Ketika Bayi Baru Lahir Tak Ingin Jauh dari Wajah Ibunya

bayi-nangis.jpg

Sebuah video menggemaskan memperlihatkan saat pertama bayi lahir di muka bumi. Perawat yang mendekatkan bayi mungil seakan menolak melepaskan tangannya dari wajah ibunya.

Tangan-tangan kecil bayi tersebut terus berpegang ke wajah ibunya, menciumi pipi ibunya dan menangis setiap kali seseorang mencoba melepasnya.

Bayi baru lahir tentu menemukan transisi ke kehidupan di luar rahim. Ia menolak melepaskan ibunya usai lahir melalui proses operasi caesar. Saat itu perawat mendekatkan bayi dengan ibunya agar kontak kulit ke kulit. Sang bayi tampaknya begitu nyaman saat menyentuh wajah ibunya.

Ketika perawat berusaha menjauhkan bayi agar dibersihkan, bayi tersebut menangis dan tak berhenti hingga ia kembali ke ibunya, seperti dilansir MailOnline, Jumat (28/2/2014).

Bayi itu terus melekat ke ibunya yang membuka mata dan tersenyum ke kamera. Akhirnya, bayi tersebut berhasil dilepaskan dari ibunya namun, sang bayi menangis lebih keras.

Video berjudul I Want To Stay With My Mummy!’ Newborn Refuses To Let Go di YouTube ini telah dilihat jutaan kali di seluruh dunia. Tak banyak yang diketahui tentang ibu dan anak tersebut. Namun, dari latar belakang video berdurasi 1 menit 27 detik tersebut tampaknya berbicara Bahasa Spanyol atau Portugis.

Lihat video di sini

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Saat Kena Abu Vulkanik, Segera Lepas Lensa Kontak!

Saat Kena Abu Vulkanik, Segera Lepas Lensa Kontak!

Efek dari abu vulkanik yang dikeluarkan oleh Gunung Kelud bukan hanya berbahaya bagi pernapasan, tapi juga membuat mata iritasi dan buta. Bahkan menurut Kementerian Kesehatan, yang perlu mendapat perhatian adalah kandungan Silika (Si) di udara yang akan berpotensi menimbulkan iritasi pada kulit, mata dan pernapasan karena Si bentuknya berupa butiran kecil yang tajam.Maka itu, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mata (Perdami) Pusat yang juga Utusan Khusus Presiden RI untuk MDGs, Prof. Dr. dr. Nila F Moeloek tidak menganjurkan masyarakat yang terkena dampak abu vulkanik menggunakan lensa kontak."Sebaiknya jangan gunakan lensa kontak bila ada di sekitar wilayah yang terkena abu vulkanik. Lensa kontak itu menempel di kornea mata, sehingga debu yang masuk bisa membuat luka di sekitar kornea," kata Nila, saat diskusi pembangunan MDGs di kampus Unika Atma Jaya, Jakarta, Senin (17/2/2014).Nila menerangkan, abu vulkanik itu semacam butiran kristal yang sangat berbahaya bila masuk ke mata. Parahnya, jika iritasi terus dibiarkan, kornea mata bisa mengalami borok hingga kebutaan."Abu vulkanik mengandung macam-macam butiran halus berbahaya yang bisa masuk ke mesin mata, kalau dia menggunakan l [...]

Cegah Obesitas, Michelle Obama Imbau Anak Makan Siang Sehat

Cegah Obesitas, Michelle Obama Imbau Anak Makan Siang Sehat

Ibu negara AS, Michelle Obama sepertinya tidak main-main dalam memerangi epidemi obesitas. Setelah sempat mengampanyekan perbanyak minum air putih, belum lama ini ia menghimbau anak-anak untuk makan siang sehat dengan buah dengan gerakan Let's Move!."Michelle Obama memang tengah memerangi obesitas sementara suaminya, Barrack Obama kemarin menerbitkan aturan baru yang mengharuskan restoran menyertakan jumlah kalori pada setiap menunya," tulis laporan Independent, Rabu (3/12/2014). Kampanye ini juga ternyata menjadi perhatian orangtua untuk semakin mengenalkan makanan sehat seperti buah, sayuran dan gandum untuk makan di sekolah, termasuk pembatasan jumlah sodium, gula dan lemak. Kesadaran hidup sehat ini memang bukan serta merta diajukan Presiden, sebab beberapa waktu lalu, sejumlah orangtua mengeluhkan makanan yang tidak sehat. Direktur eksekutif Let's Move, Sam Kass, mengatakan batas maksimum makan anak usia 10 - 17 tahun adalah 850 kalori.Gara-gara kampanye perangi obesitas ini, kini murid setara SD-SMP di AS gencar memposting foto makanan sehat mereka dan membaginya di Twitter dengan hashtag #ThanksMichelleObama. [...]

Anak-anak Korban Tanah Longsor Jalani Trauma Healing

Anak-anak Korban Tanah Longsor Jalani Trauma Healing

Sejumlah anak di pengungsian bencana tanah longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, mengikuti program "trauma healing" yang diselenggarakan Kementerian Sosial. Kepala Panti Sosial Petirahan Anak (PSPA) "Satria" Baturraden, Jiwaningsing di Banjarnegara, Minggu, mengatakan bencana alam tanah longsor seperti ini dapat mengakibatkan anak-anak mengalami trauma. "Melalui 'trauma healing' kami pulihkan kondisi psikis anak dengan permainan, medengarkan dongeng, menggambar dan bernyanyi," katanya. Ia mengatakan PSPA "Satria" Baturraden mempunyai tugas pokok dan fungsi memberikan pelayanan kepada anak-anak yang mengalami hambatan perilaku. "Pada kesempatan seperti ini, setiap terjadi bencana kami melakukan terapi seperti ini," katanya. Ia menuturkan memulihkan kondisi psikis anak dengan kegiatan seperti ini maka mereka akan kembali ceria, Menurut dia kondisi psikis anak-anak di pengungsian sementara ini tidak terlalu mengkhawatirkan. "Namun, tidak bisa kasat mata seperti ini, karena anak itu mengendap dan bisa saja muncul pada saat-saat tertentu ketika sudah besar," katanya. Ia mengatakan melalui kegiatan ini mereka diharapkan melupakan peristiwa be [...]

Ini Sebabnya Miras Oplosan Mematikan

Ini Sebabnya Miras Oplosan Mematikan

Mengapa miras oplosan begitu berbahaya dan mematikan? pertanyaan ini pula mungkin terbesit di benak Anda. Lebih jelasnya, berikut ulasannya, seperti disampaikan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan Prof. Tjandra Yoga Aditama 1. Tidak berizin Oplosan tidak ada izinnya, maka tidak diketahui jenis/bahan dan jumlah/kadar yang dioplos, walaupun memang pada dasarnya adalah bahan berbahaya. 2. Melanggar hak konsumen Oplosan juga melanggar aturan pembelian/konsumsi, dimana untuk alkohol resmi saja hanya boleh dibeli oleh yang berusia di atas 21 tahun. 3. Tenaga kesehatan siap menangani Kalau sudah terjadi kasus, Rumah Sakit dan tenaga kesehatan tentu siap menangani?nya. 4. Bahaya kesehatannya akan tergantung dari 5 hal: - jenis bahan yang dioplos, - jumlah/kadar bahan yg dioplos- jumlah yang dikonsumsi- seberapa cepat pasien datang ke fasilitas pelayanan kesehatan- Keadaan umum dan daya tahan tubuh pasien 5. Pencegahan hanyalah dua hal - jangan mengoplos dan- jangan mengkonsumsi oplosan [...]

Sukabumi Canangkan Gerakan 20 Menit Ortu Mendampingi Anak

Sukabumi Canangkan Gerakan 20 Menit Ortu Mendampingi Anak

Kota Sukabumi, Jawa Barat, mencanangkan "Gerakan 20 Menit Orang Tua Mendampingi Anak" sebagai bentuk perlindungan dan kepedulian orang tua kepada anaknya untuk antisipasi kekerasan terhadap anak. "Pencanangan gerakan ini karena kekerasan terhadap anak saat ini semakin memprihatinkan semua pihak baik kekerasan secara fisik maupu secara psikhis dan seksual," kata Wakil Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Sukabumi, Hayati Fahmi kepada wartawan, seperrti dikutip dari Antara Rabu (21/5/2014). Terjadinya kekerasan terhadap anak itu menunjukan bahwa pemerintah, masyarakat serta keluarga dan orang tua belum optimal dalam memberikan perlindungan bagi anak terhadap kekerasan, eksploitasi, diskriminasi dan penelantaran, katanya. Menurut Hayati, berdasarkan Undang-Undang nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak diantaranya menyebutkan bahwa perlindungan anak merupakan kewajiban bersama yang penanganannya harus dilaksanakan secara komprehensif dan tepat sasaran. Untuk itu, langkah konkrit serta upaya preventif dari semua pihak tidak bisa ditunda lagi dan langkah ini harus mulai dilakukan kepada seluruh orang tua dan keluarga serta organisasi dan l [...]

Jelang AFTA 2015, RS Harapan Bunda Jakarta Siap Bersaing

Jelang AFTA 2015, RS Harapan Bunda Jakarta Siap Bersaing

Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta siap menghadapi persaingan global dalam Asean Free Trade Area (AFTA) 2015. Agar tidak ditinggal pasien, rumah sakit yang awal berdiri sebagai rumah sakit kebidanan akan meningkatkan sarana, peralatan, dan memperbaiki mutu layanan dan profesionalitas dari petugas kesehatan seperti dokter dan perawat. "Kalau sikap dari dokter, perawat tidak diperbaiki, maka kita akan ketinggalan dan ditinggalkan pasien," kata Direktur Utama PT. Harapan Bunda Sejahtera, Drg. Suherman Widyatomo kepada Health-Liputan6.com, Sabtu (20/9/2014)Sebenarnya, kata Suherman, mengapa banyak pasien memilih berobat ke luar negeri, karena pelayanan yang didapat sesuai dengan apa yang mereka inginkan. "Pasien itu butuh pelayanan yang informatif, pelayanan yang baik, dan pelayanan yang bisa cepat. Ini yang terkadang kurang diperhatikan rumah sakit di Indonesia," kata Suherman.Andai saja seluruh rumah sakit di Indonesia, termasuk Rumah Sakit Harapan Bunda, mampu memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, Suherman yakin pasien tidak akan berbondong-bondong `kabur` ke luar negeri hanya untuk berobat. "Pada umumnya, yang mereka keluhkan adalah kurangnya pelayanan yang memanusiak [...]

Langkah Pintar Atasi Bayi Sulit Tidur

Langkah Pintar Atasi Bayi Sulit Tidur

Aktivitas utama bayi adalah tidur. Bayi berusia 1-18 bulan membutuhkan waktu 15-18 jam untuk tidur. Ketika bayi sudah mulai sulit tidur Anda sebagai orangtua harus mencari cara agar ia kembali mudah tertidur. "Tidur merupakan tahapan penting bagi bayi karena tidur berperan penting untuk aktivitas otak dan kesehatan mental bayi karena hal tersebut akan mengoptimalkan perkembangan otak bayi," terang psikolog anak, Vera Itiabiliana Hadiwidjojo, Psi seperti rilis pers yang diterima dalam Peluncuran Soothe & Glow Seahorse ditulis Senin (1/12/2014). Itulah sebabnya ibu harus mencari cara agar sang buah hati kembali tidur terlelap dengan cara tepat dan membuatnya nyaman. Menurut Vera, saat bayi tak kunjung tidur ibu tak boleh cemas atau gelisah. Ibu harus merasa sesantai dan setenang mungkin dalam menidurkan bayi. Kegelisahan ibu akan memengaruhi anak sehingga membuat anak malah jadi sulit tidur. Kedua, pastikan mencoba dan mengatur waktu tidur yang tetap. Walaupun menantang, para ibu harus bersikap fleksibel bagi anak untuk menemukan waktu tidur yang tepat bagi dirinya sendiri. Ketiga, meciptakan suasana yang menenangkan akan membuat anak tertidur dengan mudah. "Mengatur suhu rua [...]

Sosialisasikan KB, BKKBN Gelar Lomba Rap

Sosialisasikan KB, BKKBN Gelar Lomba Rap

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar lomba menyanyi rap tingkat nasional di Tanggerang Selatan, Banten, Minggu, dengan menghadirkan penyanyi rap remaja dari seluruh Nusantara. "Acara ini bertujuan menyosialisasikan program kependudukan, keluarga berencana (KB), dan pembangunan keluarga melalui lagu yang sesuai dengan segmen remaja," kata Sestama BKKBN Ambar Rahayu di Banten, Minggu. Tema lomba tersebut, kata dia, adalah "Peningkatan Kualitas Penduduk dan KB dengan Pendewasaan Usia Perkawinan, Pencegahan HIV/AIDS, Pencegahan Narkoba dan Seks Bebas Untuk Meningkatkan Ketahanan Keluarga". Hal itu, lanjut dia, merupakan bentuk sosialisasi yang dimulai dari tingkat provinsi hingga tingkat nasional. Sasaran dari program tersebut, tambah Ambar, adalah para remaja generasi penerus bangsa. "Kalangan remaja sangat rentan dengan narkoba, HIV/AIDS, dan seks bebas," katanya. Dengan lomba tersebut, BKKBN ingin memperkenalkan kepada remaja program Generasi Berencana atau GenRe. Program tersebut merupakan inisiasi BKKBN untuk menjauhi remaja dari narkoba, HIV/AIDS, dan seks bebas. "Program GenRe juga berpesan kepada remaja untuk menghindari pernikahan dini dan m [...]

Cegah Kulit Kering dengan 5 Bahan Ini

Cegah Kulit Kering dengan 5 Bahan Ini

Udara dingin membuat kulit mudah kering, untuk mengatasinya sebaiknya mulailah mengonsumsi vitamin E. Menurut para ahli kecantikan yang dikutip Boldsky, Senin (13/1/2014) vitamin E sangat diperlukan kulit untuk menjaga kelembabannya agar terhindar dari kerusakan akibat kering.Beberapa bahan makanan mengandung vitamin E yang bagus dikonsumsi saat musim dingin, yaitu :1. LabuBuah bewarna oranye ini dapat membantu menghilangkan bekas jerawat yang ada pada wajah. Jadikan labu sebagai masker. Hancurkan sampai berbentuk bubur kemudian oleskan di wajah dan diamkan selama semalam setelah itu bilas dengan air bersih.2. AvokadAvokad yang dihancurkan dapat dijadikan masker untuk membuat kulit mulus dan menghindari masalah kulit kering. Setelah masker kering bilas menggunakan air bersih. Selain dijadikan masker, advokad bisa juga dibuat seperti scrub dengan potongan kecil-kecil kemudian digosokan secara melingkar di wajah dan leher. 3. BayamBayam dapat membantu menghilangkan garis-garis halus dan keriput gejala penuaan. Sayuran hijau ini dijadikan sebagai masker. Campurkan bayam dengan minyak zaitun kemudian oleskan serta lakukan pemijatan lembut. Setelah mengering bilas dengan air hangat.4. A [...]

Gelandangan & Pengemis Belum Masuk PBI Tak Ditanggung JKN?

Gelandangan & Pengemis Belum Masuk PBI Tak Ditanggung JKN?

Keluhan terhadap jumlah peserta yang tergolong tidak mampu dinilai masih kurang dan perlu ditambah. Apalagi yang terkaver dalam JKN (Jaminan Kesehatan nasional) baru 86,4 jiwa, tak sebanding dengan total jumlah orang miskin dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) yang terus bertambah hingga 28,55 juta orang per September 2013. Bagaimana dengan gelandangan dan pengemis yang belum masuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) ?Untuk saat ini, pihak Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa masalah peserta tidak mampu dan belum terkaver dalam JKN, masih ditanggung pemerintah daerah."Masalah kepersertaan yang muncul seperti adanya gelandangan dan pengemis, penghuni lapas, mereka yang lahir dari anak orang miskin sudah kita jelaskan bahwa anggaran Kementerian Kesehatan hanya untuk 86,4 juta jiwa. Sementara mereka yang belum terkaver, belum ditanggung," kata Sekjen Kementerian Kesehatan, Supriyantoro saat temu media di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta (3/2/2014).Supriyantoro menilai, masalah ini memang masih menjadi dinamika tapi Kementerian Kesehatan sedang mengajukan anggaran lagi untuk menambah kuota orang miskin."Saat ini kami masih dalam pengajuan anggaran kembali. Tapi untuk penghuni panti, [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *