Kisah Biksu yang Menjadi Kaligrafer China

pameran-chan-5-140126b.jpg

Berawal dari ketertarikannya dengan aksara Mandarin yang indah semasa SMP, biksu Chan Master, Chi Chern mulai berkeinginan menjadi kaligrafer.

Pria yang lahir di Malaysia 1955 ini ditahbiskan sebagai biksu oleh Master Zhu Mao. Keterampilan kaligrafinya banyak dianggap orang merupakan warisan dari guru Zhu Mo.

“Sebenarnya shifu tidak pernah mengajari muridnya kaligrafi atau menggambar. Hanya sesekali memberikan pengarahan. Saya bukan belajar di bawah asuhan Shifu, pengarahan shifu yang sesekali itulah yang berpengaruh besar,” kata master Chan saat ditemui dalam acara bertema The Lunar Legacy di Grand Indonesia Shopping Town, Jakarta, ditulis Minggu (26/1/2014).

Chan Master ini mengaku saat Sekolah Menengah Pertama dirinya terkagum-kagum dengan guru bahasa Mandarinya yang menulis aksara bagus di papan tulis.

“Saya terkagum-kagum dengannya sehingga mendorong saya untuk bisa menulis sebagus itu. Saya pun belajar lagi dengan giat,” kata pria yang juga seorang sastrawan dan seniman kaligrafi poci teh ini.

Setelah tamat Sekolah Menengah Atas dirinya menjadi guru sementara dan mulai lagi tertarik dengan kaligrafi. Chan Master pun mulai mempertahankan cara penulisannya dalam jangka waktu panjang.

“Saya masih belajar mengukir beberapa waktu. Kondisi yang mendukung latihan formal justru ketika mengakhiri masa kuliah di Taiwan dan saya pun mempertahankan cara penulisan saya,” kata pria lulusan Universitas Foguang, Taiwan ini.

Akhirnya setelah yakin dengan keahliannya, Chan Master pun mulai berani tampil di pameran tulisan dan lukisan.

“Seingat saya, pameran amal resmi pertama kali diadakan saat usia 45 tahun. Saat itu pameran diadakan dalam kegiatan penggalangan dana untuk perkumpuan muda-mudi Busshist,” katanya.

Antusias masyarakat yang tinggi membuatnya lebih berani tampil di hadapan publik membawa kaligrafi China indahnya.

“Saya menyadari ternyata banyak orang yang suka dengan kaligrafi jadi setiap ada kesempatan, saya pun tidak ragu memperlihatkan hasil karya saya,” ujarnya. Hasil karyanya pernah dilelang dengan harga 250.000 yuan atau setara dengan lebih dari 500 juta.

“Setiap kaligrafi saya adalah hasil tulisan kreatif sehingga banyak yang menaruh mubat besar dan saya pun bersemangat untuk menghasilkan lebih banyak karya dengan penuh kreatifitas. Suasana hati menjadi lebih bebas menggelar pameran untuk kegiatan sosial,” katanya.

Chan Master memperkenalkan kaligrafi sama seperti saat dirinya memperkenalkan buddhisme. “Saya menjadikan kaligrafi sebagai cara untuk memperkenalkan buddhisme sekaligus menjadi penggerak atau motivasi saya. Ibarat perahu mengalir begitu saja dan saya bersyukur,” katanya.

Chan Master telah menggelar pameran di berbagai negara Asia, seperti Malaysia, China, Singapura, Taiwan. Tahun ini giliran Indonesia yang menyaksikan kaligrafi yang indah buatannya.

Masyarakat dapat langsung datang ke Grand Indonesia Shopping Town lantai 1 sky bridge dari tanggal 17 Januari sampai 23 Februari 2014. (Mia/Igw)

Baca Juga :

Imlek di Jakarta akan Diguncang Flashmob 30 Barongsai
Master Kaligrafi Chan Gelar Pameran di Indonesia
Biksu Chi Chern Melukis 50 Kaligrafi dalam 2 Hari
Kisah Biksu yang Menjadi Kaligrafer China

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
84 Persen Vegetarian Kembali Makan Daging

84 Persen Vegetarian Kembali Makan Daging

Menjadi vegetarian digadang-gadang merupakan gaya hidup sehat. Sayangnya, menjadi seseorang yang tidak makan makanan berasal dari hewan itu ternyata sulit. Berdasarkan studi terbaru, ternyata banyak orang yang hanya berhasil menjadi vegetarian selama tiga bulan saja. Survei terbaru ini menemukan data bahwa 84 persen vegetarian akhirnya kembali mengonsumsi daging. Lebih dari setengah responden menyatakan kembali makan daging setelah satu tahun berhasil menjadi vegetarian. Lalu, sepertiga responden menyatakan hanya berhasil menjadi pemakan makanan nabati selama tiga bulan saja. Sebagian besar mantan vegetarian menyatakan ada banyak faktor yang menyebabkan gagal menjadi vegetarian. Mulai dari lingkungan yang banyak non vegetarian, terlihat aneh dan sulitnya menahan nafsu makan mengonsumsi daging seperti dilansir laman Daily Mail pada Senin (8/12/2014). Diantara sekian banyaknya daging, ayam yang paling sulit dihindari. Daging jenis inilah yang biasanya paling banyak dikonsumsi usai tak lagi menjadi vegetarian. Menjadi vegetarian menurut sebuah studi di AS dapat membantu menurunkan risiko diabetes. Dengan menghentikan konsumsi daging bisa mencegah penyakit yang disebabkan oleh meni [...]

5 Manfaat Bir untuk Kesehatan Anda

5 Manfaat Bir untuk Kesehatan Anda

Layaknya satu keping koin yang punya dua sisi, bir pun begitu. Mengonsumsi bir bisa berakibat buruk jika dilakukan terus menerus dan jumlah berlebihan. Tapi jika dikonsumsi dalam porsi secukupnya, bir bisa punya manfaat yang mengejutkan.Berikut 5 manfaat hebat bir yang bisa membuat Anda kaget seperti dilansir Daily Mail, Senin, (7/7/2014).1. Kaya kalsiumMenurut Dr. Stephen Domening, Direktur Medis The Original FX Mayr Health Center di Austria bir kaya akan elemen penting. Di antaranya, kaya protein dan mineral seperti fosfor, yodium, magnesium, kalium yang menguntungkan tulang. Penelitian di Tuffts University Amerika Serikat juga menyebutkan bahwa bir bisa menambah kepadatan mineral tulang. 2. Mencegah diabetesBerbeda dengan minuman kola yang tinggi gula, bir jauh lebih sedikit. Jika minuman kola mengandung tujuh sendok teh gula, bir hanya satu teh gula. Penelitian pada 38.000 orang di Amerika Serikat di tahun 2010 menemukan hasil jika seseorang mengonsumsi bir satu atau dua gelas sehari setelah empat tahun risiko diabetes tipe 2 bisa turun 25 persen.3. Kaya serat Bir adalah minuman kaya sumber serat. Satu gelas bir menyediakan 10 persen kebutuhan serat yang dibutuhkan tubuh. "Bir [...]

Psikolog: Kasus Pelecehan Seksual pada Anak Bisa Terus Terjadi

Psikolog: Kasus Pelecehan Seksual pada Anak Bisa Terus Terjadi

Berkaca dari kasus yang menimpah bocah AK (6), murid TK Jakarta International School (JIS) yang diduga menjadi korban pelecehan seksual, membuat Psikolog Tika Bisono percaya bahwa kasus serupa masih akan terjadi."Saya yakin dan berani taruhan, kalau kasus ini akan membuka kasus-kasus lainnya yang serupa. Karena di Depok, kembali terulang perkosaan yang menimpah anak sekolah perempuan, yang diperkosa ramai-ramai oleh temannya," kata Tika Bisono dalam acara `Dompet Dhuafa dan GNOTA: Move On untuk Pendidikan Anak Indonesia` di Blok M Plaza, Jakarta, Jumat (2/5/2014)Bahkan, lanjut Tika, kasus yang berulang seperti ini, telah mematikan saraf keibaannya. "Kalau tidak seperti itu, bisa nangis terus saya," kata Tika menambahkan.Ia mengatakan, dengan adanya kasus ini, membuktikan bahwa masalah kenyamanan anak dalam menikmati pendidikan tidak hanya dirasakan oleh kaum marginal saja, melainkan juga kaum menengah atas."Itu artinya, dengan menitipkan anak di sekolah bertaraf internasional, belum menjamin kejahatan tersebut hilang," kata Tika.Maka itu, bagi orangtua yang memasukan buah hatinya ke sekolah mahal dan bertaraf Internasional, jangan langsung mempercayai begitu saja, kalau anak bakal [...]

Ingat, di Sistem BPJS Anda Harus Berobat ke Puskesmas Dulu, Ya

Ingat, di Sistem BPJS Anda Harus Berobat ke Puskesmas Dulu, Ya

Meski rapor biru telah diraih Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Fachmi Idris mengaku masih banyak kendala yang harus mereka selesaikan agar mencapai hasil yang lebih maksimal lagi, salah satunya memberikan edukasi kepada masyarakat tentang sistem pelayanan kesehatan yang baik itu seperti apa.Seperti diketahui, kekeliruan masih saja terjadi di masyarakat terhadap sistem pelayanan kesehatan satu ini. Karena beranggapan sudah membayar iuran sesuai ketentuan, tidak sedikit peserta BPJS Kesehatan yang langsung berobat ke rumah sakit sesuai tipe yang telah ditentukan ketika sakit."Padahal yang baik itu adalah masyarakat harus berobat dulu ke fasilitas kesehatan tingkat pertama. Baik itu dokter umum, praktik perorangan, dokter keluarga, klinik pratama, dan puskesmas," kata Fachmi Idris saat bertandang ke Redaksi Liputan6.com, SCTV Tower Lantai 14, Senayan City, Jakarta (8/10/2014)Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan melanjutkan, jika ditemukan 155 diagnosa penyakit, tapi tidak mampu dikerjakan oleh tenaga medis di Faskes tingkat pertama, barulah dirujuk ke rumah sakit tipe C, D, B, dan yang paling puncak adalah A. "Nah, memberikan pengerti [...]

4 Alasan Wanita Lakukan Aborsi

4 Alasan Wanita Lakukan Aborsi

Aborsi kerap kali identik dengan hal yang `nakal` atau sesuatu yang buruk. Sebab, aborsi merupakan hal yang sangat sensitif. Bahkan, beberapa hukum di negara maupun agama menganggap aborsi sebagai suatu tindak kejahatan. "Saya harap data ini bisa mengklarifikasi bahwa tindakan aborsi adalah tindakan yang aman," terang penulis studi dan asisten profesor di Department of Obstetrics, Gynecology & Reproductive Sciences di UCSF, Ushma Upadhyay, Ph.D seperti NY Daily News dilansir Sabtu (13/12/2014). Meskipun banyak yang menentang hal tersebut, ternyata terdapat berbagai alasan wanita terpaksa harus melalui prosedur menyakitkan tersebut. Berikut ulasan beberapa alasan mengapa wanita melakukan aborsi seperti yang dilansir dari Boldky, Sabtu (13/12/2014): 1. Kehamilan Remaja Ya, inilah yang menyebabkan mengapa timbulnya anggapan bahwa aborsi adalah sesuatu yang buruk. Hubungan intim yang dilakukan oleh anak usia remaja dan menyebabkan kehamilan semakin marak terjadi. Secara linier, aborsi pun juga semakin banyak terjadi. 2. Menyelamatkan Sang Ibu Tentunya menimang buah hati menjadi impian para calon ibu. Namun, apabila kondisi kesehatan sang ibu tak memungkinkan untuk m [...]

Perceraian Sering Terjadi Bila Istri Jatuh Sakit

Perceraian Sering Terjadi Bila Istri Jatuh Sakit

PeduliSehat.info, New Penyakit serius bisa meningkatkan risiko perceraian. Apalagi jika sang istri yang jatuh sakit, kemungkinan perceraian lebih tinggi.Sebanyak 2.700 pasangan menikah yang sudah menjalani bahtera rumah tangga sekitar hampir 20 tahun ikut dalam penelitian. Hasilnya terlihat sepertiga dari pernikahan berakhir dengan perceraian. Menurut laporan MedicalDaily, Jumat (2/5/2014), hampir setengah kasus disebabkan istri yang jatuh sakit, bukan suami."Kami menemukan bahwa perempuan lebih rentan gagal pernikahannya saat sakit," kata Dr Amelia Karraker, salah satu penulis penelitian.Penelitian ini memang tak menyelidiki lebih dalam alasan perceraian karena sakit bisa terjadi. Tapi Dr Karraker menunjukkan, hal itu bisa saja berhubungan dengan kecenderungan wanita secara naluriah menjadi perawat yang lebih baik."Norma gender dan harapan sosial tentang perawatan bisa membuat pria lebih sulit memberikan perawatan kepada pasangannya yang sakit," kata Dr Karraker.Hal senada disampaikan Ahli Hubungan di New York Rachel Sussman. Menurutnya, secara biologis perawatan diprogram ke dalam diri wanita. Tingginya testosteron pada diri pria menunjukkan mereka memang tak diprogram untuk peke [...]

Google Glass Bantu Remaja Buta Ini Melihat

Google Glass Bantu Remaja Buta Ini Melihat

Sejak berusia lima tahun, Benjamin Yonattan (13) sudah menyukai aktivitas menari. Hal tersebut ia tekuni hingga ia menjadi penari balet. Sayangnya beberapa saat yang lalu ia merasakan ada yang aneh ketika saat menari ia mulai menabrak orang. Ternyata, satu tahun lalu remaja asal Michigan ini mengalami retinal dystrophy sehingga membuat aktivitas menarinya terganggu. Dunianya langsung tertutup. Yonattan memiliki keterbatasan penghlihatan periferal dan sama sekali tidak bisa melihat di malam hari. Keadaan ini berdampak pada aktivitas menari. Meskipun penglihatannya terbatas, ia tak mau membatasi latihan menari. Beruntungnya Yonattan pernah mengambil foto lewat iPhone sang ibu, ternyata penglihatannya membaik. Lalu, tak lama perangkat yang mudah digunakan Google Glass keluar. Keluarga pun mengumpulkan dan untuk membeli perangkat mahal ini. Dengan menggunakan Google Glass mampu memperluas dan memperjelas penglihatan Yonattan. Bahkan dokter yang menangani remaja ini menyatakan penglihatannya meningkat 70 persen. Dengan adanya Google Glass membuat aktivitas menarinya menjadi lebih lancar. Mimpinya sebagai koreografer akan terwujud dan berharap menjadi orang buta pertama yang mendap [...]

Meremehkan Vaksinasi, Membahayakan

Meremehkan Vaksinasi, Membahayakan

Keliru bila ada yang berpendapat bahwa tubuh bisa sembuh dengan sendirinya tanpa perlu pemberian vaksin setiap bulannya. Apalagi bila menyamakannya dengan kondisi yang terjadi pada masyarakat zaman dulu.Afiono Agung Prasetyo, dr., Ph.D mengatakan, keengganan untuk melakukan sebuah penelitian terhadap suatu penyakit, membuat masyarakat pada zaman itu membiarkan penyakit yang ada di tubuhnya sembuh dengan sendiri."Dulu, orang-orang tidak mau melakukan penelitian terhadap batuk dan pilek, karena bisa sembuh dengan sendirinya selama satu minggu. Tapi, ilmu pengetahuan ini kan terus berkembang, dan orang mulai sadar dampaknya," kata Afiono ditulis Rabu (20/8/2014).Menyadari bahwa batuk dan pilek yang didiamkan membuat pasien berisiko menderita asma, pandangan masyarakat pun secara perlahan mulai terbuka. "Mereka yang hidup di negara maju sekali pun, rutin melakukan vaksin. Termasuk negara yang terbebas dari endemi suatu penyakit dan dianggap bersih," kata Wakil Ketua Bidang Penelitian dan Kerjasama Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS)Hal yang sama juga terjadi pada kasus influenza. Dulu, pasien yang terserang virus influenza pun akan didiamkan selama [...]

Perangi MERS-CoV, Arab Saudi Dirikan Pusat Virus Korona

Perangi MERS-CoV, Arab Saudi Dirikan Pusat Virus Korona

Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV) yang kian hari kian mengkhawatirkan membuat pemerintah Arab Saudi melakukan beragam cara demi memerangi penyakit mematikan ini. Salah satunya dengan mendirikan pusat korona virus, dan memperkenalkan sejumlah paket kesehatan baru."Ini dilakukan sebagai langkah antisipasi dan membantu Departemen Kesehatan untuk meningkatkan prosedur pencegahan terhadap penyebaran infeksi sekaligus meningkatkan kesiapan dalam sektor kesehatan, untuk menghadapi tantangan besar di masa depan," kata Menteri Kesehatan, Adel Fakeih.Seperti dikutip laman Arab News, Jumat (16/5/2014), Adel menjelaskan bahwa proses ini untuk memastikan sektor kesehatan di seluruh wilayah pemeritahan sesuai dengan pedoman praktik terbaik internasional untuk melindungi seluruh pasien dan masyarakatnya.Pusat korona virus ini nantinya, terdiri dari menara pengontrol, koordinasi lintas kementerian, komite ilmu pengetahuan, dewan penasehat ilmiah, bantuan epidemiologi, pencegahan, dan pengendalian infeksi, peningkatan kapasitas (operasi klinis), data dan analisa, komunikasi, dan laboratorium serta diagnostik. Tak tanggung-tanggung, pemerintah Arab Saudi pun akan menyiapkan i [...]

Tarif Paket RS yang Ikut JKN Segera Diubah

Tarif Paket RS yang Ikut JKN Segera Diubah

Sekitar 39 tarif paket atau Indonesia Case Based Groups (INA CBGs) yang selama ini berlaku di RS sejak Jaminan Kesehatan Nasional berlaku, rencananya akan diubah. Perubahan ini akan dilakukan lantaran adanya sejumlah tarif yang terlalu rendah dan tinggi. Seperti disampaikan Wakil Menteri Kesehatan Ali Gufron Mukti saat hadir dalam Focus Group Discussion International Pharmaceutical Manufacturer Group (IPMG) di WTC, Selasa (19/8/2014) bahwa ketimpangan tarif paket akan segera diperbaiki. "RS rujukan tipe A ( rumah sakit pusat) dan Tipe B itu ketimpangannya bisa sampai 50 persen. Padahal dalam Undang-undang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), tidak ada istilah RS tipe A, B, C, D yang ada RS tingkat primer dan lanjutan yang ada dalam satu wilayah, kabupaten atau kota. Inginnya semua standar tarif sama, tapi kan tidak mungkin. Jadi Kementerian Kesehatan melihat perlu adanya evaluasi tarif agar kesenjangan ini dapat diminimalisir," katanya. Wamenkes menyontohkan, untuk tarif yang dinaiikan semisal tarif untuk bedah saraf. Pada tindakan tertentu, ia menilai perlu ada kenaikan tarif. Sementara ada pula tarif yang kelebihan seperti dialisis, yang saat ini sebesar Rp 1,3 juta. Padahal [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *