Mana yang Bikin Stres, Beli Rumah atau Punya Anak?

rumah.jpg

Apa yang membuat orang stres, memiliki anak atau mempunyai rumah? Ternyata, membeli rumah lebih stres ketimbang memiliki anak.

Proses membeli rumah menduduki daftar teratas yang membuat stres dengan nilai 91 persen. Pada posisi di bawahnya, memiliki anak, berganti pekerjaan, dan pensiun dari pekerjaan juga membuat stres seperti dikutip FemaleFirst, Senin (10/3/2014).

Berdasarkan Mortgage Advisers, orang yang membeli rumah banyak yang tak siap dalam waktu proses pembelian rumah. Hari pindah dan menemukan rumah yang tepat merupakan dua momen yang paling membuat orang stres, yang diikuti mengamankan hipotek dengan tepat. Dua perempat orang mengatakan, pikiran itu yang sangat membuat stres.

Tak hanya itu, bahasa yang terlalu rumit dan terminologi menjadi masalah bagi konsumen. Setengah orang yang disurvei menemukan, semua bahasa dan istilah yang digunakan dalam proses membeli rumah membingungkan. Tujuh dari 10 orang yang membeli rumah ingin agar proses mengurus hipotek itu lebih diserderhanakan.

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Akibat Flu, Leslie Harus Rela Gugurkan Bayinya

Akibat Flu, Leslie Harus Rela Gugurkan Bayinya

Chris dan Leslie Creekmore telah menjalani pernikahan selama 3,5 tahun. Namun, pada awal bulan ini keduanya mengalami gejala flu seperti demam, nyeri, dan mual.Chris kini sudah pulih sepenuhnya. Tapi, sang istri Leslie (29) masih berjuang untuk bertahan hidup dengan menggunakan ventilator. Tak hanya itu, Leslie harus merelakan kehilangan janin yang dikandungnya akibat flu yang dideritanya. Saat dirawat di rumah sakit di Fort Smith, Arkansas, Leslie sedang hamil 20 minggu. Pada 11 Januari ia mengalami sesak napas dan kondisinya memburuk sehingga dipindahkan ke unit perawatan intensif.Leslie memakai ventilator sejak 13 Januari 2014. Kondisi yang semakin memburuk membuatnya harus menjalani penerbangan darurat untuk dipindahkan ke Barnes-Jewish Hospital di St. Louis dengan ventilator masih terpasang. Sayang, bayi yang dikandung Leslie tak bertahan. Ia keguguran spontan pada 16 Januari 2014.Menurut sang suami, Chris, paru-paru kanan Leslie kolasp pada akhir pekan.Seorang dokter kandungan di Rumah Sakit Barnes - Jewish, Dr Rosanna Gray - Swain , yang tak langsung merawatnya mengatakan Leslie dalam keadaan sadar."Ini sedikit terlalu dini mengatakan yang terjadi padanya," kata Gray-Swain.P [...]

Saat Buka, Diabetesi Tak Butuh Gula Nol Kalori

Saat Buka, Diabetesi Tak Butuh Gula Nol Kalori

Ada keuntungan puasa bagi penderita diabetes. Jika pada hari biasa, diabetesi disarankan untuk menghindari makanan manis. Saat puasa dan waktunya berbuka, diabetesi justru disarankan untuk berbuka dengan yang manis dan tidak dianjurkan untuk menggunakan gula nol kalori. Seperti disampaikan Marketing Manager PT Roche Indonesia- Diabetes Care, Dr. Benny Kurniawan bahwa saat berbuka puasa, diabetesi dibolehkan untuk mengonsumsi minuman manis secukupnya. Ini karena pada saat puasa, kadar gula darah biasanya turun sehingga tubuh cendrung mengambil cadangan energi dari lemak dan otot. Maka itu, diabetesi juga butuh mengonsumsi manis dengan batas wajar."Diabetesi yang berpuasa juga butuh gula berkalori saat berbuka. Sedangkan kalau dalam gula buatan biasanya hampir nol kalori. Boleh kok, kalau cuma mengonsumsi teh manis. Paling gulanya cuma 2 sendok teh. Tapi setelah itu hindari makanan manis," kata Benny saat diskusi kesehatan bersama Accu-Chek dengan tema 4 Sehat 5 Teratur Selama Berpuasa Bagi Diabetesi di Maroush Restaurant, Crowne Plaza Hotel Jakarta, ditulis Kamis (17/7/2014).Untuk jenis gulanya, Benny menyampaikan tidak ada masalah jika diabetesi menggunakan gula merah atau gula put [...]

Dua Dokter Kembar yang Tampan Ini Sedang Eksperimen Diet

Dua Dokter Kembar yang Tampan Ini Sedang Eksperimen Diet

Dua dokter kembar Alexander (Xand) Van Tulleken dan Chris van Tulleken (35) mengaku sedang bereksperimen melakukan diet sebulan penuh. Masing-masing melakukan diet gula dan diet lemak untuk memerangi obesitas.Seperti dikutip laman Nydailynews, Sabtu (1/2/2014), kedua dokter ini ingin menujukkan pada semua orang terhadap bahaya obesitas akibat dari konsumsi tinggi gula dan lemak. Alexander (Xand) Van Tulleken merupakan dokter di Institute of International Humanitarian Affairs at Fordham University di New York, sementara kembarannya Chris Van Tulleken adalah seorang dokter di University College Hospital, London.Untuk memerangi obesitas, keduanya memiliki rencana yang berbeda. Chris mencoba diet rendah lemak, sementara Xand diet gula dan karbohidrat. Pola hidup keduanya pun didokumentasikan dalam program Horizon BBC."Saya pikir ini akan lebih baik karena saya bisa makan daging, ikan, telur dan keju meskipun harus mengurangi buah-buahan yang mengandung gula tinggi," ujar Xand.Xand pun mengatakan bahwa meskipun ia dan kembarannya sempat drop di minggu pertama, tapi itu karena kurangnya aktivitas fisik. Dan sekarang keduanya mulai rutin berolahraga."Yang paling menarik, kami banyak menem [...]

Nila Moeloek: Program Kemkes akan Dibuat Satu Arah

Nila Moeloek: Program Kemkes akan Dibuat Satu Arah

Baru saja Presiden Jokowi mengumumkan Kabinet Kerja dengan masing-masing posisi menteri yang menjabatnya. Salah satunya kementerian yang diumumkan adalah Kementerian Kesehatan. Setelah berbagai sosok dikabarkan menjadi calon kuat, ternyata yang muncul dan disebut Presiden Joko Widodo adalah Prof. Dr. dr. Nila F Moeloek, SpM(K) .Nila Djuwita Anfasa Moeloek yang lahir di Jakarta, 11 April 1949 adalah salah satu Staf Ahli Divisi Tumor Mata di RSCM Kirana. Alumni dokter umum dan spesialis mata dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini meneruskan subspesialisasi International Fellowship di Orbita Centre, University of Amsterdam, Belanda dan di Kobe University, Jepang. Setelah itu ia meneruskan pendidikan konsultan Onkologi Mata dan program Doktor Pasca Sarjana di FKUI, Jakarta. Ia adalah ketua umum Dharma Wanita Persatuan Pusat periode 2004-2009 dan istri Farid Anfasa Moeloek, Menteri Kesehatan pada Kabinet Reformasi Pembangunan. Nila Moeloek, begitu biasa perempuan ini disapa pernah menjadi "Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Millennium Development Goals" pada 2009 - 2014. Beberapa saat setelah diumumkan Nila menyebutkan bahwa para calon menteri sebelum diumumkan [...]

Bayi Prematur Sebesar ‘Sumpit’ Lahir Selamat

Bayi Prematur Sebesar ‘Sumpit’ Lahir Selamat

Lahir dengan tubuh yang mungil, seorang bayi lahir di Cina dijuluki 'chopstick girl' (gadis sumpit) oleh media setempat. Kepala Pediatri di Rumah Sakit Chongqing Southwest mengatakan dirinya sempat pesimis mengingat usia kehamilan ibunya baru 23 minggu. Namun, kondisi ibunya yang mengalami masalah pada leher rahim mengharuskan dokter untuk operasi. "Setelah operasi, bayi langsung dibawa langsung ke inkubator. Karena organ-organ dan pembuluh darah bayi belum sempurna dan bisa menyebabkan beberapa komplikasi," ujar dokter, seperti dikutip Independent, Sabtu (22/11/2014).Yang jelas, dokter mengaku senang karena bayi yang memiliki tinggi sekitar 27 sentimeter dengan berat 23 ons ini bisa selamat. [...]

BPJS Targetkan Sistem TI Membaik Pada 28 April

BPJS Targetkan Sistem TI Membaik Pada 28 April

Keluhan sistem Teknologi Informasi (TI) yang masih lamban, akan segera diperbaiki oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Sri Endang Tidarwati bahkan menargetkan pada 28 April mendatang sistem TI akan membaik. "Saat ini kami kerjasama dengan pakar TI dari 6 rumah sakit vertikal untuk membenahi agar klaim tidak lama. Targetnya 28 april beres," kata Endang saat dijumpai wartawan dalam evaluasi 100 hari BPJS Kesehatan di Media Center BPJS Kesehatan, Jakarta, Kamis (10/4/2014). Menurut Endang dengan perbaikan sistem ini diharapkan penambahan jumlah peserta BPJS Kesehatan juga dapat dikendalikan. Serta puskesmas atau rumah sakit dapat melakukan klaim dengan lebih mudah dan cepat. Sebelumnya, BPJS Kesehatan merilis data update terkait kepersertaan JKN yang semakin bertambah. Hingga 100 hari BPJS Kesehatan berlaku, atau pada 4 April, telah ada penambahan peserta hingga 6 persen. Endang menyampaikan, peserta BPJS Kesehatan kini berjumlah 119.404.294. Jumlah ini termasuk jumlah peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan peserta Jamkesmas yang telah bergabung dengan BPJS Kesehatan. [...]

Inilah Alur Pengambilan KIS dan KIP di Kantor Pos

Inilah Alur Pengambilan KIS dan KIP di Kantor Pos

Jika Anda penerima Kartu Perlindungan Sosial (KPS) atau penanda keluarga kurang mampu, jangan heran bila kartu tersebut diganti dengan nama Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Pasalnya, hari ini presiden Joko Widodo secara resmi memberikan KKS ini secara serentak di 5 kantor pos di Ibukota. KKS memang diluncurkan untuk menggantikan KPS. Bagi Anda penerima KKS, nanti Anda akan diberikan satu paket kartu yang berisi Kartu HP (SIM card) yang berisi uang elektronik yang digunakan untuk mengakses Simpanan Keluarga Sejahtera (bantuan tunai bagi keluarga kurang mampu, yang diberikan dalam bentuk rekening simpanan sebagai bagian dari strategi nasional keuangan inklusif), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).Penasaran dengan alur pengambilan kartu ini, Liputan6.com mencatat tata cara pengambilan simpanan keluarga yang berlaku di kantor pos sebagai berikut: 1. Penerima KPS membawa ideintitas diri dan kartu KPS dan mengambil nomor dari petugas. 2. Memberikan nomor antrean kepada penerima KPS (loket khusus disediakan). 3. Mengantre untuk menuju petugas verifikasi 4. Petugas akan memeriksa nomor KPS dengan daftar penerima dan menyerahkan kartu KKS, SIM Card, KIP dan KIS [...]

Mengenaskan, Korban Ebola Dibiarkan Busuk di Jalan

Mengenaskan, Korban Ebola Dibiarkan Busuk di Jalan

Begitu tragis, pemandangan di jalan-jalan Liberia seperti bukan layaknya jalanan untuk dilewati. Kebanyakan jalan tersebut kini justru dipenuhi mayat yang terinfeksi ebola.Menurut laporan Dailymail, Kamis (7/8/2014), pemandangan tersebut saat ini merupakan hal yang biasa karena para kerabat korban meninggal sangat takut tertular ebola. Tak jarang, beberapa diantara mereka justru menyeret mayat ke jalan untuk nantinya menunggu petugas kesehatan mengambilnya. "Kami panik, khawatir, ebola membingungkan, kami terlalu takut. Jadi kami biarkan mayatnya dibiarkan membusuk di jalan," kata warga setempat yang diwawancarai France24.Kurangnya informasi mengenai ebola ini, membuat masyarakat setempat memahami ebola sebagai perangkap kematian. Karena itu, Menteri Informasi Lewis Brown, mengatakan penduduk setempat memilih untuk menyeret tubuh orang-orang yang dikasihinya ke jalan-jalan karena takut terinfeksi virus. Melihat perkembangan virus begitu cepat dan memakan banyak korban, Bank Pembangunan Afrika dan Bank Dunia mengatakan mereka akan segera mencairkan $ 260.000.000 atau sekitar 3,06 triliun (kurs: 11.765 USD) untuk menjamin kesehatan tiga negara yang terkena dampak terburuk seperti [...]

Bidan Perlu `Dukun` Atasi Kematian Ibu dan Anak

Bidan Perlu `Dukun` Atasi Kematian Ibu dan Anak

Sebuah penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian kesehatan (Balitbangkes) dalam riset Etnografi Kesehatan belum lama ini mengungkapkan hal menarik. Menurut peneliti, para tenaga kesehatan seperti bidan dinilai perlu memperhatikan aspek budaya masyarakat di daerah.Seperti disampaikan Profesor Riset dari Balitbangkes Lestari Handayani bahwa budaya kesehatan pada setiap etnis di Indonesia ini harus dikaji secara ilmiah. Sayangnya, selama ini kita hanya membiarkannya saja tanpa mencari tahu maksud dan tujuan dari kebudayaan tersebut."Ada baiknya mungkin bidan atau kader kesehatan juga dibantu 'dukun' di daerah tersebut. Karena pada umumnya, tenaga kesehatan sulit diakses dan dukun lebih diterima disana," kata Lestari saat dijumpai wartawan di Kantor Kementerian Kesehatan, ditulis Selasa (30/12/2014).Lestari menyontohkan, dalam etnis jawa di Desa Dukuh Widara, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, terdapat tradisi oyog bagi ibu hamil. Tradisi oyog adalah tradisi menggoyang-goyangkan perut ibu hamil sejak usia kehamilan bulan ketiga sampai bulan kesembilan yang dilakukan dukun bayi.Menurut persepsi masyarakat, tradisi ini bermanfaat untuk mengurangi berbagai ke [...]

Menkes: Indonesia Waspada Virus Ebola

Menkes: Indonesia Waspada Virus Ebola

Meski penyebaran virus ebola begitu cepat, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengungkapkan Indonesia masih aman dari virus tersebut.Ditemui usai halal bihalal di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (3/8/2014), Menkes menyampaikan Indonesia masih dalam tahap waspada virus ebola. Walaupun di empat negara Afrika Barat seperti Liberia, Sierra Leone, Nigeria, Guinea sudah ditetapkan travel warning atau peringatan bepergian ke negara tersebut."Indonesia, hanya waspada saja. Tapi lab kita sudah siaga. Kalau ada gejala flu disana, langsung diobservasi. Namun travel warning atau pemberitahuan sudah dilakukan di Liberia, Sierra Leone, Nigeria, Guinea," katanya.Penularan virus ebola sendiri, lanjut Menkes, perlu diperhatikan karena melalui kontak langsung melalui cairan tubuh. Beruntung, hanya sedikit orang Indonesia yang kesana. Begitu juga penerbangan langsung kesana tidak ada."Lalu lintas komunikasi tidak ada yang langsung. Jadi kita baru waspada. Ebola itu pernah ada di Asia, tapi setelah ditelusuri tidak membahayakan," jelasnya. Pada kesempatan yang sama, Kepala Balitbangkes Tjandra Yoga Aditama juga menegaskan bahwa hingga kini WHO belum memberikan anjuran bagi setiap negara untu [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *