Penelitian Ilmuwan RSCM demi Tingkatkan Mutu Hidup Pasien

065050100_1417688175-riset.JPG

Penelitian telah menjadi barang wajib di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), termasuk penelitian yang berkaitan dengan pengobatan secara menyeluruh (Paripurna) bagi para pasien lanjut usia. Dengan penatalaksanaan semacam ini, prosedur pengobatan pun menjadi sederhana.

Dr. dr. Czeresna Heriawan S, SpPD(K), menceritakan bahwa sebelum 1996, sembilan puluh persen pasien usia lanjut kerap mengidap lebih dari satu penyakit, yang membuat dia harus bertemu dengan lebih dari satu orang dokter. Ada yang mengidap empat macam penyakit, dan ada pula yang lebih dari itu. Belum lagi ditambah dengan penyakit penyerta lainnya.

“Misalnya, ada yang mengidap penyakit diabetes, tekanan darah tinggi, dan regenerasi dengan penyakit penyerta jantung koroner. Karena dulu belum ada paripurna, mau tak mau pasien harus menemui satu per satu dokter sesuai dengan jenis penyakitnya,” kata dia di Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta, Kamis (4/12/2014)

Beban lain yang harus diderita oleh para pasien adalah harus mengonsumsi lebih dari satu macam obat. “Taruhlah satu penyakit obatnya tiga macam, secara otomatis dia harus makan 12 obat,” kata Heriawan menambahkan.

Kondisi semacam ini sudah jelas sangat membahayakan diri dari pasien tersebut, plus risiko keracunan obat yang harus mereka tanggung.

“Belum soal efek samping dari obat-obatan yang mereka minum, lan berbahaya sekali,” kata dia.

Melihat kondisi memprihatinkan ini, sejumlah dokter mencari cara bagaimana menyerderhanakan pengobatan bagi pasien usia lanjut. Setelah dibahas secara bersama-sama, disepakati kalau para dokter dari masing-masing penyakit yang diidap oleh pasien tersebut harus ‘duduk bareng’ untuk menentukan pengobatan yang tepat bagi pasien.

Menurut Heriawan, dengan cara seperti ini para dokter saling mengetahui jenis obat apa yang harus diberikan kepada mereka. “Dengan duduk bersama-sama, apa pun yang mereka tahu harus saling memberikan rekomendasi, dan harus dikemukakan bersama dengan keputusan yang diambil secara bersama-sama pula,” kata dia.

Intinya, lanjut Heriawan, para dokter jadi mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh pasien.

“Dengan cara seperti itu juga, mereka juga akan secara bersa-sama memutuskan makanan dan minuman apa yang cocok untuk dikonsumsi, aktivitas fisik apa yang harus dilakukan, dan juga psikososial si pasien harus bagaimana,” kata Heriawan.

Ada pun efek dari tindakan semacam ini, lanjut Direktur Utama Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), adalah mampu memperpendek lama perawatan di rumah sakit.

“Dari 14 hari menjadi 11 hari. Berkurang tiga hari saja sudah memberikan kelangsungan hidup yang baik bagi pasien,” kata dia.

Lebih lanjut Heriawan menjelaskan, cara berdiskusi semacam ini benar-benar mendatangkan manfaat yang baik bagi pasien, apalagi bagi pasien yang mengidap 10 macam penyakit.

“Kalau yang sepuluh, waktunya itu nggak cukup dan berantakan. Senin ke Poliklinik kencing manis, Selasa, Rabu sampai Sabtu ke poliklinik lainnya. Itu baru 6, nanti dilanjut lagi di hari Senin,” kata Heriawan.

Akhirnya, karena mendatangkan banyak manfaat bagi pasien usia lanjut, tindakan paripurna masih berlangsung hingga sekarang, dan diperuntukkan khusus bagi orang tua.

“Karena memang pada orang tua penyakitnya itu lebih kompleks. Biar cepat sembuh, digunakanlah cara paripurna ini,” kata Heriawan menekankan.

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Gigi Ditemukan di Hidung Pria Ini

Gigi Ditemukan di Hidung Pria Ini

Lagi-lagi dunia medis dikejutkan dengan penemuan gigi dalam hidung seorang pria asal Arab Saudi. Menurut The Saudi Arabian, gigi tersebut diambil setelah pasien berusia 22 tahun tersebut mengalami mimisan sebulan sekali selama tiga tahun terakhir. Merasa putus asa karena tak kunjung sembuh, pria yang tidak disebutkan namanya tersebut pun akhirnya pergi menemui dokter di Kompleks militer King Fahd Medical Complex di Dhahran. Walhasil, setelah melakukan rontgen, satu buah gigi ternyata tumbuh dalam hidungnya. "Kami terkejut setelah melihat ada gigi nakal pada pasien yang tumbuh di rongga hidung. Padahal pasien memiliki satu set gigi sempurna di mulutnya," kata dokter setempat, dan ditulis Nydailynews, Selasa (12/8/2014). Dokter yang menangani pasien itu mengatakan, gigi di hidung menyebabkan pendarahan pada pasien. Untuk menghindari pendarahan lebih lanjut, akhirnya dokter memutuskan untuk melakukan operasi. Karena kasus ini sangat langka, kejadian ini akan dieksplorasi dalam studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Case Reports. [...]

Perhatikan Ini Saat Mendonorkan ASI

Perhatikan Ini Saat Mendonorkan ASI

Beberapa tahun terakhir upaya kebaikan mendonorkan Air Susu Ibu (ASI) mulai banyak dilakukan kepada yang membutuhkan. Kebutuhan donor ASI pun meningkat dalam beberapa tahun terakhir menurut Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI). AIMI pun memiliki beberapa catatan yang perlu diperhatikan agar donor ASI tidak disalahgunakan. Pertama-tama cari donor ASI dari lingkaran keluarga. Lalu, teman yang tahu betul bagaimana kondisi kesehatan. Jika tidak ada AIMI bisa memfasilitasi. Namun, AIMI pun memerhatikan ada sisi negatif dari donor ASI. Oleh karena itu Mia skla prioritas dalam memberikan ASI kepada bayi lain. "Jangan hanya karena sang ibu tahu manfaat ASI luar biasa untuk kesehatan bayi, tapi karena dia tidak mau payudara rusak tidak mau menyusi hingga akhirnya minta bantuan donor ASI. Kalau itu bukan skala prioritas," terang ketua AIMI, Mia Sutatanto saat ditemui pada IMBEX di JCC ditulis pada Senin (8/12/2014). Prioritas utama dalah ketika sang ibu meninggal, ibu sakit, atau sang bayi sakit. Lalu, pastikan yang akan diberikan ASI memang karena sedang bermasalah dengan ASI produksi sang ibu. Misalnya produksi ASI kurang sehingga tidak memenuhi bayi. AIMI sendiri pun bisa mengirimk [...]

Sering Nyeri Payudara? Mungkin Ini Sebabnya

Sering Nyeri Payudara? Mungkin Ini Sebabnya

Jangan terlalu khawatir bila Anda-wanita sering merasa nyeri payudara. Bila nyeri tidak disertai benjolan, belum tentu kanker payudara. Namun beberapa alasan nyeri bisa terjadi. Seperti dikutip Healthmeup, Senin (10/11/2014), berikut ini kami rangkum beberapa alasan mengapa payudara terasa nyeri: 1. Perubahan hormonAlasan paling umum nyeri payudara adalah perubahan hormon. Coba deh cek kapan Anda biasanya menstruasi. Selain itu, nyeri payudara juga sering dikaitkan dengan kehamilan dan menopause. Sebelum atau selama menstruasi, biasanya wanita mengalami penurunan kadar estrogen yang menyebabkan nyeri payudara. Begitu juga saat menjelang menopause, estrogen yang rendah menyebabkan nyeri payudara, dan ini diperburuk jika Anda stres, karena stres menyebabkan penurunan lebih lanjut tingkat estrogen Anda. 2. Konsumsi obatPenggunaan alat kontrasepsi KB dan hormon, juga dapat menyebabkan nyeri payudara karena secara tidak langsung mempengaruhi kadar hormon Anda. Pil KB mengandung berbagai jumlah estrogen dan progesteron, yang mempengaruhi tingkat hormon alami tubuh Anda dan dengan demikian dapat mengakibatkan nyeri payudara. Antidepresan tertentu dan obat-obatan psikiatris lainnya [...]

Para Psikolog Gelar Sosialisasi Cegah Kekerasan Seks pada Anak

Para Psikolog Gelar Sosialisasi Cegah Kekerasan Seks pada Anak

Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) Bali menggelar sosialisasi pencegahan kekerasan seksual terhadap anak usia dini kepada guru pendidikan anak usia dini (PAUD). "Sosialisasi perlindungan anak terhadap kekerasan seksual untuk guru PAUD di Kabupaten Badung ini sangat penting dilakukan mengingat akhir-akhir cukup banyak kekerasan seksual yang terjadi di Indonesia, khusunya di Bali," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung I Ketut Widia Astika di sela-sela sosialisasi di Mangupura, Minggu. Dalam kesempatan itu, hadir juga Bunda PAUD Kabupaten Badung Ratna Gde Agung, Ketua Himpsi Dr. Retno, dan sejumlah pejabat terkait lainnya. Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan momentum yang sangat baik dilakukan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ke-5 Kota Mangupura serta peringatan Hari Guru Nasional, yakni HUT Ke-69 PGRI. "Kegiatan ini diikuti oleh 300 guru PAUD yang ada di Kabupaten Badung dan mudah mudahan bisa bermanfaat bagi pendidik PAUD di Kabupaten Badung," ujarnya. Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Badung Ratna Gde Agung mengingatan kepada seluruh peserta agar senantiasa ikut mengawasi anak didiknya supaya terhindar dari peristiwa kekerasan s [...]

Bocah 2 Tahun Ini Butuh 5 Organ Transplantasi untuk Tetap Hidup

Bocah 2 Tahun Ini Butuh 5 Organ Transplantasi untuk Tetap Hidup

Sungguh malang nasib bocah 2 tahun bermana Keith Powell. Bocah yang lahir di South Carolina ini terkena penyakit langka sehingga membuatnya membutuhkan 5 transplantasi organ tubuh sekaligus untuk bertahan hidup. Dikutiup dari Fox News pada Selasa (25/11/2014), bocah 2 tahun ini lahir dengan sindrom usus pendek, suatu kondisi yang mencegah ususnya menyerap nutrisi dengan benar dari makanan yang dikonsumsi. Saat ini, dia sedang menunggu transplantasi usus untuk menyelamatkan nyawanya di rumah sakit anak Veline di Charlotte, North Carolina. "Dia membutuhkan usus kecil, usus besar, pankreas, aorta dan hati," kata ayah Keith, Jim Powell. Untuk mendapatkan seluruh organ tubuh itu, orang tua Keith telah melakukan berbagai cara. Meskipun sampai saat ini masih dalam proses daftar tunggu untuk pemberian organ dari organisasi resmi. Untuk saat ini, kehidupan Keith ditopang oleh obat-obatan melalui suatu alat yang langsung mengarah pada organ hatinya. Selain persoalan organ tubuh, penyembuhan Keith juga terkait dengan masalah biaya. Operasi pertama akan memakan biaya sebesar US$ 10.000 atau sekitar Rp 121 juta. Untungnya, banyak yang menolong soal pembiayaan. Bahkan sebuah restoran pizz [...]

Kenapa Kasus Kekerasan Seksual Kerap Dilakukan Orang Terdekat?

Kenapa Kasus Kekerasan Seksual Kerap Dilakukan Orang Terdekat?

Menurut laporan akhir tahun Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia (Komnas PA), ada 817 kasus kekerasan seksual pada anak sepanjang 2013. Ini berarti hampir 70-80 anak mengalami kekerasan seksual setiap bulan. Berdasarkan tempat kejadian, kekerasan terhadap anak yang terjadi di lingkungan keluarga ada 24 persen, lingkungan sosial 56 persen, dan sekolah 17 persen.Ahli Kajian Gender dan Seksualitas Universitas Amsterdam, Prof. Dr. Saskia E. Wieringa mengatakan, tidak dimungkiri saat ini banyak pelaku kasus kekerasan seksual terhadap anak berasal dari lingkungan terdekat si anak. "Kini sudah banyak kasus pemerkosaan yang melibatkan orang terdekat seperti keluarga dengan anak, paman dengan keponakan atau kakek ke cucu atau di lingkungan sekolah seperti guru dengan murid. Hal ini disebabkan karena ada unsur kekuasaan yang sangat kental di sini, sehingga anak tidak bisa berbuat apa-apa karena terlalu takut," kata Siska, Jumat (24/1/2014).Menurut Siska, para orangtua dan pihak sekolah perlu mengajarkan pendidikan kesehatan reproduksi sejak dini untuk mencegah terjadinya kasus pemerkosaan. "Kalau terjadi di rumah, itu karena anak menganggap orangtua sebagai sosok otoritas sehingga sul [...]

Rumah tanpa Asap Rokok

Rumah tanpa Asap Rokok

Tidak merokok adalah langkah terbaik bagi kita semua terutama bila sedang berada di rumah. Anak sehat, keluarga kuat. Perhatikan video iklan kali ini [...]

Dengan KKS, Gelandangan pun Dapat Jaminan Kesejahteraan

Dengan KKS, Gelandangan pun Dapat Jaminan Kesejahteraan

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, warga yang tidak teregister seperti anak jalanan dan gelandangan serta pengemis yang tinggal di panti akan mendapatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). "Saat ini pendekatannya lebih individual kalau 2011 dengan pendekatan Rumah Tangga Sangat Miskin," kata Khofifah di Jakarta, Senin. Dia mengatakan, selama ini bantuan yang diberikan pemerintah berbasis pada identitas yaitu hanya mereka yang mempunyai identitas diri atau kartu keluarga. Khofifah menjelaskan, jumlah mereka yang tidak terdaftar sebanyak 1,7 juta jiwa seperti gepeng dan orang yang tinggal di panti. "Sampai Desember nanti ada 400 ribu jiwa yang mendapatkan KIS dan KKS," tambah Khofifah. KIS merupakan bagian dari Program Keluarga Produktif yang diluncurkan pada 3 November 2014. KIS memberikan jaminan pada pemegangnya untuk mendapat manfaat pelayanan kesehatan seperti yang dilaksanakan dalam Jaminan Kesehatan Nasional. Secara bertahap KIS akan diperluas cakupannya meliputi penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Untuk program KKS DIPA berasal dari Kemensos namun anggaran dari Bendahara Umum Negara sebesar Rp6,4 triliun dengan [...]

Jangan Lupa Ucapkan `Terima Kasih` Setiap Saat

Jangan Lupa Ucapkan `Terima Kasih` Setiap Saat

Rasa syukur yang diucapkan setiap hari akan membuat hidup Anda lebih bahagia. Mengucapkan terima kasih bukan sesuatu yang berlebihan.Ketika orangtua mengajarkan Anda mengatakan Terima Kasih setiap kali seseorang melakukan sesuatu kepada Anda, tanpa disadari orangtua memberikan pelajaran yang berharga dalam hidup Anda.Mensyukuri apapun yang terjadi di dalam hidup ini dengan lebih sering mengatakan Terima Kasih menciptakan aura energi positif di sekitar Anda dan tak ada hal negatif yang bisa menembusnya.Hal ini membawa semua yang Anda inginkan dalam hidup ini lebih dekat dengan Anda dan membuka jalan buat kebahagiaan yang tak terbatas.Inilah lima alasan teratas mengapa seseorang bersyukur setiap saat sehingga kehidupan menjadi indah dan bahagia seperti dikutip Magforwomen, Senin (17/2/2014):1. Kesehatan tubuh dan pikiranKetika Anda bersyukur, Anda menyingkirkan semua emosi negatif seperti marah, frustasi, gelisah, cemas dan apapun yang membuat Anda menderita. Dengan tetap fokus dan menggunakan teknik pernapasan serta meditasi yang mendapat, Anda akan mencapai keuntungan dalam jangka panjang.Bersyukur juga akan meringankan tubuh Anda dari stres dan nyeri, dan membuat tubuh serta pikir [...]

Makanan yang Sudah Jatuh Jangan Diambil lagi, Meski Belum 5 Menit

Makanan yang Sudah Jatuh Jangan Diambil lagi, Meski Belum 5 Menit

Seringkali kita mengambil makanan yang terjatuh tanpa sengaja lalu memasukannya kembali ke dalam mulut, karena percaya bahwa makanan itu belum lebih dari lima menit berada di lantai. Tidak sedikit dari kita yang percaya, makanan yang berada di lantai kurang dari lima detik sekali pun tidak akan terkontaminasi, dan dapat dimakan kembali.Jika Anda adalah orangnya, ada baiknya untuk mempertimbangkan kebenaran dari teori tersebut. Sebab, suatu penelitian yang dilakukan untuk menguji kebenaran itu mengungkapkan, teori itu adalah salah, dan hanya sebatas jargon saja. Hasil dari penelitian itu menunjukan bahwa bakteri melompat ke dalam makanan kurang dari lima detik, setelah makanan itu terjatuh dan mendarat di lantai. Maka itu, ketika makanan yang akan masuk ke dalam mulut Anda tanpa sengaja terjatuh, ada baiknya untuk membuangnya. Sekali pun makanan itu lezat dan dianggap sehat.Akan tetapi, bila Anda tetap ingin memakannya, maka hal pertama yang harus diperhatikan adalah jenis lantai dari tempat mendaratnya makanan tersebut. Bila lantai dalam keadaan kering dan bersih, maka jumlah mikroorganismenya sangat sedikit. Tapi bila makanan terjatuh di atas lantai yang basah atau karpet, ada bai [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *