Menkokesra Minta Pemerintah Audit Sistem Keamanan JIS

jis2.jpg

Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Agung Laksono menilai pemerintah perlu mengaudit sistem keamanan Jakarta International School (JIS) menyusul kasus kekerasan seksual terhadap salah seorang murid berinisial AK (6).

“Kami sudah meminta Menteri Pendidikan Muhammad Nuh agar menetapkan standar yang jelas dalam mengamankan anak didik,” kata Agung Laksono di Jakarta, seperti dikutip dari Antara Kamis (17/4/2014).

Dia menyesalkan sekolah dengan level seperti JIS tidak memberikan pendampingan anak TK ke toilet atau kamar kecil.

“Dengan adanya standar yang jelas, murid yang terlalu lama izin keluar untuk ke toilet dapat dipantau,” katanya.

Standar tersebut juga berlaku untuk seluruh sekolah lainnya guna menghindari aksi kekerasan pelecehan seksual.

Agung Laksono mengharapkan peristiwa ini tidak terulang lagi dan mengimbau masyarakat, orang tua murid bersama jajaran pengajar agar mencegah tindak kekerasan di lingkungan sekolah.

“Bila melihat atau menemukan kecurigaan terjadi kekerasan seksual pada anak untuk tidak takut melapor ke aparat keamanan,” katanya.

Dia meminta aparat kepolisian segera memproses pelaku yang sudah tertangkap sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Pelaku harus dihukum berat agar menimbulkan efek jera,” katanya.

Agung Laksono mengaku sangat prihatin dan mengutuk keras kasus tersebut. “Kekerasan seksual terhadap anak ternyata sudah berulang kali terjadi di sekolah,” katanya.

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Punya Pasangan yang Pengertian Bagus Buat Jantung

Punya Pasangan yang Pengertian Bagus Buat Jantung

Siapa yang tak bahagia memiliki suami atau istri yang mendukung diri Anda. Ternyata, suami atau istri yang pengertian bukan hanya bagus untuk hubungan pernikahan tapi juga untuk jantung.Sebuah penelitian dalam jurnal Psychological Science menunjukkan, suami istri yang yang memberikan perhatian dengan memberikan dukungan atau menerima dukungan berhubungan dengan jantung yang lebih sehat.Seperti dikutip HuffingtonPost, Senin (10/2/2014), peneliti dari University of Utah meneliti 136 pasangan dengan usia rata-rata 63 tahun dan lamanya pernikahan 36 tahun. Para responden ini diberikan pertanyaan yang menunjukkan dukungan suami istri dan kualitas pernikahan. Misalnya, apakah pasangan mereka membantu atau menjengkelkan ketika membutuhkan nasihat atau dukungan.Ternyata, 30 persen peserta mengatakan pasangan mereka memberikan dukungan yang positif. Sementara 70 persen peserta mengatakan pasangannya kadang-kadang membantu dan kadang-kadang menjengkelkan.Kemudian, peneliti memeriksa responden kemungkinan terjadinya pengapuran pembunuh darah (kalsifikasi) arteri koroner, pengerasan arteri, faktor risiko penyakit jantung. Para peneliti menemukan, ketika pasangan menjawa kadang-kadang membantu [...]

Muda, Tampak Sehat Tiba-tiba Jantung Berhenti, Kenapa?

Muda, Tampak Sehat Tiba-tiba Jantung Berhenti, Kenapa?

Meski usia masih muda, tak ada salahnya rutin memeriksakan kesehatan yang mencakup elektrokardiogram (EKG). Terlebih, bila memiliki keluarga dengan riwayat kematian jantung mendadak (Sudden Cardiac Death). Dengan cara sederhana ini, Anda akan terhindar dari kondisi serupa."Jangan tunda skrining bila Anda memiliki anggota keluarga dengan riwayat SCD ini. Usahakan untuk melakukan skrining yang mencakup EKG di bawah usia 35 tahun. Itu jauh lebih baik," kata Ahli Jantung dan Electrophysciologist dari Asian Heart & Vascular Centre, Gleneagles Medical Centre Singapore, Dr. Jeremy Chow, MBBS, MRCP(UK), MRCP(London), M.Med (Int Med), FAMS dalam temu media di Novotel Mangga Dua Square, Jakarta, ditulis Rabu (30/4/2014).Selama ini, kata dia, orang muda kerap menganggap remeh gaya hidup sehat. Merokok dan mengonsumsi alkohol, masih dianggap biasa. Padahal, kematian jantung mendadak mengintai mereka. Memang, sampai saat ini kasus kematian jantung mendadak yang menerpa orang sehat dan berusia muda (di bawah usia 40 tahun) masih terbilang langka. Bukan berarti, serangan itu tidak bisa menghampiri Anda secara tiba-tiba.Dr Jeremy menjelaskan bahwa SCD menggambarkan kematian alami yang tidak te [...]

Mahasiswa UGM Ciptakan Alat Peraga Gigi untuk Tuna Netra

Mahasiswa UGM Ciptakan Alat Peraga Gigi untuk Tuna Netra

Lima orang mahasiswa Universitas Gajah Mada membuat alat peraga gigi berukuran besar. Alat peraga gigi ini sudah dilengkapi sistem elektronik berbasis mikrokontroler. sehingga alat peraga berbahan limbah serbuk kayu ini akan menghasilkan suara secara otomatis jika menyentuh gigi. Gigi tiruan interaktif ini dinamai ?tootells? atau gigi berbicara. Alat ini akan memberikan informasi selama satu menit, dan akan mendengarkan penjelasan mengenai bagian-bagian pada gigi atau penyakit pada gigi seperti email, dentin, pulpa hingga gigi berongga. ?Kelebihan alat peraga gigi yang kita buat ini, selain besar, juga dilengkapai sensor sentuh, salah satu bagian ditekan akan muncul bunyi,? kata Aprialiani Astuti, mahasiswa dari prodi pendidikan Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran Gigi UGM, ditulis Sabtu (17/5/2014).April menyampaikan, alat peraga ini ditujukan untuk kalangan tunanetra sebagai pengenal tentang pentinganya kesehatan gigi dan mulut. Namun tidak menutup kemungkinan alat peraga gigi ini juga sebagai media pembelajaran bagi anak-anak dan orang dewasa untuk lebih tahu banyak kesehatan gigi dan mulut. ?Alat peraga ini bisa jadi altenatif media pembelajaran untuk mempelajari anatomi gigi,? k [...]

Ini Bedanya Dokter Layanan Primer Dengan Dokter Umum & Spesialis di Era JKN

Ini Bedanya Dokter Layanan Primer Dengan Dokter Umum & Spesialis di Era JKN

Memasuki bulan ketiga era Jaminan Sosial yang berlaku sejak 1 Januari 2014, telah banyak perubahan dalam sistem asuransi sosial. Seperti misalnya perubaan pola pembayaran ke pelayanan kesehatan dari fee for service menjadi kapitasi pada Puskesmas dan InaCBGs (Indonesia Case Base Group) pada RS. Tak cukup sampai disitu, pola pelayanan jasa kesehatan pun berubah sesuai tingkatan Fasilitas Kesehatannya. Mulai dari pelayanan kesehatan primer puskesmas) hingga tersier (RS). Hal ini juga otomatis mengubah fungsi seorang dokter karena adanya alih fungsi bagi dokter umum yang melayani pasien di pelayanan kesehatan primer. Karena adanya perubahan tersebut, kini muncul program dokter layanan primer yang disebut-sebut akan setara dan mendapat pengakuan dari dunia medis sebagai spesialis yang akan melayani pasien di layanan primer. Tapi meninjau hal tersebut, jadi apa yang membedakan dokter spesialis, dokter umum dengan dokter layanan primer? Menurut Direktur Utama RS Cipto Mangunkusumo, Dr. dr. Czeresna. H. Soedjono, Sp.PD-KGer, yang membedakan dokter spesialis, dokter umum dan dokter layanan primer adalah kompetensi, area dan pekerjaannya. "Dibanding dokter umum biasa, dokter layanan pri [...]

Kirim SMS Bisa Mematikan Sama Kayak Obesitas

Kirim SMS Bisa Mematikan Sama Kayak Obesitas

Teknologi yang semakin canggih memberikan sejumlah keajaiban dalam kehidupan. Seperti kirim pesan singkat (SMS) yang bisa mempermudah komunikasi. Tapi berhati-hatilah karena kirim SMS bisa membunuh Anda sama seperti obesitas.Berkirim SMS atau menggunakan perangkat mobile dalam jangka panjang bisa menurunkan harapan hidup seseorang. Seorang ahli Chiropraktic meyakini, postur membungkuk ketika menggunakan ponsel atau tablet bisa menyebabkan masalah pernapasan, kardiovaskular di kemudian hari. Posisi membungkuk menyempitkan pernapasan dan aliran darah yang membuat jantung bekerja lebih keras. Inilah yang meningkatkan risiko kematian pada usia yang lebih tua.Penelitian yang dilakukan United Chiropractic Association (UCA) Inggris mengatakan, sikap tubuh yang jelek bisa berisiko besar untuk kesehatan seseorang seperti obesitas. Selain itu, postur tubuh yang condong ke depan saat berkirim SMS, online, mengirim email, dan bermain video game, dan hyperkyphosis, berhubungan dengan penyakit paru dan kardiovaskular.Peneliti menunjukkan, ketika seseorang menundukkan kepalanya dan memutar bahu sambil melihat ponsel atau tablet, maka orang itu akan lebih sulit mengambil napas penuh karena terbata [...]

4 Jenis Pengobatan untuk Atasi Pengeroposan Tulang

4 Jenis Pengobatan untuk Atasi Pengeroposan Tulang

Kala usia mulai menginjak 40 tahun, penyakit osteoarthritis (OA) kerap mengintai. OA merupakan penyakit degeneratif atau penyakit yang terjadi akibat menurunnya fungsi tubuh. Anda yang menderita penyakit ini, tidak perlu khawatir. Ada empat cara pengobatan yang dapat dilakukan untuk menyembuhkannya. Apa saja? Berikut empat jenis pengobatan yang dapat Anda lakukan, seperti yang dijelaskan Konsultan Ortopedi di Mount Elizabeth Novena Hospital Singapura, Dr. Jefrey Chew Tec Hock:Obat Menurut Jefrey, biasanya pemberian obat dilakukan bila penyakit tersebut belum terlalu parah. Hanya saja, pemberian obat tidak memperbaiki masalah.Suntikan Bila selama minum obat pasien merasakan efek buruk yang terjadi pada tubuh, maka dapat melakukan alternatif pengobatan lainnya, yaitu injeksi (suntikan). Suntikan yang diberikan kepada pasien berupa gel, yang berguna mengganti tulang rawan. Fisioterapi Membantu pasien agar dapat menggerakan bagian lututnya. Selama sakit, lutut akan kaku dan dibutuhkan bantuan medis seperti ini.Operasi Kalau penyakit OA pada pasien sudah tergolong parah dan rusak, maka yang dapat dilakukan adalah operasi. Dr. Jefrey mengatakan ada beberapa jenis operasi yang dapat dilak [...]

Obat Terbatas, Pasien Terpaksa Bayar Klaim

Obat Terbatas, Pasien Terpaksa Bayar Klaim

Kisruh tentang mekanisme tranfusi darah di RSUD M Yunus Bengkulu rupanya merembet ke permasalahan lain. Yaitu keterbatasan obat dan lensa pasien yang melakukan operasi katarak.Para pasien BPJS yang dioperasi mata untuk mengangkat katarak di bola matanya harus membeli lensa tersebut dan beberapa jenis obat dengan biaya sendiri.?Kami menerima permintaan klaim pembelian Intra Okuler Lens (IOL) dari pasien yang membeli sendiri. Padahal uang untuk itu sudah include dengan klaim biaya operasi sesuai ddengan INACBG sebesar Rp9 juta untuk satu kali operasi katarak,? jelas koordinator BPJS RSUD M Yunus Drg Jahrotin.Selain ketidaktersediaan lensa IOL, RSUD M Yunus juga tidak menyediakan beberapa jenis obat termasuk obat tetes mata dan benang jahit operasi.?Dalam aturan, semua obat disiapkan pihak rumah sakit dan kami membayar sesuai dengan topup biaya tindakan. Padahal klaim tagihan BPJS rumah sakit ini pada bulan Januari 2014 saja sudah mencapai Rp4,5 miliar,? lanjutnya.Ketika dikonfirmasi, Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD M Yunus Dr Syafriadi mengakui memang pihaknya tidak mampu menyediakan Lensa IOL dan beberapa jenis obat tersebut karena keterbatasan dana.?Item klaim pembelian IOL kami [...]

Anggaran Kesehatan di RAPBN Banyak Dipotong, Nasib JKN?

Anggaran Kesehatan di RAPBN Banyak Dipotong, Nasib JKN?

Meski Alokasi anggaran belanja Pemerintah Pusat pada fungsi kesehatan dalam RAPBN tahun 2015 rencananya mengalami peningkatan sebesar 43,8 persen jika dibandingkan dengan APBNP tahun 2014, namun dibandingkan tahun ini, rencana anggaran Kementerian Kesehatan tahun 2015 justru dipangkas dari Rp 47.476,5 miliar pada 2014 menjadi Rp 47.429,8. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan banyak pihak, mengingat masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang belum tuntas seperti misalnya masalah anggaran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi warga miskin yang dibayarkan pemerintah. Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Kesehatan Ali Gufron Mukti mengatakan bahwa pemerintah baru harus menjalankan setting pemerintah lama, tapi kemungkinan percepatan APBN juga bisa terjadi. "Saat ini istilahnya pemerintah lama sedang dalam tahap transisi. Anggaran kesehatan sudah ada dan untuk biaya premi golongan orang tidak mampu yang dibayarkan pemerintah masih untuk 86,4 juta jiwa," katanya saat acara Focus Group Discussion International Pharmaceutical Manufacturer Group (IPMG) bertema Masa Depan SJSN di Tangan Pemerintah Baru Periode 2014-2019 diWTC, Selasa (19/8/2014). Disamping itu, Wamenkes mengaku optimis jika P [...]

Berkulit Sensitif, Pilih Tabir Surya yang Seperti Apa?

Berkulit Sensitif, Pilih Tabir Surya yang Seperti Apa?

Pemilik kulit sensitif harus lebih hati-hati dalam memilih produk tabir surya. "Sebetulnya, ada bahan-bahan dari SPF (Sun Protection Factor) yang seyogianya harus dihindari. Biasanya tabir surya yang memiliki bahan baku dari bahan-bahan kimia," kata dr. Gloria Novelita, Sabtu (4/10/2014)Sesudah acara peluncuran `Marina Body Essence` di Gedung Tempo Scan, Jakarta, beberapa hari lalu, Ahli Perawatan Kulit dari Beyoutiful Aesthetic Clinic, Jakarta, ini menyarankan, agar sewaktu membeli produk tabir surya, kita mengecek bahan apa saja yang tertera di bungkus tersebut."Kalau yang alami, bahan yang digunakan adalah Micronaise Titanium Oksit, itu aman. Sedangkan bahan kimia, biasanya yang digunakan bahan-bahan yang iritan, dan harus dihindari," kata Gloria menambahkan.Pun bagi individu yang memiliki wajah berjerawat, pilihlah tabir surya yang bersifat cair atau losion. Karena umumnya, bahan aktif membuat tabir surya diformulasikan dengan minyak."Sifatnya oily. Jadi, formulasi tabir surya untuk wajah, harus disesuaikan dengan jenis kulit kita," kata Gloria menerangkan. [...]

Berdiri 3 Jam Setara dengan Lari Maraton

Berdiri 3 Jam Setara dengan Lari Maraton

Jika Anda kesulitan mendapatkan waktu untuk beroalahraga atau ke gym, mungkin ini kabar baik bagi Anda. Karena seorang pakar olahraga di Inggris menyebutkan kecenderungan kesehatan antara orang berdiri dengan pelari maraton. Ia adalah Konsultan latihan di Institute of Sport, Exercise and Health, Dr Mike Loosemore. Mike percaya, latihan kecil dapat berdampak bagi kesehatan. Maka itu, tidak heran bila semua orang disarankan untuk melakukan olahraga selama 30 menit secara rutin.Tapi sayangnya, kata Mike, saran itu hanya diikuti oleh sekitar 7 persen pria dan 4 persen wanita di Inggris. Sebagiannya gagal dan sisanya olahraga seminggu sekali. "Pesan yang saya ingin sampaikan adalah aktivitas fisik kecil sekalipun, akan berdampak besar bagi kesehatan. Dan bahkan hanya berdiri. Dengan berdiri, semua otot-otot kecil di kaki akan berlatih," katanya pada Dailymail, Sabtu (21/6/2014). Mike juga menyampaikan bahwa berdiri tiga jam sehari, lima hari seminggu setara dengan berlari maraton 10 kali dalam setahun. Caranya? bisa Anda modifikasi sendiri. Misalnya saat akan berangkat ke kantor atau jika Anda memiliki waktu luang di rumah.Dr Loosemore, yang juga memimpin Sport Medic untuk tim tinju GB [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *