Kenali Tanda-tanda Anemia dan Penanganannya di Rumah

Kenali-Tanda-tanda-Anemia-dan-Penanganannya-di-Rumah.jpg

Apakah Anda sering merasa lemas, letih, lesu, sulit konsentrasi, dan sakit kepala? Bisa jadi hal tersebut menandakan Anda mengalami anemia atau yang dikenal sebagai kurang darah.

Akibat rendahnya jumlah sel darah merah sehat mengakibatkan jumlah oksigen yang dihantarkan ke jaringan tubuh menjadi lebih sedikit. Hal tersebut menyebabkan timbulnya beberapa gejala pada anemia, akibat sel-sel tubuh tidak dapat berfungsi secara maksimal karena kekurangan asupan oksigen. Bila anemia yang dialami masih ringan seringkali tidak menimbulkan gejala.

Ketika anemia berjalan perlahan (kronik), tubuh dapat beradaptasi dan mengompensasi perubahan yang terjadi; pada kasus ini anemia dapat tidak menimbulkan gejala dan baru menimbulkan gejala ketika anemia menjadi berat.

Apa saja gejala yang dapat ditimbulkan anemia? Simak halaman berikutnya.

Kenali Tanda-tanda Anemia dan Penanganannya di Rumah

Gejala yang dapat ditimbulkan anemia antara lain:

  • Lelah (fatigue)
  • Letih
  • Lesu
  • Pusing
  • Sulit konsentrasi
  • Terlihat pucat

Sedangkan gejala anemia berat dapat meliputi:

  • Nyeri dada, atau serangan jantung
  • Pingsan
  • Sesak napas
  • Berdebar-debar

Meskipun tak banyak hal yang dapat dilakukan sendiri di rumah untuk mengatasi anemia dan sebagian besar membutuhkan penanganan medis, Anda masih dapat melakukan beberapa hal di bawah ini untuk mengatasi anemia di rumah:

  1. Bila pernah berobat ke dokter lanjutkan pengobatan yang diberikan dokter
  2. Bila belum pernah, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebab anemia sehingga penanganannya pun sesuai dengan penyebab yang mendasari

Selanjutnya klik ?Next?

Kenali Tanda-tanda Anemia dan Penanganannya di Rumah

3. Pilih makanan yang mengandung vitamin yang dapat membantu produksi sel darah merah

  1. Zat besi. Makanan yang banyak mengandung zat besi termasuk daging merah, kacang-kacangan, sereal yang mengandung zat besi, sayuran hijau (bayam, kangkung) dan buah kering.
  2. Asam folat. Makanan yang mengandung asam folat antara lain buah sitrus (jeruk, lemon), pisang, sayuran hijuau, roti, sereal dan pasta
  3. Vitamin B12. Vitamin ini secara alami ditemukan di dalam daging dan produk susu serta sereal dan produk kacang kedelai
  4. Vitamin C. makanan yang mengandung vitamin C seperti buah sitrus (jeruk, lemon), melon dan beri dapat membantu penyerapan zat besi. Zat besi merupakan salah satu komponen penting pembentuk sel darah merah.

Mengatasi anemia dan mengonsumsi makanan yang sehat dapat menambah energi dan memperbaiki anemia. Sebagian besar orang dapat mengatasi anemia melalui diet yang sehat dan konsumsi suplemen penambah darah (bila dokter mengatakan anemia disebabkan oleh kurangnya salah satu komponen vitamin).

Sumber: KlikDokter.com

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Bisakah Balita Mengalami Anemia?

Bisakah Balita Mengalami Anemia?

Kurang darah atau anemia bukanlah penyakit yang hanya dapat menyerang orang dewasa saja. Bayi dan balita pun dapat mengalami anemia. Sekitar 80% anak dan balita di negara berkembang diduga mengalami anemia. Ada banyak faktor yang dapat menimbulkan terjadinya anemia pada balita, mulai dari masa kehamilan, pemberian air susu ibu (ASI) yang kurang tepat, perubahan pola makan dan pemilihan makanan yang tidak tepat, faktor ekonomi ataupun akibat sakit tertentu.Pada balita dan anak-anak, anemia dapat mengganggu proses tumbuh kembang anak. Paling sering anemia pada balita disebabkan asupan gizi yang kurang yaitu kurangnya zat besi yang sangat penting bagi pembentukan sel darah merah baru. Pada anak di bawah usia 2 tahun, dimana saat periode emas perkembangan otak, anemia akibat kekurangan zat besi dapat menyebabkan tidak optimalnya fungsi otak dan mental anak.Anemia pada balita pun selain akibat kekurangan zat besi dapat pula disebabkan oleh penyebab lain seperti gangguan genetik (talasemia, anemia sel sabit). Pada anemia jenis ini tentunya anak membutuhkan penanganan anemia yang lebih khusus.Saat periode pertumbuhan dan perkembangan si kecil membutuhkan zat besi dalam jumlah yang besar. [...]

5 Sumber Gizi untuk Penderita Anemia yang Berpuasa

5 Sumber Gizi untuk Penderita Anemia yang Berpuasa

Berpuasa bagi orang yang mengalami anemia memang merupakan sebuah tantangan tersendiri. Sebelum memutuskan untuk berpuasa, alangkah baiknya bila penderita anemia berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk menilai ringan atau beratnya anemia.Bagi penderita anemia, jika diperbolehkan untuk berpuasa memang harus memperhatikan beberapa hal agar dapat menjalankan puasa dengan baik. Komponen terpenting saat puasa bagi penderita anemia adalah pengaturan asupan makanan. Salah pilih menu makanan dapat berujung pada bertambah parahnya anemia.Kekurangan zat besi masih menjadi penyebab utama anemia di Indonesia. Oleh sebab itu, asupan zat besi sangatlah penting untuk dipenuhi saat berpuasa. Makanan yang paling tepat untuk dikonsumsi penderita anemia saat bulan puasa adalah makanan yang tinggi zat besi, kalsium, vitamin (terutama vitamin B), dan mineral. Komponen-komponen tersebut harus tercakup di dalam menu sahur dan berbuka. Jangan menggunakan prinsip asal kenyang, namun kandungan gizi dalam makanan tersebut ternyata sangat minim.Ketika Anda berpuasa, asupan nutrisi di halaman berikut ini tidak boleh ketinggalan: [...]

Waspadai Anemia pada Wanita

Waspadai Anemia pada Wanita

Anemia merupakan masalah kesehatan yang banyak ditemukan di dunia, terjadi pada sekitar sepertiga jumlah penduduk di dunia. Angka kejadian anemia paling tinggi ditemukan di negara berkembang.Anemia dapat terjadi pada pria maupun wanita, namun wanita dan anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan terkena anemia. Lebih dari 50% wanita hamil dan 30% wanita di seluruh dunia menderita anemia.Wanita hamil yang menderita anemia berisiko 3,5 kali lebih besar terkena komplikasi kehamilan dan kematian dibandingkan wanita yang tidak menderita anemia. Gejala yang muncul akibat anemia adalah mudah lelah, lemas, menurunannya kemampuan kognitif dan konsentrasi, serta menurunnya produktivitas.Anemia defisiensi besi merupakan penyebab anemia terbanyak di seluruh dunia. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa lebih dari 50% angka kejadian anemia disebabkan oleh defisiensi besi.Ada beberapa kriteria mengenai anemia pada wanita, halaman berikutnya penjelasan selengkapnya: [...]

Waspadai Anemia pada Ibu Hamil!

Waspadai Anemia pada Ibu Hamil!

Pada masa kehamilan, banyak perubahan yang terjadi di dalam tubuh seorang wanita. Salah satunya adalah tubuh akan memproduksi sel darah dalam jumlah yang lebih banyak untuk menyokong pertumbuhan janin. Bila tubuh tidak memiliki jumlah zat besi atau vitamin lain yang cukup, tubuh tidak dapat memproduksi sel darah merah yang dibutuhkan untuk menambah kebutuhan sel darah.Ketika hamil, seorang wanita dapat mengalami anemia. Anemia disebabkan karena kurangnya jumlah sel darah merah sehat untuk menghantarkan oksigen ke jaringan dan janin. Lebih dari 50% wanita hamil di Indonesia mengalami anemia.Pada pemeriksaan laboratorium darah, seseorang dikatakan anemia bila kadar hemoglobin (Hb) kurang dari 12 mg/dl. Menurut World Health Organization (WHO) seorang wanita hamil dikatakan anemia bila kadar Hb < 11 mg/dl. Namun pada negara berkembang seperti Indonesia, WHO menetapkan anemia bila kadar Hb < 10 mg/dl.Penyebab anemia yang paling sering pada kehamilan adalah kekurangan zat besi. Kebutuhan zat besi meningkat saat hamil dan ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan tersebut dapat menyebabkan gangguan pada ibu dan janin. Bila tidak ditangani dengan baik dan dibiarkan berlarut, anemia pad [...]

Tanda Bahaya Anemia

Tanda Bahaya Anemia

Anemia terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah. Anemia tidak boleh disepelekan. Meskipun terkadang tidak menimbulkan gejala (anemia ringan), namun bila tidak ditangani dapat merusak organ tubuh dan membahayakan nyawa orang yang mengalaminya.Bila seseorang mengalami anemia, tubuhnya tidak mendapatkan sel darah merah pembawa oksigen yang cukup sehingga tubuh tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Sebagai akibatnya, maka dapat timbul gejala lemas atau lelah. Anemia berat atau yang berlangsung lama dapat merusak jantung, otak dan organ lain di dalam tubuh. Anemia yang sangat berat bahkan dapat menyebabkan kematian.Anemia dapat dibagi menjadi anemia akut atau kronis. Anemia akut terjadi akibat kehilangan mendadak sejumlah sel darah merah akibat perdarahan ataupun hemolisis (peningkatan penghancuran sel darah merah). Anemia akut dapat mengancam nyawa karena reduksi mendadak jumlah sel darah merah yang membawa oksigen di dalam darah.Oleh sebab itu, penting bagi masyarakat untuk mengetahui tanda bahaya anemia. Berikut di halaman selanjutnya adalah tanda bahaya anemia menurut American Society of Hematology: [...]

Anak-anak, Remaja dan Perempuan Lebih Mudah Terkena Anemia

Anak-anak, Remaja dan Perempuan Lebih Mudah Terkena Anemia

Anemia defisiensi zat besi merupakan jenis anemia yang paling sering dijumpai. Kondisi ini mudah sekali ditangani. Ketika tubuh tidak memiliki zat besi yang cukup untuk membuat sel darah merah, maka terjadilah anemia defisiensi zat besi.Tanpa zat besi yang cukup, tubuh akan mulai menggunakan cadangan zat besi yang lama-kelamaan akan habis digunakan. Setelah cadangan zat besi habis, jumlah sel darah merah yang dibuat tubuh akan semakin sedikit.Anemia defisiensi zat besi disebabkan oleh asupan makanan yang kurang bergizi, akibat kehilangan darag atau dapat pula akibat ketidakmampuan saluran cerna untuk menyerap zat besi dari makanan.Siapa sajakah yang rentan terkena anemia defisiensi zat besi? Halaman berikut penjelasannya: Anak-anak, Remaja dan Perempuan Lebih Mudah Terkena Anemia 1. Bayi dan Anak-anakBayi dan anak-anak membutuhkan zat besi yang banyak untuk tumbuh dan berkembang. Cadangan zat besi ya [...]

Sejauh Mana Suplemen Penambah Darah Untuk Mengatasi Anemia?

Sejauh Mana Suplemen Penambah Darah Untuk Mengatasi Anemia?

Suplemen penambah darah yang mengandung zat besi, asam folat maupun vitamin B12 dan mikronutrien lainnya memang dapat membantu mengatasi anemia. Tidak hanya membantu mengatasi namun suplemen penambah darah juga dapat mencegah anemia.Namun, pada kenyataannya tidak semua anemia dapat diatasi hanya dengan penambahan suplementasi vitamin-vitamin tersebut. Suplemen penambah darah akan memberikan manfaat yang besar untuk mengatasi anemia yang disebabkan oleh gangguan nutrisi seperti defisiensi zat besi, asam folat maupun vitamin B12.Penanganan anemia bergantung dari jenis, penyebab dan keparahan anemia. Penanganan mencakup perubahan diet, pemberian suplemen, pengobatan hingga tindakan seperti operasi. Pada kasus-kasus anemia yang disebabkan oleh penyakit kronis, tentunya sangatlah penting untuk mencari penyakit yang mendasari. Contoh : anemia disebabkan oleh adanya luka di lambung maka perlu diobati luka di lambung terlebih dahulu. Disini suplemen hanya sebagai terapi tambahan saja. Pada kasus anemia yang disebabkan oleh kelainan genetik seperti anemia sel sabit atau talasemia membutuhkan transfusi darah atau dapat juga dipikirkan untuk tindakan operasi.Sebelum memutuskan untuk mengonsum [...]

Menangkal Anemia Dengan Sakatonik Liver

Menangkal Anemia Dengan Sakatonik Liver

Apakah Anda sering merasa cepat letih, lesu, mata berkunang-kunang? Waspadalah. Anda mungkin saja mengalami gejala anemia atau kurang darah. Anemia adalah kondisi di mana Anda memiliki jumlah sel darah merah di bawah normal. Kurangnya sel darah merah ini diakibatkan hitungan hemoglobin yang rendah. Hemoglobin bermanfaat membantu sel darah merah mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Tanpa asupan hemoglobin yang cukup, sel-sel tubuh Anda akan kekurangan oksigen. Akibatnya, Anda akan merasa cepat lelah dan lemas. Anemia parah dapat mengakibatkan kerusakan jantung, otak, dan organ tubuh lainnya. Bahkan dapat menyebabkan kematian. (Baca: Sering Lemas? Waspada Gejala Kurang Darah) Mereka yang sering mengalami anemia biasanya terjadi pada ibu hamil, wanita yang menstruasi, orang bekerja terlalu berat, diet yang salah atau orang yang baru melalui proses operasi pembedahan. Umumnya, penyebab anemia karena berkurangnya nutrisi pembentuk sel darah merah. Vitamin dan mineral seperti zat besi, vitamin B12, dan asam folat sangat vital dibutuhkan tubuh untuk peningkatan sel darah merah. (Baca: 6 Penyebab Anemia) Untuk mencegahnya, rutinlah mengkonsumsi makanan dan minuman penambah sel darah merah [...]

Ini Dia Perbedaan Thalassemia dengan Leukemia

Ini Dia Perbedaan Thalassemia dengan Leukemia

Bagi masyarakat awam terkadang masih sulit membedakan antara thalassemia dan leukemia. Kedua penyakit tersebut memang penyakit yang terjadi pada komponen darah di dalam tubuh. Namun, keduanya merupakan dua penyakit berbeda yang memiliki penyebab yang berbeda pula. Mari kita lihat lebih jauh apa saja perbedaanya.Apa sih yang dimaksud dengan thalassemia dan leukemia ?Thalassemia merupakan sebuah gangguan darah bawaan yang disebabkan oleh gen yang abnormal. Orang yang mengalami thalassemia tidak dapat memproduksi hemoglobin normal di dalam darah. hemoglobin merupakan protein yang berikatan dengan oksigen di dalam sel darah merah. Pada keadaan normal, hemoglobin utama terdiri dari gugus heme dan mempunyai dua rantai alfa dan beta. Thalassemia disebabkan oleh gen di rantai alfa dan beta yang abnormal sehingga menyebabkan umur sel darah merah memendek. Penyakit ini merupakan penyakit bawaan (diturunkan).Terdapat dua jenis thalassemia yaitu thalassemia minor dan thalassemia mayor. Pada thalassemia minor seseorang biasanya dapat terlihat sehat dan hodup normal, terkadang orang yang memiliki thalassemia minor tidak menyadari bahwa mereka membawa gen. Sedangkan thalassemia mayor merupakan be [...]

Bolehkah Ibu Hamil dengan Anemia Berpuasa?

Bolehkah Ibu Hamil dengan Anemia Berpuasa?

Ketika hamil, seorang wanita membutuhkan asupan gizi yang baik bagi pertumbuhan janin serta kesehatan tubuhnya. Bagi yang menjalankan Islam, berpuasa sebulan penuh pada bulan Ramadan merupakan suatu kewajiban. Meski demikian, Islam memberikan keringanan kepada wanita yang sedang hamil. Bagi ibu hamil yang memiliki keadaan gizi cukup baik dan tidak memiliki penyakit penyerta, melakukan puasa bukanlah halangan. Namun, bagaimana dengan ibu yang mengalami anemia?Pada keadaan anemia, terjadi kekurangan sel darah merah sehat yang berfungsi untuk membawa nutrisi dan oksigen ke jaringan. Bila dibiarkan berlarut dan tidak ditangani, terutama pada ibu hamil, dapat menyebabkan komplikasi-komplikasi yang cukup berbahaya seperti pertumbuhan janin terhambat, berat bayi lahir rendah, perdarahan setelah melahirkan, bayi lahir prematur, dan bayi lahir dengan anemia.Sebelum memutuskan untuk berpuasa, sebaiknya Anda memeriksakan kondisi tubuh dan janin kepada dokter spesialis kandungan dan kebidanan yang menangani. Bila memang Anda memiliki riwayat anemia, tidak ada salahnya untuk melakukan pemeriksaan hemoglobin darah (Hb), untuk menilai derajat keparahan anemia.Kondisi tubuh saat hamil tak sama den [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *