Menkes: Kalau Ada yang Kasih Saya Kain, Boleh Terima Nggak?

Meski dituduh korupsi oleh Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi optimistis, tidak ada praktik korupsi di Kementerian Kesehatan.

Namun saking luas makna gratifikasi, Menkes menanyakan tiga pertanyaan menarik yang ditujukan pada Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono.

“Misalnya ada kepala rumah sakit dengan rasa cintanya ingin memberikan kepada saya kain yang ternyata saya suka dan cintai kainnya. Kainnya bagus sekali. Saya boleh terima kain tersebut kah?,” ujar Menkes di sela-sela acara penandatangan Komitmen Pengendalian Gratifikasi dan Pencegahan Tindak Pidana Korupsi di Hotel Bidakara, Rabu (2/4/2014).

Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono mengatakan bahwa pemberian dalam bentuk apa pun pada pejabat atau pegawai negeri masuk kategori gratifikasi. “Ketika melibatkan pegawai negeri atau pejabat, ini masuk gratifikasi karena mereka disumpah untuk tidak menerima apa pun dan hanya melayani rakyatnya,” jelas Giri.

Misalnya ada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi A menawarkan kain tapi dia tidak mengharap apa-apa dan yang ditawari tahu jabatannya juga tidak bisa naik. “Bolehkah saya menerimanya?,” tanya Menkes kembali.

Giri menjawab, pada kasus ini juga Menkes tidak boleh menerimanya karena jabatan Menkes adalah pejabat pemerintah.

“Dan bagaimana bila misalnya ada Kepala rumah sakit dengan cintanya ingin sekali memberikan kain. Tapi karena tidak boleh menerima, bolehkah saya membelinya? ,” tanya Menkes kembali.

Menurut Giri, Indonesia berbeda dengan Singapura. Di Singapura, praktik beli seperti itu memang diperbolehkan tapi di Indonesia, berdasarkan Undang-undang, pejabat atau pegawai pemerintah tidak boleh membeli barang dari hasil pemberian seseorang. Dan uang atau barang tersebut masuk aset negara.

“Kalau Menkes suka sekali dengan barang tersebut, Menkes harus melaporkan ke KPK. Nanti Menkes bisa membelinya melalui lelang. Jadi mestinya Menkes bisa menolak, menolak lagi, dan jika dipaksa diterima tapi melaporkan ini pada KPK,” jelas Giri.

Penjelasan Giri ini menurut Menkes cukup untuk bisa menyamakan persepsi gratifikasi di kalangan pejabat di Kementerian Kesehatan.

“Dengar kan semua, saya harus menolak, menolak, menolak, dan laporkan KPK. Mari kita cegah praktik gratifikasi dengan mengingatkan, memampukan, dan saling memberikan kesempatan pada semua untuk tidak berbuat salah. Saya kira ini sangat penting. Inilah maknanya,” kata Menkes.

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
20 Tahun, Pria Setengah Baya Koleksi 5.000 Bra

20 Tahun, Pria Setengah Baya Koleksi 5.000 Bra

Chen Qingzu (56), pria dari Sanya, Provinsi Hainan, China Selatan, memiliki 5.000 bra di kamarnya. Semua bra itu ia kumpulkan selama 20 tahun dari 30 universitas. Bra-bra tersebut digantung di dinding dan langit-langit kamar Chen di rumahnya di Yacheng, Sanya. Ribuan bra yang dikumpulkan Chen itu sebagian besar sumbangan dari mahasiswi. Chen mengatakan, setiap kali ia melakukan perjalanan ke kota lain, ia menghubungi mahasiswi setempat dan meminta mereka memberikan bra yang tidak pas. "Banyak gadis yang berpikir saya fetishist bra," kata Chen seperti dilansir Guang Ming Daily, Kamis (24/4/2014).Ketika Chen menjelaskan kepada mahasiswi bahwa tujuannya demi mempromosikan bra yang pas, biasanya Chen bisa mendapatkan bra tersebut.Chen mengklaim, mengenakan bra yang tidak pas bisa menyebabkan penyakit di payudara. "Banyak perempuan yang mengenakan bra yang ukurannya ketat atau kecil untuk memamerkan aset mereka, padahal itu merugikan payudara mereka," kata Chen.Chen tergerak hatinya untuk meningkatkan kesadaran tentang kesehatan payudara setelah magang di rumah sakit di tahun 1990an. "Saya melihat banyak perempuan menderita penyakit payudara dan kehilangan payudara mereka," ujarnya.Chen [...]

Kematian Ibu Melahirkan di Indonesia Masih Memprihatikan

Kematian Ibu Melahirkan di Indonesia Masih Memprihatikan

Masih jelas mungkin dalam benak kita beberapa hari lalu semua orang merayakan Hari Ibu. Wajar mungkin bila dirayakan mengingat risiko tinggi kematian yang bisa dialami ibu saat hamil dan melahirkan. Seperti disampaikan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Prof dr Tjandra Yoga Aditama bahwa secara definisi, kematian ibu atau kematian maternal adalah kematian perempuan pada saat hamil atau dalam kurun waktu 42 hari sejak terminasi kehamilan tanpa memandang lamanya kehamilan atau tempat persalinan, yakni kematian yang disebabkan karena kehamilannya atau pengelolaannya, tetapi bukan karena sebab-sebab lain seperti kecelakaan, terjatuh dan lain-lain. "Kematian ibu merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sangat penting karena mempunyai dampak yang besar terhadap kehidupan keluarga dan masyarakat. Kematian seorang wanita saat melahirkan sangat mempengaruhi kelangsungan hidup bayinya, karena bayi yang bersangkutan akan mengalami nasib yang sama dan keluarganya bercerai berai. Oleh karena itu angka kematian ibu digunakan sebagai salah satu indikator kesejahteraan masyarakat, khususnya indikator kesehatan ibu," kata Tjandra melalui pesan singkatn [...]

Keripik Bourbon Ditarik BPOM Karena Diduga Mengandung Babi

Keripik Bourbon Ditarik BPOM Karena Diduga Mengandung Babi

Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia (Badan POM) secara resmi mengeluarkan surat pernyataan resmi yang menyatakan bahwa produk bourbon ditarik karena mengandung babi dan ilegal hari ini. Hal ini dilakukan setelah pemerintah Malaysia diketahui menarik cokelat cadbury Cadbury Dairy Milk Hazelnut dan Cadbury Dairy Milk Roast Almond di Malaysia karena mengandung babi."Badan POM memberikan jaminan terhadap keamanan, mutu, gizi, dan kebenaran label produk pangan yang beredar di Indonesia dengan diterbitkannya nomor izin edar produk pangan yang bersangkutan, yang diawali dengan kode MD untuk produk dalam negeri dan ML untuk produk luar negeri," tulis pernyataan tersebut seperti Liputan6.com kutip dari Pom.go.id, Kamis (29/5/2014)Selain itu, Badan POM juga menegaskan bahwa adanya peredaran produk Bourbon yang diduga mengandung babi, akan diambil langkah-langkah seperti:1. Melakukan penelusuran terhadap produk Bourbon dimaksud, produk yang diduga mengandung babi tersebut sebenarnya adalah keripik kentang bukan biskuit seperti yang diberitakan.2. Berdasarkan data yang ada di Badan POM, produk keripik kentang tersebut terdaftar dengan merek dagang Bourbon (Petit Consomme Potato) yang mer [...]

Polusi Terkait dengan Autis dan Skizofrenia yang Tinggi

Polusi Terkait dengan Autis dan Skizofrenia yang Tinggi

Satu lagi bukti adanya hubungan antara paparan polusi dan autisme serta skizofrenia. Setelah penelitian yang pernah dipublikasikan dalam JAMA Psychiatry menemukan bahwa anak-anak yang tinggal di daerah berpolusi tinggi didiagnosis dengan gangguan perkembangan saraf dan mengarah autisme. Sekarang, peneliti dari University of Rochester menemukan mekanisme biologis yang dapat menjelaskan bagaimana polusi menempatkan orang pada risiko tinggi autisme dan skizofrenia. "Dari sudut pandang toksikologi, sebagian besar fokus penelitian adalah polusi udara pada sistem cardiopulmonary--jantung dan paru-paru. Jadi saya pikir polusi dapat menambah risiko gangguan perkembangan saraf seperti autisme," kata penulis studi yang juga profesor kedokteran lingkungan di University of Rochester, Deborah Cory-Slechta. Penelitian yang diterbitkan dalam Environmental Heath Perspectives mencatat, tikus yang terkena paparan polusi mengalami kritis perkembangan otak. Dalam empat jam selama empat-hari, tikus yang sering terkena polusi mengalami perubahan perilaku. Hal ini jauh bila dibandingkan dengan tikus yang hidup di lingkungan bersih."Kami melihat perubahan dalam tingkat aktivitas dan memori pada laki-la [...]

Sejak 1990, Angka Harapan Hidup Telah Meningkat 6 Tahun

Sejak 1990, Angka Harapan Hidup Telah Meningkat 6 Tahun

Sebuah studi yang dilakukan oleh Global Burden of Disease (GBD) menemukan bahwa angka harapan hidup secara global telah meningkat lebih dari 6 tahun sejak tahun 1990. Dilansir dari Fox News pada Minggu (21/12/2014), hal ini terjadi karena turunnya tingkat kematian akibat kanker dan penyakit jantung di negara kaya, dan turunnya kematian akibat tuberkulosisi, diare dan malaria di negara miskin. "Kemajuan yang kita lihat adalah perlawanan terhadap jenis-jenis penyakit sangat baik, bahkan luar biasa. Meskipun begitu, kita bisa dan harus melakukan yang lebih baik," kata Christopher Murray, profesor kesehatan global di Universitas Washington, AS. Murray juga mengatakan ada peningkatan besar dalam aksi kolektif dan pendanaan untuk menanggulangi penyakit menular yang mematikan seperti diare, campak, TBC, HIV dan malaria. Hal ini berdampak sangat nyata. Namun Murray juga mengatakan bahwa beberapa penyakit kronis telah diabaikan dan menjadi ancaman bagi kehidupan seperti narkoba, sirosis hati, diabetes dan penyakit ginjal. Kematian akibat HIV/AIDS misalnya, telah sangat menurun dibanding tahun 2005. Meskipun begitu HIV/AIDS tetap menjadi penyebab terbesar kematian di 20 dari 48 negara d [...]

Hindarkan Anak Lihat Orang Mabuk di Tahun Baru

Hindarkan Anak Lihat Orang Mabuk di Tahun Baru

Menjelang Tahun Baru, beberapa lokasi akan diramaikan dengan berbagai acara. Bagi keluarga muda, tak ada salahnya lho mengajak putra putri Anda usia balita untuk bepergian ke tempat ramai dengan syarat orangtua mampu memberikan pendampingan dari awal hingga akhir. Sebaiknya orangtua menghindari anak melihat orang-orang yang mabuk di Tahun Baru. "Masa anak-anak adalah masa eksplorasi jadi sebenarnya tak masalah mengajak anak untuk pergi ke tempat ramai. Anak bisa melihat aneka macam hal saat pesta perayaan tahun baru seperti musik, pertunjukkan seni, bertemu orang baru," tutur psikolog anak, Efnie Indiranie, M.Psi saat dihubungi Health-Liputan6.com pada Rabu (31/12/2014). Namun bukan berarti hanya sekadar melihat saja, orangtua wajib mendampingi anak selama pesta perayaan Tahun Baru. "Pendampingan orangtua saat perayaan Tahun Baru wajib dan harus dilakukan," tegas psikolog ini. Pendampingan yang dilakukan misalnya menerangkan mengenai apa yang dilihat anak. Misalnya tentang pertunjukkan seni yang dilihat itu tentang apa, lalu alat musik yang digunakan. Orangtua pun bisa menjelaskan makna filosofis Tahun Baru dan untuk apa merayakan pesta ini. Bahwa pesta ini bukan sekadar hura-hur [...]

Sebaiknya Tarif Dokter untuk Program BPJS seperti Ini!

Sebaiknya Tarif Dokter untuk Program BPJS seperti Ini!

Meskipun tarif untuk membayar puskesmas, klinik atau rumah sakit sudah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan nomor 69 tahun 2013, tapi para dokter menilai tarif ini tidak cukup sesuai dengan kompetensinya.Menanggapi hal tersebut, Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Universitas Indonesia, Prof. dr. Hasbullah Thabrany, MPH, Dr.PH mengatakan bahwa bila ingin dokter melayani dengan baik, biaya yang dikeluarkan memang harus cukup sesuai kompetensinya termasuk biaya yang dikeluarkan untuk ruang praktik serta perawat."Masalahnya kalau yang swasta semua ini bayar sendiri. Maka itu dokter nggak mugkin dapat Rp 8 ribu per kepala kalau rasio 1 dokter harus melayani 3.000 peserta JKN," kata Hasbullah, seperti ditulis Kamis (9/1/2014). Hasbullah menilai, idealnya 1 dokter melayani 3.000 peserta. Bukan yang seperti BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan berikan yaitu 1 dokter banding 5.000 peserta. Terlalu banyak melayani, sementara harga kualitas tidak naik dengan baik."Karena kompetensinya, menurut saya baiknya kapitasi (tarif paket yang berlaku di layanan kesehatan primer) sebesar Rp 15 ribu per kepala untuk dokter klinik yang di dalamnya ada 2 atau 3 dokte [...]

Belum Jelas Penyebab Kematian Jemaah Umrah Asal Bali

Belum Jelas Penyebab Kematian Jemaah Umrah Asal Bali

Kepala Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP (M), DTM&H, MARS mengharapkan jamaah umrah asal Bali berinisial AS (50) yang wafat baru-baru ini bukan karena virus MERS-CoV."Informasi yang saya terima, tidak disertai demam tinggi. Jadi, kita berharap saja, itu bukan MERS-CoV. Kita tunggu saja kabar terbarunya," kata Tjandra Yoga di Ruang Direksi Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta Timur, Rabu (7/5/2014).Bila dibanding dengan pasien yang berasal dari Medan, Sumatera Utara, kata dia menambahkan, jelas sangat berbeda. Sepulang dari Arab, pria itu terlebih dulu mengalami demam tinggi di atas 38 derajat celsius, sampai pada akhirnya meninggal dunia. "Meski begitu, kasus di sana juga belum dapat dikonfirmasi karena MERS-CoV. Sampai detik ini, sampel dahaknya masih dalam pemeriksaan," kata dia menerangkan. [...]

Para Dokter Berkumpul Saling Tukar Ilmu di JIM DACE

Para Dokter Berkumpul Saling Tukar Ilmu di JIM DACE

Demi meningkatkan kemampuan dokter pelayanan primer, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Jaya bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan Jakarta Internal Medicine in Daily Praktice (JIM DACE) di Harris Hotel, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (1/11/2014) Ada pun tujuan dari JIM DACE 2014 adalah untuk memerbaiki kualitas layanan pasien penyakit dalam yang berobat di era Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, dengan pengetahuan yang praktis dan terkini. Dengan begitu, diharapkan mampu melayani pelayanan rujukan ke atas (sekunder/tersier), maupun menangani atau melanjutkan pasien rujukan balik dari fasilitas sekunder/tersier secara baik dan memuaskan. "Bersyukur yang daftar ada 500 orang lebih, namun yang baru hadir 300-an. Dan sebagian besar dari FKUI RSCM," kata dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH. Menurut Ketua Panitia, Dr. Edy Rizal, SpPD, JIM DACE adalah satu model dari kerja nyata yang dilakukan oleh profesi pada pelayanan yang selama ini belum sesuai dengan profesinya. "Selama ini memang kita belum memiliki model," kata Edy menjelaskan. Dengan melakukan pertemuan bersama Dinas Kesehatan, lanjut Edy, maka profes [...]

Satu Pasien Positif Flu Burung di RS Sardjito, Yogya

Satu Pasien Positif Flu Burung di RS Sardjito, Yogya

RS Sardjito Yogyakarta menerima satu pasien positif terkena virus Flu Burung Avian Influenza atau H5N1. Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Paru RS Sardjito, Sumardi pasien awalnya diduga terinfeksi virus avian flu, dan setelah pemeriksaan pasien memang positif mengidap virus flu burung. Pasien berinisial S (39) ini tercatat sebagai warga Kabupaten Bantul. Sumardi menyebut pasien itu masuk ke Sardjito sejak minggu lalu. "Ya ada satu pasien. Masuknya minggu lalu. Warga Bantul," kata Sumardi kepada Liputan6.com Selasa (07/10/2014). Sumardi mengatakan, pasien tersebut saat ini dalam kondisi stabil dan berada di ruang isolasi RS Sardjito. "Kondisinya sekarang sudah stabil karena baru aatu hari langsung ditangani dan dirawat di ruang isolasi," ujarnya.Sumardi menyebutkan walaupun pasien dari Bantul namun lingkungan sekitar pasien sudah dilakukan penelusuran dan tidak ditemukan suspect lain. "Sudah dilacak dan tidak ada yang lain. Tidak ditemukan cuma satu itu aja," ujarnya. (Fathi mahmud) [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *