Mengapa Anak Cadel?

anak-cadel-bibir-lidah.jpg

Apakah Anda termasuk orangtua yang memiliki putera dan puteri usia balita? Kita sebagai orangtua tentu ingin pertumbuhan dan perkembahgan anak kita berjalan optimal. Tumbuh kembang yang dialami si kecil saat usia ini merupakan masa tumbuh kembang yang sangat penting karena pada usia inilah tumbuh kembang terjadi secara pesat.

Tumbuh kembang yang dialami si kecil tidak hanya pertambahan tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, kemampuan motorik ataupun kematangan emosi. Tetapi juga berkembangnya kemampuan bahasa. (Baca: 5 Tanda Interaksi Pada Anak yang Artinya Anak Tumbuh Optimal)

Sering kita temui anak usia balita yang belum mampu mengucapkan kata-kata dengan tepat karena cadel. Cadel yang terjadi pada anak disebabkan ketidaksesuaian antara otot lidah dan bibir karena pada usia dini kinerja otot-otot tersebut belum matang. Hal ini membutuhkan stimulasi dari lingkungan supaya otot-ototnya terlatih untuk mengucapkan kata-kata dengan benar.

Cadel bisa bermacam-macam, ada anak yang tidak bisa mengucapkan huruf ?R?, atau bisa mengucapkan huruf ?R? tetapi malah tidak bisa mengucapkan huruf ?L?, atau bisa juga tidak bisa mengucapkan huruf lain.

Bila cadel ini terjadi pada anak usia di bawah 3 tahun, hal ini masih dianggap wajar dan tidak membutuhkan terapi bicara, si kecil hanya butuh diberi stimulasi. Lingkungan sekitarnya harus sering memperdengarkan pengucapan kata-kata dengan benar.

Seringkali orangtua malah ikut-ikutan bicara cadel karena menganggap si kecil semakin lucu dan menggemaskan dengan kecadelannya. Padahal hal ini justru akan membuat si kecil berpikir bahwa kata-kata cadel yang diucapkannnya selama ini sudah benar sehingga dia tidak terangsang untuk berlatih membenarkan ucapannya. (Baca: 10 Cara Stimulasi Otak untuk Anak Cerdas)

Oleh karena itu, peran orangtua dan lingkungan sekitar sangat penting untuk perkembangan bahasa anak. Bila salah satu atau kedua orangtua juga cadel, stimulasi dapat diberikan oleh anggota keluarga lain yang tidak cadel seperti kakek, nenek, paman, ataupun tantenya.

Meskipun tampak sepele, namun ternyata cadelnya anak harus diperhatikan dengan serius oleh para orangtua, karena berlanjutnya cadel hingga usia sekolah dapat mempengaruhi aspek psikologis anak karena anak bisa saja merasa minder karena kecadelannya.

di laman utama website kami. [](AK)

Baca juga:

Lahir dengan Bantuan Vakum Membuat Anak Bodoh?
Jangan Memberikan Madu ke Anak Bayi!
10 Cara Stimulasi Otak untuk Anak Cerdas
Ditulis oleh:
dr.Adithia Kwee
Anggota Redaksi Medis
PeduliSehat.info

Sumber: KlikDokter.com

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Meminum Obat Ketika Puasa

Meminum Obat Ketika Puasa

Bagi Anda yang sedang melalui masa pengobatan dan dianjurkan untuk meminum obat berdosis 3 kali dalam sehari, maka waktu yang ideal bagi tubuh Anda menerima obat tersebut adalah pada waktu berbuka puasa, malam hari sebelum tidur, dan setelah makan sahur. Jika berdosis 2 kali diminum dalam sehari, maka akan lebih mudah diminum ketika berbuka dan setelah sahur. Namun jika untuk dosis satu kali dalam sehari, Anda bebas menentukan waktu yang tepat, namun harus dilakukan secara konsisten pada interval yang dipilih. [...]

Kemampuan Linguistik Anak, Indikator Intelektual

Kemampuan Linguistik Anak, Indikator Intelektual

Dua bangsa dua bahasa Di era global dan digital ini, kita sering menemukan anak-anak kecil yang sudah mahir berbicara dengan bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Hal ini terkadang membuat kita sangat kagum akan kemampuan mereka. Tentunya bagi orang tua yang memiliki anak pandai berbahasa seperti itu akan merasa sangat bangga. Kalau memperhatikan tuntutan globalisasi yang memungkinkan anak untuk berinteraksi dengan dunia yang lebih luas, penguasaan dua bahasa ini memang sangat perlu bagi anak-anak. Tapi tentu saja ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan orang tua sebelum menggunakan bilingual sejak dini. Itulah yang disebut smart language yaitu kecerdasan yang menekankan pada kemampuan menggunakan kata-kata dan bahasa dalam kegiatan berbicara, membaca dan menulis. Menurut dr. Rosemini A.P.,MPsi kemampuan ini akan membantu anak untuk bisa memahami informasi atau instruksi yang disampaikan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh dr Paul Thompson bahwa otak berkembang mengikuti pola tertentu. Menurut dr Thompson, usia 3-6 tahun yang berkembang adalah otak bagian depan. Usia 6-13 tahun yang berkembang adalah otak bagian belakang, termasuk untuk perkembangan bahasa. Apa artinya ?Jad [...]

Menimbang Kelebihan dan Kekurangan Suntik KB

Menimbang Kelebihan dan Kekurangan Suntik KB

Suntik KB adalah salah satu metode kontrasepsi yang biasa digunakan untuk menunda kehamilan. Namun seperti metode kontrasepsi lainnya, suntik KB memiliki beberapa kekurangan dan tidak disarankan bagi wanita yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. Suntik KB adalah kontrasepsi hormonal yang disuntikkan pada bagian tertentu tubuh seperti lengan atas, paha, atau bokong. Setelah disuntikkan, kadar hormon akan meningkat dan kemudian menurun secara bertahap hingga suntikan selanjutnya. Di Indonesia, berdasarkan jangka waktu, terdapat dua jenis suntik KB yang paling umum digunakan, yaitu suntik KB 1 bulan dan suntik KB 3 bulan. Suntikan KB 3 bulan mengandung hormon progestin, sementara suntikan KB 1 bulan mengandung kombinasi hormon progestin dan hormon estrogen, dengan kadar progestin yang lebih rendah. Suntik KB 1 Bulan Sesuai namanya, KB ini disuntikkan tiap 30 hari sekali. Suntik KB ini bekerja dengan menghentikan pelepasan sel-sel telur dari rahim dan juga membuat cairan vagina menebal sehingga mencegah sperma bertemu dengan sel telur. Selain itu suntikan ini juga mempertipis dinding rahim sehingga mempersulit implantasi sel telur. Jika tidak terlambat diberikan, suntikan KB bula [...]

Hindari Makanan Ini Jika Anda Sedang Batuk

Hindari Makanan Ini Jika Anda Sedang Batuk

Batuk dapat menyebabkan iritasi tenggorokan dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Penyebabnya antara lain adalah, infeksi, polutan, atau bisa juga karena efek samping dari obat-obatan tertentu. Untuk membantu mengurangi peradangan, Anda perlu menghindari makanan tertentu yang dapat menyebabkan batuk dan gejala lainnya. Jika Anda batuk berdahak namun sulit mengeluarkan lendir dari tenggorokan, usahakan untuk tidak mengonsumsi makanan yang dapat menghasilkan lendir. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal ?Medical Hypotheses? pada tahun 2009 mencatat bahwa bagi sebagian orang, minum susu bisa merangsang produksi lendir di saluran pernapasan, termasuk paru-paru dan tenggorokan. Jika batuk Anda berhubungan dengan asma, yaitu suatu kondisi yang mempengaruhi paru-paru dan menyebabkan mengi, sesak napas dan gejala lain, menghindari makanan tertentu merupakan cara yang tepat. Pada beberapa kasus, alergen makanan memang dapat memperburuk gejala asma termasuk batuk. Coba berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan apakah asma Anda terkait dengan asupan makanan. Kemungkinan penyebab alergi makanan bisa berasal dari: susu sapi, ikan, kerang, telur, dan kacang-kacangan. Beberapa makan [...]

Olahraga Menurunkan Risiko Kanker Dinding Rahim

Olahraga Menurunkan Risiko Kanker Dinding Rahim

Oleh: dr. Alvin Nursalim Olahraga merupakan komponen dari pola hidup sehat. Olahraga merupakan salah satu kunci dalam menjaga berat badan ideal dan menjaga kesehatan jantung Anda. Ternyata berdasarkan penelitian terakhir, manfaat olahraga kian bertambah. Salah satu manfaat terbaru dari olahraga adalah menurunkan risiko kanker dinding rahim atau dalam dunia kedokteran disebut kanker endometrium. Menarik bukan? Mari kita bahas info terbaru ini. Apa itu kanker endometrium? Kanker endometrium atau kanker dinding rahim merupakan keadaan dimana jaringan pelapis bagian dalam rahim tumbuh di berbagai tempat lain. Jaringan endometrium ini dapat tumbuh di berbagai tempat seperti ovarium atau kandung telur wanita. Gejala yang dapat dirasakan penderita kanker endometrium adalah perdarahan vagina setelah menopause, perdarahan antar menstruasi, nyeri perut bagian bawah dan nyeri saat berhubungan. Penyebab kanker ini belum diketahui secara pasti, namun diperkirakan beberapa faktor yang meningkatkan risiko kanker endometrium adalah kegemukan dan terapi hormonal. Olahraga dan kanker endometrium Mencegah lebih baik dari mengobati, itulah motto yang perlu anda ingat. Kanker endometrium pun dapat dice [...]

Manfaat Jus Mangga Untuk Bantu Program Diet Anda

Manfaat Jus Mangga Untuk Bantu Program Diet Anda

Mangga adalah buah yang mengandung vitamin C, vitamin A dan 25 jenis karotenoid untuk menjaga sistem kekebalan tubuh yang sehat dan kuat. Kandungan nutrisinya menjadi salah satu alternatif untuk tetap menjaga kondisi tubuh. Selain manfaat kesehatan, jus mangga juga dapat membantu program diet yang sedang Anda jalani. Dilansir dari healthmeup berikut manfaat jus mangga bagi kesehatan.1. Jangan Ditambah GulaPenting untuk memahami berapa besar kandungan gizi yang ada pada mangga. Sebuah mangga berukuran sedang menghasilkan sekitar satu cangkir jus buah mangga yang mengandung 100 kalori, tiga gram serat, 23 gram gula alami, vitamin dan mineral. Oleh karena itu, jus mangga yang dikonsumsi secara alami tanpa tambahan gula sudah dapat meningkatkan nilai gizi.2. Mendukung Performa Kardio AndaMengonsumsi segelas jus mangga setiap hari dapat memenuhi asupan vitamin yang dibutuhkan tubuh. Ia mengandung 60 sampai 100 persen vitamin C dan sekitar 40 sampai 50 persen vitamin A dalam tubuh Anda. Vitamin yang diperoleh dari jus mangga ini bermanfaat untuk gigi dan gusi, kesehatan mata, neurologis dan penyerapan nutrisi yang lebih baik. Fungsi lain yang dikandung oleh jus mangga adalah 20 persen [...]

Osteoporosis Bisa Dicegah Sejak Dini

Osteoporosis Bisa Dicegah Sejak Dini

Osteoporosis terjadi ketika tulang kehilangan kandungan mineral lebih cepat daripada kemampuan tubuh untuk menggantikan kehilangan tersebut. Akibatnya, tulang kehilangan kepadatan atau massa tulang. Massa tulang yang diperoleh selama usia muda merupakan faktor penentu risiko patah tulang akibat osteoporosis pada kemudian hari. Semakin tinggi massa tulang, maka semakin rendah risiko osteoporosis. Namun, osteoporosis dapat dicegah sejak dini (pada anak-anak) dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut: Memberikan anak makanan bergizi dengan asupan kalsium yang cukup. Menjaga suplai vitamin D yang cukup. Vitamin D dapat diperoleh dari cahaya matahari, makanan, maupun suplemen makanan. Menghindari kekurangan protein dan kurang gizi. Mengajak anak untuk beraktivitas fisik secara teratur. Menjauhkan anak dari rokok dan asap rokok. Sementara itu, pada usia dewasa pencegahan osteoporosis tetap dapat dilakukan dengan, selengkapnya di halaman selanjutnya: Osteoporosis Bisa Dicegah Sejak Dini Sementara itu, pada usia dewasa pencegahan osteoporosis tetap dapat dilakukan dengan: Memastikan diet seimbang, dengan asupan kalsium yang memadai. Menghindari kura [...]

Ini Akibatnya Jika Terlalu Banyak Makan Protein

Ini Akibatnya Jika Terlalu Banyak Makan Protein

Saat ingin menurunkan berat badan atau membentuk tubuh ideal, protein seperti menjadi 'primadona' dalam menu diet harian karena manfaatnya. Protein bisa mendukung pembentukan otot ketika berolahraga, membuat perut kenyang lebih cepat tapi lebih lama lapar dan menjaga metabolisme tubuh tetap stabil. Alhasil, para pediet yang terobsesi melangsing dan punya otot pun berusaha mengonsumsi protein sebanyak-banyaknya sehingga melupakan nutrisi penting lainnya. Terlalu banyak makan protein pun ada dampak negatifnya karena sebaik apa pun makanan, apabila diasup secara berlebihan juga bisa mengganggu kesehatan. Dikutip dari Women's Health, ini akibatnya jika Anda terlalu banyak mengonsumsi protein.1. Bau MulutSaat Anda mengurangi konsumsi karbohidrat hingga batas paling minimal dan menggantinya dengan protein, tubuh akan sampai pada kondisi yang disebut dengan ketosis. Kondisi ini terjadi ketika tubuh membakar lemak sebagai energi, bukannya karbohidrat. Untuk menurunkan berat badan, proses tersebut mungkin efektif tapi bisa membuat napas Anda berbau tak sedap.Ketika membakar lemak sebagai pengganti energi dari karbohidrat, di saat yang sama tubuh juga memproduksi senyawa kimia yang disebu [...]

Tips Berpuasa Anak dengan Diabetes

Tips Berpuasa Anak dengan Diabetes

Oleh: dr. Puti Naindra Alevia Islam memperbolehkan beberapa kategori umatnya untuk tidak menjalani ibadah puasa, seperti anak kecil, pelancong, orang sakit, orang lanjut usia, serta ibu hamil dan menyusui. Bagaimana dengan anak dengan diabetes mellitus (DM) tipe 1? Beberapa ahli berpendapat bahwa berpuasa saat bulan ramadan aman untuk pasien dengan DM tipe 1, termasuk anak yang sudah besar dan remaja. Syaratnya adalah anak memiliki kontrol glikemik yang baik, melakukan monitoring sendiri secara teratur, dan berpuasa di bawah pengawasan dokter. Simak tips di bawah ini agar ibadah puasa lancar dan aman: 1. Diet dan Nutrisi Hindari makanan tinggi karbohidrat dan lemak dalam jumlah banyak saat berbuka puasa Makanan saat sahur sebaiknya mencakup karbohidrat kompleks karena merupakan makanan yang lama dicerna. Sebaiknya dimakan menjelang imsak. Konsumsi buah, sayuran, yogurt, dan sereal Cukupi kebutuhan cairan saat malam hari. 2. Aktivitas Fisik Melanjutkan aktivitas fisik rutin. Jangan melakukan aktivitas fisik berlebihan. 3. Periksa Status Glikemik Lakukan monitoring kadar gula darah di rumah secara berkala: sebelum buka puasa, 3 jam setelah buka puasa, sebelum sa [...]

Muda Anemia, Tua Demensia

Muda Anemia, Tua Demensia

Oleh: dr. Puti Naindra Alevia Sebuah penelitian yang dilakukan di Ajou University School of Medicine, Korea Selatan dan beberapa pusat studi di Amerika Serikat menemukan hubungan antara anemia dan kejadian demensia pada orang lanjut usia (usia 70 ? 79 tahun). Pada penelitian ini, 2550 lansia diobservasi selama 10 tahun. Lansia yang memiliki masalah anemia pada awal penelitian memiliki kecenderungan lebih tinggi mengalami demensia. Anemia disebabkan oleh penurunan kadar sel darah merah atau hemoglobin dalam darah, dan memiliki berbagai faktor risiko penyebab seperti kurangnya zat besi, ulkus lambung, penyakit ginjal kronis, dan lain-lain. ?Anemia merupakan kondisi yang umum ditemukan pada lansia dan terjadi pada sekitar 23% orang dewasa berusia 65 tahun atau lebih,? ujar Dr. Kristine Yaffe, peneliti utama yang juga merupakan seorang dokter psikiatri di University of California, San Francisco. Pemeriksaan laboratorium darah untuk mendeteksi adanya anemia dilakukan pada awal studi. Peserta penelitian kemudian menjalani tes-tes kognitif selama durasi penelitian. Hampir � dari 400 orang dengan anemia pada penelitian ini mengalami demensia. Para peneliti menegaskan bahwa [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *