Penampakan 3 Kartu `Sakti` Era Pemerintahan Jokowi-JK

081896400_1414743316-photo_6_.JPG

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menunjukkan wujud dari Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang akan diluncurkan pada 3 November 2014 bersamaan dengan peluncuran Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di hadapan wartawan.

Pantauan Health-Liputan6.com di Gedung Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jumat (31/10/2014), ketiga kartu yang diperkirakan menelan anggaran dari dana Bansos sebesar Rp 6,4 triliun berwarna cukup cerah.

Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) berwarna merah pada bagian atas dan putih pada bagian bawah. Kartu Indonesia Pintar (KI) berwarna ungu pada bagian atas dan putih pada bagian bawah, serta Kartu Indonesia Sehat (KIS) berwarna hijau pada bagian atas dan putih pada bagian bawah. Tidak lupa, tertera lambang negara Indonesia, Burung Garud, di pojok sebelah kanan kartu.

Sama seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), ketiga kartu yang diharapkan bisa dipegang oleh 1,7 juta penyandang masalah kesejahteraan sosial di Indonesia ini tertera peta di dalamnya.

“Kalau ini chip, untuk menyimpan data anggota yang terdaftar. Kalau kamu yang daftar, di sini semua data kamu tersimpan,” kata Khofifah.

Untuk Kartu Indonesia Pintar (KIP), Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah, Anies Baswedan mengatakan bahwa kartu ini berbeda dengan bantuan siswa miskin (BSM). Jika jangkauan pada KIP cukup luas, BSM hanya menjangkau rakyat miskin.

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Kesehatan dalam Kerangka Konsep Trisakti

Kesehatan dalam Kerangka Konsep Trisakti

12 November 2014 ini diperingati sebagai Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 50. 50 tahun yang lalu di hari yang sama Presiden Sukarno mencanangkan Komando Pemberantasan Malaria ( KOPEM ) yang kemudian dipakai sebagai awal peringatan HKN . Kita dapat menarik "benang merah" antara pencanangan oleh Presiden Sukarno dulu dan kepemimpinan Presiden Joko Widodo sekarang ini, yaitu konsep " Trisakti". Dalam pendalamannya, konsep "Trisakti" dapat diimplementasikan secara nyata dari sudut Kesehatan Masyarakat. "Berdaulat dalam Politik" :??- wewenang penuh kita dalam pengaturan sumber daya kesehatan. Beberapa contohnya adalah pengaturan pemodalan rumah sakit dan juga regulasi bagi tenaga kesehatan asing, - Khusus untuk bahan biologis kesehatan yang akan dibawa ke luar negeri maka kita memberlakukan "Standard Material Transfer Agreement (SMTA)" , - Bentuk lain adalah wewenang kita menentukan program penanggulangan kesehatan yang kita anut.- Peran penting Indonesia di politik kesehatan internasional selama ini, baik di tingkat regional maupun di tingkat dunia, WHO, dll "Kemandirian dalam Ekonomi" :?- Aspek pertama adalah program Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang akan menjangkau ratusan juta or [...]

Mahasiswa UMY Temukan Cara Kurangi Nyeri Haid

Mahasiswa UMY Temukan Cara Kurangi Nyeri Haid

PeduliSehat.info, Yogyakarta Mahasiswa UMY menemukan cara mengurangi nyeri haid (disminore) yang banyak dialami oleh wanita. Kelima mahasiswa tersebut yakni Eka Rora Suci Wisudawati, Syafrina Arbaani Djuria, Erita, Praditiana Indah Puspitasari, dan Agus Gunadi. 2 mahasiswi Profesi Keperawatan dan 3 mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) UMY telah melakukan penelitian selama 4 bulan terhadap 40 responden yang mengalami disminore. Cara jitu untuk mengurangi nyeri haid itu dengan senam disminore dan relaksasi murottal (Serem) Qur'an. Ketua tim peneliti Eka Rora Suci Wisudawati menjelaskan, setelah penelitian dilakukan selama tiga bulan dengan tahapan kegiatan skrining, perizinan, persiapan, dan pelaksanaan penelitian kelompok intervensi dan kelompok kontrol, didapatkan hasil bahwa disminore pada kelompok intervensi menurun. Berdasarkan hasil analisis datanya juga diperoleh bahwa t hitung adalah sebesar - 4.858. Nilai signifikansi p (value) =0,000 maka disimpulkan Ha diterima. "Hal ini bermakna, senam disminore dengan teknik relaksasi murottal efektif untuk mengurangi disminore," jelasnya Kamis (03/07/2014). Selain itu, menurut Eka, bukti lain juga dapat diketahui dari per [...]

Aku Lahir dengan Air Ketuban Hampir Habis

Aku Lahir dengan Air Ketuban Hampir Habis

Sebuah cerita mengharukan diceritakan seorang ibu muda yang baru melahirkan putranya yang pertama. Bertutur layaknya si kecil, si ibu muda warga Bekasi asal Purwodadi, Jawa Tengah , Meity Dwi Asmariana menguraikan kisah buah hatinya yang menurutnya luar biasa. Berikut kisah Bunda Meity yang dikutip Liputan6.com dari catatan hariannya, Jumat (24/1/2014):Spesial buat bunda-bunda yang sedang hamil dan ayah-ayah yang istrinya sedang hamil. Aku ingin sedikit berbagi cerita tentang kisahku dan mama. Perkenalkan namaku Muhammad Fatih Zafir Firmansyah. Papa mama panggil aku dedek Fatih. Aku lahir prematur, 7 bulan. Beratku 2.400 gram dengan panjang 43 sentimeter. Aku lahir karena mama mengalami KPD (Ketuban Pecah Dini) di usia kandungan 6 bulan. Waktu itu, malam hari 11 November 2013 pukul 22.00 WIB, ada cairan yang keluar dari jalan lahir. Karena aku anak pertama, mama nggak tahu kalau itu air ketuban. Dibawalah mama ke rumah sakit. Ternyata pas sudah sampai RS, mama diperiksa dengan USG. Hasilnya mengejutkan, air ketuban mama sudah hampir kering sampai nggak bisa diukur si dokter. Aku dan mama di rawat di RS dan mama harus menjalani bedrest total. Mama diinfus dengan cairan 3 liter/hari, [...]

7 Cara Tepat Semangati Pasien Kanker

7 Cara Tepat Semangati Pasien Kanker

Saat teman, kerabat, maupun keluarga terdiagnosis kanker rasanya kita ingin menyemangati mereka. Namun, kadang-kadang ada kata-kata yang memang membuat mereka tenang tapi malah mengganggu. Menurut psikiater Dale Atkins dan seorang survivor kanker ada rambu-rambu dalam menyemangati para warriors (orang yang sedang bertahan terhadap kanker) seperti dilansir Today pada Selasa (15/10/2014), di antaranya: 1. PeduliYakinkan mereka lewat tindakan bahwa akan menemani proses pengobatan lawan kanker bersama-sama. 2. Bertindak senormal mungkinTak perlu berlebihan untuk menghindari atau malah memberi perhatian. Lakukan seperti apa yang Anda lakukan padanya. 3. Jangan menghakimi terapi yang dilakukanTak perlu berkomentar banyak, tetaplah dukung apa yang ia lakukan. 4. Berpikiran terbuka Tetap yakin dan percaya pada segala upaya yang dilakukan bakal memberi kesembuhan akan menjadikan gairah hidup pasien makin meninggi. Karena itu, jangan membatasi pikiran dan angan-angan serta harapan. 5. MendengarkanMenyediakan waktu untuk mendengarkan cerita, keluhannya, serta beban dalam menghadapi kemotereapi maupun radiasi cukup berarti untuknya. 6. Hormati privasiJika dia tak ingin menceritak [...]

BPJS: Obat Kronis Kini Bisa Diberikan di Faskes Primer

BPJS: Obat Kronis Kini Bisa Diberikan di Faskes Primer

Bila sebelumnya obat kronis bagi peserta BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan disamaratakan dengan peserta lain. Kini penderita penyakit kronis bisa mengikuti program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis). Dengan demikian bisa mendapat obat untuk kebutuhan satu bulan.Demikian disampaikan Direktur Layanan BPJS Kesehatan, Fadjriadinur saat temu media dua mingguan pelaksanaan BPJS Kesehatan di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Cempaka Putih, Jakarta, Rabu (15/1/2014).Menurut Fadjri, ia dan pihak Kementerian Kesehatan sudah berdiskusi perihal hasil evaluasi terhadap layanan kesehatan."Hari ini keluar surat edaran Kemenkes terkait pelayanan penyakit kronis ke seluruh fasilitas kesehatan (khususnya rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan). Apakah Diabetes Melitus (kencing manis), hipertensi, jantung, asma. Obatnya bisa diberikan secara otomatis untuk satu bulan dan diatur bisa diberikan ke rumah sakit dan fasilitas kesehatan primer," kata Fadjri.Fadjri pun mengatakan, program ini juga termasuk bagi penderita hemofilia dan thalasemia. "Mereka yang harus menggunakan obat tertentu secara rutin. Kalau bolak-balik memberatkan mereka. Untuk itu, penderita Hemofilia dan Th [...]

Sebaiknya Tarif Dokter untuk Program BPJS seperti Ini!

Sebaiknya Tarif Dokter untuk Program BPJS seperti Ini!

Meskipun tarif untuk membayar puskesmas, klinik atau rumah sakit sudah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan nomor 69 tahun 2013, tapi para dokter menilai tarif ini tidak cukup sesuai dengan kompetensinya.Menanggapi hal tersebut, Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Universitas Indonesia, Prof. dr. Hasbullah Thabrany, MPH, Dr.PH mengatakan bahwa bila ingin dokter melayani dengan baik, biaya yang dikeluarkan memang harus cukup sesuai kompetensinya termasuk biaya yang dikeluarkan untuk ruang praktik serta perawat."Masalahnya kalau yang swasta semua ini bayar sendiri. Maka itu dokter nggak mugkin dapat Rp 8 ribu per kepala kalau rasio 1 dokter harus melayani 3.000 peserta JKN," kata Hasbullah, seperti ditulis Kamis (9/1/2014). Hasbullah menilai, idealnya 1 dokter melayani 3.000 peserta. Bukan yang seperti BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan berikan yaitu 1 dokter banding 5.000 peserta. Terlalu banyak melayani, sementara harga kualitas tidak naik dengan baik."Karena kompetensinya, menurut saya baiknya kapitasi (tarif paket yang berlaku di layanan kesehatan primer) sebesar Rp 15 ribu per kepala untuk dokter klinik yang di dalamnya ada 2 atau 3 dokte [...]

Kesepian dan Hilang Selera Makan, Waspadai Alzheimer

Kesepian dan Hilang Selera Makan, Waspadai Alzheimer

Kehidupan perkotaan yang ramai bisa jadi tak sejalan dengan apa yang dirasakan manusia didalamnya. Rutinitas kesibukan malah bisa membuat seseorang kehilangan kesempatan untuk bersosialisasi dengan keluarga dan teman. Akibatnya timbul rasa kesepian yang biasanya diikuti kehilangan selera makan. Menurut para ahli inilah tanda depresi di tingkat awal. Tak berhenti disitu, berdasarkan penelitian yang dipublikasikan jurnal Neurology, ditemukan fakta bahwa gejala depresi awal berkontribusi menjadi penyakit Alzheimer di masa depan. Hal ini terkait bahwa depresi bisa memengaruhi kemampuan otak, dimana muncul masalah memori yang dikenal sebagai gangguan kognitif ringan (mild cognitive impairment-MCI). Selama 7.8 tahun, peneliti dari University of Illinois menanyakan serangkaian pertanyaan kepada 1.764 orang tua tanpa gangguan kognitif. Lalu setiap tahunnya mereka ditanyai hal-hal berkaitan dengan kesehatan mental termasuk apakah merasa kesepian. Hasilnya, 955 orang mengarah ke gangguan kognitif ringan sedangkan 315 orang mengarah ke demensia. Para peneliti menyarankan untuk menyadari hal ini agar tak berubah menjadi MCI yang berujung pada Alzhaimer, salah satu jenis kepikunan yang dapat [...]

Menkes: Secepatnya Konvensi Kontrol Tembakau Disetujui

Menkes: Secepatnya Konvensi Kontrol Tembakau Disetujui

Tahun 2013, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dr. Nafsiah Mboi, SpA, M.P.H optimistis, pemerintah bakal memberi persetejuan (aksesi) atas FCTC (Framework Convention on Tobacco Control). Namun siapa sangka, sampai tahun ini permasalahan itu masih saja berlanjut. Ada pihak yang menilai Menkes gagal melakukan itu. Tapi, menurut dia, bukanlah gagal melainkan sebuah kekeliruan. "Saya belum menanggap gagal. Saya keliru bahwa saya menyangka dan berharap pada akhir 2013 sudah dapat ditandatangani. Saya ternyata keliru. Saya manusia biasa yang boleh keliru. Meski begitu, saya tidak putus asa dan tidak menganggap ini sebuah kegagalan," kata Nafsiah dalam Konferensi Pers terkait FCTC di Gedung Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Kemenkokesra), Jakarta, Selasa (1/4/2014) Saat itu Menkes begitu optimis dapat melakukan aksesi FCTC ini. Sebab, pada 19 Agustus 2013, dirinya sempat melakukan pertemuan dengan lintas kementerian tentang update pelaksanaan PP No. 109 tahun 2012 dan rencana aksesi FCTC. Lantas, kapan rencananya Menkes akan melakukan aksesi FCTC ini lagi? "Kalau bisa secepatnya," kata dia singkat. [...]

Peserta BPJS Bisa Dapatkan Alat Kontrasepsi secara Gratis

Peserta BPJS Bisa Dapatkan Alat Kontrasepsi secara Gratis

Mengingat pentingnya alat kontrasepsi sebagai cara paling efektif dalam mengatur kelahiran, jarak dan mencegah kehamilan, maka peserta Jaminan Kesehatan Nasional bisa mendapat alat kontrasepsi secara gratis.Seperti disampaikan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Fasli Jalal, bahwa pelayanan KB juga telah masuk program JKN, sehingga peserta dapat mendapatkan alat kontrasepsi secara gratis yang disediakan BKKBN."Pelayanan KB sudah masuk JKN, BKKBN dalam hal ini akan menyediakan alat kontrasepsi. Sejauh ini ada 4,6 juta pasangan usia subur yang membutuhkan edukasi tentang KB," kata Fasli saat ditemui wartawan usai acara penghargaan MDGs kepada Kepala Daerah di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (30/9/2014).Ditemui di tempat yang sama, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Dr. Emi Nurjasmi, M.Kes juga membenarkan bahwa alat kontrasepsi ditanggung JKN dan bidan dalam hal ini bisa melayani KB."Bidan sudah bisa melayani KB yang dijamin JKN seperti suntik, pil, ayudi, dan implan," tukasnya. [...]

5 Makanan Pengusir Jerawat

5 Makanan Pengusir Jerawat

Kebiasaan makan seseorang ternyata punya dampak besar terhadap tampilan wajah. Memasukkan makanan sehat ke dalam tubuh tak hanya berdampak pada kesehatan Anda, tampilan kulit pun jauh dari jerawat. Cerdas memilih makanan sehat akan membuat jerawat enggan muncul di wajah Anda. Berikut, kebiasaan makan yang bisa usir dari jerawat seperti dilansir laman Health, Jumat (19/9/2014) 1. Makan AvokadMenurut studi yang dipublikasikan dalam Lipids in Health and Disease menyarankan untuk mengonsumsi makanan kaya lemak baik dapat membantu mengurangi jerawat. Selain avokad, kacang-kacangan, biji-bijian, zaitun dan minyak zaitun serta ikan salmon dan sarden mengandung lemak baik. 2. Batasi produk susuMengonsumsi susu dapat memperburuk jerawat pada beberapa orang menurut studi yang dipublikasikan dalam American Academy of Dermatology 2011. "Pada pasien yang tidak memiliki bakat jerawat secara genetik, mengonsumsi susu tidak akan memberikan peran apapun. Berbeda bagi mereka gen jerawat dari orangtua, mengonsusmi susu membuat jerawat rentan muncul dan lebih banyak," terang Ahli Dermatolog Dartmouth Medical School William Danby. 3. Tambah konsumsi zincZinc sangat pentin untuk struktur dan [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *