Masih Ada Penyakit Lain yang Lebih Mematikan Dibanding HIV/AIDS

049579800_1417406968-penyakit-hiv-aids.jpg

Penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV)/Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) masih memiliki harapan hidup yang sama dengan manusia lainnya, kata pakar HIV/AIDS dr Joni kiswanto MKM.

“Penderita HIV/AIDS masih memiliki harapan hidup lama, jika mengonsumsi obat untuk mempertahankan kekebalan tubuh pada manusia,” kata Joni yang juga anggota KPA Sumbar ketika menjadi narasumber dalam seminar HIV/AIDS yang dilaksanakan oleh Pemkot Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar), ditulis Selasa (9/12/2014).

Dia mengatakan, penderita virus HIV/AIDS bisa berobat secara rutin, sama halnya dengan penyakit yang mematikan lainnya.

“Untuk apa takut, selagi masih mengonsumsi obat peningkat kekebalan tubuh, manusia akan bisa bertahan hidup,” katanya.

Malahan, kata dia, masih ada jenis penyakit yang lebih berbahaya dari HIV/AIDS yang bisa merenggut nyawa manusia lebih cepat dari penderita HIV/AIDS.

“Seperti penyakit jantung dan kanker, penyakit ini lebih berbahaya dari pada HIV/AIDS,” katanya.

Maka dari itu penderita HIV/AIDS, katanya, tidak usah takut dengan jenis penyakit tersebut, karena harapan hidup lebih lama masih ada.

Proses penularan penyakit HIV/AIDS tersebut, katanya, penyebab utamanya adalah melalui hubungan seks bebas dan melalui jarum suntik narkoba yang terpakai secara bersamaan atau bergantian oleh dua orang yang berlainan atau lebih.

Adapun cara mencegah agar tak tertular atau terjangkit penyakit HIV/AIDS tersebut, menurutnya, di antaranya adalah dengan cara menghindari tempat-tempat yang beresiko berjangkitnya HIV/AIDS, seperti lokasi pelacuran dan hindari penyalahgunaan narkoba, seperti pemakaian jarum suntik yang bersamaan.

“Yang paling penting lainya adalah tetap setia dengan pasangan Anda masing masing atau “sex save” dan jangan sekali kali terlibat seks bebas,” katanya.

Penyakit HIV/AIDS sendiri, jelasnya, merupakan sebuah infeksi penurunan sistem kekebalan tubuh manusia atau seseorang yang disebabkan oleh virus yang disebut Human Immunodeficiency Virus (HIV).

HIV, imbuhnya, menyebabkan Acquired Immuno Deficiency Syndrome atau AIDS yang merusak sistem sel-sel jaringan kekebalan tubuh manusia hingga membuat tubuhnya rentan dan dengan mudah terkena penyakit. Walau itu penyakit ringan sekalipun, seperti flu, batuk dan pilek.

Salah seorang peserta seminar Erni menyebutkan, kegiatan yang dilakukan oleh Pemkot Padang Panjang tersebut sangat bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat.

“Meski kami sudah ada belajar dibidang kesehatan, namun ilmu cara penanggulangan HIV/AIDS perlu diketahui, sehingga bisa terbebas dari penyakit yang mematikan tersebut,” katanya.

Seminar yang berlangsung di Hall lantai tiga bali Kota Padang Panjang tersebut diikuti sekitar 150 orang yang terdiri mahasiswa dari enam perguruan tinggi yakni Akademi Perawat (Akper) Nabila, Akademi Kebidanan (Akbid), Institut Seni Indonesia, Sekolah Tinggi Agama Islam Imam Bonjol, STIKP Muhammadiyah dan Diniyyah Putri.

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Ingin Obati Infeksi, Kabel Earphone Terjebak di Saluran Kemih

Ingin Obati Infeksi, Kabel Earphone Terjebak di Saluran Kemih

Seorang pria dari Shenzhen bernama Lou (32) harus menjalani operasi karena memasukkan kabel earphone dalam penisnya. Sayangnya, kabel itu terjebak di dalam tubuhnya. Kasus ini tak ada hubungannya dengan kenikmatan seksual. Lou memasukkan kabel itu untuk mengobati infeksi saluran kemih yang dideritanya. Namun, saran dari temannya yang keliru itu membuatnya menderita.Ia disarankan temannya untuk memasukkan kabel earphone ke dalam penisnya agar menghilangkan kesulitan buang air. Lou mencoba prosedur tersebut beberapa kali, tapi pada bulan lalu ia tak hati-hati dan kawat masuk ke kandung kemihnya serta tersesat di dalam tubuhnya.Saat di Shenzhen Shuguang Hospital, Lou hanya mencari pengobatan medis untuk infeksi saluran kemihnya. Ia tak memberitahu dokter tentang kabel earphone yang dimasukkan ke dalam dirinya sebagai pengobatan rumahan.Wakil Kepala Rumah Sakit Xu Chang mengatakan, Lou menderita berbagai infeksi saluran kemih. Beruntung kabel sepanjang 45 sentimeter (cm) itu bisa diangkat dari tubuhnya usai menjalani operasi selama 20 menit pada 21 Mei. Saat itu, kabel yang ada di dalam tubuh Lou sudah kusut di sekeliling batu di saluran kemih.Insiden Lou membuat Dr Xu memperingatkan [...]

IDI: Masyarakat Tak Perlu Khawatir Bila Ditangani Dokter Ayu cs

IDI: Masyarakat Tak Perlu Khawatir Bila Ditangani Dokter Ayu cs

Gelar mantan narapidana akan disandang dr Dewa Ayu Sasiary Prawani, dr Hendi Siagian, dan dr Hendry Simanjuntak setelah ketiganya menghirup udara bebas. Sedangkan di masyarakat Indonesia sendiri, gelar seperti itu masih dianggap menakutkan, sekalipun ketiganya dinyatakan tidak bersalah.Lantas, bagaimana tanggapan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dalam menyikapi hal seperti ini?Menurut Ketua Umum IDI Dr. Zaenal Abidin, MH. Kes, ketiganya merupakan tenaga terampil yang layak untuk diberi kesempatan. Sebab, saat ini, orang-orang seperti ketiga dokter itu sangat dibutuhkan untuk menolong para pasiennya."Saya yakin mereka semua tidak bersalah. Mereka semua telah melakukan sesuai prosedur. Kalau masih ada yang takut, itu wajar. Tapi saya yakin, itu tak akan lama (rasa takut masyarakat terhadap ketiga dokter tersebut," kata Zaenal Abidin saat diwawancarai Health Liputan6.com melalui sambungan telepon pada Jumat (7/2/2014)Menurut Zaenal, kemampuan yang dimiliki oleh ketiganya harus digunakan sebaik-baiknya. Dengan kebebasan itu, akan banyak manfaat yang didapat. "Dibanding dengan mereka dipenjara, mereka akan lebih bermanfaat bila bekerja," kata dia lagi menjelaskan.Belum mengertiBeberapa wa [...]

Bahaya Mengintai Bila Makan Mi Instan 3 Kali Seminggu

Bahaya Mengintai Bila Makan Mi Instan 3 Kali Seminggu

Mengonsumsi mi instan sekali waktu mungkin masih boleh. Tapi penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan Amerika Serikat menemukan risiko kesehatan yang berbahaya jika Anda mengonsumsi mi instan 2-3 kali seminggu.Dr. Shin yang memimpin penelitian mengatakan mi instan dapat meningkatkan risiko sindrom kardiometabolik seperti jantung, stroke dan diabetes. Padahal, penyakit ini merupakan penyebab kematian hampir di seluruh dunia."Selain mengandung bahan pengawet, mi instan juga memiliki bahan kimia yang disebut bisphenol A (BPA) yang digunakan untuk mengemas mie dalam wadah sterofoam," kata Shin pada Dailymail, Kamis (14/8/2014).Penelitian telah menunjukkan bahwa BPA mengganggu cara hormon mengirim pesan melalui tubuh, khususnya estrogen. Maka itu, Dr. Shin sangat menghimbau wanita pada khususnya untuk tidak terlalu banyak mengonsumsi mi instan. "Konsumsi ramen relatif tinggi pada populasi Asia, penelitian difokuskan terutama di Korea Selatan, karena kecenderungan rakyatnya mengonsumsi mie instan merupakan yang tertinggi di dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, buktinya, Korea Selatan telah mengalami peningkatan risiko penyakit jantung, dan dewasa obesitas," kata Dr Shin. [...]

BPJS Kesehatan Siap Antisipasi Masalah Bila Muncul

BPJS Kesehatan Siap Antisipasi Masalah Bila Muncul

Sehari setelah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan diresmikan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, pada Selasa (31/12/2013) selanjutnya pasti akan ada masalah yang dihadapi. Karena itu, BPJS sudah menyiapkan beberapa langkah bila suatu saat mengalami kendala. "Kita sudah memetakan potensi masalahnya apa. Penyebabnya apa, dan apa-apa saja yang harus dilakukan bila nantinya ada kendala," kata Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris saat 'Pencanangan Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional di Provinsi DKI Jakarta' di RSUP Fatmawati Jakarta, Rabu (1/1/2014).Yang terpenting menurut Fachmi Idris, pihaknya telah menyiapkan segala kemungkinan dari permasalahan itu sendiri.Ambil contoh misalnya bila ada peserta BPJS Kesehatan yang sudah terdaftar, kemudian datang ke fasilitas kesehatan dan namun masterfil mengalami permasalahan, maka penyelesaian untuk masalah itu sudah disiapkan."Misalnya saja ada yang seperti itu, tetap akan dilayani. Intinya sih, mapping risikonya sendiri," kata Fachmi lagi menjelaskan.Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan merupakan badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan. BPJS Kesehatan [...]

Dikira Tahi Lalat, Mash Ternyata Idap Kanker Kulit

Dikira Tahi Lalat, Mash Ternyata Idap Kanker Kulit

Awalnya Natasha Mash (26) tidak menaruh curiga pada bintik kecokelatan di lengan kirinya. Ia pikir tahi lalat, tapi setelah itu ia mengalami serangan infeksi dada dan dianggap memiliki kanker kulit mematikan.Mash, seperti dikutip Dailymail, Jumat (24/10/2014) merupakan seorang karyawan di Watford, Inggris. Sebenarnya kecurigaannya telah ia rasakan sejak usia 22 tahun. Ketika itu, ia melihat ada bintik hitam sebesar 2 sentimeter pada lengan kiri dan pergi memeriksakan diri ke dokter."Ketika itu, dokter bilang, saya tidak perlu khawatir karena warnanya yang tidak seperti melanoma yang biasanya agak kehitaman," kata Mash.Namun 7 bulan berikutnya, ia mengalami infeksi dada dan setelah diperiksa keseluruhan, Mash didiagnosis mengalami kanker kulit ganas."Saya menjalani 3 kali operasi untuk menghilangkan melanoma ini. Dan bahkan sampai sekarangs aya masih rutin check up," jelasnya.Beruntung, kata Mash, kanker yang dideritanya masih stadium awal sehingga nyawanya masih bisa diselamatkan. Sebelumnya, kanker kulit memang rentan dialami kulit putih lantaran mutasi sinar ultraviolet atau faktor DNA yang ada di dalam sel. Orang kulit putih, pigmennya dan melaninnya cenderung berkurang sehingg [...]

Ada JKN, Kartu Sehat Daerah Lama Kelamaan Tak Terpakai

Ada JKN, Kartu Sehat Daerah Lama Kelamaan Tak Terpakai

Sejak Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) muncul, beberapa program pemerintah lainnya seperti Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), Jaminan Persalinan (Jampersal) ditiadakan dan menjadi satu dengan program yang diselenggarakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Lantas bagaimana dengan nasib pemegang kartu sehat yang diterbitkan Pemerintah Daerah seperti Kartu Tangerang Sehat yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Tangerang? Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menerangkan, kartu sehat di tiap daerah itu sebenarnya telah ada, jauh sebelum JKN disahkan. Sehingga saat itu, pemerintah daerah dituntut untuk memperbaiki sistem pelayanan kesehatan yang ada. "Dulu sebelum ada JKN, kami di daerah dituntut untuk memberi layanan kesehatan, khususnya untuk masyarakat miskin. Tapi ketika program ini berjalan, keluar juga JKN," katanya. Untuk itu, Ahmed mengatakan kartu sehat daerah ini tentunya akan dikonversi ke JKN seluruhnya. Tapi menunggu waktu hingga JKN bisa mengkaver lebih dari 90 persen masyarakat Tangerang. "Untuk saat ini, pemegang Kartu Tangerang Sehat kita sisir, hanya orang-orang miskin saja yang pegang. Dananya diberikan mel [...]

241 Rumah Warga Miskin Bakal Dibedah

241 Rumah Warga Miskin Bakal Dibedah

Letak geografis Desa Guci, Kecamatan Bumi Jawa, berada di ketinggian 1250 meter di bawah permukaan laut (dpl) dengan posisi persis di lereng utara Gunung Slamet yang telah ditetapkan status siaga 3.?Kami akan melakukan bedah rumah tidak layak huni sebanyak 241 milik warga miskin, tapi sebelumnya akan dirubuhkan dan dijadikan rumah layak huni, ? kata Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri saat kunjungan kerja di di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu (20/8/2014) pagi.Di Desa Guci terdapat 5000 rumah tidak layak huni. Rumah yang akan dibedah telah diverifikasi berdasarkan tingkat keterancaman, risiko dan prioritas.Mensos tiba di Desa Guci pukul 21.00 WIB dan bermalam di rumah salah seorang warga, Selasa (19/8/2014). Acara perdana dibuka dialog dengan warga setempat. Secara khusus, Mensos mengajak warga untuk arif dan tenang menghadapi bencana. Alam ada waktunya untuk bereaksi, dan selalu alam akan memberikan berkah dibalik reaksinya.?Jangan panik, ikuti aturan evakuasi bencana dan lakukan simulasi secara terjadwal, ?pinta Mensos.Selama ini, Kementerian Sosial (Kemensos) memiliki skema untuk penanggulangan bencana pada masa kedaruratan, maupun dalam ketersediaan atau logistic supporting s [...]

SBY Pantau Fasilitas RS Pusat Otak Nasional

SBY Pantau Fasilitas RS Pusat Otak Nasional

Usai meresmikan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (PON) Senin pagi (14/7/2014) di Jakarta, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono bergegas berkeliling meninjau fasilitas yang terdapat di rumah sakit yang khusus menangani otak dan saraf ini. Ditemani Ibu Negara Ani Yudhoyono, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari serta Dirut RS PON Mursyid Bustami, SBY menuju tempat pertama berupa kolase foto fasilitas yang dimiliki. Saat melihat foto ruang rawat inap kelas 3, SBY menunjukkan apresiasinya. Ia mengatakan bahwa ruang tersebut bagus untuk kelas tersebut. Ia juga berharap dengan ruangan bagus bisa memberikan pelayanan terbaik terhadap pasien RS PON, termasuk pasien kelas 3. Bersama rombongan, SBY melanjutkan berkeliling ke beberapa lantai atas. Salah satunya ruang konferensi. Kemudian kembali ke bawah melihat fasilitas apa saja di ruang IGD dan radiologi. "Saya berharap RS PON ini akan menjadi rumah sakit bertaraf internasional. Sehingga masyarakat tak perlu berobat ke luar negeri", tuturnya saat memberikan sambutan dalam acara ini. [...]

Mana Lebih Bahaya, Ebola atau MERS CoV?

Mana Lebih Bahaya, Ebola atau MERS CoV?

Kemungkinan penularan virus ebola memang cepat dan 90 pasiennya tidak memiliki kesempatan hidup. Tapi virus sindrom pernapasan akut Timur Tengah atau MERS, memiliki angka kematian 40 pesen dan jauh lebih berisiko mengenai calon jemaah haji karena virusnya dari Arab Saudi.Demikian disampaikan Kepala Balitbangkes, Tjandra Yoga Aditama di Aula Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, jalan Percetakan Negara 23, Jakarta Pusat, ditulis Jumat (15/8/2014)."Kedua virus, dua-duanya berbahaya. Tapi tergantung dilihat dari kacamata mana. Kalau dilihat dari angka kematian, ebola memiliki risiko 90 persen. Sedangkan MERS 40 persen. Dua-duanya juga belum ada obat dan vaksin. Yang saat ini dicoba di Amerika atau vaksin yang diberi ke Afrika, itu karena mereka nggak ada harapan," katanya.Sedangkan dari sisi penularan, kata Tjandra, keduanya juga memiliki kekuatan yang cukup mengkhawatirkan. Sebab ebola menular melalui kontak tubuh, sementara MERS menular melalui udara. Tapi bagaimanapun, virus ebola masih terpusat di Afrika. Kalau MERS, jelas ada di Arab Saudi."Ada 3 cara penularan MERS CoV, yaitu community acquired, hospital acquired, dan close human to human contact. Memang angka kematian [...]

Pakaian Dalam Ajaib Bikin Perempuan Lebih Kurus dalam 10 Detik

Pakaian Dalam Ajaib Bikin Perempuan Lebih Kurus dalam 10 Detik

Sebagai perempuan, Anda pasti ingin terlihat ramping. Tentu perlu kerja keras agar mencapai tubuh yang didambakan. Tapi kini ada pakaian dalam yang bisa memberi keajaiban buat wanita. Pemakainya bisa terlihat lebih kurus 4 kilogram (kg) hanya dalam 10 detik sesuai dengan taglinenya 10lb lighter in 10 seconds .Pakaian dalam shapewear dari Sexy Sheer tersebut menjanjikan pemakainya memiliki perut langsing serta pinggul yang indah. Pakaian dalam tersebut seharga 31.95 Poundsterling atau Rp 612 ribu. Pakaian dalam itu akan terlihat halus di bawah pakaian Anda sehingga tak ada garis yang terlihat. Pakaian ini menggabungkan 2 lapis bahan yang sejuk, ringan, dengan panel berlapis ganda yang membentuk dan menawarkan kontrol yang kuat. Ukuran yang tersedia adalah 10 hingga 16 seperti dilansir Mailonline, Senin (10/3/2014). Bahan pakaian tersebut dibuat agar wanita memiliki tubuh indah dan merasa nyaman. Bahan pakain tersebut juga menyesuaikan dengan tubuh Anda sehingga cocok saat dikenakan. [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *