Kemkes RI Benarkan Penelitian Vaksin Ebola Sementara dihentikan

010979100_1409825724-Ebola-Virus-aji-140904-7.jpg

Kementerian Kesehatan membenarkan bahwa saat ini uji coba vaksin Ebola akan dihentikan sementara mengingat adanya keluhan sendi dari 4 relawan.

Seperti disampaikan Kepala Balitbangkes, Prof Tjandra Yoga Aditama bahwa penghentian sementara uji coba vaksin ini dialami oleh 4 orang dari 135 orang yang diteliti. Selain itu, peneliti masih menemukan adanya virus Ebola pada sperma pasien yang sudah sembuh 40 hari, 61 hari dan 82 hari.

“3 dari 43 kasus, Virus Ebola tetap ditemukan pada sperma pasien yang sudah sembuh 40 hari, 61 hari dan 82 hari, ini penting untuk potensi penularan,” kata Tjandra dalam keterangan pers yang diterima Liputan6.com, Selasa (16/12/2014).

Prof Tjandra juga menyampaikan perkembangan penting lainnya, seperti penelitian fase satu ZMapp juga sedang berjalan, sejauh ini hasilnya baik. Kemudian hasil pengobatan dengan plasma konvalesens (darah dari pasien sembuh) ternyata belakangan tidak begitu baik lagi, tidak seperti dahulu. Dan saat ini sedang diteliti target molekuler mana yang sebenarnya berperan dalam hal ini.

Namun yang penting, menurutnya adalah pencegahan dan deteksi yang dilakukan di pintu masuk negara ASEAN dan sekitarnya.

Sebagai tindak lanjut pertemuan ASEAN plus three Health Minister Special Meeting on Ebola Preparedness and Response di Bangkok yang berlangsung pada 15 Desember, setidaknya ada 5 kegiatan yang penting disampaikan, yaitu:

1. Identifikasi penumpang dari negara terjangkit, dapat dengan health alert card, keterlibatan pemeriksaan paspor oleh imigrasi, kerjasama dengan pimpinan bandara dan airline dan lainnya.

2. Identifikasi kemungkinan gejala, dapat dengan thermal scanner atau pemeriksaan kewaspadaan petugas

3. Penanganan mereka yang dicurigai, di klinik KKP misalnya, atau di tempat lain yang ditunjuk, dilengkapi dengan sistem rujukan ke RS yang tertata baik

4. Surveilans ketat di daerah, dalam bentuk kerjasama DSO, Dinas Kesehatan dan KKP daerah itu.

5. Komunikasi risiko, dalam bentuk penyuluhan kesehatan dan lainnya.

“Kalau nantinya ada kasus Ebola di ASEAN dan negara sekitar lain, maka selain penangan kasus itu maka ada 3 hal penting, yaitu penelusuran kontak, desinfeksi dan surveilans selama 21 atau 42 hari. Contohnya pada petugas Kementerian Kesehatan Cina yang ikut hadir di acara ASEAN plus three Health Minister Special Meeting on Ebola Preparedness and Response di Bangkok, yang baru bisa beraktifitas setelah dikarantina 21 hari kembali dari Afrika Barat,” ujarnya.

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Laboratorium Tercanggih di Dunia Ada di Indonesia

Laboratorium Tercanggih di Dunia Ada di Indonesia

Tak kalah dengan luar negeri, Indonesia juga ternyata memiliki laboratorium canggih yang bisa menangkal segala macam virus. Seperti Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan di Jalan Percetakan Negara, Jakarta Timur yang merupakan laboratorium rujukan Organiasasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam pemeriksaan virus flu burung dan demam berdarah. Seperti disampaikan Kepala Balitbangkes, Tjandra Yoga Aditama bahwa Indonesia memiliki laboratorium yang bisa meneliti virus polio, campak, Japanese Encehpalitis, flu burung dan demam berdarah. Selain itu, laboratorium ini ke depannya diharapkan jadi pusat penelitian Sindrom Pernapasan Timur Tengah (MERS) dan virus ebola. "Kita punya teknologi juga yang juga bisa dipakai untuk meneliti ebola dan MERS atau disebut Laboratorium Biosafety Level 3 (BSL3). Disini, berbagai virus bisa dikirim kemari untuk diteliti," katanya. Meski laboratorium BSL3 saat ini hanya digunakan untuk meneliti virus penyakit menular seperti polio dan campak, tapi menurut Tjandra, alatnya bisa digunakan untuk pemeriksaan virus berbahaya lainnya. Tjandra menerangkan, di Pusat Biomedik ada 5 laboratorium yang menjadi unggulan dan rujukan WHO sebagai berikut: 1. Laborator [...]

Dari 5K for Smiles 2014 untuk Pasien Celah Bibir

Dari 5K for Smiles 2014 untuk Pasien Celah Bibir

Hasil dari penggalangan dana yang dilakukan Bedah Mulut Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung diperuntukkan tidak hanya bagi pasien celah bibir dan langit-langit yang ada di Bandung saja, melainkan juga untuk seluruh pasien di Indonesia. "Tidak hanya untuk pasien di Bandung saja, tapi bergerak untuk seluruh pasien di Indonesia," kata Ketua Umum 'Charity Run - 5K for Smiles 2014' Seto Adiantoro, drg., Sp.BM kepada Health-Liputan6.com di Balai Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (7/9/2014) Beberapa hari lalu, kata Seto, timnya baru saja melakukan operasi celah bibir dan langit-langit secara gratis untuk masyarakat yang ada di Kalimantan dan Serang. "Besok rencananya, mau ke Kalimantan lagi. Lalu pada Oktober akan ke Ambon," kata Seto. Melalui 'Charity Run - 5K for Smiles 2014' yang terselenggara berkat kerjasama dengan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran (FKG-UNPAD) dan Yayasan Pembina Penderita Celah Bibir dan Langit-langit (YPPCBL) di bawah organisasi Persatuan Ahli Bedah Mulut Indonesia (PABMI), Seto berharap dana yang terkumpul dapat bermanfaat bagi para pasien dengan kondisi yang masih dianggap 'aneh' di Indonesia. Seto melanjutkan, meski pasien dengan kondisi celah [...]

Pornografi, Cikal Bakal Kejahatan Seksual pada Anak

Pornografi, Cikal Bakal Kejahatan Seksual pada Anak

Pornografi menjadi cikal bakal terjadinya kejahatan seksual terhadap anak di Indonesia. Walaupun bukan satu-satunya faktor yang menyebabkan sampai terjadinya hal tersebut, namun yang pasti, segala sesuatu berbau pornografi, begitu mudah didapat, yang berpengaruh langsung terhadap tumbuh kembang seorang anak.Demikian disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Indonesia, Linda Gumelar dalam diskusi bertema `Peran Media Menuju Indonesia Bebas Kejahatan Seksual Terhadap Anak` di Hotel Mandarin Oriental, Thamrin, Jakarta, ditulis Health Liputan6.com pada Selasa (8/7/2014)"Mereka (anak-anak) bisa menggunakan internet dengan sangat mudah. Mereka bisa mengakses segala informasi termasuk yang berbau pornografi, yang pada akhirnya membangun karakter anak tersebut," kata Linda menjelaskan.Dengan kemajuan teknologi saat ini, jelas Linda, pengalaman terkait kasus-kasus kejahatan seksual pada anak yang diterima oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), bermula dari mudahnya mereka mengunduh segala konten pornografi. "Atau mereka melihat juga hubungan seksual yang dilakukan orang dewasa, yang berakibat pada keinginan mereka untuk melakukan hal seperti itu," kata Lin [...]

Waspadai Bahaya Kabut Asap di Riau dan Kalimantan

Waspadai Bahaya Kabut Asap di Riau dan Kalimantan

Kebakaran hutan yang terjadi di Riau dan Kalimantan menimbulkan kabut asap yang meluas tak hanya di wilayah tersebut. Kualitas udara jadi tak sehat, kesehatan masyarakat yang menghirup berisiko alami gangguan. Pada tanggal 19 September 2014 lalu misalnya, menurut Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kota Pekanbaru mencapai angka 180 yang artinya tidak sehat. Lalu di Kota Jambi, ISPU berada pada angka 128 yang juga tak sehat. Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Profesor Tjandra Yoga Aditama, kabut asap dapat menimbulkan gangguan pada" 1. Paru dan pernapasan, seperti peningkatan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) dan perburukan penyakit asma, bronkitis dan emfisema.2. Gangguan organ lain, seperti mata (iritasi dan peradangan), hidung (iritasi dan alergi), dan gangguan kulit.3. Penyakit kronik dapat menjadi lebih buruk. 4. Gangguan saluran cerna yang disebabkan karena bahan makanan dan minuman tercemar debu kebakaran hutan. Oleh karena itu, Profesor Tjandra mengingatkan masyarakat yang diselimuti kabut asap untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan di atas dengan cara:1. Sedapat mungkin menghindari atau mengurangi mengh [...]

4 Penyakit Menular yang Jadi Trending Topic Dunia

4 Penyakit Menular yang Jadi Trending Topic Dunia

Setidaknya ada empat penyakit menular yang menjadi perhatian dunia saat ini. Katakanlah semacam "trending topics" di bidang kesehatan dunia yang sebagian tentu saja perlu diperhatikan Pemerintah Indonesia. "Keempat penyakit itu adalah MERS CoV, Flu Burung, Ebola dan Polio,"ujar Kepala Balitbangkes Kemkes RI, Prof. Tjandra Yoga Aditama lewat surat elektroniknya kepada Liputan6.com di Jakarta, Senin (21/7/2014). Untuk kasus MERS CoV, data dari WHO per 4 Juli 2014 menunjukkan ada 827 kasus dengan 287 kematian di dunia. Sepanjang Juli 2014, WHO menerima laporan MERS CoV berupa 7 kasus di Saudi Arabia dan 1 kasus dari Iran.Kasus flu burung yang kerap dilaporkan adalah akibat Avian Influenza A (H7N9). Kasus terakhir dilaporkan WHO pada 24 Juni, dari China dan Taiwan. Sementara khusus untuk Ebola di Afrika, pada 8 Juli 2014 ini ada 844 kasus (sebagian terkonfirmasi, masih kemungkinan dan dicurigai), dan 518 kematian. Pada 3-6 Juli 2014, juga dilaporkan ada 50 kasus Ebola dengan 25 kematian. Para Menteri Kesehatan beberapa negara Afrika sudah melakukan rapat koordinasi untuk penanggulangan bersama, khususnya untuk kasus-kasus di Liberia, Guinea dan Siera Leona.Tentang penyakit polio, di [...]

6 Cara Sehatkan Mata Hingga Tua

6 Cara Sehatkan Mata Hingga Tua

Keindahan pemandangan, serunya jalan cerita novel, belajar bahasa serta banya aktivitas lain dilakukan oleh mata. Bahkan para pakar menyatakan sekitar 83 persen jalur informasi dilakukan lewat mata.Begitu besarnya peranan mata dalam kehidupan kita tentu harus dijaga agar bisa berfungsi dengan baik hingga tua. Oleh karena itu, jaga kesehatan mata dengan enam langkah berikut ini seperti dilansir WebMD, Minggu (21/12/2014)1. Makanan SehatMelindungi mata dimulai dengan memilih makanan yang sehat untuk mata. Menurut beberapa studi, makanan yang kaya Omega-3, lutein, zinc, Vitamin C dan E bisa membantu menjauhkan dari masalah yang berkaitan dengan mata seperti degenerasi makula dan katarak. Oleh karena itu, rutinlah mengonsumsi makanan berikut:- sayuran hijau seperti kale, bayam, sawi- Ikan seperti salmon dan tuna- Telur, kacang, sayuran kacang-kacangan serta makanan protein yang tidak berasal dari daging lainnya.- Jeruk, lemon, sitrus.Terapkan pola makan dengan menu gizi seimbang untuk menjaga kesehatan tubuh terhindar dari obositas yang bisa menyebabkan diabetes tipe 2. Diabetes adalah salah satu penyakit yang bisa menyebabkan kebutaan.2. Berhenti merokokDemi kesehatan mata, sekaligus [...]

Depresi, Biang Keladi Serangan Jantung di Usia Muda

Depresi, Biang Keladi Serangan Jantung di Usia Muda

Siapa bilang penyakit jantung urusannya mereka yang sudah tua. Kini, penyakit jantung bisa menyerang perempuan berusia di bawah 55 tahun. Dan ternyata faktor pemicu yang memainkan peran besar bukan pola diet yang salah, stres, kurang aktivitas fisik namun kesehatan mental. Dalam penelitian yang dipublikasikan oleh Journal of Americah Heart Association perempuan berusia 55 tahun ke bawah dengan tingkat depresi sedang dan berat berpotensi menderita masalah jantung yang fatal, seperti serangan jantung. Seperti dilansir laman Womens Health, Senin (21/7/2014) hal ini diketahui setelah peneliti mengamati 3.237 pria dan wanita segala usia dengan masalah penyakit jantung dan kardiovaskular selama tiga tahun. Hasilnya, wanita berusia 55 tahun yang memiliki tanda-tanda depresi ringan dan berat berisiko 2,2 kali lebih tinggi terkena risiko penyakit jantung. Sekitar 29% wanita di bawah 55 tahun yang didiagnosis dengan depresi klinis dikaitkan dengan risiko penyakit jantung yang lebih tinggi. Depresi juga memperbesar hadirnya risiko penyakit yang terkait jantung lainnya, seperti kardiovaskular seperti diungkap American Heart Association. Hal ini sama seperti dampak merokok, hipertensi, dan o [...]

Korban Perkosaan Kok Dikawinkan dengan Pelaku Perkosaan!

Korban Perkosaan Kok Dikawinkan dengan Pelaku Perkosaan!

Proses pemeriksaan terhadap pelaku kasus asusila, pelecehan seksual, dan tindak perkosaan di Indonesia masih dinilai lambat. Bahkan ada kesan polisi hanya menjadi mediator, yang mendamaikan pelaku dan korban.Parahnya, ada yang mengatakan bahwa penyelesaian kasus seperti ini dengan cukup mengawinkan si korban dan pelaku."Banyak yang bilang cukup mengawinkan antara korban dan pelaku (di mana yang dimaksud adalah SS dan RW). Itu satu hal yang sangat picik," kata Ifa Kusuma selaku Kuasa Hukum dari RW, korban asusila penyair Sitok Srengenge kepada Health Liputan6.com ditulis Senin (10/2/2014)Menurut Ifa, bagaimana mungkin korban disuruh hidup dengan pelaku, yang jelas-jelas sudah merusak hidupnya serta menambah beban korban selama hidupnya. Apalagi bila korban sampai hamil, dan melahirkan. "Secara psikis tentu memberatkan si korban. Korban sudah mendapatkan beban mental, mendapatkan diskriminasi dari orang-orang sekitar, eh, malah disuruh hidup sama pelaku. Ini yang harus diluruskan," kata Ifa menambahkan.Maka itu, selaku kuasa hukum RW, Irfa meminta kepada pihak kepolisian untuk mengubah undang-undang yang ada. Pasalnya, meski sudah banyak saksi dan alat bukti yang diperiksa oleh pihak [...]

Korban Sitok Srengenge Menunggu Hari Kelahiran sang Bayi

Korban Sitok Srengenge Menunggu Hari Kelahiran sang Bayi

Usia kandungan RW korban Sastrawan Sitok Srengenge (SS) sudah memasuki minggu ke 34. RW kini sedang menunggu hari kelahiran si bayi yang mungkin tidak akan lama lagi. Menurut kuasa hukum RW, Iwan Pangka selama kehamilan kliennya masih perlu didampingi psikolog."Walaupun perkembangan janinnya baik dan sehat, RW masih terus didampingi Psikolog. Karena itu tetap diperlukan," kata Iwan saat dihubungi Liputan6.com, Senin (27/1/2014). Hal yang sama juga sempat dikatakan Dosen Universitas Indonesia yang juga pendamping RW, Saras Dewi saat ditemui di Gedung M Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI beberapa hari lalu."Kondisi bayinya sehat sudah gerak-gerak seperti tidak sabar melihat dunia, tetapi sang ibu tetap perlu didampingi psikolog, karena terlalu banyak pikiran berat badan tubuh RW kini terus menurun. Bersyukur tidak banyak mempengaruhi kondisi bayi," kata Saras.Menurut Iwan penanganan dokter tidak ada yang spesial. "Penanganan dokter biasa saja seperti yang dilakukan para dokter kandungan. Semuanya dilakukan berdasarkan pengetahuan medis. Psikolog masih tetap diperlukan mendampingi RW," katanya. Korban Sitok Siap Terima Kelahiran AnakMahasiswi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) [...]

Dirjen WHO Prihatin Anak Gemuk Makin Banyak

Dirjen WHO Prihatin Anak Gemuk Makin Banyak

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Margaret Chan menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas meningkatnya jumlah kasus kegemukan pada anak di dunia. Sidang Majelis Umum Kesehatan Dunia Ke-67 yang diselenggarakan di Palais des Nations, Markas Kantor PBB di Jenewa dihadiri lebih dari 3.000 peserta dari 194 negara anggotanya. Pertemuan tahunan itu bertujuan membahas masalah penting kesehatan, seperti agenda pembangunan kesehatan pasca-2015 dan kemajuan ke arah Sasaran Pembangunan Milenium PBB. Dalam sambutan pembukaannya, Margaret Chan menyampaikan keprihatinan yang mendalam mengenai peningkatan kegemukan pada anak di seluruh dunia, yang jumlahnya naik paling cepat di negara berkembang. "Sebagaimana disampaikan secara jelas di dalam laporan Statistik Kesehatan Dunia 2014, anak-anak kita bertambah gemuk," katanya. Ia memperingatkan kegemukan pada anak adalah masalah yang terus berkembang, dengan biaya yang sangat tinggi seperti dikutip dari laman WHO, Rabu (21/5/2014). Dalam menghadapi krisis itu, pemimpin badan kesehatan PBB tersebut mengumumkan ia telah mendirikan satu komisi tingkat tinggi untuk menghasilkan laporan konsensus yang menetapkan pendekatan yang mung [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *