Makan Buah dan Sayuran Tidak Membuat Anda Kurus!

buah.jpg

Anda harus tahu bahwa buah-buahan dan sayuran yang baik bagi tubuh kita tidak dapat mengecilkan ukuran pinggang Anda. Seberapa banyak dan sering Anda mengonsumsinya, akan tetap percuma selama Anda masih mengonsumsi makanan berkalori tinggi.

Menurut penelitian terbaru yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition, mengonsumsi produk yang lebih segar, tidak selalu berujung pada berkurangnya berat badan seseorang. Terutama jika buah-buahan dan sayuran tidak dapat menggantikan makanan berkalori tinggi dalam diet Anda.

Para peneliti tidak pernah bosan untuk mengingatkan bahwa buah-buahan dan sayuran akan bermanfaat untuk mengecilkan ukuran pinggan Anda, bila diimbangi dengan aktivitas fisik. Sebab, diet saja tidak cukup untuk menurunkan berat badan Anda.

“Dalam konteks dari diet sehat, pengurangan energi adalah cara untuk membantu seseorang menurunkan berat badan, sehingga untuk mengurangi berat badan, Anda harus mengurangi asupan kalori,” kata salah satu peneliti Dr Kathryn Kaiser, seperti dikutip Daily Mail pada Kamis (24/7/2014)

Diakui Kathryn, selama ini tidak sedikit di antara kita yang berasumsi bahwa makanan dengan serat tinggi seperti buah-buahan dan sayuran atau menggantikan makanan yang kurang sehat merupakan mekanisme untuk menurunkan berat badan.

“Namun, satu yang pasti, buah-buahan dan sayuran telah terbukti memberikan banyak manfaat kesehatan dan kita tidak boleh menghindarinya sama sekali. Dalam sebuah penelitian pada Mei 2014, makan dua porsi buah-buahan dan sayuran sehari mengurangi risiko terjadinya stroke,” kata dia menjelaskan.

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
loading...
RELATED ARTICLES
6 Hal Penting dalam Pembentukan Otot Saat Diet

6 Hal Penting dalam Pembentukan Otot Saat Diet

Selama proses menurunkan berat badan usahakan untuk tidak hanya fokus pada pengurangan lemak saja. Dr Punet Nayak, CMD dan Konsultan Obesitas dari Klinik Penurunan Berat Badan di India mengatakan, Anda pun harus memperhatikan otot-otot tubuh untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Sehingga ketika Anda mengenakan pakaian longgar, tak terlihat seperti `tongkat`.Dikutip dari Health Me Up, Jumat (13/6/2014) ada beberapa tips yang diberikan Dr Punet tentang bagaimana cara untuk membangun otot di bagian tubuh yang terdapat banyak lemak;1. Genetika tubuhPunet mengatakan, genetika berperan penting dalam proses pembentukan otot. Perlu diingat bahwa pembentukan otot bukanlah upaya semalam. Butuh proses agar kita mencapainya.Makan makanan yang tepat, bentuk latihan yang tepat, dedikasi dan konsistensi akan memberikan kontribusi cukup besar dalam proses pembentukan otot. 2. DietDiet merupakan penyempurna latihan selama membentuk otot tubuh. Semakin banyak tubuh menyimpan protein, semakin besar pula otot yang akan terbangun. Untuk itu, Punet menyarankan, perbanyaklah konsumsi protein dalam diet sehari-hari. Selain itu, tingkatkan asupan kalori, tapi pastikan yang Anda makan adalah sesuatu yang [...]

Agar Diet Aman dan Nyaman, Perhatikan 5 Hal Ini

Agar Diet Aman dan Nyaman, Perhatikan 5 Hal Ini

Setidaknya ada lima hal yang sebaiknya Anda lakukan sehubungan dengan program penurunan berat badan yang aman dan bertanggung jawab: 1. Diet yang dilakukan harus aman. Ini termasuk semua kebutuhan harian yang direkomendasikan (RDA) untuk vitamin, mineral, dan protein. Diet penurunan berat badan sebaiknya rendah kalori, tapi bukan terhadap makanan yang esensial bagi tubuh. 2. Program penurunan berat badan sebaiknya dilakukan secara perlahan, kecuali dokter menilai akan bermanfaat bagi kesehatan bila dilakukan cepat. Dengan pembatasan kalori, akan terjadi penurunan berat badan secara cepat pada minggu pertama sampai kedua, tapi kebanyakan adalah akibat berkurangnya cairan. Berat ini akan kembali seperti semula bila Anda kembali ke diet kalori normal. 3. Jika Anda berencana menurunkan berat badan lebih dari 15-20 pon (30-40 kg), mempunyai masalah kesehatan, atau sedang menggunakan pengobatan, ada baiknya untuk berkonsultasi lebih dahulu dengan dokter sebelum melakukan program tersebut. Dokter dapat menilai kesehatan Anda secara menyeluruh. Ia juga dapat memperkirakan efek yang mungkin timbul dari diet dan penurunan berat badan. 4. Program sebaiknya termasuk perencanaan un [...]

Yang Bikin Orang Kalap dengan Makanan

Yang Bikin Orang Kalap dengan Makanan

Ketika berhasil menurunkan berat badan dengan menjaga pola makan yang benar, ada kalanya pelaku ingin mengonsumsi makanan dalam jumlah yang banyak. Tapi, bila kebiasaan makan banyak itu terjadi terus menerus, banyak hal yang mempengaruhinya.Berikut hal-hal yang dapat mempengaruhi orang makan dalam jumlah yang banyak dan sulit untuk mengontrolnya, seperti dikutip Health Me Up, Senin (19/5/2014):StresSuasana hati terkadang mampu mempengaruhi seseorang untuk makan dalam jumlah yang banyak, dan terus menerus. Umumnya, orang akan menyalahkan hormon dan gen dalam tubuhnya. Padahal, kondisi itu dialaminya karena orang tersebut sedang stres.KelelahanMenjalani program penurunan berat badan adalah sebuah komitmen yang sangat berat. Wajar bila akhirnya Anda pun merasa lelah. Kondisi ini dinilai tidak apa-apa, asalkan Anda mampu mengontrolnya.Anda dibebaskan untuk makan apa saja, asalkan Anda memilih makanan yang tergolong baik untuk tubuh sendiri.Coba-cobaSetelah sukses menurunkan berat badan dalam jangka waktu yang cukup panjang, terbesit dalam benak Anda untuk mencoba makan dalam keadaan bebas. Sayangnya, kebanyakan orang justru sulit untuk mengembalikannya seperti semula, dan memilih untuk [...]

Diet Paleo Tak Bermanfaat Bagi Kesehatan?

Diet Paleo Tak Bermanfaat Bagi Kesehatan?

Sebuah studi antropologi baru dari Georgia State University mengklaim bahwa diet Paleolitik sebenarnya tidak mewakili bagaimana orang-orang purba makan. Seperti dikutip Bussinesinsider, Sabtu (27/12/2014), penulis studi, Dr Ken Sayers mengatakan, bukti bahwa diet ini mengacu pada manusia zaman purba sangat kurang. Karena pada masa itu, mereka juga omnivora dan memakan daging babi atau beruang. Artinya, diet mereka bervariasi berdasarkan lokasi dan apa yang benar-benar ada ketika itu untuk dimakan. Seperti misalnya, mereka yang dekat utara mungkin hidup dengan diet hewani, sedangkan orang-orang dekat khatulistiwa diet nabati.Selain itu, manusia purba juga tidak peduli berapa persen energi yang bersumber dari protein, lemak, dan karbohidrat. Belum lagi, rentang hidup manusia purba yang jauh lebih pendek dari rentang hidup manusia hari ini. Hal ini akhirnya membuat para peneliti bertanya-tanya apakah diet Paleolitik benar-benar memiliki manfaat kesehatan."Perbedaan yang paling mendasar antara diet Paleo modern dan diet orang purba adalah mereka mencoba makan apapun yang bisa dimakan untuk bertahan hidup dan bereproduksi," ungkap peneliti. [...]

Trik Bikin Pizza yang Nggak Bikin Gemuk

Trik Bikin Pizza yang Nggak Bikin Gemuk

Pizza kerap dikaitkan dengan makanan yang dapat menaikan berat badan, karena mengandung lemak dan kalori yang cukup tinggi. Tak heran bila pizza dihindari oleh mereka yang sedang berdiet. Membuat pizza sendiri di rumah pun tak jarang menemukan hambatan. Biasanya akan kebingungan menentukan pilihan, bahan apa saja yang cocok digunakan agar dari hal-hal yang selama ditakutkan."Kalau buat pizza sendiri di rumah, mungkin penggunaan mentega dan kejunya saja yang harus diganti atau dikurangi," Ahli Gizi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Rahmi Dwi Hapsari, S. Si. T, S.Gz kepada Health-Liputan6.com ditulis Senin (24/11/2014)Selain susu, di pasar swalayan juga dijual keju untuk mereka yang sedang berdiet, atau jika terlalu mahal bisa menggantinya dengan keju yang low-fat dengan harga terjangkau. Pun dengan mentega, ada baiknya diganti dengan menggunakan margarin yang jauh lebih sehat dan aman bila dikonsumsi. Menurut Rahmi, mentega mengandung lemak yang jenuh karena berasal dari hewani. Bila dikonsumsi terlalu banyak, maka terjadi penumpukan lemak di dalam tubuh. Sedangkan margarin, berasal dari nabati (tumbuh-tumbuhan) yang mengandung lemak tak jenuh, dan sangat dianjurkan bagi mereka yang s [...]

Diet Tapi Kulit Bergelambir, Bagaimana Mengatasinya?

Diet Tapi Kulit Bergelambir, Bagaimana Mengatasinya?

Para pelaku diet kerap kewalahan ketika mengetahui badan mereka menjadi bergelambir ketika kurus. Hal itu menandakan bahwa pelaku diet hanya menjalani diet saja, tanpa diimbangin dengan berolahraga.Menurut Personal Trainers, Etty Budhi, mereka yang berdiet tapi diimbangin dengan olahraga secara rutin, ketika kurus akan memiliki perut yang kencang dan tidak bergelambir."Kalau menggelambir, karena mereka diet doang, tidak diimbangin dengan olahraga. Kan yang paling bagus adalah dengan melakukan keduanya," kata Etty Budhi di Kota Kasablanka, Kuningan, Jakarta, ditulis Kamis (2/10/2014).Lebih lanjut wanita yang dinobatkan sebagai Instruktur Aerobik Terbaik di Indonesia menjelaskan bahwa dengan melakukan olahraga, otot-otot mampu berkontraksi, yang membuat perut para pelaku diet tidak bergelambir lagi."Karena kan saat turun berat badan, otomatis yang dibuang 'kan, air dulu. Setelah itu, baru massa otot. Dengan olahraga, mampu meningkatkan massa otot, yang membuat otot berkontraksi," kata Etty menjelaskan.Etty juga mengingatkan agar selama berolahraga, cukup melakukannya selama 20 menit, asalkan dikerjakan dengan intensitas yang tinggi. Ditambah juga dengan melakukan angkat beban, yang d [...]

Mau Aman? Buat Pizza Sendiri Saja

Mau Aman? Buat Pizza Sendiri Saja

Pizza sebenarnya adalah makanan yang dapat memenuhi gizi dan kalori seorang anak. Namun, bila orangtua beranggapan pizza yang dibeli di gerai-gerai pizza adalah makanan cepat saji dan tidak sehat, orangtua dapat membuat pizza sendiri di rumah.Jika meracik sendiri seporsi pizza di rumah, orangtua dapat mengontrol bahan-bahan penyedap yang selama ini ditakutkan. Jangan lupa juga bahwa saus yang dibeli di pasar swalayan atau warung terkandung bahan penyedap. Maka itu, hindari penggunaan saus-saus itu dan raciklah sendiri."Pada dasarnya pizza itu sehat, kok. Kalau buat di rumah, orangtua dapat mengontrol sendiri bahan-bahan apa saja yang akan digunakan. Termasuk membuat sendiri saus tomatnya," kata Ahli Gizi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Rahmi Dwi Hapsari, S. Si. T, S.Gz dalam perayaan Hari Anak Sedunia dengan tema `Pizza Maker Juniors` di Pizza Hut Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, ditulis Jumat (21/11/2014)Rahmi juga menyarankan, agar pizza yang dibuat benar-benar fresh dan sehat, orangtua dapat menggunakan daging sapi yang belum sempat dibekukan. "Begitu dibeli, bersihkan, lalu giling saja jadi daging giling. Itu kan bakal jadi daging yang fresh," kata dia menerangkan.Sedangkan unt [...]

Lezatnya Kepompong dan Ulat Pohon Mahoni Melebihi Daging Ayam

Lezatnya Kepompong dan Ulat Pohon Mahoni Melebihi Daging Ayam

Bagi sebagian orang, enthung, ungker (Jawa) atau kepompong ulat mungkin terlihat menjijikkan. Namun, rupanya kepompong yang bisa kita dapati di beberapa pohon seperti jati, mahoni, randu, atau kelapa berasa lezat dan gurih bila kita jadikan lauk. Di beberapa daerah dan desa, bahan makanan ini bisa menjadi sumber protein alternatif selain ayam, daging sapi, dan ikan. Setidaknya itu yang ditemukan dan diteliti oleh para mahasiswa dan peneliti dari Universitas Negeri Yogyakarta. Sayangnya, tidak setiap musim bahan makanan yang dibilang ekstrem ini tidak selalu tersedia alias ada. Bahan makanan ini bisa jadi alternatif untuk diet Anda karena tinggi protein dan rendah kalori. Penelitian dengan sampel 20 biji kepompong ulat Cricula trifenestrata ( 10 biji basah dan 10 biji kering ) yang diambil dari pohon avokad yang ada Di desa Binangun, Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar dilakukan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang. Dari penelitian ini didapatkan hasil kadar protein kepompong ulat Cricula trifenestrata pada berat basah 19,59 persen, berat kering 58,346 persen sedangkan kadar lemak pada kepompong ulat Cricula trifenestrata pada berat basah 0,1362 persen, berat kering 0,7 [...]

Apa Kata Aktris Hollywood Tentang Karbohidrat?

Apa Kata Aktris Hollywood Tentang Karbohidrat?

Kontroversial karbohidrat kompleks juga menimpa beberapa aktris Hollywood. Apalagi dengan aktivitasnya di layar kaca, kebanyakan selebritas menganggap karbohidrat sebagai musuh. Tapi benarkah seperti itu? Berikut, penelusuran The Frisky, Minggu (30/3/2014) pada selebritas cantik yang mengungkapkan pendapatnya masing-masing tentang karbohidrat. 1. Jennifer Aniston Jen mungkin mampu untuk menghindari karbohidrat ketika dia masih lajang. Tapi tunangannya Justin Theroux sangat menyukai hidangan ala Italian seperti Carbonara yang menurutnya bisa menambah beberapa kilogram bobot tubuhnya. 2. Gwyneth Paltrow Gwynnie terkenal suka memilih jenis makanan. Ia pernah mengatakan pada Daily Mail bahwa gluten dapat menyebabkan perut anak-anaknya 'bergemuruh'. "Setiap ahli gizi, dokter dan orang sadar kesehatan yang pernah saya temui tampaknya setuju bahwa gluten sulit dicerna dan yang paling buruk dari itu adalah alergi," katanya. Menurut Gwynnie, keluarganya tidak makan pasta, roti atau biji-bijian olahan seperti nasi putih dan menghindari karbohidrat. 3. Anna Kendrick Dalam sebuah wawancara dengan Huffington Post, Anna mengaku pernah datang ke pesta dan banyak makan karbohi [...]

Masak di Rumah, Kunci Utama Hidup Sehat

Masak di Rumah, Kunci Utama Hidup Sehat

Sebuah studi baru yang dilakukan Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health Research melakukan riset bahwa pola hidup sehat paling efektif bila mengolah makanan sendiri di rumah. Seperti diberitakan Nydailynews, Jumat (21/11/2014), penelitian menunjukkan, makan di rumah bisa menghemat konsumsi kalori yang biasanya banyak didapat dari makan di luar.Penulis utama studi, Julia A. Wolfson, MPP mengungkapkan, ketika orang-orang memasak sebagian besar makanan mereka di rumah, biasanya konsumsi karbohidrat, gula dan lemak bisa dikendalikan sehingga mengurangi risiko berbagai macam penyakit. "Yang mengejutkan, studi ini juga menemukan bahwa orang-orang yang memasak di rumah setidaknya 6-7 malam per minggu jarang sakit," katanya.Wolfson mencatat, mereka yang memasak makan malam sekali atau sekali seminggu mengkonsumsi rata-rata 2.301 kalori, 84 gram lemak dan 135 gram gula per hari. Kendati demikian, Wolfson mengingatkan, penelitian yang dipublikasikan dalam American Public Health Association Annual Meeting and Exposition ini dilakukan pada mereka yang memasak bahan segar bukan makanan beku. [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *