Ketahui Tahap-tahap Prosedur Transplantasi Hati

Ketahui-tahap-tahap-prosedur-transplantasi-hati-alodokter.jpg

Kegagalan fungsi hati atau liver dapat diatasi dengan transplantasi. Hanya saja, prosedur transplantasi hati tidak mudah dan harus melewati beberapa tahap. Berikut adalah gambaran tentang prosedur transplantasi hati yang wajib Anda ketahui.

Dengan berat sekitar 1,3 kg pada orang dewasa, hati merupakan organ internal tubuh terbesar yang terletak di bagian atas rongga perut sebelah kanan. Fungsi hati sangat penting dalam tubuh, antara lain memproduksi protein, memecah nutrisi dari makanan menjadi energi, menyimpan vitamin dan mineral, memproduksi cairan empedu, membantu tubuh menghalau bakteri, dan menyingkirkan racun dari tubuh.

Kegagalan Fungsi Organ

Transplantasi hati umumnya dilakukan ketika organ hati mengalami gagal fungsi misalnya akibat infeksi akut yang terjadi tiba-tiba atau komplikasi yang muncul dari obat-obatan. Gagal fungsi hati juga dapat disebabkan oleh riwayat masalah kesehatan jangka panjang, seperti :

  • Hepatitis kronis yang berkembang menjadi sirosis.
  • Atresia bilier.
  • Kerusakan saluran empedu (primary biliary cirrhosis).
  • Luka dan penyempitan saluran empedu di dalam dan sekitar hati yang menyebabkan penumpukan cairan empedu di hati (sclerosing cholangitis).
  • Adiksi akan alkohol.
  • Wilson?s disease.
  • Hemochromatosis.
  • Kanker hati.
  • Penumpukan lemak pada hati (nonalcoholic fatty liver disease).
  • Fibrosis sistik (cystic fibrosis).

Proses operasi transplantasi hati dimulai dengan mengambil organ hati dari pasien dan menggantinya dengan hati yang berasal dari donor. Operasi ini tergolong operasi besar yang memakan waktu sekitar 6 hingga 12 jam. Selama operasi hingga beberapa hari kemudian, pasien akan menggunakan beberapa tabung khusus sebagai penunjang fungsi tubuh.

Sebelum dokter memutuskan seseorang dapat menerima transplantasi hati, dibutuhkan beberapa tes dan konsultasi, termasuk tes darah dan urine, ultrasound untuk memastikan kondisi hati, tes jantung, tes kesehatan tubuh menyeluruh serta konsultasi nutrisi. Selain itu, yang tak kalah penting adalah evaluasi psikologis untuk memastikan seseorang memahami risiko dari prosedur transplantasi hati. Tak jarang dibutuhkan juga konsultasi keuangan.

Donor Organ

Tidak mudah untuk memperoleh donor hati, apalagi yang benar-benar sesuai. Ini bisa memakan waktu beberapa hari, bahkan bulan. Dokter akan berusaha mengatasi komplikasi akibat gagal fungsi hati selama masa tersebut.

Pada umumnya ada dua jenis pilihan transplantasi hati. Pertama, hati yang berasal dari pendonor yang masih hidup. Pilihan kedua, hati yang berasal dari pendonor yang sudah meninggal dunia.

  • Pendonor hidup. Pendonor ini bisa berasal dari saudara kandung, pasangan atau teman yang harus mengikuti evaluasi medis dan psikologis terlebih dahulu. Beberapa persyaratan pendonor antara lain berniat untuk mendonor, memiliki kondisi kesehatan yang prima, golongan darah yang sama dengan penerima donor, berusia antara 18 tahun hingga 60 tahun, serta profil ukuran tubuh sama atau lebih besar dari penerima donor.

Prosedur dari donor jenis ini adalah dengan mengangkat sebagian dari organ hati pendonor dan menanamkannya pada tubuh penerima yang mengalami penyakit hati. Diharapkan hati dari pendonor akan tumbuh hingga ukuran normal dalam beberapa minggu.

  • Pendonor yang sudah meninggal dunia. Agar hati pendonor dapat digunakan dalam transplantasi, pendonor yang dipilih umumnya yang mengalami kematian fungsi otak dengan jantung yang masih berdetak.

Risiko Komplikasi

Meski dapat mengatasi gagal fungsi hati, namun prosedur transplantasi hati tidaklah bebas risiko. Ada dua risiko komplikasi yang paling sering ditemui setelah tindakan transplantasi hati, yaitu :

  • Terjadi penolakan. Hal ini disebabkan imunitas bekerja untuk menghancurkan materi yang dianggap asing yang masuk dalam tubuh. Ini disebut masa penolakan, dialami sekitar 64% dari pasien transplantasi hati, terutama pada enam minggu pertama. Untuk itu, dokter dapat memberikan obat anti penolakan transplantasi hati.
  • Rentan terserang infeksi. Obat anti penolakan transplantasi hati yang baru diberikan akan menekan imunitas tubuh, sehingga dapat memperbesar risiko infeksi. Umumnya, infeksi jenis ini akan membaik seiring waktu.

Selain itu, risiko lain pascaoperasi transplantasi hati yang dapat terjadi adalah pendarahan, komplikasi saluran empedu, penggumpalan darah hingga masalah dengan memori atau ingatan.

Pasien operasi transplantasi hati kemungkinan harus terus mengonsumsi obat anti anti penolakan seumur hidup. Sayangnya, obat tersebut juga memiliki beberapa risiko efek samping, antara lain diare, sakit kepala, diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan penipisan tulang.

Proses Pemulihan

Salah satu faktor yang menentukan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk pulih setelah operasi transplantasi hati, yaitu seberapa parah kondisi pasien sebelum operasi. . Umumnya untuk benar-benar sembuh diperlukan waktu sekitar 6 bulan hingga satu tahun.

Usia harapan hidup setelah transplantasi hati sangat beragam, tergantung dari kondisi masing-masing. Secara umum, lebih dari 70% pasien yang menjalani transplantasi hati berhasil bertahan hidup selama setidaknya lima tahun setelah operasi.

Meski belum ada metode yang tepat dalam memperkirakan usia harapan hidup seseorang pascaoperasi, namun ada data yang mencatat bahwa usia harapan hidup sekitar 58% penerima donor hati mencapai 15 tahun. Kegagalan penerimaan hati yang diperoleh dari pendonor muncul sekitar 10%-15% dan disebabkan oleh beragam komplikasi.

Transplantasi hati merupakan salah satu prosedur yang dapat mengatasi kegagalan fungsi hati, namun perlu juga dicermati beberapa risikonya. Konsultasikan dengan dokter sebelum Anda mengambil keputusan tersebut.

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
5 Makanan Terburuk yang Biasa Dikonsumsi Orang Saat Sarapan

5 Makanan Terburuk yang Biasa Dikonsumsi Orang Saat Sarapan

Banyak orang makan pagi dengan asupan sederhana seperti sereal. Sebenarnya ada beberapa makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi ketika sarapan termasuk sereal manis. Sayangnya sebagian orang tidak mengetahuinya dan tetap mengonsumsi asupan yang sama. Berikut daftar makanan yang seharusnya tidak dimakan pagi hari.1. Sereal ManisBeberapa sereal dengan rasa manis penuh akan karbohidrat dan gula. Sedangkan Anda tidak mengetahui kandungan gula yang baik atau buruk untuk kesehatan. Saat mengonsumsi sereal manis di pagi hari, kemungkinan akan meningkatkan gula darah dan energi menjadi menurun sebelum beraktivitas. Untuk itu, bila ingin mengonsumsi sereal sebaiknya pilih yang tinggi serat dan protein. Tambahan biji-bijian seperti kenari bagus untuk dikonsumsi pagi hari.2. Daging Olahan dan SosisDaging olahan memiliki nitrat yang bisa menyebabkan kanker usus. Bahkan Institute for Cancer Research mengungkapkan bahwa makanan yang mengandung nitrat perlu dihindari untuk mengurangi risiko kanker tersebut.3. Kue Panggang dan DonatBeberapa orang yang malas membuat sarapan memilih membeli donat atau kue kering di pasar pagi. Kue tersebut dibuat dari tepung putih dan memiliki banyak tambahan gul [...]

Mencegah Luka Pada Pasien Diabetes

Mencegah Luka Pada Pasien Diabetes

Oleh: dr. Dina Kusumawardhani Mencegah Luka Pada Pasien Diabetes - Salah satu komplikasi tersering dari diabetes melitus (DM) adalah kaki diabetik. Pada pasien DM terdapat gangguan pada: pembuluh darah kecil (mikroangiopati) pembuluh darah besar (makroangiopati) gangguan syaraf (neuropati) Gejala adanya gangguan pada syaraf berupa rasa baal/kebas, kesemutan, rasa nyeri berkurang/tidak ada rasa nyeri sama sekali. Hilangnya sensasi pada kaki menyebabkan tekanan berulang pada kaki akhirnya terjadi kerusakan jaringan lunak. Selain itu penderita menjadi tidak peka terhadap suhu atau benda asing (seperti benda tajam) sehingga memudahkan terjadinya luka. Selain itu, gangguan pada pembuluh darah akibat kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama menyebabkan kaki tidak mendapatkan nutrisi yang cukup sehingga meningkatkan risiko terjadinya kaki diabetik pada pasien DM. Luka pada kaki diabetik lebih sulit untuk sembuh dan dapat semakin parah jika tidak segera diobati. Komplikasi utamanya adalah infeksi dan amputasi. Dari seluruh penderita diabetes, 15% menderita ulkus diabetes pada kaki, dan 12-14% dari yang menderita ulkus tersebut memerlukan amputasi. Perawatan kaki pada penderita [...]

Penyebab Sakit Perut Sebelah Kiri

Penyebab Sakit Perut Sebelah Kiri

Semua orang pasti pernah mengalami sakit perut, namun tiap orang belum tentu mengalami penyebab sakit perut yang sama. Perbedaan penyebab tersebut ditentukan dari lokasi rasa sakit. Salah satunya sakit yang berasal dari bagian sebelah kiri perut. Penyebab rasa sakit perut sebelah kiri pun sangat beragam. Ingin tahu apa saja yang menyebabkan Anda merasakan sakit perut sebelah kiri? Bagian perut sebelah kiri kita terbagi dua, yaitu bagian atas dan bawah. Perbedaan ini turut memengaruhi penyebab rasa sakit yang Anda rasakan. Berikut ini beberapa penyebab sakit perut sebelah kiri bagian atas dan bawah yang tergolong lebih serius. Penyebab sakit perut sebelah kiri bagian atas: Cedera. Infeksi ginjal. Batu ginjal. Impaksi tinja atau tinja mengeras. Usus besar yang robek. Gastritis atau radang lapisan lambung. Divertikulitis. Peradangan pankreas. Pneumonia. Serangan jantung. Kanker. Penyebab sakit perut sebelah kiri bagian bawah: Cedera. Radang usus buntu. Infeksi atau batu ginjal. Divertikulitis. Usus besar yang robek. Penyakit Crohn. Kanker. Khusus pada wanita, sakit perut sebelah kiri bagian bawah bisa disebabkan oleh: Kista ovarium. Rasa sakit karena ovulasi. Endometriosis. I [...]

Hati-hati, Awalnya Stroke Ringan, Selanjutnya Stroke

Hati-hati, Awalnya Stroke Ringan, Selanjutnya Stroke

Stroke ringan memiliki durasi serangan yang singkat dan dapat menghilang dalam beberapa menit. Namun meski gejalanya telah pergi, penyakit ini tetap menyimpan bahaya mematikan jika diabaikan, termasuk kematian. Stroke ringan sendiri dalam bahasa medis dinamakan serangan iskemik transien atau transient ischaemic attack (TIA). Penyebab penyakit ini sama dengan stroke, yaitu terhalangnya aliran darah ke otak. Sehingga wajar jika gejala yang muncul mirip dan organ tubuh yang terlibat pun sama. Gejala TIA atau stroke ringan sendiri biasanya mudah dilihat melalui wajah, lengan, dan kemampuan bicara. Stroke ringan dapat menyebabkan kelemahan otot wajah sehingga wajah turun ke salah satu sisi, tidak bisa senyum, mata, atau mulut turun ke bawah. Penderita stroke ringan kemungkinan takkan mampu mengangkat kedua lengan. Hal ini terjadi karena lengan mereka lemas atau mati rasa pada salah satu sisi. Pada orang yang mengalami stroke ringan, kemampuan bicara mereka juga bisa terganggu. Mereka akan cadel, tidak beraturan, atau bahkan tidak mampu bicara sama sekali. Jika salah satu gejala yang telah disebutkan, maka segeralah menghubungi dokter. Perbedaan mendasar antara stroke ringan dengan st [...]

Seperti Apa Kondisi Hipersensitivitas?

Seperti Apa Kondisi Hipersensitivitas?

Jika sistem kekebalan tubuh menimbulkan berbagai macam reaksi yang tidak diinginkan atau hipersensitivitas, Anda harus waspada karena bisa merusak tubuh bahkan berakibat fatal. Sejatinya fungsi sistem kekebalan tubuh adalah untuk melindungi tubuh dari penyakit dan unsur-unsur yang berpotensi berbahaya untuk tubuh. Namun ada juga kondisi di mana sistem kekebalan tubuh keliru dan bereaksi berlebihan sehingga menimbulkan reaksi yang tidak diinginkan. Hal ini disebut hipersensitivitas. Reaksi yang tak dikehendaki tersebut bisa saja merusak tubuh, membuat tak nyaman bahkan berakibat fatal. Hipersensitivitas meliputi alergi ringan, anafilaksis, hingga kondisi autoimun. Untuk hipersensitivitas terjadi, tubuh pertama akan terpapar unsur penyebab reaksi tersebut atau yang dikenal dengan istilah antigen. Setelah terjadi kontak antara tubuh dan antigen, sistem kekebalan tubuh kemudian bereaksi Secara umum hipersensitivitas dibagi menjadi empat tipe, yaitu: Reaksi hipersensitivitas tipe 1 Tipe ini sama dengan alergi dan biasa disebut reaksi hipersensitivitas langsung atau segera. Reaksi hipersensitivitas tipe 1 melibatkan sejenis antibodi yang disebut imunoglobulin E (IgE). Senyawa IgE ters [...]

Radang Sendi? Bukan Berarti Tidak Harus Olahraga!

Radang Sendi? Bukan Berarti Tidak Harus Olahraga!

Olahraga merupakan kegiatan yang baik hampir untuk semua orang. Bagi penderita radang sendi, olahraga terkadang dihindari karena dianggap dapat memperberat kerusakan sendi. Namun sebenarnya penderita radang sendi sering mendapat anjuran untuk tetap berolahraga, terutama bila radang sendinya sudah terkontrol. Ketika tiba saatnya melakukan olahraga, rasa lelah, nyeri, dan persendian yang kaku mungkin menyulitkan Anda. Namun jika tidak berolahraga, sendi dapat menjadi semakin kaku dan nyeri. Anda tidak perlu khawatir karena gejala-gejala tersebut dapat berkurang dengan latihan fisik yang rutin. Latihan fisik untuk penderita radang sendi memberikan banyak manfaat antara lain menjaga vitalitas tubuh, mencegah kekakuan sendi, serta menjaga otot dan tulang di sekitar sendi tetap kuat. Evaluasi pengaruh latihan fisik berupa latihan kekuatan (strength training), latihan keseimbangan, dan olahraga air yang dilakukan oleh penderita radang sendi juga menunjukkan perbaikan fungsi sendi dan penurunan rasa nyeri. Secara umum, latihan fisik untuk penderita radang sendi difokuskan untuk: Memperkuat otot di sekitar sendi. Meregangkan otot tubuh. Meningkatkan rentang gerak daerah persendian. Memp [...]

Penggunaan Sel Punca Mesenkimal untuk Terapi Osteoarthritis

Penggunaan Sel Punca Mesenkimal untuk Terapi Osteoarthritis

Oleh: Poppy Firzani Arifin Sel Punca atau Stem Cell merupakan sel yang memiliki kemampuan untuk memperbanyak diri sendiri dengan menghasilkan sel-sel berkarakteristik sama dengan sel induknya serta dapat berdiferensiasi menjadi berbagai jenis sel dalam tubuh. Sel punca dibagi menjadi 2 yaitu sel punca embrionik dan sel punca dewasa. Salah satu jenis sel punca dewasa adalah Sel Punca Mesenkimal (Mesenchymal Stem Cell,MSC) yang dapat ditemukan pada sumsum tulang, jaringan lemak, tali pusat, periosteum, tulang trabeskular dan gigi susu. Keberadaan MSC memberikan peluang untuk terapi sel secara autologus (dari diri sendiri) tanpa adanya resiko penolakan dari sistem imun. Salah satu aplikasi pemanfaatan MSC adalah untuk terapi osteoarthritis di mana terjadi kerusakan tulang rawan (cartilage defect) pada bantalan sendi lutut. Beberapa faktor yang menyebabkan kerusakan tulang rawan adalah: trauma/cedera olahraga, obesitas, penuaan dan penyakit radang sendi. Kerusakan tulang rawan seringkali menjadi masalah kronis karena kemampuan tulang rawan melakukan regenerasi secara alamiah sangat terbatas. Selain itu sistem pembuluh darah yang terdapat pada jaringan tulang rawan sangat minim. Jika ko [...]

Regenerasi Otak dengan Sel Punca

Regenerasi Otak dengan Sel Punca

Prof. Ole Isacson, MD, Ph.D, ketika mengisi Stem Cells in the Treatment of Spinal Cord Injury di Four Seasons Hotel, Jakarta, Sabtu (13/9) lalu. Indonesia dihadapi ancaman kian banyaknya kasus Alzheimer, di 2013 lalu sendiri penderita Alzheimer sudah mencapai angka kisaran 1 juta penderita. Belum lagi kasus neurodegenerative lainnya macam Parkinson dan Amyotrophic lateral sclerosis (ALS). Berkenaan dengan hal tersebut, PT. Kalbe Farma, Tbk (Kalbe) hari ini menyelenggarakan puncak program edukasi dr. Boenjamin Setiawan Distinguished Lecture Series 2014 di Hotel Four Seasons Jakarta. Dimana penyelenggaraan rutin yang menginjak tahun kedua ini mengambil fokus mengenai update dalam bidang terapi sel dan neuroscience. "Regenerasi otak dengan stem cells sangat menjanjikan dan memberikan harapan baru bagi pasien penderita Parkinson's, Huntington's disease, dementia (kepikunan), Alzheimer, bahkan ALS," buka Prof. Ole Isacson, MD, PhD. dari Harvard Medical School dalam kesempatan kuliah umum "Stem Cells in the Treatment of Spinal Cord Injury" pada program edukasi yang diselenggarakan Kalbe tersebut. ?Sedikitnya 4% dari penduduk AS menderita Alzheimer. Untuk mengatasi ini, sudah jutaan [...]

Kapan Anda Memerlukan Medical Check Up?

Kapan Anda Memerlukan Medical Check Up?

Medical check-up pada kebanyakan masyarakat Indonesia masih merupakan kegiatan yang mahal dan seringkali dianggap membuang-buang uang. Padahal dengan kita melakukan medical check-up secara dini dan rutin, kita dapat menghemat pengeluaran untuk biaya pengobatan di kemudian hari. Makin bertambahnya usia, banyak hal yang dapat terjadi. Jadi dengan melakukan medical check-up dini dan rutin, kita dapat mencegah hal-hal yang dapat terjadi di kemudian hari. Kapan kita mulai makukan medical check up ? Sedini mungkin kita mulai melakukan medical check-up dianjurkan terutama pada usia 35 tahun keatas, baik mempunyai keluhan ataupun tidak. Karena pada usia itu, proses penuaan mulai terjadi , tapi bukan berarti dibawah usia 35 tahun tidak perlu medical check-up, tetap diperlukan terutama bagi yang mempunyai banyak keluhan. Apa saja yang perlu diperiksa ? Setiap rumah sakit mempunyai unit-unit medical check-up, dan tiap rumah sakit mengemas pemeriksaan-pemeriksaan tersebut dalam bentuk paket?paket. Bila Anda baru pertama kali melakukan medical check-up pilihlah paket yang dapat mengetahui kondisi tubuh Anda secara keseluruhan. Dimana didalam paket tersebut terdapat pemeriksaan fis [...]

5 Fakta Tentang Virus MERS

5 Fakta Tentang Virus MERS

Suatu jenis virus baru yang menimbulkan gejala seperti SARS yang dinamakan MERS (Middle Eastern Respiratory Syndrome) saat ini telah mulai menyebar ke seluruh dunia. Beberapa fakta terbaru tentang virus ini. 1. Virus ini Menyebar Virus ini bermulai di Suadi Arabia dengan 378 kasus dan 107 kematian. Hingga saat ini terdapat 14 negara yang sudah melaporkan kasus virus ini yaitu Mesir, Yordania, Kuwait, Qatar, Emirate Arab, Tunisia, Malaysia, Oman, Perancis, Yunani, Itali, Inggirs, Filipina dan Amerika. Virus ini menyebar dari kontak dekat orang-ke-orang , namun dapat menyebar juga ke manusia dari binatang. 5 Fakta Tentang Virus MERS Suatu jenis virus baru yang menimbulkan gejala seperti SARS yang dinamakan MERS (Middle Eastern Respiratory Syndrome) saat ini telah mulai menyebar ke seluruh dunia. Beberapa fakta terbaru tentang virus ini. 1. Virus ini Menyebar Virus ini bermulai di Suadi Arabia dengan 378 kasus dan 107 kematian. Hingga saat ini terdapat 14 negara yang sudah melaporkan kasus virus ini yaitu Mesir, Yordania, Kuwait, Qatar, Emirate Arab, Tunisia, Malaysia, Oman, Perancis, Yunani, Itali, Inggirs, Filipina dan Amerika. Virus ini menyebar dari ko [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *