hal yang seenaknya. "Hewan peliharaan itu ibarat anak kita. Kalau sakit dirawat, kalau nakal harus dikasih tahu. Pemilik hewan peliharaan itu harus mengerti apa yang sedang dibutuhkan peliharaannya. Jangan seenaknya tiba-tiba menghukum yang sifatnya menyakiti seperti main tangan atau kekerasan fisik lainnya," kata Doni.Doni berharap pemilik hewan peliharaan bisa menjaga hubungan baik dengan peliharaannya. "Sudah memilih untuk punya hewan peliharaan berarti berani ambil risikonya. Jaga hubungan baik layaknya orangtua dan anak. Perawatan rutinnya itu perlu agar terhindar dari penyakit," harap Doni. Vaksin jug [...]

Teknologi Nirkabel Picu Tumor Otak Ganas

Teknologi Nirkabel Picu Tumor Otak Ganas

Teknologi yang canggih bisa memudahkan pekerjaan seseorang. Tapi, di sisi lain ada dampak buruk yang bica ditimbulkan. Seperti risiko kesehatan dari teknologi nirkabel (wireless) dari telepon selular.BioInitiative Working Group menunjukkan bukti kekhawatiran terjadinya tumor otak ganas dari penggunaan ponsel yang menggunakan teknologi nirkabel atau lebih dikenal dengan teknologi elektronika yang beroperasi tanpa kabel."Ada pola konsisten meningkatnya risiko glioma (tumor otak ganas) dan neuroma akustik dengan penggunaan ponsel dan cordless phones," kata Lennart Hardell, MD, PhD at Orebro University, Swedia.Hasil penelitian ini dirilis pada 2012 dan 2013 seperti dilansir DailyStar, Selasa (15/4/2014).Bukti epidemiologis menunjukkan bahwa frekuensi radio seharusnya diklasifikasikan sebagai karsinogen manusia. Batas keselamatan umum FCC/IEEE dan ICNIRP yang ada tidak cukup untuk melindungi kesehatan masyarakat.Perangkat nirkabel mobile seperti ponsel dan tablet merupakan sumber dari stres biologis yang tak perlu untuk pikiran dan tubuh. Laporan memperingatkan adanya nirkabel di sekolah-sekolah. Sekolah seharusnya menyediakan akses internet tanpa Wi-Fi."Ini pada dasarnya sebuah eksperi [...]

Vaksin Kanker Serviks Mahal, Pakai IVA Saja

Vaksin Kanker Serviks Mahal, Pakai IVA Saja

Selain kanker payudara, ternyata kanker serviks juga menempati peringkat tertinggi penyakit kanker yang paling banyak diderita wanita di Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemkes) mencatat, berdasarkan Sistem Informasi RS (SIRS), jumlah pasien rawat jalan maupun rawat inap pada kanker serviks mencapai 5.349 orang (12,8 persen). Meski begitu, Menteri Kesehatan Nila Moeloek menyampaikan pemerintah masih belum bisa memberi subsidi untuk vaksin kanker serviks mengingat harganya yang masih tinggi. "Masih mahal, saya terus terang belum bisa untuk vaksin kanker serviks," kata Menkes usai serah terima jabatan di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (28/10/2014). Menkes menerangkan, untuk mengantisipasinya, pertama kali yang bisa diberikan pada masyarakat adalah metode IVA (inspeksi visual dengan aplikasi asam asetat) yang bisa dilakukan di Puskesmas. "IVA masih menjadi alternatif untuk kanker serviks. Kita bekejasama dengan Yayasan Kanker Indonesia seluruh indonesia dan BPJS Kesehatan. Tapi saya tidak lupa bahwa Bupati Badung, Bali telah memberikannya pada anak-anak SMA disana tapi SMP belum karena belum cukup dananya. Totalnya masih mahal," jelasnya. [...]

Begini Cara Ajarkan Anak Berkata Jujur Sejak Kecil

Begini Cara Ajarkan Anak Berkata Jujur Sejak Kecil

Anak-anak harus diajari berlaku dan jujur sejak kecil. Apalagi anak-anak mungkin akan menyembunyikan kebenaran karena takut dihukum. Anak-anak tak memahami konsekuensi berbohong yang lebih besar.Penulis Smart Parenting Zaid Mohamad, Senin (3/2/2014) menjelaskan, berbohong hanya membiarkan anak-anak lolos untuk sementara waktu. Tapi, jika anak-anak ketahuan berbohong tak ada yang mengatakan seberapa besar konsekuensi yang mungkin anak-anak terima. Zaid menjelaskan, karena itulah orangtua perlu membekali anak-anak pengetahuan dan keberanian untuk mengatakan yang sebenarnya sejak usia dini. Jika tidak, berbohong bisa menjadi kebiasaan yang mereka bawa hingga dewasa.Lantas bagaimana melatih anak untuk bersikap jujur? Zaid berbagi tips untuk para orangtua: 1. Katakan yang sebenarnyaMulailah dengan meyakinkan anak-anak bahwa tak apa-apa jika mereka mengatakan yang sebenarnya, tak peduli apakah itu tidak menyenangkan.Orangtua harus memastikan bahwa anak-anak memahaminya. Selain itu, orangtua harus mengingatkan mereka secara teratur setiap kali orangtua ragu-ragu dengan anaknya."Contohnyaa, saya baru-baru ini memberi uang dengan jumlah yang relatif besar ke anak saya untuk diberikan ke g [...]

Siswa SD dengan Kanker Tulang UAS di Rumah

Siswa SD dengan Kanker Tulang UAS di Rumah

Liputan6.com Bengkulu Rizki Ridho Kurniawan, siswa SD Negeri 75 Kota Bengkulu harus mengikuti Ujian Akhir Sekolah (UAS) dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia di rumahnya di Perumnas Kandang Mas, RT 23 RW 06 Block C No. 62 Kelurahan Kandang Mas Mulya Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu. Alasannya, selama satu tahun terakhir ini Rizki mengalami kanker tulang di bagian paha sebelah kanan."Dari 119 peserta UAS, ada satu murid kita yang ujian di rumah atas nama Rizki Ridho Kurniawan dengan nomor ujian 01-075-119-2," kata Kepsek SD 75, Kusmabuti, Senin (19/5/2014).Pelaksanaannya sendiri mendapat pengawasan dari SDN 75 didampingi pengawas silang. Untuk waktu yang diberikan sesuai dengan jadwal 90 menit. "Kita sudah meminta izin pada aparat kepolisian dan pengawas silang atas kondisi Rizki yang tengah mengalami sakit kanker tulang," jelas Kusma.Secara terpisah, orangtua Rizki, Nurhasanah menyampaikan, jika anaknya sudah mengalami sakit kanker tulang sejak kelas V di bagian paha. Terdapat 24 bekas jahitan operasi yang terletak di bagian samping paha kanan, 11 jahitan, dan bagian atas paha 13 jahitan."Anak saya sama sekali tidak bisa bergerak, makanya kami meminta pertimbangan agar bisa [...]

Di RSCM, Kanker Serviks Paling `Ngetop`

Di RSCM, Kanker Serviks Paling `Ngetop`

Data dari hasil survei yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta di rumah sakit dan puskesmas di Jakarta, didapatkan bahwa dari 50.902 wanita subur di Jakarta, sekitar 3,64 persen positif menderita kanker serviks. Tampaknya, apa yang dipaparkan oleh Dinkes DKI Jakarta, sejalan dengan data yang tersedia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).Kepala Departemen Radioterapi RSCM, Prof, DR. Dr. Soehartati Gondhowiardjo, SpRad (K) OnkRad mengatakan bahwa kanker serviks berada di urutan pertama dari sekian banyak jenis kanker yang ditangani di rumah sakit tersebut. Di posisi kedua, ditempati oleh kanker payudara.Dari Januari sampai November 2013, tercatat ada 368 pasien dengan kanker serviks, dan 334 pasien untuk kanker payudara. "Angka kejadian penderita kanker payudara kalah tinggi dari kanker serviks. Karena biasanya, kanker payudara terjadi pada masyarakat sosio-ekonomi menengah, sedangkan kanker serviks itu sendiri banyak terjadi pada kalangan bawah," kata Dr. Soehartati dalam acara `World Cancer Day: Menepis Mitos Kanker`, di Lobby Gedung Radioterapi RSCM, Salemba, Jakarta, pada Senin (3/2/2014)Di posisi selanjutnya, ditempati kanker nasofaring, kanker otak, kanker paru, rec [...]

Aksi Peduli Bersih-bersih Usai Banjir Belum Cukup, Perlu Edukasi

Aksi Peduli Bersih-bersih Usai Banjir Belum Cukup, Perlu Edukasi

Paska musibah banjir yang terjadi di Jakarta atau daerah lainnya memicu banyak pihak menggelar aksi peduli. Mereka berbondong-bondong membantu membersihkan rumah warga dari kotoran sisa-sisa banjir.Namun aksi ini menurut Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta, dr. Jhon ST Marbun M. Kes masih kurang membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kebersihan."Harus ada edukasinya juga, seperti yang dilakukan Komunitas Bersih Nyok dan Gerakan Antikuman Wipol ini tidak hanya aksi tetapi juga edukasi tentang hidup bersih," kata dr. John.Menurut Brand Manager Wipol PT Unilever Indonesia, Tbk, Asep Haekal edukasi dan aksi sangatlah penting untuk masyarakat khususnya korban bencana alam."Edukasi itu penting agar masyarakat lebih mewaspadai penyebaran penyakit dalam keluarga maupun lingkungan sekitarnya pada saat banjir, baik saat menggenang maupun sudah surut," kata Asep Haekal.Salah satu Penggagas Komunitas Bersih Nyok! dr. Amaranila Lalita Drijono, SpKK mengatakan hal serupa. "Masyarakat itu harusnya bukan bertanya 'kapan rumah saya dibersihkan petugas?' Tetapi mulai belajar menjadi masyarakat mandiri. Jangan hanya menggelar aksi [...]

Restoran Cepat Saji Merajalela, BED Cegah Diabetes di Korea

Restoran Cepat Saji Merajalela, BED Cegah Diabetes di Korea

Program BED (Behaviour, Exercise, Diet) yang tengah dicanangkan oleh pemerintah kota Korea memiliki efek cukup baik bagi masyarakat agar terhindar dari diabetes militus (DM), terlebih dengan adanya restoran cepat saji. Tidak hanya di Indonesia, restoran cepat saji yang tengah merajai sejumlah negara turut menghantui masyarakat di Korea. Apalagi, sekarang banyak masyarakat Korea yang telah meninggalkan kebiasaan baik mengonsumsi makanan sehat. "Akibatnya, prevalensi diabetes militus (DM) di Korea meningkat hingga sekarang mencapai 10 persen," kata Chairman of the International Diabetes Federation Western Pacific Region, Prof. Nam H. Cho.Penjelasan ini disampaikan Cho dalam diskusi 'Indonesia Diabetes Leadership Forum' di JW Marriot, Mega Kuningan, Jakarta, ditulis Jumat (14/11/2014)Lebih lanjut Cho, menjelaskan, sejak restoran cepat saji masuk ke kota yang jadi kiblat dalam hal musik dan film drama, makanan tradisional seperti Kimchi yang tergolong makanan sehat dilupakan begitu saja oleh masyarakat di sana. "Untunglah, sekarang ini anak-anak muda telah kembali membiasakan diri dengan mengonsumsi makanan sehat itu," kata dia menerangkan. [...]

Risiko Bila Kelebihan Vitamin B

Risiko Bila Kelebihan Vitamin B

Untuk menjaga kesehatan saraf dan mencegah neuropati atau kerusakan saraf, diperlukan vitamin neurotropik yang terdiri dari vitamin B1, B6 dan B12. Tapi bagaimana dosis yang dianjurkan?Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi PERDOSSI Pusat yang juga konsultan neurologis dari Departemen Neurologi FKUI-RSCM, Dr. Manfaluthy Hakim, Sp. S (K) menjelaskan, untuk dosisnya, tergantung dari usia, kondisi kesehatan dan gaya hidup."Semakin tua usia atau menderita suatu penyakit sistemik seperti diabetes, diperlukan lebih banyak vitamin B12 karena vitamin tersebut hanya diserap tubuh kurang dari 2 persen," kata Luthy, ditulis Jumat (6/6/2014).Luthy juga menyarankan agar tidak khawatir bila Anda merasa kelebihan mengonsumsi vitamin B. Ini karena vitamin B larut dalam air. Sehingga bila Anda kelebihan vitamin B, zat ini secara otomatis akan keluar melalui urin. "Tubuh kita luar biasa, tidak perlu khawatir kelebihan vitamin B. Karena secara otomatis, setelah mengonsumsi vitamin B, kita akan mengeluarkan kelebihannya melalui urin. Itu kenapa kalau habis mengonsumsi vitamin B, pipis kita bau," ujarnya [...]

Gadis 22 Tahun Diketahui Idap HIV Lanjut Setelah Manicure

Gadis 22 Tahun Diketahui Idap HIV Lanjut Setelah Manicure

Gadis berusia 22 tahun didiagnosa mengidap HIV lanjut, setelah dia melakukan perawatan kuku, manicure di salon kecantikan. Meski alat untuk manicure dapat dijadikan tempat penularan virus mematikan seperti HIV, tapi dokter mengatakan bahwa kasus seperti ini amat langka. Bahkan, risiko infeksi dari sejumlah sumber baru masih sangat rendah. Salah seorang dokter dari HIV Sequence Database di Los Alamos National Laboratory, Dr Brian Foley, mengatakan, kasus yang menimpa gadis 22 tahun ini tidak membuat orang takut mengalami kontak dengan orang-orang dengan virus HIV (ODHA), karena risiko terinfeksi sangat rendah.Masyarakat harus tahu, HIV tidak dapat ditularkan melalui kontak biasa seperti berbagi peralatan makan atau minum dari gelas air yang sama."Penularan HIV dengan alat manicure yang sama merupakan peristiwa langka, yang semestinya tidak membuat orang takut dengan HIV atau mengalami kontak langsung dengan orang yang terinsfeksi HIV," kata Brian dikutip dari Daily Mail, Jumat (14/11/2014)Namun, dengan adanya kasus ini, Brian berharap agar orang-orang lebih waspada untuk berbagi alat yang mengandung darah, termasuk alat manicure dan gunting kuku.Lagipula, menurut laporan dari journa [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *