Obat Herbal, Tidak 100 Persen Aman

mentjos-3-130910.jpg

Kebanyakan masyarakat menganggap obat herbal dalam bentuk jamu, jamu godokan, atau kapsul racikan bisa mengobati berbagai jenis penyakit. Tak sedikit pula yang menganggap obat herbal lebih aman dibanding obat berbahan kimia sintetik.

“Tidak benar bila dikatakan obat herbal 100 persen aman. Tapi, `relatif` aman dibanding obat kimia,” kata Kepala Poliklinik Komplementer Alternatif RSU dr. Soetomo, Surabaya, dr. Ariyanto Jonosewojo, Sp.PD dalam acara ‘The 1st Health Natural Wellnes Symposium’ di Hotel Ritz-Carlton, Kuningan, Jakarta, Sabtu (5/4/2014)

Maksudnya, khasiatnya tergantung dari jenis obat herbal yang dikonsumsi. “Kalau isolat atau zat aktif dari obat herbal ini diambil, maka efeknya sama seperti obat-obat kimia,” kata dia menambahkan.

Berbicara soal obat, apa pun jenisnya, sudah pasti semua itu memiliki efek samping. Dan pasien harus ingat, kalau satu jenis obat, ada yang cocok untuk orang tertentu tapi belum tentu cocok untuk pasien lainnya.

Misalnya, dalam pemberian metformin pada penyandang diabetes. Memang, metformin merupakan obat diabetes. Hanya, tidak semua cocok untuk mengonsumsinya.

“Pasien A memang diabetes, maka bisa diberi obat ini. Lalu pasien B, yang terkena diabetes dengan gangguan ginjal dan pasien C diabetes dengan gangguan vaskular, maka tidak akan cocok diberikan obat ini,” kata dia menerangkan.

Dalam pemakain obat herbal pun seperti itu. Misalnya, bawang putih. Menurut Arijanto, bawang putih berguna untuk menurunkan gula darah, kolesterol, lemak, dan mengencerkan lemak. Selagi kita tidak punya masalah kesehatan lainnya, maka sangat bagus.

“Tapi harus diingat, kalau kita sering memakai bawang putih dan ke dokter gigi mau cabut gigi, ada baiknya pasien memberitahu hal tersebut. Karena, kalau kita tidak memberitahu, maka pendarahan tidak akan berhenti-henti, dan waktu pembekuan darah akan lama,” kata Arijanto.

Maka itu, saat ini dokter gigi sering bertanya pada pasien apakah pasien menggunakan obat herbal atau tidak. Biar penanganannya lebih tepat.

Contoh lain, misalnya temulawak. Bukan tidak mungkin konsumsi temulawak selalu aman seberapa pun banyaknya. Tidak semua pasien dapat mengonsumsi temulawak dengan dosis tinggi, terlebih pasien yang mengalami kondisi tertentu seperti penderita batu ginjal.

Maka itu, aman atau tidaknya obat herbal ini, tergantung dari masing-masing pasien (individual). Karena, bisa saja pada pasien A aman, pada pasien B tidak aman.

“Tapi, dosis yang terkandung pada obat herbal tidak sebesar obat kimia. Cuma saya katakan walaupun natural, bukan berarti 100 persen aman,” kata dia menekankan.

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Dokter Makin Ragu Ganja Bisa Jadi Obat yang Aman

Dokter Makin Ragu Ganja Bisa Jadi Obat yang Aman

Setelah beberapa waktu sempat ada penelitian tentang manfaat ganja bagi penderita radang sendi (Artritis reumatoid), kini peneliti lain bersikeras menganggap bahwa ganja sama sekali tidak memiliki manfaat kesehatan. Seperti dikutip laman Everydayhealth, Jumat (7/3/2014) sejumlah ahli kini menyatakan tidak menyarankan penggunaan ganja bagi penderita nyeri artritis karena penelitian sebelumnya kurang terbukti kuat. Seperti disimpulkan oleh penulis studi Mary-Ann Fitzcharles, MD dan rekan, dalamkajian studi pengobatan ganja yang diterbitkan dalam Arthritis Care & Research. Peneliti juga menyebutkan tentang manfaat ganja yang belum bisa dibenarkan secara medis karena kurangnya data, ketersediaan terapi dan potensi bahaya seperti kecanduan. Sebelumnya, satu studi menemukan bahwa 80 persen pengguna ganja medis di klinik pengobatan sendi di AS menggunakan ganja untuk mengobati nyeri myofascial, nyeri yang memengaruhi otot dan jaringan. Begitu pula di Kanada, sekitar 65 persen mengatakan tenaga medis menggunakan ganja sebagai obat untuk arthritis parah. Hal inilah yang membuat pro dan kontra antara para ahli Arthritis dan pasien. Seorang rheumatologist (dokter ahli rematik) di Wash [...]

Selain Lavender, Ini 3 Aromaterapi yang Bikin Tidur Lelap

Selain Lavender, Ini 3 Aromaterapi yang Bikin Tidur Lelap

Aroma lavender sudah dikenal luas bisa membantu seseorang lelap tertidur. Namun, di luar aroma tersebut masih tiga aroma lain yang membuat tidur lebih pulas. Berikut tiga aroma yang membuat tidur lebih nyenyak seperti dilansir Canadian Living, Jumat (19/9/2014). 1. ChamomileAroma bunga chamomile dikenal mampu meredakan ketegangan dan membuat rileks tubuh dan pikiran sehingga membuat tubuh nyaman. 2. Bunga melatiHarumnya aroma bunga melati dapat menenangkan pikiran yang sedang kalut. Juga bisa membantu mengatasi perasaan cemas dalam diri seseorang. Bahkan dalam sebuah studi yang dilakukan asisten profesor psikologi Dokter Bryan Raudenbush dari Wheeling Jesuit University mengungkapankan bahwa aroma bunga melati membuat tidur lebih dalam. Dampaknya, pada keesokan hari mata lebih waspada terhadap sekitar. 3. VanilaAroma manis ini tak membuat kue jadi lezat. Aroma vanila telah lama dikenal sebagai antidepresan yang memberikan rasa tenang. Selain itu digunakan juga untuk membantu terapi mereka yang ingin menurunkan tekanan darah. Bahkan, sebuah studi di Memorial Sloan Kettering Hospital di New York pada tahun 90-an mencoba untuk menguji kebenaran ini. Hasilnya, sebanyak 63 persen pa [...]

9 Alasan Kenapa Liza Natalia Doyan Ngemil Seledri

9 Alasan Kenapa Liza Natalia Doyan Ngemil Seledri

Seperti Jennifer Aniston dan Gwyneth Paltrow, aktris dan instruktur zumba Liza Natalia ternyata gemar mengonsumsi seledri sebagai kudapan. Menurut pemeran FTV Enyak Gue Dangduter ini, seledri memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. "Saya suka nyemil seledri yang batangnya besar, dipake mayonaise. Enak banget itu. Kalau mau pakai saus sambal juga enak. Itu kan cemilan bermanfaat yang bisa bantu tingkatkan daya tahan tubuh, detoks, banyak deh manfaatnya," kata wanita kelahiran Jakarta, 18 Februari 1976 pada Liputan6.com. Sebelumnya, para pakar kesehatan setuju bahwa seledri memiliki banyak manfaat kesehatan. Seperti dikutip Care2, Selasa (13/5/2014) misalnya, beberapa manfaat seledri sebagai berikut: 1. Mengandung sedikit kalori Satu tangkai besar mengandung hanya 10 kalori. Jadi, tunggu apalagi tambahkan seledri ke dalam daftar belanjaan Anda dan menikmatinya di salad atau sup. 2. Seledri mengurangi peradangan Jika Anda menderita nyeri sendi, infeksi paru-paru, asma, atau jerawat, makan lebih banyak seledri akan sangat membantu. 3. Mengurangi stres Ya, mineral dalam seledri, terutama magnesium, dan minyak esensial di dalamnya pernah diteliti dapat menenangkan sistem saraf ya [...]

5 Jenis Tanaman Obat Herbal yang Cocok di Pekarangan Rumah

5 Jenis Tanaman Obat Herbal yang Cocok di Pekarangan Rumah

Obat herbal merupakan salah satu alternatif pengobatan saat ini. Dengan harganya yang relatif lebih murah dari obat-obatan biasa dan efek sampingnya yang lebih rendah, obat herbal semakin banyak diminati. Nah, bagaimana kalau pekarangan rumah Anda ditanami tanaman herbal? Pasti menarik sekaligus menjadikan keluarga Anda selalu sehat. Berikut 5 jenis tanaman herbal yang dapat di tanam di pekarangan rumah seperti dilansir The Self Sufficient Living, Kamis (9/10/2014). 1. Aloe Vera Tanaman aloe vera atau lidah buaya hanya membutuhkan tanah yang lembab dan cahaya matahari yang cukup untuk dapat tumbuh. Diantara manfaat dari tanaman ini adalah dapat menyembuhkan luka bakar dan luka-luka luar lainnya. 2. Marigold Iklim Indonesia sangat mendukung tumbuhnya tanaman ini. Tanaman yang mirip bunga matahari ini memiliki manfaat untuk mengobati gigitan serangga, sakit mata, hingga demam. 3. Ubi Tiongkok Selain enak dimakan saat hangat, ubi juga berguna untuk mengobati batuk kering, pencernaan yang buruk, diabetes, hingga sengatan ular dan kalajengking. 4. Lemon Daun lemon memiliki bau mint yang khas. Manfaat daun lemon diantaranya adalah untuk mengobati gigitan nyamuk, luka dan herpes. [...]

Manfaat Daun Mint untuk Kesehatan

Manfaat Daun Mint untuk Kesehatan

Selain sebagai penyegar napas, daun mint juga dikenal sebagai herbal yang memiliki sejumlah manfaat kesehatan. Maka itu, jangan bila Anda perhatikan sejumlah produk mengandung mint seperti pasta gigi, permen karet, penyegar nafas, permen dan inhaler. Alasan di balik ini semua sebenarnya karena daun mint bisa membunuh bakteri jahat. Selain itu, daun mint juga memiliki manfaat lain, seperti dikutip Boldsky, Rabu (5/11/2014) berikut ini: 1. Mengatasi alergi Daun mint mengandung antioksidan yang dikenal sebagai asam rosmarinic. Asam ini efektif dalam mengurangi gejala alergi musiman. 2. Mengobati batuk Pada daun mengandung menthol. Menthol adalah dekongestan alami yang membantu untuk memecah dahak dan lendir. Dengan demikian mengonsumsi mint secara rutin dapat membersihkan rongga hidung.3. Mengatasi masalah pencernaan Manfaat kesehatan lain dari daun mint adalah meningkatkan aliran empedu sehingga dapat mengatasi masalah pencernaan.4. Mengatasi Morning Sickness untuk ibu hamil Daun mint sering digunakan untuk meringankan mual ibu hamil di trimester pertama. [...]

30 Ribu Lebih Pasien yang Sudah Berobat di Klinik Jamu

30 Ribu Lebih Pasien yang Sudah Berobat di Klinik Jamu

Jumlah pasien yang berobat ke Klinik Saintifikasi Jamu Hortus Medicus terus meningkat. Sejak beroperasi pada 2007, tercatat sudah lebih dari 30.000 pasien yang memilih untuk berobat ke klinik yang masuk kategori Klinik Tipe A.Meski seperti kucing beranak, karena harus berpindah tempat sebanyak tujuh kali, namun Klinik Saintifikasi Jamu Hortus Medicus tak kehilangan pasien. Pasien terus bertambah tidak hanya yang berasal dari Indonesia saja, masyarakat di Malaysia dan Singapura pun sudah ada yang menjadi pasien di sana.Koordinator Klinik Saintifikasi Jamu Hortus Medicus, dr. Danang Ardianto, mengatakan, dilihat dari jumlah pasien sepanjang lima tahun terakhir, periode 2009 sampai 2014, selalu terjadi peningkatan. Bila pada 2009 hanya 4.982 orang, pada 2014 menembus angka 36.516 orang pasien."Dulu kita tepuk nyamuk. Pasien itu dua, tiga, empat, sekarang sudah jauh meningkat. Setiap hari, klinik ini sudah melayani 150 sampai 200 orang pasien," kata dia kepada sejumlah wartawan yang ikut dalam Saintifikasi Bahan Herbal Media Trip Bersama SOHO Global Health`, di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (10/12/2014).Klinik Saintifikasi Jamu Hortus Medicus adalah bentuk nyata dari Keme [...]

Jamur Cordyceps, Mengatasi Gangguan Napas Hingga Impotensi

Jamur Cordyceps, Mengatasi Gangguan Napas Hingga Impotensi

China sangat dikenal dengan pengobatan herbalnya. Berbagai jenis pengobatan lahir di sana. Salah satu tumbuhan yang bermanfaat untuk pengobatan itu adalah cordyceps. Cordyceps (juga disebut dengan Cordyceps sinensis) merupakan jamur yang tumbuh liar di daerah Barat Daya Cina. Dalam bahasa China, tumbuhan tersebut dinamakan Dong Chong Yia Cao atau winter warm summer grass, yang berarti herbal musim dingin dengan kehangatan musim panas. Cordyceps merupakan herbal yang sering digunakan pada pengobatan Cina. Tumbuhan tersebut umumnya ditemukan pada ketinggian 10.000 kaki di atas permukaan laut di Cina, Tibet, dan Nepal. Namun, cordyceps liar yang berasal dari Tibet yang disebut-sebut sebagai tumbuhan terbaik. Mengandung Nukleotida Secara umum, jamur yang diambil dan dimanfaatkan biasanya dikumpulkan dari jamur liar. Beberapa literatur menunjukkan bahwa cordyceps liar sangat kaya akan beberapa komponen penting. Namun, kandungan aktif tersebut justru berbeda pada cordyceps yang telah dibudidayakan. Karena itu, cordyceps dibiarkan tumbuh secara liar dan tidak dibudidayakan seperti jamur atau tanaman obat lainnya. Karena liar dan jumlah yang sangat jarang serta sulit ditemukan membu [...]

Hidangan Jamu Gantikan Teh Manis dan Kopi di Kantor Menkes

Hidangan Jamu Gantikan Teh Manis dan Kopi di Kantor Menkes

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia secara perlahan mengganti sajian teh manis dengan jamu tradisional. Menteri Kesehatan, Prof. Dr. dr. Nila F Moeloek, Sp.M(K), mengatakan,"Kami sudah memulai melakukan itu." Ditemui sesudah pengukuhan Dr. dr. Lestari Handayani, M.Med sebagai Profesor Riset ke-11 di Ruang J. Leimena, Gedung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jl. H.R Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Senin (24/11/2014), Menkes menjelaskan bahwa pihaknya telah meminta untuk minuman seperti teh manis dan kopi diganti dengan jamu tradisional. "Saya sudah merasakan manfaat dari minuman jamu tradisional, dan itu cukup hangat di tubuh," kata Menkes. Menkes, menjelaskan, tindakan sederhana dengan manfaat luar biasa ini telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. Terlebih pada pekan lalu, telah ditanam 100 lebih jenis tanaman herbal di lantai 4 gedung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. "Yang membeli bibit dan menanam adalah ibu-ibu dari Persatuan Kementerian Kesehatan," kata Menkes. Tidak hanya mengganti teh manis dan kopi dengan jamu tradisional saja, di Kemenkes juga telah mengganti camilan dengan buah-buahan lokal yang segar. [...]

Obat yang Berguna untuk Sembuhkan Pecandu Alkohol

Obat yang Berguna untuk Sembuhkan Pecandu Alkohol

Demi membantu para pecandu minuman keras menghentikan kebiasaannya, National Health Service (NHS) menawarkan sejenis obat sekali minum yang bermanfaat untuk mengekang rasa candu tersebut. Saat ini, obat dengan jenis Namefene sedang diuji di National Institute of Health and Care Excellence (Nice).Dengan adanya Namefene, produsen obat Lundbeck memprediksi, akan membawa keuntungan bagi 600.00 jiwa di seluruh Inggris dan Wales, yang merasa sulit untuk lepas dari kebiasaan buruk tersebut. Para ahli mengatakan, obat yang bermanfaat untuk membantu para pecandu mengurangi rasa candunya terhadap alkohol dengan mengendalikan mekanisme di dalam otak, bisa didapatkan bila mereka meminta resep pada dokter. Direktur Teknologi Kesehatan Evaluasi Centre Nice, Profesor Carole Longson, mengatakan bahwa kecanduan alkohol adalah masalah yang serius bagi hampir seluruh masyarakat di London dan Wales. "Mereka yang bisa diresepkan Nalmefene merupakan langkah awal bagi pecandu untuk berjuang melawan kecanduannya terhadap minuman keras, dengan mengunjungi dokter terlebih dulu, dan mengambil obat ini dalam program terapi yang sedang dijalaninya," kata Carole seperti dikutip Daily Mail, Kamis (10/7/2014) [...]

Mengenal Jenis-Jenis Jahe Dan Pengolahan Jahe Untuk Kesehatan

Mengenal Jenis-Jenis Jahe Dan Pengolahan Jahe Untuk Kesehatan

Jahe merupakan salah satu jenis tanaman rimpang yang biasa digunakan sebagai obat-obatan tradisional yang mudah ditemui. Jahe juga merupakan salah satu jenis rempah-rempah yang biasa dimasukkan dalam masakan sebagai bahan peyedap bumbu masakan dan masih banyak lagi pemanfaatan tanaman jahe yang dapat diperoleh. Jenis tanaman ini bisa ditemui pada lahan dengan kontur tanah yang gembur dan subur seperti dilahan persawahan atau ladang. Tanaman ini memiliki daun yang lebar dan panjang seperti halnya rumput liar. Jahe dapat hidup secara liar maupun dipelihara karena hanya dengan tanah yang subur dan memiliki cukup air maka tanaman ini sudah mampu bertahan hidup dan berkembang dengan baik. Jahe sendiri hidup berkembang didalam tanah yang menyerupai jenis umbi-umbian dengan kedalaman sekitar 5 cm didalam tanah. Untuk mengenal tanaman jahe lebih jauh, perlu anda tahu bahwa jahe memiliki beberapa jenis yaitu jahe merah, jahe putih (jahe emprit), dan jahe gajah. Jahe merupakan jenis tanaman yang memiliki nama latin yaitu Zingiber Officinale, dalam kategori ini jahe memiliki beberapa jenis jahe antara lain : 1. Jahe putih (jahe emprit) Jahe putih merupakan jenis jahe yang biasa kita [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *