Mengatasi Anemia Saat Berpuasa

Mengatasi-Anemia-Saat-Berpuasa.jpg

Bagi penderita anemia, menjalankan puasa pada umumnya dapat dilakukan. Yang terpenting, Anda mengetahui lebih dahulu derajat anemia Anda serta berkonsultasi kepada dokter.

Penderita anemia yang melakukan puasa tidak boleh asal-asalan dalam memilih menu makanan. Bila penderita anemia tidak memenuhi kebutuhan gizinya dengan baik, maka dapat memperparah kondisi anemia yang dialami. Anemia menyebabkan berkurangnya sel darah merah yang sehat yang dapat menghantarkan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh, padahal nutrisi tersebut sangat diperlukan ? terutama saat puasa.

Jika saat berpuasa penderita anemia tiba-tiba mengalami pusing berlebih, pingsan, jantung berdebar-debar atau sesak napas, hal itu menunjukkan bahwa tubuh sangat kekurangan sel darah merah sehat. Nah, bila Anda mengalami gejala-gejala tersebut dan merasa sangat tidak kuat, Anda dapat membatalkan puasa dan mengunjungi dokter untuk dilakukan pemeriksaan.

Karena itu, ada beberapa hal yang penting untuk diketahui jika kondisi tersebut muncul. Selengkapnya di halaman berikutnya.

Mengatasi Anemia Saat Berpuasa

Pada penderita anemia yang menjalankan puasa, penting sekali untuk memenuhi asupan zat besi dan vitamin B. Ketika sahur, makanlah makanan yang kaya akan zat besi seperti daging merah, hati, kacang-kacangan, dan sayuran hijau. Perbanyak protein dibandingkan karbohidrat, karena mengonsumsi karbohidrat terlalu banyak saat sahur dapat membuat Anda mudah lapar dan merasa lemas pada siang hari.

Ketika berbuka puasa, konsumsilah makanan yang manis terlebih dahulu seperti teh manis, kolak atau kurma untuk mengembalikan kadar gula darah. Setelahnya, Anda dapat beristirahat dan melaksanakan salat, lalu makan ?besar? yang bergizi (serta yang terpenting mengandung zat besi dan vitamin B).

Umumnya, penderita anemia tidak mampu memenuhi kebutuhan gizi dan kalori dari jadwal makan selama berpuasa, sehingga dibutuhkan suplemen tambahan. Terutama suplemen tambahan yang mengandung zat besi, vitamin B12, asam folat dan mineral lainnya. Namun, pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu agar dosisnya dapat disesuaikan.

Sumber: KlikDokter.com

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Tuli Mendadak Berhubungan dengan Kekurangan Zat Besi

Tuli Mendadak Berhubungan dengan Kekurangan Zat Besi

Tuli sensorineural atau tuli saraf merupakan ketidakmampuan fungsi pendengaran akibat kerusakan telinga dalam. Selama ini penyebab yang sering dikenal adalah akibat adanya gangguan vascular (peredaran darah, gangguan pembentukan koklea, tumor, trauma/ cedera kepala, infeksi, intoksikasi obat-obatan dan alkohol.Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Chung SD dkk., di Taiwan menemukan adanya kemungkinan hubungan antara kekurangan zat besi di dalam darah dengan timbulnya tuli sensorineural terutama pada pasien usia muda. Penelitian tersebut dipubilkasikan di JAMA Otolaryngol Head Neck Surgery pada Mei 2014.Penelitian ini dilakukan pada 4004 individu yang mengalami tuli sensorineural mendadak dan 12012 kontrol. Berdasarkan penelitian tersebut hubungan antara tuli sensorineural mendadak dan anemia paling bermakna pada individu yang berusia 44 tahun atau kurang. Pada individu yang berusia 60 tahun atau lebih, kekurangan zat besi tidak terlalu bermakna dalam menimbulkan tuli sensorineural.Berdasarkan hasil yang ditemukan peneliti menyarakan untuk dilakukannya pemeriksaan status zat besi pada pasien yang mengalami tuli (kehilangan pendengaran) baik yang perlahan maupun mendadak. Sebuah tes [...]

Cara Mudah Mencegah Anemia

Cara Mudah Mencegah Anemia

Zat besi amat penting bagi tubuh untuk menghasilkan hemoglobin. Hemoglobin adalah bagian dari sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Jika tubuh kekurangan zat besi, maka suplai oksigen jadi kurang. Tubuh jadi cepat lelah, lemas, dan pusing. Ini yang disebut sebagai anemia. Anda bisa kurang zat besi karena: a) Kurang asupan makanan yang mengandung zat besi dan nutrisi tubuh lainnya. b) Kelainan tubuh, tubuh tak dapat menyerap zat besi dengan sempurna. c) Penyakit kronis. d) Kehilangan darah yang banyak, contohnya seperti pasca operasi pembedahan, menstruasi yang berat, diet yang salah, dan lainnya. (Baca: 6 Penyebab Anemia) Nah, agar tubuh tidak kekurangan zat besi, Anda harus mengkonsumi makanan sehat yang tinggi zat besi, seperti: BayamIni adalah sayuran yang populer untuk mencegah anemia. Bayam amat tinggi vitamin A, kalsium, zat besi, dan vitamin serta mineral penting lainnya. Setengah piring bayam mengandung 3,2 mg zat besi. Ubi BitSangat tinggi zat besi yang membantu memperbaiki dan menambah sel darah merah. Bagi penderita anemia disarankan untuk mengonsumi ubi bit sebagai bagian dari diet. Daging MerahPilihlah bagian d [...]

Mudah Sekali Lelah? Awas Gejala Anemia!

Mudah Sekali Lelah? Awas Gejala Anemia!

Anemia adalah suatu keadaan yang menggambarkan kadar hemoglobin atau jumlah eritrosit dalam darah kurang dari nilai dtandar (normal). Hemoglobin merupakan komponen di dalam sel darah merah yang membawa oksigen. Setidaknya 90% dari energi total yang dihasilkan di dalam tubuh memerlukan oksigen. Sel tubuh yang jumlahnya mencapai triliunan itu membutuhkan oksigen untuk dapat menjalankan fungsinya dengan baik.Darah yang mengandung oksigen akan dialirkan ke seluruh tubuh sehingga semua jaringan mendapatkan oksigen dalam jumlah cukup untuk proses oksidasi. Proses oksidasi diperlukan untuk semua sistem di dalam tubuh agar dapat beroperasi, seperti fungsi metabolik, sirkulasi, pencernaan, eliminasi, memperkuat sistem imun, dan sebagainya.Anemia biasanya ditandai dengan gejala : Mudah lelah dan kehilangan tenaga Napas cepat Sakit kepala Kesulitan berkonsentrasi Kulit pucat Sulit tidur Sehingga, dapat dimengerti bukan, mengapa anemia begitu penting dihindari? Karena adanya pasokan oksigen yang kurang, pada gejala awal, orang yang mengalami anemia akan mengeluh lemas dan tidak bertenaga. Ketidakcukupan pasokan oksigen ke jaringan di seluruh tubuh dapat mengakibatkan suatu mekanisme ada [...]

Anemia dan Angka Kematian Ibu

Anemia dan Angka Kematian Ibu

Kematian Ibu hamil dan melahirkan merupakan penyebab kedua terbanyak kematian wanita usia reproduksi. Setiap tahunnya, sekitar 287.000 wanita meninggal akibat komplikasi saat hamil dan melahirkan dan 99% diantaranya terjadi di negara berkembang.Menurut data organisasi kesehatan dunia/ World Health Organization (WHO), komplikasi utama penyebab hampir 75% kematian ibu hamil dan melahirkan antara lain: Perdarahan hebat (seringkali perdarahan setelah melahirkan) 27% Infeksi (setelah melahirkan) 11% Tekanan darah tinggi selama masa kehamilan (pre eclampsia dan eclampsia) 14% Partus tak maju 9% Akibat aborsi 8% Emboli udara/ pembekuan darah 3% Data dari departemen kesehatan Indonesia juga tak menunjukkan banyak perbedaan. Berdasarkan survei SDKI tahun 2007 angka kematian ibu (AKI) Indonesia sebesar 228 per 100.000 kelahiran hidup. Di Indonesia penyebab utama kematian ibu sama juga dengan dunia internasional yaitu akibat perdarahan, hipertensi saat hamil dan infeksi.Perdarahan menempati persentase tertinggi penyebab kematian ibu di Indonesia (28%). Anemia dan kekurangan energi kronis pada ibu hamil menjadi penyebab utama terjadinya perdarahan dan infeksi yang merupakan faktor kemat [...]

Anemia : Sebuah Gejala atau Penyakit?

Anemia : Sebuah Gejala atau Penyakit?

Kurang darah atau yang dalam istilah medis dikenal sebagai anemia, merupakan suatu kondisi yang banyak terjadi di masyarakat Indonesia. Anemia dapat menimbulkan gejala ringan seperti mudah lelah hingga gejala berat seperti sesak napas, sehingga tak jarang banyak yang tidak menyadari bahwa dirinya mengalami anemia.Anemia terjadi akibat tubuh kekurangan jumlah sel darah merah yang sehat yang berfungsi untuk mengantarkan makanan (nutrisi) dan oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Hemoglobin adalah protein yang merupakan bagian utama sel darah merah yang dapat berikatan dengan oksigen.Bila seseorang memiliki jumlah hemoglobin yang rendah atau memiliki sel darah merah yang abnormal, maka sel-sel di dalam tubuh tidak mendapatkan oksigen yang dibutuhkan. Gejala anemia seperti lelah terjadi akibat organ tubuh tidak mendapatkan ?bahan bakar? (oksigen) yang dibutuhkan untuk berfungsi dengan semestinya.Anemia merupakan sebuah pertanda adanya penyakit atau gangguan dalam tubuh seseorang. Sehingga anemia adalah sebuah kondisi bukanlah penyakit namun dapat pula merupakan petanda adanya masalah serius di dalam tubuh.Anemia disebabkan oleh berbagai macam penyebab. Simak halaman berikut untuk mengetah [...]

10 Gejala Anemia Karena Haid yang Banyak

10 Gejala Anemia Karena Haid yang Banyak

Semua wanita, tanpa terkecuali, pasti mendapatkan haid hanya saja sifat dari siklus haid pada tiap wanita tidaklah selalu sama. Perbedaan itu muncul karena adanya variasi durasi haid, jumlah perdarahan haid, dan interval datangnya setiap haid. Perbedaan-perbedaan ini dapat merupakan variasi yang normal, atau dapat juga berupa gangguan. Gangguan yang ada bisa menimbulkan gangguan kesehatan tubuh lebih lanjut, diantaranya adalah anemia, suatu keadaan dimana terjadi keadaan kurangnya darah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh, dimana komponen darah yang ada tidak memiliki kadar hemoglobin yang cukup. Akhirnya mengakibatkan tubuh cepat lelah, pusing, dan penglihatan kunang-kunang. Anemia yang dikaitkan haid biasanya diakibatkan karena siklus haid mengalami peningkatan jumlah darah haid yang keluar. Lebih lanjut, diperparah jika tubuh mengalami kekurangan nutrisi zat besi dan asam folat hingga gagal menyeimbangkan kebutuhan jumlah sel darah merah yang keluar akibat haid. Kalau sudah anemia, konsekuensinya bisa gawat. Di beberapa penelitian melaporkan anemia di masa muda semakin meningkatkan risiko mudah pikun atau dementia (Baca: Muda Anemia, Tua Dementia). Oleh karena itu, waspadalah [...]

Diet Sehat Untuk Penderita Anemia

Diet Sehat Untuk Penderita Anemia

Banyak sekali faktor yang dapat menyebabkan anemia. Terkadang kekurangan zat besi atau vitamin lainnya seperti asam folat dan vitamin B12 dapat menyebabkan anemia. Oleh sebab itu penting sekali untuk mengatur asupan makanan pada penderita anemia.Berikut adalah jenis makanan atau vitamin yang harus ada dalam diet bagi penderita anemia:1. Zat BesiKurang mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi dapat menyebabkan anemia defisiensi zat besi. Orang yang menjalani diet ketat seperti vegan atau vegetarian seringkali tidak mendapatkan zat besi yang cukup. Zat besi merupakan komopnen utama hemoglobin yang membawa oksigen dari paru ke seluruh bagian tubuh.Makanan yang mengandung zat besi dapat ditemukan dalam dua bentu yaitu : haem dan non-haem. Zat besi haem lebih mudah dicerna oleh tubuh dan dapat ditemukan pada produk hewani seperti daging (termasuk unggas) dan ikan. Sedangkan zat besi non-haem didapatkan terutama dari sayuran dan tanaman seperti buncis, sayuran hijau, selain itu juga ditambahkan pada berbagai jenis makanan seperti roti, sereal dan tepung.Bila tubuh tidak mendapatkan zat besi yang dibutuhkan, jumlah zat besi yang tersedia akan menurun secara perlahan. Cadangan zat besi [...]

Kenali Anemia Ketika Hamil

Kenali Anemia Ketika Hamil

Pada masa kehamilan, jumlah sel darah akan meningkat secara alami guna mencukupi kebutuhan Anda dan janin. Proses ini akan membutuhkan dukungan asupan nutrisi tambahan. Karena jika Anda kekurangan zat besi dan nutrisi lain, tubuh Anda akan kesulitan menghasilkan jumlah sel darah yang cukup, hingga menjadi anemia. Tapi bila bertambah parah, dapat berdampak serius seperti: Kematian ibu dan bayi pada masa sekitar kelahiran. Ketika lahir, berat badan bayi akan rendah. Bayi lahir prematur. Kesehatan ibu hamil akan terganggu. Perkembangan janin menjadi tidak optimal. Nah, untuk mencegahnya, kenali dulu jenis-jenis anemia di masa kehamilan: Anemia akibat defisiensi zat besi Ini adalah jenis anemia umum ketika masa kehamilan. Jenis ini timbul bila tubuh kekurangan zat besi untuk menghasilkan jumlah hemoglobin. Hemoglobin adalah protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Anemia akibat defisiensi asam folatKetika hamil, Anda membutuhkan asam folat yang berasal dari vitamin B untuk menghasilkan sel darah merah yang sehat. Jadi jika kurang asam folat, suplai oksigen ke seluruh tubuh menurun karena kurang sel dar [...]

Anemia, Bisa Disembuhkan?

Anemia, Bisa Disembuhkan?

Anemia adalah suatu kondisi medis dimana terjadi kekurangan hemoglobin (Hb) yang bertugas mengantarkan oksigen menuju sistem tubuh. Secara umum anemia bisa disebabkan 3 hal utama yaitu :1. PerdarahanPerdarahan yang menyebabkan anemia bisa merupakan perdarahan masif yang terjadi dalam waktu singkat, maupun perdarahan sedikit sampai sedang namun terjadi dalam jangka waktu panjang. Perdarahan masif dalam waktu singkat misalnya terjadi pada kondisi kecelakaan yang menimbulkan perdarahan banyak. Sedangkan perdarahan sedikit namun terjadi secara terus menerus misalnya terjadi pada kondisi menometroragia (menstruasi panjang dan lama) dan cacingan.2. Penurunan produksi sel darah merahPenurunan produksi sel darah merah terjadi antara lain pada kondisi anemia aplastik, leukemia, kurang asupan nutrisi pendukung pembentukan sel darah merah dan penyakit ginjal. Anemia aplastik merupakan kondisi dimana sumsum tulang belakang gagal membentuk ketiga komponen besar sel darah yaitu sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit (sel darah untuk membantu proses pembekuan darah). Sedangkan pada kondisi gagal ginjal yang terjadi adalah kemampuan tubuh membentuk sel darah merah secara keseluruhan [...]

Daging Kambing untuk Anemia, Fakta atau Mitos?

Daging Kambing untuk Anemia, Fakta atau Mitos?

Pernahkah Anda membaca atau mendengar saran mengobati anemia dengan daging kambing? Apakah hal tersebut fakta atau mitos? Pengobatan anemia sebetulnya tergantung dari jenis anemianya.Ada banyak sekali jenis anemia seperti anemia defisiensi besi, defisiensi asam folat, defisiensi vitamin B12, perdarahan, hemolisis, penyakit kronik dan sebagainya. Memang paling banyak anemia disebabkan oleh asupan nutrisi yang kurang, misalnya anemia defisiensi besi.Jika kadar zat besi Anda rendah setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, maka Anda menderita anemia defisiensi besi. Tubuh membutuhkan zat besi untuk membentuk hemoglobin. Untuk meningkatkan kadar besi dalam darah, dokter akan menyarankan Anda untuk mengonsumsi makanan kaya zat besi atau suplemen zat besi. Vitamin C biasanya direkomendasikan untuk meningkatkan penyerapan zat besi oleh tubuh.Anda dapat memenuhi kebutuhan zat besi dengan cara memilih makanan kaya zat besi berikut ini, selengkapnya pada halaman selanjutnya: [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *