Pentingnya Serat Sayuran Untuk Anak

pentingnya-serat-sayuran-untuk-anak.jpg

Mengonsumsi makan makanan yang bergizi sangat penting untuk tumbuh kembang anak, contohnya saja adalah sayuran dan buah-buahan. Kedua asupan tersebut mengadung serat dan gizi yang sangat tinggi. Selain baik untuk pertumbuhan anak, mengonsumsi sayuran dan buah-buahan dapat meningkatkan gizi, menurunkan risiko diabetes, dan kinerja otak yang lebih baik. Berikut beberapa hal yang mendasari jika asupan sayuran dan buah sangat penting untuk anak:

1.Peningkatan gizi
Tubuh anak masih terus berkembang dan membutuhkan banyak nutrisi serta gizi yang baik. Buah-buahan dan sayuran mengandung banyak mineral, vitamin, dan nutrisi sehat lainnya. Misalnya saja buah jeruk dan strawberry mengandung vitamin C yang baik dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, wortel mengandung serat yang baik untuk kesehatan mata karena mengandung vitamin A. Serta bayam merupakan sayuran hijau yang mengandung zat besi serta mineral yang baik untuk mencegah anemia. Tidak hanya itu, buah apel merupakan antioksidan yang baik bagi kesehatan. Oleh karena itu, mengonsumsi sayuran serta buah sangat bak untuk menjaga anak tumbuh sehat dan cerdas.

2.Menurunkan risiko obesitas
Sayuran dan buah-buahan yang tinggi serat namun rendah lemak dan kalori sangat baik untuk menurunkan risiko obesitas pada anak. Menurut Department of Health and Human Service Amerika Serikat, 16 persen anak-anak usia 16-19 tahun memiliki kelebihan berat badan dan meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2, kolesterol tinggi, hipertensi, masalah pernapasan serta depresi. Nah, banyak mengonsumsi sayuran dan buah-buahan dapat menurunkan risiko tersebut.

3.Kesehatan pencernaan
Makanan yang tinggi serat, seperti buah-buahan dan sayuran dapat membantu fungsi sistem pencernaan dengan baik. Sembelit merupakan hal yang paling sering dialami oleh anak-anak, karena mereka susah untuk mengonsumsi makanan yang berserat. Untuk mengatasi hal tersebut, Ibu bisa memberikan anak makanan tinggi serat seperti aprikot, kacang polong, kacang-kacangan, dan brokoli. Dengan mengonsumsi serat yang cukup, sistem pencernaan akan menyerap air dengan baik, sehingga gerakan usus akan teratur dan mengurangi sembelit.

Begitu pentingnya asupan buah dan sayuran bagi si kecil, ada baiknya Ibu selalu menghidangkan menu makanan anak dengan asupan tadi. Selain itu, Ibu pun bisa berkreasi dengan menyelipkan bahan sayuran atau buah pada makanan kesukaan anak, contohnya yogurt.

Salah satu produsen yogurt ternama, Heavenly Blush, kini hadir dengan solusi permasalahan tersebut. Heavenly Blush Yo! Yogurt for Kids, satu-satunya yogurt untuk anak-anak yang mengandung serat buah dan sayur, yang rasanya nikmat sehingga disukai anak-anak. Dengan demikian Ibu tidak perlu khawatir lagi karena kebutuhan anak akan sayur akan terpenuhi setiap hari.

Heavenly Blush Yo! Yogurt for Kids hadir dengan dua rasa yang sama enaknya, Banana Berries Broccoli dan Mango Carrot. Yogurt ini aman untuk dikonsumsi setiap hari oleh anak-anak karena tidak mengandung bahan pengawet, tidak mengandung pewarna buatan dan pemanis buatan. Heavenly Blush Yo! Yogurt for Kids, enak dan ?Nggak nyangka ada sayurnya!?

Jangan lupa di share ya :)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Loading...
RELATED ARTICLES
Kenali 4 Penyebab Diare Pada Anak

Kenali 4 Penyebab Diare Pada Anak

Diare merupakan buang air besar namun dalam bentuk cairan yang terjadi lebih dari tiga kali dalam kurun waktu satu hari dan biasanya berlangsung selama dua hari atau lebih. Penyakit ini sering dialami oleh anak, terutama pada bayi dan balita. Walaupun diare pada anak merupakan kondisi serius, jika Anda mengabaikannya maka diare dapat menyebabkan kematian. Bahkan, sampai saat ini khususnya di negara-negara berkembang, diare menjadi faktor utama penyebab kematian pada anak. Diare pada anak tidak datang dengan sendirinya, tapi ada faktor lain yang menyebabkan anak Anda terserang diare. Berikut ini penyebab diare pada anak: 1. Infeksi Mayoritas anak yang terkena diare disebabkan oleh infeksi rotavirus. Data WHO menyebutkan, 15-25% diare pada anak usia 6-24 bulan disebabkan oleh virus ini. 2. Bakteri dan Parasit Bakteri dan parasit juga dapat menyebabkan diare. Bakteri seperti Shigella, Vibrio cholera, Salmonella (non thypoid), Campylobacter jejuni maupun Escherichia coli adalah ?penjahat? untuk kasus diare anak. Bakteri tersebut dapat mengganggu proses penyerapan makanan di usus halus dan langsung masuk ke usus besar. Proses transit di usus yang terlalu singkat itu membua [...]

Anak Juga Perlu Check Up Rutin

Anak Juga Perlu Check Up Rutin

?Anak saya aktif dan ceria, kok, buat apa diperiksa ke lab?? ujar seorang ibu saat ditanya apakah anaknya sudah pernah mendapatkan medical check-up. Tahukah Anda? Kelainan atau penyakit pada anak sering kali tidak menunjukkan gejala. Bila dibiarkan, tentu saja bisa berpengaruh buruk pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain itu, pemeriksaan kesehatan pada anak bisa mendeteksi kelainan atau penyakit lebih awal, sehingga dapat segera diatasi dengan tepat. Manfaat terpenting, tumbuh kembang anak bisa optimal. Pemeriksaan kesehatan anak memang tidak sepopuler pemeriksaan serupa pada orang dewasa. Tapi, satu hal yang harus Anda ingat, pemeriksaan kesehatan anak ini adalah ?modal? agar anak menjadi orang dewasa yang sehat. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan pada anak sebaiknya dilakukan rutin, termasuk saat sehat. Kapan memulai pemeriksaan kesehatan pada anak? Tentu saja, sejak anak baru lahir hingga berusia remaja (18 tahun). Dalam pemeriksaan kesehatan pada anak akan dilakukan anamnesis (tanya ? jawab soal riwayat kesehatan), pemeriksaan fisik oleh dokter, dan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan laboratorium mencakup pemeriksaan darah serta urine dan feses (tinja). Hal ini p [...]

Penyakit HMFD Serang Sekolah

Penyakit HMFD Serang Sekolah

Lembaga sekolah sejatinya merupakan lembaga yang bertanggung jawab atas pendidikan formil anak. Namun, ada kalanya pihak sekolah juga memusatkan banyak perhatian akan penyakit-penyakit yang rentan menular di kalangan siswa. Salah satu kegiatan edukasi mengenai penyakit yang mudah menular dalam lingkungan sekolah dapat dibaca di sini. Di Singapura, padatahun 2000 silam, pernah ada penyakit yang mewabah di sekolah-sekolah. Penyakit tersebut adalah Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD). Walau tergolong penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya (self limiting disease), kasus HFMD di Singapura tersebut sempat mengakibatkan korban jiwa karena penanganan yang kurang tepat. Sekolah menjadi tempat penularan paling mudah bagi HFMD karena penyakit ini kerap menyerang anak di bawah usia 10 tahun. Pada usia tersebut antibodi dan imunitas anak masih belum sekuat orang dewasa. Juga, karena HFMD amat mudah menular. Selain terpapar oleh cairan tubuh secara langsung, misalnya karena tersembur bersin, penyakit ini juga bisa ditularkan secara tidak langsung. Artinya, jika ada seorang siswa yang mengidap HFMD cairan tubuhnya (ingus, air liur, tinja, dan sebagainya) menempel di sebuah barang dan [...]

Bahaya Mengintip di Balik Mainan Anak

Bahaya Mengintip di Balik Mainan Anak

Mainan anak atau yang dimainkan oleh anak, tidak semuanyaaman bagi anak, karena itulah orang tua perlu ekstra hati-hati dalam memilih mainan untuk anak-anak. Banyak bagian dari mainan yang harus dipertimbangkan baik-baik sebelum diberikan kepada anak karena bisa menimbulkan cidera. Untuk membantu orang tua menemukan mainan yang tepat, selalu periksa kemasan mainan dan baca baik-baik cara penggunaan mainan dan manfaatnya bagi anak, agar bahaya pada mainan dapat diantisipasi. Beberapa cidera utama yang dapat menyebabkan kematian akibat penggunaan mainan tertentu biasanya terjadi karena penggunaan mainan di kolam renang atau mainan yang mencekik leher anak. Sementara itu, cidera mainan yang harus ditangani di unit gawat darurat biasanya diakibatkan oleh luka robek atau benturan hebat. Berbagai kasus cidera karena mainan ini termasuk tragis karena sebenarnya dapat dicegah. Berikut ini beberapa jenis mainan yang harus dihindarkan dari anak-anak: 1.Mainan yang menggunakan benang dan tali Beragam mainan yang menggunakan benang dan tali memiliki bahaya mencekik, terutama jika yang menggunakanannya adalah bayi dan anak balita. Apapun jenis dan bentuk mainannya, mainan yang melibatkan pita p [...]

5 Cara Agar Anak Cepat Tinggi

5 Cara Agar Anak Cepat Tinggi

Setiap orang tua pasti menginginkan tinggi anak tumbuh optimal. Ada yang mengatakan tinggi badan anak dipengaruhi oleh orang tuanya. Bila badan orangtuanya tinggi, maka secara otomatis, badan si anak juga ikut tinggi. Pendapat ini tidak sepenuhnya benar. Tinggi badan tidak sepenuhnya ditentukan oleh faktor genetik atau faktor keturunan, melainkan juga oleh nutrisi dan aktivitas harian. Proses pertumbuhan pada manusia terjadi sejak proses pembuahan di dalam rahim hingga dilahirkan. Proses ini berlangsung dengan pesat. Ketika bayi, Anda akan tumbuh dengan cepat di dua tahun pertama. Selanjutnya, proses pertumbuhan berjalan melambat. Anak perempuan akan mengalami laju pertumbuhan yang signifikan pada usia 8-13 tahun; sementara pada anak laki-laki, peningkatan tinggi badan utamanya terjadi pada usia 10-15 tahun. Anak perempuan tumbuh lebih cepat daripada laki-laki karena hormon mereka bekerja lebih giat di masa permulaan pubertas. Lalu, anak laki-laki akan menyusul dan melampaui tinggi anak perempuan. Biasanya tinggi badan mereka mencapai optimal pada usia 16 hingga 19 tahun. Namun, ada juga yang sampai 21 tahun. Tinggi badan seseorang dipengaruhi oleh seberapa panjang tulang-tulang pa [...]

Ruang Terbuka Hijau Tingkatkan Kecerdasan Anak

Ruang Terbuka Hijau Tingkatkan Kecerdasan Anak

Memiliki anak yang cerdas, tentu menjadi harapan setiap orang tua. Selain memberikan nutrisi yang seimbang, meningkatkan kecerdasan anak juga bisa dilakukan dengan cara yang sederhana dan menyenangkan, yaitu mengajak si kecil bermain di taman. Menurut dr. Ridha, SpA, pemandangan hijau dan pemandangan bunga dapat membuat anak lebih cerdas.Hal ini senada dengan hasil studi ilmiah terbaru di Spanyol, yang mengungkap bahwa, kemampuan berpikir anak akan meningkat cepat jika mereka melihat pemandangan alam setiap hari seperti taman atau hutan kota. "Anak-anak di sekolah dengan lebih banyak ruang hijau di sekitar mereka, seperti pohon, semak dan rumput, memiliki perkembangan otak lebih baik daripada anak-anak di sekolah dengan lebih sedikit ruang hijau," kata Mark Nieuwenhuijsen dari Pusat Penelitian Lingkungan Epidemiologi di Barcelona."Sangat penting untuk memiliki ruang hijau di dalam dan di sekitar halaman sekolah untuk perkembangan otak yang lebih baik," tambahnya. "Ada kemungkinan bahwa sesuatu selain ruang hijau yang memengaruhi kecakapan intelektual anak-anak, sementara hubungan langsungnya hanya kebetulan." Tapi salah satu pakar yang ikut penelitian menyebutkan bahwa manfaat udar [...]

6 Cara Meninggikan Badan Secara Alami

6 Cara Meninggikan Badan Secara Alami

Saat pertumbuhan di masa kanak-kanak dan masa remaja tidak berjalan ideal, tinggi badan ketika dewasa akhirnya tidak mencapai batas maksimal. Pada manusia terdapat hormon HGH atau Human Growth Hormone yang mengatur tinggi badan. Hormon ini dihasilkan kelenjar pituitari dan diperlukan tulang serta tulang rawan. Faktor genetik dan faktor non-genetik berperan dalam menentukan tinggi badan. Nah, faktor non-genetik seperti gizi, gaya hidup sehat, tidur yang cukup, serta kondisi saat dalam kandungan dapat dikontrol dan diatur hingga bisa meninggikan badan. Nah, berikut ini beberapa cara meninggikan badan secara alami: [...]

Porsi Tidur Anak Sesuai Dengan Usianya

Porsi Tidur Anak Sesuai Dengan Usianya

Tidur yang cukup adalah salah satu syarat yang penting untuk menjaga kesehatan. Terutama bagi anak-anak, jam tidur tambahan (tidur siang) sangat dibutuhkan. Selain untuk pertumbuhan, tidur sejenak (atau nap) juga dapat menghindari anak dari kelelahan dan dari kesulitan tidur dimalam hari. Selama anak tidur, orang tua juga memiliki waktu untuk mengerjakan tugas sehari-harinya. Kebutuhan jam tidur memang berbeda untuk setiap orang. Acuan kebutuhan jam tidur juga dapat dibagi sesuai umur, yaitu : Dibawah usia 6 bulan Dibutuhkan jam tidur kurang lebih 16 sampai dengan 20 jam sehari. Bayi seumur ini umumnya hanya bangun 2 sampai 3 jam untuk makan. Saat bayi memasuki usia 4 bulan, ritme tidurnya akan lebih stabil. 6 sampai 12 bulan Bayi usia ini, biasanya tidur siang selama 3 sampai 4 jam, tidur 11 jam dimalam hari dan tidak perlu bangun (dimalam hari) untuk makan. Usia 1 sampai 3 tahun Balita umumnya butuh tidur 10 sampai 13 jam, termasuk tidur siang 1 sampai 3 jam. Hindari anak tidur sejenak sebelum jam tidur malamnya, karena akan membuatnya sulit tidur. Usia 3 sampai 5 tahun Balita seumur ini, butuh tidur 10 sampai 12 jam sehari. Biasanya masih membutuhkan tidur siang, [...]

Bila Anak Gegar Otak

Bila Anak Gegar Otak

Gegar otak bisa diakibatkan benturan, pukulan, hingga hantaman yang mengenai kepala dan menganggu fungsi otak. Kondisi ini bisa terjadi pada anak-anak yang sedang bermain atau berolahraga. Saat anak terkena gegar otak, biasanya ia akan mengeluh nyeri kepala yang berat, berulang kali muntah, susah dibangunkan, dan tidak bisa berjalan dengan normal. Akibat dari gegar otak yang lebih parah adalah pingsan hingga hilang ingatan. Anda pun harus lebih waspada sebab gejala gegar otak bisa terjadi beberapa hari setelah pemicu gegar otak terjadi. Beberapa gejala yang dapat timbul adalah kebingungan, hilang ingatan, mudah lelah, vertigo dan emosi yang naik turun (mood swing). Bila anak Anda terkena benturan di kepala tapi masih sadar dan berperilaku seperti biasa, kompres bagian kepala anak yang terluka dengan es yang dibungkus kain selama 20 menit. Ulangi langkah ini selama 3 hingga 4 jam. Namun, bila anak pingsan, pernafasannya tidak wajar, mengeluarkan darah atau cairan dari hidung, telinga, dan mulut, meracau, serta kejang, segera bawa anak ke rumah sakit. Anak pun sebaiknya beristirahat dengan diobservasi selama 3 ? 5 hari, terutama pada aktivitas yang melibatkan otak. Pasalnya, anak yan [...]

Mengenal Gejala dan Trauma Anak Sesuai Usia

Mengenal Gejala dan Trauma Anak Sesuai Usia

Trauma bisa terjadi pada siapa saja, baik orang dewasa maupun anak-anak. Trauma dan gejala yang dialami pun berbeda-beda sesuai usianya. Trauma yang terjadi pada balita bisa berbeda dengan trauma yang dialami oleh batita. Walaupun biasanya anak-anak belum bisa mengatakan bahwa itu merupakan suatu tanda trauma, namun prilaku mereka akan menunjukan trauma terhadap sesuatu. Misalnya saja, jika anak trauma terhadap api maka si kecil pun akan merasa takut atau cemas jika berada di dekat api atau melihat api. Anak-anak yang mengalami trauma akan berpengaruh terhadap prilaku dan otaknya. Hal ini akan sangat berbahaya bagi otak si kecil yang masih tumbuh dan berkembang. Dan, hal ini tentu akan sangat berpengaruh terhadap perkembangannya. Trauma tersebut biasanya akan mempengaruhi memori, perhatian, kesadaran persepsi, berfikir, bahasa, dan kesadaran. Selain itu, beberapa perubahan akibat trauma pun akan mempengaruhi IQ dan kemampuan dalam mengatur emosi, dimana anak-anak akan merasa lebih takut dan kurang aman dengan sekitar. Dalam hal ini, peran orangtua, pengasuh dan keluarga terdekat sangat penting untuk membantu mereka mengatur emosi dan mungkin mengalami stres yang luar biasa. Anak-an [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *