Kenapa Olga Bisa Kena Kanker Getah Bening?

ilustrasi-olga-aji-140602-2.jpg

Sejak dinyatakan mengidap penyakit meningitis (radang selaput otak) oleh dokter Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) beberapa waktu lalu, kondisi Olga terus menjadi sorotan. Baru-baru ini terungkap bahwa Olga mengidap penyakit kanker kelenjar getah bening stadium 4. Beberapa anggapan pun muncul dan menduga penyakit tersebut akibat dari kesibukannya. Benarkah demikian?

Menanggapai hal tersebut, Ahli bedah kanker, Dr Dradjat Ryanto Suardi, SpB(K)Onk mengatakan kanker getah bening seperti Olga belum diketahui penyebabnya dan dapat menyerang siapa saja. Mulai dari anak kecil hingga orang dewasa. Selain itu, faktor risikonya juga belum jelas sehingga sulit mencari tahu sebabnya.

“Dari sifat selnya, penyakit ini dapat menyerang siapa saja tanpa ada batasan yang jelas termasuk dari pekerjaan atau umur. Dari anak-anak sampai orang tua. Jadi nggak terlalu jelas sebabnya apakah karena kesibukannya atau apa, tidak ada yang tahu,” katanya saat dihubungi Liputan6.com, Kamis (19/6/2014).

Untuk mencegah agar terhindar dari penyakit ini, Dradjat hanya bisa menyarankan untuk mengubah pola hidup sehat dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
3 Langkah Bebas Flu

3 Langkah Bebas Flu

Meski sakit sederhana tapi flu bisa menganggu aktivitas Anda. Pekerjaan yang biasanya dikerjakan lebih cepat, tapi gara-gara hidung meler dan kepala pusing jadi lebih lambat dari biasanya. Oleh karena itu, lakukan tiga kebiasaan berikut yang bisa mengurangi risiko terkena flu seperti dilansir Good Housekeeping pada Kamis (2/10/2014).1. Sering cuci tanganTangan adalah sumber bakteri. Saat Anda memegang handle pintu, tombol lift, hingga memegang segala sesuatu dilanjutkan dengan menyentuh area wajah bisa memindahkan virus flu ke Anda. "Cara terbaik untuk tetap sehat adalah untuk meminimalkan kontak dengan orang sakit," terang pendiri dan direktur klinis CURE Urgent Care, Jake Deutsch, MD. 2. Siapkan multivitaminKandungan zinc dan Vitamin C sangat penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh pada seseorang. Saat Anda merasa tubuh mulai tak enak badan, tak ada salahnya mengonsumsi multivitamin untuk mencegah jadi flu. 3. Tidur cukupKurang tidur bisa melemahkan daya tahan tubuh. Pada saat Anda terkena flu perbanyaklah tidur dan beristirahat. Tidur cukup membantu efektivitas obat flu. [...]

Foto Korban Ebola Palsu Beredar

Foto Korban Ebola Palsu Beredar

Sebuah foto menyeramkan yang diunggah beberapa waktu lalu ke media sosial sempat membuat heboh dunia. Pasalnya, foto tersebut menggambarkan korban ebola secara nyata yang terlihat seperti zombie.Mengutip laman Mirror, Rabu (8/10/2014) foto salah seorang warga kulit hitam dengan bekas luka di wajahnya tersebut ternyata editan dari film World War Z yang menceritakan adanya penyebaran virus yang mengerikan dan seolah-olah itu korban ebola yang bangkit dari kematian. ABCnews melaporkan, foto palsu ini menyebar diduga karena belum lama ini ada insiden 'zombie' ebola. Ketika itu, petugas kesehatan mengira pasien ebola yang ditemukan di jalan telah meninggal, tapi ternyata korban masih hidup. Sejauh ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, setidaknya telah terdapat 3.400 orang tewas dalam wabah ebola. Sebagian besar kasus terjadi di Afrika Barat dan memakan 7.200 korban. Ebola menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh dari seseorang yang memiliki virus. Apabila terkena ebola, korban akan mengalami perdarahan, demam tinggi, kerusakan sistem saraf pusat hingga kematian. [...]

Ilmuwan Sarankan Kerja 4 Hari Seminggu Saja

Ilmuwan Sarankan Kerja 4 Hari Seminggu Saja

Umumnya, di Indonesia dan dunia, seorang pekerja bekerja lima atau enam hari seminggu. Akibatnya, satu hari di akhir pekan tak pernah dilewatkan untuk dipakai istirahat. Untuk itu, ilmuwan menyarankan agar kita habiskan waktu empat hari seminggu saja untuk bekerja sehingga stres terhindarkan. "Bekerja empat hari seminggu dirasa cukup untuk membuat pekerja lebih menikmati kehidupan mereka. Waktu libur bisa digunakan untuk berkumpul bersama keluarga dan berolahraga," ungkap Profesor John Aston, Presiden UK Faculty of Public Health, seperti dikutip Daily Mail, Rabu (2/7/2014). Saran yang diungkapkan Aston tentu beralasan dengan melihat bagaimana pola kerja "gila" yang dilakukan pekerja. "Lihat bagaimana pekerja menjalani kehidupannya sekarang. Pekerja sering merasa tertekan dan stres. Ini jadi masalah kesehatan mental serius yang perlu diperbaiki sistem kerjanya," tutur Aston. Selain kesehatan mental yang kurang baik, tekanan darah tinggi juga jadi salah satu masalah kesehatan yang dialami pekerja. Di Inggris sendiri, 1 dari 3 pekerja menderita tekanan darahnya tinggi. Padahal tekanan darah tinggi bisa jadi "silent killer" hadirnya serangan jantung dan stroke. Serta dapat merusa [...]

Tabungan Buat Anak Jalanan Agar Tak Mengamen Lagi

Tabungan Buat Anak Jalanan Agar Tak Mengamen Lagi

Salah satu upaya Kementerian Sosial Republik Indonesia menekan jumlah anak jalanan yakni dengan memberikan tabungan. Hal tersebut bertujuan agar tidak ada lagi alasan mereka untuk mencari rezeki di jalanan dengan cara mengamen."Anak jalanan itu punya tabungan Rp 1,8 juta setiap tahunnya. Kebijakan ini diberikan agar tidak lagi ada alasan mereka tetap berada di jalan, tabungan bisa digunakan untuk pendidikan atau kebutuhan lainnya," kata Direktur Kesejahteraan Sosial Anak Kemensos, Edi Suharto, Jumat (28/3/2014).Namun Edi mengatakan karena keterbatasan dana maka tidak semua anak jalanan memiliki tabungan. "Dana kami terbatas sehingga baru sekitar 10 persen dari 420.000 anak jalanan yang kami berikan tabungan. Mungkin Rp 1,8 juta belum cukup tetapi kami berharap bisa membantu memenuhi kebutuhan mereka ke depannya lebih baik lagi," kata Edi.Tidak hanya anak jalanan yang diberikan tabungan, keluarga mereka juga mendapatkan bantuan dari program kesejahteraan sosial anak. "Keluarganya juga dapat sebenarnya, kami berikan memang tidak cukup banyak. Tetapi kami berharap tabungan tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik," kata Edi. [...]

Heboh Virus MERS-CoV, Ibu Hamil Lebih Baik Tunda Umrah

Heboh Virus MERS-CoV, Ibu Hamil Lebih Baik Tunda Umrah

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) berpesan pada seluruh agen perjalanan haji atau umroh, agar mengingatkan pada wanita hamil yang akan melakukan ibadah dalam waktu dekat, untuk menunda keberangkatannya. Sebab, mereka berisiko tertular virus MERS-CoV, yang berakibat fatal pada janin yang dikandungnya.Bahkan, bila ada calon jamaah yang ngotot untuk tetap berangkat, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyarankan, agar agen perjalanan haji atau umroh menyerahkan surat yang harus ditandatangani bahwa pihaknya tidak bertanggung jawab jika wanita itu mengalami hal yang tidak diinginkan selama di sana. "Itu haknya dia, kita (pihak agen perjalanan ibadah haji atau umroh) tidak dapat melarangnya. Hanya bisa mengingatkan dan menyarankan. Terpenting, sudah dikasih tahu, kalau itu berbahaya untuk mereka," kata Pengurus Besar IDI, dr. Hasnah Siregar, SpOG pada Health Liputan6.com ditulis Jumat (9/5/2014)"Kalau begitu, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah meminta pada wanita hamil itu, untuk tanda tangan di file yang berisikan bahwa kalau air ketuban pecah atau mengalami hal yang tidak diinginkan, itu risiko sendiri, bukan tanggung jawab agen perjalanan," kata dia menambahkan.dr. Has [...]

Saat Kena Abu Vulkanik, Segera Lepas Lensa Kontak!

Saat Kena Abu Vulkanik, Segera Lepas Lensa Kontak!

Efek dari abu vulkanik yang dikeluarkan oleh Gunung Kelud bukan hanya berbahaya bagi pernapasan, tapi juga membuat mata iritasi dan buta. Bahkan menurut Kementerian Kesehatan, yang perlu mendapat perhatian adalah kandungan Silika (Si) di udara yang akan berpotensi menimbulkan iritasi pada kulit, mata dan pernapasan karena Si bentuknya berupa butiran kecil yang tajam.Maka itu, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mata (Perdami) Pusat yang juga Utusan Khusus Presiden RI untuk MDGs, Prof. Dr. dr. Nila F Moeloek tidak menganjurkan masyarakat yang terkena dampak abu vulkanik menggunakan lensa kontak."Sebaiknya jangan gunakan lensa kontak bila ada di sekitar wilayah yang terkena abu vulkanik. Lensa kontak itu menempel di kornea mata, sehingga debu yang masuk bisa membuat luka di sekitar kornea," kata Nila, saat diskusi pembangunan MDGs di kampus Unika Atma Jaya, Jakarta, Senin (17/2/2014).Nila menerangkan, abu vulkanik itu semacam butiran kristal yang sangat berbahaya bila masuk ke mata. Parahnya, jika iritasi terus dibiarkan, kornea mata bisa mengalami borok hingga kebutaan."Abu vulkanik mengandung macam-macam butiran halus berbahaya yang bisa masuk ke mesin mata, kalau dia menggunakan l [...]

Jangan Sembarang Sebut Kasus MERS-CoV sebagai Endemi!

Jangan Sembarang Sebut Kasus MERS-CoV sebagai Endemi!

Tidak mudah untuk dapat mengategorikan suatu wabah penyakit apakah tergolong epidemi, endemi, atau pandemi. Terutama untuk menyebut virus MERS-CoV, yang saat ini tengah menjadi topik hangat di berbagai media.Kepala Badan Litbangkes Kemeterian Kesehatan Republik Indonesia, Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP (M), DTM&H, MARS menyayangkan, masih ada media yang menyebut kalau virus korona ini menjadi endemi yang berbahaya, menakutkan, dan mematikan. Menurut dia, belum bisa dikatakan dengan pasti, kalau MERS-CoV cocok disebut dengan endemi."Meski begitu, MERS-CoV juga belum dapat dimasukkan ke dalam kriteria pandemik," kata Tjandra Yoga di Ruang Direksi Rumah Sakit Persahabatan, jakarta Timur, Rabu (7/5/2014)Untuk dapat menyebut suatu penyakit dengan pandemik, Indonesia harus merujuk pada Public Health Emergency of International Concern. Dalam kesempatan itu, pria yang juga anggota Emergency Committee WHO untuk MERS-CoV menerangkan, ada empat hal yang harus diperhatikan dengan benar, supaya penyakit dapat dikatakan endemi.1. Tergolong baruAgar dapat dikatakan endemi, virus MERS-CoV haruslah benar-benar baru. Sedangkan saat ini, kata dia, virus yang diduga tertular dari unta itu ta [...]

Begini Cara Ajarkan Anak Berkata Jujur Sejak Kecil

Begini Cara Ajarkan Anak Berkata Jujur Sejak Kecil

Anak-anak harus diajari berlaku dan jujur sejak kecil. Apalagi anak-anak mungkin akan menyembunyikan kebenaran karena takut dihukum. Anak-anak tak memahami konsekuensi berbohong yang lebih besar.Penulis Smart Parenting Zaid Mohamad, Senin (3/2/2014) menjelaskan, berbohong hanya membiarkan anak-anak lolos untuk sementara waktu. Tapi, jika anak-anak ketahuan berbohong tak ada yang mengatakan seberapa besar konsekuensi yang mungkin anak-anak terima. Zaid menjelaskan, karena itulah orangtua perlu membekali anak-anak pengetahuan dan keberanian untuk mengatakan yang sebenarnya sejak usia dini. Jika tidak, berbohong bisa menjadi kebiasaan yang mereka bawa hingga dewasa.Lantas bagaimana melatih anak untuk bersikap jujur? Zaid berbagi tips untuk para orangtua: 1. Katakan yang sebenarnyaMulailah dengan meyakinkan anak-anak bahwa tak apa-apa jika mereka mengatakan yang sebenarnya, tak peduli apakah itu tidak menyenangkan.Orangtua harus memastikan bahwa anak-anak memahaminya. Selain itu, orangtua harus mengingatkan mereka secara teratur setiap kali orangtua ragu-ragu dengan anaknya."Contohnyaa, saya baru-baru ini memberi uang dengan jumlah yang relatif besar ke anak saya untuk diberikan ke g [...]

Tidak Menutup Kemungkinan Virus Ebola Mewabah di Indonesia

Tidak Menutup Kemungkinan Virus Ebola Mewabah di Indonesia

Dilihat dari kondisi geografis Indonesia yang mirip dengan Filipina, yang merupakan negara di Asia yang pernah dikonfirmasi positif Ebola pada seekor monyet, tidak menutup kemungkinan virus ebola dapat mewabah di Indonesia. Memang, hingga detik ini belum ada dilaporkan kasus infeksi oleh virus Ebola. Tapi, ada baiknya kita untuk lebih waspada, apalagi sistem transportasi membuat Indonesia dan Filipina dapat dengan mudah dicapai.Kita juga harus tahu bahwa penyebaran virus yang secara taksonomi virologi resmi bernama Zaire Ebolavirus (EBOV) dapat terjadi melalui kontak langsung. Apalagi, sangat contagious, serta memiliki potensi menjadi pandemi."Penularan virus ebola dapat terjadi melalui kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh. Untuk itulah, kita diminta untuk lebih waspada," kata Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, drh. Pudjiatmoko, PhD di Gedung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, pada Jumat (15/8/2014)Menurut Pudjiatmoko, infeksi kasus penyebaran Ebola pada manusia dikaitkan dengan kontak langsung dengan hewan seperti simpanse, monyet, kijang hutan, mandril dan landak (Inang insidental). "Akan tetapi, did [...]

Jangan Percaya Dulu dengan Suplemen Penurun Kolesterol

Jangan Percaya Dulu dengan Suplemen Penurun Kolesterol

Suplemen penurun kadar kolesterol kerap dianggap sebagai `bala bantuan` untuk mereka yang punya masalah gangguan kolesterol. Padahal kebanyakan suplemen belum teruji secara klinis. Demikian disampaikan Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Dr. dr. Anwar Santoso, SpJP(K), FIHAM, FACC, dalam acara menyambut Hari Jantung Sedunia 2014 `Batasi Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak untuk Mencegah dan Mengendalikan Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah` di Gedung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Kuningan, Jakarta, Selasa (7/10/2014). "Sebelum bisa dipasarkan, suplemen harus diuji dulu oleh para pakar, karena tidak semua suplemen, secara klinis maupun medis, benar-benar bisa menurunkan kadar kolesterol. Maka itu, kita perlu semacam kajian kritis setelahnya," kata Anwar menjelaskan. Daripada mengonsumsi suplemen yang belum teruji secara klinis, Anwar menganjurkan supaya setiap individu mengubah pola makannya menjadi lebih baik, agar kolesterol di dalam tubuh mengalami penurunan. "Memang yang paling alami dan paling baik adalah mengonsumsi makanan sehat. Makanan sehat itu seperti yang tercantum dalam Permenkes, dan juga jangan lupa mengonsumsi buah-buahan [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *