Kriteria Tempat Tidur Bayi yang Ideal

kriteria-tempat-tidur-bayi-yang-ideal-Alodokter.jpg

Bayi yang baru lahir akan menghabiskan sebagian besar waktunya di tempat tidur bayi. Oleh karena itu, penting untuk menjatuhkan pilihan kepada jenis tempat tidur bayi yang aman dan nyaman untuk si Kecil yang tiap harinya bisa terlelap hingga 20 jam.

Apa saja kriteria tempat tidur bayi yang baik untuk si Kecil?

Memilih Tempat Tidur Bayi yang Aman

Demi menunjang kenyamanan anaknya, banyak orang tua rela menghabiskan banyak uang untuk membeli perlengkapan si Kecil, termasuk tempat tidur atau boks bayi. Namun untuk urusan boks bayi, Anda tidak perlu mencari produk yang termahal atau desain yang lucu. Keamanan produk merupakan hal terpenting yang harus Anda pertimbangkan saat membeli boks bayi.

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat memilih tempat tidur bayi. Pertama adalah memperhatikan jarak antara bilah satu dengan lainnya. Sebaiknya pilih jenis yang jarak antar bilah kurang dari enam centimeter demi mencegah kepala bayi terselip di antara bilah.

Kedua, hindari membeli tempat tidur bayi yang bilahnya bisa dinaikkan atau diturunkan karena terkadang sering terjadi kesalahan saat merakitnya dengan desain bilah yang semacam itu. Jika salah merakit, bayi bisa terselip atau terjatuh ketika sedang berpegangan pada bilah yang tidak kokoh atau tiba-tiba turun dengan sendirinya.

Ketiga adalah perhatikan baut, sekrup, paku, atau bahan material lainnya. Pastikan material tersebut terpasang dengan kencang agar tempat tidur bayi bisa berdiri dengan kokoh.

Keempat, disarankan untuk membeli yang baru demi keselamatan bayi. Tempat tidur yang lama terkadang memakai cat yang mengandung bahan beracun, seperti timah. Di lain sisi, bayi dikenal suka menggerogoti segala hal yang ada di dekatnya.

Selain struktur utama tempat tidur bayi, perhatikan juga hal-hal berikut:

Matras harus didesain khusus untuk bayi.

Beberapa produsen ada yang menjual tempat tidur atau boks bayi tanpa dilengkapi matras. Ketika memilih matras, pilih yang khusus didesain untuk bayi. Matras khusus bayi biasanya kokoh atau keras untuk mencegah SIDS (sudden infant death syndrome) atau sindrom kematian bayi mendadak sekaligus untuk menopang tulang punggung bayi. Hindari membeli matras yang terlalu empuk.

Pilih matras sesuai dengan ukuran boks bayi. Jangan sampai ada celah sedikit pun antara matras dengan bilah. Jangan lupa untuk melepas plastik sebelum dipasang.

Hindari barang lembut. Mungkin banyak orang tua yang menganggap bayi identik dengan barang-barang yang lembut, seperti selimut lembut, sprei lembut, bantal empuk, atau boneka berbulu halus. Pada nyatanya barang-barang tersebut harus dihindari untuk mencegah SIDS. Barang bertekstur lembut bisa membuat bayi sulit bernapas karena berisiko menutupi wajah si Kecil.

Setelah membeli tempat tidur bayi yang aman dan nyaman, perhatikan posisi tidurnya. Sebaiknya, bayi tidur pada posisi telentang demi terhindar dari kesulitan bernapas yang bisa mengakibatkan SIDS.

Di mana Tempat Terbaik untuk Meletakkan Tempat Tidur Bayi?

Untuk mencegah terjadinya SIDS, sebaiknya tempat tidur bayi diletakkan di kamar Anda. Sewaktu-waktu si Kecil menangis atau membutuhkan pertolongan, Anda bisa dengan sigap mengetahuinya.

Hindari meletakkan tempat tidurnya di sebelah jendela untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti tertimpa besi yang menopang tirai. Penempatannya yang berdekatan dengan jendela juga berisiko membuat leher si Kecil terlilit tirai jendela.

Menyediakan tempat tidur untuk bayi sama seperti ketika kita memilih tempat tidur pribadi. Kenyamanan harus yang utama. Meski begitu, pastikan faktor keamanan tempat tidur bayi Anda, termasuk produk pendukung yang Anda beli, apakah sudah sesuai dengan standar SNI (Standar National Indonesia) agar si Kecil nyaman dan Anda pun tenang.

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Sakit Perut pada Anak: Kapan Harus Khawatir?

Sakit Perut pada Anak: Kapan Harus Khawatir?

Sakit perut bisa menyerang siapa saja, termasuk anak-anak. Meski biasa terjadi dan umumnya ringan, sakit perut pada anak bisa menjadi pertanda si Kecil mengalami gangguan kesehatan serius. Mungkin Anda takut dan khawatir ketika si Kecil mengalami sakit perut. Agar tidak panik berlebihan, ada baiknya Anda mengenali gejala-gejala sakit perut pada anak yang terbilang normal dan serius agar bisa cepat menanganinya. Umumnya keluhan ini terjadi pada anak-anak berusia 11 tahun ke bawah. Untuk anak-anak yang sudah bicara, mereka bisa memberi tahu Anda ketika mengalami sakit perut atau menunjuk ke arah perutnya yang sakit. Namun jika sakit perut dialami oleh anak yang belum bisa bicara, Anda bisa lebih perhatikan kondisinya. Ciri-ciri si Kecil mengalami sakit perut dapat terlihat dari sikapnya yang lebih rewel, susah makan, dan suka menarik kakinya ke arah perut. Berikut ini adalah beberapa penyebab sakit perut berdasarkan tingkat keparahan. Sakit Perut yang Normal Kondisi ini terjadi ketika anak Anda mengalami sakit perut yang umumnya tidak diiringi gejala lain. Biasanya sakit perut jenis ini akan hilang dalam waktu kurang dari tiga jam. Beberapa penyebabnya antara lain: Konstipasi. Al [...]

Apakah Keputihan saat Hamil dapat Berbahaya?

Apakah Keputihan saat Hamil dapat Berbahaya?

Meningkatnya kadar dan frekuensi keputihan umumnya adalah kondisi normal saat hamil. Namun jika keputihan telah berubah warna atau diiringi gejala tertentu, maka kondisi ini dapat menjadi tanda timbulnya infeksi. Keputihan saat hamil sebenarnya adalah hal yang normal. Peningkatan kadar estrogen dan meningkatkan aliran darah ke vagina membuat frekuensi dan kadar keputihan semakin meningkat di masa kehamilan. Cairan tambahan yang keluar dari leher rahim ini sebenarnya adalah sisa buangan dari rahim dan vagina, bakteri normal dari vagina, dan sel-sel mati dari dinding vagina. Di masa awal kehamilan, cairan ini memenuhi saluran serviks untuk menciptakan lendir pelindung yang terlihat seperti putih telur. Menjelang persalinan, lendir ini akan menjadi semakin banyak. Penyakit yang Mungkin Terjadi Jika keputihan yang dialami saat hamil terlihat normal dengan cairan jernih atau putih dan tanpa bau, maka ini merupakan kondisi yang normal dan sehat. Namun perubahan hormon dan bentuk tubuh membuat ibu hamil memang lebih cenderung mengalami infeksi vagina. Oleh karenanya terkadang perubahan pada keputihan dapat menjadi tanda terjadinya infeksi, sebagai berikut: Vaginosis bakterial Kondi [...]

Popok Bayi Sekali Pakai VS Popok Kain

Popok Bayi Sekali Pakai VS Popok Kain

Kehadiran seorang bayi merupakan sebuah anugerah bagi orang tua, namun bisa juga membuat orang tua bingung, terutama bagi mereka yang baru pertama kali memiliki anak. Salah satu hal yang bisa membuat otak berputar adalah memilih popok bayi yang baik. Orang tua pasti selalu menginginkan yang terbaik untuk sang Buah Hati, mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki. Produk perawatan tubuh, pakaian, sepatu, dan perlengkapan bayi lainnya sebisa mungkin dipilih dan dipilah dengan baik. Tidak terkecuali untuk popok bayi yang bersentuhan langsung dengan kulit si kecil. Memilih popok bayi yang baik bisa saja menjadi persoalan yang rumit untuk orang tua. Popok bayi kini tidak hanya terbuat dari kain, tetapi ada juga popok sekali pakai yang dapat langsung dibuang. Orang tua mungkin bingung apakah lebih baik memilih popok kain yang harus dicuci tiap kali kotor, namun aman bagi kulit bayi atau popok bayi sekali pakai yang meski praktis, tapi bisa saja menyebabkan ruam. Popok Kain Popok kain kini juga tersedia dalam berbagai pilihan desain dan warna yang menarik. Bahkan kini sudah ada popok bayi dari kain yang menggunakan perekat atau kancing. Bentuk dan ukurannya pun bermacam-macam yang dapat [...]

Bayi 9 Bulan: Dapat Merespons dan Bersosialisasi

Bayi 9 Bulan: Dapat Merespons dan Bersosialisasi

Bayi 9 bulan sudah dapat makin memahami kata-kata Anda dan mampu berusaha merespons dengan kata-kata juga. Bayi 9 bulan berjenis kelamin perempuan umumnya berbobot 6,6-10,4 kg dengan panjang 65,6-74,7 cm. Sementara bayi laki-laki memiliki berat 7,2-10,9 kg dengan panjang 67,7-76,2 cm. Seiring kesadarannya yang berkembang, dia akan bereaksi saat berada pada situasi tertentu yang sebelumnya tidak menjadi masalah untuknya, seperti lampu kamar yang dimatikan atau menangis saat Anda berangkat bekerja. Kabar baiknya adalah bayi 9 bulan umumnya tidak akan menangis dalam waktu lama karena perhatiannya dapat dengan mudah dialihkan. Kemampuan Motorik Pada umumnya, bayi 9 bulan membutuhkan ruangan yang lapang dan aman untuk bergerak seperti merangkak, berdiri, serta menjelajahi sekitarnya. Hal ini dikarenakan dia sudah dapat melakukan berbagai hal, seperti: Bayi Anda kini sudah dapat mengeluarkan benda dari dalam kotak mainannya. Dia akan senang memindah-mindahkan mainan aneka warnanya dari satu tempat ke tempat lain. Anda juga dapat menjadi teman mainnya, seperti dengan menggelindingkan bola untuk kemudian dia gelindingkan kembali pada Anda berulang-ulang. Pada usia ini, setelah belajar b [...]

Cermat Memandikan Bayi

Cermat Memandikan Bayi

Memandikan bayi yang baru lahir tidak harus selalu berarti mengguyur tubuhnya dengan air di dalam bak. Tetapi dapat juga cukup dilakukan dengan menyeka wajah dan bagian tertentu. Saat yang Tepat Memandikan Bayi Wajah, leher, tangan, dan pantat adalah bagian tubuh bayi yang harus selalu dibersihkan tiap hari dengan hati-hati. Pembersihan bisa dilakukan dengan lap basah atau bilasan air. Untuk memandikan bayi, pilih saat-saat ketika Anda tidak sedang terburu-buru dan tidak terganggu oleh hal lain seperti kedatangan tetangga atau dering telepon. Hindari memandikan bayi setelah dia menyusu atau makan. Lebih baik menunggu beberapa saat hingga perutnya menyesuaikan asupan yang baru saja masuk. Beberapa bayi dapat tidur lebih nyenyak dan lebih lama setelah dimandikan. Ini sebabnya selain untuk membersihkan tubuh bayi, Anda dapat memanfaatkan aktivitas ini sebagai penenang bayi, terutama di sore hari. Namun Anda tidak perlu khawatir jika bayi, terutama yang belum lama dilahirkan, tampak tidak nyaman dan meronta ketika dimandikan. Ini adalah hal normal. Berikut ini adalah situasi terbaik yang dapat dikondisikan saat memandikan bayi. Persiapkan segala sesuatu sebelum Anda membawa bayi ke [...]

Perubahan Tubuh Wanita Pasca Melahirkan

Perubahan Tubuh Wanita Pasca Melahirkan

Melahirkan merupakan sebuah peristiwa istimewa yang dialami seorang wanita. Dibalik itu, tidak jarang wanita yang terkejut dengan perubahan yang terjadi pada tubuhnya. Pada saat melahirkan, tubuh melakukan serangkaian proses yang akan menguras energi. Setelah proses itu selesai, tubuh akan mulai menyesuaikan diri untuk pemulihan. Namun jangan kaget jika Anda kemudian merasakan hal yang tidak biasa. Mengenali Perubahan yang Mungkin Terjadi Sebagian besar wanita yang melahirkan untuk pertama kali tidak menyangka harus menghadapi serangkaian hal baru pada tubuhnya. Berikut ini adalah beberapa perubahan pada bagian tubuh yang mungkin akan dialami. Vagina & saluran kemih Setelah melahirkan, Anda mungkin merasakan perubahan seperti vagina yang merenggang dan lebih sensitif. Selain itu, bagian intim Anda akan mulai mengeluarkan cairan yang sebagian besar terdiri dari darah selama beberapa minggu. Jika Anda tidak menyusui, jadwal haid Anda akan kembali normal sekitar 7-9 minggu setelah melahirkan. Namun jika Anda menyusui, normal jika Anda tidak akan mendapat haid selama beberapa bulan mendatang. Yang juga sering dikeluhkan adalah kesulitan menahan buang air kecil (BAK) setelah melah [...]

Sekilas Mengenai Prosedur Bayi Tabung

Sekilas Mengenai Prosedur Bayi Tabung

Pasangan suami istri yang kesulitan memiliki keturunan, hendaknya tidak berkecil hati. Metode bayi tabung merupakan salah satu yang bisa ditempuh. Namun bagaimana sebenarnya proses bayi tabung itu? Secara medis proses bayi tabung disebut In vitro fertilization (IVF). Kehamilan yang terjadi diawali dengan sel telur dibuahi oleh sperma di luar tubuh yaitu di dalam sebuah tabung. Serangkaian Prosedur Umumnya prosedur bayi tabung dilakukan setelah konsumsi obat-obatan, tindakan bedah atau inseminasi buatan tidak mampu mengatasi masalah ketidaksuburan. Metode bayi tabung terdiri dari serangkaian prosedur, yang terdiri antara lain : Merangsang tubuh wanita dengan suntik hormon untuk memproduksi beberapa sel telur sekaligus. Pengujian melalui tes darah atau ultrasound untuk menentukan kesiapan pengambilan sel telur. Sebelumnya, pihak wanita juga akan diberikan suntikan yang akan membantu mematangkan sel telur yang berkembang dan memulai proses ovulasi. Selama prosedur pengambilan sel telur, dokter akan mencari folikel dalam rahim dengan menggunakan metode ultrasound. Sel telur kemudian akan diambil dengan menggunakan jarum khusus yang memiliki rongga. Prosedur ini berlangsung sekitar [...]

Hamil Muda Akibat Hubungan Intim Dini

Hamil Muda Akibat Hubungan Intim Dini

Fenomena hamil muda ternyata menjadi latar belakang kematian banyak remaja perempuan di dunia. Remaja perempuan yang melahirkan di bawah 15 tahun lima kali lebih berisiko meninggal dalam proses persalinan dibanding wanita usia 20 tahun ke atas. Survei Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia tahun 2012 menemukan bahwa angka kehamilan remaja usia 15-19 tahun mencapai 48 dari 1.000 kehamilan. Angka kematian ibu dan bayi yang pada pertengahan 2013 mencapai 359 untuk tiap 100.000 kelahiran hidup, dengan angka kematian bayi 32 per 1.000 kelahiran hidup. Dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya, Indonesia menempati urutan ke-8 terkait tingginya angka kematian pada kasus ini. Selain itu, survei Pusat Unggulan Asuhan Terpadu Kesehatan Ibu dan Bayi yang dikutip Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memperkirakan bahwa tiap tahun ada sekitar 2,1-2,4 juta perempuan melakukan aborsi. Sebanyak 30 persen di antaranya adalah remaja. Bahaya Hamil di Usia Terlalu Muda Dibandingkan dengan yang hamil di usia 20-30 tahun, hamil dan melahirkan di bawah 18 tahun memang jauh lebih berisiko. Berikut ini beberapa risiko yang dapat terjadi: Risiko kematian ibu dan bayi Di seluruh dunia, [...]

Diet Ibu Menyusui yang Aman

Diet Ibu Menyusui yang Aman

Banyak para wanita yang tidak sabar untuk menurunkan berat badan setelah proses persalinan. Padahal pada masa-masa itu, seorang wanita membutuhkan banyak energi untuk menyusui bayinya yang baru dilahirkan. Pada masa menyusui, pola makan sehat dan seimbang menjadi sangat penting. Makanan ibu menyusui haruslah terdiri dari makanan yang kaya karbohidrat seperti nasi, berbagai sayur dan buah, serta makanan mengandung protein dan produk susu. Makanan yang Dianjurkan Beberapa jenis makanan yang dianjurkan, antara lain: Buah-buahan. Minimal pada diet ibu menyusui terdapat konsumsi buah-buahan atau jus dua kali sehari. Jeruk merupakan sumber vitamin C yang dapat memasok energi atau jenis buah bluberi yang mengandung banyak vitamin dan mineral. Kacang dan biji-bijian. Terutama pilih yang berwarna gelap seperti kacang merah, sebagai sumber protein nabati, sekaligus kaya zat besi. Beras merah. Beras jenis ini dapat menyediakan kalori yang dibutuhkan tubuh, sekaligus mendukung produksi ASI yang baik dan berkualitas. Produk susu rendah lemak. Misalnya, yoghurt, keju dan susu. Susu mengandung protein, kalsium, vitamin B dan vitamin D yang penting untuk pertumbuhan tulang bayi. Dengan [...]

Bayi 7 Bulan: Mulai Merangkak

Bayi 7 Bulan: Mulai Merangkak

Saat otot tangan dan kaki, terutama lututnya sudah kuat, bayi 7 bulan umumnya sudah mulai dapat merangkak. Aktivitas ini juga menjadi persiapan penguatan ototnya sehingga dapat berjalan. Pada usia ini, selain mulai bisa merangkak, rasa gatal akibat tumbuh gigi membuatnya makin sering memasukkan benda ke mulutnya untuk digigit. Dia juga mulai bisa duduk tanpa bantuan atau ditopang. Mengenai berat badan rata-rata, bayi 7 bulan berjenis kelamin laki-laki umumnya berbobot 6,7-10,2 kg dengan panjang kira-kira 65,1-73,2 cm, sementara bayi perempuan rata-rata berbobot 6,1-9,6 kg dengan panjang kira-kira 62,9-71,6 cm. Kemampuan Motorik Pada usia ini, meski sebagian besar bayi akan belajar merangkak, namun sebagian lainnya langsung berjalan dan tidak melalui fase merangkak. Ada juga yang tidak merangkak maju, melainkan mundur. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan selama anak Anda tetap terlihat mampu mengkoordinasikan kedua bagian tubuh, baik tangan dan kakinya dengan baik. Hanya saja, yang perlu diingat, hindari menggunakan baby walker yang diklaim dapat membantu bayi belajar berjalan. Sarana ini justru berisiko mendatangkan kecelakaan pada bayi. Selain itu, sebelum dia mulai aktif merang [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *