Pasien Kanker Melonjak, RS Dharmais Kurang Tempat Tidur

099272100_1410255808-dharmais.jpg

Sebagai Rumah Sakit rujukan nasional yang menangani pasien kanker, RS Kanker Dharmais ternyata masih kewalahan untuk masalah tempat tidur. Pasalnya, waiting list pasien saja per harinya mencapai 100-400 tempat tidur.

Seperti disampaikan Direktur Utama RS Kanker Dharmais dr. Sonar Soni Panigoro, SpB(K)Onk, M.Epid bahwa kekurangan tempat tidur ini tentu memengaruhi efektifitas seperti kemoterapi.

“Pasien kemo yang tidak ada tempat, terpaksa cari tempat lain. Ini yang dikhawatirkan karena kanker tidak seperti bibir sumbing yang dibiarkan akan tetap seperti itu. Penyakit ini menjalar terus dan merusak organ. Mutlak harus ada penanganan khusus,” kata Sonar saat ditanyai wartawan saat acara kunjungan kerja Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi ke RS Jantung Harapan Kita, Jakarta, ditulis Selasa (9/9/2014).

Meski begitu, kata Sonar, permasalahan kurangnya tempat tidur ini bukanlah hal yang mudah diatasi lantaran penyebaran dokter belum merata (masih terpusat di Jawa) dan belum adanya pusat penanganan kanker di daerah. Hal demikian juga terjadi di negara lain seperti Inggris.

“Negara manapun kalau sudah menyangkut ‘Bed’ susah. Kemanapaun daftar nggak bisa langsung masuk. Di Inggris misalnya, ada juga waktu tunggu nggak bisa langsung operasi, sebulan nunggu juga bagus padahal mereka udah tertata dengan baik,” jelasnya.

Yang bisa dilakukan saat ini, menurut Sonar adalah memberikan masyarakat pengertian bahwa pencegahan dan pemeriksaan dini itu penting.

“Datanglah dalam keadaan dini, misalnya periksa payudara sendiri. Karena 70 persen pasien datang dalam stadium lanjut. Alasannya macam-macam, ada yang berobat kemana dulu. Sangat disayangkan, selain biaya pengobatan mahal, keberhasilannya juga kurang,” tegasnya.

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Cara 10 Pemain Piala Dunia Brasil 2014 Jaga Kesehatannya

Cara 10 Pemain Piala Dunia Brasil 2014 Jaga Kesehatannya

Pemain sepak bola top berkumpul dalam ajang Piala Dunia Brasil 2014. Dalam pagelaran akbar sepak bola empat tahun sekali tersebut, mereka berusaha menampilkan segala kemampuannya. Tidak sedikit waktu mereka habiskan untuk berlatih, demi performa maksimal. Tapi, bila para pemain bola tersebut tidak memerhatikan stamina dan daya tubuhnya, apa yang mereka latih selama itu tidak artinya.Berikut daftar 10 pemain top Piala Dunia Brasil 2014 dalam menjaga kesehatannya dan latihan apa saja yang mereka lakukan demi hasil yang maksimal, seperti dikutip Health Me Up, Sabtu (12/7/2014) Lionel MessiPemain Argentina satu ini memiliki jenis latihan yang dibagi dua. Di mana salah satunya dengan daya dorong instan dan kecepatan linear, sedangkan yang kedua berkaitan dengan gerakan ke arah yang berbeda.Latihan pertama : Messi biasanya melakukan peregangan yang meliputi gerakan melompat jongkok, melompat penuh rintangan, dan skipping. Semua bagian dari latihan ini meliputi fleksibilitasLatihan kedua : Di latihan kedua yang dilakuan pemain yang tergabung dalam klub Barcelona tersebut meliputi pollar skip, forward lunge dan multi directional lunge, dan diakhiri dengan lari sekitar 10 menit.Untuk pol [...]

7 Alasan Anda Perlu Marah

7 Alasan Anda Perlu Marah

Orang akan melakukan berbagai cara untuk bahagia. Tapi, kebahagiaan bukan berarti Anda harus menyembunyikan kemarahan Anda. Ada kalanya Anda perlu melepaskan kemarahan Anda ketika perlu. Tapi, bukan berarti Anda harus memaksakan diri untuk marah atau menjadi pemarah. Pernahkah Anda diberitahu untuk tetap tenang dalam menanggapi sesuatu hal, bukannya bereaksi? Untuk waktu singkat itu oke-oke saja. Tapi, marah juga diperlukan. Ini merupakan emosi yang harus digunakan dan tak ditekan.Dawn Rosenberg McKay, penulis The Everything Practice Interview Book, mengatakan, kemarahan merupakan emosi yang menjadi reaksi terhadap ancaman nyata. Secara fisiologis, marah membuat jantung berdetak cepat, pipi memerah, dan rahang mengepal.Menurutnya, kemarahan bisa menimbulkan rasa sakit hati. Hal ini juga bisa membuat seseorang kurang produktif di tempat kerja karena menyebabkan stres yang pada gilirannya menyebabkan sakit dan absensi."Kita harus belajar untuk menggunakan energi yang diciptakan oleh kemarahan kita dengan cara yang positif," katanya.Berikut beberapa alasan Anda harus marah seperti dilansir LifeHack, Minggu (18/5/2014):1. Ketika seseorang yang Anda cintai meninggalAda beberapa orang y [...]

Tinggal di Daerah Dingin Bikin Anda Gampang Kegemukan

Tinggal di Daerah Dingin Bikin Anda Gampang Kegemukan

Orang-orang yang tinggal di iklim dingin mudah obesitas (kegemukan), Masa sih?. Kondisi tubuh di iklim dingin membuat bakteri usus meningkat dan terkait sekali dengan munculnya obesitas. Demikian setidaknya catatan yang tertulis dalam Biology Letters Royal Society Journal. "Manusia memiliki usus penuh bakteri untuk membantu mencerna makanan dan studi terakhir telah mengaitkan peningkatan proporsi bakteri dari kelompok Firmicutes obesitas dan penurunan proporsi dari kelompok Bacteroidetes," kata Kandidat Doktor bidang Biologi Integratif dari Universitas California, Barkeley, Taichi Suzuki.Menurut Suzuki orang yang telah terbiasa hidup di iklim dingin maka akan mudah menyesuaikan massa tubuhnya. "Apa yang saya temukan adalah populasi manusia yang tinggal di daerah dingin memiliki komposisi mikroba yang terkait dengan obesitas," kata Suzuki dikutip dari Redorbit, Senin (17/2/2014).Suzuki mempelajari mikroba usus tikus dari Amerika Utara dan Selatan untuk mengkonfirmasi korelasi ini dan mengatakan pola yang sama ditemukan juga pada manusia."Tikus yang tinggal di tempat dingin lebih berat dan memiliki mikroba obesitas dan ini juga terjadi pada manusia," jelas Suzuki. Selanjutnya Suzuki [...]

Cegah Obesitas, Michelle Obama Imbau Anak Makan Siang Sehat

Cegah Obesitas, Michelle Obama Imbau Anak Makan Siang Sehat

Ibu negara AS, Michelle Obama sepertinya tidak main-main dalam memerangi epidemi obesitas. Setelah sempat mengampanyekan perbanyak minum air putih, belum lama ini ia menghimbau anak-anak untuk makan siang sehat dengan buah dengan gerakan Let's Move!."Michelle Obama memang tengah memerangi obesitas sementara suaminya, Barrack Obama kemarin menerbitkan aturan baru yang mengharuskan restoran menyertakan jumlah kalori pada setiap menunya," tulis laporan Independent, Rabu (3/12/2014). Kampanye ini juga ternyata menjadi perhatian orangtua untuk semakin mengenalkan makanan sehat seperti buah, sayuran dan gandum untuk makan di sekolah, termasuk pembatasan jumlah sodium, gula dan lemak. Kesadaran hidup sehat ini memang bukan serta merta diajukan Presiden, sebab beberapa waktu lalu, sejumlah orangtua mengeluhkan makanan yang tidak sehat. Direktur eksekutif Let's Move, Sam Kass, mengatakan batas maksimum makan anak usia 10 - 17 tahun adalah 850 kalori.Gara-gara kampanye perangi obesitas ini, kini murid setara SD-SMP di AS gencar memposting foto makanan sehat mereka dan membaginya di Twitter dengan hashtag #ThanksMichelleObama. [...]

Orang Miskin Cenderung Konsumsi Makanan Tak Sehat?

Orang Miskin Cenderung Konsumsi Makanan Tak Sehat?

Pergeseran budaya dalam mengonsumsi makanan bergizi sepertinya masih menjadi hambatan bagi masyarakat Indonesia untuk sehat. Coba saja, saat Anda akan memilih mana, makan sehat atau makan enak? (Baca: Efek Kurang Gizi Bisa Sampai 100 Tahun)Menurut staf khusus Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dr Pinky Saptandari, MA, sebagian besar masyarakat pasti lebih memilih makan enak dibanding sehat. Ini karena promosi makanan instan atau fast food sangat baik. Yang jadi masalah, orang miskin pun akan berusaha untuk mengonsumsi makanan tidak sehat."Orang miskin akan mengonsumsi makan tidak sehat karena tuntutan gaya hidup modern. Pergeseran budaya yang membuat anak Indonesia mengalami gizi buruk ini membuat kita selalu tertinggal," kata Pinky saat ditemui dalam acara seminar Nutritalk di Yogyakarta, ditulis Selasa (2/9/2014).Pinky menerangkan, pernah suatu ketika ia bertemu dengan seorang warga miskin yang sangat peduli gizi dan ingin anaknya sehat dan cerdas. Namun karena harga ikan mahal, ia memanfaatkan ikan sisa yang dijual penjual ikan sehingga harganya lebih murah. Tak cukup sampai disitu, orangtua ini juga selalu berupaya untuk memasak sayuran yang harganya relatif [...]

Mahasiswi Korban Sitok Srengenge Melahirkan Anak Perempuan

Mahasiswi Korban Sitok Srengenge Melahirkan Anak Perempuan

Mahasiswi korban asusila penyair Sitok Srengenge akhirnya melahirkan anak perempuan pada Jumat 31 Januari 2014 pukul 21.15 WIB. RW (22 tahun) melahirkan dengan cara normal dalam usia kandungan hampir 35 minggu."Sudah lahir, kondisi ibu baik, persalinannya normal. Bayinya perempuan sehat, lahir Jumat malam ini jam 21.15 WIB," kata kuasa hukum RW, Iwan Pangka ketika dihubungi Liputan6.com, Jumat (31/1/2014).Saat proses melahirkan, RW didampingi orangtua, saudara, pengacara dan sahabat-sahabatnya. Iwan menolak memberitahukan Rumah Sakit tempat RW melahirkan karena alasan korban butuh perlindungan.Sebelum masa kelahiran, RW terus didampingi psikolog karena kondisi mentalnya yang drop. Mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Indonesia itu harus selalu dikuatkan mentalnya dari dukungan keluarga dan teman-teman terdekatnya agar siap menerima kelahiran sang bayi.Seperti pemberitaan di media, lewat kuasa hukumnya, RW mengaku tidak sudi dinikahi pelaku."Ini klien kami korban perkosaan lho. RW tidak sudi dinikahi pelaku karena keberadaannya menghancurkan korban. Namun untuk anak yang ada di kandungannya, sejauh ini RW siap menerima kelahiran anaknya," kata Iwan dalam perbincangan seb [...]

`Zombi` Kampanye Bahaya Tembakau

`Zombi` Kampanye Bahaya Tembakau

Ada yang beda pada car free day pagi ini di Renon, Denpasar. Terlihat beberapa `zombi` menyeramkan berbaur dengan warga di taman kota lapangan Renon. Layaknya zombi asli, mata mereka seakan keluar. Mulut mereka dipenuhi dengan darah. Zombi yang menyeramkan itu berjalan mengelilingi Museum Bajra Sandhi, Renon, Denpasar. Uniknya, mereka menggunakan baju dari kotak besar menyerupai bungkus rokok yang diubah menjadi sebuah baju kotak besar. Anda jangan takut dulu, zombi-zombi itu bukan zombi asli, melainkan zombi yang tengah mengikuti kampanye anti tembakau.Pengguna jalan pagi itu tampak menikmati pemandangan itu. Tampak juga beberapa anak kecil ketakutan karena melihat sosok zombi-zombi yang menyeramkan itu. Namun tak sedikit pula di antara mereka malah berfoto bersama para zombi itu. Dengan ulah menggoda, mereka sengaja menakut-nakuti para pengguna jalan pagi ini.Juru bicara Bali Tobacco Control, Titi Suharyati mengatakan, bahaya dari asap rokok itu sangat berdampak buruk buat tubuh manusia. Apalagi, kata dia, sekarang sudah jelas terlihat generasi-generasi muda kita sudah banyak yang terbiasa menghisap asap tembakau. Maka, ia menuturkan, akan rajin mengkampanyekan anti tembakau di B [...]

Remaja RI Bisa Jadi Penyelamat Hentikan Kebiasaan Merokok

Remaja RI Bisa Jadi Penyelamat Hentikan Kebiasaan Merokok

Remaja Indonesia bisa dijadikan agen perubahan di bidang kesehatan. Terutama untuk membantu teman atau orang di sekitarnya dalam menghentikan kebiasaan merokok."Bukan hanya remaja dari orangtua non perokok. Anak-anak dari orangtua yang perokok pun dapat dijadikan agen perubahan. Akan lebih bagus kalau mereka mampu mengubah kebiasaan orang di sekitarnya," kata Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Dr. Ekowati Rahajeng dalam acara `1st ICTOH 2014` di Royal Hotel Kuningan, Jakarta, Sabtu (31/5/2014)Bahkan bagi remaja yang memiliki pacar bisa menjadikan momen pacaran untuk menjelaskan pada pasangannya agar menghentikan kebiasaan merokoknya. Cara ini dapat dijadikan perhatian kecil untuk masa depan yang lebih baik. "Jadi bilang sama pacarnya `Kalau masih sayang sama aku, berhenti dong merokoknya`," kata dia menambahkan.Ke depannya Kementerian Kesehatan RI berencana menerapkan adanya tim khusus pengawasan merokok di sekolah agar kebiasaan ini tidak terjadi di lingkungan belajar mengajar. Bagaimana pun, kebiasaan ini harus segera dihentikan. Jika didiamkan terus menerus maka akan menjadi candu. Kalau sudah menjadi candu akan susah menghentik [...]

Bayi Lebih Tanggap Suara Ibu daripada Ayah

Bayi Lebih Tanggap Suara Ibu daripada Ayah

Sebuah penelitian terbaru menemukan hal yang menarik. Ilmuwan menemukan, anak laki-laki dan perempuan memiliki cara berbeda dalam menanggapi suara orangtuanya. Seperti dikutip Time, Senin (3/11/2014), pemimpin studi yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics, Dr Betty Vohr melakukan penelitian menggunakan alat perekam kecil yang disebut LENA, yang mereka tempelkan pada pakaian bayi selama 16 jam. Dalam waktu tersebut, peneliti menganalisa 33 bayi memiliki (tidak ada bayi lahir prematur). Dari lebih 3. 000 jam rekaman, para ilmuwan menemukan hal yang mengejutkan. Ketika orangtua membuat suara 'mama', bayi merespon lebih cepat atau sekitar 88- 94 persen. Sedangkan suara ayah hanya direspon 27- 33 persen oleh bayi. "Mungkin karena daya tanggap atau alasan lain, bayi laki-laki dan perempuan juga lebih sering tanggap pada suara ibu dibanding suara laki-laki," kata Vohr.Dengan adanya penelitian ini, Vohr mengatakan, hubungan antara bayi dan ibunya tidak bisa dipisahkan. Respon bayi pada ibu menunjukkan hubungan yang jauh lebih baik. Apalagi bila ibu beradu kontak mata lebih banyak dengan bayi."Intervensi keluarga bisa dilakukan untuk meningkatkan bahasa anak-anak," kata Vohr.Satu lagi y [...]

Keliling Amerika, Pria ini Bawa Testis Raksasa

Keliling Amerika, Pria ini Bawa Testis Raksasa

Kampanye peduli kesehatan makin hari makin kreatif. Seperti yang dilakukan Thomas Cantley, 31, yang menggelindingkan sebuah bola testis raksasa ke seluruh Amerika Serikat demi meningkatkan kepedulian dan dukungan pria muda terhadap kanker testis. Cantley memulai trek perjalanannya bersama Lefty, si testikel raksasa pada 4 September lalu di Santa Monica, California. Hingga kini, ia sudah memutari California dan mendokumentasikan dalam akun instagram, Mr. Ballsy. "Saya melakukan ini untuk menarik perhatian banyak orang. Sehingga, orang bisa datang kepada saya menanyakan 'benda apa ini', 'apa itu', 'untuk apa kau lakukan ini', 'mengapa bentuk bola ini seperti testis'," terang Centley seperti dilansir KSBW, Selasa (16/9/2014). Selain itu, kampanye ini pun digunakan untuk menggalang dana untuk Testicular Cancer Foundation untuk menjalankan misi mengedukasi pria muda dan keluarga tentang kanker testis. Dimana sekarang kanker testis merupakan kanker nomor satu pada pria usia 15-35 tahun. Bukan tanpa sebab Cantley melakukan aksi ini. Pada tahun 2009, testis kiri Cantley membengkak sebesar jeruk dan luar biasa menyakitkan. Namun ia menghiraukan tanda ini. Apalagi kesibukannya menyita pe [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *