Pemilik Golongan Darah AB Rentan Pikun

003191800_1411466588-max_2536021b.jpg

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Neurology menyebutkan, orang bergolongan darah AB rentan pikun, yang merupakan gejala demensia.

Penelitian yang berbasis di Amerika ini menyisir beberapa sampel penelitian dari 30.000 orang. Mereka menemukan, orang-orang yang golongan darah AB, 82 persen lebih rentan mengalami jenis-jenis gangguan kognitif seperti demensia.

Ahli hematologi dari Vermont University, Mary Cushman, MD mengungkapkan, adanya kemungkinan antara jenis darah yang berbeda dengan genetik tertentu.

“Protein darah dapat mengubah risiko penyakit. Dan karena otak Anda membutuhkan banyak darah dan oksigen maka pembekuan protein mungkin terjadi,” kata Cushman, seperti ditulis Prevention, Selasa (23/9/2014).

Tapi tenang, bagi Anda yang bergolongan darah AB tidak perlu panik terlebih dahulu. Sebab gaya hidup sehat seperti berolahraga, tidak merokok, dan mengonsumsi makanan sehat adalah pertahanan terbaik untuk mengatasi masalah memori yang berkaitan dengan usia.

“Rajinlah membaca, bermain game, dan mencoba aktivitas baru. Intinya, meskipun penelitian ini cukup mengejutkan, golongan darah Anda hanyalah faktor kecil untuk risiko penyakit otak seperti demensia,” ungkapnya.

Demensia adalah sebuah gangguan otak yang berdampak pada kemampuan ingatan, pikiran, perilaku,dan emosi. Sekitar 60-70% kasus demensia merupakan penyakit Alzheimer. Tahap demensia Alzheimer paling awal adalah mulai lupa dan tak fokus, jika sudah tahap paling parah ketika penderita kembali seperti anak kecil, seperti tak bisa mengontrol pipis dan buang air besar hingga tak bisa makan sendiri.

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Makin Mudah Menemui Orang Terserang Stroke, Waspadalah

Makin Mudah Menemui Orang Terserang Stroke, Waspadalah

Semakin hari semakin mudah menemukan saudara atau tetangga maupun kenalan yang terkena stroke. Tak hanya jumlahnya yang meningkat, kasus stroke di Indonesia menempati urutan pertama penyebab kematian di rumah sakit. Menurut dokter Nizmah, SpS dari RSU Bunda di Jakarta (26/8/2014) gejala stroke terkadang tak diketahui sehingga dihiraukan begitu saja. Padahal jika tidak diobati, 62 persen penderita stroke akan mengalami kecacatan sedang sampai berat. "Stroke datangnya tiba-tiba. Tiba-tiba saraf sensorik maupun motoriknya tak bekerja seperti biasa," terang dokter Nizmah. Lebih lanjut, dokter Nizmah mengingatkan, jika mengalami gejala stroke segera langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. golden periode adalah tiga jam sejak serangan berlangsung. Bila lebih dari itu bisa bahaya. Kematian atau kecacatan lah yang bakal didapat. Berikut gejala yang sering terjadi pada penderita stroke: 1. FaceTerjadi asimetri wajah. Dimana bibir mencong ke salah satu sisi. Bisa juga merasakan mati rasa. Tiba-tiba ngiler. 2. ArmTiba-tiba kesulitan memegang benda atau berpakaian. Merasakan mati rasa. Salah satu tangan tidak dapat diangkat. Tubuhnya menjadi tidak seimbang. 3. Sp [...]

Menkes: Pria Jangan Hanya Jadi Pendonor Sperma

Menkes: Pria Jangan Hanya Jadi Pendonor Sperma

Ketika memutuskan untuk berumahtangga, tugas utama pria tidak hanya mendonorkan sperma ke istri dan membiarkannya mengurus seorang diri hasil aksi yang dilakukan berdua. Bila pria juga menganggap mencari nafkah adalah tugas utamanya, maka pembelaan seperti itu tidak dapat diterima. Demikian disampaikan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH dalam acara 'Pencanangan Kampanye Peduli Kesehatan Ibu' di Gedung Kementerian Kesehatan RI, di Jakarta, Senin (28/4/2014) "Pria dan wanita yang sudah menikah adalah mitra atau partner. Bukan yang satu donor sperma, yang satu penerima. Mindset seperti ini yang harus diubah," kata Nafsiah. Dalam bermitra, suami istri tidak hanya membahas mengenai penghasilan rumah tangga saja. Ketika wanita hamil, dibutuhkan kerja sama antar mitra untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti kematian ibu atau kematian bayi. "Dalam perekonomian suami istri bermitra, pun saat kehamilan keduanya harus bermitra. Pria jangan hanya mengantar ketika istri akan melahirkan saja, baru gedor-gedor bidan," kata Nafsiah menambahkan. Dalam bermitra, lanjut Nafsiah, pasangan suami istri harus membicarakan waktu yang tepat kapan [...]

Tertekan karena Teman Sebaya Cuma Bertahan Tiga Hari

Tertekan karena Teman Sebaya Cuma Bertahan Tiga Hari

Kita semua tentu ingin menjadi orang yang berpikir bebas, tapi tekanan sosial bisa memengaruhi pendapat. Tapi, bagaimana jika teman sebaya Anda menekan Anda melakukan sesuatu yang tak Anda sukai. Ternyata, tekanan sosial dari rekan-rekan Anda ternyata tak abadi, hanya berlangsung tiga hari. Sebuah penelitian menemukan, pendapat orang lain yang membuat Anda tertekan tak akan berdampak abadi dalam pengambilan keputusan seperti yang pernah dipikirkan. Dr Yu dan rekan Yi Huang dan Keith Kendrick dari Chinese University menanyakan 200 pria yang menilai daya tarik 280 wanita. Pria ini dibawa lagi ke laboratorium untuk menilai wajah para perempuan tersebut setelah sehari, tiga hari, tujuh hari, dan tiga bulan.Para peneliti menemukan, penilaian awal akan berubah dalam tiga hari pertama ketika mereka belajar bagaimana sesama siswa telah memilih, tapi setelah periode itu mereka kembali ke penilaian awal seperti dilansir Telegraph, Selasa (3/6/2014)."Temuan kami menunjukkan paparan pendapat orang lain mengubah pendapat pribadi kita, tapi itu tak mengubah selamanya," kata Ilmuwan Psikologis dan Penulis Penelitian Rongjun Yu of South China Normal University."Ini sama seperti memori kerja yang b [...]

Pasangan Mandul Tidak Mampu Bakal Dibantu Pemerintah

Pasangan Mandul Tidak Mampu Bakal Dibantu Pemerintah

Selama ini pasangan yang sulit mendapatkan anak harus mengeluarkan biaya besar untuk ikut program kesuburan. Saat ini Kementerian Kesehatan sedang berupaya untuk membuat aturan bagi pasangan yang tidak mampu agar mendapat perawatan infertilitas.Seperti disampaikan Wakil Menteri Kesehatan Ali Gufron Mukti di sela-sela penghargaan MDGs di Hotel Bidakara, Selasa (30/9/2014) bahwa Kemenkes sedang menyiapkan Permenkes yang merupakan turunan dari PP 61 tahun 2014 mengenai kesehatan reproduksi yang mengatur mengenai tanggungan terhadap pasangan yang tak subur."Selama ini hanya masyarakat yang mampu bisa mendapatkan anak. Sementara yang kurang beruntung dan susah punya anak, belum ada jaminan kesehatannya," kata Wamenkes.Meski begitu, Wamenkes belum mengetahui detail isi Permenkes lantaran masih disusun apakah nantinya ditanggung Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau seperti apa."Masih dalam proses peraturannya. Yang jelas permenkes dibuat agar keluarga sejahtera dan berkualitas. Jika keluarga sejahtera, maka SDM berkualitas sehingga kesejahteraan akan tercapai," singkatnya pada wartawan. [...]

Satu Cara Ampuh untuk Bebas Penyakit

Satu Cara Ampuh untuk Bebas Penyakit

Beragam cara dilakukan agar kita terhindar dari berbagai macam penyakit degeneratif seperti stroke, jantung, diabetes, dan lain-lain. Rutin berolahraga ternyata ampuh mengurangi risiko dan ancaman penyakit degeneratif ini.Penjelasan ini disampaikan Dr. Ermita I. Ilyas, Ms, AIFO dari Departemen Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dalam acara 'Aktivitas Fisik Membuat Tubuh Bugar dan Menarik' Bersama Pocari Sweat di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta, seperti ditulis Minggu (23/2/2014)."Bila orang yang melakukan aktivitas fisik itu mengerjakan dengan baik, tepat, dan benar, maka dapat mengurangi penyakit degeneratif seperti halnya hipertensi, diabetes, penyakit jantung dan obesitas," kata Dr. Ermita menjelaskanSebenarnya, lanjut Ermita, risiko-risiko ini dapat terhindar karena ketika berolahraga si pelaku melepaskan hormon endorfin, yang mana dipercaya dapat meningkatkan rasa bahagia. Karena rasa bahagia itu, akhirnya orang tersebut terhindar dari stres yang berujung pada terhindarnya dia dari penyakit degeneratif ini."Semua itu benar-benar dapat dicapai bila dia berolahraga dengan tepat dan benar. Jangan lupa pola makan dan gaya hidup juga harus sehat. Bagaimana pun, [...]

Kisruh Program BPJS Kesehatan

Kisruh Program BPJS Kesehatan

Pemberlakuan BPJS Kesehatan sejak tanggal 1 Januari 2014 telah menimbulkan kekhawatiran bagi tenaga kesehatan mengenai metode pembayaran jasa mereka dengan menggunakan sistem kapitasi dan INA-CBGs yang dinilai memiliki kelemahan. Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zaenal Abidin secara terang-terangan mengatakan sistem kapitasi yang hendak diterapkan bagi para dokter di layanan kesehatan primer (puskesmas) bisa membuat para dokter "tekor" (rugi) atau berkurang pendapatannya akibat bertambahnya jumlah pasien. "Biaya kapitasi dan INA-CBGs yang terlalu kecil berisiko menyebabkan dokter 'tekor'. Kalau sudah begitu dokter tidak mampu lagi memenui kebutuhan sehari-hari," kata Zaenal. Tarif kapitasi dihitung berdasarkan jumlah peserta terdaftar tanpa memperhitungkan jenis dan jumlah pelayanan kesehatan yang diberikan. Pemerintah menetapkan tarif kapitasi untuk layanan primer (puskesmas) sebesar Rp3-6 ribu, untuk layanan klinik pratama dan praktek dokter sebesar Rp8-10 ribu serta Rp2 ribu untuk praktek dokter gigi mandiri namun Zaenal mengatakan jumlah tersebut masih sangat kurang apalagi jika jumlah masyarakat yang terdaftar sangat sedikit misalnya di daerah. "Yang say [...]

80 Orang Pasien Kanker Anak Merakit Robot

80 Orang Pasien Kanker Anak Merakit Robot

Delapan puluh orang pasien anak penderita kanker dari Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) turut meramaikan acara merakit robot dan menyaksikan penampilan robot di Mal Ciputra, Jakarta Barat.Anak-anak yang terdiri dari usia 6 sampai 12 tahun ini memenuhi undangan dari Mal Ciputra Jakarta untuk membuka pagelaran acara bertajuk 'Robot Soccer' sebagai bagian dari kemeriahan menyambut Piala Dunia 2014. Acara yang berlangsung dari tanggal 11 sampai 29 Juni 2014 ini diadakan di area Center Court Lower Ground, Mal Ciputra."Sebelum memasuki libur sekolah, Mmal Ciputra Jakarta bersama Robotic Explorer ingin mengajak para pengunjung, baik orangtua maupun anak-anak untuk turut merasakan kemeriahan World Cup 2014. Acara ini memiliki beragam aktivitas yang positif dan mendidik," kata Ferry Irianto, General Manager Mal Ciputra Jakarta.Dalam kesempatan itu, Direktur Robotic Explorer, lembanga pendidikan robotika bagi anak bangsa, Jully Tjindrawan mengatakan bahwa diadakannya acara ini, untuk menggali potensi dan membimbing anak-anak Indonesia mencitai dan mempelajari ilmu robotika yang telah menjadi mata pelajaran inti hampir di seluruh dunia."Saat ini robotik sudah menjadi satu bagian penting [...]

Bayi Nadila Tewas Diracun sang Ibu

Bayi Nadila Tewas Diracun sang Ibu

Bayi Nadila berusia 18 bulan tewas seketika setelah diberi racun oleh ibu kandungnya Halimah (21) warga Dusun Lubuk Rotan Dua Desa Teluk Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. "Benar ada bayi tewas setelah diberi racun oleh ibu kandungnya," kata Kepala Kepolisian Sektor Secanggang Kabupaten Langkat AKP Binyamin Partogi Pakpahan di Secanggang, seperti dikutip dari Antara, Senin (13/1/2014). Binyamin menjelaskan, kejadiannya Kamis malam (9/1) sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu pelaku memberi korban minum racun hingga anaknya tewas. Usai memberi minum racun, pelaku mencoba bunuh diri dengan minum larutan obat nyamuk dengan cara gantung diri di kediaman mertuanya. Namun rencana itu diketahui oleh adik kandungnya yang bernama Wawan dan diselamatkan. Halimah dibawa ke rumah sakit agar mendapatkan pertolongan. Setelah ditolong dan melewati masa kritisnya, kini pelaku mendapat penjagaan dari aparat kepolisian di rumah sakit di Kecamatan Secanggang, ujarnya. Terkait motif pembunuhan atas anak kandungnya ini, polisi masih mencari tahu. Dugaan sementara, ini terkait dengan masalah rumah tangga, sehingga ibunya nekad bunuh diri. "Kini kasusnya masih dalam pengembangan ap [...]

Agar Tetap Sehat dan Produktif di Musim Hujan

Agar Tetap Sehat dan Produktif di Musim Hujan

Saat hujan tiba, kita tak hanya perlu menghindarinya. Jangan lupa juga menyiapkan perlindungan diri agar tidak mudah sakit.Untuk mencegah penyakit di musim hujan, MediCard Philippines berbagi tips mudah agar tetap sehat di musim hujan seperti dikutip manilatimes, Kamis (16/1/2014):1. Selalu bawa payungBasah-basahan saat hujan tiba bisa menyebabkan perubahan mendadak pada suhu tubuh sehingga bisa menyebabkan pilek dan demam.Untuk menghindari sakit, jangan lupa membawa payung ke manapun Anda pergi. Ini bukan hanya cara terbaik terhindari dari hujan, tapi juga sebagai perisai terhadap penyakit batuk, pilek, atau demam ketika terjebak hujan selama berhari-hari.2. Makan sehatMakan makanan sehat adalah cara termurah untuk melindungi Anda dari penyakit. Anda bisa memasak sup panas untuk menyegarkan tubuh Anda atau makan makanan yang kaya Vitamin C untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda serta membantu memukul mundur flu serta infeksi.Waspada juga dengan deare, salah satu penyakit di musim hujan karena makan makanan yang terkontaminasi. Jadi, selalu ingat untuk mencuci buah dan sayuran Anda secara menyeluruh. 3. Cuci tangan AndaUntuk menjaga Anda dari pilek, batuk, dan influenza, cu [...]

Gambar Seram di Bungkus Rokok Tak Bikin Takut Perokok

Gambar Seram di Bungkus Rokok Tak Bikin Takut Perokok

Sebagian warga di Palu, Sulawesi Tengah, menilai gambar 'seram' pada pembungkus rokok tidak akan efektif untuk membuat para pecandu rokok jera. "Bagi saya tidak akan berpengaruh apa-apa. Karena tidak merokok se-hari saja, rasanya sangat berbeda," aku salah satu perokok, Bastin (43), kepada Liputan6.com di Palu, Senin (30/6/2014). Menurut dia, apa pun peringatan yang diberlakukan pemerintah terhadap produsen rokok pasti akan sia-sia. Pasalnya, bagi mereka yang pecandu rokok pasti akan terus merokok meskipun diberikan gambar 'seram' sekali pun di pembungkus rokok. "Saya sudah sangat kencaduan merokok. Dulu pernah coba berhenti selama seminggu tapi tidak tahan, baru tiga hari berlangsung saya sudah kembali merokok," jelas Bastian. Sedangkan menurut perokok lainnya Muhtar (39), sebelumnya pemerintah juga telah memberlakukan peraturan dengan mencantumkan kata-kata bahaya merokok di seluruh pembungkus rokok yang ada. Namun, lanjut dia, nyatanya tidak berpengaruh apa-apa kepada seluruh pecandu rokok, khususnya yang ada di Palu. "Memang tidak berpengaruh, karena saya dan beberapa perokok lainnya yang ada di komplek rumah sampai sekarang masih merokok. Jadi saya beranggapan adanya gamb [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *